1
`
TEORI BELAJAR MENGAJAR |BAB 1
KEGIATAN | BELAJAR | 1 |
Teori Belajar Kognitivisme
PENDAHULUAN
Teori Kognitivisme lebih menekankan bahwa belajar lebih banyak ditentukan
karena adanya usaha dari setiap individu dalam upaya menggali ilmu
pengetahuan. Keaktifan siswa menjadi unsur yang sangat penting dalam
menentukan kesuksesan belajar. Berbeda dengan teori behavioristik, teori
kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Teori ini
mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus
dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta
pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya.
Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang
mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan
lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang
sangat kompleks.
TEORI BELAJAR KOGNITIVISME
Teori ini bertitik tolak dari pada teori pembelajaran
Behaviorisme yang di dukung oleh B.F Skinner yang
mementingkan perubahan tingkah laku pada pelajar.
Pembelajaran dianggap berlaku apabila terdapat
perubahan tingkah laku kepada peserta didik. Hal ini
kemudiannya beralih kepada teori kognitivisme yang
diperkenalkan oleh Jean Piaget di mana ide utama pada
pandangan ini adalah mental. Semua yang ada di dalam
diri individu diwakili melalui struktur mental yang
dikenal sebagai skema yang akan menentukan
bagaimana data dan informasi yang diterima, dipahami
oleh menusia.
Pembelajaran bagi aliran kognitif dipandang bukan
hanya sekedar mendapatkan stimulus dan
menghasilkan respon yang mekanistik, tetapi
pembelajaran juga melibatkan kondisi mental di dalam
individu pembelajaran yang berhubungan dengan
persepsi, perhatian, motivasi dan lain-lain. Sehingga
pembelajaran dapat dipahami sebagai suatu proses
mental yang aktif dalam memperoleh, mengingat, dan
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari konsep dasar belajar pembelajaran mahasiswa semester
6 dapat memilih konsep teori pembelajaran untuk diterapkan dalam proses
pembelajaran
Sub Capaian Pembelajaran
1. Menjelaskan Konsep Kognitivsme,
Behaviorisme , Humanistik, Dan
Konstruktivisme
2. Menjelaskan Prinsip Kognitivsme,
Behaviorisme , Humanistik, Dan
Konstruktivisme Dalam Belajar Dan
Pembelajaran
3. Menentukan Penerapan Teori Kognitivsme,
Behaviorisme , Humanistik, Dan
Konstruktivisme.
Pokok Materi
1. Konsep Dasar Kognitivsme,
Behaviorisme , Humanistik,
dan Konstruktivisme
2. Prinsip Kognitivsme,
Behaviorisme , Humanistik,
dan Konstruktivisme dalam
belajar dan pembelajaran
3. Contoh penerapan teori
Kognitivsme, Behaviorisme
, Humanistik, dan
Konstruktivisme
3
menunjukam ke dalam perilaku. Perilaku yang Nampak
tidak dapat diamati dan diukur pabila tidak melibatkan
proses mental seperti kesadaran, motivasi, keyakinan,
dan proses mental lainnya.
KONSEP DASAR:
Teori belajar Kognitivsme adalah teori yang menjelaskan proses pemikiran
dan perbedaan kondisi mental serta pengaruh faktor internal dan eksternal
dalam menghasilkan belajarnya seorang individu. Apabila proses kognitif
bekerja secara normal, maka perolehan infirmasi dan penyimpanan
pengetahuan akan bekerja dengan baik pula, namun apabila proses kognitif
bekerja tidak sebagaimana mestinya, maka terjadilah masalah dalam belajar.
Teori belajar kognitif menjelaskan belajar dengan memfokuskan pada
perubahan proses mental dan struktur yang terjadi sebagai hasil dari upaya
untuk memahami dunia. Teori belajar kognitif yang digunakan untuk
menjelaskan tugas yang sederhana seperti mengingat nomor telepon dan
kompleks seperti pemecahan masalah yang tidak jelas.
Teori ini mengkaji dua bagian terkait dengan hasil belajar, yaitu :
1. Belajar tidak sebenarnya melibatkan rangsangan dan reson tetapi
juga melibatkan proses berfikir yang sangat komplek.
2. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses
interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan.
Menurut psikolog kognitivisme, belajar melihat sebagai suatu usaha untuk
mengerti sesuatu dengan jalan mengaitkan pengetahuan baru dan kedalam
struktur berfikir yang sudah ada. Usaha tersebut dilakukan secara aktif oleh
siswa . keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman, mencari
informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan, mempraktekkan
sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sehingga pengetahuan yang
dimiliki sebelumnya sangat mentukan keberhasilan dalam mempelajari
informasi pengetahuan yang baru.
Teori ini juga menganggap bahwa belajar adalah pengorganisasian aspek
kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Dalam model ini,
tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi dan pemahamannya.
Sedangkan situasi yang berhubungan dengan tujuan dan perubahan tingkah
laku sangat ditentukan oleh proses berfikir internal yang terjadi selama
proses beajar. Pada prinsipnya, belajar adalah perubahan persepsi dan
pemaham yang tidak selalu dapat dilihat sebagai tingkah laku dan tidak
selalu dapat diamati.
Adapun ciri – ciri aliran kognitivisme dapat dilihat adalah sebagai berikut :
1. Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
4
2. Mementingkan keseluruhan dari pada bagian-bagian
3. Mementingkan peranan kognitif
4. Mementingkan kondisi waktu sekarang
5. Mementingkan pembentukan struktur kognitif
PRINSIP DASAR
TEORI KOGNITIVISME
Teori belajar kognitif didasarkan pada empat prinsip dasar:
1. Pembelajar aktif dalam upaya untuk memahami pengalaman.
2. Pemahaman bahwa pelajar mengembangkan tergantung pada apa
yang telah mereka ketahui.
3. Belajar membangun pemahaman dari pada catatan.
4. Belajar adalah perubahan dalam struktur mental seseorang.
Teori menyiratkan bahwa proses yang berbeda mengenai pembelajaran
dapat dijelaskan dengan menganalisis proses mental terlebih dahulu. Ini
mengemukakan bahwa dengan proses kognitif yang efektif, pembelajaran
akan mejadi lebih mudah dan informasi baru data disimpan dalam memori
untuk jangka waktu yang lama. Di sisi lain, proses kognitif yang tidak efektif
akan mengakibatkan kesulitan belajar yang dapat dilihat kapan saja selama
masa hidup seseorang.
5
TOKOH DALAM TEORI PEMBELAJARAN
KOGNITIVISME
Robert M. Gagne: Salah satu teori yang berasal dari psikolog kognitiv
adalah teori pemrosesan informasi yang dikemukakan oleh Robert M.
Gagne. Menurut teori ini belajar dipandang sebagai proses pengolahan
informasi dalam otak manusia. Sedangkan pengolahan otak manusia
sendiri dapat dijelaskan sebagai berikut: Reseptor (alat indera): menerima
rangsangan dari lingkungan dan mengubahnya menjadi rangsaangan
neural, memberikan symbol informasi yang diterimanya dan kemudian di
teruskan. Sensory register (penempungan kesan-kesan sensoris) : yang
terdapat pada syaraf pusat, fungsinya menampung kesan-kesan sensoris
dan mengadakan seleksi sehingga terbentuk suatu kebulatan perceptual.
Informasi yang masuk sebagian masuk ke dalam memori jangka pendek
dan sebagian hilang dalam system.
Memory jangka pendek (Short term memory): menampung hasil
pengolahan perceptual dan menyimpannya. Informasi tertentu disimpan
untuk menentukan maknanya. Memori jangka pendek dikenal juga dengan
informasi memori kerja, kapasitasnya sangat terbatas, waktu
penyimpananya juga pendek. Informasi dalam memori ini dapat di
transformasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya diteruskan ke
memori jangka panjang. Memori jangka panjang (Long Term memory):
menampung hasil pengolahan yang ada di memori jangka pendek.
Informasi yang disimpan dalam jangka panjang, bertahan lama, dan siap
untuk dipakai kapan saja.
Jean Piaget: Menurut Piaget proses belajar sebenarnya terdiri atas tiga
tahapan yaitu :
1. Asimilasi : proses pengintegrasian informasi baru ke struktur
kognitif yang sudah ada.
2. Akomodasi : proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi
baru.
3. Equilibrasi : penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi
dan akomodasi.
Piaget juga mengemukakan bahwa proses belajar harus disesuaikan
dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa. Proses belajar
yang dialami seorang anak berbeda pada tahap satu debfab tahap lainnya
yang secara umum semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka
semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berpikirnya. Oleh karena
6
itu guru seharusnya memahami tahap-tahap perkembangan kognitif anak
didiknya serta memberikan isi, metode, media pembelajaran yang sesuai
dengan tahapannya.
Ausubel: Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika isi
pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan
tepat kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan
mempengaruhi pengaturan kemampuan belajar siswa. Advanced
organizer adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi seluruh isi
pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa. Advanced organizer
memberikan tiga manfaat yaitu Menyediakan suatu kerangka konseptual
untuk materi yang akan dipelajari. Berfungsi sebagai jembatan yang
menghubungkan antara yang sedang dipelajari dan yang akan dipelajari.
Dapat membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih
mudah.
Bruner: Sementara Bruner mengusulkan teori yang disebutnya free
discovery learning. Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan
berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk konsep, teori, ide,
definisi dan sebagainya melalui contoh-contoh yang menggambarkan atau
mewakili aturan yang menjadi sumbernya. Keuntungan belajar
menemukan ini diantaranya :
1. Menimbulkan rasa ingin tahu siswa sehingga dapat memotivasi
siswa untuk menemukan jawabannya.
2. Menimbulkan keterampilan memecahkan masalahnya secara
mandiri dan mengharuskan siswa untuk menganalisis dan
memanipulasi informasi.
Teori-teori kognitif ini juga sarat akan kritik terutama konsep Piaget karena
sulit di terapkan ditingkat lanjut. Selain itu beberapa konsep tertentu,
seperti intelegensi, belajar dan pengetahuan yang mendasari teori ini
sukar dipahami dan pemahaman itu sendiripun belum tuntas.
7
PENERAPAN TEORI PEMBELAJARAN
KOGNITIVISTIK
Ada sejumlah cara untuk menggunakan model belajar kognitif dalam
kelas.
1. Kita akan melihat strategi mengajar pada umumnya, terutama
yang menyangkut rencana pembelajaran, kemudian yang ke dua
kita akan memusatkan perhatian untuk membantu siswa dalam
mengingat informasi baru. Strategi belajar sangatlah penting
dalam mencapai suatu keberhasailan pengajaran, dalam hal ini
ada beberapa faktor yang mendasari strategi mengajar yaitu,
memusatkan perhatian, banyak faktor yang mempengaruhi
perhatian siswa dalam pemulaan pembelajaran, guru dapat
membuat kontak mata, atau berbeuat sesuatu yang mengejutkan
siswa dengan maksud untuk menarik perhatian siswa,
mengidentifikasi apa yang penting, sulit, dan tidak bisa, belajar
dapat dipertinggi jika guru membantu siswa merasa betapa
pentingnya informasi baru, suatu strategi untuk melakukan ini
adalah membuat tujuan pembelajaran sejelas mungkin.
2. Membantu siswa mengingat kembali informasi yang telah
dipelajari sebelumnya, membantu siswa memahami, dan
menggabungkan informasi. Mungkin satu-satunya metode terbaik
untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran dan
mengombinasikan informasi yang telah ada dengan informasi
baru adalah membuat setiap pelajaran sedapat mungkin
bermakna.
3. Strategi selanjutnya yaitu, strategi untuk membantu siswa dalam
mengingat informasi baru. Lindsy dan Norman menyampaikan
tiga aturan umum untuk memperbaiki ingatan, pertama,
menghafal memerlukan usaha. Kedua materi yang harus dihafal
atau diingat seharusnya berhubungan dengan hal hal lain. Ketiga
materi dapat dibagi dalam kelompok atau bagian kecil dan
kemudian diletakkan kembali bersama dengan pola yang berarti.
8
RANGKUMAN: Pada Teori belajar Kognitivsme adalah
teori yang menjelaskan proses pemikiran dan perbedaan
kondisi mental serta pengaruh faktor internal dan
eksternal dalam menghasilkan belajrnya seorang
individu. Apabila proses kognitif bekerja secara normal,
maka perolehan infirmasi dan penyimpanan
pengetahuan akan bekerja dengan baik pula, namun
apabila proses kognitif bekerja tidak sebagaimana
mestinya, maka terjadilah masalah dalam belajar.
Scan Disini
LATIHAN: Untuk memperdalam pemahaman anda
mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan berikut:
1. Jelaskan perbedaan teori belajar pembelajaran,
kognitiveisme, behaviorisme, humanisme dan
konstruktivisme.
2. Jelaskan prinsip teori belajar pembelajaran,
kognitiveisme, behaviorisme, humanisme dan
konstruktivisme.
3. Kemungkakan bentuk implementasi teori belajar
pembelajaran, kognitiveisme, behaviorisme,
humanisme dan konstruktivisme pada pelaksanaan
pembelajaran.
9
DAFTAR PUSTAKA:
Sugandi, Ahmad. 2007.Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES.
Mukinan.1997.Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: P3G IKIP
Zulhammi. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik dalam Perspektif
Pendidikan Islam.(Jurnal Darul Ilmi) Vol. 3 No. 1 Hal.105-127.
http://perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar-
humanistik.html
Hall, Calvin S., & Lindzey, Gardner (2000), Teori-Teori Holistik (Organismik-
Fenomenologis), Dr. A. Supratiknya (ed.), Jogjakarta :Kanisius .

Teori kognitif

  • 1.
    1 ` TEORI BELAJAR MENGAJAR|BAB 1 KEGIATAN | BELAJAR | 1 | Teori Belajar Kognitivisme PENDAHULUAN Teori Kognitivisme lebih menekankan bahwa belajar lebih banyak ditentukan karena adanya usaha dari setiap individu dalam upaya menggali ilmu pengetahuan. Keaktifan siswa menjadi unsur yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan belajar. Berbeda dengan teori behavioristik, teori kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Teori ini mengatakan bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon, melainkan tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
  • 2.
    TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Teoriini bertitik tolak dari pada teori pembelajaran Behaviorisme yang di dukung oleh B.F Skinner yang mementingkan perubahan tingkah laku pada pelajar. Pembelajaran dianggap berlaku apabila terdapat perubahan tingkah laku kepada peserta didik. Hal ini kemudiannya beralih kepada teori kognitivisme yang diperkenalkan oleh Jean Piaget di mana ide utama pada pandangan ini adalah mental. Semua yang ada di dalam diri individu diwakili melalui struktur mental yang dikenal sebagai skema yang akan menentukan bagaimana data dan informasi yang diterima, dipahami oleh menusia. Pembelajaran bagi aliran kognitif dipandang bukan hanya sekedar mendapatkan stimulus dan menghasilkan respon yang mekanistik, tetapi pembelajaran juga melibatkan kondisi mental di dalam individu pembelajaran yang berhubungan dengan persepsi, perhatian, motivasi dan lain-lain. Sehingga pembelajaran dapat dipahami sebagai suatu proses mental yang aktif dalam memperoleh, mengingat, dan CAPAIAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari konsep dasar belajar pembelajaran mahasiswa semester 6 dapat memilih konsep teori pembelajaran untuk diterapkan dalam proses pembelajaran Sub Capaian Pembelajaran 1. Menjelaskan Konsep Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, Dan Konstruktivisme 2. Menjelaskan Prinsip Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, Dan Konstruktivisme Dalam Belajar Dan Pembelajaran 3. Menentukan Penerapan Teori Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, Dan Konstruktivisme. Pokok Materi 1. Konsep Dasar Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, dan Konstruktivisme 2. Prinsip Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, dan Konstruktivisme dalam belajar dan pembelajaran 3. Contoh penerapan teori Kognitivsme, Behaviorisme , Humanistik, dan Konstruktivisme
  • 3.
    3 menunjukam ke dalamperilaku. Perilaku yang Nampak tidak dapat diamati dan diukur pabila tidak melibatkan proses mental seperti kesadaran, motivasi, keyakinan, dan proses mental lainnya. KONSEP DASAR: Teori belajar Kognitivsme adalah teori yang menjelaskan proses pemikiran dan perbedaan kondisi mental serta pengaruh faktor internal dan eksternal dalam menghasilkan belajarnya seorang individu. Apabila proses kognitif bekerja secara normal, maka perolehan infirmasi dan penyimpanan pengetahuan akan bekerja dengan baik pula, namun apabila proses kognitif bekerja tidak sebagaimana mestinya, maka terjadilah masalah dalam belajar. Teori belajar kognitif menjelaskan belajar dengan memfokuskan pada perubahan proses mental dan struktur yang terjadi sebagai hasil dari upaya untuk memahami dunia. Teori belajar kognitif yang digunakan untuk menjelaskan tugas yang sederhana seperti mengingat nomor telepon dan kompleks seperti pemecahan masalah yang tidak jelas. Teori ini mengkaji dua bagian terkait dengan hasil belajar, yaitu : 1. Belajar tidak sebenarnya melibatkan rangsangan dan reson tetapi juga melibatkan proses berfikir yang sangat komplek. 2. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Menurut psikolog kognitivisme, belajar melihat sebagai suatu usaha untuk mengerti sesuatu dengan jalan mengaitkan pengetahuan baru dan kedalam struktur berfikir yang sudah ada. Usaha tersebut dilakukan secara aktif oleh siswa . keaktifan tersebut dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan, mempraktekkan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sehingga pengetahuan yang dimiliki sebelumnya sangat mentukan keberhasilan dalam mempelajari informasi pengetahuan yang baru. Teori ini juga menganggap bahwa belajar adalah pengorganisasian aspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Dalam model ini, tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi dan pemahamannya. Sedangkan situasi yang berhubungan dengan tujuan dan perubahan tingkah laku sangat ditentukan oleh proses berfikir internal yang terjadi selama proses beajar. Pada prinsipnya, belajar adalah perubahan persepsi dan pemaham yang tidak selalu dapat dilihat sebagai tingkah laku dan tidak selalu dapat diamati. Adapun ciri – ciri aliran kognitivisme dapat dilihat adalah sebagai berikut : 1. Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
  • 4.
    4 2. Mementingkan keseluruhandari pada bagian-bagian 3. Mementingkan peranan kognitif 4. Mementingkan kondisi waktu sekarang 5. Mementingkan pembentukan struktur kognitif PRINSIP DASAR TEORI KOGNITIVISME Teori belajar kognitif didasarkan pada empat prinsip dasar: 1. Pembelajar aktif dalam upaya untuk memahami pengalaman. 2. Pemahaman bahwa pelajar mengembangkan tergantung pada apa yang telah mereka ketahui. 3. Belajar membangun pemahaman dari pada catatan. 4. Belajar adalah perubahan dalam struktur mental seseorang. Teori menyiratkan bahwa proses yang berbeda mengenai pembelajaran dapat dijelaskan dengan menganalisis proses mental terlebih dahulu. Ini mengemukakan bahwa dengan proses kognitif yang efektif, pembelajaran akan mejadi lebih mudah dan informasi baru data disimpan dalam memori untuk jangka waktu yang lama. Di sisi lain, proses kognitif yang tidak efektif akan mengakibatkan kesulitan belajar yang dapat dilihat kapan saja selama masa hidup seseorang.
  • 5.
    5 TOKOH DALAM TEORIPEMBELAJARAN KOGNITIVISME Robert M. Gagne: Salah satu teori yang berasal dari psikolog kognitiv adalah teori pemrosesan informasi yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne. Menurut teori ini belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi dalam otak manusia. Sedangkan pengolahan otak manusia sendiri dapat dijelaskan sebagai berikut: Reseptor (alat indera): menerima rangsangan dari lingkungan dan mengubahnya menjadi rangsaangan neural, memberikan symbol informasi yang diterimanya dan kemudian di teruskan. Sensory register (penempungan kesan-kesan sensoris) : yang terdapat pada syaraf pusat, fungsinya menampung kesan-kesan sensoris dan mengadakan seleksi sehingga terbentuk suatu kebulatan perceptual. Informasi yang masuk sebagian masuk ke dalam memori jangka pendek dan sebagian hilang dalam system. Memory jangka pendek (Short term memory): menampung hasil pengolahan perceptual dan menyimpannya. Informasi tertentu disimpan untuk menentukan maknanya. Memori jangka pendek dikenal juga dengan informasi memori kerja, kapasitasnya sangat terbatas, waktu penyimpananya juga pendek. Informasi dalam memori ini dapat di transformasi dalam bentuk kode-kode dan selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang. Memori jangka panjang (Long Term memory): menampung hasil pengolahan yang ada di memori jangka pendek. Informasi yang disimpan dalam jangka panjang, bertahan lama, dan siap untuk dipakai kapan saja. Jean Piaget: Menurut Piaget proses belajar sebenarnya terdiri atas tiga tahapan yaitu : 1. Asimilasi : proses pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang sudah ada. 2. Akomodasi : proses penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi baru. 3. Equilibrasi : penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. Piaget juga mengemukakan bahwa proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa. Proses belajar yang dialami seorang anak berbeda pada tahap satu debfab tahap lainnya yang secara umum semakin tinggi tingkat kognitif seseorang maka semakin teratur dan juga semakin abstrak cara berpikirnya. Oleh karena
  • 6.
    6 itu guru seharusnyamemahami tahap-tahap perkembangan kognitif anak didiknya serta memberikan isi, metode, media pembelajaran yang sesuai dengan tahapannya. Ausubel: Menurut Ausubel siswa akan belajar dengan baik jika isi pelajarannya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada siswa (advanced organizer), dengan demikian akan mempengaruhi pengaturan kemampuan belajar siswa. Advanced organizer adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi seluruh isi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa. Advanced organizer memberikan tiga manfaat yaitu Menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi yang akan dipelajari. Berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara yang sedang dipelajari dan yang akan dipelajari. Dapat membantu siswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah. Bruner: Sementara Bruner mengusulkan teori yang disebutnya free discovery learning. Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu aturan termasuk konsep, teori, ide, definisi dan sebagainya melalui contoh-contoh yang menggambarkan atau mewakili aturan yang menjadi sumbernya. Keuntungan belajar menemukan ini diantaranya : 1. Menimbulkan rasa ingin tahu siswa sehingga dapat memotivasi siswa untuk menemukan jawabannya. 2. Menimbulkan keterampilan memecahkan masalahnya secara mandiri dan mengharuskan siswa untuk menganalisis dan memanipulasi informasi. Teori-teori kognitif ini juga sarat akan kritik terutama konsep Piaget karena sulit di terapkan ditingkat lanjut. Selain itu beberapa konsep tertentu, seperti intelegensi, belajar dan pengetahuan yang mendasari teori ini sukar dipahami dan pemahaman itu sendiripun belum tuntas.
  • 7.
    7 PENERAPAN TEORI PEMBELAJARAN KOGNITIVISTIK Adasejumlah cara untuk menggunakan model belajar kognitif dalam kelas. 1. Kita akan melihat strategi mengajar pada umumnya, terutama yang menyangkut rencana pembelajaran, kemudian yang ke dua kita akan memusatkan perhatian untuk membantu siswa dalam mengingat informasi baru. Strategi belajar sangatlah penting dalam mencapai suatu keberhasailan pengajaran, dalam hal ini ada beberapa faktor yang mendasari strategi mengajar yaitu, memusatkan perhatian, banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa dalam pemulaan pembelajaran, guru dapat membuat kontak mata, atau berbeuat sesuatu yang mengejutkan siswa dengan maksud untuk menarik perhatian siswa, mengidentifikasi apa yang penting, sulit, dan tidak bisa, belajar dapat dipertinggi jika guru membantu siswa merasa betapa pentingnya informasi baru, suatu strategi untuk melakukan ini adalah membuat tujuan pembelajaran sejelas mungkin. 2. Membantu siswa mengingat kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya, membantu siswa memahami, dan menggabungkan informasi. Mungkin satu-satunya metode terbaik untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran dan mengombinasikan informasi yang telah ada dengan informasi baru adalah membuat setiap pelajaran sedapat mungkin bermakna. 3. Strategi selanjutnya yaitu, strategi untuk membantu siswa dalam mengingat informasi baru. Lindsy dan Norman menyampaikan tiga aturan umum untuk memperbaiki ingatan, pertama, menghafal memerlukan usaha. Kedua materi yang harus dihafal atau diingat seharusnya berhubungan dengan hal hal lain. Ketiga materi dapat dibagi dalam kelompok atau bagian kecil dan kemudian diletakkan kembali bersama dengan pola yang berarti.
  • 8.
    8 RANGKUMAN: Pada Teoribelajar Kognitivsme adalah teori yang menjelaskan proses pemikiran dan perbedaan kondisi mental serta pengaruh faktor internal dan eksternal dalam menghasilkan belajrnya seorang individu. Apabila proses kognitif bekerja secara normal, maka perolehan infirmasi dan penyimpanan pengetahuan akan bekerja dengan baik pula, namun apabila proses kognitif bekerja tidak sebagaimana mestinya, maka terjadilah masalah dalam belajar. Scan Disini LATIHAN: Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan berikut: 1. Jelaskan perbedaan teori belajar pembelajaran, kognitiveisme, behaviorisme, humanisme dan konstruktivisme. 2. Jelaskan prinsip teori belajar pembelajaran, kognitiveisme, behaviorisme, humanisme dan konstruktivisme. 3. Kemungkakan bentuk implementasi teori belajar pembelajaran, kognitiveisme, behaviorisme, humanisme dan konstruktivisme pada pelaksanaan pembelajaran.
  • 9.
    9 DAFTAR PUSTAKA: Sugandi, Ahmad.2007.Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES. Mukinan.1997.Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: P3G IKIP Zulhammi. 2015. Teori Belajar Behavioristik dan Humanistik dalam Perspektif Pendidikan Islam.(Jurnal Darul Ilmi) Vol. 3 No. 1 Hal.105-127. http://perpustakaan-online.blogspot.com/2008/04/teori-belajar- humanistik.html Hall, Calvin S., & Lindzey, Gardner (2000), Teori-Teori Holistik (Organismik- Fenomenologis), Dr. A. Supratiknya (ed.), Jogjakarta :Kanisius .