Cara Belajar Siswa
Aktif (CBSA)
Nama : Adi Tri Prasetyo
NIM : 12105244035
Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
PENGERTIAN PENDEKATAN CBSA
Pendekatan CBSA adalah cara mengajar dengan
melibatkan aktivitas siswa secara maksimal dalam proses
belajar baik kegiatan mental intelektual, kegiatan
emosional, maupun kegiatan fisik secara terpadu.
Rasionalisasi Cara Belajar Siswa Aktif
(CBSA) dalam pembelajaran
Mengapa harus CBSA ?
Dalam penerapan CBSA, siswa diharapakan akan lebih mampu
mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang
dimilikinya secara penuh, menyadari dan dapat menggunakan potensi
sumber belajar yang terdapat di sekitarnya, serta siswa diharapkan
lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara teratur, kritis, tanggap
dan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari, serta lebih terampil
dalam menggali, menjelajah, mencari dan mengembangkan informasi
yang bermakna baginya.
Prinsip-Prinsip Pendekatan Cara Belajar
Siswa Aktif (CBSA)
Prinsip menurut Conny
semiawan, dkk, 1985:9-
13 ;Sulo Lipu La Sulo,
dkk, 2002: 11
Prinsip
pemecahan
masalah
Prinsip
Menemukan
Prinsip
Individualisasi
prinsip Belajar sambil
kegiatan lain
Prinsip
Sosialisasi
Prinsip Fokus
Prinsip Latar /
konteks
Prinsip
Motivasi
Rambu-rambu Pendekatan Cara Belajar
Siswa Aktif (CBSA)
1. Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan
2. Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat,
keinginan, dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya
3. Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses
pembelajaran
4. Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
5. Keingintahuan yang ada pada diri siswa
6. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
Indikator dalam Penerapan Pendekatan
Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Indikator-indikator tersebut ialah :
1. Prakarsa siswa dalam pembelajaran, seperti keberanian
mengemukakan pendapat tanpa diminta,
2. Keterlibatan mental siswa dalam pembelajaran, seperti pengiktan
diri pada tugas yang dihadapi, penyelesaian tugas secara tuntas
melebihi apa yang diharapakan,
Penerapan Pendekatan Cara Belajar Siswa
Aktif (CBSA) dalam Pembelajaran
Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk bahan dan
teknik, yaitu:
• Pemenfaatan waktu luang
Pemenfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukannya kegiatan
belajar aktif, dengan cara menyusun rencana belajar, memilih bahan untuk dipelajari,
dan menilai penguasan bahan sendiri.
• Pembelajaran individual
Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik
perbedaan individual tiap siswa, seperti: bakat, kecerdasan, dan sebagainya.
• Belajar kelompok
Belajar kelompok memilki kadar CBSA yang cukup tinggi, yaitu teknik
pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok, diskusi kelompok, diskusi
kelas, diskusi terbimbing, dan diskusi ceramah.
Penerapan CBSA dalam Pembelajaran
(lanjutan)
• Bertanya jawab
Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa, antara siswa dengan
siswa, dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya
memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif.
• Belajar inquiry/discovery (belajar mandiri)
Dalam strategi belajar ini, siswa melakukan proses mental
intelektual dalam upaya memecahkan masalah.
• Pengajaran unit
Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu
proyek.
Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

  • 1.
    Cara Belajar Siswa Aktif(CBSA) Nama : Adi Tri Prasetyo NIM : 12105244035 Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta
  • 2.
    PENGERTIAN PENDEKATAN CBSA PendekatanCBSA adalah cara mengajar dengan melibatkan aktivitas siswa secara maksimal dalam proses belajar baik kegiatan mental intelektual, kegiatan emosional, maupun kegiatan fisik secara terpadu.
  • 3.
    Rasionalisasi Cara BelajarSiswa Aktif (CBSA) dalam pembelajaran Mengapa harus CBSA ? Dalam penerapan CBSA, siswa diharapakan akan lebih mampu mengenal dan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi yang dimilikinya secara penuh, menyadari dan dapat menggunakan potensi sumber belajar yang terdapat di sekitarnya, serta siswa diharapkan lebih terlatih untuk berprakarsa, berpikir secara teratur, kritis, tanggap dan dapat menyelesaikan masalah sehari-hari, serta lebih terampil dalam menggali, menjelajah, mencari dan mengembangkan informasi yang bermakna baginya.
  • 4.
    Prinsip-Prinsip Pendekatan CaraBelajar Siswa Aktif (CBSA) Prinsip menurut Conny semiawan, dkk, 1985:9- 13 ;Sulo Lipu La Sulo, dkk, 2002: 11 Prinsip pemecahan masalah Prinsip Menemukan Prinsip Individualisasi prinsip Belajar sambil kegiatan lain Prinsip Sosialisasi Prinsip Fokus Prinsip Latar / konteks Prinsip Motivasi
  • 5.
    Rambu-rambu Pendekatan CaraBelajar Siswa Aktif (CBSA) 1. Kuantitas dan kualitas pengalaman yang membelajarkan 2. Prakarsa dan keberanian siswa dalam mewujudkan minat, keinginan, dan dorongan-dorongan yang ada pada dirinya 3. Keberanian dan keinginan siswa untuk ikut serta dalam proses pembelajaran 4. Usaha dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran 5. Keingintahuan yang ada pada diri siswa 6. Rasa lapang dan bebas yang ada pada diri siswa
  • 6.
    Indikator dalam PenerapanPendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Indikator-indikator tersebut ialah : 1. Prakarsa siswa dalam pembelajaran, seperti keberanian mengemukakan pendapat tanpa diminta, 2. Keterlibatan mental siswa dalam pembelajaran, seperti pengiktan diri pada tugas yang dihadapi, penyelesaian tugas secara tuntas melebihi apa yang diharapakan,
  • 7.
    Penerapan Pendekatan CaraBelajar Siswa Aktif (CBSA) dalam Pembelajaran Pendekatan CBSA dapat diterapkan dalam pembelajaran dalam bentuk bahan dan teknik, yaitu: • Pemenfaatan waktu luang Pemenfaatan waktu luang di rumah oleh siswa memungkinkan dilakukannya kegiatan belajar aktif, dengan cara menyusun rencana belajar, memilih bahan untuk dipelajari, dan menilai penguasan bahan sendiri. • Pembelajaran individual Pembelajaran individual adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik perbedaan individual tiap siswa, seperti: bakat, kecerdasan, dan sebagainya. • Belajar kelompok Belajar kelompok memilki kadar CBSA yang cukup tinggi, yaitu teknik pelaksanaannya dapat dalam bentuk kerja kelompok, diskusi kelompok, diskusi kelas, diskusi terbimbing, dan diskusi ceramah.
  • 8.
    Penerapan CBSA dalamPembelajaran (lanjutan) • Bertanya jawab Kegiatan tanya jawab antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa, dan antara kelompok siswa dengan kelompok lainnya memberikan peluang cukup banyak bagi setiap siswa belajar aktif. • Belajar inquiry/discovery (belajar mandiri) Dalam strategi belajar ini, siswa melakukan proses mental intelektual dalam upaya memecahkan masalah. • Pengajaran unit Strategi pengajaran ini berpusat pada suatu masalah atau suatu proyek.