Esai Pemikiran Kritis (EPK) OIM FIK 2014 
“Nursing Innovation to Face Globalisation” 
Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisasi Asuhan Keperawatan 
melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna 
Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi 
Oleh: 
I Gusti Putri Jayanti/ 1306377820 
S1 Reguler 2013 
(08979868433) 
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN 
UNIVERSITAS INDONESIA 
2014
1 
Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisasi Asuhan Keperawatan 
melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna 
Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi 
A. Latar Belakang Masalah 
Globalisasi. Kata tersebut sepertinya telah memengaruhi bagaimana 
kehidupan dan aktivitas yang kita lakukan selama ini. Semakin berkembangnya 
zaman semakin pula gempuran globalisasi menghatam segala aspek kehidupan di 
muka bumi termasuk di dunia kesehatan. Kesehatan merupakan sebuah bidang 
dimana segala aspeknya berfokus tentang bagaimana cara mempertahankan atau 
meningkatkan derajat kesehatan pasien atau klien dengan bantuan tenaga 
kesehatan. Tenaga kesehatan sendiri memiliki banyak komponen untuk melengkapi 
berbagai keperluan dalam bidang kesehatan, semisalnya dokter, perawat, ahli 
kesehatan masyarakat, ahli gizi, farmasis, dan masih banyak lagi yang mungkin 
tidak terhitung jumlahnya. Semua tenaga kesehatan selalu berpedoman tentang 
bagaimana caranya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien atau 
klien. Hal tersebut termasuk juga dilakukan oleh perawat. 
Orang awam sekali pun tentu telah mengenal kata perawat. Suatu kata 
sederhana yang mungkin belum cukup memahami tentang tugas seorang perawat 
walaupun globalisasi telah menyentuh negara Indonesia dengan maha dahsyatnya. 
Keperawatan adalah salah satu profesi yang berfokus pada respon pasien dan 
pemenuhan kebutuhannya. Dunia keperawatan di dunia pun harus berjalan 
beriringan dengan gempuran globalisasi, kususnya hal tersebut ditunjukkan dengan 
peningkatan pelayanan asuhan keperawatan profesional dari seorang perawat 
terhadap pasiennya. Peningkatan tersebut salah satunya dapat ditunjukkan dengan 
keahlian perawat menggunakan teknologi dalam bidang keperawatan yang dapat 
menunjang kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan sehari-hari. 
Perawat memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien atau klien dalam 
bentuk asuhan keperawatan yang terangkum dalam satu siklus yaitu proses 
keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang simultan tersebut akan
2 
mendatangkan implikasi terhadap tingkat kepuasan klien. Salah satu ciri 
profesionalisme adalah adanya cara kerja profesional setiap subjek yang ada di 
dalamnya dan diantaranya didukung dengan dokumentasi yang akurat, jelas, 
terpercaya dan sah secara hukum. Sampai sekarang secara umum 
pendokumentasian keperawatan dilakukan dengan sheet atau paper yang 
mendatangkan banyak kekurangan, untuk itu perlu adanya inovasi pencatatan 
dengan menggunakan pencatatan berbasis elektronik. Penting dilakukan, kerena di 
luar negeri informatika keperawatan berkembang pesat pada seluruh aktivitas 
keperawatan, baik dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun riset keperawatan. 
Maka dari itulah diperlukan suatu cara bagaimana agar perawat Indonesia 
mampu bersaing dan bertahan di era globalisasi. Apalagi dengan tuntutan dari 
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan profesional semakin tinggi. Apabila tidak 
diiringin dengan peningkatan kualitas keperawatan, maka dapat terlihatlah di masa 
depan akan seperti apa wajah keperawatan di Indonesia. Berdasarkan permasalahan 
itulah diperlukan suatu elaborasi pelatihan keperawatan yang khusus dengan tujuan 
meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan melalui pengetahuan tentang 
teknologi keperawatan agar perawat Indonesia juga mampu mengangkat wajah di 
mata dunia keperawatan Internasional. Didasarkan latar belakang permasalahan itu 
lah penulis mengangkat judul “Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisas i 
Asuhan Keperawatan melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis 
Komputerisasi guna Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi”. 
B. Isi 
Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu 
bahasa Inggris globalisation. Kata globalisation sendiri sebenarnya berasal dari 
kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan -lization yang bisa 
dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan 
sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikira n, 
gaya hidup maupun teknologi secara mendunia. Hal menariknya ialah teknologi 
karena seringnya berkolaborasi dengan segala bidang yang ada di dunia. Globalisas i 
sama dengan perkembangan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi.
3 
Berkaitan dengan globalisasi maka saat ini tenaga kesehatan khususnya 
perawat harus memiliki kemampuan yang mempuni guna memberikan pelayanan 
profesional kepada pasien atau klien salah satunya dengan cara melek teknologi. 
Kenapa teknologi sangat diperlukan? Jawabannya sederhana. Teknologi diciptakan 
untuk mempermudah kerja manusia tetapi menghasilkan sesuatu yang dapat 
membuat segala halnya menjadi lebih efektif dan efisien. Begitu pula dengan 
perawat. Hubungan teknologi dan perawat harus lah berjalan beriringan guna 
kesiapan perawat menhadapi arus globalisasi yang kian hari semakin deras. 
Berbagai penjelasan sebelumnya tentu telah memperjelas bahwa 
perkembangan globalisasi melalui teknologi informasi dan komunikasi telah 
memengaruhi seluruh aktivitas pengolahan data yang terjadi pula dalama bidang 
kesehatan. Peluang ini semakin luas ketika dunia kesehatan dihadapkan pada 
tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Tidak terkecuali pula 
dalam dunia keperawatan. 
Semua orang telah mengenal dan mengetahui tentang keperawatan. Lebih 
jelasnya yang dimaksud dengan keperawatan adalah sebuah profesi, di mana di 
dalamnya terdapat sebuah body of knowledge yang jelas. Profesi keperawatan 
memiliki dasar pendidikan yang kuat, sehingga dapat dikembangkan setinggi-tingginya. 
Hal ini menyebabkan Profesi keperawatan selalu dituntut untuk 
mengembangkan dirinya dan berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan 
di Indonesia. Guna peningkatan profesionalisme, perawat akan memberika n 
konstribusi upaya dalam memajukan pelayanan masyarakat akan kesehatan di 
negeri ini salah satunya dengan profesionalisme asuhan keperawatan yang baik 
dalam dokumentasi keperawatan. 
Asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik 
keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien atau pasien di berbagai 
tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah 
keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat 
keperawatan,bersifat humanistik,dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien 
untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.
4 
Pengertian dokumentasi keperawatan menurut Carpenito (1999), merupakan 
suatu rangkaian kegiatan yang rumit dan sangat beragam serta memerlukan waktu 
yang cukup banyak dalam proses pembuatannya. Perkiraan waktu pembuatan 
dokumentasi asuhan keperawatan dapat mencapai 35-40 menit, hal ini dikarenakan 
seringnya perawat melakukan pencatatan yang berulang- ulang atau duplikat if. 
Walaupun demikian, terkadang dokumentasi keperawatan yang dihasilkan masih 
sering kurang berkualitas. 
Komponen dokumentasi asuhan keperawatan yang konsisten harus meliput i 
beberapa hal berikut ini, yaitu: Riwayat keperawatan yang terdiri dari masalah-masalah 
yang sedang terjadi maupun yang diperkirakan akan terjadi; Masalah-masalah 
yang aktual maupun potensial; Perencanaan serta tujuan saat ini dan yang 
akan datang; Pemeriksaan, pengobatan dan promosi kesehatan untuk membantu 
pasien mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya; Evaluasi dari tujuan 
keperawatan serta modifikasi rencana tindakan dalam mencapai tujuan yang telah 
ditetapkan. 
Secara spesifik lingkup dokumentasi asuhan keperawatan secara spesifik 
antara lain: Data awal pasien berupa identitas diri, keluhan yang dirasakan; Riwayat 
keperawatan dan pemeriksaan; Diagnosis keperawatan yang ditetapkan; Rencana 
asuhan keperawatan yang terdiri dari rencana tindakan, tujuan, rencana intervensi 
serta evaluasi dari tindakan keperawatan; Pendidikan kepada pasien; Dokumentas i 
parameter pemantauan dan intervensi keperawatan lain nya; Perkembangan dari 
hasil yang telah ditetapkan dan yang diharapkan; Evaluasi perencanaan; 
Rasionalisasi dari proses intervensi jika diperlukan; Sistem rujukan; Persiapan 
pasien pulang. 
Lalu apakah hubungannya antara keperawatan, kesehatan, serta teknologi dan 
informasi? Berdasarkan berbagai penjelasan sebelumnya, kita dapat menarik 
sebuah kesimpulan yang mana perkembangan teknologi informasi dan komunik as i 
telah memengaruhi aktivitas pengelolaan data dan informasi di bidang 
keperawatan. Peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi menjadi 
semakin luas ketika keperawatan dihadapkan kepada tuntutan masyarakat terhadap 
pelayanan yang berkualitas sehingga para perawat harus menyediakan waktu
5 
asuhan langsung (direct care) kepada pasien yang lebih lama dan berkualitas. 
Teknologi membantu perawat mengurangi waktu dokumentasi dan 
mengalihkannya untuk direct care. Integrasi ini lah yang akhirnya memunculka n 
inovasi teknologi keperawatan. 
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang menolong mengerjakan 
sesuatu dengan informasi yang menghasilkan tugas terkait proses pengolahan 
informasi. (Sungkar & Sabarguna, 2007). Graves dan Corcoran (1989), Informat ika 
keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer dan informasi ilmu keperawatan. 
Kombinasi ini membantu dalam manajemen pemrosesan data keperawatan, 
informasi dan pengetahuan dalam mendukung praktik keperawatan dan pemberian 
perawatan. (Blais et all, 2002). 
Dokumentasi elektronik berbasis komputer sebenarnya telah banyak 
dipergunakan di peradaban ini. Contoh nyata hal tersebut ialah adanya 
EMR/ENR/EPR/HER. EMR/ENR/EPR/HER adalah kumpulan sistematis informas i 
kesehatan pasien berbasis elektronik yang terhubung dan terintegrasi dengan sistem 
informasi dalam jejaring rumah sakit. bermacam data dapat dimasukkan untuk 
mempermudah akses baik oleh tim kesehatan maupun pasien, data tersebut meliput i 
data demografi, riwayat medis, pengobatan, hasil uji laboratorium dan radiologi, 
proses keperawatan, discharge planning dan bahkan informasi penagihan. 
Dari sekian banyak teknologi dokumentasi kesehatan yang ada, penulis akan 
membuat suatu pendekatan kepada salah satu teknologi yang dikenal dengan nama 
Electronic Health Record. Electronic Health Record dalam pelayanan kesehatan 
peningkatan efisiensi dalam hal waktu karena petugas tidak perlu untuk 
menanyakan atau mencari data secara berulang kepada klien, adanya perbaikan 
akurasi karena informasi yang didapatkan adalah informasi yang akurat dari riwayat 
sampai dengan status keadaan paling mutakhir, ketepatan waktu, ketersediaan 
informasi sehingga terdapat produktivitas yang tingi dalam pelayanan kesehatan. 
Dalam dokumentasi asuhan keperawatan, dengan menggunakan Electronic Health 
Record, menunjukkan dampak positif terhadap pelayanan asuhan keperawatan pada 
perawatan klien dan memberikan validasi tentang pentingnya praktik keperawatan
6 
kontrol secara internal, pengendalian biaya dan ekpresi keilmuan keperawatan 
(Lundberg, 2008). 
Dalam Electronic Health Record digunakan teknologi untuk menyandika n 
domain keperawatan. Penyandian menggunakan Systematized Nomenclature of 
Medicine Clinical Terms (SNOMED-CT) sehingga dapat digunakan untuk encode 
dokumentasi dalam keperawatan tersebut misalnya kesehatan akut, perawatan 
rumah, perawatan rumah sakit, kesehatan spiritual, perawatan jangka panjang dan 
klinik perawatan kesehatan kunjungan. SNOMED-CT dapat digunakan untuk 
mengkodekan penilaian, rencana pendidikan, rencana perawatan, daftar tugas dan 
keperawatan dalam catatan elektronik kesehatan melalui komputer atau perangkat 
teknologi sejenisnya. 
Sistem ini memberikan keuntungan antara lain: 1) penurunan biaya baik biaya 
oleh pasien maupun administrasi rumah sakit karena semua tersimpan dalam sistem 
tanpa sheet; 2) meningkatkan kualitas pelayanan, pelaksanaan sistem ini akan 
membantu mengurangi penderitaan pasien karena kesalahan medis dan 
ketidakmampuan para analis untuk menilai suatu kualitas kesehatan; 3) mendukung 
bukti pengobatan, artinya pasien dengan leluasa mendapatkan pengetahuan tentang 
praktik medis yang efektif; 4) menjaga catatan dan mobilitas pasien, dengan sistem 
ini akan mempermudah klien mengakses seluruh kebutuhan bahkan sampai janji 
pengobatan dan perawatan serta mengikuti suatu prosedur. 
Manfaat penerapan sistem informasi keperawatan di lingkungan rumah sakit 
salah satunya adalah membantu perawat dalam melakukan pendokumentas ia n 
asuhan keperawatan. Dengan memanfaatkan sistem informasi keperawatan tersebut 
perawat dapat menghemat waktu untuk melakukan pencatatan dibandingkan bila 
dilakukan pencatatan secara manual. Di samping itu, data yang tercatat dengan 
menggunakan sistem informasi keperawatan akan lebih terjamin keberadaannya. 
Resiko data yang dicatat akan hilang sangat kecil. Berbeda dengan pencatatan yang 
berdasarkan paper base, dimana kemungkinan untuk hilangnya data sangat 
mungkin untuk terjadi. Selain itu keberadaan sistem informasi keperawatan juga 
akan meningkatkan keefektifan dan efisien kerja dari tenaga keperawatan.
7 
Namun menjadi kendala ialah adanya suatu dilema yang mana sedikit 
perawat, institusi pendidikan keperawatan, maupun rumah sakit yang bisa atau 
bahkan tahu tentang teknologi ini, terutama yang berada bukan di daerah perkotaan. 
Tapi lagi-lagi di perkotaan belum semua tersentuh akan teknologi ini. Itu tentu 
kendala besar, apabila hal tersebut dibiarkan secara terus menerus dipastikan bahwa 
keperawatan Indonesia akan sangat sulit untuk maju dan berkembang mengikut i 
negara-negara asing yang telah menggunakan teknologi sebagai sarana penunjang 
utama untuk memberikan perawatan dan pelayanan kesehatan terbaik kepada 
pasien atau kliennya. 
Maka, diperlukan adanya elaborasi bersama untuk memperbaiki 
permasalahan tersebut. Apalagi dengan adanya ASEAN Economic Community 
pastinya akan berdampak sangat besar terhadap dunia keperawatan di Indonesia. 
Perawat Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan sesama tenaga keperawatan 
di Indonesia saja, tetapi lebih besarnya akan bersaing dengan seluruh tenaga 
keperawatan dan kesehatan dari negara yang tergabung dalam ASEAN Economic 
Community walaupun memang tidak semudah itu tenaga pelayanan kesehatan asing 
berkerja di Indonesia. Tapi itu merupakan isu bersama dan harus secara tepat dan 
cepat menghadapi hal tersebut sebelum semuanya terlambat. 
Dikarenakan sebab itu lah penulis membuat suatu gagasan yang bernama 
Electronic Nursing Center (ENC). Electronic Nursing Center dikonsepkan sebagai 
sebuah wadah kelompok sejawat keperawatan yang mana kelompok ini berfungsi 
sebagai tutor sejawat yang akan melatih rekan mereka untuk mengerti dan 
memahami pengoperasian EHR berbasis komputerisasi. Hal ini dilakukan sebagai 
upaya melatih meningkatkan soft skills perawat Indonesia untuk lebih melek 
teknologi dalam upaya menghadapi era globalisasi. ENC dipusatkan terutama untuk 
perawat-perawat di daerah yang mana tempat tersebut jarang terjamah teknologi. 
Konsep utama ENC dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama yaitu pelatihan 
dengan pendekatan seperti penyuluhan melalui tutor-tutor yang telah terlatih 
sebelumnya untuk mengajarkan tentang penggunaan EHR. Pertama tentunya 
karena hal ini bersifat remi, akan ada upaya untuk berkolaborasi dengan PPNI, 
ILMIKI, dan rumah sakit. Pencarian tutor serupa seperti volunteer melalui suatu
8 
open reqruitment dimana volenteer dapat dari tenaga perawat maupun calon 
perawat, tetapi calon perawat tersebut haruslah telah mendapatkan suatu pendidikan 
teknologi informatika keperawatan terlebih dahulu, sehingga nanti ahli dalam 
bidang teknologi informatika keperawatan dapat mengajarkan mekanisme 
pengajaran EHR. 
Setelah volunteer terpilih makan akan dibuat suatu gerakan bersama dalam 
suatu kurun waktu tertentu dimana akan terdapat pelatihan teknologi informa t ika 
keperawatan. Pelatihan secara langsung dilaksanakan di balai latihan keperawatan 
atau tempat kepengurusan keperawatan di daerah tersebut. Konsep kedua dalam 
pelatihan tersebut adalah dengan cara video tutorial. Video tutorial menggunaka n 
suatu aplikasi disebut dengan Camtasia. Dimanfaatkannya pelatihan dengan 
tutorial ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan dan mempermuda h 
askes untuk perawat yang mungkin sedikit memiliki waktu luang untuk menhadir i 
pelatihan yang diberikan. 
Inisisasi Electronic 
Nursing Center 
ILMIKI PPNI Rumah Sakit 
Oprec Volunteer 
Training of Trainer 
Totur Sejawat 
Open Registration 
Pelatihan ENC 
Bekerjasama 
Proses 
pemilihan 
tutor 
Pencarian 
peserta
9 
Langsung Tidak Langsung 
Balai Pelatihan 
Keperawatan 
Camtasia 
Nurses Channel on 
Youtube 
Gambar 1. Alur Mekanisme Electronic Nursing Center 
C. Kesimpulan 
Globalisasi merupakan sesuatu yang tidak mungkin dapat dihindari. Untuk 
itulah diperlukan suatu upaya menyikapinya secara bijaksana dengan penerapan 
dan peningkatan segala aspek guna menghadapi gempuran globalisasi. Itu pula 
yang harus dipersiapakan dalam dunia kesehatan khususnya keperawatan. 
Globalisasi erat pula kaitannya dengan perkembangan teknologi, karena itulah 
diperlukan suatu upaya penggabungan antara teknologi dan dunia kesehatan yang 
dalam hal ini dispesifikkan khusus hanya dalam dunia keperawatan. Banyak hal 
mendasar mengapa hal ini harus dilakukan, salah satunya ialah tuntutan masyarakat 
Indonesia dan dunia terhadap pelayanan kesehatan yang profesional. Perawat 
sebagai sebuah profesi yang tentunya dibekali dengan segala profesionalitas, harus 
melaksanakan tuntutan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui asuhan 
keperawatan profesional. Menunjukkan profesionalitas tersebut salah satunya 
dengan cara penggabungan teknologi informatika dan proses asuhan keperawata n 
(dokumentasi keperawatan). Hal tersebut selanjutnya akan menunjang layanan 
asuhan keperawatan secara langsung yang lebih efisien dan baik tanpa menghilaka n 
makna dari asuhan keperawatan itu sendiri. 
Dewasa ini telah banyak teknologi dalam dunia kesehatan yang menunjang 
hal tersebut, salah satunya disebut dengan Electronic Health Record (EHC), dimana 
selanjutnya teknologi ini bisa dimodifikasi kedalam encode yang sesuai dengan
10 
asuhan keperawatan. Tetapi yang menjadi masalah ialah perawat yang belum 
banyak mengetahui ataupun belum mampu menggunakan teknologi ini, serta tidak 
semua pendidikan keperawatan atau rumah sakit yang menggunakan teknologi ini. 
Dikarenakan hal itulah yang mendorong penulis membuat suatu gagasan bernama 
Electronic Nursing Center (ENC). Dalam konsepnya ENC merupakan sebuah 
wadah pelatihan teknologi infromatika keperawatan yang khususnya akan 
ditunjukkan bagi perawat di daerah yang jarang terjamah oleh teknologi seperti ini. 
Wacananya adalah pelatihan ini melalui konsep langsung berupa pelatihan face to 
face dan tidak langsung, berupa Nurses Channel on Youtube. 
Daftar Pustaka 
Arfani, R. (2004). Globalisasi: Karakteristik dan Implikasinya. Retrieved from 
http://mirror.unpad.ac.id/orari/library/cd-al-manaar-digilib/ 
bahan/8.%20EKONOMI%20POLITIK/1.%20Globalisasi%20Karakt 
eristik%20dan%20Implikasi.pdf 
Asuhan Keperawatan. (n.d.). Retrieved from 
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl- nitaamelia-5341-3- 
babii.pdf 
Blais., et al. (2002). Praktik Keperawatan Profesional konsep dan perspektif edisi 
4, EGC. 
Graves JR, Corcoran S. The study of nursing informatics. Image: Journal of Nursing 
Scholarship 1989;21:227-31. 
Lundberg., at al. (2008). Selecting a Standardized Terminology for the Electronic 
Health Record that Reveals the Impact of Nursing on Patient Care. Online 
Journal of Nursing Informatics (OJNI),12,(2). Available at 
http:ojni.org/12_2/lundberg.pdf 
Muhalla, H. (2010). Electronic Nursing Record on Nursing Process: An Analysis 
Nursing Technology. Retrieved from
11 
http://pkko.fik.ui.ac.id/files/Hafna%20Ilmy%20Muhalla,%20UTS%20SIM. 
pdf 
Sungkar & Sabarguna. (2007). Sistem Informasi Medis. UI – PRESS. 
Yulita, Y. (2012). Pendidikan dan Profesionalisme Keperawatan. Retrieved from 
http://www.haluankepri.com/opini-/28638-pendidikan-dan-profesionalisme-keperawatan.

Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisasi Asuhan Keperawatan melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi

  • 1.
    Esai Pemikiran Kritis(EPK) OIM FIK 2014 “Nursing Innovation to Face Globalisation” Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisasi Asuhan Keperawatan melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi Oleh: I Gusti Putri Jayanti/ 1306377820 S1 Reguler 2013 (08979868433) FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA 2014
  • 2.
    1 Electronic NursingCenter: Pelatihan Optimalisasi Asuhan Keperawatan melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi A. Latar Belakang Masalah Globalisasi. Kata tersebut sepertinya telah memengaruhi bagaimana kehidupan dan aktivitas yang kita lakukan selama ini. Semakin berkembangnya zaman semakin pula gempuran globalisasi menghatam segala aspek kehidupan di muka bumi termasuk di dunia kesehatan. Kesehatan merupakan sebuah bidang dimana segala aspeknya berfokus tentang bagaimana cara mempertahankan atau meningkatkan derajat kesehatan pasien atau klien dengan bantuan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan sendiri memiliki banyak komponen untuk melengkapi berbagai keperluan dalam bidang kesehatan, semisalnya dokter, perawat, ahli kesehatan masyarakat, ahli gizi, farmasis, dan masih banyak lagi yang mungkin tidak terhitung jumlahnya. Semua tenaga kesehatan selalu berpedoman tentang bagaimana caranya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien atau klien. Hal tersebut termasuk juga dilakukan oleh perawat. Orang awam sekali pun tentu telah mengenal kata perawat. Suatu kata sederhana yang mungkin belum cukup memahami tentang tugas seorang perawat walaupun globalisasi telah menyentuh negara Indonesia dengan maha dahsyatnya. Keperawatan adalah salah satu profesi yang berfokus pada respon pasien dan pemenuhan kebutuhannya. Dunia keperawatan di dunia pun harus berjalan beriringan dengan gempuran globalisasi, kususnya hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan pelayanan asuhan keperawatan profesional dari seorang perawat terhadap pasiennya. Peningkatan tersebut salah satunya dapat ditunjukkan dengan keahlian perawat menggunakan teknologi dalam bidang keperawatan yang dapat menunjang kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan sehari-hari. Perawat memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien atau klien dalam bentuk asuhan keperawatan yang terangkum dalam satu siklus yaitu proses keperawatan. Pelaksanaan asuhan keperawatan yang simultan tersebut akan
  • 3.
    2 mendatangkan implikasiterhadap tingkat kepuasan klien. Salah satu ciri profesionalisme adalah adanya cara kerja profesional setiap subjek yang ada di dalamnya dan diantaranya didukung dengan dokumentasi yang akurat, jelas, terpercaya dan sah secara hukum. Sampai sekarang secara umum pendokumentasian keperawatan dilakukan dengan sheet atau paper yang mendatangkan banyak kekurangan, untuk itu perlu adanya inovasi pencatatan dengan menggunakan pencatatan berbasis elektronik. Penting dilakukan, kerena di luar negeri informatika keperawatan berkembang pesat pada seluruh aktivitas keperawatan, baik dalam bidang pelayanan, pendidikan maupun riset keperawatan. Maka dari itulah diperlukan suatu cara bagaimana agar perawat Indonesia mampu bersaing dan bertahan di era globalisasi. Apalagi dengan tuntutan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan profesional semakin tinggi. Apabila tidak diiringin dengan peningkatan kualitas keperawatan, maka dapat terlihatlah di masa depan akan seperti apa wajah keperawatan di Indonesia. Berdasarkan permasalahan itulah diperlukan suatu elaborasi pelatihan keperawatan yang khusus dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan melalui pengetahuan tentang teknologi keperawatan agar perawat Indonesia juga mampu mengangkat wajah di mata dunia keperawatan Internasional. Didasarkan latar belakang permasalahan itu lah penulis mengangkat judul “Electronic Nursing Center: Pelatihan Optimalisas i Asuhan Keperawatan melalui Teknologi Informasi Keperawatan Berbasis Komputerisasi guna Kesiapan Perawat Menghadapi Tantangan Globalisasi”. B. Isi Kata globalisasi sebenarnya merupakan serapan dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris globalisation. Kata globalisation sendiri sebenarnya berasal dari kata global yang berarti universal yang mendapat imbuhan -lization yang bisa dimaknai sebagai proses. Jadi dari asal mula katanya, globalisasi bisa diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa informasi, pemikira n, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia. Hal menariknya ialah teknologi karena seringnya berkolaborasi dengan segala bidang yang ada di dunia. Globalisas i sama dengan perkembangan yang sangat pesat dalam bidang teknologi informasi.
  • 4.
    3 Berkaitan denganglobalisasi maka saat ini tenaga kesehatan khususnya perawat harus memiliki kemampuan yang mempuni guna memberikan pelayanan profesional kepada pasien atau klien salah satunya dengan cara melek teknologi. Kenapa teknologi sangat diperlukan? Jawabannya sederhana. Teknologi diciptakan untuk mempermudah kerja manusia tetapi menghasilkan sesuatu yang dapat membuat segala halnya menjadi lebih efektif dan efisien. Begitu pula dengan perawat. Hubungan teknologi dan perawat harus lah berjalan beriringan guna kesiapan perawat menhadapi arus globalisasi yang kian hari semakin deras. Berbagai penjelasan sebelumnya tentu telah memperjelas bahwa perkembangan globalisasi melalui teknologi informasi dan komunikasi telah memengaruhi seluruh aktivitas pengolahan data yang terjadi pula dalama bidang kesehatan. Peluang ini semakin luas ketika dunia kesehatan dihadapkan pada tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas. Tidak terkecuali pula dalam dunia keperawatan. Semua orang telah mengenal dan mengetahui tentang keperawatan. Lebih jelasnya yang dimaksud dengan keperawatan adalah sebuah profesi, di mana di dalamnya terdapat sebuah body of knowledge yang jelas. Profesi keperawatan memiliki dasar pendidikan yang kuat, sehingga dapat dikembangkan setinggi-tingginya. Hal ini menyebabkan Profesi keperawatan selalu dituntut untuk mengembangkan dirinya dan berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Guna peningkatan profesionalisme, perawat akan memberika n konstribusi upaya dalam memajukan pelayanan masyarakat akan kesehatan di negeri ini salah satunya dengan profesionalisme asuhan keperawatan yang baik dalam dokumentasi keperawatan. Asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien atau pasien di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan sebagai suatu profesi yang berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan,bersifat humanistik,dan berdasarkan pada kebutuhan objektif klien untuk mengatasi masalah yang dihadapi klien.
  • 5.
    4 Pengertian dokumentasikeperawatan menurut Carpenito (1999), merupakan suatu rangkaian kegiatan yang rumit dan sangat beragam serta memerlukan waktu yang cukup banyak dalam proses pembuatannya. Perkiraan waktu pembuatan dokumentasi asuhan keperawatan dapat mencapai 35-40 menit, hal ini dikarenakan seringnya perawat melakukan pencatatan yang berulang- ulang atau duplikat if. Walaupun demikian, terkadang dokumentasi keperawatan yang dihasilkan masih sering kurang berkualitas. Komponen dokumentasi asuhan keperawatan yang konsisten harus meliput i beberapa hal berikut ini, yaitu: Riwayat keperawatan yang terdiri dari masalah-masalah yang sedang terjadi maupun yang diperkirakan akan terjadi; Masalah-masalah yang aktual maupun potensial; Perencanaan serta tujuan saat ini dan yang akan datang; Pemeriksaan, pengobatan dan promosi kesehatan untuk membantu pasien mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya; Evaluasi dari tujuan keperawatan serta modifikasi rencana tindakan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara spesifik lingkup dokumentasi asuhan keperawatan secara spesifik antara lain: Data awal pasien berupa identitas diri, keluhan yang dirasakan; Riwayat keperawatan dan pemeriksaan; Diagnosis keperawatan yang ditetapkan; Rencana asuhan keperawatan yang terdiri dari rencana tindakan, tujuan, rencana intervensi serta evaluasi dari tindakan keperawatan; Pendidikan kepada pasien; Dokumentas i parameter pemantauan dan intervensi keperawatan lain nya; Perkembangan dari hasil yang telah ditetapkan dan yang diharapkan; Evaluasi perencanaan; Rasionalisasi dari proses intervensi jika diperlukan; Sistem rujukan; Persiapan pasien pulang. Lalu apakah hubungannya antara keperawatan, kesehatan, serta teknologi dan informasi? Berdasarkan berbagai penjelasan sebelumnya, kita dapat menarik sebuah kesimpulan yang mana perkembangan teknologi informasi dan komunik as i telah memengaruhi aktivitas pengelolaan data dan informasi di bidang keperawatan. Peluang penerapan teknologi informasi dan komunikasi menjadi semakin luas ketika keperawatan dihadapkan kepada tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas sehingga para perawat harus menyediakan waktu
  • 6.
    5 asuhan langsung(direct care) kepada pasien yang lebih lama dan berkualitas. Teknologi membantu perawat mengurangi waktu dokumentasi dan mengalihkannya untuk direct care. Integrasi ini lah yang akhirnya memunculka n inovasi teknologi keperawatan. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang menolong mengerjakan sesuatu dengan informasi yang menghasilkan tugas terkait proses pengolahan informasi. (Sungkar & Sabarguna, 2007). Graves dan Corcoran (1989), Informat ika keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer dan informasi ilmu keperawatan. Kombinasi ini membantu dalam manajemen pemrosesan data keperawatan, informasi dan pengetahuan dalam mendukung praktik keperawatan dan pemberian perawatan. (Blais et all, 2002). Dokumentasi elektronik berbasis komputer sebenarnya telah banyak dipergunakan di peradaban ini. Contoh nyata hal tersebut ialah adanya EMR/ENR/EPR/HER. EMR/ENR/EPR/HER adalah kumpulan sistematis informas i kesehatan pasien berbasis elektronik yang terhubung dan terintegrasi dengan sistem informasi dalam jejaring rumah sakit. bermacam data dapat dimasukkan untuk mempermudah akses baik oleh tim kesehatan maupun pasien, data tersebut meliput i data demografi, riwayat medis, pengobatan, hasil uji laboratorium dan radiologi, proses keperawatan, discharge planning dan bahkan informasi penagihan. Dari sekian banyak teknologi dokumentasi kesehatan yang ada, penulis akan membuat suatu pendekatan kepada salah satu teknologi yang dikenal dengan nama Electronic Health Record. Electronic Health Record dalam pelayanan kesehatan peningkatan efisiensi dalam hal waktu karena petugas tidak perlu untuk menanyakan atau mencari data secara berulang kepada klien, adanya perbaikan akurasi karena informasi yang didapatkan adalah informasi yang akurat dari riwayat sampai dengan status keadaan paling mutakhir, ketepatan waktu, ketersediaan informasi sehingga terdapat produktivitas yang tingi dalam pelayanan kesehatan. Dalam dokumentasi asuhan keperawatan, dengan menggunakan Electronic Health Record, menunjukkan dampak positif terhadap pelayanan asuhan keperawatan pada perawatan klien dan memberikan validasi tentang pentingnya praktik keperawatan
  • 7.
    6 kontrol secarainternal, pengendalian biaya dan ekpresi keilmuan keperawatan (Lundberg, 2008). Dalam Electronic Health Record digunakan teknologi untuk menyandika n domain keperawatan. Penyandian menggunakan Systematized Nomenclature of Medicine Clinical Terms (SNOMED-CT) sehingga dapat digunakan untuk encode dokumentasi dalam keperawatan tersebut misalnya kesehatan akut, perawatan rumah, perawatan rumah sakit, kesehatan spiritual, perawatan jangka panjang dan klinik perawatan kesehatan kunjungan. SNOMED-CT dapat digunakan untuk mengkodekan penilaian, rencana pendidikan, rencana perawatan, daftar tugas dan keperawatan dalam catatan elektronik kesehatan melalui komputer atau perangkat teknologi sejenisnya. Sistem ini memberikan keuntungan antara lain: 1) penurunan biaya baik biaya oleh pasien maupun administrasi rumah sakit karena semua tersimpan dalam sistem tanpa sheet; 2) meningkatkan kualitas pelayanan, pelaksanaan sistem ini akan membantu mengurangi penderitaan pasien karena kesalahan medis dan ketidakmampuan para analis untuk menilai suatu kualitas kesehatan; 3) mendukung bukti pengobatan, artinya pasien dengan leluasa mendapatkan pengetahuan tentang praktik medis yang efektif; 4) menjaga catatan dan mobilitas pasien, dengan sistem ini akan mempermudah klien mengakses seluruh kebutuhan bahkan sampai janji pengobatan dan perawatan serta mengikuti suatu prosedur. Manfaat penerapan sistem informasi keperawatan di lingkungan rumah sakit salah satunya adalah membantu perawat dalam melakukan pendokumentas ia n asuhan keperawatan. Dengan memanfaatkan sistem informasi keperawatan tersebut perawat dapat menghemat waktu untuk melakukan pencatatan dibandingkan bila dilakukan pencatatan secara manual. Di samping itu, data yang tercatat dengan menggunakan sistem informasi keperawatan akan lebih terjamin keberadaannya. Resiko data yang dicatat akan hilang sangat kecil. Berbeda dengan pencatatan yang berdasarkan paper base, dimana kemungkinan untuk hilangnya data sangat mungkin untuk terjadi. Selain itu keberadaan sistem informasi keperawatan juga akan meningkatkan keefektifan dan efisien kerja dari tenaga keperawatan.
  • 8.
    7 Namun menjadikendala ialah adanya suatu dilema yang mana sedikit perawat, institusi pendidikan keperawatan, maupun rumah sakit yang bisa atau bahkan tahu tentang teknologi ini, terutama yang berada bukan di daerah perkotaan. Tapi lagi-lagi di perkotaan belum semua tersentuh akan teknologi ini. Itu tentu kendala besar, apabila hal tersebut dibiarkan secara terus menerus dipastikan bahwa keperawatan Indonesia akan sangat sulit untuk maju dan berkembang mengikut i negara-negara asing yang telah menggunakan teknologi sebagai sarana penunjang utama untuk memberikan perawatan dan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien atau kliennya. Maka, diperlukan adanya elaborasi bersama untuk memperbaiki permasalahan tersebut. Apalagi dengan adanya ASEAN Economic Community pastinya akan berdampak sangat besar terhadap dunia keperawatan di Indonesia. Perawat Indonesia tidak hanya akan bersaing dengan sesama tenaga keperawatan di Indonesia saja, tetapi lebih besarnya akan bersaing dengan seluruh tenaga keperawatan dan kesehatan dari negara yang tergabung dalam ASEAN Economic Community walaupun memang tidak semudah itu tenaga pelayanan kesehatan asing berkerja di Indonesia. Tapi itu merupakan isu bersama dan harus secara tepat dan cepat menghadapi hal tersebut sebelum semuanya terlambat. Dikarenakan sebab itu lah penulis membuat suatu gagasan yang bernama Electronic Nursing Center (ENC). Electronic Nursing Center dikonsepkan sebagai sebuah wadah kelompok sejawat keperawatan yang mana kelompok ini berfungsi sebagai tutor sejawat yang akan melatih rekan mereka untuk mengerti dan memahami pengoperasian EHR berbasis komputerisasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya melatih meningkatkan soft skills perawat Indonesia untuk lebih melek teknologi dalam upaya menghadapi era globalisasi. ENC dipusatkan terutama untuk perawat-perawat di daerah yang mana tempat tersebut jarang terjamah teknologi. Konsep utama ENC dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama yaitu pelatihan dengan pendekatan seperti penyuluhan melalui tutor-tutor yang telah terlatih sebelumnya untuk mengajarkan tentang penggunaan EHR. Pertama tentunya karena hal ini bersifat remi, akan ada upaya untuk berkolaborasi dengan PPNI, ILMIKI, dan rumah sakit. Pencarian tutor serupa seperti volunteer melalui suatu
  • 9.
    8 open reqruitmentdimana volenteer dapat dari tenaga perawat maupun calon perawat, tetapi calon perawat tersebut haruslah telah mendapatkan suatu pendidikan teknologi informatika keperawatan terlebih dahulu, sehingga nanti ahli dalam bidang teknologi informatika keperawatan dapat mengajarkan mekanisme pengajaran EHR. Setelah volunteer terpilih makan akan dibuat suatu gerakan bersama dalam suatu kurun waktu tertentu dimana akan terdapat pelatihan teknologi informa t ika keperawatan. Pelatihan secara langsung dilaksanakan di balai latihan keperawatan atau tempat kepengurusan keperawatan di daerah tersebut. Konsep kedua dalam pelatihan tersebut adalah dengan cara video tutorial. Video tutorial menggunaka n suatu aplikasi disebut dengan Camtasia. Dimanfaatkannya pelatihan dengan tutorial ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan dan mempermuda h askes untuk perawat yang mungkin sedikit memiliki waktu luang untuk menhadir i pelatihan yang diberikan. Inisisasi Electronic Nursing Center ILMIKI PPNI Rumah Sakit Oprec Volunteer Training of Trainer Totur Sejawat Open Registration Pelatihan ENC Bekerjasama Proses pemilihan tutor Pencarian peserta
  • 10.
    9 Langsung TidakLangsung Balai Pelatihan Keperawatan Camtasia Nurses Channel on Youtube Gambar 1. Alur Mekanisme Electronic Nursing Center C. Kesimpulan Globalisasi merupakan sesuatu yang tidak mungkin dapat dihindari. Untuk itulah diperlukan suatu upaya menyikapinya secara bijaksana dengan penerapan dan peningkatan segala aspek guna menghadapi gempuran globalisasi. Itu pula yang harus dipersiapakan dalam dunia kesehatan khususnya keperawatan. Globalisasi erat pula kaitannya dengan perkembangan teknologi, karena itulah diperlukan suatu upaya penggabungan antara teknologi dan dunia kesehatan yang dalam hal ini dispesifikkan khusus hanya dalam dunia keperawatan. Banyak hal mendasar mengapa hal ini harus dilakukan, salah satunya ialah tuntutan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pelayanan kesehatan yang profesional. Perawat sebagai sebuah profesi yang tentunya dibekali dengan segala profesionalitas, harus melaksanakan tuntutan tersebut dengan sebaik-baiknya melalui asuhan keperawatan profesional. Menunjukkan profesionalitas tersebut salah satunya dengan cara penggabungan teknologi informatika dan proses asuhan keperawata n (dokumentasi keperawatan). Hal tersebut selanjutnya akan menunjang layanan asuhan keperawatan secara langsung yang lebih efisien dan baik tanpa menghilaka n makna dari asuhan keperawatan itu sendiri. Dewasa ini telah banyak teknologi dalam dunia kesehatan yang menunjang hal tersebut, salah satunya disebut dengan Electronic Health Record (EHC), dimana selanjutnya teknologi ini bisa dimodifikasi kedalam encode yang sesuai dengan
  • 11.
    10 asuhan keperawatan.Tetapi yang menjadi masalah ialah perawat yang belum banyak mengetahui ataupun belum mampu menggunakan teknologi ini, serta tidak semua pendidikan keperawatan atau rumah sakit yang menggunakan teknologi ini. Dikarenakan hal itulah yang mendorong penulis membuat suatu gagasan bernama Electronic Nursing Center (ENC). Dalam konsepnya ENC merupakan sebuah wadah pelatihan teknologi infromatika keperawatan yang khususnya akan ditunjukkan bagi perawat di daerah yang jarang terjamah oleh teknologi seperti ini. Wacananya adalah pelatihan ini melalui konsep langsung berupa pelatihan face to face dan tidak langsung, berupa Nurses Channel on Youtube. Daftar Pustaka Arfani, R. (2004). Globalisasi: Karakteristik dan Implikasinya. Retrieved from http://mirror.unpad.ac.id/orari/library/cd-al-manaar-digilib/ bahan/8.%20EKONOMI%20POLITIK/1.%20Globalisasi%20Karakt eristik%20dan%20Implikasi.pdf Asuhan Keperawatan. (n.d.). Retrieved from http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl- nitaamelia-5341-3- babii.pdf Blais., et al. (2002). Praktik Keperawatan Profesional konsep dan perspektif edisi 4, EGC. Graves JR, Corcoran S. The study of nursing informatics. Image: Journal of Nursing Scholarship 1989;21:227-31. Lundberg., at al. (2008). Selecting a Standardized Terminology for the Electronic Health Record that Reveals the Impact of Nursing on Patient Care. Online Journal of Nursing Informatics (OJNI),12,(2). Available at http:ojni.org/12_2/lundberg.pdf Muhalla, H. (2010). Electronic Nursing Record on Nursing Process: An Analysis Nursing Technology. Retrieved from
  • 12.
    11 http://pkko.fik.ui.ac.id/files/Hafna%20Ilmy%20Muhalla,%20UTS%20SIM. pdf Sungkar & Sabarguna. (2007). Sistem Informasi Medis. UI – PRESS. Yulita, Y. (2012). Pendidikan dan Profesionalisme Keperawatan. Retrieved from http://www.haluankepri.com/opini-/28638-pendidikan-dan-profesionalisme-keperawatan.