By : Sherinne
Pengertian Tari Kreasi 
Kata kreasi berasal dari bahasa Inggris yaitu to 
create yang artinya suatu karya cipta, daya 
khayal sebagai sebuah fikiran atau kecerdasan 
akal manusia. Kemampuan berkreasi dan 
mencipta itu disebut kreatifitas, sedangkan 
orang yang memiliki kemampuan berkreasi dan 
mencipta disebut kreatif. Orang yang mampu 
mencipta atau menyusun tari disebut 
Koreografer dan hasil atau susunan tarinya 
disebut koreografi.
Dalam menyusun ide atau gagasan kedalam sebuah kreasi 
tari diperlukan persiapan khusus tentang pengetahuan 
tentang tari daerah sehingga dapat menjadi dasar pijakan 
untuk menemukan bentuk yang lain atau kreasi yang baru. 
Dalam kehidupan sehari-hari misalnya pergaulan muda-mudi, 
persahabatan dan lain sebagainya dapat menjadi 
gagasan atau ide didalam sebuah karya tari.
Tari Kreasi Baru adalah tari-tari klasik yang dikembangkan 
sesuai dengan perkembangan jaman dan diberi nafas 
Indonesia baru. Contoh tari kreasi baru adalah karya-karya 
dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo 
dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta. 
Contoh : Tari Kupu-Kupu, Tari Merak, 
Tari Roro Ngigel, Tari Ongkek Manis, Tari Manipuri, Tari 
Roro Wilis,dll.
Pada garis besarnya tari kreasi 
dibedakan menjadi dua golongan yaitu: 
 Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi 
Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah 
tari tradisi, baik dalam koreografi, 
musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik 
pentasnya. Walaupun ada pengembangan tidak 
menghilangkan esensiketradisiannya. 
 Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi) 
Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola 
tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan 
busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian 
ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti 
sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, 
mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada 
konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga 
tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin 
“modo” yang berarti baru saja.
Cara membuat penyusunan ide atau gagasan 
untuk mewujudkan sebuah kreasi, antara lain : 
 Landasan kreasi tari (tema) dapat diambil dari kehidupan 
sehari-hari, permainan tradisi, peniruan alam dan 
binatang, dongeng dan cerita. Tema adalah isi atau poko 
dari tarian. Tema tentang kehidupan sehari-hari seperti 
gembira, sedih dan lain-lain. Tema tentang permainan 
tradisi seperti “maggasing” (main gasing). Tema kejadian 
alam seperti banjir, sunami, hujan dan lain-lain. Tentang 
binatang seperti kupu-kupu, kodok dan lain-lain. 
 Mengadakan eksplorasi gerak berdasarkan tema yang 
sudah ditentukan, kemudian dikembangkan geraknya. 
Eksplorasi adalah penjajakan tentang gerak yang akan 
dipakai. Tentukan gerak yang sudah dikembangkan 
untuk kemudian disusun dan dirangkai kedalam satu 
susunan ragam gerak tari.
 Improvisasi, dilakukan dengan cara spontan atas dasar 
intuisi atau perasaan berdasarkan tema tarinya. Untuk 
memudahkan menghafal geraknya maka setiap gerak 
terdiri dari delapan hitungan. 
 Membuat Pola Lantai yang akan dipakai misalnya pola 
lantai garis lengkung (lingkaran), dan pola lantai garis 
lurus (bentuk V, U, diagonal dll). 
 Menyesuaikan gerak dengan m usik mengiringi tari, baik 
musik rekaman (musik yang sudah jadi) maupun musik 
langsung. Kecocokan dan keselarasan antara musik dan 
tari merupakan konsep yang pokok baik dalam tari 
tradisional maupun tari kreasi baru. Keselarasan ini 
dapat dilihat pada irama dan temponya sehingga 
gerakan itu dirasa nyaman sesuai dengan tema tari.
 Mencarikan kostum atau tata busana yang sesuai 
dengan tema tarinya, artinya kostum atau pakaian 
pertunjukan memiliki makna tersendiri , yang umumnya 
berbeda dengan pakaian sehari-hari. 
 Adakah properti (kipas, selendang, tombak, dll) yang 
dipergunakan didalam kreasi tari. Properti bisa berupa 
alat tersendiri seperti tersebut di atas dan bisa pula 
bagian dari tata busana yang bisa digerakkan ketika 
menari. 
 Mengatur komposisinya (elemen-elemen seni) sehingga 
menjadi satu bentuk kesatuan yang harmonis, tidak saja 
pada gerak tetapi juga musik, kostum, properti dan 
panggung pertunjukan yang akan dipergunakan.
Tari Kreasi Baru didalamnya terkandung tema, gerakan, kostum, 
ataupun tata riasnya. Pada dasarnya dalam penciptaan tari tidak 
mungkin benar-benar meninggalkan unsur tradisional. Artinya, 
suatu tari kreasi baru bisa saja hanya dalam temanya saja yang 
baru atau berubah, sedangkan unsur kostum masih mengambil 
dari unsur tadisional. Misalnya, Tari Anoman Obong, tema dan 
tokohnya masih mengambil cerita tradisonal, tetapi gerakan dan 
kostumnya bisa saja dengan kreasi baru. 
Salah satu unsur seni tari adalah adanya pola atau tema. Untuk 
memperjelas tema sebuah tarian dapat dilakukan dengan 
beberapa cara, antara lain melalui gerakan tubuh, isi cerita, 
kostum pemain-pemainnya, atau dengan properti lainnya.
Kostum merupakan salah satu unsur seni tari yang dapat 
memperjelas isi atau tema sebuah tarian. Menurut 
fungsinya penggunaan kostum terbagi menjadi 2 yaitu : 
a. Kostum yang berfungsi untuk menjelaskan karakter. 
b. Kostum yang berfungsi untuk pendukung (aksesoris) saja 
Yang termasuk dalam kostum adalah tata rias wajah penari 
ataupun jenis topeng yang digunakan untuk menari. 
Selain kostum, dalam tari dikenal pula properti, yaitu 
perlengkapan yang memang harus ada dalam tari-tari 
tertentu. Contoh : piring dan lilin dalam tari piring.
Kostum meliputi tata busana dan tata rias. 
Properti merupakan perlengkapan yang digunakan dalam 
membawakan tarian. 
Langkah-langkah menampilkan tari kreasi baru, antara lain : 
a. Menyusun tari kreasi baru secara kelompok 
b. Latihan menarikan tari kreasi baru tersebut dengan 
musik 
c. Persiapan pementasan 
d. Menampilkan tari kreasi baru pada saat perayaan atau 
pentas seni
Tari Betawi
Tari Merak dari Bandung
Tari Tor Tor dari Sumatra Utara
Tari Jawa Tengah
Tari kreasi

Tari kreasi

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Tari Kreasi Kata kreasi berasal dari bahasa Inggris yaitu to create yang artinya suatu karya cipta, daya khayal sebagai sebuah fikiran atau kecerdasan akal manusia. Kemampuan berkreasi dan mencipta itu disebut kreatifitas, sedangkan orang yang memiliki kemampuan berkreasi dan mencipta disebut kreatif. Orang yang mampu mencipta atau menyusun tari disebut Koreografer dan hasil atau susunan tarinya disebut koreografi.
  • 3.
    Dalam menyusun ideatau gagasan kedalam sebuah kreasi tari diperlukan persiapan khusus tentang pengetahuan tentang tari daerah sehingga dapat menjadi dasar pijakan untuk menemukan bentuk yang lain atau kreasi yang baru. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya pergaulan muda-mudi, persahabatan dan lain sebagainya dapat menjadi gagasan atau ide didalam sebuah karya tari.
  • 4.
    Tari Kreasi Baruadalah tari-tari klasik yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman dan diberi nafas Indonesia baru. Contoh tari kreasi baru adalah karya-karya dari Bagong Kusudiarjo dari padepokan Bagong Kusudiarjo dan Untung dari sanggar kembang sore dari Yogyakarta. Contoh : Tari Kupu-Kupu, Tari Merak, Tari Roro Ngigel, Tari Ongkek Manis, Tari Manipuri, Tari Roro Wilis,dll.
  • 5.
    Pada garis besarnyatari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:  Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.  Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi) Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya. Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti baru saja.
  • 6.
    Cara membuat penyusunanide atau gagasan untuk mewujudkan sebuah kreasi, antara lain :  Landasan kreasi tari (tema) dapat diambil dari kehidupan sehari-hari, permainan tradisi, peniruan alam dan binatang, dongeng dan cerita. Tema adalah isi atau poko dari tarian. Tema tentang kehidupan sehari-hari seperti gembira, sedih dan lain-lain. Tema tentang permainan tradisi seperti “maggasing” (main gasing). Tema kejadian alam seperti banjir, sunami, hujan dan lain-lain. Tentang binatang seperti kupu-kupu, kodok dan lain-lain.  Mengadakan eksplorasi gerak berdasarkan tema yang sudah ditentukan, kemudian dikembangkan geraknya. Eksplorasi adalah penjajakan tentang gerak yang akan dipakai. Tentukan gerak yang sudah dikembangkan untuk kemudian disusun dan dirangkai kedalam satu susunan ragam gerak tari.
  • 7.
     Improvisasi, dilakukandengan cara spontan atas dasar intuisi atau perasaan berdasarkan tema tarinya. Untuk memudahkan menghafal geraknya maka setiap gerak terdiri dari delapan hitungan.  Membuat Pola Lantai yang akan dipakai misalnya pola lantai garis lengkung (lingkaran), dan pola lantai garis lurus (bentuk V, U, diagonal dll).  Menyesuaikan gerak dengan m usik mengiringi tari, baik musik rekaman (musik yang sudah jadi) maupun musik langsung. Kecocokan dan keselarasan antara musik dan tari merupakan konsep yang pokok baik dalam tari tradisional maupun tari kreasi baru. Keselarasan ini dapat dilihat pada irama dan temponya sehingga gerakan itu dirasa nyaman sesuai dengan tema tari.
  • 8.
     Mencarikan kostumatau tata busana yang sesuai dengan tema tarinya, artinya kostum atau pakaian pertunjukan memiliki makna tersendiri , yang umumnya berbeda dengan pakaian sehari-hari.  Adakah properti (kipas, selendang, tombak, dll) yang dipergunakan didalam kreasi tari. Properti bisa berupa alat tersendiri seperti tersebut di atas dan bisa pula bagian dari tata busana yang bisa digerakkan ketika menari.  Mengatur komposisinya (elemen-elemen seni) sehingga menjadi satu bentuk kesatuan yang harmonis, tidak saja pada gerak tetapi juga musik, kostum, properti dan panggung pertunjukan yang akan dipergunakan.
  • 9.
    Tari Kreasi Barudidalamnya terkandung tema, gerakan, kostum, ataupun tata riasnya. Pada dasarnya dalam penciptaan tari tidak mungkin benar-benar meninggalkan unsur tradisional. Artinya, suatu tari kreasi baru bisa saja hanya dalam temanya saja yang baru atau berubah, sedangkan unsur kostum masih mengambil dari unsur tadisional. Misalnya, Tari Anoman Obong, tema dan tokohnya masih mengambil cerita tradisonal, tetapi gerakan dan kostumnya bisa saja dengan kreasi baru. Salah satu unsur seni tari adalah adanya pola atau tema. Untuk memperjelas tema sebuah tarian dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain melalui gerakan tubuh, isi cerita, kostum pemain-pemainnya, atau dengan properti lainnya.
  • 10.
    Kostum merupakan salahsatu unsur seni tari yang dapat memperjelas isi atau tema sebuah tarian. Menurut fungsinya penggunaan kostum terbagi menjadi 2 yaitu : a. Kostum yang berfungsi untuk menjelaskan karakter. b. Kostum yang berfungsi untuk pendukung (aksesoris) saja Yang termasuk dalam kostum adalah tata rias wajah penari ataupun jenis topeng yang digunakan untuk menari. Selain kostum, dalam tari dikenal pula properti, yaitu perlengkapan yang memang harus ada dalam tari-tari tertentu. Contoh : piring dan lilin dalam tari piring.
  • 11.
    Kostum meliputi tatabusana dan tata rias. Properti merupakan perlengkapan yang digunakan dalam membawakan tarian. Langkah-langkah menampilkan tari kreasi baru, antara lain : a. Menyusun tari kreasi baru secara kelompok b. Latihan menarikan tari kreasi baru tersebut dengan musik c. Persiapan pementasan d. Menampilkan tari kreasi baru pada saat perayaan atau pentas seni
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Tari Tor Tordari Sumatra Utara
  • 15.