 Komunikasi merupakan bagian yang essensial
buat pertumbuhan kepribadian manusia seperti
disebutkan oleh Ashley Montagu dan Jhonson.
 Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku
dan pengalaman kesadaran manusia. Karenanya
komunikasi selalu menarik minat psikolog.
 Psikologi komunikasi berkaitan dengan
bagaimana mencapai komunikasi yang efektif
dalam interaksi manusia. Untuk itu maka
memahami manusia memang menjadi
kemutlakan jika kita ingin berhasil/efektif
dalam berkomunikasi dengan manusia lain.
Ciri khas proses komunikasi
• Komunikasi itu proses yang
dinamis
• Komunikasi itu tak bisa diulang
atau diubah
Fungsi Komunikasi
• Memahami diri sendiri dan orang
lain
• Memapankan hubungan yang
bermakna
• Mengubah sikap perilaku
Lima Aksioma Komunikasi
 Aksioma satu : Anda tidak dapat tidak
berkomunikasi
 Aksioma dua : Setiap interaksi memiliki
dimensi isi dan hubungan
 Aksioma tiga : Setiap interaksi diartikan oleh
bagaimana para pelaku interaksi menjelaskan
kejadian
 Aksioma empat : Pesan itu bersifat digital dan
analog
 Aksioma lima : Pertukaran komunikasi bersifat
simetrik dan komplementer
EMPAT TEORI PSIKOLOGI TENTANG
MANUSIA
Psikoanalisis
• Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis
memfokuskan perhatian kepada totalias
kepribadian manusia, bukan pada bagian-
bagiannya yang terpisah. Menurutnya,
perilaku manusia merupakan hasil interaksi
tiga subsistem dalam kepribadian manusia Id,
Ego, dan Superego.
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan
biologis manusia –pusat instink (hawa nafsu) yaitu :
• libido yaitu instink reproduktif yang menyediakan
energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang
konstruktif (bhs. lain eros yaitu tidak sekadar dorongan
seksual tapi juga segala hal yang mendatangkan
kenikmatan seperti kasih ibu, pemujaan pada Tuhan
dan cinta diri)
• thanatos yaitu instink destruktif dan agresif
Ego adalah jembatan tuntutan Id dengan realitas dunia
luar, sebagai mediator antara hasrat-hasrat hewani
dengan tuntutan rasional dan realistik.
Sementara superego adalah hati nurani yang merupakan
internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural
masyarakatnya. Ia memaksa ego untuk menekan
hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
Behaviorisme
• Lahir sebagai reaksi terhadap instropeksionisme
(yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan
laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis.
Behaviorisme hanya ingin menganalisa perilaku
yang tampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan dan
diramalkan. Karenanya sering disebut sebagai teori
Belajar. Belajar artinya perubahan perilaku
organisme sebagai pengaruh lingkungan. Ia tidak
mau mempersoalkan apakah manusia baik atau
jelek, rasional atau emosional, tapi hanya ingin
mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan
oleh faktor-faktor lingkungan. Dari sini muncul
istilah homo mechanicus.
KognitivismeKognitivisme
Disini muncul paradigma baru bahwa manusia tidak
lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara
pasif pada lingkungan tapi sebagai makhluk selalu
memahami lingkungannya, makhluk yang selalu
berpikir (homo sapiens). Sebagai contoh, apakah
penginderaan kita melalui pengalaman langsung,
sanggup memberikan kebenaran. Kemampuan alat
indera kita dipertanyakan karena seringkali gagal
menyajikan informasi yang akurat.
Rasionalisme ini tampak jelas pada aliran Gestalt,
manusia tidak memberikan respon kepada stimuli
secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang
menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan.
Humanisme
 Dari teori sebelumnya baik behaviorisme yang
menyatakan manusia hanyalah mesin yang dibentuk oleh
lingkungan dan psikoanalisis yang menyatakan manusia
melulu dipengaruhi oleh naluri primitifnya, keduanya tidak
menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak
menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan
menentukan, seperti cinta, kreatifitas, nilai dan makna
serta pertumbuhan pribadi. Inilah yang diisi oleh psikologi
humanistik.
 Psikologi Humanisme ini mengambil banyak dari
psikoanalisis NeoFreudian (sebenarnya Anti-Freudian)
tetapi lebih banyak mengambil dari fenomonologi dan
eksistensialisme. Hal lain yang membedakan adalah
perhatian terhadap makna kehidupan. Manusia bukan saja
seorang pelakon dalam panggung masyarakat, bukan saja
pencari identitas, tetapi juga pencari makna.
 Faktor biologis
 Faktor sosiopsikologis
 Motif sosiogenis seperti motif ingin tahu, motif
kompetensi, motif cinta, motif harga diri dan
kebutuhan untuk mencari identitas, kebutuhan akan
nilai, kedambaan dan makna kehidupan dan terakhir
motif akan pemenuhan diri
 Sikap
 Emosi
 Kepercayaan
 Kebiasaan
 Kemauan
Faktor-Faktor Situasional Yang
Mempengaruhi Perilaku Manusia
 Faktor ekologis
 Faktor rancangan dan arsitektural
 Faktor temporal
 Suasana perilaku
 Teknologi
 Faktor-faktor sosial
 Lingkungan psikososial
 Stimuli yang mendorong dan memperteguh
perilaku
KAJIAN TENTANG MANUSIA PRA-
PSIKOLOGI
• Sebagai disiplin yang mempelajari manusia sebagai subjek /
pelaku kehidupan secara terintegrasi, psikologi lahir pada
1879 di Leipzig, Jerman. Dibidani oleh Wilhem Wundt
(1832-1920 ), sebuah laboraturium psikologi untuk kali
pertama berdiri dan memisahkan diri dari induk
semangnya, yakni filsafat dan fisiologi. Wundt, menggagas
pemikiran bahwa jiwa adalah sesuatu yang terstruktur,
terdiri dari elemen-elemen dan asosiasi tiap elemen
sebagai mekanisme penghubung. Awal dari laboraturium
inilah yang kemudian melahirkan dinamika perkembangan
keilmuan psikologi dari ragam perspektif yang kelak
terkenal dengan neuropsikologi, psikoanalisa,
behaviorisme, kognitif dan fenomenologi.
MAZHAB-MAZHAB PSIKOLOGI
NEUROBIOLOGI
• Otak manusia terdiri dari 12 milyar sel saraf dengan penghubung yang nyaris tidak
terbatas di mana peristiwa-peristiwa psikolos tergambar dalam kebiasaan yang
digerakkan oleh otak dan sistem saraf. Penemuan terakhir menunjukkan dengan jelas
adanya hubungan erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman
PSIKOANALISA
• Sebagian besar perilaku manusia digerakkan oleh proses yang tidak disadari berupa
pemikiran, rasa takut atau keinginan-keinginan yang tidak disadarinya namun
membawa pengaruh pada perilaku
PERILAKU
• Manusia dipahami dalam sesuatu yang sifatnya kasat mata, terukur dan teramati di
mana perilaku tersebut adalah hasil pembelajaran dari rangsangan-rangsangan yang
datang dari luar
KOGNITIF
• Dalam menghadapi rangsangan, manusia melakukan pemrosesan aktif dalam
mengelolanya dan tergantung dari persepsi, memori serta pengalaman yang pernah
berlaku pada dirinya
FENOMENOLOGIS
• Setiap aktivasi manusia berlangsung dalam pengalaman subjektif yang selalu
berhubungan dengan cara diri manusia mentafsirkan fenomena yang dialaminya.
Konsekuensi dari ini menjadikan manusia sebagai mahluk bebas yang menentukan
kehidupan dan implikasi dari jalan kehidupan yang diambilnya.

Dasar psikom

  • 1.
     Komunikasi merupakanbagian yang essensial buat pertumbuhan kepribadian manusia seperti disebutkan oleh Ashley Montagu dan Jhonson.  Komunikasi amat erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia. Karenanya komunikasi selalu menarik minat psikolog.
  • 2.
     Psikologi komunikasiberkaitan dengan bagaimana mencapai komunikasi yang efektif dalam interaksi manusia. Untuk itu maka memahami manusia memang menjadi kemutlakan jika kita ingin berhasil/efektif dalam berkomunikasi dengan manusia lain.
  • 3.
    Ciri khas proseskomunikasi • Komunikasi itu proses yang dinamis • Komunikasi itu tak bisa diulang atau diubah
  • 4.
    Fungsi Komunikasi • Memahamidiri sendiri dan orang lain • Memapankan hubungan yang bermakna • Mengubah sikap perilaku
  • 5.
    Lima Aksioma Komunikasi Aksioma satu : Anda tidak dapat tidak berkomunikasi  Aksioma dua : Setiap interaksi memiliki dimensi isi dan hubungan  Aksioma tiga : Setiap interaksi diartikan oleh bagaimana para pelaku interaksi menjelaskan kejadian  Aksioma empat : Pesan itu bersifat digital dan analog  Aksioma lima : Pertukaran komunikasi bersifat simetrik dan komplementer
  • 6.
    EMPAT TEORI PSIKOLOGITENTANG MANUSIA Psikoanalisis • Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis memfokuskan perhatian kepada totalias kepribadian manusia, bukan pada bagian- bagiannya yang terpisah. Menurutnya, perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia Id, Ego, dan Superego.
  • 7.
    Id adalah bagiankepribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia –pusat instink (hawa nafsu) yaitu : • libido yaitu instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif (bhs. lain eros yaitu tidak sekadar dorongan seksual tapi juga segala hal yang mendatangkan kenikmatan seperti kasih ibu, pemujaan pada Tuhan dan cinta diri) • thanatos yaitu instink destruktif dan agresif Ego adalah jembatan tuntutan Id dengan realitas dunia luar, sebagai mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Sementara superego adalah hati nurani yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultural masyarakatnya. Ia memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tak berlainan ke alam bawah sadar.
  • 8.
    Behaviorisme • Lahir sebagaireaksi terhadap instropeksionisme (yang menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis. Behaviorisme hanya ingin menganalisa perilaku yang tampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan dan diramalkan. Karenanya sering disebut sebagai teori Belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Ia tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional, tapi hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Dari sini muncul istilah homo mechanicus.
  • 9.
    KognitivismeKognitivisme Disini muncul paradigmabaru bahwa manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan tapi sebagai makhluk selalu memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berpikir (homo sapiens). Sebagai contoh, apakah penginderaan kita melalui pengalaman langsung, sanggup memberikan kebenaran. Kemampuan alat indera kita dipertanyakan karena seringkali gagal menyajikan informasi yang akurat. Rasionalisme ini tampak jelas pada aliran Gestalt, manusia tidak memberikan respon kepada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan.
  • 10.
    Humanisme  Dari teorisebelumnya baik behaviorisme yang menyatakan manusia hanyalah mesin yang dibentuk oleh lingkungan dan psikoanalisis yang menyatakan manusia melulu dipengaruhi oleh naluri primitifnya, keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentukan, seperti cinta, kreatifitas, nilai dan makna serta pertumbuhan pribadi. Inilah yang diisi oleh psikologi humanistik.  Psikologi Humanisme ini mengambil banyak dari psikoanalisis NeoFreudian (sebenarnya Anti-Freudian) tetapi lebih banyak mengambil dari fenomonologi dan eksistensialisme. Hal lain yang membedakan adalah perhatian terhadap makna kehidupan. Manusia bukan saja seorang pelakon dalam panggung masyarakat, bukan saja pencari identitas, tetapi juga pencari makna.
  • 11.
     Faktor biologis Faktor sosiopsikologis  Motif sosiogenis seperti motif ingin tahu, motif kompetensi, motif cinta, motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas, kebutuhan akan nilai, kedambaan dan makna kehidupan dan terakhir motif akan pemenuhan diri  Sikap  Emosi  Kepercayaan  Kebiasaan  Kemauan
  • 12.
    Faktor-Faktor Situasional Yang MempengaruhiPerilaku Manusia  Faktor ekologis  Faktor rancangan dan arsitektural  Faktor temporal  Suasana perilaku  Teknologi  Faktor-faktor sosial  Lingkungan psikososial  Stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku
  • 13.
    KAJIAN TENTANG MANUSIAPRA- PSIKOLOGI • Sebagai disiplin yang mempelajari manusia sebagai subjek / pelaku kehidupan secara terintegrasi, psikologi lahir pada 1879 di Leipzig, Jerman. Dibidani oleh Wilhem Wundt (1832-1920 ), sebuah laboraturium psikologi untuk kali pertama berdiri dan memisahkan diri dari induk semangnya, yakni filsafat dan fisiologi. Wundt, menggagas pemikiran bahwa jiwa adalah sesuatu yang terstruktur, terdiri dari elemen-elemen dan asosiasi tiap elemen sebagai mekanisme penghubung. Awal dari laboraturium inilah yang kemudian melahirkan dinamika perkembangan keilmuan psikologi dari ragam perspektif yang kelak terkenal dengan neuropsikologi, psikoanalisa, behaviorisme, kognitif dan fenomenologi.
  • 14.
    MAZHAB-MAZHAB PSIKOLOGI NEUROBIOLOGI • Otakmanusia terdiri dari 12 milyar sel saraf dengan penghubung yang nyaris tidak terbatas di mana peristiwa-peristiwa psikolos tergambar dalam kebiasaan yang digerakkan oleh otak dan sistem saraf. Penemuan terakhir menunjukkan dengan jelas adanya hubungan erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman PSIKOANALISA • Sebagian besar perilaku manusia digerakkan oleh proses yang tidak disadari berupa pemikiran, rasa takut atau keinginan-keinginan yang tidak disadarinya namun membawa pengaruh pada perilaku PERILAKU • Manusia dipahami dalam sesuatu yang sifatnya kasat mata, terukur dan teramati di mana perilaku tersebut adalah hasil pembelajaran dari rangsangan-rangsangan yang datang dari luar KOGNITIF • Dalam menghadapi rangsangan, manusia melakukan pemrosesan aktif dalam mengelolanya dan tergantung dari persepsi, memori serta pengalaman yang pernah berlaku pada dirinya FENOMENOLOGIS • Setiap aktivasi manusia berlangsung dalam pengalaman subjektif yang selalu berhubungan dengan cara diri manusia mentafsirkan fenomena yang dialaminya. Konsekuensi dari ini menjadikan manusia sebagai mahluk bebas yang menentukan kehidupan dan implikasi dari jalan kehidupan yang diambilnya.