PROCUREMENT
Sumber :
1.Business Logistics Management, Ronald
H.Balou.
2.Physical Logistics Management, Grant M.Davis
& John E.Dillard,Jr.
3.Strategic Logistics Management, Douglas
M.Lambert & James R.Stock.
4.Principles of Marketing, Phillip Kotler.
DEFINISI LAMBERT
 Purchasing : Pembelian aktual dari material dan
aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan
proses pembelian.
 Procurement : Aktivitas yang meliputi proses
dan strategis.
DEFINISI LEENDERS
 Purchasing : Proses pembelian (pembelajaran
dari kebutuhan, lokasi dan pemilihan supplier,
negosiasi harga, jaminan pengiriman).
 Procurement : Purchasing, stores, traffic,
receiving, pemeriksaan barang yang datang,
storage).
TUJUAN PURCHASING
 Getting the right materials (meeting quality
requirement), in the right quantity, for delivery
at the right time and right place, from the right
source (a vendor who reliable and will meet its
commitments in a timely fashion), with right
service (both before and after sales), and the
right price.
PROCUREMENT (1)
PROCUREMENT (1)
Procurement is an important link in the
Supply Chain.
The objective of procurement is to ensure
that there are sufficient supplies at the
right price, of the required quality, in the
right place and at the right time.
Organisations have specific departments
responsible for procurement.
PROCUREMENT (2)
PROCUREMENT (2)
Organisations are in need of a number of
items:
Utilities
Fuel
Capital Assets
Computer hardware and software
Stationary items
PROCUREMENT (3)
PROCUREMENT (3)
Organisations are in need of a number of
items:
Outsourced services
Transport and distribution services
Security
PROCUREMENT
PROCUREMENT
OBJECTIVES (1)
OBJECTIVES (1)
According to Rushton et al, when setting
procurement objectives, consideration
should be given to the following:
Ensuring the supply of raw materials and
other supplies
The quality of supplies
The price
The origin of the supplies
The method of supply
PROCUREMENT
PROCUREMENT
OBJECTIVES (2)
OBJECTIVES (2)
The mode of transport used
Deciding goods are to be acquired first
Whether to make or buy
MAKE OR BUY?
MAKE OR BUY?
The decision whether to make or buy a good
depends on the following:
Cost
Supply guarantees
Production capacity
Competitive advantage
SASARAN PURCHASING
 Menjamin kelancaran aliran material, supplies,
dan pelayanan yang dibutuhkan untuk operasi
organisasi.
 Menjaga agar tidak terjadi kekurangan
persediaan.
 Memelihara dan meningkatkan kualitas.
 Menemukan atau mengembangkan supplier.
PERENCANAAN SISTEM
PEMBELIAN
Ronald H. Ballou
Memilih dan menujuk supplier.
Pengukuran performance supplier.
Negoisasi kontrak.
Mempertimbangkan harga, kualitas dan pelayanan.
Sumber barang – barang dan pelayanan.
Merencanakan waktu pembelian.
Merencanakan waktu penjualan.
Mengevaluasi nilai penerimaan.
Memperkirakan harga, pelayanan dan perubahan demand.
Merinci bentuk dari produk yang akan diterima.
LANGKAH – LANGKAH SIKLUS
PEMBELIAN
Dobbler 1994, 324
Pengenalan, pendefinisian dan penggambaran kebutuhan.
Pengajuan daftar pembelian kedepartemen Pembelian dg form.
Investigasi dan pemilihan supplier.
Persiapan dan penerbitan purchasing order ( DO ).
Tindak lanjut pemesanan.
Penerimaan dan pemeriksaan matrial.
Pemeriksaan invoice.
Penutupan pesanan.
Catatan bagi departemen pembelian:
Open Order
Close Order.
Commodity record.
Supplier record.
Special toll record.
MNGT PURC HBGNNYA DG LANGKAH2
DLM
SELEKSI.
Pase-1 : Persiapan
Tetapkan kebutuhan pengadaan.
Bentuk Tim,jika perlu
Pase-2 : Identifikasi Pemasok Potensial
Tentukan Kriteria seleksi.
Identifikasi para Pemasok Potensial.
Pase-3 : Saring dan Pilih
Kontak Para Pemasok Potensial.
Evaluasi para Pemasok.
Pilih.
Pase-4 : Tetapkan Hubungan
ekspektasi Dokumen.
Kembangkan tingkat atensi tinggi.
Berikan Umpan Balik.
Pase-5 : Evaluasi Hubungannya
Teruskan pada saat ini.
Bangun Hubungan.
Kurangi Interaksi.
PASE-2 PROSES SELEKSI PERSH
SUPPLIER.
Kebutuhan Jenis Matrial
Informasi tentang
Perusahaan.
Mempelajari Data Perusahaan
sesuai dengan
Standart dan kebutuhan
Penilaian Kelayakan Kerja sama.
Kujungan Perusahaan
Penetapan sebagai Supplier
Status Persh.
Struktur orgnya.
Nilai aset.
Lokasi Persh.
Jenis Prod.
Jenis dan Juml
peral prod.
Perolehan matrial.
PPC
SUPPLIER YANG
POTENSIAL
 Selalu jujur dan adil pd setiap transaksi.
 Mempunyai fasilitas pabrik yg memadahi.
 Mampu menghasilkan produk sesuai dg spesifikasi
konsumen.
 Kondisi keuangan baik.
 Harga yg realitis baik thp konsumen maupun thp persh
sendiri.
 Senantiasa mengembangkan produk dan proses
produksinya.
 Selalu mengutamakan pelayanan terbaik untuk
konsumen.
Supplier yg baik adalah ;
( Prof. Wilbur england, dr Harvard University )
EVALUASI PEMASOK
POTENSIAL
Company profile
Penelitian Awal
Siapa Pengelolahnya.
Bgimana konditenya.
Bank references.
Credit references.
Penjualan tahunan.
Laba dlm 5th
.
Daftar konsumen.
Jumlah tenaga kerja.
Luas pabrik.
Develp suber dana.
Tingkat rejek
Jlm pengawas mutu.
Peralatan /teknologi.
Kondisi Keuangan
Mngt baik.
kwltas prod baik.
Modalnya memadai
utk mhdpi kalim.
Dananya cukup u/
mempercepat
proses
prod bila
diperlukan.
harga yg ditawarkan
realitis.
Siap menghadapi
goncanganekonomi
u/menjamin
kontinuitas
Kunjungan kepabrik
Operasi & peralannya.
Kmampuan mngt
splier.
Motiva spier u/ kerjasm.
Kmapuan R&D splier.
efektif PPC.
Moral spier scr umum.
Jml Pngrm pesan yg
ditolak.
PKS jk Panjang.
aktivitas pengelolah
Matrial.
PROSEDUR EVALUASI
PEMASOK
Banyak prosedur yg dilakukan oleh perusahaan tapi tidak ada satupun
yang the best method. Yg penting adalah menggunakan Prosedur secara
konsisten u/ meningkatkan keobyektifan proses.
Factor
Rating of
Supplier
( 1 2 3 4 5 )
Importance of
factor to your firm
( 1 2 3 4 5 )
Weighted
composite Rating
(0 =min ; 25 =max)
Supplier A.
• Produc Reliability.
• Price.
• Ordering Conenience.
• …..
• ……
• After sale service
Total supplier A
 Menstandarisasi barang-barang yang
dibeli.
 Membeli barang-barang yang dibutuhkan
dan memberikan pelayanan pada tingkat
ongkos yang murah.
 Meningkatkan posisi kompetitif
organisasi.
 Mengharmoniskan hubungan antara
pekerjaan yang produktif dengan fungsi
lain pada organisasi.
 Mengupayakan pencapaian tujuan
purchasing pada ongkos administrasi
yang paling murah.
PERAN PURCHASING DALAM
CS
 Produk dan jasa yang handal.
 Datang tepat waktu.
 Ongkos/biaya murah.
PERAN STRATEGIS
PURCHASING
 Melalui hubungan dengan pihak pasar,
pihak purchasing bisa memperoleh
informasi penting tentang teknologi baru,
potensi material dan jasa baru, sumber
pasokan baru dan perubahan kondisi
pasar.
 Dengan komunikasi, purchasing bisa
membantu membentuk strategi organisasi
untuk memperoleh keunggulan
kesempatan pasar.
SELEKSI DAN EVALUASI
PEMASOK
 Proses paling penting adalah pemilihan supplier.
 Proses pengambilan keputusan : decision makers
dan decision influencers (Decision Making Unit).
JUST IN TIME
Berdasarkan sistem tarik (pull system).
Kesulitan dalam mengimplementasikan JIT
:
 Dalam masalah pengendalian mutu,
sulitnya melakukan perubahan dari
inspeksi total.
 Dalam maslah persediaan, sulit
mengubah sistem lotsize ke cara
pengiriman yang sering dan pada saat
yang pasti.
 Dalam sistem produksi, pemasok dan
pembeli mengharapkan adanya akses
kepada sistem persediaan.
PURCHASING
PURCHASING
ACTIVITY
ACTIVITY
TRADITIONAL
TRADITIONAL
APPROACH
APPROACH
JIT APPROACH
JIT APPROACH
Seleksi Pemasok
Seleksi Pemasok Minimum 2 pemasok
Minimum 2 pemasok Satu pemasok
Satu pemasok
Penempatan Order
Penempatan Order Delivery time dan mutu
Delivery time dan mutu Order tahunan,
Order tahunan,
pengiriman dibuat
pengiriman dibuat
karena perlu
karena perlu
Perubahan Order
Perubahan Order Delivery time dan mutu
Delivery time dan mutu
berubah-rubah
berubah-rubah
Delivery time dan mutu
Delivery time dan mutu
tetap, kuantitas sesuai
tetap, kuantitas sesuai
keperluan
keperluan
Follow-Up Order
Follow-Up Order Telepon menyelesaikan
Telepon menyelesaikan
masalah
masalah
Sedikit masalah
Sedikit masalah
pengiriman lewat lisan
pengiriman lewat lisan
Inspeksi Masukan
Inspeksi Masukan Inspeksi mutu dan
Inspeksi mutu dan
jumlah dilakukan setiap
jumlah dilakukan setiap
pengiriman
pengiriman
Inspeksi sample awal
Inspeksi sample awal
Penilaian Pemasok
Penilaian Pemasok Penilaian kualitatif,
Penilaian kualitatif,
simpangan delivery s.d
simpangan delivery s.d
10%
10%
Tidak ada simpangan,
Tidak ada simpangan,
harga tetap
harga tetap
berdasarkan kalkulasi
berdasarkan kalkulasi
terbuka
terbuka
Invoicing
Invoicing Pembayaran per order
Pembayaran per order Invoice dikumpul dan
Invoice dikumpul dan
ditetapkan per bulan
ditetapkan per bulan
PROGRAM PENGURANGAN
ONGKOS
 Cost Reduction : Penurunan dalam harga
pembelian, hal ini berarti hanya jika perusahaan
membayar pada harga yang lebih rendah.
 Cost Avoidance : Sejumlah yang harus dibayar ,
kurang dari jumlah pembayaran sebenarnya.
LATIHAN :
1. Jelaskan bagaimana peranan
procurement/purchasing dalam bisnis logistik.
2. Jelaskan dengan contoh proses pemilihan
suplier. (Cari di internet atau observasi
langsung ke perusahaan untuk mencari contoh
proses pemilihan suplier di perusahaan).
SELESAI
TERIMA KASIH

materi terkait dengan kerja procurement.ppt

  • 1.
    PROCUREMENT Sumber : 1.Business LogisticsManagement, Ronald H.Balou. 2.Physical Logistics Management, Grant M.Davis & John E.Dillard,Jr. 3.Strategic Logistics Management, Douglas M.Lambert & James R.Stock. 4.Principles of Marketing, Phillip Kotler.
  • 2.
    DEFINISI LAMBERT  Purchasing: Pembelian aktual dari material dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan proses pembelian.  Procurement : Aktivitas yang meliputi proses dan strategis.
  • 3.
    DEFINISI LEENDERS  Purchasing: Proses pembelian (pembelajaran dari kebutuhan, lokasi dan pemilihan supplier, negosiasi harga, jaminan pengiriman).  Procurement : Purchasing, stores, traffic, receiving, pemeriksaan barang yang datang, storage).
  • 4.
    TUJUAN PURCHASING  Gettingthe right materials (meeting quality requirement), in the right quantity, for delivery at the right time and right place, from the right source (a vendor who reliable and will meet its commitments in a timely fashion), with right service (both before and after sales), and the right price.
  • 5.
    PROCUREMENT (1) PROCUREMENT (1) Procurementis an important link in the Supply Chain. The objective of procurement is to ensure that there are sufficient supplies at the right price, of the required quality, in the right place and at the right time. Organisations have specific departments responsible for procurement.
  • 6.
    PROCUREMENT (2) PROCUREMENT (2) Organisationsare in need of a number of items: Utilities Fuel Capital Assets Computer hardware and software Stationary items
  • 7.
    PROCUREMENT (3) PROCUREMENT (3) Organisationsare in need of a number of items: Outsourced services Transport and distribution services Security
  • 8.
    PROCUREMENT PROCUREMENT OBJECTIVES (1) OBJECTIVES (1) Accordingto Rushton et al, when setting procurement objectives, consideration should be given to the following: Ensuring the supply of raw materials and other supplies The quality of supplies The price The origin of the supplies The method of supply
  • 9.
    PROCUREMENT PROCUREMENT OBJECTIVES (2) OBJECTIVES (2) Themode of transport used Deciding goods are to be acquired first Whether to make or buy
  • 10.
    MAKE OR BUY? MAKEOR BUY? The decision whether to make or buy a good depends on the following: Cost Supply guarantees Production capacity Competitive advantage
  • 11.
    SASARAN PURCHASING  Menjaminkelancaran aliran material, supplies, dan pelayanan yang dibutuhkan untuk operasi organisasi.  Menjaga agar tidak terjadi kekurangan persediaan.  Memelihara dan meningkatkan kualitas.  Menemukan atau mengembangkan supplier.
  • 12.
    PERENCANAAN SISTEM PEMBELIAN Ronald H.Ballou Memilih dan menujuk supplier. Pengukuran performance supplier. Negoisasi kontrak. Mempertimbangkan harga, kualitas dan pelayanan. Sumber barang – barang dan pelayanan. Merencanakan waktu pembelian. Merencanakan waktu penjualan. Mengevaluasi nilai penerimaan. Memperkirakan harga, pelayanan dan perubahan demand. Merinci bentuk dari produk yang akan diterima.
  • 13.
    LANGKAH – LANGKAHSIKLUS PEMBELIAN Dobbler 1994, 324 Pengenalan, pendefinisian dan penggambaran kebutuhan. Pengajuan daftar pembelian kedepartemen Pembelian dg form. Investigasi dan pemilihan supplier. Persiapan dan penerbitan purchasing order ( DO ). Tindak lanjut pemesanan. Penerimaan dan pemeriksaan matrial. Pemeriksaan invoice. Penutupan pesanan. Catatan bagi departemen pembelian: Open Order Close Order. Commodity record. Supplier record. Special toll record.
  • 14.
    MNGT PURC HBGNNYADG LANGKAH2 DLM SELEKSI. Pase-1 : Persiapan Tetapkan kebutuhan pengadaan. Bentuk Tim,jika perlu Pase-2 : Identifikasi Pemasok Potensial Tentukan Kriteria seleksi. Identifikasi para Pemasok Potensial. Pase-3 : Saring dan Pilih Kontak Para Pemasok Potensial. Evaluasi para Pemasok. Pilih. Pase-4 : Tetapkan Hubungan ekspektasi Dokumen. Kembangkan tingkat atensi tinggi. Berikan Umpan Balik. Pase-5 : Evaluasi Hubungannya Teruskan pada saat ini. Bangun Hubungan. Kurangi Interaksi.
  • 15.
    PASE-2 PROSES SELEKSIPERSH SUPPLIER. Kebutuhan Jenis Matrial Informasi tentang Perusahaan. Mempelajari Data Perusahaan sesuai dengan Standart dan kebutuhan Penilaian Kelayakan Kerja sama. Kujungan Perusahaan Penetapan sebagai Supplier Status Persh. Struktur orgnya. Nilai aset. Lokasi Persh. Jenis Prod. Jenis dan Juml peral prod. Perolehan matrial. PPC
  • 16.
    SUPPLIER YANG POTENSIAL  Selalujujur dan adil pd setiap transaksi.  Mempunyai fasilitas pabrik yg memadahi.  Mampu menghasilkan produk sesuai dg spesifikasi konsumen.  Kondisi keuangan baik.  Harga yg realitis baik thp konsumen maupun thp persh sendiri.  Senantiasa mengembangkan produk dan proses produksinya.  Selalu mengutamakan pelayanan terbaik untuk konsumen. Supplier yg baik adalah ; ( Prof. Wilbur england, dr Harvard University )
  • 17.
    EVALUASI PEMASOK POTENSIAL Company profile PenelitianAwal Siapa Pengelolahnya. Bgimana konditenya. Bank references. Credit references. Penjualan tahunan. Laba dlm 5th . Daftar konsumen. Jumlah tenaga kerja. Luas pabrik. Develp suber dana. Tingkat rejek Jlm pengawas mutu. Peralatan /teknologi. Kondisi Keuangan Mngt baik. kwltas prod baik. Modalnya memadai utk mhdpi kalim. Dananya cukup u/ mempercepat proses prod bila diperlukan. harga yg ditawarkan realitis. Siap menghadapi goncanganekonomi u/menjamin kontinuitas Kunjungan kepabrik Operasi & peralannya. Kmampuan mngt splier. Motiva spier u/ kerjasm. Kmapuan R&D splier. efektif PPC. Moral spier scr umum. Jml Pngrm pesan yg ditolak. PKS jk Panjang. aktivitas pengelolah Matrial.
  • 18.
    PROSEDUR EVALUASI PEMASOK Banyak proseduryg dilakukan oleh perusahaan tapi tidak ada satupun yang the best method. Yg penting adalah menggunakan Prosedur secara konsisten u/ meningkatkan keobyektifan proses. Factor Rating of Supplier ( 1 2 3 4 5 ) Importance of factor to your firm ( 1 2 3 4 5 ) Weighted composite Rating (0 =min ; 25 =max) Supplier A. • Produc Reliability. • Price. • Ordering Conenience. • ….. • …… • After sale service Total supplier A
  • 19.
     Menstandarisasi barang-barangyang dibeli.  Membeli barang-barang yang dibutuhkan dan memberikan pelayanan pada tingkat ongkos yang murah.  Meningkatkan posisi kompetitif organisasi.  Mengharmoniskan hubungan antara pekerjaan yang produktif dengan fungsi lain pada organisasi.  Mengupayakan pencapaian tujuan purchasing pada ongkos administrasi yang paling murah.
  • 20.
    PERAN PURCHASING DALAM CS Produk dan jasa yang handal.  Datang tepat waktu.  Ongkos/biaya murah.
  • 21.
    PERAN STRATEGIS PURCHASING  Melaluihubungan dengan pihak pasar, pihak purchasing bisa memperoleh informasi penting tentang teknologi baru, potensi material dan jasa baru, sumber pasokan baru dan perubahan kondisi pasar.  Dengan komunikasi, purchasing bisa membantu membentuk strategi organisasi untuk memperoleh keunggulan kesempatan pasar.
  • 22.
    SELEKSI DAN EVALUASI PEMASOK Proses paling penting adalah pemilihan supplier.  Proses pengambilan keputusan : decision makers dan decision influencers (Decision Making Unit).
  • 23.
    JUST IN TIME Berdasarkansistem tarik (pull system). Kesulitan dalam mengimplementasikan JIT :  Dalam masalah pengendalian mutu, sulitnya melakukan perubahan dari inspeksi total.  Dalam maslah persediaan, sulit mengubah sistem lotsize ke cara pengiriman yang sering dan pada saat yang pasti.  Dalam sistem produksi, pemasok dan pembeli mengharapkan adanya akses kepada sistem persediaan.
  • 24.
    PURCHASING PURCHASING ACTIVITY ACTIVITY TRADITIONAL TRADITIONAL APPROACH APPROACH JIT APPROACH JIT APPROACH SeleksiPemasok Seleksi Pemasok Minimum 2 pemasok Minimum 2 pemasok Satu pemasok Satu pemasok Penempatan Order Penempatan Order Delivery time dan mutu Delivery time dan mutu Order tahunan, Order tahunan, pengiriman dibuat pengiriman dibuat karena perlu karena perlu Perubahan Order Perubahan Order Delivery time dan mutu Delivery time dan mutu berubah-rubah berubah-rubah Delivery time dan mutu Delivery time dan mutu tetap, kuantitas sesuai tetap, kuantitas sesuai keperluan keperluan Follow-Up Order Follow-Up Order Telepon menyelesaikan Telepon menyelesaikan masalah masalah Sedikit masalah Sedikit masalah pengiriman lewat lisan pengiriman lewat lisan Inspeksi Masukan Inspeksi Masukan Inspeksi mutu dan Inspeksi mutu dan jumlah dilakukan setiap jumlah dilakukan setiap pengiriman pengiriman Inspeksi sample awal Inspeksi sample awal Penilaian Pemasok Penilaian Pemasok Penilaian kualitatif, Penilaian kualitatif, simpangan delivery s.d simpangan delivery s.d 10% 10% Tidak ada simpangan, Tidak ada simpangan, harga tetap harga tetap berdasarkan kalkulasi berdasarkan kalkulasi terbuka terbuka Invoicing Invoicing Pembayaran per order Pembayaran per order Invoice dikumpul dan Invoice dikumpul dan ditetapkan per bulan ditetapkan per bulan
  • 25.
    PROGRAM PENGURANGAN ONGKOS  CostReduction : Penurunan dalam harga pembelian, hal ini berarti hanya jika perusahaan membayar pada harga yang lebih rendah.  Cost Avoidance : Sejumlah yang harus dibayar , kurang dari jumlah pembayaran sebenarnya.
  • 26.
    LATIHAN : 1. Jelaskanbagaimana peranan procurement/purchasing dalam bisnis logistik. 2. Jelaskan dengan contoh proses pemilihan suplier. (Cari di internet atau observasi langsung ke perusahaan untuk mencari contoh proses pemilihan suplier di perusahaan).
  • 27.