MAKALAH 
DIKSI (PILIHAN KATA) 
MA KELOMPOK : 
 RODHIATUL ZAHRA ( ) 
 TRIA OCTA FRIANTI ( ) 
 VELLA NOVILDA JOFRI ( ) 
 ZELVI YULIANI ( ) 
JURUSAN : ADMINISTRASI NEGARA 
FAKULTAS : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK 
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR 
Assalamu’alaikum wr. wb 
Syukur alhamdulilah kami ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan 
barokah yang telah di limpahkanNya. Sehingga penyusunan makalah yang 
berjudul “ Pilihan Kata (Diksi) ” dapat diselesaikan. 
Dewasa ini didalam berbahasa indonesia, sering terdapat kerancuan dalam 
penulisan,ucapan maupun dalam struktur ejaan. Masing-masing orang 
mempunyai pemahaman dan pendapat yang berbeda-beda sehingga kadang 
terjadi kesalahpahaman dan membingungkan mana yang sesungguhnya benar. 
Terutama dalam pemakaian dan pemilihan kata,biasanya sulit untuk 
membedakan mana kata yang baku dan tudak baku seperti aturan-aturan yang 
ada didalam EYD-Ejaan Yang Disempurnakan. 
Oleh karena itu didalam makalah ini, kami akan mencoba membahas dan 
menjelaskan tentang pemilihan kata (diksi). Bahasa indonesia dalam 
perkembangannya memang telah mengalami pasang surut. Pemakaian kata dan 
struktur ejaannya sering dikacaukan karena mengikuti perkembangan jaman. 
Bahkan atas nama modernisasi, orang jadi cenderung malu untuk menggunakan 
bahasa indonesia dengan baik dan benar. 
Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan bagi pembaca dan bagi yang 
masih peduli dengan penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar. 
Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun yang kami harapkan untuk bisa 
lebih baik lagi. 
Wassalamu’alaikum wr. wb
DAFTAR ISI 
Halaman Judul .................................................................................................... i 
Daftar Isi ................................................................................................................ ii 
Bab I Pendahuluan 
1.1. Latar Belakang ................................................................ 1 
1.2 . Tujuan Penulisan ........................................................................... 2 
1.3. Perumusan masalah ................................................................................ 2 
Bab II Pembahasan 
2.1. Pengertian Diksi .............................................................................. 3 
2.2. Syarat-syarat Ketepatan Diksi ....................................................... 4 
2.3. Gaya Bahasa dan Idiom ................................................................. 8 
Bab III Penutup 
3.1. Simpulan .......................................................................................... 11 
3.2. Saran ................................................................................................. 12 
3.3 Daftar Pustaka.....................................................................................12
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang 
Bahasa terbentuk dari beberapa tataran gramatikal, yaitu dari tataran terendah 
sampai tertinggi adalah kata, frase, klausa, kalimat. Ketika anda menulis dan 
berbicara, kata adalah kunci pokok dalam membentuk tulisan dan ucapan. 
Maka dari itu kata-kata dalam bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, 
supaya ide dan pesan seseorang dapat dimengerti dengan baik. Kata-kata 
yang digunakan dalam komunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan 
wacana. Tidak dibenarkan menggunakan kata-kata dengan sesuka hati, tetapi 
harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar. 
Menulis merupakan kegiatan yang menghasilkan ide secara terus-menerus 
dalam bentuk tulisan yang teratur yang mengungkapkan gambaran, maksud, 
gagasan, perasaan(ekspresif). Untuk itu penulis atau pengarang membutuhkan 
keterampilan dalam hal struktur bahasa dan kosa kata. Yang terpenting dalam 
menulis adalah penguasaan kosa kata yang merupakan bagian dari diksi. 
Ketepatan diksi dalam membuat suatu tulisan atau karangan tidak dapat 
diabaikan demi menghasilkan tulisan yang mudah dimengerti. 
Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang dalam mengggambarkan 
“cerita” pengarang. Walaupun dapat diartikan begitu, diksi tidak hanya pilih-memilih 
kata saja atau mengungkapkan gagasan pengarang, tetapi juga 
meliputi gaya bahasa, ungkapan-ungkapan.
1.2 Tujuan Penulisan 
Dengan dibuatnya makalah ini penulis berharap 
informasi yang terdapat pada makalah ini dapat berguna bagi 
penulis dan para pembaca. 
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah : 
1. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang bagaimana 
tatacara dalam penyusunan / pembuatan sebuah makalah 
yang baik dan benar. 
2. Makalah ini dapat dijadikan media untuk menambah ilmu 
pengetahuan para mahasiswa/i Stikom Dinamika Bangsa 
Jambi. 
3. Sebagai modul pembelajaran bagi mahasiswa/i dari mata 
kuliah Bahasa Indonesia pembahasan mengenai Diksi atau 
Pilihan Kata
 1.3 Perumusan Masalah 
Adapun perumusan masalah yang 
akan dibahas adalah sebagai berikut: 
1. Pengertian diksi atau pilihan kata 
dalam bahasa Indonesia 
2. Apa saja syarat-syarat ketepatan diksi 
3. Gaya bahasa dan idiom
DIKSI (PILIHAN KATA) 
PENGERTIAN DIKSI ATAU PILIHAN KATA 
Pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata 
tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alenia, atau wacana. Pemilihan kata dapat 
dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau 
bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekedar memilih kata yang tepat, melainkan 
juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam arti sesuai dengan konteks di mana 
kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan yang nilai rasa 
masyarakat pemakainya. 
Diksi adalah ketepatan pilihan kata. Penggunaan ketepatan pilihan kata 
dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan 
mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosa kata 
secara aktif yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga 
mampumengomunikasikannya secara efektif kepada pembaca atau 
pendengarnya. 
Dalam karangan ilmiah, diksi dipakai untuk menyatakan sebuah konsep, 
pembuktian, hasil pemikiran, atau solusi dari suatu masalah. Adapun fungsi diksi 
antara lain : 
a) Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. 
b) Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat. 
c) Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. 
d) Mencegah perbedaan penafsiran. 
e) Mencagah salah pemahaman. 
f) Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.
SYARAT-SYARAT KETEPATAN 
DIKSI 
Ketepatan adalah kemampuan sebuah kata 
untuk menimbulkan gagasan yang sama pada 
imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang 
dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau 
pembicara, maka setiap penulis atau pembicara 
harus berusaha secermat mungkin memilih kata-katanya 
untuk mencapai maksud tersebut. 
Ketepatan tidak akan menimbulkan salah 
paham. 
Selain pilihan kata yang tepat, efektivitas 
komunikasi menuntut pesyaratan yang harus di 
penuhi oleh pengguna bahasa, yaitu kemampuan 
memilih kata yang sesuai dengan tuntutan 
komunikasi.
Adapun syarat-syarat ketepatan pilihan kata adalah : 
1) Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi. 
2) Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir 
bersinonim. 
3) Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya. 
4) Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan 
pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan. 
5) Waspada terhadap penggunaan imbuhan asing. 
6) Membedakan pemakaian kata penghubung yang berpasangan 
secara tepat. 
7) Membedakan kata umum dan kata khusus secara cermat. 
8) Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata 
yang sudah dikenal. 
9) Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, berhomofoni, 
dan berhomografi. 
10) Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat.
GAYA BAHASA DAN IDIOM 
1. GAYA BAHASA 
Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara 
penutur mengungkapkan maksudnya. Banyak cara yang dapat dipakai untuk 
mengungkapkan maksud. Ada cara yang memakai perlambang (majas metafora, 
personifikasi) ada cara yang menekankan kehalusan (majas eufemisme, litotes) 
dam masih banyak lagi majas yang lainnya. Semua itu pada prinsipnya 
merupakan corak seni berbahasa untuk menimbulkan kesan tertentu bagi mitra 
komunikasi kita (pembaca/pendengar). 
Sebelum menampilkan gaya tertentu ada enam faktor yang mempengaruhi 
tampilan bahasa seorang komunikator dalam berkomunikasi dengan mitranya, 
yaitu : 
a) Cara dan media komunikasi : lisan atau tulisan, langsung atau tidak 
langsung, media cetak atau media elektronik. 
b) Bidang ilmu : filsafat, sastra, hukum, teknik, kedokteran, dll. 
c) Situasi : resmi, tidak resmi, setangah resmi. 
d) Ruang atau konteks : seminar, kuliah, ceramah, pidato. 
e) Khalayak : dibedakan berdasarkan umur (anak-anak, remaja, dewasa, orang 
tua); jenis kelamin (laki-laki, perempuan); tingkat pendidikan dan status sosial 
(rendah, menengah, tinggi). 
f) Tujuan : membangkitkan emosi, diplomasi, humor, informasi.
GAYA BAHASA BERDASARKAN PILIHAN KATA 
Berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa 
mempersoalkan kata mana yang paling tepat 
dan sesuai untuk posisi-posisi tertentu dalam 
kalimat, serta tepat tidaknya penggunaan kata-kata 
dilihat dari lapisan pemakaian bahasa 
dalam masyarakat. Dengan kata lain, gaya 
bahasa ini mempersoalkan ketepatan dan 
kesesuaian dalam menghadapi situasi-situasi 
tertentu. 
Dalam bahasa standar (bahasa baku) dapatlah 
dibedakan menjadi : 
 a. Gaya Bahasa Resmi 
 b. Gaya Bahasa Tak Resmi 
 c. Gaya Bahasa Percakapan
GAYA BAHASA DAN IDIOM 
2. IDIOM 
Menurut Moeliono, Idiom adalah 
ungkapan bahasa yang artinya tidak 
secara langsung dapat dijabarkan dari 
unsur-unsurnya. Sedangkan menurut 
Badudu, idiom adalah bahasa yang 
teradatkan. Oleh karena itu, setiap 
kata yang membentuk idiom berarti di 
dalamnya sudah ada kesatuan bentuk 
dan makna.
BAB III 
PENUTUP 
3.1. SIMPULAN 
Dari pembahasan yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan menjadi beberapa 
poin penting yaitu : 
1. Diksi atau pilhan kata adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna 
dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang 
sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat 
pendengar. 
2. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah 
besar kosa kata atau perbendaharaan kata itu. 
3. Diksi berfungsi sebagai alat agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pembaca atau 
penulis terhadap pendengar atau pembaca dalam berkomunikasi. 
4. Diksi memiliki beberapa syarat-syarat ketepatan agar menimbulkan imajinasi yang 
sesuai antara pembicara dan pendengar. 
5. Fungsi diksi secara umum ialah agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik 
dan benar agar terhindar dari salah penafsiran dan kesalahpahaman antara 
pembicara/penulis dengan pendengar/pembaca. 
6. Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara 
penutur mengungkapkan maksudnya. 
7. Gaya bahasa menurut pilihan kata dalam bahasa standar (bahasa baku) terbagi 
menjadi 3 jenis yaitu : Gaya bahasa resmi, gaya bahasa tak resmi dan gaya bahasa 
percakapan. 
8. Menurut Moeliono, Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara 
langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya. Sedangkan menurut Badudu, idiom 
adalah bahasa yang teradatkan. Oleh karena itu, setiap kata yang membentuk idiom 
berarti di dalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna.
3.2. SARAN 
Sebagai seorang mahasiswa, perlu sekali mempelajari 
dan memahami bagaimana penggunaan diksi yang 
tepat dan cermat karena seorang mahasiswa itu selalu 
dibebankan dan berkelut dengan karya-karya tulis 
dalam setiap tugas perkuliahannya. 
3.3 DAFTAR PUSTAKA 
 Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : 
Gramedia. 2006. 
 Hs, Widjono. Bahasa Indonesia Mata Kuliah 
Pengenmbangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. 
Jakarta : Grasindo. 2007 
 _______________ . Komposisi Bahasa 
Indonesia. ______ : _____ . _____

Diksi (pilihan kata)

  • 1.
    MAKALAH DIKSI (PILIHANKATA) MA KELOMPOK :  RODHIATUL ZAHRA ( )  TRIA OCTA FRIANTI ( )  VELLA NOVILDA JOFRI ( )  ZELVI YULIANI ( ) JURUSAN : ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK TAHUN 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Assalamu’alaikumwr. wb Syukur alhamdulilah kami ucapkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan barokah yang telah di limpahkanNya. Sehingga penyusunan makalah yang berjudul “ Pilihan Kata (Diksi) ” dapat diselesaikan. Dewasa ini didalam berbahasa indonesia, sering terdapat kerancuan dalam penulisan,ucapan maupun dalam struktur ejaan. Masing-masing orang mempunyai pemahaman dan pendapat yang berbeda-beda sehingga kadang terjadi kesalahpahaman dan membingungkan mana yang sesungguhnya benar. Terutama dalam pemakaian dan pemilihan kata,biasanya sulit untuk membedakan mana kata yang baku dan tudak baku seperti aturan-aturan yang ada didalam EYD-Ejaan Yang Disempurnakan. Oleh karena itu didalam makalah ini, kami akan mencoba membahas dan menjelaskan tentang pemilihan kata (diksi). Bahasa indonesia dalam perkembangannya memang telah mengalami pasang surut. Pemakaian kata dan struktur ejaannya sering dikacaukan karena mengikuti perkembangan jaman. Bahkan atas nama modernisasi, orang jadi cenderung malu untuk menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan bagi pembaca dan bagi yang masih peduli dengan penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun yang kami harapkan untuk bisa lebih baik lagi. Wassalamu’alaikum wr. wb
  • 3.
    DAFTAR ISI HalamanJudul .................................................................................................... i Daftar Isi ................................................................................................................ ii Bab I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang ................................................................ 1 1.2 . Tujuan Penulisan ........................................................................... 2 1.3. Perumusan masalah ................................................................................ 2 Bab II Pembahasan 2.1. Pengertian Diksi .............................................................................. 3 2.2. Syarat-syarat Ketepatan Diksi ....................................................... 4 2.3. Gaya Bahasa dan Idiom ................................................................. 8 Bab III Penutup 3.1. Simpulan .......................................................................................... 11 3.2. Saran ................................................................................................. 12 3.3 Daftar Pustaka.....................................................................................12
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa terbentuk dari beberapa tataran gramatikal, yaitu dari tataran terendah sampai tertinggi adalah kata, frase, klausa, kalimat. Ketika anda menulis dan berbicara, kata adalah kunci pokok dalam membentuk tulisan dan ucapan. Maka dari itu kata-kata dalam bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, supaya ide dan pesan seseorang dapat dimengerti dengan baik. Kata-kata yang digunakan dalam komunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Tidak dibenarkan menggunakan kata-kata dengan sesuka hati, tetapi harus mengikuti kaidah-kaidah yang benar. Menulis merupakan kegiatan yang menghasilkan ide secara terus-menerus dalam bentuk tulisan yang teratur yang mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan(ekspresif). Untuk itu penulis atau pengarang membutuhkan keterampilan dalam hal struktur bahasa dan kosa kata. Yang terpenting dalam menulis adalah penguasaan kosa kata yang merupakan bagian dari diksi. Ketepatan diksi dalam membuat suatu tulisan atau karangan tidak dapat diabaikan demi menghasilkan tulisan yang mudah dimengerti. Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang dalam mengggambarkan “cerita” pengarang. Walaupun dapat diartikan begitu, diksi tidak hanya pilih-memilih kata saja atau mengungkapkan gagasan pengarang, tetapi juga meliputi gaya bahasa, ungkapan-ungkapan.
  • 5.
    1.2 Tujuan Penulisan Dengan dibuatnya makalah ini penulis berharap informasi yang terdapat pada makalah ini dapat berguna bagi penulis dan para pembaca. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah : 1. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang bagaimana tatacara dalam penyusunan / pembuatan sebuah makalah yang baik dan benar. 2. Makalah ini dapat dijadikan media untuk menambah ilmu pengetahuan para mahasiswa/i Stikom Dinamika Bangsa Jambi. 3. Sebagai modul pembelajaran bagi mahasiswa/i dari mata kuliah Bahasa Indonesia pembahasan mengenai Diksi atau Pilihan Kata
  • 6.
     1.3 PerumusanMasalah Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Pengertian diksi atau pilihan kata dalam bahasa Indonesia 2. Apa saja syarat-syarat ketepatan diksi 3. Gaya bahasa dan idiom
  • 7.
    DIKSI (PILIHAN KATA) PENGERTIAN DIKSI ATAU PILIHAN KATA Pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alenia, atau wacana. Pemilihan kata dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekedar memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam arti sesuai dengan konteks di mana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan yang nilai rasa masyarakat pemakainya. Diksi adalah ketepatan pilihan kata. Penggunaan ketepatan pilihan kata dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosa kata secara aktif yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga mampumengomunikasikannya secara efektif kepada pembaca atau pendengarnya. Dalam karangan ilmiah, diksi dipakai untuk menyatakan sebuah konsep, pembuktian, hasil pemikiran, atau solusi dari suatu masalah. Adapun fungsi diksi antara lain : a) Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal. b) Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat. c) Menciptakan komunikasi yang baik dan benar. d) Mencegah perbedaan penafsiran. e) Mencagah salah pemahaman. f) Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.
  • 8.
    SYARAT-SYARAT KETEPATAN DIKSI Ketepatan adalah kemampuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara, maka setiap penulis atau pembicara harus berusaha secermat mungkin memilih kata-katanya untuk mencapai maksud tersebut. Ketepatan tidak akan menimbulkan salah paham. Selain pilihan kata yang tepat, efektivitas komunikasi menuntut pesyaratan yang harus di penuhi oleh pengguna bahasa, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai dengan tuntutan komunikasi.
  • 9.
    Adapun syarat-syarat ketepatanpilihan kata adalah : 1) Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi. 2) Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim. 3) Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya. 4) Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan. 5) Waspada terhadap penggunaan imbuhan asing. 6) Membedakan pemakaian kata penghubung yang berpasangan secara tepat. 7) Membedakan kata umum dan kata khusus secara cermat. 8) Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal. 9) Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, berhomofoni, dan berhomografi. 10) Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat.
  • 10.
    GAYA BAHASA DANIDIOM 1. GAYA BAHASA Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. Banyak cara yang dapat dipakai untuk mengungkapkan maksud. Ada cara yang memakai perlambang (majas metafora, personifikasi) ada cara yang menekankan kehalusan (majas eufemisme, litotes) dam masih banyak lagi majas yang lainnya. Semua itu pada prinsipnya merupakan corak seni berbahasa untuk menimbulkan kesan tertentu bagi mitra komunikasi kita (pembaca/pendengar). Sebelum menampilkan gaya tertentu ada enam faktor yang mempengaruhi tampilan bahasa seorang komunikator dalam berkomunikasi dengan mitranya, yaitu : a) Cara dan media komunikasi : lisan atau tulisan, langsung atau tidak langsung, media cetak atau media elektronik. b) Bidang ilmu : filsafat, sastra, hukum, teknik, kedokteran, dll. c) Situasi : resmi, tidak resmi, setangah resmi. d) Ruang atau konteks : seminar, kuliah, ceramah, pidato. e) Khalayak : dibedakan berdasarkan umur (anak-anak, remaja, dewasa, orang tua); jenis kelamin (laki-laki, perempuan); tingkat pendidikan dan status sosial (rendah, menengah, tinggi). f) Tujuan : membangkitkan emosi, diplomasi, humor, informasi.
  • 11.
    GAYA BAHASA BERDASARKANPILIHAN KATA Berdasarkan pilihan kata, gaya bahasa mempersoalkan kata mana yang paling tepat dan sesuai untuk posisi-posisi tertentu dalam kalimat, serta tepat tidaknya penggunaan kata-kata dilihat dari lapisan pemakaian bahasa dalam masyarakat. Dengan kata lain, gaya bahasa ini mempersoalkan ketepatan dan kesesuaian dalam menghadapi situasi-situasi tertentu. Dalam bahasa standar (bahasa baku) dapatlah dibedakan menjadi :  a. Gaya Bahasa Resmi  b. Gaya Bahasa Tak Resmi  c. Gaya Bahasa Percakapan
  • 12.
    GAYA BAHASA DANIDIOM 2. IDIOM Menurut Moeliono, Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya. Sedangkan menurut Badudu, idiom adalah bahasa yang teradatkan. Oleh karena itu, setiap kata yang membentuk idiom berarti di dalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna.
  • 13.
    BAB III PENUTUP 3.1. SIMPULAN Dari pembahasan yang diuraikan di atas, dapat disimpulkan menjadi beberapa poin penting yaitu : 1. Diksi atau pilhan kata adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. 2. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata itu. 3. Diksi berfungsi sebagai alat agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pembaca atau penulis terhadap pendengar atau pembaca dalam berkomunikasi. 4. Diksi memiliki beberapa syarat-syarat ketepatan agar menimbulkan imajinasi yang sesuai antara pembicara dan pendengar. 5. Fungsi diksi secara umum ialah agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan baik dan benar agar terhindar dari salah penafsiran dan kesalahpahaman antara pembicara/penulis dengan pendengar/pembaca. 6. Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. 7. Gaya bahasa menurut pilihan kata dalam bahasa standar (bahasa baku) terbagi menjadi 3 jenis yaitu : Gaya bahasa resmi, gaya bahasa tak resmi dan gaya bahasa percakapan. 8. Menurut Moeliono, Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya. Sedangkan menurut Badudu, idiom adalah bahasa yang teradatkan. Oleh karena itu, setiap kata yang membentuk idiom berarti di dalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna.
  • 14.
    3.2. SARAN Sebagaiseorang mahasiswa, perlu sekali mempelajari dan memahami bagaimana penggunaan diksi yang tepat dan cermat karena seorang mahasiswa itu selalu dibebankan dan berkelut dengan karya-karya tulis dalam setiap tugas perkuliahannya. 3.3 DAFTAR PUSTAKA  Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Gramedia. 2006.  Hs, Widjono. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengenmbangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta : Grasindo. 2007  _______________ . Komposisi Bahasa Indonesia. ______ : _____ . _____