DASAR-DASAR AKUAKULTUR
Mulis
AGRIBISNIS PERIKANAN
PERIKANAN BUDIDAYA
Manajemen Sumberdaya Ikan
- Eksplorasi, eksploitasi, konservasi, rehabilitasi
- Rasional, optimal, lestari, mensejahterakan
- Penangkapan, budidaya, penanganan pasca panen/
pengolahan, distribusi dan pemasaran
Penangkapan
a. Stok ikan di perairan umum
b. Maximum Sustainable Yield (MSY)
c. Maximum Economic Yield (MEY)
d. Maximum Social Yield (MScY)
e. Optimum Sustainable Yield (OSY)
f. Overfishing
g. Kerusakan habitat
Batasan Budidaya Perairan (Akuakultur)
Pemeliharaan, baik pembesaran maupun pembenihan
di dalam lingkungan perairan terbatas/tertutup untuk
peningkatan produktivitas atau kualitas di atas
kemampuan alami dengan berbagai manipulasi (SDA,
tempat, air, ikan, sarana, prasarana).
Teknologi Penanganan Pasca Panen Hasil Perikanan
- Penanganan - Pengemasan
- Pengolahan - Pendistribusian
- Meningkatkan keawetan, kesukaan, gizi, harga,
manfaat, nilai tambah, pangsa pasar
- Promosi
- Pemasaran
I. Menunjang Proses Produksi
(Prasarana, Sarana dan Jasa)
II. Kegiatan Proses Produksi
(Pemanfaatan SDA/SDI/SDP, SDM, IPTEK)
III. Pemanfaatan Hasil
Perikanan
A. PENANGKAPAN
1. Kapal
2. Alat tangkap
3. Bengkel/dok
4. Sarana Produksi (BBM, Es, umpan,
pangan, perlengkapan, alat bantu dll)
5. Modal, asuransi, jasa, dll
6. Biro konsultan, LPK (IPTEK dan SDM)
PENANGKAPAN
1. Di berbagai daerah, pantai, lepas pantai,
ZEE, Samudra. Jenis ikan, alat tangkap
dan kapal (dimana saja, kapan, berbagai
tingkat usaha)
2. Ranching
3. Wisata/Sport fishing
C. PASCA PANEN
1. sarana penunjang
2. Penanganan, pengawetan,
pengolahan
3. Distribusi dan pemasaran
4. Dan lain-lain yang terkait
5. Dapat terpadu dengan operasi
penangkapan dan budidaya
B. BUDIDAYA
1. Biro konsultan, LPK
(kontruksi/IPTEK/SDM), Modal
2. Prasarana
3. Sarana produksi (benih, obat-obatan,
pakan, kapur, zeolit, dll)
4. Alat dan bahan/perlengkapan (genset,
kincir, dll)
5. Perbengkelan
BUDIDAYA
1. Di berbagai daerah
2. Di berbagai lokasi (laut, payau, tawar)
3. Berbagai cara/teknik budidaya (kolam,
tambak, jaring apung, minapadi, dll),
ranching
4. Berbagai jenis ikan
5. Berbagai komoditi (pakan, pangan, bahan
baku industri, ikan hias, asesoris)
PELUANG AGRIBISNIS PERIKANAN
Jenis dan peluang usaha penunjang proses produksi (I) dan pemanfaatan hasil
(III) lebih besar daripada proses produksi (II) (misalnya di USA, tenaga kerja yang
terserap dalam pertanian langsung hanya 2,7% sedang yang menunjang dan
memanfaatkan hasil 21%)
Peran Budidaya Perairan
Saat ini di Indonesia dan dunia, produksi penangkapan
lebih dominan daripada budidaya. Dimasa yang akan
datang usaha budidaya akan lebih berperan dibanding
usaha penangkapan. Kecepatan pertumbuhan produksi
budidaya dunia > (10%/tahun) lebih besar dari
penangkapan (leveling off), dan peternakan (< 5%/tahun)
Tujuan Perikanan Budidaya
a. Menghasilkan produk konsumsi
b. Benih atau induk
c. Bahan pakan ikan dan ternak
d. Bahan baku industri (pangan, farmasi/kesehatan/
kosmestik/perhiasan)
e. Peningkatan kualitas produk (rasa, bau, tekstur)
f. Ikan hias
g. Konservasi lingkungan perairan
h. Konservasi SDI
i. Peningkatan stok dan nilai
j. Pengendalian kesehatan
k. Ranching
Manfaat Budidaya Perairan
a. Kecukupan dan keamanan pangan
b. Peningkatan gizi/kesehatan
c. Menunjang usaha/industri terkait
d. Lapangan kerja
e. Pemanfaatan sumberdaya perikanan
f. Pendapatan masyarakat, PAD, devisa (pertumbuhan ekonomi)
g. Pengembangan wilayah
h. Pengentasan kemiskinan
i. Mendukung OTDA
Peluang Pasar
a. Pasar dalam dan luar negeri sangat besar dan terus meningkat
(peningkatan penduduk dan pergeseran pola makan)
b. Konsumsi ikan/kapita/tahun masih rendah (23,0 kg/kap/thn,
target 26,6 kg/kapita/tahun)
c. Kebutuhan konsumsi dalam negeri 5,3 juta ton/tahun (200
juta jiwa), produksi total baru 5,3 juta ton. Tahun 2025 asumsi
jumlah penduduk 291,296 juta jiwa, kebutuhan 7,75 juta
ton/tahun, penangkapan 6,2 juta ton/tahun
d. Kebutuhan konsumsi dunia dari budidaya 19,6 juta ton tahun
2000 dan 62,4 ton tahun 2025
Potensi dan Peluang Budidaya Perairan
a. Lahan cukup tersedia
b. Jenis komoditas sangat banyak
c. Kebutuhan dalam dan luar negeri meningkat
d. Penangkapan over fishing, kerusakan habitat, isu
lingkungan, pencemaran, naiknya biaya, turunnya
produktivitas dan efisiensi, konflik serta persaingan
a. Sumber potrein hewani
b. Asam amino esensial, vitamin, mineral, omega-3
tinggi (healthy food)
c. Tidak mengandung kolesterol
d. Meningkatkan kecerdasan, vitalitas dan
produktivitas
e. Memperlambat penuaan jaringan/mempercepat
regenerasi
Manfaat Ikan untuk Kesehatan
Ketersediaan Lahan
a. Luas laut 5,8 juta km2, panjang pantai 81.000 km
(budidaya laut)
b. Lahan tambak 900.000 ha (bandeng, udang dan
rumput laut)
c. Perairan umum 13,8 juta ha (danau dan waduk)
d. Irigasi teknis 1,5 juta ha (kolam, mina padi)
e. Tingkat pemanfaatan lahan sangat rendah (1-30%)
f. Tingkat produktivitas sangat rendah (< 1,0
ton/ha/tahun)
g. Iklim sangat baik (daerah tropis), dapat berproduksi
sepanjang tahun (waktu budidaya pendek)
Komoditas Perikanan
a. Tingkat keragaman (biodiversitas) sangat besar
(mega diversity)
b. Mempunyai 37% spesies dunia
c. Bakteri perairan 300 dari 4.700 spesies, rumput laut
1.800 dari 21.000 spesies, moluska 20.000 dari 50.000
spesies, ikan 8.500 dari 19.000 spesies, amfibia 1.000
dari 4.200 spesies.
d. Jenis yang dibudidayakan masih sangat sedikit
e. Produksi budidaya dunia : ikan bersirip (50%), rumput
laut (25%), moluska (21%), lain-lain (0,003%)
f. Benua penghasil : Asia (81%), Eropa (10%), Amerika
Serikat dan Karibia (5%), Amerika Selatan (1%),
Afrika (1%)
Jenis Usaha Budidaya
a. Berupa kegiatan produksi atau mata rantai
agribisnisnya
b. Mata rantai budidaya : menyediakan
prasarana/sarana produksi, Kegiatan produksi,
menggunakan produk budidaya
c. Salah satu mengalami kendala, semua terpengaruh.
Kegiatan usaha yang
menyediakan
prasarana/sarana
budidaya perikanan
(benih, pakan, alat dll)
Kegiatan usaha yang
menggunakan hasil
budidaya perikanan
(pengolahan,
perdagangan, konsumsi)
Kegiatan
budidaya
perikanan
No Jenis Ikan Lokasi Teknik Budidaya Jenis Usaha Pasar Skala Usaha
1. Karper/Mas Air Tawar Kolam, karamba,
jaka, mina padi
Pembenihan
Pembesaran
L, P, DN K, S
2. Nila Air Tawar Kolam, karamba,
jaka, mina padi
Pembenihan
Pembesaran
DN, LN K, S, B
3. Gurami Air Tawar Kolam, Mina padi Pembenihan
Pembesaran
L, P, DN K, S
4. Patin/
Pangasius
Air Tawar Kolam, karamba Pembenihan
Pembesaran
L, P, DN K, S, B
5. Udang Galah Air Tawar Kolam Pembenihan
Pembesaran
L, DN, LN K, S, B
6. Udang Laut Air Payau Tambak Pembenihan
Pembesaran
LN K, S, B
7. Kerapu Air Laut Jaring karamba
apung
Pembenihan
Pembesaran
LN S, B
8. Ikan Hias Air Tawar,
Laut
Kolam, bak,
akuarium
Pembenihan
Pembesaran
L, DN, LN K, S, B
HUBUNGAN JENIS IKAN, LOKASI, TEKNIK, BUDIDAYA,
JENIS USAHA, PASAR DAN SKALA USAHA
Keterangan :
L = Lokal, P = Propinsi, LN = Luar Negeri, DN = Dalam Negeri
K = Kecil, S = Sedang, B = Besar
BBI
UPR
Mina Padi
Pembenihan
dlm waduk
Kolam dll
Bahan & Alat
Benih ikan
Pakan
Reservat
Rekreasi
Perikanan
Penangkapan
Usaha terkait
J A K A
Dampak
Lingkungan
Pedagang Ikan
Segar & Hidup
Pengolah Ikan
Restoran
Penyalur/
Transportasi
Konsumen
- Lokal
- Nasional
- Luar negeri
Di dalam
Waduk
Pemasaran
Di dalam dan luar
kawasan waduk
Nasional
Ekspor
Di Kawasan Waduk
Sifat Usaha Budidaya Perikanan
a. Ikan (berdarah dingin) : lebih efisien dalam konversi energi
pakan jadi protein (Tiap 1 M.cal : ikan = 30-40 g protein, ayam =
15 g protein, lembu = 2-20 g protein, babi = 6 g protein. Tiap 100
kg pakan = 65 kg daging salmon, 20 kg ayam, 13 kg babi)
b. Tidak tergantung musim
c. Menyesuaikan kebutuhan pasar (jenis, ukuran dan kualitas,
hidup, segar, olahan)
d. Produktivitas sangat tinggi (budidaya intensif lele dumbo : 300-
1200 ton/tahun, kolam air deras 40 m2 : 20 ton/tahun, jaring
apung 6 x 6 m2 : 8-12 ton/tahun)
e. Dapat memanfaatkan limbah rumah tangga, industri, pertanian
dll (terpadu)
f. Menggunakan lahan yang tidak dapat dipakai usaha lain (pasang-
surut, pantai, rawa/paya-paya, laguna dll)
g. Tingkat efisiensi investasi lebih tinggi (ICOR budidaya = 2,75-
3,55, penangkapan 2,80-3,85, holtikultura = 3,60, tanaman pangan
= 3,95)
h. Multiplier effect besar
i. The sky is the limit
Kelemahan Budidaya Perikanan
a. Pencemaran : sangat tinggi pada budidaya intensif
(sisa pakan dan hasil metabolisme)
Menurunkan kualitas lahan, air dan lingkungan
(dalam dan luar lokasi), wabah penyakit
b. Kebutuhan air relatif besar
c. Konflik kepentingan dan keamanan
Tingkat Teknologi
a. Tergantung penguasaan teknologi, modal,
kondisi lahan dan kondisi sosial ekonomi
b. Secara umum : Tradisional/ekstensif, semi
intensif dan intensif
Pakan buatan (pelet)
Pertanian (mina padi)
IKAN
(Herbivor, Omnivor, Karnivor)
Peternakan (mina ternak)
Industri (mina industri)
Pakan alami
(Tumbuhan, hewan/ ikan rucah)
Produksi Primer
(Fitoplankton)
SDA
Pupuk
Nutrien
SDA
Produksi Skunder
(Zooplankton)
Nutrien
Intensif
Terpadu
Semi Intensif
Tradisional
Kehutanan (Silvofisheries)
DIAGRAM RANTAI MAKANAN (FOOD CHAIN) PADA
TINGKAT TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN
Komoditas : Monokultur, manipulasi stok, polikultur, pergiliran jenis ikan,
pergiliran komoditas (tadah hujan)
Pakan
Nutrien
TRADISIONAL/
EKSTENSIF
SEMI INTENSIF INTENSIF
1) Padat penebaran
rendah (di bawah
10 ekor/m2, benih
berukuran kecil)
2) Pakan alami
3) Manipulasi
lingkungan sedikit
4) Produktivitas
rendah
(< 1 ton/ha/tahun)
5) Hasil tidak menentu
1) Padat penebaran sedang
(10-20 ekor/m2)
2) Pakan alami + tambahan
3) Manipulasi lingkungan
antara lain pemupukan,
ganti air, pengapuran
4) Pencegahan penyakit
5) Produktivitas sedang
( ± 2 ton/ha/tahun)
6) Hasil belum menentu
1) Padat penebaran tinggi
(> 30 ekor atau > 5 kg/m2)
ukuran benih besar
2) Pakan buatan/pelet
3) Manipulasi lingkungan
intensif (desain dan
konstruksi tempat,
pengairan, alat
tambahan)
4) Penanggulangan
penyakit
5) Produksi tinggi ( > 4
ton/ha/tahun - > 20
ton/ha/panen)
6) Hasil lebih pasti
(predictable)
7) Padat teknologi dan
modal serta resiko tinggi
(penurunan lingkungan,
penyakit)
TINGKAT TEKNOLOGI BUDIDAYA
No. Tambak Ekstensif Semi Intensif Intensif
1. Luas petak (ha) 1 - 3 0,5 - 1 0,25 – 0,5
2. Bentuk petakan Segi panjang Bujur sangkar/segi panjang Bujur sangkar
3. Tanah dasar Sedikit lembek Tanah keras/pasir Tanah keras/pasir/
4. Caren Caren keliling Tanpa caren Tanpa caren
5. Tanggul
 Bahan
 Lereng
Tanah
1 : (1 – 1,5)
Tanah
1 : (1 – 1,5)
Tanah/tembok
1 : 1 sampai tegak
6. Pintu air Satu (masuk dan keluar) Dua : 1 pintu masuk , 1 pintu
buang di tengah/di pematang
Tiga : 1 pintu masuk, 2 pintu
buang di tengah dan pematang
7. Kedalaman air (cm) 40 - 60 100 - 150 150 - > 150 ( 3,0 m )
8. Penggantian air (%/hr) 0 - < 3 5 - 10 5 – 30
9. Aerasi (kincir/ha) 0 4 - 6 8 - > 8 ( a > 10 kipas )
10. Pompa Stand by Mutlak Mutlak
11. Padat penebaran (PL20/M2) 3 - 4 10 - 15 30 – 40 ( > 100 )
12. Sintasan (%) 65 70 70 ( > 90 )
13. Prod. (ton/ha/MT) 0,6 – 1,0 2,0 – 6,0 6,5 – 10 ( > 25 )
14. Pakan Alami Pakan alami + tambahan Pakan alami + buatan
15. Pencemaran lingkungan Kecil Sedang Besar – sangat besar
16. Risiko penyakit Kecil Sedang Besar – sangat besar
17. Tanah
 Lempung/clay (%)
 Debu/silt (%)
 Pasir/sand (%)
25
35
40
15 - 20
25 - 30
50 - 60
10
20
70
PERSYARATAN TEKNIS TAMBAK UDANG
Density Growth Rate Yield
Food
Oxygen
Environment
Temperature
Species
Sex
Size
Genetics
Physiology
pH
Salinity
Chemical Compos.
Toxic Substrates
X =
$ Rp
Ұ
FACTOR AFFECTING FISH GROWTH
Metabolites
PERIKANAN
PERTANIAN PETERNAKAN
Limbah/Pakan
Pupuk/ limbah
RUMPUT
Limbah
Pupuk
Diagram Usaha Pertanian Terpadu
(Produktif, efisien, ramah lingkungan)
Kamiso, 2005
Rekayasa Budidaya
1. Desain dan konstruksi
2. Pembenihan (seleksi/breeding/hormon/rekayasa genetik)
3. Pengembangan pakan
4. Peningkatan kualitas air
5. Pengendalian penyakit
6. Penggunaan mineral, hormon, probiotik,
immunostimulan, vaksin
7. Manajemen budidaya
Diawali : Studi potensi, kelayakan, master plan lokasi budidaya
HOW TECHNOLOGY CAN INFLUENCE THE BUSINESS ?
Business Cycle
Business
Activities Pervasive
Development
Disruptive
Development
Strategic inflection
Continuous changes
Slow changes
HOW DYNAMIC IS THE MARKET CHANGES ?
Strong
Continous
Changes
Strategic
Inflection
No
Changes
Gradual
Changes
Differentia
Advantage
Cost
Advantage
Weak
Weak Strong
Resistance Forces
Changes
Forces
PERAN IPTEK DALAM PRODUKTIVITAS,
KUALITAS DAN EFISIENSI USAHA (JAKA)
U = H - (K + B + P + T +L)
U = Keuntungan (19 – 48%)
H = Pendapatan Kotor (100%)
K = Konstruksi (Penyusutan 1,7 – 8,8%)
B = Benih (17,5 – 23,5%)
P = Pakan (27,7 – 41,2%)
T = Tenaga Kerja (1,6 – 4,4%)
L = Lain-lain + Bunga (3,5 – 12,5%)
B/C rasio 1,19 – 1,48 (berbeda sangat nyata)
PENDEKATAN USAHA BUDIDAYA
1. Lahan
 Air (volume, debit, kualitas)
 Tanah (jenis, tekstur, struktur)
2. Komoditas
 Sifat biologi
 Kualitas produk
3. Teknologi
 Tradisional
 Semi intensif
 Intensif
4. Penanganan dan pengolahan
5. Pemasaran
 Harga
 Daya serap
 Cara (rantai-mekanisme)
6. Sarana dan prasarana
 Pengairan
 Benih
 Pakan
 Transportasi & komunikasi
 Energi
 Kesehatan ikan dan lingkungan
7. SDM
 Pengusaha/petani ikan
 Tenaga ahli/pekerja
8. Kelembagaan
 Pengusaha/petani ikan
 Pembina
 Modal
 Pemasaran
 IPTEK
 Industri penunjang
9. Skala usaha dan skala produksi
PENDEKATAN
1. Pendekatan komoditas
a. Unggulan (prospek pasar tinggi)
b. Andalan (kesesuaian agroekologi)
c. Penunjang (optimalisasi, terpadu)
2. Sistem agribisnis
a. Agro input
b. Proses produksi (IPTEK)
c. Penanganan dan pengolahan
d. Pemasaran
3. Skala ekonomi agribisnis/agroindustri
4. Simplifikasi
Padat tebar-sintasan(SR)-pertumbuhan-
menguntungkan-berkelanjutan
Pilih
Produk Potensial
Prediksi Harga
Pengamatan/
Pertimbangan
Proses Produksi
Pengamatan/
Pertimbangan
Alternatif Teknologi
Identifikasi
Masalah Modal +
Fasilitas
Tentukan Produk
Terbaik/Campuran
Produk Terbaik dan
Teknologi Terbaik
Pertimbangkan
Tujuan Perusahaan
(Risiko, Profit,
Pemasaran)
Analisis Sensitivitas
(Arah Penelitian dan
Pengembangan, dll)
Hitung Besarnya
Keluaran (output) dan
Kebutuhan Cash Flow
TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM
PERUSAHAAN
Studi Analisis Hasil Penelitian &
Pengembangan
1. Biologi :
Eksperimen/
literatur
2. Fasilitas :
Pengembangan
/Perakitan
3. Perusahaan :
Literatur dan
Kunjungan
1. Sistem
Biologi
2. Sistem
Fisik
2. Sistem
Harga
MODEL
SISTEM
1. Proyeksi
Biaya/Harga
2. Optimasi
1. Tidak ada yang
fisibel
2. Sebagian
variabel optimal
3. Parameter
paling sensitive
1. Sistem
Biologi
2. Sistem Fisik
3. Sistem
Biaya/Harga
3. Analisis
Sensitivitas
4. Sebagian biaya
tidak signifikan
Pembuatan
Model
Diagram Pengembangan Model Sistem Budidaya
4. Estimasi
Biaya/Harga
Lokasi Sarana
Produksi
Proses
Produksi
Penanganan &
Pengolahan
Distribusi dan
Pemasaran
1. Ekosistem : laut,
payau, tawar
2. Potensi (luas,
produksi)
3. Tata ruang
4. Prasarana dan
sarana
pendukung
5. Peraturan
perundangan
6. Program
pembangunan
7. Kendala
1. Benih
a. Jumlah
b. Kualitas
1). Genetik
2). Fenotipik
c. Waktu
d. Harga
e. Sumber dan
ketersediaan
2. Pakan
a. Jenis
b. Kualitas
c. Harga
d. Sumber dan
ketersediaan
3. Alat dan bahan
4. Kendala
1. Cara budidaya
(kolam, tambak,
jaka, dll)
2. Teknologi
a. Intensif
b. Semi intensif
c. Tradisional
3. Komoditas
a. Monokultur
b. Polikultur
4. Terpadu
5. Jadwal budidaya
(musim tanam)
6. Kapasitas produksi
7. Kendala
1. Ikan hidup
2. Ikan segar
a. Utuh
b. Fillet
3. Ikan olahan
a. Tradisional
b. Modern
4. Rantai dingin
5. Kendala
1. Orientasi pasar
2. Kreasi pasar
3. Kebutuhan dan
kapasitas pasar
4. Harga
5. Mekanisme dan
sistem pemasaran
6. Sarana transportasi/
distribusi
7. Jadwal panen dan
produksi
8. Kendala
MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN BUDIDAYA
Unsur manajemen : 1. Manajemen produksi
2. Manajemen usaha
 PERTEMUAN 13.
MATA KULIAH
DASAR-DASAR BUDIDAYA PERAIRAN
PROGRAM STUDI BDP 11 DESEMBER
2012
Isu Penting
a. Konflik vertikal dan horizontal
b. Pencemaran lingkungan
c. Wabah penyakit
d. Kemampuan masyarakat
e. Gangguan keamanan
f. Keamanan konsumen (food safety)
g. Persaingan pasar
Prinsip Dasar
a. Tata ruang/lokasi yang baik
b. Daya dukung (carrying capacity)
c. Aquaculture Engineering (AE)
d. Suistanable Equilibrium Aquaculture (SEA)
e. Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF)
• Good Practices Management (GPM)
• Best Aquaculture Procedures (BAP)
• Traceable
• Pola Budidaya Sehat (PBS)
PERLU
3. Peningkatan Aksesibilitas
a. IPTEK
b. Modal
c. Saprokan
d. Pasar
a. Sistem budidaya/proses produksi
b. Pemasaran
2. Menekan risiko
1. Kelembagaan dan Hukum (pembina dan penjamin)
BATAS BAHAN UJIAN MSP 2013
Masalah lokasi
1. Kondisi fisik lokasi/tanah/lahan
2. Luas lahan
3. Tinggi tempat
4. Banjir
5. Pencemaran
6. Sumber air
7. Transportasi/perhubungan
8. Saprokan (terutama benih dan induk)
9. Pasar (pangsa – jarak – harga)
10.Keamanan
11.Sosekbud
12.Umur teknis (untuk udang intensif 3 -4 tahun)
Pertimbangan utama
1. Tujuan budidaya
2. Skala usaha
3. Tingkat teknologi
Pembangunan tempat budidaya harus
memperhatikan :
1. Teknik budidaya
2. Proses dan skala produksi
3. Pemasukan air
4. Pembuangan air
5. Tata letak, desain, konstruksi
Pemanfaatan air
1. Tenang/tidak ganti air
2. Ganti air
3. Mengalir
4. Deras
5. Resirkulasi (closed system, semiclosed system)
Kegiatan pemeliharaan
1. Penyediaan sarana produksi
2. Persiapan tempat budidaya
3. Pemasukan air
4. Penyuburan
5. Aklimatisasi, adaptasi, penggelondongan dan
penebaran benih
6. Pengelolaan kualitas air, pakan dan kesehatan
ikan
7. Pemanenan dan penanganan
8. Pemasaran
Unsur-Unsur Rekayasa Budidaya
1. Desain dan konstruksi
a. Efisiensi lahan
b. Efisiensi biaya pembangunan
c. Peningkatan daya dukung
d. Peningkatan produktivitas
e. Peningkatan kualitas produk
f. Kemudahan operasional
g. Efisiensi biaya operasional
h. Peningkatan umur teknis
i. Menjamin keberlanjutan usaha
PEMILIHAN DAN PENANGANAN BENIH
 Benih sebagai faktor pembatas
 Genotipik
(Potensi) sifat unggul (ukuran pertumbuhan,
efisien pakan, tahan goncangan
lingkungan + penyakit, reproduksi,
kualitas daging)
Genotipik + Lingkungan Fenotipik
(potensi) (teknik budidaya) (sintasan,
pertumbuhan
ukuran, produksi,
produktivitas
efisiensi, mutu hasil)
Kualitas benih : Induk, cara pemijahan, penetasan,
pemeliharaan larva, umur, ukuran, kesehatan, SPF, SPR
 Pemanenan, berok, trasnportasi, aklimatisasi,
adaptasi, penggelondongan
Pengelolaan Kualitas Air
1. Produksi dan produktivitas akuakultur tergantung
volume dan kualitas air
2. Volume air menentukan daya dukung
3. Kualitas air mempengaruhi
a. Daya dukung
b. Tingkah laku
c. Nafsu makan
d. Efisiensi pakan (FCR)
e. Kesehatan/daya tahan
f. Pertumbuhan
g. Reproduksi
h. Kualitas hasil (tekstur dan rasa)
4. Pengelolaan kualitas air
a. Meningkatkan volume (ganti, mengalir, resirkulasi)
b. Menekan limbah/pencemar (pengendapan,
penyaringan, sipon, ganti air, resirkulasi, probiotik)
c. Meningkatkan kualitas air (semua tindakan termasuk
aerasi, pemupukan, pengapuran, pengeringan dan
penggantian tanah dasar, bahan kimia, probiotik)
Manajemen Pakan
Manajemen pakan sangat enting karena 55-60%
biaya operasional (intensif), 40% (semi intensif)
Pakan untuk pertumbuhan, energi, proses fisiologi,
kesehatan, kualitas daging
Efisiensi pakan tergantung
1. Jenis pakan
2. Kualitas pakan
3. Jumlah/dosis
4. Waktu, cara dan frekuensi pemberian
5. Kualitas air (DO, suhu, NH3, H2S, redoks potensial
dasar, racun lain)
6. Harga pakan konversi pakan (FCR)
7. Jumlah dan kualitas limbah
8. Kesehatan ikan
Pemborosan pakan
a. Penurunan kualitas dalam penyimpanan (lemak
dan protein tinggi, kadar air rendah mudah
rusak)
b. Tidak dimakan/sisa
c. Konversi pakan (FCR) rendah
Pengendalian Penyakit
1. Penyakit : proses yang menyebabkan ikan/udang
tidak normal
2. Penyebab :
a. Non infeksi (kualitas air, kurang pakan, genetik)
b. Infeksi (parasit, jamur, protozoa, bakteri, virus)
3. Pengendalian
a. Diagnosis : mengetahui penyebab secara cepat, tepat dan efisien
b. Metode : mencegah, menyembuhkan, memberantas
c. Teknik :
1) Mencegah serangan (sanitasi, SPF)
2) Mengurangi jumlah dan keganasan (kualitas air, probiotik)
3) Meningkatkan ketahanan ikan/udang (immunostimulan,
vaksin, pakan, probiotik, obat-obatan, seleksi/breeding, SPR)
4) Mengobati (suntik, rendam, oral)
5) Mencegah penularan/penyebaran (sanitasi, memusnahkan
ikan sakit dan karier, menutup kegiatan sementara)
(Prinsip biosecurity, biosafety, bioterorism)
4. Pola Budidaya Sehat (PBS), dengan GPM, BAP, SEA,
CCRF
 BATAS BAHAB UJIAN
Pendorong Wabah Penyakit
1. Lokasi tidak tepat
2. Luas lahan melebihi
daya dukung, tidak
ada daerah penyangga
3. Air bersih terbatas
4. Limbah melampaui
daya dukung kawasan
5. Padat tebar melampau
daya dukung
6. Frekuensi pemeliharaan
tinggi
7. Kualitas benih rendah
8. Tidak menerapkan Pola
Budidaya Sehat (PBS)
9. Tidak menerapkan prinsip
karantina dan IRA
Lingkungan
Patogen
Inang
Wabah
Tujuan utama pengendalian :
1. Merubah dari sistem budidaya tidak ramah lingkungan
ke ramah lingkungan
Intensif
Input dan output tidak seimbang
Akibatnya : 1. Penurunan kualitas lingkungan
2. Wabah penyakit
Intensif
Input dan output seimbang
Dengan penerapan : 1. GPM/BAP
2. CCRF
3. SEA
“Pola Budidaya Sehat (PBS)”
Budidaya tradisional
Input dan output seimbang
Menjadi
Budidaya tradisional
Input dan output seimbang
 BATAS UJIAN
BT BSI BI
Input
Output
Steady Stok
O
I
= 1,0
Imbalance
I
O
> 1,0
BT = Budidaya tradisional
BSI = Budidaya semi intensif
BI = Budidaya intensif
= Limbah harus dikelola secara bertanggungjawab
BT
BSI
BI
Imbalance
O
I
> 1,0
DIAGRAM KESEIMBANGAN INPUT DAN OUTPUT
Pengendalian
Penyakit Ikan
Tata Ruang, Zona Budidaya
Master Plan, Detail desain,
Konstruksi
Penyediaan Benih Unggul
(SPF, SPR)
Penyediaan & Pengelolaan
Pakan
Penyediaan dan penggunaan
sarana kesehatan ikan (Obat-
obatan, desinfektan, Vaksin,
Immunostimulan, Vitamin,
Probiotik)
Food safety (residu obat,
pencemaran, zoonosis)
Pola Budidaya Sehat
Produktif, berkualitas,
efisien, risiko rendah,
menguntungkan,
berkesinambungan
Manajemen budidaya ikan
Diagram Peran Pengendalian Penyakit Ikan
dalam Budidaya Ikan
Pengelolaan Lahan & Air
ANALISIS FINANSIAL
USAHA BUDIDAYA NILA MERAH (KOLAM)
No Keterangan Jumlah
A. BIAYA
1.Investasi
2.Operasional Permusim Tanam (4 bulan)
Rp. 15.340.000,-
Rp. 52.796.220,-
B. PENDAPATAN PER MUSIM TANAM Rp. 60.000.000,-
C. PERHITUNGAN UNTUNG RUGI
(1 Tahun = 3 masa tanam)
1. Pengeluaran
2. Pendapatan
3. Keuntungan
Rp. 124.932.600,-
Rp. 180.000.000,-
Rp. 55.067.400,-
D. B/C Ratio 1,44
E. Pembayaran Kembali Modal 0,95 tahun
F. Pengembalian Investasi 104,30%
G. Titik Impas (BEP=Break Even Point)
1.Pendapatan = Pengeluaran
2.Pengeluaran/pendapatan x 100%
3.Produksi per tahun
4.Produksi per musim
Rp. 24.932.620,-
69,41%
19.990,80 kg
6.663,36 kg
No Uraian Ukuran 6 x 6 Ukuran 3 x 3
Jumlah Nilai (Rp) Jumlah Nilai (Rp)
1. Konstruksi 1 unit 1.086.500 1 unit 540.000
2. Biaya tetap
a.Penyusutan
b.Perawatan
1 unit
1 unit
360.000
45.000
1 unit
1 unit
180.000
30.000
3. Biaya Operasional
a.Benih *
b.Pakan **
750 kg
5.625 kg
3.000.000
4.218.750
300 kg
2.250 kg
1.200.000
1.687.500
4. Bunga modal (12% flat) 1 unit 435.330 1 unit 345.500
5. Total biaya 1 unit 8.059.080 1 unit 3.243.000
6. Penerimaan kotor 4.500 kg 10.125.000 1.800 kg 4.050.000
7. Keuntungan ( 6 – 5 ) 1 unit 2.065.920 1 unit 807.000
8. B/C Ratio 1,26 1,25
9. BEP 3.581,81 1.441,73
Keterangan :
* Penebaran 250 kg/petak/MT, ukuran 6 x 6 m2 dan 100 kg/petak/MT, ukuran 3 x 3 m2
** Konversi pakan = 1,5 (di atas ujicoba 1,41 – 1,49)
ANALISIS EKONOMI USAHA JARING APUNG DI WADUK SERMO
DALAM 1 TAHUN (3 KALI PEMELIHARAAN)
No. Uraian Volume Harga/Satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1. Biaya Produksi
a. Benur/tokolan
b. Pakan
c. Bahan bakar
d. Pupuk organik
e. Kapur
f. Obat-obatan
g. Perawatan
h. Monitoring
i. Tenaga kerja
j. Lain-lain
1.200.000
25.500
14.400
12.000
6.000
24
6
6
1
6
60,-
8.000,-
1.050,-
500,-
250,-
500.000,-
600.000,-
750.000,-
46.800.000,-
300.000,-
72.000.000,-
201.600.000,-
15.120.000,-
6.000.000,-
1.500.000,-
12.000.000,-
3.600.000,-
4.500.000,-
46.800.000,-
1.800.000,-
Jumlah 1 364.920.000,-
2. Biaya Investasi
a. Penyusutan
b.Bunga bank (Investasi)
c. Bunga bank (produksi)
1
9
9
92.669.000,-
548.345.000,-
364.920.000,-
92.669.000,-
49.351.050,-
32.842.800,-
Jumlah 2 174.862.850,-
Jumlah 1 + 2 539.782.850,-
3. Pendapatan tambak 21.000 50.000,- 1.050.000.000,-
4. Laba 510.217.150,-
5. Rasio = Laba : Biaya 0,9452
PERHITUNGAN RUGI LABA USAHA TAMBAK PER MUSIM TANAM
ANALISIS EKONOMI/USAHA
BUDIDAYA KERAPU
A.BIAYA
1. Biaya Investasi
Rakit Rp 15 juta/unit x 4 unit = Rp 60.000.000,-
Rumah jaga = Rp 30.000.000,-
Jaring Rp 2,5 juta/rol x 20 rol = Rp 50.000.000,-
Perahu = Rp 35.000.000,-
Lain-lain = Rp 35.000.000,-
Sub total = Rp 200.000.000,-
2. Biaya tetap
Penyusutan Rp 200 juta/5 th/1,5 th = Rp 60.000.000,-
Biaya Rp 200 juta x 0,15 (bunga) x 1,5 = Rp 45.000.000,-
Sub total = Rp 105.000.000,-
3. Biaya Operasional
Benih Rp 10.000/ekor x 10.000 (SR =80%) = Rp 100.000.000,-
Pakan Rp 10.000/kg x 4 ton (FCR 1,6) = Rp 64.000.000,-
Upah Rp 1 juta/bln x 3 orang x 18 bln = Rp 54.000.000,-
Lain-lain Rp 5 juta/bln x 18 bln = Rp 90.000.000,-
Sub Total = Rp 308.000.000,-
Total = Rp 613.000.000,-
B. Pendapatan Kotor
Rp 0,25 juta/kg ikan x 4.000 kg = Rp 1.000.000.000,-
C. Pendapatan Bersih
Produksi I (B – A) = Rp 387.000.000,-
D. Pendapatan Bersih
Produksi II & selanjutnya (B–(A-(1)) = Rp 587.000.000,-
ANALISIS EKONOMI
Analisis Usaha Budidaya Rumput Laut
Target Produksi
- Lama pemeliharaan 1,5 bulan
- Berat panen basah 32.400 kg
- Berat kering (1 : 8) 4.050 kg
- Harga jual = Rp. 4.500,- /kg
Pendapatan
- Penerimaan Rp 4.500,- x 4.050 kg = Rp 18.225.000,-
- Biaya tetap = Rp 664.715,-
- Biaya variabel = Rp 4.680.000,-
- Pendapatan margin = Rp 12.880.285,-
- B/C rasio = 3,4
1 tahun 5 – 7 MT
BUDIDAYA NILA MERAH
I. PENDAHULUAN
1. Prospek pemasaran sangat bagus (dalam dan luar
negeri)
2. Tekstur daging baik, rasa enak, disukai masyarakat
3. Di Jepang diolah menjadi sekitar 20 jenis makanan
II. BIOLOGI
1. Dapat hidup di air tawar, payau dan air laut, melalui
adaptasi
2. Suhu air yang baik 20-32 ºC, pH 7-8
3. Tahan oksigen rendah, tetapi optimum di atas 3 ppm
4. Induk dicapai umur 8-10 bulan, bertelur setiap 5-8 minggu
5. Produksi telur 1000-2000 butir/ekor (induk 125-350 gr)
6. Menetas 2-5 hari pada suhu 24-33 ºC, kantung telur habis
2-6 hari
III. BUDIDAYA
1. Nila merah dapat dibudidayakan di kolam, tambak maupun jaring
apung
2. Luas kolam 100-2.500 m2, kedalaman air 0,5 – 1,5 m
3. Kolam perlu pengeringan, pengolahan tanah, pemupukan (pupuk
kandang 0,5-0,7 kg/m2, urea 0,4 g/m2, TSP 1 g/m2 dan kapur 0,1-0,15
kg/m2).
4. Pengisian air bertahap, 30-50 cm selama 5-7 hari (tumbuh plankton)
5. Apabila hanya tergantung pakan tambahan (semi intensif/intensif)
dapat dipelihara di air mengalir (10-100 l/detik)
6. Pakan pelet sekitar 10-20% berat/hari (benih di bawah 10 gr/ekor),
3-5% (benih di atas 20 gr/ekor)
- Kandungan protein pakan 24-30%
- Lemak 8-13%
- Karbohidrat 49-50%
7. Waktu Pemeliharaan 3-6 bulan, tergantung ukuran benih dan ukuran
panen
8. Permintaan pasar 150-300 g/ekor (benih 10 g/ekor, 4-5 bulan)
9. Untuk ekspor : di atas 600 g/ekor (sekitar 8 bulan)
10. Laju sintasan (survivel rate) 50-99%, tergantung ukuran benih
dan lama pemeliharaan
11. Produksi :
a. Tradisional : 800 kg/ha/MT
b. Semi intensif (dosis pupuk tinggi) : 2,5 ton/ha/MT
c. Intensif (pelet) : 5-6 ton/ha/TM atau lebih
12. Perhitungan ekonomi
a. Kolam 2.500 m2, produksi 9.600 kg/MT(6 bulan)
b. Investasi Rp 15 juta, operasional Rp 37 juta/MT
c. Pendapatan Rp 60 juta/MT
d. Keuntungan bersih Rp 55 juta/th, B-C ratio 1,44
13. Masalah penyakit protozoa, jamur, bakteri
14. Pengendalian PK, CuSO4 NaCl (garam dapur), antibiotik
No. Uraian Ukuran Karamba Jaring Apung
6 x 6 m 3 x 3 m 3 x 3 m
1. Penebaran
a. Berat total (kg)
b. Jumlah total (ekor)
c. Berat individu (gr)
200
4.625
43,24
98
1.783
53,96
114
2.521
45,22
2. Berat total (kg) tiap 2 minggu
a. Minggu ke 2 (berat (kg) & SR (%)
b. Minggu ke 4
c. Minggu ke 6
d. Minggu ke 8
e. Minggu ke 10
305 & 56,06
476 & 37,18
653 & 37,21
896 & 21,32
1.087 & 17,94
147 & 46,94
216 & 28,24
277 & 36,10
377 & 15,38
435 & 22,75
157 & 56,05
245 & 32,65
325 & 27,29
325 & 22,14
546 & 19,27
DATA HASIL UJICOBA PEMELIHARAAN NILA
MERAH DALAM JARING APUNG
3. Panenan (12 minggu)
a. Berat total (kg)
b. Jumlah total (ekor)
c. Berat individu (g)
d. Laju pertumbuhan (%)
1.282
4.312
297,31
17,94
534
1.731
308,49
22,76
651
2.429
268,01
19,23
4. Produksi bersih 1.082 436 537
5. Rasio berat panen-tebar 6,41 5,45 5,71
6. Berat pakan total (kg) 1,522 651 766
7. Konversi pakan (FCR) 1,41 1,49 1,43
8. Kelulushidupan (%) 93,23 97,08 96,25
BUDIDAYA UDANG GALAH
(Udang Air Tawar)
1. KOLAM (1.000 – 2.500 m2
Kolam ipukan (50 ekor/m2) → 1-2 bulan
Kolam pembesaran (10-15 ekor/m2) → 3 bulan
Air selalu mengalir
Pemberian pakan 2-4 kali/hari
2. PEMELIHARAAN
Kedalaman 80-100 m
Syarat air : pH 7,5 – 8,5; suhu 22 – 32 °C
Pengeringan dan pemupukan (1 kg/10 m2)
Pematang harus rapat
Air masuk harus disaring
3. PANEN
Kelulushidupan 60% size 30 ekor/kg
Produksi 2-3 ton/periode
Harga Rp. 35.000 – 45.000/kg
Paradigma Pengelolaan
Komprehensif
terpadu
konservasi
rasionalisasi sosial
PENDAPATAN USAHA PERIKANAN
Incremental Capital Output Ratio
(ICOR)
1. Perikanan : 3,55
2. Holtikultura : 3,60
3. Tanaman pangan : 3,90
4. Perkebunan : 3,95
PERIKANAN
1. Perikanan laut : tuna/cakalang = 2,80
2. Perikanan laut lain = 3,50
3. Budidaya ikan laut = 3,95
4. Budidaya rumput laut = 3,85
5. Pembenihan ikan laut = 3,05
6. Penangkapan lobster =
3,25
7. Budidaya air tawar = 3,55
8. Budidaya air payau =
3,15
9. Budidaya udang = 2,75
PERMASALAHAN DLM PENGEMBANGAN
PERIKANAN BUDIDAYA
• Kebijakan
• Teknis
• Sosek
• Sumberdaya
• Financial
• Institusional
1. PERMASALAHAN KEBIJAKAN
1.Kebijakan riset belum kondusif
2. Implementasi tata ruang lemah
3. Pengertian “Product safety” lemah
4. Orientasi riset jangka pendek
2. PERMASALAHAN TEKNIS
• Pasok benih kualitas & kuantitas
• Penyakit
• Pakan, bhn baku masih impor
• Data statistik kuarang akurat
• Infrastuktur hatchery, pbr.pakan, Cold Strg
• SDM
PETA DISTRIBUSI LABORATORIUM PCR DI INDONESIA
LBAT Ujung Bate (*)
1. Diskan Sumut (**)
2. SKI Polonia (*)
BBAT Sungai
Gelam
BBL Lampung
1. Lab. Mol. Ps. Minggu
2. BKI Cengkareng
3. PT. Charor Phokphan
1.BBAT Sukabumi
2.IPB Bogor
3.BP Karawang
4.Diskan Indramayu
5.BPBPLAPU Karawang
UGM
1.BBPBAP Jepara
2.BPBAP Tegal (*)
1.BBAP Situbondo
2. SKI Juanda
3. BPBAP Bangil
4. Unair Surabaya
5. APS Sidoarjo (*)
6. PT. Tirtamutiara Makmur
BBRPP
Gondol
1. LBAT Mandiangin
2. Diskan Prop (**)
Diskan Tarakan (**)
1. BBAP Takalar
2. BKI Hasanudin
3. BRPP Maros
4. UPBAP Pangkep
Jumlah Lab. PCR : 31
Keterangan:
(*) Belum Operasional
(**) Dalam Proses Pengadaan
3. PERMASALAHAN SOSEK
• Perlu modal besar
• Keamanan investasi blm kondusif
• Konflik pemanfaatan lahan
• Insentif berusaha blm mendukung
• Pungutan terlalu banyak jenisnya
• Pasar masih terbatas
4. PERMASALAHAN SUMBER DAYA
• SD air terbatas
• Peruntukan sumber sengketa
• Polusi semakin meningkat
5. PEMASALAHAN FINANSIAL
• Kridit lunak belum tersedia
• Tersedia kridit komersil, syarat memberatkan
• Protokol pengajuan kridit dirasa rumit
• Adanya Persepsi usaha BD tidak bankable
6. PERMASALAHAN INSTITUSIONAL
• Kerjasama R&D belum solid
• Fasilitas Riset belum memadai
• Penyebaran instansi R & D blm merata
• Orientasi riset komersil rendah
POTENSI BUDIDAYA
JENIS
BDDY
POT LUAS
(HA)
PEMANF.
LUAS (HA)
PEMANF.
%
LAUT 24.528.000 400 0,0016
TAMBAK 913.000 411.230 45,426
KOLAM 375.000 68.690 18,317
PER.
UMUM
550.000 51 0,0093
SAWAH 240.000 141.270 58,860
PERATURAN UU
 UU No. 9/1985 tentang Perikanan disempurnakan
UU No. 31/2004
 UU No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah
 UU No. 6/1968 jo No. 12 1970 tentang Penanaman
Modal Dalam Negeri
 UU No. 1/1967 jo No. 11/1970 tentang Penanaman
Modal Asing
 PP No. 54/2002 tentang Usaha Perikanan
 UU No. 23/1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup
 PP No. 19 Tahun 1999. Pengend Pencemaran &
Perusakana Laut
 PERDA (Kabupaten/Kota) tentang Tata Ruang
BENIH UNGGUL
 Tumbuh cepat: waktu pemeliharaan pendek
 Efisien pakan: konversi pakan rendah
 Daya tahan: salinitas, oksigen rendah,
penyakit dll.
Cara:
1. Persilangan dan Seleksi
2. Rekayasa genetik
SUMBER AIR
1. AIR TANAH:
2. AIR PERMUKAAN
a. Mata air
b. Depresi di bawah muka air tanah
c. Sumur
a. Aliran air : sungai, anak sungai, saluran
b. Telaga, danau, waduk, dam, rawa
c. Laguna dan laut
VARIABEL AIR
1. KUANTITAS: AWAL DAN
MENGGANTI REMBESAN DAN
PENGUAPAN
MENGGANTI REMBESAN DAN
PENGUAPAN, DAN MENGALIR
1. KUALITAS ATAU MUTU AIR
KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
SUMBER AIR
KETERANGAN AIR TANAH AIR PERMUKAAN
1. POLUSI BEBAS TERPOLUSI
2. SUHU STABIL BERFLUKTUASI
3. OKSIGEN RENDAH TINGGI
4. MINERAL RENDAH TINGGI
5. CO2 TINGGI BERFLUKTUASI
6. H2S & CH4 TINGGI BERFLUKTUASI
7. KANDUNGAN Fe TINGGI BERFLUKTUASI
PERSYARATAN KUALITAS AIR
VARIABEL IKAN AIR TAWAR*) UDANG AIR
LAUT**)
1. SUHU (oC) 25 – 35 26 – 30
2. KECERAHAN (cm) 30 – 40
3. OKSIGEN (mg/l) > 3 5 – 6
4. CO2 (mg/l) < 5 < 10
5. pH 6,5 – 9,0 7,5 – 8,5
6. ALKALINITAS (mg/l) 20 – 150 > 80
7. KESADAHAN (mg/l) 20 – 150 > 80
8. H2S (mg/l) < 0,03 < 0,03
9. NH3 (mg/l) < 0,1 < 0,1
10. SALINITAS (ppt) 10 - 30
*) Boyd dan Lichkoppler, 1979: Fish Pond Management
**) Chanratchakool et al., 1993: Healt Management in Shrimp Ponds
PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA (1)
KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK,
KOLAM
KARAMBA
JARING APUNG
1. PERSIAPAN 1. Pengeringan
2. Perbaikan
pematang, pintu
air & saringan
3. Pengol. tanah
4. Pengapuran
5. Pemupukan
6. Pengisian air
1. Pengeringan
2. Perbaikan
pematang, pintu
air & saringan
3. Pencucian-
hama &
Pengapuran
4. Pengisian air
1.Perbaikan
kerangka & titian
2.Perbaikan jaring,
ceking lubang &
rentangan
2. BENIH 1. Jenis, sumber
2. Jumlah, umur,
ukuran
3. Angkut, adaptasi,
kesehatan
4. Tebar: waktu
1.Jenis, sumber
2.Jumlah, umur,
ukuran
3.Angkut,
adaptasi,
kesehatan
4.Tebar: waktu
1.Jenis, sumber
2.Jumlah, umur,
ukuran
3.Angkut, adaptasi,
kesehatan
4.Tebar: waktu
PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA (2)
KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK,
KOLAM
PERMANEN
KARAMBA
JARING APUNG
3. PENGAIRAN 1.Mempertahank
an kedalaman
air
1.Tetap/Ganti air
2.Kualitas air
1. Cek lubang
2. Kualitas air
4. PUPUK &
PAKAN
1. Pupuk susulan
dan pakan
tambahan
2. Sampling & SR
pertumbuhan
1.Pakan buatan:
ransum &
frekuensi
2.Sampling & SR
pertumbuhan
1. Pakan buatan:
ransum &
frekuensi
2. Sampling SR &
pertumbuhan
5. HAMA &
PENYAKIT
1. Ular, belut,
burung, lingsang
2. Plankton &
tumbuhan air
1.Pencegahan
2.Cek dini
penyakit bakteri,
virus
1. Pencegahan
2. Cek dini
penyakit bakteri,
virus
3. Pencuri
PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA (3)
KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK,
KOLAM
PERMANEN
KARAMBA
JARING APUNG
6. TINDAKAN
LAIN
1.Aaerasi
2.Bioremedasi
1. Aerasi
7. PANEN 1. Grading
2. Pemberokan
1.Total
2.Grading
1. Total
2. Grading
8. KINERJA 1. SR,
2. Pertumbuhan
3. Konversi pkn
4. Produksi
1.SR,
2.Pertumbuhan
3.Konversi pkn
4.Produksi
1.SR,
2.Pertumbuhan
3.Konversi pkn
4.Produksi
BAY
MARINE CAGE CULTURE
PEN CULTURE
The longest RIVER cage culture in the world located at Kalimantan
Concrete tank culture
Running water culture
Tilapia
Common carp
KOLAM TANAH
KARAMBA JARING APUNG
JARING RANGKAP
1. IKAN MAS
2. IKAN NILA
Tambak Udang

Dasar Budidaya Perikanan.ppt

  • 1.
  • 2.
    AGRIBISNIS PERIKANAN PERIKANAN BUDIDAYA ManajemenSumberdaya Ikan - Eksplorasi, eksploitasi, konservasi, rehabilitasi - Rasional, optimal, lestari, mensejahterakan - Penangkapan, budidaya, penanganan pasca panen/ pengolahan, distribusi dan pemasaran Penangkapan a. Stok ikan di perairan umum b. Maximum Sustainable Yield (MSY) c. Maximum Economic Yield (MEY) d. Maximum Social Yield (MScY) e. Optimum Sustainable Yield (OSY) f. Overfishing g. Kerusakan habitat
  • 3.
    Batasan Budidaya Perairan(Akuakultur) Pemeliharaan, baik pembesaran maupun pembenihan di dalam lingkungan perairan terbatas/tertutup untuk peningkatan produktivitas atau kualitas di atas kemampuan alami dengan berbagai manipulasi (SDA, tempat, air, ikan, sarana, prasarana). Teknologi Penanganan Pasca Panen Hasil Perikanan - Penanganan - Pengemasan - Pengolahan - Pendistribusian - Meningkatkan keawetan, kesukaan, gizi, harga, manfaat, nilai tambah, pangsa pasar - Promosi - Pemasaran
  • 4.
    I. Menunjang ProsesProduksi (Prasarana, Sarana dan Jasa) II. Kegiatan Proses Produksi (Pemanfaatan SDA/SDI/SDP, SDM, IPTEK) III. Pemanfaatan Hasil Perikanan A. PENANGKAPAN 1. Kapal 2. Alat tangkap 3. Bengkel/dok 4. Sarana Produksi (BBM, Es, umpan, pangan, perlengkapan, alat bantu dll) 5. Modal, asuransi, jasa, dll 6. Biro konsultan, LPK (IPTEK dan SDM) PENANGKAPAN 1. Di berbagai daerah, pantai, lepas pantai, ZEE, Samudra. Jenis ikan, alat tangkap dan kapal (dimana saja, kapan, berbagai tingkat usaha) 2. Ranching 3. Wisata/Sport fishing C. PASCA PANEN 1. sarana penunjang 2. Penanganan, pengawetan, pengolahan 3. Distribusi dan pemasaran 4. Dan lain-lain yang terkait 5. Dapat terpadu dengan operasi penangkapan dan budidaya B. BUDIDAYA 1. Biro konsultan, LPK (kontruksi/IPTEK/SDM), Modal 2. Prasarana 3. Sarana produksi (benih, obat-obatan, pakan, kapur, zeolit, dll) 4. Alat dan bahan/perlengkapan (genset, kincir, dll) 5. Perbengkelan BUDIDAYA 1. Di berbagai daerah 2. Di berbagai lokasi (laut, payau, tawar) 3. Berbagai cara/teknik budidaya (kolam, tambak, jaring apung, minapadi, dll), ranching 4. Berbagai jenis ikan 5. Berbagai komoditi (pakan, pangan, bahan baku industri, ikan hias, asesoris) PELUANG AGRIBISNIS PERIKANAN Jenis dan peluang usaha penunjang proses produksi (I) dan pemanfaatan hasil (III) lebih besar daripada proses produksi (II) (misalnya di USA, tenaga kerja yang terserap dalam pertanian langsung hanya 2,7% sedang yang menunjang dan memanfaatkan hasil 21%)
  • 5.
    Peran Budidaya Perairan Saatini di Indonesia dan dunia, produksi penangkapan lebih dominan daripada budidaya. Dimasa yang akan datang usaha budidaya akan lebih berperan dibanding usaha penangkapan. Kecepatan pertumbuhan produksi budidaya dunia > (10%/tahun) lebih besar dari penangkapan (leveling off), dan peternakan (< 5%/tahun)
  • 6.
    Tujuan Perikanan Budidaya a.Menghasilkan produk konsumsi b. Benih atau induk c. Bahan pakan ikan dan ternak d. Bahan baku industri (pangan, farmasi/kesehatan/ kosmestik/perhiasan) e. Peningkatan kualitas produk (rasa, bau, tekstur) f. Ikan hias g. Konservasi lingkungan perairan h. Konservasi SDI i. Peningkatan stok dan nilai j. Pengendalian kesehatan k. Ranching
  • 7.
    Manfaat Budidaya Perairan a.Kecukupan dan keamanan pangan b. Peningkatan gizi/kesehatan c. Menunjang usaha/industri terkait d. Lapangan kerja e. Pemanfaatan sumberdaya perikanan f. Pendapatan masyarakat, PAD, devisa (pertumbuhan ekonomi) g. Pengembangan wilayah h. Pengentasan kemiskinan i. Mendukung OTDA
  • 9.
    Peluang Pasar a. Pasardalam dan luar negeri sangat besar dan terus meningkat (peningkatan penduduk dan pergeseran pola makan) b. Konsumsi ikan/kapita/tahun masih rendah (23,0 kg/kap/thn, target 26,6 kg/kapita/tahun) c. Kebutuhan konsumsi dalam negeri 5,3 juta ton/tahun (200 juta jiwa), produksi total baru 5,3 juta ton. Tahun 2025 asumsi jumlah penduduk 291,296 juta jiwa, kebutuhan 7,75 juta ton/tahun, penangkapan 6,2 juta ton/tahun d. Kebutuhan konsumsi dunia dari budidaya 19,6 juta ton tahun 2000 dan 62,4 ton tahun 2025 Potensi dan Peluang Budidaya Perairan a. Lahan cukup tersedia b. Jenis komoditas sangat banyak c. Kebutuhan dalam dan luar negeri meningkat d. Penangkapan over fishing, kerusakan habitat, isu lingkungan, pencemaran, naiknya biaya, turunnya produktivitas dan efisiensi, konflik serta persaingan
  • 10.
    a. Sumber potreinhewani b. Asam amino esensial, vitamin, mineral, omega-3 tinggi (healthy food) c. Tidak mengandung kolesterol d. Meningkatkan kecerdasan, vitalitas dan produktivitas e. Memperlambat penuaan jaringan/mempercepat regenerasi Manfaat Ikan untuk Kesehatan
  • 11.
    Ketersediaan Lahan a. Luaslaut 5,8 juta km2, panjang pantai 81.000 km (budidaya laut) b. Lahan tambak 900.000 ha (bandeng, udang dan rumput laut) c. Perairan umum 13,8 juta ha (danau dan waduk) d. Irigasi teknis 1,5 juta ha (kolam, mina padi) e. Tingkat pemanfaatan lahan sangat rendah (1-30%) f. Tingkat produktivitas sangat rendah (< 1,0 ton/ha/tahun) g. Iklim sangat baik (daerah tropis), dapat berproduksi sepanjang tahun (waktu budidaya pendek)
  • 12.
    Komoditas Perikanan a. Tingkatkeragaman (biodiversitas) sangat besar (mega diversity) b. Mempunyai 37% spesies dunia c. Bakteri perairan 300 dari 4.700 spesies, rumput laut 1.800 dari 21.000 spesies, moluska 20.000 dari 50.000 spesies, ikan 8.500 dari 19.000 spesies, amfibia 1.000 dari 4.200 spesies. d. Jenis yang dibudidayakan masih sangat sedikit e. Produksi budidaya dunia : ikan bersirip (50%), rumput laut (25%), moluska (21%), lain-lain (0,003%) f. Benua penghasil : Asia (81%), Eropa (10%), Amerika Serikat dan Karibia (5%), Amerika Selatan (1%), Afrika (1%)
  • 13.
    Jenis Usaha Budidaya a.Berupa kegiatan produksi atau mata rantai agribisnisnya b. Mata rantai budidaya : menyediakan prasarana/sarana produksi, Kegiatan produksi, menggunakan produk budidaya c. Salah satu mengalami kendala, semua terpengaruh. Kegiatan usaha yang menyediakan prasarana/sarana budidaya perikanan (benih, pakan, alat dll) Kegiatan usaha yang menggunakan hasil budidaya perikanan (pengolahan, perdagangan, konsumsi) Kegiatan budidaya perikanan
  • 14.
    No Jenis IkanLokasi Teknik Budidaya Jenis Usaha Pasar Skala Usaha 1. Karper/Mas Air Tawar Kolam, karamba, jaka, mina padi Pembenihan Pembesaran L, P, DN K, S 2. Nila Air Tawar Kolam, karamba, jaka, mina padi Pembenihan Pembesaran DN, LN K, S, B 3. Gurami Air Tawar Kolam, Mina padi Pembenihan Pembesaran L, P, DN K, S 4. Patin/ Pangasius Air Tawar Kolam, karamba Pembenihan Pembesaran L, P, DN K, S, B 5. Udang Galah Air Tawar Kolam Pembenihan Pembesaran L, DN, LN K, S, B 6. Udang Laut Air Payau Tambak Pembenihan Pembesaran LN K, S, B 7. Kerapu Air Laut Jaring karamba apung Pembenihan Pembesaran LN S, B 8. Ikan Hias Air Tawar, Laut Kolam, bak, akuarium Pembenihan Pembesaran L, DN, LN K, S, B HUBUNGAN JENIS IKAN, LOKASI, TEKNIK, BUDIDAYA, JENIS USAHA, PASAR DAN SKALA USAHA Keterangan : L = Lokal, P = Propinsi, LN = Luar Negeri, DN = Dalam Negeri K = Kecil, S = Sedang, B = Besar
  • 15.
    BBI UPR Mina Padi Pembenihan dlm waduk Kolamdll Bahan & Alat Benih ikan Pakan Reservat Rekreasi Perikanan Penangkapan Usaha terkait J A K A Dampak Lingkungan Pedagang Ikan Segar & Hidup Pengolah Ikan Restoran Penyalur/ Transportasi Konsumen - Lokal - Nasional - Luar negeri Di dalam Waduk Pemasaran Di dalam dan luar kawasan waduk Nasional Ekspor Di Kawasan Waduk
  • 16.
    Sifat Usaha BudidayaPerikanan a. Ikan (berdarah dingin) : lebih efisien dalam konversi energi pakan jadi protein (Tiap 1 M.cal : ikan = 30-40 g protein, ayam = 15 g protein, lembu = 2-20 g protein, babi = 6 g protein. Tiap 100 kg pakan = 65 kg daging salmon, 20 kg ayam, 13 kg babi) b. Tidak tergantung musim c. Menyesuaikan kebutuhan pasar (jenis, ukuran dan kualitas, hidup, segar, olahan) d. Produktivitas sangat tinggi (budidaya intensif lele dumbo : 300- 1200 ton/tahun, kolam air deras 40 m2 : 20 ton/tahun, jaring apung 6 x 6 m2 : 8-12 ton/tahun) e. Dapat memanfaatkan limbah rumah tangga, industri, pertanian dll (terpadu) f. Menggunakan lahan yang tidak dapat dipakai usaha lain (pasang- surut, pantai, rawa/paya-paya, laguna dll) g. Tingkat efisiensi investasi lebih tinggi (ICOR budidaya = 2,75- 3,55, penangkapan 2,80-3,85, holtikultura = 3,60, tanaman pangan = 3,95) h. Multiplier effect besar i. The sky is the limit
  • 17.
    Kelemahan Budidaya Perikanan a.Pencemaran : sangat tinggi pada budidaya intensif (sisa pakan dan hasil metabolisme) Menurunkan kualitas lahan, air dan lingkungan (dalam dan luar lokasi), wabah penyakit b. Kebutuhan air relatif besar c. Konflik kepentingan dan keamanan Tingkat Teknologi a. Tergantung penguasaan teknologi, modal, kondisi lahan dan kondisi sosial ekonomi b. Secara umum : Tradisional/ekstensif, semi intensif dan intensif
  • 18.
    Pakan buatan (pelet) Pertanian(mina padi) IKAN (Herbivor, Omnivor, Karnivor) Peternakan (mina ternak) Industri (mina industri) Pakan alami (Tumbuhan, hewan/ ikan rucah) Produksi Primer (Fitoplankton) SDA Pupuk Nutrien SDA Produksi Skunder (Zooplankton) Nutrien Intensif Terpadu Semi Intensif Tradisional Kehutanan (Silvofisheries) DIAGRAM RANTAI MAKANAN (FOOD CHAIN) PADA TINGKAT TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN Komoditas : Monokultur, manipulasi stok, polikultur, pergiliran jenis ikan, pergiliran komoditas (tadah hujan) Pakan Nutrien
  • 19.
    TRADISIONAL/ EKSTENSIF SEMI INTENSIF INTENSIF 1)Padat penebaran rendah (di bawah 10 ekor/m2, benih berukuran kecil) 2) Pakan alami 3) Manipulasi lingkungan sedikit 4) Produktivitas rendah (< 1 ton/ha/tahun) 5) Hasil tidak menentu 1) Padat penebaran sedang (10-20 ekor/m2) 2) Pakan alami + tambahan 3) Manipulasi lingkungan antara lain pemupukan, ganti air, pengapuran 4) Pencegahan penyakit 5) Produktivitas sedang ( ± 2 ton/ha/tahun) 6) Hasil belum menentu 1) Padat penebaran tinggi (> 30 ekor atau > 5 kg/m2) ukuran benih besar 2) Pakan buatan/pelet 3) Manipulasi lingkungan intensif (desain dan konstruksi tempat, pengairan, alat tambahan) 4) Penanggulangan penyakit 5) Produksi tinggi ( > 4 ton/ha/tahun - > 20 ton/ha/panen) 6) Hasil lebih pasti (predictable) 7) Padat teknologi dan modal serta resiko tinggi (penurunan lingkungan, penyakit) TINGKAT TEKNOLOGI BUDIDAYA
  • 20.
    No. Tambak EkstensifSemi Intensif Intensif 1. Luas petak (ha) 1 - 3 0,5 - 1 0,25 – 0,5 2. Bentuk petakan Segi panjang Bujur sangkar/segi panjang Bujur sangkar 3. Tanah dasar Sedikit lembek Tanah keras/pasir Tanah keras/pasir/ 4. Caren Caren keliling Tanpa caren Tanpa caren 5. Tanggul  Bahan  Lereng Tanah 1 : (1 – 1,5) Tanah 1 : (1 – 1,5) Tanah/tembok 1 : 1 sampai tegak 6. Pintu air Satu (masuk dan keluar) Dua : 1 pintu masuk , 1 pintu buang di tengah/di pematang Tiga : 1 pintu masuk, 2 pintu buang di tengah dan pematang 7. Kedalaman air (cm) 40 - 60 100 - 150 150 - > 150 ( 3,0 m ) 8. Penggantian air (%/hr) 0 - < 3 5 - 10 5 – 30 9. Aerasi (kincir/ha) 0 4 - 6 8 - > 8 ( a > 10 kipas ) 10. Pompa Stand by Mutlak Mutlak 11. Padat penebaran (PL20/M2) 3 - 4 10 - 15 30 – 40 ( > 100 ) 12. Sintasan (%) 65 70 70 ( > 90 ) 13. Prod. (ton/ha/MT) 0,6 – 1,0 2,0 – 6,0 6,5 – 10 ( > 25 ) 14. Pakan Alami Pakan alami + tambahan Pakan alami + buatan 15. Pencemaran lingkungan Kecil Sedang Besar – sangat besar 16. Risiko penyakit Kecil Sedang Besar – sangat besar 17. Tanah  Lempung/clay (%)  Debu/silt (%)  Pasir/sand (%) 25 35 40 15 - 20 25 - 30 50 - 60 10 20 70 PERSYARATAN TEKNIS TAMBAK UDANG
  • 21.
    Density Growth RateYield Food Oxygen Environment Temperature Species Sex Size Genetics Physiology pH Salinity Chemical Compos. Toxic Substrates X = $ Rp Ұ FACTOR AFFECTING FISH GROWTH Metabolites
  • 22.
    PERIKANAN PERTANIAN PETERNAKAN Limbah/Pakan Pupuk/ limbah RUMPUT Limbah Pupuk DiagramUsaha Pertanian Terpadu (Produktif, efisien, ramah lingkungan) Kamiso, 2005
  • 23.
    Rekayasa Budidaya 1. Desaindan konstruksi 2. Pembenihan (seleksi/breeding/hormon/rekayasa genetik) 3. Pengembangan pakan 4. Peningkatan kualitas air 5. Pengendalian penyakit 6. Penggunaan mineral, hormon, probiotik, immunostimulan, vaksin 7. Manajemen budidaya Diawali : Studi potensi, kelayakan, master plan lokasi budidaya
  • 24.
    HOW TECHNOLOGY CANINFLUENCE THE BUSINESS ? Business Cycle Business Activities Pervasive Development Disruptive Development Strategic inflection Continuous changes Slow changes
  • 25.
    HOW DYNAMIC ISTHE MARKET CHANGES ? Strong Continous Changes Strategic Inflection No Changes Gradual Changes Differentia Advantage Cost Advantage Weak Weak Strong Resistance Forces Changes Forces
  • 26.
    PERAN IPTEK DALAMPRODUKTIVITAS, KUALITAS DAN EFISIENSI USAHA (JAKA) U = H - (K + B + P + T +L) U = Keuntungan (19 – 48%) H = Pendapatan Kotor (100%) K = Konstruksi (Penyusutan 1,7 – 8,8%) B = Benih (17,5 – 23,5%) P = Pakan (27,7 – 41,2%) T = Tenaga Kerja (1,6 – 4,4%) L = Lain-lain + Bunga (3,5 – 12,5%) B/C rasio 1,19 – 1,48 (berbeda sangat nyata)
  • 27.
    PENDEKATAN USAHA BUDIDAYA 1.Lahan  Air (volume, debit, kualitas)  Tanah (jenis, tekstur, struktur) 2. Komoditas  Sifat biologi  Kualitas produk 3. Teknologi  Tradisional  Semi intensif  Intensif 4. Penanganan dan pengolahan 5. Pemasaran  Harga  Daya serap  Cara (rantai-mekanisme) 6. Sarana dan prasarana  Pengairan  Benih  Pakan  Transportasi & komunikasi  Energi  Kesehatan ikan dan lingkungan 7. SDM  Pengusaha/petani ikan  Tenaga ahli/pekerja 8. Kelembagaan  Pengusaha/petani ikan  Pembina  Modal  Pemasaran  IPTEK  Industri penunjang 9. Skala usaha dan skala produksi
  • 28.
    PENDEKATAN 1. Pendekatan komoditas a.Unggulan (prospek pasar tinggi) b. Andalan (kesesuaian agroekologi) c. Penunjang (optimalisasi, terpadu) 2. Sistem agribisnis a. Agro input b. Proses produksi (IPTEK) c. Penanganan dan pengolahan d. Pemasaran 3. Skala ekonomi agribisnis/agroindustri 4. Simplifikasi Padat tebar-sintasan(SR)-pertumbuhan- menguntungkan-berkelanjutan
  • 29.
    Pilih Produk Potensial Prediksi Harga Pengamatan/ Pertimbangan ProsesProduksi Pengamatan/ Pertimbangan Alternatif Teknologi Identifikasi Masalah Modal + Fasilitas Tentukan Produk Terbaik/Campuran Produk Terbaik dan Teknologi Terbaik Pertimbangkan Tujuan Perusahaan (Risiko, Profit, Pemasaran) Analisis Sensitivitas (Arah Penelitian dan Pengembangan, dll) Hitung Besarnya Keluaran (output) dan Kebutuhan Cash Flow TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PERUSAHAAN
  • 30.
    Studi Analisis HasilPenelitian & Pengembangan 1. Biologi : Eksperimen/ literatur 2. Fasilitas : Pengembangan /Perakitan 3. Perusahaan : Literatur dan Kunjungan 1. Sistem Biologi 2. Sistem Fisik 2. Sistem Harga MODEL SISTEM 1. Proyeksi Biaya/Harga 2. Optimasi 1. Tidak ada yang fisibel 2. Sebagian variabel optimal 3. Parameter paling sensitive 1. Sistem Biologi 2. Sistem Fisik 3. Sistem Biaya/Harga 3. Analisis Sensitivitas 4. Sebagian biaya tidak signifikan Pembuatan Model Diagram Pengembangan Model Sistem Budidaya 4. Estimasi Biaya/Harga
  • 31.
    Lokasi Sarana Produksi Proses Produksi Penanganan & Pengolahan Distribusidan Pemasaran 1. Ekosistem : laut, payau, tawar 2. Potensi (luas, produksi) 3. Tata ruang 4. Prasarana dan sarana pendukung 5. Peraturan perundangan 6. Program pembangunan 7. Kendala 1. Benih a. Jumlah b. Kualitas 1). Genetik 2). Fenotipik c. Waktu d. Harga e. Sumber dan ketersediaan 2. Pakan a. Jenis b. Kualitas c. Harga d. Sumber dan ketersediaan 3. Alat dan bahan 4. Kendala 1. Cara budidaya (kolam, tambak, jaka, dll) 2. Teknologi a. Intensif b. Semi intensif c. Tradisional 3. Komoditas a. Monokultur b. Polikultur 4. Terpadu 5. Jadwal budidaya (musim tanam) 6. Kapasitas produksi 7. Kendala 1. Ikan hidup 2. Ikan segar a. Utuh b. Fillet 3. Ikan olahan a. Tradisional b. Modern 4. Rantai dingin 5. Kendala 1. Orientasi pasar 2. Kreasi pasar 3. Kebutuhan dan kapasitas pasar 4. Harga 5. Mekanisme dan sistem pemasaran 6. Sarana transportasi/ distribusi 7. Jadwal panen dan produksi 8. Kendala MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN BUDIDAYA Unsur manajemen : 1. Manajemen produksi 2. Manajemen usaha
  • 32.
     PERTEMUAN 13. MATAKULIAH DASAR-DASAR BUDIDAYA PERAIRAN PROGRAM STUDI BDP 11 DESEMBER 2012
  • 33.
    Isu Penting a. Konflikvertikal dan horizontal b. Pencemaran lingkungan c. Wabah penyakit d. Kemampuan masyarakat e. Gangguan keamanan f. Keamanan konsumen (food safety) g. Persaingan pasar Prinsip Dasar a. Tata ruang/lokasi yang baik b. Daya dukung (carrying capacity) c. Aquaculture Engineering (AE) d. Suistanable Equilibrium Aquaculture (SEA) e. Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) • Good Practices Management (GPM) • Best Aquaculture Procedures (BAP) • Traceable • Pola Budidaya Sehat (PBS)
  • 34.
    PERLU 3. Peningkatan Aksesibilitas a.IPTEK b. Modal c. Saprokan d. Pasar a. Sistem budidaya/proses produksi b. Pemasaran 2. Menekan risiko 1. Kelembagaan dan Hukum (pembina dan penjamin)
  • 35.
  • 36.
    Masalah lokasi 1. Kondisifisik lokasi/tanah/lahan 2. Luas lahan 3. Tinggi tempat 4. Banjir 5. Pencemaran 6. Sumber air 7. Transportasi/perhubungan 8. Saprokan (terutama benih dan induk) 9. Pasar (pangsa – jarak – harga) 10.Keamanan 11.Sosekbud 12.Umur teknis (untuk udang intensif 3 -4 tahun) Pertimbangan utama 1. Tujuan budidaya 2. Skala usaha 3. Tingkat teknologi
  • 37.
    Pembangunan tempat budidayaharus memperhatikan : 1. Teknik budidaya 2. Proses dan skala produksi 3. Pemasukan air 4. Pembuangan air 5. Tata letak, desain, konstruksi Pemanfaatan air 1. Tenang/tidak ganti air 2. Ganti air 3. Mengalir 4. Deras 5. Resirkulasi (closed system, semiclosed system)
  • 38.
    Kegiatan pemeliharaan 1. Penyediaansarana produksi 2. Persiapan tempat budidaya 3. Pemasukan air 4. Penyuburan 5. Aklimatisasi, adaptasi, penggelondongan dan penebaran benih 6. Pengelolaan kualitas air, pakan dan kesehatan ikan 7. Pemanenan dan penanganan 8. Pemasaran
  • 39.
    Unsur-Unsur Rekayasa Budidaya 1.Desain dan konstruksi a. Efisiensi lahan b. Efisiensi biaya pembangunan c. Peningkatan daya dukung d. Peningkatan produktivitas e. Peningkatan kualitas produk f. Kemudahan operasional g. Efisiensi biaya operasional h. Peningkatan umur teknis i. Menjamin keberlanjutan usaha
  • 40.
    PEMILIHAN DAN PENANGANANBENIH  Benih sebagai faktor pembatas  Genotipik (Potensi) sifat unggul (ukuran pertumbuhan, efisien pakan, tahan goncangan lingkungan + penyakit, reproduksi, kualitas daging) Genotipik + Lingkungan Fenotipik (potensi) (teknik budidaya) (sintasan, pertumbuhan ukuran, produksi, produktivitas efisiensi, mutu hasil) Kualitas benih : Induk, cara pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva, umur, ukuran, kesehatan, SPF, SPR  Pemanenan, berok, trasnportasi, aklimatisasi, adaptasi, penggelondongan
  • 41.
    Pengelolaan Kualitas Air 1.Produksi dan produktivitas akuakultur tergantung volume dan kualitas air 2. Volume air menentukan daya dukung 3. Kualitas air mempengaruhi a. Daya dukung b. Tingkah laku c. Nafsu makan d. Efisiensi pakan (FCR) e. Kesehatan/daya tahan f. Pertumbuhan g. Reproduksi h. Kualitas hasil (tekstur dan rasa) 4. Pengelolaan kualitas air a. Meningkatkan volume (ganti, mengalir, resirkulasi) b. Menekan limbah/pencemar (pengendapan, penyaringan, sipon, ganti air, resirkulasi, probiotik) c. Meningkatkan kualitas air (semua tindakan termasuk aerasi, pemupukan, pengapuran, pengeringan dan penggantian tanah dasar, bahan kimia, probiotik)
  • 42.
    Manajemen Pakan Manajemen pakansangat enting karena 55-60% biaya operasional (intensif), 40% (semi intensif) Pakan untuk pertumbuhan, energi, proses fisiologi, kesehatan, kualitas daging Efisiensi pakan tergantung 1. Jenis pakan 2. Kualitas pakan 3. Jumlah/dosis 4. Waktu, cara dan frekuensi pemberian 5. Kualitas air (DO, suhu, NH3, H2S, redoks potensial dasar, racun lain) 6. Harga pakan konversi pakan (FCR) 7. Jumlah dan kualitas limbah 8. Kesehatan ikan
  • 43.
    Pemborosan pakan a. Penurunankualitas dalam penyimpanan (lemak dan protein tinggi, kadar air rendah mudah rusak) b. Tidak dimakan/sisa c. Konversi pakan (FCR) rendah
  • 44.
    Pengendalian Penyakit 1. Penyakit: proses yang menyebabkan ikan/udang tidak normal 2. Penyebab : a. Non infeksi (kualitas air, kurang pakan, genetik) b. Infeksi (parasit, jamur, protozoa, bakteri, virus) 3. Pengendalian a. Diagnosis : mengetahui penyebab secara cepat, tepat dan efisien b. Metode : mencegah, menyembuhkan, memberantas c. Teknik : 1) Mencegah serangan (sanitasi, SPF) 2) Mengurangi jumlah dan keganasan (kualitas air, probiotik) 3) Meningkatkan ketahanan ikan/udang (immunostimulan, vaksin, pakan, probiotik, obat-obatan, seleksi/breeding, SPR) 4) Mengobati (suntik, rendam, oral) 5) Mencegah penularan/penyebaran (sanitasi, memusnahkan ikan sakit dan karier, menutup kegiatan sementara) (Prinsip biosecurity, biosafety, bioterorism) 4. Pola Budidaya Sehat (PBS), dengan GPM, BAP, SEA, CCRF
  • 45.
  • 46.
    Pendorong Wabah Penyakit 1.Lokasi tidak tepat 2. Luas lahan melebihi daya dukung, tidak ada daerah penyangga 3. Air bersih terbatas 4. Limbah melampaui daya dukung kawasan 5. Padat tebar melampau daya dukung 6. Frekuensi pemeliharaan tinggi 7. Kualitas benih rendah 8. Tidak menerapkan Pola Budidaya Sehat (PBS) 9. Tidak menerapkan prinsip karantina dan IRA Lingkungan Patogen Inang Wabah
  • 47.
    Tujuan utama pengendalian: 1. Merubah dari sistem budidaya tidak ramah lingkungan ke ramah lingkungan Intensif Input dan output tidak seimbang Akibatnya : 1. Penurunan kualitas lingkungan 2. Wabah penyakit Intensif Input dan output seimbang Dengan penerapan : 1. GPM/BAP 2. CCRF 3. SEA “Pola Budidaya Sehat (PBS)” Budidaya tradisional Input dan output seimbang Menjadi Budidaya tradisional Input dan output seimbang
  • 48.
  • 49.
    BT BSI BI Input Output SteadyStok O I = 1,0 Imbalance I O > 1,0 BT = Budidaya tradisional BSI = Budidaya semi intensif BI = Budidaya intensif = Limbah harus dikelola secara bertanggungjawab BT BSI BI Imbalance O I > 1,0 DIAGRAM KESEIMBANGAN INPUT DAN OUTPUT
  • 50.
    Pengendalian Penyakit Ikan Tata Ruang,Zona Budidaya Master Plan, Detail desain, Konstruksi Penyediaan Benih Unggul (SPF, SPR) Penyediaan & Pengelolaan Pakan Penyediaan dan penggunaan sarana kesehatan ikan (Obat- obatan, desinfektan, Vaksin, Immunostimulan, Vitamin, Probiotik) Food safety (residu obat, pencemaran, zoonosis) Pola Budidaya Sehat Produktif, berkualitas, efisien, risiko rendah, menguntungkan, berkesinambungan Manajemen budidaya ikan Diagram Peran Pengendalian Penyakit Ikan dalam Budidaya Ikan Pengelolaan Lahan & Air
  • 51.
    ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYANILA MERAH (KOLAM) No Keterangan Jumlah A. BIAYA 1.Investasi 2.Operasional Permusim Tanam (4 bulan) Rp. 15.340.000,- Rp. 52.796.220,- B. PENDAPATAN PER MUSIM TANAM Rp. 60.000.000,- C. PERHITUNGAN UNTUNG RUGI (1 Tahun = 3 masa tanam) 1. Pengeluaran 2. Pendapatan 3. Keuntungan Rp. 124.932.600,- Rp. 180.000.000,- Rp. 55.067.400,- D. B/C Ratio 1,44 E. Pembayaran Kembali Modal 0,95 tahun F. Pengembalian Investasi 104,30% G. Titik Impas (BEP=Break Even Point) 1.Pendapatan = Pengeluaran 2.Pengeluaran/pendapatan x 100% 3.Produksi per tahun 4.Produksi per musim Rp. 24.932.620,- 69,41% 19.990,80 kg 6.663,36 kg
  • 52.
    No Uraian Ukuran6 x 6 Ukuran 3 x 3 Jumlah Nilai (Rp) Jumlah Nilai (Rp) 1. Konstruksi 1 unit 1.086.500 1 unit 540.000 2. Biaya tetap a.Penyusutan b.Perawatan 1 unit 1 unit 360.000 45.000 1 unit 1 unit 180.000 30.000 3. Biaya Operasional a.Benih * b.Pakan ** 750 kg 5.625 kg 3.000.000 4.218.750 300 kg 2.250 kg 1.200.000 1.687.500 4. Bunga modal (12% flat) 1 unit 435.330 1 unit 345.500 5. Total biaya 1 unit 8.059.080 1 unit 3.243.000 6. Penerimaan kotor 4.500 kg 10.125.000 1.800 kg 4.050.000 7. Keuntungan ( 6 – 5 ) 1 unit 2.065.920 1 unit 807.000 8. B/C Ratio 1,26 1,25 9. BEP 3.581,81 1.441,73 Keterangan : * Penebaran 250 kg/petak/MT, ukuran 6 x 6 m2 dan 100 kg/petak/MT, ukuran 3 x 3 m2 ** Konversi pakan = 1,5 (di atas ujicoba 1,41 – 1,49) ANALISIS EKONOMI USAHA JARING APUNG DI WADUK SERMO DALAM 1 TAHUN (3 KALI PEMELIHARAAN)
  • 53.
    No. Uraian VolumeHarga/Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 1. Biaya Produksi a. Benur/tokolan b. Pakan c. Bahan bakar d. Pupuk organik e. Kapur f. Obat-obatan g. Perawatan h. Monitoring i. Tenaga kerja j. Lain-lain 1.200.000 25.500 14.400 12.000 6.000 24 6 6 1 6 60,- 8.000,- 1.050,- 500,- 250,- 500.000,- 600.000,- 750.000,- 46.800.000,- 300.000,- 72.000.000,- 201.600.000,- 15.120.000,- 6.000.000,- 1.500.000,- 12.000.000,- 3.600.000,- 4.500.000,- 46.800.000,- 1.800.000,- Jumlah 1 364.920.000,- 2. Biaya Investasi a. Penyusutan b.Bunga bank (Investasi) c. Bunga bank (produksi) 1 9 9 92.669.000,- 548.345.000,- 364.920.000,- 92.669.000,- 49.351.050,- 32.842.800,- Jumlah 2 174.862.850,- Jumlah 1 + 2 539.782.850,- 3. Pendapatan tambak 21.000 50.000,- 1.050.000.000,- 4. Laba 510.217.150,- 5. Rasio = Laba : Biaya 0,9452 PERHITUNGAN RUGI LABA USAHA TAMBAK PER MUSIM TANAM
  • 54.
    ANALISIS EKONOMI/USAHA BUDIDAYA KERAPU A.BIAYA 1.Biaya Investasi Rakit Rp 15 juta/unit x 4 unit = Rp 60.000.000,- Rumah jaga = Rp 30.000.000,- Jaring Rp 2,5 juta/rol x 20 rol = Rp 50.000.000,- Perahu = Rp 35.000.000,- Lain-lain = Rp 35.000.000,- Sub total = Rp 200.000.000,- 2. Biaya tetap Penyusutan Rp 200 juta/5 th/1,5 th = Rp 60.000.000,- Biaya Rp 200 juta x 0,15 (bunga) x 1,5 = Rp 45.000.000,- Sub total = Rp 105.000.000,- 3. Biaya Operasional Benih Rp 10.000/ekor x 10.000 (SR =80%) = Rp 100.000.000,- Pakan Rp 10.000/kg x 4 ton (FCR 1,6) = Rp 64.000.000,- Upah Rp 1 juta/bln x 3 orang x 18 bln = Rp 54.000.000,- Lain-lain Rp 5 juta/bln x 18 bln = Rp 90.000.000,- Sub Total = Rp 308.000.000,- Total = Rp 613.000.000,-
  • 55.
    B. Pendapatan Kotor Rp0,25 juta/kg ikan x 4.000 kg = Rp 1.000.000.000,- C. Pendapatan Bersih Produksi I (B – A) = Rp 387.000.000,- D. Pendapatan Bersih Produksi II & selanjutnya (B–(A-(1)) = Rp 587.000.000,-
  • 56.
    ANALISIS EKONOMI Analisis UsahaBudidaya Rumput Laut Target Produksi - Lama pemeliharaan 1,5 bulan - Berat panen basah 32.400 kg - Berat kering (1 : 8) 4.050 kg - Harga jual = Rp. 4.500,- /kg Pendapatan - Penerimaan Rp 4.500,- x 4.050 kg = Rp 18.225.000,- - Biaya tetap = Rp 664.715,- - Biaya variabel = Rp 4.680.000,- - Pendapatan margin = Rp 12.880.285,- - B/C rasio = 3,4 1 tahun 5 – 7 MT
  • 57.
    BUDIDAYA NILA MERAH I.PENDAHULUAN 1. Prospek pemasaran sangat bagus (dalam dan luar negeri) 2. Tekstur daging baik, rasa enak, disukai masyarakat 3. Di Jepang diolah menjadi sekitar 20 jenis makanan II. BIOLOGI 1. Dapat hidup di air tawar, payau dan air laut, melalui adaptasi 2. Suhu air yang baik 20-32 ºC, pH 7-8 3. Tahan oksigen rendah, tetapi optimum di atas 3 ppm 4. Induk dicapai umur 8-10 bulan, bertelur setiap 5-8 minggu 5. Produksi telur 1000-2000 butir/ekor (induk 125-350 gr) 6. Menetas 2-5 hari pada suhu 24-33 ºC, kantung telur habis 2-6 hari
  • 58.
    III. BUDIDAYA 1. Nilamerah dapat dibudidayakan di kolam, tambak maupun jaring apung 2. Luas kolam 100-2.500 m2, kedalaman air 0,5 – 1,5 m 3. Kolam perlu pengeringan, pengolahan tanah, pemupukan (pupuk kandang 0,5-0,7 kg/m2, urea 0,4 g/m2, TSP 1 g/m2 dan kapur 0,1-0,15 kg/m2). 4. Pengisian air bertahap, 30-50 cm selama 5-7 hari (tumbuh plankton) 5. Apabila hanya tergantung pakan tambahan (semi intensif/intensif) dapat dipelihara di air mengalir (10-100 l/detik) 6. Pakan pelet sekitar 10-20% berat/hari (benih di bawah 10 gr/ekor), 3-5% (benih di atas 20 gr/ekor) - Kandungan protein pakan 24-30% - Lemak 8-13% - Karbohidrat 49-50% 7. Waktu Pemeliharaan 3-6 bulan, tergantung ukuran benih dan ukuran panen 8. Permintaan pasar 150-300 g/ekor (benih 10 g/ekor, 4-5 bulan) 9. Untuk ekspor : di atas 600 g/ekor (sekitar 8 bulan)
  • 59.
    10. Laju sintasan(survivel rate) 50-99%, tergantung ukuran benih dan lama pemeliharaan 11. Produksi : a. Tradisional : 800 kg/ha/MT b. Semi intensif (dosis pupuk tinggi) : 2,5 ton/ha/MT c. Intensif (pelet) : 5-6 ton/ha/TM atau lebih 12. Perhitungan ekonomi a. Kolam 2.500 m2, produksi 9.600 kg/MT(6 bulan) b. Investasi Rp 15 juta, operasional Rp 37 juta/MT c. Pendapatan Rp 60 juta/MT d. Keuntungan bersih Rp 55 juta/th, B-C ratio 1,44 13. Masalah penyakit protozoa, jamur, bakteri 14. Pengendalian PK, CuSO4 NaCl (garam dapur), antibiotik
  • 60.
    No. Uraian UkuranKaramba Jaring Apung 6 x 6 m 3 x 3 m 3 x 3 m 1. Penebaran a. Berat total (kg) b. Jumlah total (ekor) c. Berat individu (gr) 200 4.625 43,24 98 1.783 53,96 114 2.521 45,22 2. Berat total (kg) tiap 2 minggu a. Minggu ke 2 (berat (kg) & SR (%) b. Minggu ke 4 c. Minggu ke 6 d. Minggu ke 8 e. Minggu ke 10 305 & 56,06 476 & 37,18 653 & 37,21 896 & 21,32 1.087 & 17,94 147 & 46,94 216 & 28,24 277 & 36,10 377 & 15,38 435 & 22,75 157 & 56,05 245 & 32,65 325 & 27,29 325 & 22,14 546 & 19,27 DATA HASIL UJICOBA PEMELIHARAAN NILA MERAH DALAM JARING APUNG 3. Panenan (12 minggu) a. Berat total (kg) b. Jumlah total (ekor) c. Berat individu (g) d. Laju pertumbuhan (%) 1.282 4.312 297,31 17,94 534 1.731 308,49 22,76 651 2.429 268,01 19,23 4. Produksi bersih 1.082 436 537 5. Rasio berat panen-tebar 6,41 5,45 5,71 6. Berat pakan total (kg) 1,522 651 766 7. Konversi pakan (FCR) 1,41 1,49 1,43 8. Kelulushidupan (%) 93,23 97,08 96,25
  • 61.
    BUDIDAYA UDANG GALAH (UdangAir Tawar) 1. KOLAM (1.000 – 2.500 m2 Kolam ipukan (50 ekor/m2) → 1-2 bulan Kolam pembesaran (10-15 ekor/m2) → 3 bulan Air selalu mengalir Pemberian pakan 2-4 kali/hari 2. PEMELIHARAAN Kedalaman 80-100 m Syarat air : pH 7,5 – 8,5; suhu 22 – 32 °C Pengeringan dan pemupukan (1 kg/10 m2) Pematang harus rapat Air masuk harus disaring 3. PANEN Kelulushidupan 60% size 30 ekor/kg Produksi 2-3 ton/periode Harga Rp. 35.000 – 45.000/kg
  • 62.
  • 63.
    PENDAPATAN USAHA PERIKANAN IncrementalCapital Output Ratio (ICOR) 1. Perikanan : 3,55 2. Holtikultura : 3,60 3. Tanaman pangan : 3,90 4. Perkebunan : 3,95
  • 64.
    PERIKANAN 1. Perikanan laut: tuna/cakalang = 2,80 2. Perikanan laut lain = 3,50 3. Budidaya ikan laut = 3,95 4. Budidaya rumput laut = 3,85 5. Pembenihan ikan laut = 3,05 6. Penangkapan lobster = 3,25 7. Budidaya air tawar = 3,55 8. Budidaya air payau = 3,15 9. Budidaya udang = 2,75
  • 65.
    PERMASALAHAN DLM PENGEMBANGAN PERIKANANBUDIDAYA • Kebijakan • Teknis • Sosek • Sumberdaya • Financial • Institusional
  • 66.
    1. PERMASALAHAN KEBIJAKAN 1.Kebijakanriset belum kondusif 2. Implementasi tata ruang lemah 3. Pengertian “Product safety” lemah 4. Orientasi riset jangka pendek
  • 67.
    2. PERMASALAHAN TEKNIS •Pasok benih kualitas & kuantitas • Penyakit • Pakan, bhn baku masih impor • Data statistik kuarang akurat • Infrastuktur hatchery, pbr.pakan, Cold Strg • SDM
  • 68.
    PETA DISTRIBUSI LABORATORIUMPCR DI INDONESIA LBAT Ujung Bate (*) 1. Diskan Sumut (**) 2. SKI Polonia (*) BBAT Sungai Gelam BBL Lampung 1. Lab. Mol. Ps. Minggu 2. BKI Cengkareng 3. PT. Charor Phokphan 1.BBAT Sukabumi 2.IPB Bogor 3.BP Karawang 4.Diskan Indramayu 5.BPBPLAPU Karawang UGM 1.BBPBAP Jepara 2.BPBAP Tegal (*) 1.BBAP Situbondo 2. SKI Juanda 3. BPBAP Bangil 4. Unair Surabaya 5. APS Sidoarjo (*) 6. PT. Tirtamutiara Makmur BBRPP Gondol 1. LBAT Mandiangin 2. Diskan Prop (**) Diskan Tarakan (**) 1. BBAP Takalar 2. BKI Hasanudin 3. BRPP Maros 4. UPBAP Pangkep Jumlah Lab. PCR : 31 Keterangan: (*) Belum Operasional (**) Dalam Proses Pengadaan
  • 69.
    3. PERMASALAHAN SOSEK •Perlu modal besar • Keamanan investasi blm kondusif • Konflik pemanfaatan lahan • Insentif berusaha blm mendukung • Pungutan terlalu banyak jenisnya • Pasar masih terbatas
  • 70.
    4. PERMASALAHAN SUMBERDAYA • SD air terbatas • Peruntukan sumber sengketa • Polusi semakin meningkat
  • 71.
    5. PEMASALAHAN FINANSIAL •Kridit lunak belum tersedia • Tersedia kridit komersil, syarat memberatkan • Protokol pengajuan kridit dirasa rumit • Adanya Persepsi usaha BD tidak bankable
  • 72.
    6. PERMASALAHAN INSTITUSIONAL •Kerjasama R&D belum solid • Fasilitas Riset belum memadai • Penyebaran instansi R & D blm merata • Orientasi riset komersil rendah
  • 73.
    POTENSI BUDIDAYA JENIS BDDY POT LUAS (HA) PEMANF. LUAS(HA) PEMANF. % LAUT 24.528.000 400 0,0016 TAMBAK 913.000 411.230 45,426 KOLAM 375.000 68.690 18,317 PER. UMUM 550.000 51 0,0093 SAWAH 240.000 141.270 58,860
  • 74.
    PERATURAN UU  UUNo. 9/1985 tentang Perikanan disempurnakan UU No. 31/2004  UU No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah  UU No. 6/1968 jo No. 12 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri  UU No. 1/1967 jo No. 11/1970 tentang Penanaman Modal Asing  PP No. 54/2002 tentang Usaha Perikanan  UU No. 23/1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup  PP No. 19 Tahun 1999. Pengend Pencemaran & Perusakana Laut  PERDA (Kabupaten/Kota) tentang Tata Ruang
  • 75.
    BENIH UNGGUL  Tumbuhcepat: waktu pemeliharaan pendek  Efisien pakan: konversi pakan rendah  Daya tahan: salinitas, oksigen rendah, penyakit dll. Cara: 1. Persilangan dan Seleksi 2. Rekayasa genetik
  • 76.
    SUMBER AIR 1. AIRTANAH: 2. AIR PERMUKAAN a. Mata air b. Depresi di bawah muka air tanah c. Sumur a. Aliran air : sungai, anak sungai, saluran b. Telaga, danau, waduk, dam, rawa c. Laguna dan laut
  • 77.
    VARIABEL AIR 1. KUANTITAS:AWAL DAN MENGGANTI REMBESAN DAN PENGUAPAN MENGGANTI REMBESAN DAN PENGUAPAN, DAN MENGALIR 1. KUALITAS ATAU MUTU AIR
  • 78.
    KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN SUMBERAIR KETERANGAN AIR TANAH AIR PERMUKAAN 1. POLUSI BEBAS TERPOLUSI 2. SUHU STABIL BERFLUKTUASI 3. OKSIGEN RENDAH TINGGI 4. MINERAL RENDAH TINGGI 5. CO2 TINGGI BERFLUKTUASI 6. H2S & CH4 TINGGI BERFLUKTUASI 7. KANDUNGAN Fe TINGGI BERFLUKTUASI
  • 79.
    PERSYARATAN KUALITAS AIR VARIABELIKAN AIR TAWAR*) UDANG AIR LAUT**) 1. SUHU (oC) 25 – 35 26 – 30 2. KECERAHAN (cm) 30 – 40 3. OKSIGEN (mg/l) > 3 5 – 6 4. CO2 (mg/l) < 5 < 10 5. pH 6,5 – 9,0 7,5 – 8,5 6. ALKALINITAS (mg/l) 20 – 150 > 80 7. KESADAHAN (mg/l) 20 – 150 > 80 8. H2S (mg/l) < 0,03 < 0,03 9. NH3 (mg/l) < 0,1 < 0,1 10. SALINITAS (ppt) 10 - 30 *) Boyd dan Lichkoppler, 1979: Fish Pond Management **) Chanratchakool et al., 1993: Healt Management in Shrimp Ponds
  • 80.
    PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA(1) KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK, KOLAM KARAMBA JARING APUNG 1. PERSIAPAN 1. Pengeringan 2. Perbaikan pematang, pintu air & saringan 3. Pengol. tanah 4. Pengapuran 5. Pemupukan 6. Pengisian air 1. Pengeringan 2. Perbaikan pematang, pintu air & saringan 3. Pencucian- hama & Pengapuran 4. Pengisian air 1.Perbaikan kerangka & titian 2.Perbaikan jaring, ceking lubang & rentangan 2. BENIH 1. Jenis, sumber 2. Jumlah, umur, ukuran 3. Angkut, adaptasi, kesehatan 4. Tebar: waktu 1.Jenis, sumber 2.Jumlah, umur, ukuran 3.Angkut, adaptasi, kesehatan 4.Tebar: waktu 1.Jenis, sumber 2.Jumlah, umur, ukuran 3.Angkut, adaptasi, kesehatan 4.Tebar: waktu
  • 81.
    PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA(2) KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK, KOLAM PERMANEN KARAMBA JARING APUNG 3. PENGAIRAN 1.Mempertahank an kedalaman air 1.Tetap/Ganti air 2.Kualitas air 1. Cek lubang 2. Kualitas air 4. PUPUK & PAKAN 1. Pupuk susulan dan pakan tambahan 2. Sampling & SR pertumbuhan 1.Pakan buatan: ransum & frekuensi 2.Sampling & SR pertumbuhan 1. Pakan buatan: ransum & frekuensi 2. Sampling SR & pertumbuhan 5. HAMA & PENYAKIT 1. Ular, belut, burung, lingsang 2. Plankton & tumbuhan air 1.Pencegahan 2.Cek dini penyakit bakteri, virus 1. Pencegahan 2. Cek dini penyakit bakteri, virus 3. Pencuri
  • 82.
    PENGELOLAAN TEKNIK BUDIDAYA(3) KEGIATAN KOLAM TANAH TAMBAK, KOLAM PERMANEN KARAMBA JARING APUNG 6. TINDAKAN LAIN 1.Aaerasi 2.Bioremedasi 1. Aerasi 7. PANEN 1. Grading 2. Pemberokan 1.Total 2.Grading 1. Total 2. Grading 8. KINERJA 1. SR, 2. Pertumbuhan 3. Konversi pkn 4. Produksi 1.SR, 2.Pertumbuhan 3.Konversi pkn 4.Produksi 1.SR, 2.Pertumbuhan 3.Konversi pkn 4.Produksi
  • 83.
  • 84.
  • 85.
  • 86.
    The longest RIVERcage culture in the world located at Kalimantan
  • 87.
  • 88.
  • 89.
  • 91.
    KARAMBA JARING APUNG JARINGRANGKAP 1. IKAN MAS 2. IKAN NILA
  • 92.