Citraan adalah salah satu sarana kepuitisan
yang digunakan oleh penyair untuk
memperkuat gambaran pikiran dan perasaan
pembaca. Sarana ini berkaitan erat dengan
pengalaman inderawi penyair atas objek-
objek yang disebutkan atau diterangkan
dalam puisi.
CITRAAN
Citraan bersifat deskriptif dan imajinatif yang
diwujudkan dalam bentuk kebendaan melalui kata. Jika
dilihat dari fungsinya, maka hadirnya sebuah citraan
bisa mengundang kembali ingatan pembaca atas
berbagai pengalaman inderawi yang pernah dirasakan.
CITRAAN
 Dalam membangun sebuah citraan yang menggugah
perasaan, seorang penyair dapat melakukannya
dengan dua cara , yaitu melalui deskripsi dan
perlambangan (metafora)
Citraan penglihatan (Visual Imagery)
 Citraan yang ditimbulkan oleh indra
penglihatan(mata). Citraan ini merupakan jenis
yang paling sering digunakan penyair. Citraan ini
mampu memberikan rangsangan kepada indra
penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat
menjadi seolah-olah terlihat.
Contoh :
Kulihat tempat yang indah di mentari
Citraan Pendengaran (auditory
imagery)
 Citraan yang berhubungan dengan kesan dan
gambaran yang diperoleh melalui indra
pendengaran.Citraan ini dihasilkan dengan
menyebutkan atau menguraikan bunyi
suara, misalnya dengan munculnya diksi
tembang, dendang, mengiang, berdentum, dll.
Contoh :
Suaranya yang menggelegar cetar membahana
Citraan Perabaan (Tactual)
 Citraan yang dapat dirasakan oleh indra
peraba (kulit). Pada saat kita membaca puisi
kita dapat menemukan diksi yang
membawa kita seolah-olah merasakan apa
yang disyairkan.
Contoh:
Pedih dan perih merasuki sukma
Citraan Penciuman (alvaktory)
Citraan yang dapat dirasakan oleh indra
penciuman. Dengan membaca kata-kata
tertentu dalam puisi kita seperti mencium
bau sesuatu.
Contoh:
Harum semerbak aroma tubuhnya
Citraan Pencecapan(gustatory)
Yaitu citraan yang muncul dari puisi
sehingga kita seakan-akan mencicipi
suatu benda yang menimbulkan rasa
pahit, manis, asam, pedas, dll.
 Contoh:
 Neraka adalah rasa pahit di
mulut (Subagio Sastrowardoyo)
Citraan Gerak (kineistetik)
Adalah citraan yang ditimbulkan oleh
gerak tubuh sehingga kita merasakan
atau seolah melihat gerakan tersebut.
 Contoh:
Kulapangkan dada dan kukepalkan
tangan
Contoh lengkap Puisi dengan
Citraan :
Kulihat sawah yang membentang luas
Kudengar suara kicauan burung yang ramai
Angin dari timur mulai berhembus dan
dinginnya menusuk tulang
Kucium aroma yang dibawa angin itu
Sangat pahit rasanya
Aku berlari sampai akhirnya aku menyadari
bahwa semuanya itu hanyalah mimpi

CITRAAN

  • 1.
    Citraan adalah salahsatu sarana kepuitisan yang digunakan oleh penyair untuk memperkuat gambaran pikiran dan perasaan pembaca. Sarana ini berkaitan erat dengan pengalaman inderawi penyair atas objek- objek yang disebutkan atau diterangkan dalam puisi.
  • 2.
    CITRAAN Citraan bersifat deskriptifdan imajinatif yang diwujudkan dalam bentuk kebendaan melalui kata. Jika dilihat dari fungsinya, maka hadirnya sebuah citraan bisa mengundang kembali ingatan pembaca atas berbagai pengalaman inderawi yang pernah dirasakan.
  • 3.
    CITRAAN  Dalam membangunsebuah citraan yang menggugah perasaan, seorang penyair dapat melakukannya dengan dua cara , yaitu melalui deskripsi dan perlambangan (metafora)
  • 4.
    Citraan penglihatan (VisualImagery)  Citraan yang ditimbulkan oleh indra penglihatan(mata). Citraan ini merupakan jenis yang paling sering digunakan penyair. Citraan ini mampu memberikan rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat. Contoh : Kulihat tempat yang indah di mentari
  • 5.
    Citraan Pendengaran (auditory imagery) Citraan yang berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran.Citraan ini dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi tembang, dendang, mengiang, berdentum, dll. Contoh : Suaranya yang menggelegar cetar membahana
  • 6.
    Citraan Perabaan (Tactual) Citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat kita membaca puisi kita dapat menemukan diksi yang membawa kita seolah-olah merasakan apa yang disyairkan. Contoh: Pedih dan perih merasuki sukma
  • 7.
    Citraan Penciuman (alvaktory) Citraanyang dapat dirasakan oleh indra penciuman. Dengan membaca kata-kata tertentu dalam puisi kita seperti mencium bau sesuatu. Contoh: Harum semerbak aroma tubuhnya
  • 8.
    Citraan Pencecapan(gustatory) Yaitu citraanyang muncul dari puisi sehingga kita seakan-akan mencicipi suatu benda yang menimbulkan rasa pahit, manis, asam, pedas, dll.  Contoh:  Neraka adalah rasa pahit di mulut (Subagio Sastrowardoyo)
  • 9.
    Citraan Gerak (kineistetik) Adalahcitraan yang ditimbulkan oleh gerak tubuh sehingga kita merasakan atau seolah melihat gerakan tersebut.  Contoh: Kulapangkan dada dan kukepalkan tangan
  • 10.
    Contoh lengkap Puisidengan Citraan : Kulihat sawah yang membentang luas Kudengar suara kicauan burung yang ramai Angin dari timur mulai berhembus dan dinginnya menusuk tulang Kucium aroma yang dibawa angin itu Sangat pahit rasanya Aku berlari sampai akhirnya aku menyadari bahwa semuanya itu hanyalah mimpi