Atresia ani
Apa itu atresia ani?
• Atresia Ani dikenal juga sebagai
malformasi anorectal adalah suatu
Kelainan kongenital dimana bayi baru
lahir tidak memiliki anus atau tidak
sempunrna bentuk anusnya. Contoh
seperti anus cekung ke dalam, anus
tampak rata, atau anus ada namun tidak
terhubung langsung dengan rectum.
(Herlita, 2021)
• Rektum (bagian akhir usus besar) menjadi
buntu atau berhubungan dengan saluran
kemih pada anak laki-laki atau
berhubungan dengan saluran kemih dan
genitalia pada anak perempuan
Apakah yang menyebabkan Atresia Ani ?
• Penyebab belum dapat diketahui secara pasti. Diduga memiliki banyak
factor (Genetik, Malnutrisi, terpapar bahan toxic, infeksi)
• Keabnormalan saluran pencernaan bagian bawah, dan saluran
perkemihan. Terputusnya saluran cerna pada bagian atas dengan
dubur sehingga bayi lahir tanpa lubang anus atau keadaan anus tidak
sempurna.
• Kegagalan Proses perkembangan organ atau adanya kelainan saat
pembentukan/ pertumbuhan janin. Biasanya terjadi saat umur 12
minggu .
• Berkaitan dengan Sindrom Down
Bagaimana Tanda dan Gejala Atresia Ani ?
Tanda yang dapat dilihat adalah bayi baru lahir tidak memiliki anus.
Pada beberapa kasus, Atresia Ani tidak terdeteksi sampai bayi diberi
makan dan minum timbul tanda-tanda sumbatan di usus.
• Tidak dapat (Buang Air Besar) selama 24 hingga 48 jam setelah lahir
• Bayi BAB Mekonium keluar dari sebuah fistula / anus yang letaknya
belum tepat (dapat keluar dari pangkal penis, vagina, saluran kencing
atau scrotum)
• Terjadi distensi atau penekanan perut secara bertahap
• Pada usia 24 -48 jam bayi akan mengalami kembung, muntah-
muntah
• Ditemukan membrane anal pada pemeriksaan rectal touch
• Pemeriksaan Radiplogi didapatkan penyumbatan atau kelainan
Tipe-tipe atresia ani
Apa yang dapat dilakukan?
• Tergantung tipe Atresia Ani
• Dapat langsung dilakukan
pembuatan anus atau secara
bertahap
• Pembedahan dalam 3 tahap
⁻ Pembuatan stoma (lubang
buangan sementara dari usus
melalui dinding perut)
⁻ Pembuatan anus
⁻ Penutupan stoma (penyambungan
usus sehingga BAB keluar melalui
anus baru)
Dilatasi Anus (Businasi)
• Businasi adalah dilatasi anus menggunakan busi/dilator Hegar, yang
dilakukan setelah pembuatan anus
• Tujuan businasi adalah memodifikasi anus baru hingga mencapai
ukuran target
• Businasi tidak berbahaya bagi anak
• Apabila businasi tidak dilakukan, anus baru dapat mengalami striktur
(penyempitan) karena pembentukan jaringan parut sehingga perlu
dilakukan operasi Kembali
• Peran orangtua dalam businasi sangat penting!
Cara businasi
• Lumuri dilator dengan jelly
pelumas
• Posisikan anak dengan posisi
telentang, kedua kaki dibuka
lutut dilipat ke arah dada,
bokong diletakkan di
meja/tempat tidur
• Busi dimasukkan perlahan
• Busi dipertahankan dalam anus
selama 30 detik
Jadwal businasi
• Businasi dilakukan 2-4 minggu setelah pembuatan anus
• Businasi pertama dilakukan oleh dokter di poliklinik bedah anak
• Businasi dilakukan di rumah 2x/hari – pagi dan sore sebelum makan
• Setiap minggu, ukuran busi naik 1 ukuran sampai mencapai target
sesuai usia
Target ukuran busi sesuai usia
usia Target ukuran busi Hegar
1-4 bulan #12
4-8 bulan #13
8-12 bulan #14
1-3 tahun #15
3-12 tahun #16
12 tahun ke atas #17
Setelah mencapai target ukuran busi sesuai
usia?
• Stoma dapat ditutup
• Frekuensi dilatasi dikurangi
• Bulan ke-1: 1x/hari selama 1 bulan
• Bulan ke-2: Setiap 2 hari selama 1 bulan
• Bulan ke-3: Setiap 3 hari selama 1 bulan
• Bulan ke-4: 2x/minggu selama 1 bulan
• Bulan ke-5: 1x/minggu selama 1 bulan
• Bulan ke-6 sampai ke-8: 1x/bulan selama 3 bulan
• Bila selama mengurangi frekuensi businasi menjadi sulit,
menyebabkan nyeri atau perdarahan maka kembali businasi 2x/hari
DAFTAR PUSTAKA
• Herlita, Dina. 2021. Asuhan Keperawtan pada An. R dengan Malformasi anoarectal Post Recolostomi Etcausa Post Post Posetrio Sagital Anorecto Plasy di Ruang Baitunnisa 1 RS Islam Sultan Agung
Semarang. Semarang : FIK Universitas Islam sultan Agung Semarang. Diakses dari http://repository.unissula.ac.id/23638/2/40901800026_fullpdf.pdf
• https://dokumen.tips/documents/businasi.html?page=14
• https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549784/
• https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/conditions/anorectal-malformations/

Edukasi_atresia_ani.pptx

  • 1.
  • 2.
    Apa itu atresiaani? • Atresia Ani dikenal juga sebagai malformasi anorectal adalah suatu Kelainan kongenital dimana bayi baru lahir tidak memiliki anus atau tidak sempunrna bentuk anusnya. Contoh seperti anus cekung ke dalam, anus tampak rata, atau anus ada namun tidak terhubung langsung dengan rectum. (Herlita, 2021) • Rektum (bagian akhir usus besar) menjadi buntu atau berhubungan dengan saluran kemih pada anak laki-laki atau berhubungan dengan saluran kemih dan genitalia pada anak perempuan
  • 3.
    Apakah yang menyebabkanAtresia Ani ? • Penyebab belum dapat diketahui secara pasti. Diduga memiliki banyak factor (Genetik, Malnutrisi, terpapar bahan toxic, infeksi) • Keabnormalan saluran pencernaan bagian bawah, dan saluran perkemihan. Terputusnya saluran cerna pada bagian atas dengan dubur sehingga bayi lahir tanpa lubang anus atau keadaan anus tidak sempurna. • Kegagalan Proses perkembangan organ atau adanya kelainan saat pembentukan/ pertumbuhan janin. Biasanya terjadi saat umur 12 minggu . • Berkaitan dengan Sindrom Down
  • 4.
    Bagaimana Tanda danGejala Atresia Ani ? Tanda yang dapat dilihat adalah bayi baru lahir tidak memiliki anus. Pada beberapa kasus, Atresia Ani tidak terdeteksi sampai bayi diberi makan dan minum timbul tanda-tanda sumbatan di usus. • Tidak dapat (Buang Air Besar) selama 24 hingga 48 jam setelah lahir • Bayi BAB Mekonium keluar dari sebuah fistula / anus yang letaknya belum tepat (dapat keluar dari pangkal penis, vagina, saluran kencing atau scrotum) • Terjadi distensi atau penekanan perut secara bertahap • Pada usia 24 -48 jam bayi akan mengalami kembung, muntah- muntah • Ditemukan membrane anal pada pemeriksaan rectal touch • Pemeriksaan Radiplogi didapatkan penyumbatan atau kelainan
  • 5.
  • 6.
    Apa yang dapatdilakukan? • Tergantung tipe Atresia Ani • Dapat langsung dilakukan pembuatan anus atau secara bertahap • Pembedahan dalam 3 tahap ⁻ Pembuatan stoma (lubang buangan sementara dari usus melalui dinding perut) ⁻ Pembuatan anus ⁻ Penutupan stoma (penyambungan usus sehingga BAB keluar melalui anus baru)
  • 7.
    Dilatasi Anus (Businasi) •Businasi adalah dilatasi anus menggunakan busi/dilator Hegar, yang dilakukan setelah pembuatan anus • Tujuan businasi adalah memodifikasi anus baru hingga mencapai ukuran target • Businasi tidak berbahaya bagi anak • Apabila businasi tidak dilakukan, anus baru dapat mengalami striktur (penyempitan) karena pembentukan jaringan parut sehingga perlu dilakukan operasi Kembali • Peran orangtua dalam businasi sangat penting!
  • 8.
    Cara businasi • Lumuridilator dengan jelly pelumas • Posisikan anak dengan posisi telentang, kedua kaki dibuka lutut dilipat ke arah dada, bokong diletakkan di meja/tempat tidur • Busi dimasukkan perlahan • Busi dipertahankan dalam anus selama 30 detik
  • 9.
    Jadwal businasi • Businasidilakukan 2-4 minggu setelah pembuatan anus • Businasi pertama dilakukan oleh dokter di poliklinik bedah anak • Businasi dilakukan di rumah 2x/hari – pagi dan sore sebelum makan • Setiap minggu, ukuran busi naik 1 ukuran sampai mencapai target sesuai usia
  • 10.
    Target ukuran busisesuai usia usia Target ukuran busi Hegar 1-4 bulan #12 4-8 bulan #13 8-12 bulan #14 1-3 tahun #15 3-12 tahun #16 12 tahun ke atas #17
  • 11.
    Setelah mencapai targetukuran busi sesuai usia? • Stoma dapat ditutup • Frekuensi dilatasi dikurangi • Bulan ke-1: 1x/hari selama 1 bulan • Bulan ke-2: Setiap 2 hari selama 1 bulan • Bulan ke-3: Setiap 3 hari selama 1 bulan • Bulan ke-4: 2x/minggu selama 1 bulan • Bulan ke-5: 1x/minggu selama 1 bulan • Bulan ke-6 sampai ke-8: 1x/bulan selama 3 bulan • Bila selama mengurangi frekuensi businasi menjadi sulit, menyebabkan nyeri atau perdarahan maka kembali businasi 2x/hari
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA • Herlita,Dina. 2021. Asuhan Keperawtan pada An. R dengan Malformasi anoarectal Post Recolostomi Etcausa Post Post Posetrio Sagital Anorecto Plasy di Ruang Baitunnisa 1 RS Islam Sultan Agung Semarang. Semarang : FIK Universitas Islam sultan Agung Semarang. Diakses dari http://repository.unissula.ac.id/23638/2/40901800026_fullpdf.pdf • https://dokumen.tips/documents/businasi.html?page=14 • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549784/ • https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/conditions-and-symptoms/conditions/anorectal-malformations/