KerajaanBanten
I. Latar Belakang Kerajaan Banten
Lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai
melainkan di sekitar 10 KM masuk ke daratan di tepi
sungai cibanten di bagian selatan dari kota serang
sekarang ini.
Kerajaan Banten terletak di daerah Jawa Barat bagian
utara. Kerajaan Banten menjadi Penguasa jalur
pelayaran dan perdagangan yang melalui selat sunda.
Dengan posisi yang strategis ini kerajaan banten
menjadi kerajaan yang besar di Jawa Barat dan menjadi
saingan VOC (Belanda) yang berkedudukan di Batavia.
1.Sistem Politik
 a. Raja Hasanuddin (1522-1570 M) putra dari Fatahillah
 1).Meletakkan dasar-dasar pemerintahan kerajaan banten dan
 merupakan kerajaan yang pertama

 2).Menikah dengan putri raja indraputra

 3).Banyak        di     kunjungi      saudagar-saudagar     dari
 gujarat,persia,cina,turki,pegu (burma selatan) dan kaling




                                  .
1).Merebut pakuan tahun 1579 M di mana dalam
pertempuran ini raja pakuan yang benama Prabu Sedah
 b.Panembahan Yusuf (Putra dari Hasanuddin)
                        Tewas
           2).Menguasai Kerajaan Pajajaran

             c. Sultan Maulana Muhammad
     1).Menjadi raja banten pada usia 9 tahun dengan
                gelarKanjeng Ratu Banten
  2).Menghubungi menjalankan aktivitas pemerintahan
    kewajiban sampai rajanya siap untuk memerintah
3).Tahun 1596 menyerang palembang taapi tidak berhasil
         dan dia wafat pada pertempuran terebut
d.Abdul Mufakir kerajaan yang bernama Ranamanggala
   1).Di bantu wali
2).Ia sangat berpengaruh oleh pengasuh pangeran yaitu Nyai
                     Emban Rangkung
 3).Orang belanda datang ke indonesia membawa pemimpin
cornelisde houtman, tujuan mereka adalah membeli rempah-
                          rempah.

                  e.Sultan Ageng Tirtayasa
            1)Kerajaan mencapai masa kejayaan
2).Tahun 1671 mengangkat putra mahkota menjadi pembantu
           raja dengan gelar Sultan Abdul Kahar
2.Sistem Ekonomi
  Banten berhasil di rebut dan di islamkan oleh fatahillah dan
      berkembang sebagai bandar perdagangan dan pusat
 penyebaran islam. Faktor-faktor yang mendukung antara lain
                        sebagai berikut :
a).Banten terletak di teluk banten dan pelabuhannya memiliki
              syarat sebagai pelabuhan yang baik.
b).Kedudukan banten yang sangat strategis di teluk di tepi selat
    sunda, karena aktivitas pelayaran dan perdagangan dari
   pedagang islam semakin ramai sebab protugis berkuasa di
                            malaka.
      c).Banten memiliki bahan ekspor penting yaitu lada
   menjadikan daya tarik yang kuat bagi pedagang-pedagang
                             asing.
  d).Jatuhnya malaka ketangan portugis di dorong pedagang-
            pedagang cari jalan baru di Jawa Barat.
3.Sistem Budaya
  Sistem budaya banten dikenal dengan nama suku badui
    kepercayaannya disebut “Pasundan Kawitan” artinya
     pasundan yang pertama. Budaya banten banyak di
      temukan dalam bidang seni bangunan, yaitu seni
 bangunan masjid agung banten. Mesjid itu dibangun oleh
  Jan Lucas Cardeel (orang belanda yang menganut islam
    serta bangunan-bangunan gapura di kaibon banten).
4.Sistem Sosial
Sejak daerah banten di islamkan oleh Fatahillah kehidupan
       sosial masyarakat banten secara perlahan mulai
   melandaskan kepada ajaran-ajaran atau hukum-hukum
  islam yang berlaku dalam ajaran islam bahkan pengaruh
 islam semakin berkembang ke daerah pedalaman setelah
     kerajaan banten dapat mengalahkan kerajaan hindu
                          pajajaran.
Kehidupan sosial kerajaan banten di bawah pemerintahan
   Sultan Ageng Tirtayasa dengan pusat, karena ia sangat
   memperhatikan pusat kehidupan rakyat dan berusaha
       untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Setelah
  pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, kehidupan sosial
        kerajaan banten semakin bertambah merosot.
II.Peninggalan Kerajaan Banten

 Peninggalan kesultanan banten antara lain:
   1.Vihara Avalokitesvara
   2.Kampung Pamanican
    3.Desa Banten
   4.Pipa Tembakau
   5. Pusat bermacam jenis senjata tajam
III.Keruntuhan Kerajaan Banten
 Terjadinya perang saudara antara sultan ageng tirtayasa
dengan sultan haji karena sultan haji menjalin hubungan
                 akrab dengan belanda.
Kemenangan Sultan Haji merupakan kehancuran kerajaan
    banten karena berada di bawah pengawasan pihak
 belanda, sultan Haji hanya sebagai lambang belaka (Raja
                         Boneka)
Banten.jat

Banten.jat

  • 2.
  • 3.
    I. Latar BelakangKerajaan Banten Lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai melainkan di sekitar 10 KM masuk ke daratan di tepi sungai cibanten di bagian selatan dari kota serang sekarang ini. Kerajaan Banten terletak di daerah Jawa Barat bagian utara. Kerajaan Banten menjadi Penguasa jalur pelayaran dan perdagangan yang melalui selat sunda. Dengan posisi yang strategis ini kerajaan banten menjadi kerajaan yang besar di Jawa Barat dan menjadi saingan VOC (Belanda) yang berkedudukan di Batavia.
  • 4.
    1.Sistem Politik a.Raja Hasanuddin (1522-1570 M) putra dari Fatahillah 1).Meletakkan dasar-dasar pemerintahan kerajaan banten dan merupakan kerajaan yang pertama 2).Menikah dengan putri raja indraputra 3).Banyak di kunjungi saudagar-saudagar dari gujarat,persia,cina,turki,pegu (burma selatan) dan kaling .
  • 5.
    1).Merebut pakuan tahun1579 M di mana dalam pertempuran ini raja pakuan yang benama Prabu Sedah b.Panembahan Yusuf (Putra dari Hasanuddin) Tewas 2).Menguasai Kerajaan Pajajaran c. Sultan Maulana Muhammad 1).Menjadi raja banten pada usia 9 tahun dengan gelarKanjeng Ratu Banten 2).Menghubungi menjalankan aktivitas pemerintahan kewajiban sampai rajanya siap untuk memerintah 3).Tahun 1596 menyerang palembang taapi tidak berhasil dan dia wafat pada pertempuran terebut
  • 6.
    d.Abdul Mufakir kerajaanyang bernama Ranamanggala 1).Di bantu wali 2).Ia sangat berpengaruh oleh pengasuh pangeran yaitu Nyai Emban Rangkung 3).Orang belanda datang ke indonesia membawa pemimpin cornelisde houtman, tujuan mereka adalah membeli rempah- rempah. e.Sultan Ageng Tirtayasa 1)Kerajaan mencapai masa kejayaan 2).Tahun 1671 mengangkat putra mahkota menjadi pembantu raja dengan gelar Sultan Abdul Kahar
  • 7.
    2.Sistem Ekonomi Banten berhasil di rebut dan di islamkan oleh fatahillah dan berkembang sebagai bandar perdagangan dan pusat penyebaran islam. Faktor-faktor yang mendukung antara lain sebagai berikut : a).Banten terletak di teluk banten dan pelabuhannya memiliki syarat sebagai pelabuhan yang baik. b).Kedudukan banten yang sangat strategis di teluk di tepi selat sunda, karena aktivitas pelayaran dan perdagangan dari pedagang islam semakin ramai sebab protugis berkuasa di malaka. c).Banten memiliki bahan ekspor penting yaitu lada menjadikan daya tarik yang kuat bagi pedagang-pedagang asing. d).Jatuhnya malaka ketangan portugis di dorong pedagang- pedagang cari jalan baru di Jawa Barat.
  • 8.
    3.Sistem Budaya Sistem budaya banten dikenal dengan nama suku badui kepercayaannya disebut “Pasundan Kawitan” artinya pasundan yang pertama. Budaya banten banyak di temukan dalam bidang seni bangunan, yaitu seni bangunan masjid agung banten. Mesjid itu dibangun oleh Jan Lucas Cardeel (orang belanda yang menganut islam serta bangunan-bangunan gapura di kaibon banten).
  • 9.
    4.Sistem Sosial Sejak daerahbanten di islamkan oleh Fatahillah kehidupan sosial masyarakat banten secara perlahan mulai melandaskan kepada ajaran-ajaran atau hukum-hukum islam yang berlaku dalam ajaran islam bahkan pengaruh islam semakin berkembang ke daerah pedalaman setelah kerajaan banten dapat mengalahkan kerajaan hindu pajajaran. Kehidupan sosial kerajaan banten di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa dengan pusat, karena ia sangat memperhatikan pusat kehidupan rakyat dan berusaha untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Setelah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, kehidupan sosial kerajaan banten semakin bertambah merosot.
  • 10.
    II.Peninggalan Kerajaan Banten Peninggalan kesultanan banten antara lain: 1.Vihara Avalokitesvara 2.Kampung Pamanican 3.Desa Banten 4.Pipa Tembakau 5. Pusat bermacam jenis senjata tajam
  • 11.
    III.Keruntuhan Kerajaan Banten Terjadinya perang saudara antara sultan ageng tirtayasa dengan sultan haji karena sultan haji menjalin hubungan akrab dengan belanda. Kemenangan Sultan Haji merupakan kehancuran kerajaan banten karena berada di bawah pengawasan pihak belanda, sultan Haji hanya sebagai lambang belaka (Raja Boneka)