TEORI BELAJAR
KOGNITIF
Rara Anggraini 8620601220021
PENDAHULUAN
Teori kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah
sekadar stimulus dan respons yang bersifat mekanistik,
tetapi lebih dari itu, kegiatan belajar juga melibatkan
kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang
sedang belajar. Karena itu, menurut aliran kognitif, belajar
adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai,
mengingat, dan menggunakan pengetahuan.
Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada
hasil belajarnya. Para penganut aliran kognitif
mengatakan bahwa belajar tidak hanya melibatkan
hubungan antara stimulus dan respon. Menurut teori ini,
tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta
pemahamannya tentang situasi yang berhubungan
dengan tujuan belajarnya.
Fungsi-Fungsi Kognitif
 Memberikan Pengertian pada kognitif baru menurut teori kognitif, pengertian terjadi jika
suatu kognitif baru dihubungkan dengan system kognitif yang telah ada. Kognisi
membentuk atribut-atribut tertentu, tergantung pada bagaimana ia berinteraksi
dengan satu atau lebih system kognitif.
 Menghasilkan Emosi Interaksi antara kognisi dan system kognitif tidak hanya
memberikan pengertian pada kognisi saja, tetapi dapat pula memberikan pengertian
pada kognisi saja, tetapi dapat pula memberikan konsekuensi-konsekuensi yang perasaan,
misalnya perasaan senang dan tidak senang, baik atau buruk, dan lain sebagainya.
Fungsi-Fungsi Kognitif
 Membentuk Sikap Menurut Teori Kognitif jika suatu
system kognitif dari sesuatu memerlukan komponen-
komponen yang mengandung efektif emosi, maka
sikap untuk mencapai suatu tujuan atau objek itu telah
terbentuk.
 Memberikan Motivasi terhadap konsekuensi perilaku
Relevansi teori kognitif untuk menganalisa dan
memahami perilaku manusia yang mudah diamati adalah
terletak pada motivasi dari perilaku seseorang.
Teori Kognitif Dan Apa Saja Teori Mereka
Tentang Belajar
1.Teori Perkembangan Piaget
2.Teori Jerome Bruner
3.Teori Belajar Bermakna
4.Kurt Lewin
5.Teori Konstruktirisme Sosial Lev Vygolsky
KELEBIHAN
 Teori kognitif dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan
masalah.
 Teori kognitif dapat meningkatkan motivasi siswa.
 Teori kognitif menjadikan siswa lebih kreatif, inovatif, dan mandiri.
 Teori kognitif membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.
 Dengan teori ini, pendidik dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki
peserta didik.
KEKURANGAN
Teori ini dianggap susah dipraktekkan karena seringkali kita tidak memahami
Struktur teori kognitif tersebut menjadi bagian-bagian yang jelas.
Dalam teori ini, keberhasilan siswa tidak dapat diukur hanya dari satu siswa saja.
Teori ini tidak dapat dipraktekkan menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan.
Teori ini sulit dipraktekkan, terutama pada tingkat usia lanjut.
KESIMPULAN
kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan
mental yang ada di dalam diri individu yang
sedang belajar.
Teori kognitif lebih mementingkan proses
belajar daripada hasil belajarnya.
BP PPT RARA ANGGRAINI 8620601220021.pptx

BP PPT RARA ANGGRAINI 8620601220021.pptx

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN Teori kognitif memandangkegiatan belajar bukanlah sekadar stimulus dan respons yang bersifat mekanistik, tetapi lebih dari itu, kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Karena itu, menurut aliran kognitif, belajar adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan.
  • 3.
    Teori kognitif lebihmementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar tidak hanya melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Menurut teori ini, tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.
  • 4.
    Fungsi-Fungsi Kognitif  MemberikanPengertian pada kognitif baru menurut teori kognitif, pengertian terjadi jika suatu kognitif baru dihubungkan dengan system kognitif yang telah ada. Kognisi membentuk atribut-atribut tertentu, tergantung pada bagaimana ia berinteraksi dengan satu atau lebih system kognitif.  Menghasilkan Emosi Interaksi antara kognisi dan system kognitif tidak hanya memberikan pengertian pada kognisi saja, tetapi dapat pula memberikan pengertian pada kognisi saja, tetapi dapat pula memberikan konsekuensi-konsekuensi yang perasaan, misalnya perasaan senang dan tidak senang, baik atau buruk, dan lain sebagainya.
  • 5.
    Fungsi-Fungsi Kognitif  MembentukSikap Menurut Teori Kognitif jika suatu system kognitif dari sesuatu memerlukan komponen- komponen yang mengandung efektif emosi, maka sikap untuk mencapai suatu tujuan atau objek itu telah terbentuk.  Memberikan Motivasi terhadap konsekuensi perilaku Relevansi teori kognitif untuk menganalisa dan memahami perilaku manusia yang mudah diamati adalah terletak pada motivasi dari perilaku seseorang.
  • 6.
    Teori Kognitif DanApa Saja Teori Mereka Tentang Belajar 1.Teori Perkembangan Piaget 2.Teori Jerome Bruner 3.Teori Belajar Bermakna 4.Kurt Lewin 5.Teori Konstruktirisme Sosial Lev Vygolsky
  • 7.
    KELEBIHAN  Teori kognitifdapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah.  Teori kognitif dapat meningkatkan motivasi siswa.  Teori kognitif menjadikan siswa lebih kreatif, inovatif, dan mandiri.  Teori kognitif membantu siswa memahami bahan belajar secara lebih mudah.  Dengan teori ini, pendidik dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki peserta didik.
  • 8.
    KEKURANGAN Teori ini dianggapsusah dipraktekkan karena seringkali kita tidak memahami Struktur teori kognitif tersebut menjadi bagian-bagian yang jelas. Dalam teori ini, keberhasilan siswa tidak dapat diukur hanya dari satu siswa saja. Teori ini tidak dapat dipraktekkan menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan. Teori ini sulit dipraktekkan, terutama pada tingkat usia lanjut.
  • 9.
    KESIMPULAN kegiatan belajar jugamelibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya.