BUDAYA ORGANISASI DAN
PERUBAHAN
Fajar sugeng hartono
6019210043
CV
Nama : Fajar Sugeng Hartono
Usia : 18
Tempat tinggal : DKI Jakarta, indonesia
Status : Mahasiswa
Universitas : Universitas Pancasila
Fakultas : Psikologi
Kontak : fajarsugenghartono@gmail.com
DEFINISI
 Budaya organisasi atau perusahaan adalah pola dari nilai,
norma, kepercayaan, perilaku, dan asumsi yang mungkin
tidak diartikulasikan tapi membentuk cara orang dalam
organisasi tersebut berperilaku dan menyelesaikan sesuatu
(armstrong, 2012)
 Budaya organisasi atau perusahaan didefinisikan sebagai
sistem dari nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang berlaku ke
semua orang didalam organisasi yang berinteraksi dengan
struktur formal untuk membuat norma perilaku. (Mondy &
Martochhio, 2016)
 Budaya organisasi mengacu pada sistem dari pengertian
yang dipegang bersama sama yang membedakan organisasi
dari organisasi lainnya. (Robbins, 2015)
 Budaya organisasi adalah pembagian nilai, kepercayaan, dan
norma yang mempengaruhi bagaimana pekerja berfikir,
merasa, dan melakukan sesuatu kepada orang lain yang
berada di dalam maupun diluar dari organisasi (Huczynski,
2013)
DEFINISI
 Budaya organisasi adalah pembagian dari nilai,
kepercayaan, perilaku, kebiasaan yang dipegang
bersama sama dan membentuk interaksi, cara
berfikir, merasa, berperilaku yang membedakan
antara organisasi ini dan organisasi lainnya.
KOMPONEN BUDAYA ORGANISASI
(ARMSTRONG, 2012)
 Nilai
Adalah kepercayaan pada apa yang baik dan bagus
untuk organisasi dan apa yang seharusnya atau tidak
seharusnya terjadi. Semakin kuat nilainya semakin
hal tersebut akan mempengaruhi perilaku .
Contohnya : performa, inovasi, kualitas, pelayanan
pelanggan
 Norma
Adalah aturan yang tidak tertulis dari perilaku atau
bisa disebut ‘aturan dari permainan’ yang
menyediakan petunjuk yang tidak formal tentang
bagaimana kita seharusnya bertindak.
KOMPONEN BUDAYA ORGANISASI
(ARMSTRONG, 2012)
 Artifak
Adalah aspek yang terlihat dan berwujud dari
organisasi yang orang bisa dengar, lihat, atau
rasakan. Hal ini berkontribusi untuk memberikan
pengertian dari budaya organisasi.
 Gaya managemen
Adalah pendekatan yang manager gunakan untuk
berinteraksi kepada orang. Gaya dari managemen
dan kepemimpinan sangat berpengaruh sebagai
bagian dari budaya organisasi. Gaya ini bisa berupa
“karismatik-tidak karismatik. Autokratis-demokratis.
Pengkontrol-tidak pengkontrol” dan banyak lagi
FUNGSI
Menurut Robbins (2012) ada beberapa fungsi dari
budaya organisasi :
 Meningkatkan stabilitas sistem sosial
 Memberikan identitas bagi pekerja dan anggota
organisasi
Memberikan aturan permainan
Memberikan batasan yang membedakan organisasi
satu dengan yang lainnya.
Memunculkan komitmen untuk mementingkan
kepentingan bersama daripada pribadi
TIPE TIPE KULTUR ORGANISASI
(HUCZYNSKI, 2013)
 Power culture organizations
Individu dominan akan mengeluarkan keinginannya dan mengkontrol
dengan cara merekrut pandangan yang sama dan beroperasi dengan
aturan yang minimum
 Role culture organizations
Mementingkan aturan, prosedur, ekspektasi peran dan deskripsi
pekerjaan
 Person culture organizations
Berfokus pada individu dan secara simbol dilambangkan oleh cluster.
 Task culture
Tugas dispesifikasikan diatas, tapi setelah itu berpindah ke mencari
sumber daya melalui entusiasme dan komitmen dari individu yang
bekerja sebagai tim
KULTUR NASIONAL
(HUCZYNSKI, 2013)
 Kultur nasional di pengaruhi oleh banyak variabel, dan banyak
ketertarikan dalam bagaimana percobaan untuk membentuk
kultur organisasi biasa kalah dengan kultur nasional
 Faktor faktor kultur nasional :
 Orientasi sosial adalah kepentingan relatif dari ketertarikan
individu vs organisasi
 Power orientation adalah kepantasan dari kekuatan dalam
organisasi
 Uncertainty orientation adalah respon emosional dari ketidak
pastian
 Goal orientation adalah apa yang memotivasi orang untuk
mencapai tujuan yang berbeda
 Time orientation adalah ketika anggota mengadopsi
pandangan tentang kerja dan kehidupannya jangka pendek
atau jangka panjang
PERUBAHAN
(LANDY, 2013)
25 tahun yang lalu, perubahan telah dipikirkan hanya sebagai
pilihan. Tapi jika ditambahkan dengan pertumbuhan teknologi
dan globalisasi, dan kita akan melihat dunia yang di bom oleh
perubahan. Teori perubahan dari organisasi sendiri masih
mengacu pada teori yang sama selama 60 tahun.
1. Unfreezing adalah tahap pertama dimana individu mulai
lebih waspada dalam nilai dan kepercayaannya
2. Changing adalah tahap kedua dimana individu mulai
mengadopsi nilai, kepercayaan, dan perilaku baru.
3. Refreezing adalah tahap ketiga dimana perubahan dalam
organisasi yang mempunyai perilaku dan nilai dari individu
yang baru mulai stabil
PERUBAHAN
(LANDY, 2013)
 Episodic change adalah perubahan yang bisa
dikarakterisasikan sebagai tidak sering, tidak
berkelanjutan dan dimaksudkan untuk terjadi.
 Continous change adalah perubahan yang sedang
terjadi, berevolusi dan kumulatif dari perubahan yang
terkarakterisasi sebagai kecil, berkelangjutan,
penyesuaian,dan dibuat secara berkali kali sepanjang
unit
 Perlawanan terhadap perubahan adalah penghalang
yang dibentuk oleh baik individual maupun organisasi
untuk menahan perubahan baik positif maupun negatif
REFERENSI
Armstrong, M. (2012). Armstrong’s Handbook of Human
Resource Management Practice. UK: Kogan Page Publisher.
Huczynki, A.A. (2013).Organizational Behaviour. New Jersey.
Pearson Education.
Landy, F.J & Conte, J.M (2013) Work in the 21st Century An
Introduction to Industrial and Organisational Psychology. Wiley,
4th Ed, 160
Mondy, R. W., & Martocchio, J. J. (2016). Human Resource
Management (Fourteenth). England: Pearson Education
Limited.
Robbins, S.P. (2015). Organization Behaviour. New Jersey.
Pearson Publisher inc.

Budaya organisasi dan perubahan

  • 1.
    BUDAYA ORGANISASI DAN PERUBAHAN Fajarsugeng hartono 6019210043
  • 2.
    CV Nama : FajarSugeng Hartono Usia : 18 Tempat tinggal : DKI Jakarta, indonesia Status : Mahasiswa Universitas : Universitas Pancasila Fakultas : Psikologi Kontak : fajarsugenghartono@gmail.com
  • 3.
    DEFINISI  Budaya organisasiatau perusahaan adalah pola dari nilai, norma, kepercayaan, perilaku, dan asumsi yang mungkin tidak diartikulasikan tapi membentuk cara orang dalam organisasi tersebut berperilaku dan menyelesaikan sesuatu (armstrong, 2012)  Budaya organisasi atau perusahaan didefinisikan sebagai sistem dari nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang berlaku ke semua orang didalam organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal untuk membuat norma perilaku. (Mondy & Martochhio, 2016)  Budaya organisasi mengacu pada sistem dari pengertian yang dipegang bersama sama yang membedakan organisasi dari organisasi lainnya. (Robbins, 2015)  Budaya organisasi adalah pembagian nilai, kepercayaan, dan norma yang mempengaruhi bagaimana pekerja berfikir, merasa, dan melakukan sesuatu kepada orang lain yang berada di dalam maupun diluar dari organisasi (Huczynski, 2013)
  • 4.
    DEFINISI  Budaya organisasiadalah pembagian dari nilai, kepercayaan, perilaku, kebiasaan yang dipegang bersama sama dan membentuk interaksi, cara berfikir, merasa, berperilaku yang membedakan antara organisasi ini dan organisasi lainnya.
  • 5.
    KOMPONEN BUDAYA ORGANISASI (ARMSTRONG,2012)  Nilai Adalah kepercayaan pada apa yang baik dan bagus untuk organisasi dan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya terjadi. Semakin kuat nilainya semakin hal tersebut akan mempengaruhi perilaku . Contohnya : performa, inovasi, kualitas, pelayanan pelanggan  Norma Adalah aturan yang tidak tertulis dari perilaku atau bisa disebut ‘aturan dari permainan’ yang menyediakan petunjuk yang tidak formal tentang bagaimana kita seharusnya bertindak.
  • 6.
    KOMPONEN BUDAYA ORGANISASI (ARMSTRONG,2012)  Artifak Adalah aspek yang terlihat dan berwujud dari organisasi yang orang bisa dengar, lihat, atau rasakan. Hal ini berkontribusi untuk memberikan pengertian dari budaya organisasi.  Gaya managemen Adalah pendekatan yang manager gunakan untuk berinteraksi kepada orang. Gaya dari managemen dan kepemimpinan sangat berpengaruh sebagai bagian dari budaya organisasi. Gaya ini bisa berupa “karismatik-tidak karismatik. Autokratis-demokratis. Pengkontrol-tidak pengkontrol” dan banyak lagi
  • 7.
    FUNGSI Menurut Robbins (2012)ada beberapa fungsi dari budaya organisasi :  Meningkatkan stabilitas sistem sosial  Memberikan identitas bagi pekerja dan anggota organisasi Memberikan aturan permainan Memberikan batasan yang membedakan organisasi satu dengan yang lainnya. Memunculkan komitmen untuk mementingkan kepentingan bersama daripada pribadi
  • 8.
    TIPE TIPE KULTURORGANISASI (HUCZYNSKI, 2013)  Power culture organizations Individu dominan akan mengeluarkan keinginannya dan mengkontrol dengan cara merekrut pandangan yang sama dan beroperasi dengan aturan yang minimum  Role culture organizations Mementingkan aturan, prosedur, ekspektasi peran dan deskripsi pekerjaan  Person culture organizations Berfokus pada individu dan secara simbol dilambangkan oleh cluster.  Task culture Tugas dispesifikasikan diatas, tapi setelah itu berpindah ke mencari sumber daya melalui entusiasme dan komitmen dari individu yang bekerja sebagai tim
  • 9.
    KULTUR NASIONAL (HUCZYNSKI, 2013) Kultur nasional di pengaruhi oleh banyak variabel, dan banyak ketertarikan dalam bagaimana percobaan untuk membentuk kultur organisasi biasa kalah dengan kultur nasional  Faktor faktor kultur nasional :  Orientasi sosial adalah kepentingan relatif dari ketertarikan individu vs organisasi  Power orientation adalah kepantasan dari kekuatan dalam organisasi  Uncertainty orientation adalah respon emosional dari ketidak pastian  Goal orientation adalah apa yang memotivasi orang untuk mencapai tujuan yang berbeda  Time orientation adalah ketika anggota mengadopsi pandangan tentang kerja dan kehidupannya jangka pendek atau jangka panjang
  • 10.
    PERUBAHAN (LANDY, 2013) 25 tahunyang lalu, perubahan telah dipikirkan hanya sebagai pilihan. Tapi jika ditambahkan dengan pertumbuhan teknologi dan globalisasi, dan kita akan melihat dunia yang di bom oleh perubahan. Teori perubahan dari organisasi sendiri masih mengacu pada teori yang sama selama 60 tahun. 1. Unfreezing adalah tahap pertama dimana individu mulai lebih waspada dalam nilai dan kepercayaannya 2. Changing adalah tahap kedua dimana individu mulai mengadopsi nilai, kepercayaan, dan perilaku baru. 3. Refreezing adalah tahap ketiga dimana perubahan dalam organisasi yang mempunyai perilaku dan nilai dari individu yang baru mulai stabil
  • 11.
    PERUBAHAN (LANDY, 2013)  Episodicchange adalah perubahan yang bisa dikarakterisasikan sebagai tidak sering, tidak berkelanjutan dan dimaksudkan untuk terjadi.  Continous change adalah perubahan yang sedang terjadi, berevolusi dan kumulatif dari perubahan yang terkarakterisasi sebagai kecil, berkelangjutan, penyesuaian,dan dibuat secara berkali kali sepanjang unit  Perlawanan terhadap perubahan adalah penghalang yang dibentuk oleh baik individual maupun organisasi untuk menahan perubahan baik positif maupun negatif
  • 12.
    REFERENSI Armstrong, M. (2012).Armstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice. UK: Kogan Page Publisher. Huczynki, A.A. (2013).Organizational Behaviour. New Jersey. Pearson Education. Landy, F.J & Conte, J.M (2013) Work in the 21st Century An Introduction to Industrial and Organisational Psychology. Wiley, 4th Ed, 160 Mondy, R. W., & Martocchio, J. J. (2016). Human Resource Management (Fourteenth). England: Pearson Education Limited. Robbins, S.P. (2015). Organization Behaviour. New Jersey. Pearson Publisher inc.