MAKALAH
MANAJEMEN ORGANISASI BANK MANDIRI
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah : Pengantar Manajemen
Dosen Pengampu : Ibu Yenni Cahyani, S.E, M.M
Oleh :
Kamelia Rahma 191011200767
Muhammad Iqbal 191011200778
Rosyida Rismawati 191011200785
Kelas 01SAKE033
RS.511
JURUSAN AKUNTANSI S1
UNIVERSITAS PAMULANG
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulias ucapkan atas kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan tugas ini.
Sebelum masuk pada isi di dalam makalah ini mungkin diantara kita sudah tidak asing
dengan kalimat manajemen dan ketika istilah manajemen banyak diadopsi oleh para pihak
dalam berbagai bidang kehidupan, orang dengan mudah menganggap bahwa manajemen
merupakan suatu konsep yang sangat sederhana. Akhirnya, orang dengan mudah merangkai
kata manajemen dengan permasalahan yang harus dipecahkan. Tetapi pada kenyatannya
manajemen bukanlah konsep yang sangat sederhana dan semudah seperti kita membalik
telapak tangan,karena manajemen adalah sumber dari segala sumber konsep yang akan kita
lakukan, dalam segi berorganisasi, berwira usaha, sampai kesegala seluruh aspek kehidupan
kita semua tak lepas dari menejemen.
Maka dari itu di dalam makalah ini akan memberi salah satu contoh bentuk managemen
dari sebuah perusahhaan BUMN yang tidak asing di telinga kita yaitu Bank Mandiri. Disini
kami akan membahas tentang mangemen (Struktur Organisasi) Bank Mandiri dari tingkat Pusat
hingga Cabang. Dimana masing-masing bagian/jabatan akan di uraikan mengenai pembagian
tugas, fungsi & kewenangan. Harapannya supaya penulis dan pembaca dapat lebih mengerti
tertang manajemen suatu perusahaan salah satunya di bidang Perbankan.
Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kami miliki dan bantuan dari beberapa
referensi. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Yenni Cahyani S.E.,M.M selaku dosen
mata kuliah Pengantar Manejemen yang telah memberikan tugas ini, semoga makalah ini
berguna dan dapat membantu kita di segala semua aspek kehidupan, amiiin.
Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan tugas yang kami buat ini yang masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mohon maaf apabila ada kekurangan ataupun
kesalahan. Kritik dan saran sangat diharapkan agar tugas ini menjadi lebih baik serta berguna
dimasa yang akan datang.
Pamulang, 18 Oktober 2019
Penulis
Kamelia Rahma
Muhammad Iqbal
Rosyida Rismawati
iii
DAFTAR ISI
JUDUL...........................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR....................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 4
A. SEJARAH SINGKAT BANK MANDIRI ............................................................................................ 4
B. MAKNA LOGO BANK MANDIRI................................................................................................... 5
C. VISI & MISI BANK MANDIRI....................................................................................................... 6
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 7
STRUKTUR ORGANISASI BANK MANDIRI PUSAT ............................................................................. 7
FUNGSI, KEWENANGAN & TANGGUNGJAWAB UNIT KERJA PUSAT .................................................. 9
STUKTUR ORGANISASI BANK MANDIRI CABANG...........................................................................12
FUNGSI, KEWENANGAN & TANGGUNGJAWAB UNIT KERJA CABANG..............................................13
SISTEMMANAJEMEN ............................................................................................................... 15
SISTEMTEKNOLOGI INFORMASI ............................................................................................... 17
PERAN SISTEMTEKNOLOGI INFORMASI .................................................................................... 18
BAB III KESIMPULAN .......................................................................................................................20
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. SEJARAH SINGKAT BANK MANDIRI
Bank Mandiri didirikan di Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada saat itu,
pemerintah sedang berusaha menanggulangi krisis ekonomi regional sejak tahun 1997. Salah
satu caranya adalah Pemerintah Republik Indonesia melakukan restrukturisasi bank, baik bank
umum, swasta, ataupun pemerintah dengan bantuan International Monetary Fund (IMF), Bank
Dunia, dan Asia Development Bank (ADB). Bank Mandiri juga mengalami restrukturasi
dimana empat bank pemerintah yang berbeda digabungkan bersama dalam satu bank.
Penggabungan atau merger empat bank tersebut dengan Bank Mandiri akhirnya dilakukan pada
tanggal 31 Juli 1999.
Keempat bank yang digabungkan bersama Bank Mandiri merupakan bank-bank yang
memiliki sejarah yang cukup panjang dan turut membentuk riwayat perbankan di Indonesia.
Bank tersebut merupakan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor
Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun
lamanya.
Setelah menyelesaikan proses penggabungan, proses berikutnya dalam sejarah
berdirinya Bank Mandiri adalah proses penyesuaian pasca penggabungan. Bank Mandiri
melakukan proses konsolidasi dimana bank mengalami proses yang panjang untuk
menyesuaikan budaya maupun teknologi antar bank. Proses ini mengakibatkan pengurangan
pegawai sebanyak 8.980 orang dan penutupan cabang sebanyak 194 unit. Kegiatan penyesuaian
5
ini dilakukan secara perlahan selama 5 hingga 7 tahun dengan pembentukan tim khusus yaitu
Tim Internalisasi Budaya yang ada hingga sekarang.
Selain itu, Bank Mandiri juga mewarisi 9 core banking system berbeda dari keempat
bank yang digabung bersama. Setelah berinvestasi untuk melakukan konsolidasi awal dari
sistem yang berbeda, Bank Mandiri selanjutnya melakukan program pergantian platform yang
berjalan selama 3 tahun dengan investasi sebesar $200 juta. Program pergantian platform ini
difokuskan untuk kegiatan consumer banking dan meningkatkan kemampuan penetrasi di
segmen retail banking. Pada sektor usaha, nasabah-nasabah Bank Mandiri kebanyakan
bergerak di sektor yang sama seperti makanan, minuman, pertanian, konstruksi, kimia, dan
tekstil. Maka, persetujuan kredit dan pengawasan untuk usaha dilaksanakan dengan cara
terpisah dari kegiatan pemasaran dan business unit.
Pada akhirnya, dalam masa transisi menyatukan semua sistem, sistem Bank Exim
dipilih untuk digunakan pada tahun 1999 hingga 2001. Pada tahun 2003 - 2004, sistem tersebut
diubah lagi menjadi sistem Bank Mandiri saat semua sistem telah disatukan.
Dan sekarang, Bank Mandiri telah menjadi salah satu perusahaan dan tempat kerja terbaik
di dunia. Bank ini telah memberikan lapangan kerja bagi 36.737 karyawan dengan 457 kantor
cabang dan 7 kantor cabang / perwakilan / perusahaan anak di luar negeri sampai Desember
2015. Selain itu, bank ini juga memiliki layanan distribusi yang dilengkapi dengan :
 388 ATM
 957 ATM dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa / Plus
 861 mesin Electronic Data Capture (EDC)
 Jaringan elektronik yang terdiri dari Internet Banking, SMS Banking, dan Call Center
B. MAKNA LOGO
 Bentuk logo dengan huruf kecil : Melambangkan sikap ramah dan rendah hati
 Warna huruf biru tua :
a. Biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan, warna ini umumnya dipakai
oleh institusi di bidang jasa.
b. Warisan luhur, stabilitas (Command, memimpin) dan serius (Respect) serta tahan uji
(Reliable).
c. Dasar pondasi yang kuat, berhubungan dengan kesetiaan, hal yang dapat dipercaya,
kehormatan yang tinggi (Trust, Integrity).
d. Simbol dari spesialis (Profesisionalism).
6
 Bentuk Gelombang Emas Cair :
a. Gelombang emas cair sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia.
b. Lengkungan emas sebagai metamorfosa dari sifat Agile, Progresif, pandangan ke
depan (Excellence), fleksibilitas serta ketangguhan atas segala kemungkinan yang
akan datang.
 Warna Kuning Emas (kuning ke arah orange) :
a. Warna logam mulia (emas) menunjukkan keagungan, kemuliaan, kemakmuran dan
kekayaan.
b. Menjadikan kita merasa tajam perhatiaannya (warna yang menarik perhatian orang),
aktif, kreatif dan meriah, warna spiritual dan melambangkan hal yang luar biasa.
c. Warna ini juga ramah, menyenangkan dan nyaman.
d. Pergantian logo Bank Mandiri selain karena untuk mengubah citra perusahaan
ternyata juga karena alasan feng shui, mulai Januari 2008 Mandiri mengganti logo
lama yang sudah 10 tahun lebih digunakan. Penggantian logo itu merupakan bagian
dari upaya Bank Mandiri memperbaiki kinerja untuk menuju predikat regional
champion bank.
C. VISI & MISI BANK MANDIRI
Visi
Indonesia's best, ASEAN's prominent
Misi
 Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar
 Mengembangkan sumber daya yang professional
 Memberi keuntungan yang maksimal kepada stakeholder
 Melaksanakan manajemen terbuka
 Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan
Adanya prinsip-prinsip atau azas- azas organisasi yaitu Budaya TIPCE
1. Trust (Kepercayaan)
Membangun keyakinan dan sangka baik dalam hubungan yang tulus dan terbuka
berdasarkan kehandalan.
2. Integrity (Integritas)
Berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi etika profesi.
3. Professionalism (Profesionalisme)
Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.
4. Customer Focus (Fokus pada pelanggan)
Senantiasa menempatkan pelanggan internal dan eksternal sebagai fokus untuk
membangun pengalaman positif yang saling menguntungkan dan tumbuh secara
berkesinambungan.
5. Excellence (Kesempurnaan)
Selalu berupaya mencapai keunggulan menuju kesempurnaan yang merupakan wujud
cinta dan bangga sebagai insan mandiri.
7
BAB II
PEMBAHASAN
Organisasi berfungsi sebagai prasarana atau alat untuk mencapai tujuan. Organisasi juga
bisa dijadikan sebagai wadah oleh sekelompok manusia untuk saling bekerja sama dalam
meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi setiap aspek dalam organisasi tersebut.
Dalam prosesnya setiap organisasi tentunya mempunyai metode-metode sendiri dalam
meningkatkan setiap aspek baik SDA maupun SDM yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
Struktur organisasi juga berfungsi sebagai pembagian wewenang dan tugas-tugas setiap
anggota PT Bank Mandiri, yang diharapkan dengan terstrukturnya organisasi dapat
mengingkatkan performa.
Berdasarkan bagan di atas maka pembagian kelompok menurut fungsi manajemen, yaitu :
A. Bagian SDM
Divisi Human Resources & Support Services yang terdiri dari :
1. Divisi HR
2. Divisi Training
3. Divisi Procurement & Fixed Asset Services
4. Divisi Asset Management
8
B. Bagian Pemasaran
Terletak pada divisi Corporate & Goverment dan Retail Banking.
 Divisi Corporate & Goverment yang terdiri atas :
1. Divisi Corporate Relationship Management
2. Divisi Goverment Relationship Management
3. Divisi Corporate Product Management
 Divisi Retail Banking yang terdiri atas :
1. Divisi Commercial Banking
2. Divisi Consumer Card Product Management & Sales
3. Divisi Consumer Liabilities & Other Product Management
4. Divisi Mass Market Loan
C. Bagian Keuangan
Terletak pada divisi Chief Financial dan Treasury & Capital Markets.
 Divisi Chief Financial yang terdiri atas:
1. Divisi Accounting
2. Divisi Economic & Financial Reseach
 Divisi Treasury & Capital Markets yang terdiri atas :
1. Divisi Financial Inst & Overseas Network Management
2. Divisi Treasury Management
D. Bagian Operasional
Terletak pada divisi Risk Management, Distribution Network, dan Chief Information.
 Divisi Risk Management yang terdiri atas :
1. Divisi Market Risk
2. Divisi Portofolio & Operational Risk Management
3. Divisi Corp. Credit Risk Management
4. Divisi Retail Credit Risk Approval
5. Divisi Credit Recovery
 Divisi Distribution Network yang terdiri atas :
1. Divisi Jakarta Network Management
2. Divisi Regional Network Management
3. Divisi Electronic Banking Channels
4. Divisi Central Operations
 Divisi Distribution Network yang terdiri atas :
1. Divisi IT
2. Divisi Strategy & Performance Management
9
Adapun fungsi dan tugas serta tanggungjawab masing-masing sub unit kerja Bank Mandiri
dapat dikemukakan secara umum, yaitu :
1. President Director / Direktur Utama
 Melaksanakan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan.
 Melakukan segala tindakan dan perbuatan mengenai pengurusan maupun pemilikan
kekayaan Perseroan.
 Beritikad baik dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk kepentingan
usaha Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar, Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham dan peraturan perundangan yang berlaku.
 Bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila bersalah atau
lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan kecuali dapat
membuktikan antara lain telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-
hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.
 Mewakili Perseroan di dalam dan di luar engadilan serta melakukan segala tindakan dan
perbuatan baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan serta mengikat
Perseroan dengan pihak lain dan atau pihak lain dengan Perseroan.
 Mengkoordinasikan kebijakan dan strategi unit kerja di bawah supervisi Direktur Utama
sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direksi terkait Pembidangan Tugas dan
Wewenang Anggota Direksi.
 Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan Direktur Pembina Wilayah.
2. Assistant to The President Directur / Wakil Direktur Utama
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan
Perseroan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan
peraturan perundangan.
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja yang berada di bawah
koordinasi Wakil Direktur Utama, berkoordinasi dengan Direktur Utama serta Direktur
lainnya.
 Bersama Direktur Utama mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk
memenuhi tantangan persaingan pasar produk dan jasa Perseroan dengan memerhatikan
aspek risiko.
 Bersama Direktur Utama mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Direktur Pembina
Wilayah dalam mengarahkan dan membina Regional CEO untuk mencapai target pangsa
pasar (market share) dan meningkatkan volume bisnis (dana dan kredit) Perseroan di
seluruh Region/Regional.
 Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan
stakeholder.
3. Direktur Finance & Treasury
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan
Perseroan di bidang Finance & Treasury sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar,
keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak
yang berada di bidang Finance & Treasury, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.
 Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-
produk Finance & Treasury yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta
penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
10
 Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Finance & Treasury secara agresif
dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
 Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Finance &
Treasury sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.
 Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan
pemantauan proyek nasabah secara berkala.
 Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan
stakeholder.
 Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk
melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya.
4. Direktur Corporate Banking
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan
Perseroan di bidang Corporate Banking sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar,
keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak
yang berada di bidang Corporate Banking, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.
 Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-
produk Corporate Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta
penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
 Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Corporate Banking secara agresif
dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
 Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Corporate
Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.
 Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan
pemantauan proyek nasabah secara berkala.
 Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan
stakeholder.
 Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk
melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya.
5. Direktur Retail Banking
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan
Perseroan di bidang Retail Banking sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar,
keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak
yang berada di bidang Retail Banking, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.
 Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-
produk Retail Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta
penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
 Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Retail Banking secara agresif
dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
 Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Retail Banking
sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.
 Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk dapat menjalankan Standar
Prosedur dalam bidang Retail Banking secara benar.
 Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan
pemantauan proyek nasabah secara berkala.
 Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan
stakeholder.
11
 Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk
melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya.
6. Direktur Risk Management & Compliance
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan
Perseroan di bidang Risk Management & Compliance sebagaimana diatur dalam
Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.
 Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja yang berada di bidang
Risk Management & Compliance, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.
 Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate
governance.
 Menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan Bank telah memenuhi
seluruh peraturan perundangan yang berlaku serta menjaga agar kegiatan usaha Bank
tidak menyimpang dari peraturan perundangan.
 Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang
dibuat oleh Bank kepada pihak eksternal.
 Mengembangkan organisasi kerja Risk Management & Compliance sehingga Perseroan
memiliki kebijakan, prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan Risk
Management & Compliance.
 Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan melekat pada semua unit kerja
organisasi Risk Management & Compliance.
 Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor penanganan permasalahan hukum
yang bersifat kompleks dan/atau bankwide melalui pemberian advis hukum kepada unit
kerja, manajemen maupun dengan mengoptimalkan legal officer.
 Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor legal action secara efektif melalui
penanganan perkara secara terintegrasi dengan target yang jelas.
 Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan
stakeholder.
 Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk
melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya.
7. Direktur Human Resources & Support Services
 Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk
mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui
koordinasi dengan SEVP Human Capital.
8. Direktur Distributions
 Mengarahkan, mengevaluasi, serta mensosialisasikan kebijakan dan stategi di bidang
Distributions.
 Mengarahkan dan mengevaluasi penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka
pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
 Mengarahkan dan membina Regional untuk melakukan transformasi jaringan distribusi,
optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence,
Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention, serta mencapai dan
meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.
12
9. Direktur Information Technology
 Mengimplementasikan solusi IT melalui program Infrastructure for capacity
enhancement untuk meningkatkan availability dan kapasitas sistem dalam mendukung
kebutuhan bisnis.
 Mengimplementasikan infrastruktur dan aplikasi untuk mendukung pengembangan e-
channel dengan menyempurnakan standar layanan di seluruh contact point kepada
nasabah.
 Meningkatkan pengamanan melalui modernisasi sistem dan melengkapi perangkat
pengamanan (perimeter system) dan pengamanan ATM sehingga dapat memberikan
keamanan dan kenyamanan bagi nasabah.
 Meningkatan kinerja sistem dan penyempurnaan manajemen risiko bank melalui
implementasi Business Continuity Management (BCM).
Adapun struktur organisasi Bank Mandiri dalam lingkup cabang, sebagai berikut.
Berdasarkan bagan di atas maka pembagian kelompok menurut fungsi manajemen, yaitu :
A. Bagian SDM : General Affair/ GA (meliputi segala bentuk sumber daya baik manusia,
produk/ barang, segala keperluan internal kantor)
B. Bagian Pemasaran : Commercial Manager, Relationship Manager, dan Retail Officer.
C. Bagian Keuangan : Accounting
D. Bagian Operasional : Spoke Manager, Customer Service Operation, Teller, Clearing & other
service, Risk Management, dan Trade Service.
E. Bagian Admistratif : Credit Operation Team (kaitan dengan pihak eksternal), General Affair
(kaitan dengan pihak internal).
13
Adapun fungsi dan tugas serta tanggungjawab masing-masing bagian dalam lingkup cabang,
yaitu :
1. Hub Manager (Kepala Cabang) bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional
cabang yang ada di wilayah kerjanya (antara lain: cabang-cabang spoke). Hub Manager
membawahi 5 unit kerja, yaitu : Hub Outlet Manager, Operation Manager, Commercial
Manager, Spoke-spoke Manager dan Credit Operation Leader.
2. Internal Control & Compliance (ICC) merupakan unit kerja yang bertugas sebagai unit
pengawasan internal yang dalam hirarki tugas dan tanggungjawabnya langsung kepada
satuan Audit Internal di Kantor Pusat. Namun demikian dalam operasional dan teknis
pelaksanaan tugas di cabang, di bawah Koordinator Kepala Cabang.
3. Risk Management adalah suatu unit kerja yang bertugas mengevaluasi permohonan kredit
yang ditujukan oleh Commercial Manager yang setelah dianalisa. Selanjutnya diputus
secara bersama (four eyes principles) dengan mempertimbangkan sisi resiko atas pemberian
kredit dan memberikan masukan untuk mengantisipasi/ meminimalisasi resiko yang
mungkin akan timbul.
4. Spoke Manager adalah penanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang di
masing-masing kantor cabang (spoke).
5. Hub Outlet Manager adalah penanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang serta
koordinator pendanaan dan perkreditan (kredit dengan limit < Rp. 350 Juta) maupun
operasional yang ada di kantor cabang yang meliputi tugas-tugas di bidang costumer
service, retail officer dan head teller.
6. Retail Officer adalah unit pemasaran bidang perkreditan yang bertugas sebagai berikut:
a. Memberikan penjelasan kepada calon nasabah/ nasabah, tentang persyaratan serta
berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan rekening pinjaman di Bank Mandiri.
b. Melakukan pembahasan atas permohonan kerdit berdasarkan ketentuan-ketentuan yang
berlaku di Bank Mandiri.
c. Melakukan pemeliharaan nasabah-nasabah yang telah mendapat fasilitas kredit di Bank
Mandiri berdasarkan ketentuan perbankan.
d. Memberikan pemberitahuan kepada masing-masing nasabah apabila terdapat perubahan-
perubahan pada ketentuan perkreditan maupun ada tunggakan-tunggakan kewajiban
nasabah yang berlum dibayar.
7. Costumer service adalah unit pemasaran bidang dana yang dipimpin oleh costumer servise
officer yang bertugas:
a. Memberikan penjelasan kepada calon nasabah maupun nasabah mengenai features dan
benefit dari setiap produk dan jasa-jasa Bank Mandiri.
b. Menangani permohonan pembukaan rekening nasabah yang meliputi: tabungan
Deposito dan Giro baik dalam rupiah maupun valuta asing.
c. Melayani permintaan untuk melakukan perubahan data-data nasabah maupun data
rekening dari masing-masing nasabah.
d. Melayani penutupan rekening nasabah.
e. Mengadministrasikan seluruh pembukaan rekening: Tabungan, Deposito dan Giro
nasabah.
14
8. Head teller adalah unit kerja dibidang kas yang mempunyai tugas:
a. Melayani setiap nasabah atau calon nasabah yang melakukan transaksi setiap hari yang
meliputi: penyetoran tunai, penarikan tunai, penyetoran kliring, inkaso transfer dll.
b. Melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen setoran atau penarikan nasabah
apakah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
c. Memastikan apakah tandatangan nasabah pada setiap penarikan dana dari rekening
telah sesuai dengan spesimen tanda tangan nasabah.
d. Melakukan monitoring atas persediaan uang tunai.
e. Sebagai koordinator atas penarikan tunai dan penyetoran oleh cabang-cabang.
f. Mengatur penyediaan uang kas di cabang agar tidak melebihi limit kas kantor hub.
9. Commercial Manager adalah sebagai unit kerja dibidang perkreditan dan bertanggungjawab
atas pelaksanaan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan perkreditan. Dalam
pelaksanaan tugasnya dibantu oleh petugas sub unit kerja: relationship manager dan credit
recovery.
10. Relationship manager bertugas mengelola debitur kredit performing baik permohonan baru
maupun penambahan. Adapun credit recovery bertugas mengelola debitur kredit non-
performing dan debitur macet baik pengadministrasiannya, penagihan sampai
penyelesaiannya. Sub unit ini pun dibantu oleh masing-masing assistant relationship
manager dan assistant credit recovery.
11. Operation manager adalah kepala unit kerja yang bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas
dan wewenang yang berkaitan dengan teknis operasional kantor cabang diluar kebijakan
perkreditan. Unit kerja ini membawahi 4 sub unit kerja yaitu general affair, clearing and
other services, trade service administrastion accounting.
12. Clearing and other service adalah sub unit kerja yang bertanggungjawab dan mempunyai
tugas mendukung tugas-tugas front-office, melakukan transaksi pertukaran warkat-warkat
bank pada lembaga kliring Bank Indonesia dan melaksanakan transfer-transfer, Inkaso dan
lain-lain yang berkaitan dengan tugasnya.
13. Trade service administration adalah suatu unit kerja yang bertugas melayani transaksi jasa-
jasa, valas dan hal-hal yang berkaitan dengan tanggungjawab dibidang tugasnya.
14. General affair adalah suatu unit kerja yang bertugas dan bertanggungjawab mengenai
kesekretariatan, mengelola aset-aset Bank Mandiri yang ada di Hub, mengelola
administrasi personalia, mengelola ATK, mengelola sarana pendukung operasional cabang
lainnya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bidang tanggungjawabnya.
15. Accounting adalah sub unit yang bertanggungjawab dan melakukan kontrol atas kebenaran
pelaksanaan transaksi dan melakukan pencatatan atas transaksi laba/rugi.
16. Credit operation team adalah suatu unit kerja yang bertugas dan bertanggunjawab terhadap
hal-hal pengadministrasian kredit dalam mandiri sistem terpadu (MASTER), pemenuhan
syarat kredit, pengingatan agunan, penutupan asuransi, penilaian agunan, penyelesaian
hukum dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tanggungjawabnya.
15
Syarat dari perusahaan yang baik salah satunya adalah memiliki fungsi-fungsi manajemen yang
baik. Fungsi-fungsi manajemen ini diantaranya adalah;
1. Perencanaan (Planning),
2. Organisasi (Organizing),
3. Pengarahan (Directing),
4. Pengawasan (Controlling).
Adapun sistem manajemen diuraikan dalam PT. Bank Mandiri diuraikan sebagai berikut :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah fungsi yang sangat mendasar dan sangat berperan besar
dalam organisasi/perusahaan. Apabila tanpa perencanaan dalam sebuah organisasi
sudah dapat dipastikan perusahaan tersebut akan gagal. Dalam Manajemen,
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, menyusun strategi untuk
mencapai tujuan, serta mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Pelaksanaan fungsi perencanaan manajemen PT. Bank Mandiri yaitu:
 Memperkuat leadership di segmen wholesale dengan melakukan pendalaman
relationship dengan nasabah. Strategi ini bertujuan agar Bank Mandiri dapat
meningkatkan share of wallet dan rasio crosssell revenue dari nasabah wholesale
Mandiri, melalui penyediaan solusi produk wholesale yang terintegrasi.
 Menjadi Bank pilihan nasabah di segmen retail, dengan akselerasi bisnis di
segmen-segmen utama yang menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Bank
Mandiri.
 Mengintegrasikan bisnis di semua segmen yang ada di Bank Mandiri, termasuk
dengan Perusahaan Anak. Melalui strategi ini, Bank Mandiri ingin mendorong
budaya cross-sell, baik antar unit kerja yang menangani segmen wholesale dan
retail, termasuk dengan perusahaan anak, serta mendorong regionalisasi bisnis dan
mengoptimalkan jaringan distribusi di wilayah.
2. Organisasi (Organizing)
Pegawai adalah salah satu aset yang paling bernilai dalam perusahaan, tidak lain
bagi pencapaian visi Bank Mandiri untuk menjadi yang terbaik di ASEAN. Bank
Mandiri terus melakukan penyempurnaan dalam kebijakan Human Capital agar
pegawai dapat terus dikembangkan dan dapat membawa Bank Mandiri
menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik.
Strategi pengelolaan Human Capital dilaksanakan dengan memperhatikan
prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko serta praktik Good
Corporate Goveranance. Strategi disusun dengan memperhatikan best practice di dunia
dan dikolaborasi dengan inovasi-inovasi dan teknologi yang mendukung.
Organisasi yang dilakukan oleh perusahaan Bank Mandiri yaitu :
 Organization Development
suatu kerangka kerja yang disusun untuk proses perubahan yang dapat menimbulkan
dampak positif diinginkan kepada seluruh stakeholder dan lingkungan.
 Capicity and Fullfillmen
16
3. Pengarahan (Directing)
Directing adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi
bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Bukan
saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat
pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju
kepada realisasi tujuan yang ditetapkan.
Bank Mandiri merupakan organisasi berbasis kinerja. Target perusahaan
didistribusikan ke masing-masing individu berdasarkan potensi dan kapabilitas
pegawai, yang dituangkan ke dalam Key Performance Indicator (KPI) Pegawai. Kinerja
individu direncanakan, ditetapkan, di-review dan dinilai menggunakan Individual
Performance Management System (IPMS). IPMS disusun agar pegawai dapat
menjalankan tugasnya secara optimal, menigkatkan loyalitas pegawai dan
menggerakkan iklim pekerjaan yang terbuka, positif dan progresif. IPMS dilakukan
dalam siklus tahunan yang berupa Perencanaan Kerja (planning dan goal setting) serta
monitoring dan evaluation. Proses ini diinput secara online pada sistem Mandiri Easy
yangberbasis internet sehingga dapat diakses oleh setiap pegawai dimanapun dan
kapanpun. Kinerja juga menjadi landasan pemberian reward pegawai dengan prinsip
competitiveness dan fainess.
4. Pengawasan (Controlling)
Risiko merupakan potensi kerugian yang mungkin dialami oleh Bank akibat
terjadinya suatu peristiwa tertentu. Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi
dan prosedur yang digunakan oleh Bank untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau,
dan mengendalikan Risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank.
Pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional ditujukan untuk mengelola
risiko kredit, risiko pasar dan risiko perasional pada level yang dapat diterima. Bank
Mandiri menerapkan risk appetite dan risk tolerance dalam bentuk kebijakan limit dan
sistem limit, yang disusun dan diusulkan oleh unit bisnis bersama unit manajemen
risiko dan disetujui oleh Risk Management Committee.
Penetapan limit didasarkan atas limit secara keseluruhan, limit per jenis risiko
maupun limit per aktivitas fungsional tertentu yang memiliki eksposur risiko. Kebijakan
limit tidak saja berfungsi dalam proses pengendalian risiko namun juga mendorong
strategi bisnis dan ekspansi bisnis ke dalam koridor pertumbuhan dengan profil risk-
reward yang optimal.
17
SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI PT. BANK MANDIRI
Teknologi informasi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk dapat lebih
kompetitif dalam bidangnya Teknologi informasi akan mendukung terciptanya suatu sistim
informasi yang di butuhkan oleh konsumen, sementara definisi dasar yang membentuk sistem
informasi itu sendiri adalah data, informasi dan sistem informasi.
Perkembangan teknologi informasi di dunia tak dapat dipisahkan dengan perkembangan
teknologi komputer. Peningkatan kemampuan komputer yang amat pesat dan dapat
digambarkan sebagai suatu kuantum dalam perkembangan teknologi, sangat membantu
perkembangan teknologi informasi.
Berikut ini penjabaran teknologi sistem informasi yang dipergunakan di PT. Bank
Mandiri Tbk. Kategori Sistem Informasi Managemen yang digunakan Bank Mandiri.
Kategori Sistem Informasi Management dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) fungsi yaitu
sbb :
1. Operation Support System Function.
Jenis Sistem Informasi Manajemen dari fungsi Operation Support System yang diterapkan
fungsi Transaction Processing System (TPS). Transaction Processing System tersebut
digunakan untuk memproses transaksi produk perbankan seperti pinjaman (Loans),
penyimpanan uang (deposit), trade finance serta jasa perbankan lainnya.
2. Management Support System Function
Jenis Sistem Informasi Manajemen dari fungsi Management Support System yang
diterapkan yaitu Management Information System (MIS). MIS digunakan dalam rangka
menyediakan informasi yang diperlukan bagi setiap level manajemen di Mandiri guna
mendukung pengambilan keputusan.
Dalam terminologi yang digunakan di bisnis perbankan pada umumnya, framework dari Sistem
Informasi Manajemen di Bank Mandiri dapat dikelompokan menjadi:
a. Core Banking System (CBS)
Core Banking System merupakan suatu Host System yang fungsinya ialah sebagai
CustomerDatabase Organizer, dimana aplikasi tersebut berfungsi sebagai Grafic User
Interface(GUI) yang mendukung setiap transaksi perbankan yang dilakukan. Data tersebut
meliputiCustomer Information File (CIF), Loans & Deposit Transaction System, Trade
Finance System dan jasa-jasa perbankan lainnya.
b. Banking Delivery System (BDS)
Banking Delivery System adalah fasilitas delivery dimana nasabah bisa melakukan
accessterhadap produk dan jasa bank. Contoh dari delivery system tersebut dibagi menjadi
(2) bagian yaitu :
1. Self Service Terminal :
 ATM (Automated Teller Machine).
 Call Center (Phone Banking).
 Debit Card / POS Terminal.
 Phone banking.
 Cash Management.
2. Non - Self Service Terminal :
 Branch Teller System.
18
3. Management Support System
Management Support System adalah sistem yang dapat menyediakan
informasi/data/laporan perusahaan untuk mendukung pengambilan keputusan
pada setiap tingkatan manajemen. Sementara itu Management Support System di PT.
Bank Mandiri baru pada tahap information provider (Management Information System)
belum dapat menyediakan solusi secara langsung bagi manajemen. Demikian pula, PT.
Bank Mandiri Tbk belum menyediakan Executive Information System yaitu sistem
informasi yang disajikan sedemikian rupa (biasanya menggunakan mutimedia) bagi
para top executive.
Saat ini PT. Bank Mandiri. sedang melakukan pengembangan Management
Support System secara outsourcing dengan beberapa provider (vendor) untuk
menyediakan solusi secara langsung bagi jajaran manajemen.
Contoh dari Management Information System yang diterapkan adalah sbb :
1. Financial Information System.
2. Asset & Liabilities Management Information System.
3. Human Resources Information System.
4. Fixed Asset Information System.
Berikut ini disajikan framework dari Sitem informasi Manajemen di PT. Bank Mandiri Tbk.
System & Network Management dan Management Support System.
MANAGEMENT SUPPORT SYSTEM
 Financial Information System
 HR Information System
 Fixxed Asset Information System
CORE BANKING SYSTEM
 CIF (Customer Identification File)
 Loans Module
 Deposit Module
 Trade Finance
 GL System
BANKING DELIVERY SYSTEM
 Branch Teller
 ATM
 EFT / POS (Debit Card)
 Call Center
 Cash Management
PERAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. BANK MANDIRI
Peran Sistem Informasi dalam mendukung Operasional Bisnis di PT. Bank Mandiri Tbk
sangatlah besar, terutama dalam mendukung kegiatan operasional rutin di 1 Kantor Cabang
Khusus, 324 Kantor Cabang, 140 Kantor Cabang Pembantu dan 4.250 Mandiri Unit yang
tersebar di seluruh Indonesia.Tanpa Teknologi Sistem Informasi, kegiatan operasional PT.
Bank Mandiri Tbk tidak mungkin dapat dijalankan. Oleh karena itu peranan Teknologi Sistem
Informasi dalam menjalankan operasional jasa bank dinilai sangat vital bagi kelangsungan
usaha. Kegiatan utama operasional di Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Unit yaitu
melayani dan memproses transaksi nasabah yang meliputi :
1. Transaksi Pinjaman (Commercial Loans, Consumer Loans, Goverment Loans and
Consumer Loans)
2. Transaksi Tabungan ( Saving Transaction)
3. Transaksi Deposito (Time Deposit)
4. Transakasi Giro (Current Account Transaction)
5. Transaksi Trade Finance ( LC Exspor & Impor)
6. Transaksi Transfer dan Inkaso (Electronic Transaction)
7. Transaksi Pembayaran (Bill of payment)
8. Transaksi jasa bank lainnya.
19
Peran Sistem Informasi Manajemen dalam menunjang pengambilan keputusan di PT.
Bank Mandiri Tbk yaitu dengan menyediakan informasi atau data-data perusahaan yang
diperlukan. Informasi tersebut antara lain informasi tentang keragaan usaha bank dari mulai
tingkat usaha terkecil yaitu Kantor Unit, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Cabang sampai
Kantor Pusat. Informasi keragaan bank yang dapat disajikan oleh Sistem informasi Manajemen
di Mandiri antara lain :
1. Laporan Liquiditas unit usaha :
a. Laporan Cash Ratio
b. Laporan Giro Wajib Minimum
c. Laporan Call Money Pasiva Neto terhadap total dana
2. Laporan Produktivitas usaha :
a. Laporan Return on Asset
b. Laporan Return on Earning Asset
c. Laporan produktivitas pinjaman
d. Laporan Non Performing Loans
e. Laporan rasio antara net interest margin terhadap earning assets
f. Laporan kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio)
3. Laporan Efisiensi Bank :
a. Laporan Cost of Fund (COF)
b. Laporan Cost of Loanable Fund (COLF)
c. Laporan Overhead Cost (OHC)
4. Financial Information System yang mencakup :
a. Capital Budget
b. Financial forecasting
c. Financial Planning
5. Laporan Perkembangan Dana Pihak III
a. Laporan Perkembangan Tabungan
b. Laporan Perkembangan Giro
c. Laporan Perkembangan Deposit
Informasi yang dapat dihasilkan oleh SIM di Mandiri berkaitan dengan nasabah, produk ,
SDM dan Fixed Asset antara lain :
a) Laporan Profitabilitas per nasabah , melihat profitability yang diberikan oleh nasabah
korporasi yang diperoleh dari simpanan dan pinjamannya.
b) Laporan Product Profitablity, laporan profitablitas per produk baik produk pinjaman
maupun produk simpanan.
c) Laporan Keragaan SDM Mandiri dari mulai yang teller, customer service, account
offcier, operation manager, Branch manager, Funding dan Lending Manager per
Kantor Wilayah. Informasi SDM yang disajikan oleh Sistem Informasi Manajemen
sangat berguna dalam rangka pengambilan keputusan baik untuk pembinaan karier,
keperluan training, promosi jabatan, penempatan tenaga, perencanaan SDM, dan
bahkan untuk keperluan rekrutmen pegawai. Dalam pelaksanaannya sistem tersebut di
organisir oleh aplikasi yang bernama SAP.
d) Laporan Keragaan Fixed Asset Bank yang beada dari mulai tingkat usaha terkecil
seperti kantor Unit, Kantor Cabang sampai Kantor Wilayah.. Informasi detil mengenai
fixed asset Mandiri yang disajikan oleh Sistem Informasi Manajemen sangat berguna
dalam rangka pengambilan keputusan manajerial, baik untuk pengembangan usaha atau
pun untuk efisiensi aset .
20
BAB III
KESIMPULAN
Bank Mandiri dalam hal ini termasuk ke dalam Functional Structure dimana fungsional
struktur ini di bentuk berdasarkan fungsi masing-masing department. Jabatan tertinggi hirarki
di kepalai oleh seorang Presiden Direktur. Segala bisnis proses dan pengambilan strategi akan
di tentukan oleh Presiden Direktur. Lalu dalam hirarki di atas, pembagian departemen di
fokuskan dalam fungsi-fungsi masing-masing. Dengan kata lain bahwa pembagian struktur
organisasi menurut fungsi ini lebih mudah mengarahkan setiap bagian apa yang akan di capai
oleh masing-masing bagian. Di Bank Mandiri, pembagian fungsi ini di buktikan dengan adanya
Direktur Bidang. Yang bertugas mengarahkan dan memonitoring bisnis proses dari bagiannya,
mulai dari fungsi terkecil hingga terbesar. Memfokuskan pendekatan dengan mudah.
Knowledge sharing, memudahkan setiap individu dalam bagian ini untuk berkoordinasi dan
membentuk tim yang solid sampai menjadi sebuah group yang profesional. Sebuah departemen
fungsional harus bisa memfokuskan satu wajah kepada pelanggan maupun divisi lainnya. Nilai
ini adalah pembuktian bagaimana sebuah fungsi dapat memberikan nilai-nilai lebih kepada
organisasi lain atau konsumen.

Bank mandiri

  • 1.
    MAKALAH MANAJEMEN ORGANISASI BANKMANDIRI Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Pengantar Manajemen Dosen Pengampu : Ibu Yenni Cahyani, S.E, M.M Oleh : Kamelia Rahma 191011200767 Muhammad Iqbal 191011200778 Rosyida Rismawati 191011200785 Kelas 01SAKE033 RS.511 JURUSAN AKUNTANSI S1 UNIVERSITAS PAMULANG
  • 2.
    ii KATA PENGANTAR Puji syukurPenulias ucapkan atas kehadirat Allah SWT., yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan tugas ini. Sebelum masuk pada isi di dalam makalah ini mungkin diantara kita sudah tidak asing dengan kalimat manajemen dan ketika istilah manajemen banyak diadopsi oleh para pihak dalam berbagai bidang kehidupan, orang dengan mudah menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana. Akhirnya, orang dengan mudah merangkai kata manajemen dengan permasalahan yang harus dipecahkan. Tetapi pada kenyatannya manajemen bukanlah konsep yang sangat sederhana dan semudah seperti kita membalik telapak tangan,karena manajemen adalah sumber dari segala sumber konsep yang akan kita lakukan, dalam segi berorganisasi, berwira usaha, sampai kesegala seluruh aspek kehidupan kita semua tak lepas dari menejemen. Maka dari itu di dalam makalah ini akan memberi salah satu contoh bentuk managemen dari sebuah perusahhaan BUMN yang tidak asing di telinga kita yaitu Bank Mandiri. Disini kami akan membahas tentang mangemen (Struktur Organisasi) Bank Mandiri dari tingkat Pusat hingga Cabang. Dimana masing-masing bagian/jabatan akan di uraikan mengenai pembagian tugas, fungsi & kewenangan. Harapannya supaya penulis dan pembaca dapat lebih mengerti tertang manajemen suatu perusahaan salah satunya di bidang Perbankan. Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Manajemen dengan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kami miliki dan bantuan dari beberapa referensi. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Yenni Cahyani S.E.,M.M selaku dosen mata kuliah Pengantar Manejemen yang telah memberikan tugas ini, semoga makalah ini berguna dan dapat membantu kita di segala semua aspek kehidupan, amiiin. Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan tugas yang kami buat ini yang masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mohon maaf apabila ada kekurangan ataupun kesalahan. Kritik dan saran sangat diharapkan agar tugas ini menjadi lebih baik serta berguna dimasa yang akan datang. Pamulang, 18 Oktober 2019 Penulis Kamelia Rahma Muhammad Iqbal Rosyida Rismawati
  • 3.
    iii DAFTAR ISI JUDUL...........................................................................................................................................i KATA PENGANTAR....................................................................................................................ii DAFTARISI.................................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 4 A. SEJARAH SINGKAT BANK MANDIRI ............................................................................................ 4 B. MAKNA LOGO BANK MANDIRI................................................................................................... 5 C. VISI & MISI BANK MANDIRI....................................................................................................... 6 BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 7 STRUKTUR ORGANISASI BANK MANDIRI PUSAT ............................................................................. 7 FUNGSI, KEWENANGAN & TANGGUNGJAWAB UNIT KERJA PUSAT .................................................. 9 STUKTUR ORGANISASI BANK MANDIRI CABANG...........................................................................12 FUNGSI, KEWENANGAN & TANGGUNGJAWAB UNIT KERJA CABANG..............................................13 SISTEMMANAJEMEN ............................................................................................................... 15 SISTEMTEKNOLOGI INFORMASI ............................................................................................... 17 PERAN SISTEMTEKNOLOGI INFORMASI .................................................................................... 18 BAB III KESIMPULAN .......................................................................................................................20
  • 4.
    4 BAB I PENDAHULUAN A. SEJARAHSINGKAT BANK MANDIRI Bank Mandiri didirikan di Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada saat itu, pemerintah sedang berusaha menanggulangi krisis ekonomi regional sejak tahun 1997. Salah satu caranya adalah Pemerintah Republik Indonesia melakukan restrukturisasi bank, baik bank umum, swasta, ataupun pemerintah dengan bantuan International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Asia Development Bank (ADB). Bank Mandiri juga mengalami restrukturasi dimana empat bank pemerintah yang berbeda digabungkan bersama dalam satu bank. Penggabungan atau merger empat bank tersebut dengan Bank Mandiri akhirnya dilakukan pada tanggal 31 Juli 1999. Keempat bank yang digabungkan bersama Bank Mandiri merupakan bank-bank yang memiliki sejarah yang cukup panjang dan turut membentuk riwayat perbankan di Indonesia. Bank tersebut merupakan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun lamanya. Setelah menyelesaikan proses penggabungan, proses berikutnya dalam sejarah berdirinya Bank Mandiri adalah proses penyesuaian pasca penggabungan. Bank Mandiri melakukan proses konsolidasi dimana bank mengalami proses yang panjang untuk menyesuaikan budaya maupun teknologi antar bank. Proses ini mengakibatkan pengurangan pegawai sebanyak 8.980 orang dan penutupan cabang sebanyak 194 unit. Kegiatan penyesuaian
  • 5.
    5 ini dilakukan secaraperlahan selama 5 hingga 7 tahun dengan pembentukan tim khusus yaitu Tim Internalisasi Budaya yang ada hingga sekarang. Selain itu, Bank Mandiri juga mewarisi 9 core banking system berbeda dari keempat bank yang digabung bersama. Setelah berinvestasi untuk melakukan konsolidasi awal dari sistem yang berbeda, Bank Mandiri selanjutnya melakukan program pergantian platform yang berjalan selama 3 tahun dengan investasi sebesar $200 juta. Program pergantian platform ini difokuskan untuk kegiatan consumer banking dan meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen retail banking. Pada sektor usaha, nasabah-nasabah Bank Mandiri kebanyakan bergerak di sektor yang sama seperti makanan, minuman, pertanian, konstruksi, kimia, dan tekstil. Maka, persetujuan kredit dan pengawasan untuk usaha dilaksanakan dengan cara terpisah dari kegiatan pemasaran dan business unit. Pada akhirnya, dalam masa transisi menyatukan semua sistem, sistem Bank Exim dipilih untuk digunakan pada tahun 1999 hingga 2001. Pada tahun 2003 - 2004, sistem tersebut diubah lagi menjadi sistem Bank Mandiri saat semua sistem telah disatukan. Dan sekarang, Bank Mandiri telah menjadi salah satu perusahaan dan tempat kerja terbaik di dunia. Bank ini telah memberikan lapangan kerja bagi 36.737 karyawan dengan 457 kantor cabang dan 7 kantor cabang / perwakilan / perusahaan anak di luar negeri sampai Desember 2015. Selain itu, bank ini juga memiliki layanan distribusi yang dilengkapi dengan :  388 ATM  957 ATM dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa / Plus  861 mesin Electronic Data Capture (EDC)  Jaringan elektronik yang terdiri dari Internet Banking, SMS Banking, dan Call Center B. MAKNA LOGO  Bentuk logo dengan huruf kecil : Melambangkan sikap ramah dan rendah hati  Warna huruf biru tua : a. Biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan, warna ini umumnya dipakai oleh institusi di bidang jasa. b. Warisan luhur, stabilitas (Command, memimpin) dan serius (Respect) serta tahan uji (Reliable). c. Dasar pondasi yang kuat, berhubungan dengan kesetiaan, hal yang dapat dipercaya, kehormatan yang tinggi (Trust, Integrity). d. Simbol dari spesialis (Profesisionalism).
  • 6.
    6  Bentuk GelombangEmas Cair : a. Gelombang emas cair sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia. b. Lengkungan emas sebagai metamorfosa dari sifat Agile, Progresif, pandangan ke depan (Excellence), fleksibilitas serta ketangguhan atas segala kemungkinan yang akan datang.  Warna Kuning Emas (kuning ke arah orange) : a. Warna logam mulia (emas) menunjukkan keagungan, kemuliaan, kemakmuran dan kekayaan. b. Menjadikan kita merasa tajam perhatiaannya (warna yang menarik perhatian orang), aktif, kreatif dan meriah, warna spiritual dan melambangkan hal yang luar biasa. c. Warna ini juga ramah, menyenangkan dan nyaman. d. Pergantian logo Bank Mandiri selain karena untuk mengubah citra perusahaan ternyata juga karena alasan feng shui, mulai Januari 2008 Mandiri mengganti logo lama yang sudah 10 tahun lebih digunakan. Penggantian logo itu merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri memperbaiki kinerja untuk menuju predikat regional champion bank. C. VISI & MISI BANK MANDIRI Visi Indonesia's best, ASEAN's prominent Misi  Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar  Mengembangkan sumber daya yang professional  Memberi keuntungan yang maksimal kepada stakeholder  Melaksanakan manajemen terbuka  Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan Adanya prinsip-prinsip atau azas- azas organisasi yaitu Budaya TIPCE 1. Trust (Kepercayaan) Membangun keyakinan dan sangka baik dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. 2. Integrity (Integritas) Berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi etika profesi. 3. Professionalism (Profesionalisme) Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. 4. Customer Focus (Fokus pada pelanggan) Senantiasa menempatkan pelanggan internal dan eksternal sebagai fokus untuk membangun pengalaman positif yang saling menguntungkan dan tumbuh secara berkesinambungan. 5. Excellence (Kesempurnaan) Selalu berupaya mencapai keunggulan menuju kesempurnaan yang merupakan wujud cinta dan bangga sebagai insan mandiri.
  • 7.
    7 BAB II PEMBAHASAN Organisasi berfungsisebagai prasarana atau alat untuk mencapai tujuan. Organisasi juga bisa dijadikan sebagai wadah oleh sekelompok manusia untuk saling bekerja sama dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi setiap aspek dalam organisasi tersebut. Dalam prosesnya setiap organisasi tentunya mempunyai metode-metode sendiri dalam meningkatkan setiap aspek baik SDA maupun SDM yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Struktur organisasi juga berfungsi sebagai pembagian wewenang dan tugas-tugas setiap anggota PT Bank Mandiri, yang diharapkan dengan terstrukturnya organisasi dapat mengingkatkan performa. Berdasarkan bagan di atas maka pembagian kelompok menurut fungsi manajemen, yaitu : A. Bagian SDM Divisi Human Resources & Support Services yang terdiri dari : 1. Divisi HR 2. Divisi Training 3. Divisi Procurement & Fixed Asset Services 4. Divisi Asset Management
  • 8.
    8 B. Bagian Pemasaran Terletakpada divisi Corporate & Goverment dan Retail Banking.  Divisi Corporate & Goverment yang terdiri atas : 1. Divisi Corporate Relationship Management 2. Divisi Goverment Relationship Management 3. Divisi Corporate Product Management  Divisi Retail Banking yang terdiri atas : 1. Divisi Commercial Banking 2. Divisi Consumer Card Product Management & Sales 3. Divisi Consumer Liabilities & Other Product Management 4. Divisi Mass Market Loan C. Bagian Keuangan Terletak pada divisi Chief Financial dan Treasury & Capital Markets.  Divisi Chief Financial yang terdiri atas: 1. Divisi Accounting 2. Divisi Economic & Financial Reseach  Divisi Treasury & Capital Markets yang terdiri atas : 1. Divisi Financial Inst & Overseas Network Management 2. Divisi Treasury Management D. Bagian Operasional Terletak pada divisi Risk Management, Distribution Network, dan Chief Information.  Divisi Risk Management yang terdiri atas : 1. Divisi Market Risk 2. Divisi Portofolio & Operational Risk Management 3. Divisi Corp. Credit Risk Management 4. Divisi Retail Credit Risk Approval 5. Divisi Credit Recovery  Divisi Distribution Network yang terdiri atas : 1. Divisi Jakarta Network Management 2. Divisi Regional Network Management 3. Divisi Electronic Banking Channels 4. Divisi Central Operations  Divisi Distribution Network yang terdiri atas : 1. Divisi IT 2. Divisi Strategy & Performance Management
  • 9.
    9 Adapun fungsi dantugas serta tanggungjawab masing-masing sub unit kerja Bank Mandiri dapat dikemukakan secara umum, yaitu : 1. President Director / Direktur Utama  Melaksanakan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.  Melakukan segala tindakan dan perbuatan mengenai pengurusan maupun pemilikan kekayaan Perseroan.  Beritikad baik dan penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas untuk kepentingan usaha Perseroan dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar, Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan peraturan perundangan yang berlaku.  Bertanggung jawab penuh secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan kecuali dapat membuktikan antara lain telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati- hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.  Mewakili Perseroan di dalam dan di luar engadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan baik mengenai pengurusan maupun mengenai pemilikan serta mengikat Perseroan dengan pihak lain dan atau pihak lain dengan Perseroan.  Mengkoordinasikan kebijakan dan strategi unit kerja di bawah supervisi Direktur Utama sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direksi terkait Pembidangan Tugas dan Wewenang Anggota Direksi.  Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan Direktur Pembina Wilayah. 2. Assistant to The President Directur / Wakil Direktur Utama  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja yang berada di bawah koordinasi Wakil Direktur Utama, berkoordinasi dengan Direktur Utama serta Direktur lainnya.  Bersama Direktur Utama mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar produk dan jasa Perseroan dengan memerhatikan aspek risiko.  Bersama Direktur Utama mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Direktur Pembina Wilayah dalam mengarahkan dan membina Regional CEO untuk mencapai target pangsa pasar (market share) dan meningkatkan volume bisnis (dana dan kredit) Perseroan di seluruh Region/Regional.  Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder. 3. Direktur Finance & Treasury  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan di bidang Finance & Treasury sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak yang berada di bidang Finance & Treasury, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.  Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk- produk Finance & Treasury yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
  • 10.
    10  Memimpin danmengkoordinasi pengaturan produk Finance & Treasury secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.  Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Finance & Treasury sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.  Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek nasabah secara berkala.  Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.  Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya. 4. Direktur Corporate Banking  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan di bidang Corporate Banking sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak yang berada di bidang Corporate Banking, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.  Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk- produk Corporate Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.  Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Corporate Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.  Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Corporate Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.  Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek nasabah secara berkala.  Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.  Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya. 5. Direktur Retail Banking  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan di bidang Retail Banking sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak yang berada di bidang Retail Banking, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.  Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk- produk Retail Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.  Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Retail Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.  Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Retail Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.  Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk dapat menjalankan Standar Prosedur dalam bidang Retail Banking secara benar.  Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek nasabah secara berkala.  Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.
  • 11.
    11  Mendukung peranRegional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya. 6. Direktur Risk Management & Compliance  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan di bidang Risk Management & Compliance sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.  Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan unit kerja yang berada di bidang Risk Management & Compliance, serta berkoordinasi dengan Direktur lainnya.  Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance.  Menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan Bank telah memenuhi seluruh peraturan perundangan yang berlaku serta menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak menyimpang dari peraturan perundangan.  Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Bank kepada pihak eksternal.  Mengembangkan organisasi kerja Risk Management & Compliance sehingga Perseroan memiliki kebijakan, prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan Risk Management & Compliance.  Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan melekat pada semua unit kerja organisasi Risk Management & Compliance.  Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor penanganan permasalahan hukum yang bersifat kompleks dan/atau bankwide melalui pemberian advis hukum kepada unit kerja, manajemen maupun dengan mengoptimalkan legal officer.  Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor legal action secara efektif melalui penanganan perkara secara terintegrasi dengan target yang jelas.  Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.  Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk melakukan aliansi dengan Strategic Business Unit lainnya. 7. Direktur Human Resources & Support Services  Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital. 8. Direktur Distributions  Mengarahkan, mengevaluasi, serta mensosialisasikan kebijakan dan stategi di bidang Distributions.  Mengarahkan dan mengevaluasi penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.  Mengarahkan dan membina Regional untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention, serta mencapai dan meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.
  • 12.
    12 9. Direktur InformationTechnology  Mengimplementasikan solusi IT melalui program Infrastructure for capacity enhancement untuk meningkatkan availability dan kapasitas sistem dalam mendukung kebutuhan bisnis.  Mengimplementasikan infrastruktur dan aplikasi untuk mendukung pengembangan e- channel dengan menyempurnakan standar layanan di seluruh contact point kepada nasabah.  Meningkatkan pengamanan melalui modernisasi sistem dan melengkapi perangkat pengamanan (perimeter system) dan pengamanan ATM sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi nasabah.  Meningkatan kinerja sistem dan penyempurnaan manajemen risiko bank melalui implementasi Business Continuity Management (BCM). Adapun struktur organisasi Bank Mandiri dalam lingkup cabang, sebagai berikut. Berdasarkan bagan di atas maka pembagian kelompok menurut fungsi manajemen, yaitu : A. Bagian SDM : General Affair/ GA (meliputi segala bentuk sumber daya baik manusia, produk/ barang, segala keperluan internal kantor) B. Bagian Pemasaran : Commercial Manager, Relationship Manager, dan Retail Officer. C. Bagian Keuangan : Accounting D. Bagian Operasional : Spoke Manager, Customer Service Operation, Teller, Clearing & other service, Risk Management, dan Trade Service. E. Bagian Admistratif : Credit Operation Team (kaitan dengan pihak eksternal), General Affair (kaitan dengan pihak internal).
  • 13.
    13 Adapun fungsi dantugas serta tanggungjawab masing-masing bagian dalam lingkup cabang, yaitu : 1. Hub Manager (Kepala Cabang) bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional cabang yang ada di wilayah kerjanya (antara lain: cabang-cabang spoke). Hub Manager membawahi 5 unit kerja, yaitu : Hub Outlet Manager, Operation Manager, Commercial Manager, Spoke-spoke Manager dan Credit Operation Leader. 2. Internal Control & Compliance (ICC) merupakan unit kerja yang bertugas sebagai unit pengawasan internal yang dalam hirarki tugas dan tanggungjawabnya langsung kepada satuan Audit Internal di Kantor Pusat. Namun demikian dalam operasional dan teknis pelaksanaan tugas di cabang, di bawah Koordinator Kepala Cabang. 3. Risk Management adalah suatu unit kerja yang bertugas mengevaluasi permohonan kredit yang ditujukan oleh Commercial Manager yang setelah dianalisa. Selanjutnya diputus secara bersama (four eyes principles) dengan mempertimbangkan sisi resiko atas pemberian kredit dan memberikan masukan untuk mengantisipasi/ meminimalisasi resiko yang mungkin akan timbul. 4. Spoke Manager adalah penanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang di masing-masing kantor cabang (spoke). 5. Hub Outlet Manager adalah penanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang serta koordinator pendanaan dan perkreditan (kredit dengan limit < Rp. 350 Juta) maupun operasional yang ada di kantor cabang yang meliputi tugas-tugas di bidang costumer service, retail officer dan head teller. 6. Retail Officer adalah unit pemasaran bidang perkreditan yang bertugas sebagai berikut: a. Memberikan penjelasan kepada calon nasabah/ nasabah, tentang persyaratan serta berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan rekening pinjaman di Bank Mandiri. b. Melakukan pembahasan atas permohonan kerdit berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku di Bank Mandiri. c. Melakukan pemeliharaan nasabah-nasabah yang telah mendapat fasilitas kredit di Bank Mandiri berdasarkan ketentuan perbankan. d. Memberikan pemberitahuan kepada masing-masing nasabah apabila terdapat perubahan- perubahan pada ketentuan perkreditan maupun ada tunggakan-tunggakan kewajiban nasabah yang berlum dibayar. 7. Costumer service adalah unit pemasaran bidang dana yang dipimpin oleh costumer servise officer yang bertugas: a. Memberikan penjelasan kepada calon nasabah maupun nasabah mengenai features dan benefit dari setiap produk dan jasa-jasa Bank Mandiri. b. Menangani permohonan pembukaan rekening nasabah yang meliputi: tabungan Deposito dan Giro baik dalam rupiah maupun valuta asing. c. Melayani permintaan untuk melakukan perubahan data-data nasabah maupun data rekening dari masing-masing nasabah. d. Melayani penutupan rekening nasabah. e. Mengadministrasikan seluruh pembukaan rekening: Tabungan, Deposito dan Giro nasabah.
  • 14.
    14 8. Head telleradalah unit kerja dibidang kas yang mempunyai tugas: a. Melayani setiap nasabah atau calon nasabah yang melakukan transaksi setiap hari yang meliputi: penyetoran tunai, penarikan tunai, penyetoran kliring, inkaso transfer dll. b. Melakukan pemeriksaan atas dokumen-dokumen setoran atau penarikan nasabah apakah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Memastikan apakah tandatangan nasabah pada setiap penarikan dana dari rekening telah sesuai dengan spesimen tanda tangan nasabah. d. Melakukan monitoring atas persediaan uang tunai. e. Sebagai koordinator atas penarikan tunai dan penyetoran oleh cabang-cabang. f. Mengatur penyediaan uang kas di cabang agar tidak melebihi limit kas kantor hub. 9. Commercial Manager adalah sebagai unit kerja dibidang perkreditan dan bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan perkreditan. Dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh petugas sub unit kerja: relationship manager dan credit recovery. 10. Relationship manager bertugas mengelola debitur kredit performing baik permohonan baru maupun penambahan. Adapun credit recovery bertugas mengelola debitur kredit non- performing dan debitur macet baik pengadministrasiannya, penagihan sampai penyelesaiannya. Sub unit ini pun dibantu oleh masing-masing assistant relationship manager dan assistant credit recovery. 11. Operation manager adalah kepala unit kerja yang bertanggungjawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang yang berkaitan dengan teknis operasional kantor cabang diluar kebijakan perkreditan. Unit kerja ini membawahi 4 sub unit kerja yaitu general affair, clearing and other services, trade service administrastion accounting. 12. Clearing and other service adalah sub unit kerja yang bertanggungjawab dan mempunyai tugas mendukung tugas-tugas front-office, melakukan transaksi pertukaran warkat-warkat bank pada lembaga kliring Bank Indonesia dan melaksanakan transfer-transfer, Inkaso dan lain-lain yang berkaitan dengan tugasnya. 13. Trade service administration adalah suatu unit kerja yang bertugas melayani transaksi jasa- jasa, valas dan hal-hal yang berkaitan dengan tanggungjawab dibidang tugasnya. 14. General affair adalah suatu unit kerja yang bertugas dan bertanggungjawab mengenai kesekretariatan, mengelola aset-aset Bank Mandiri yang ada di Hub, mengelola administrasi personalia, mengelola ATK, mengelola sarana pendukung operasional cabang lainnya dan hal-hal lain yang berkaitan dengan bidang tanggungjawabnya. 15. Accounting adalah sub unit yang bertanggungjawab dan melakukan kontrol atas kebenaran pelaksanaan transaksi dan melakukan pencatatan atas transaksi laba/rugi. 16. Credit operation team adalah suatu unit kerja yang bertugas dan bertanggunjawab terhadap hal-hal pengadministrasian kredit dalam mandiri sistem terpadu (MASTER), pemenuhan syarat kredit, pengingatan agunan, penutupan asuransi, penilaian agunan, penyelesaian hukum dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tanggungjawabnya.
  • 15.
    15 Syarat dari perusahaanyang baik salah satunya adalah memiliki fungsi-fungsi manajemen yang baik. Fungsi-fungsi manajemen ini diantaranya adalah; 1. Perencanaan (Planning), 2. Organisasi (Organizing), 3. Pengarahan (Directing), 4. Pengawasan (Controlling). Adapun sistem manajemen diuraikan dalam PT. Bank Mandiri diuraikan sebagai berikut : 1. Perencanaan (Planning) Perencanaan adalah fungsi yang sangat mendasar dan sangat berperan besar dalam organisasi/perusahaan. Apabila tanpa perencanaan dalam sebuah organisasi sudah dapat dipastikan perusahaan tersebut akan gagal. Dalam Manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan, serta mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Pelaksanaan fungsi perencanaan manajemen PT. Bank Mandiri yaitu:  Memperkuat leadership di segmen wholesale dengan melakukan pendalaman relationship dengan nasabah. Strategi ini bertujuan agar Bank Mandiri dapat meningkatkan share of wallet dan rasio crosssell revenue dari nasabah wholesale Mandiri, melalui penyediaan solusi produk wholesale yang terintegrasi.  Menjadi Bank pilihan nasabah di segmen retail, dengan akselerasi bisnis di segmen-segmen utama yang menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis Bank Mandiri.  Mengintegrasikan bisnis di semua segmen yang ada di Bank Mandiri, termasuk dengan Perusahaan Anak. Melalui strategi ini, Bank Mandiri ingin mendorong budaya cross-sell, baik antar unit kerja yang menangani segmen wholesale dan retail, termasuk dengan perusahaan anak, serta mendorong regionalisasi bisnis dan mengoptimalkan jaringan distribusi di wilayah. 2. Organisasi (Organizing) Pegawai adalah salah satu aset yang paling bernilai dalam perusahaan, tidak lain bagi pencapaian visi Bank Mandiri untuk menjadi yang terbaik di ASEAN. Bank Mandiri terus melakukan penyempurnaan dalam kebijakan Human Capital agar pegawai dapat terus dikembangkan dan dapat membawa Bank Mandiri menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik. Strategi pengelolaan Human Capital dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, penerapan manajemen risiko serta praktik Good Corporate Goveranance. Strategi disusun dengan memperhatikan best practice di dunia dan dikolaborasi dengan inovasi-inovasi dan teknologi yang mendukung. Organisasi yang dilakukan oleh perusahaan Bank Mandiri yaitu :  Organization Development suatu kerangka kerja yang disusun untuk proses perubahan yang dapat menimbulkan dampak positif diinginkan kepada seluruh stakeholder dan lingkungan.  Capicity and Fullfillmen
  • 16.
    16 3. Pengarahan (Directing) Directingadalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik. Bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan. Bank Mandiri merupakan organisasi berbasis kinerja. Target perusahaan didistribusikan ke masing-masing individu berdasarkan potensi dan kapabilitas pegawai, yang dituangkan ke dalam Key Performance Indicator (KPI) Pegawai. Kinerja individu direncanakan, ditetapkan, di-review dan dinilai menggunakan Individual Performance Management System (IPMS). IPMS disusun agar pegawai dapat menjalankan tugasnya secara optimal, menigkatkan loyalitas pegawai dan menggerakkan iklim pekerjaan yang terbuka, positif dan progresif. IPMS dilakukan dalam siklus tahunan yang berupa Perencanaan Kerja (planning dan goal setting) serta monitoring dan evaluation. Proses ini diinput secara online pada sistem Mandiri Easy yangberbasis internet sehingga dapat diakses oleh setiap pegawai dimanapun dan kapanpun. Kinerja juga menjadi landasan pemberian reward pegawai dengan prinsip competitiveness dan fainess. 4. Pengawasan (Controlling) Risiko merupakan potensi kerugian yang mungkin dialami oleh Bank akibat terjadinya suatu peristiwa tertentu. Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan oleh Bank untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan Risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank. Pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional ditujukan untuk mengelola risiko kredit, risiko pasar dan risiko perasional pada level yang dapat diterima. Bank Mandiri menerapkan risk appetite dan risk tolerance dalam bentuk kebijakan limit dan sistem limit, yang disusun dan diusulkan oleh unit bisnis bersama unit manajemen risiko dan disetujui oleh Risk Management Committee. Penetapan limit didasarkan atas limit secara keseluruhan, limit per jenis risiko maupun limit per aktivitas fungsional tertentu yang memiliki eksposur risiko. Kebijakan limit tidak saja berfungsi dalam proses pengendalian risiko namun juga mendorong strategi bisnis dan ekspansi bisnis ke dalam koridor pertumbuhan dengan profil risk- reward yang optimal.
  • 17.
    17 SISTEM TEKNOLOGI INFORMASIPT. BANK MANDIRI Teknologi informasi merupakan salah satu strategi perusahaan untuk dapat lebih kompetitif dalam bidangnya Teknologi informasi akan mendukung terciptanya suatu sistim informasi yang di butuhkan oleh konsumen, sementara definisi dasar yang membentuk sistem informasi itu sendiri adalah data, informasi dan sistem informasi. Perkembangan teknologi informasi di dunia tak dapat dipisahkan dengan perkembangan teknologi komputer. Peningkatan kemampuan komputer yang amat pesat dan dapat digambarkan sebagai suatu kuantum dalam perkembangan teknologi, sangat membantu perkembangan teknologi informasi. Berikut ini penjabaran teknologi sistem informasi yang dipergunakan di PT. Bank Mandiri Tbk. Kategori Sistem Informasi Managemen yang digunakan Bank Mandiri. Kategori Sistem Informasi Management dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) fungsi yaitu sbb : 1. Operation Support System Function. Jenis Sistem Informasi Manajemen dari fungsi Operation Support System yang diterapkan fungsi Transaction Processing System (TPS). Transaction Processing System tersebut digunakan untuk memproses transaksi produk perbankan seperti pinjaman (Loans), penyimpanan uang (deposit), trade finance serta jasa perbankan lainnya. 2. Management Support System Function Jenis Sistem Informasi Manajemen dari fungsi Management Support System yang diterapkan yaitu Management Information System (MIS). MIS digunakan dalam rangka menyediakan informasi yang diperlukan bagi setiap level manajemen di Mandiri guna mendukung pengambilan keputusan. Dalam terminologi yang digunakan di bisnis perbankan pada umumnya, framework dari Sistem Informasi Manajemen di Bank Mandiri dapat dikelompokan menjadi: a. Core Banking System (CBS) Core Banking System merupakan suatu Host System yang fungsinya ialah sebagai CustomerDatabase Organizer, dimana aplikasi tersebut berfungsi sebagai Grafic User Interface(GUI) yang mendukung setiap transaksi perbankan yang dilakukan. Data tersebut meliputiCustomer Information File (CIF), Loans & Deposit Transaction System, Trade Finance System dan jasa-jasa perbankan lainnya. b. Banking Delivery System (BDS) Banking Delivery System adalah fasilitas delivery dimana nasabah bisa melakukan accessterhadap produk dan jasa bank. Contoh dari delivery system tersebut dibagi menjadi (2) bagian yaitu : 1. Self Service Terminal :  ATM (Automated Teller Machine).  Call Center (Phone Banking).  Debit Card / POS Terminal.  Phone banking.  Cash Management. 2. Non - Self Service Terminal :  Branch Teller System.
  • 18.
    18 3. Management SupportSystem Management Support System adalah sistem yang dapat menyediakan informasi/data/laporan perusahaan untuk mendukung pengambilan keputusan pada setiap tingkatan manajemen. Sementara itu Management Support System di PT. Bank Mandiri baru pada tahap information provider (Management Information System) belum dapat menyediakan solusi secara langsung bagi manajemen. Demikian pula, PT. Bank Mandiri Tbk belum menyediakan Executive Information System yaitu sistem informasi yang disajikan sedemikian rupa (biasanya menggunakan mutimedia) bagi para top executive. Saat ini PT. Bank Mandiri. sedang melakukan pengembangan Management Support System secara outsourcing dengan beberapa provider (vendor) untuk menyediakan solusi secara langsung bagi jajaran manajemen. Contoh dari Management Information System yang diterapkan adalah sbb : 1. Financial Information System. 2. Asset & Liabilities Management Information System. 3. Human Resources Information System. 4. Fixed Asset Information System. Berikut ini disajikan framework dari Sitem informasi Manajemen di PT. Bank Mandiri Tbk. System & Network Management dan Management Support System. MANAGEMENT SUPPORT SYSTEM  Financial Information System  HR Information System  Fixxed Asset Information System CORE BANKING SYSTEM  CIF (Customer Identification File)  Loans Module  Deposit Module  Trade Finance  GL System BANKING DELIVERY SYSTEM  Branch Teller  ATM  EFT / POS (Debit Card)  Call Center  Cash Management PERAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI PADA PT. BANK MANDIRI Peran Sistem Informasi dalam mendukung Operasional Bisnis di PT. Bank Mandiri Tbk sangatlah besar, terutama dalam mendukung kegiatan operasional rutin di 1 Kantor Cabang Khusus, 324 Kantor Cabang, 140 Kantor Cabang Pembantu dan 4.250 Mandiri Unit yang tersebar di seluruh Indonesia.Tanpa Teknologi Sistem Informasi, kegiatan operasional PT. Bank Mandiri Tbk tidak mungkin dapat dijalankan. Oleh karena itu peranan Teknologi Sistem Informasi dalam menjalankan operasional jasa bank dinilai sangat vital bagi kelangsungan usaha. Kegiatan utama operasional di Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Unit yaitu melayani dan memproses transaksi nasabah yang meliputi : 1. Transaksi Pinjaman (Commercial Loans, Consumer Loans, Goverment Loans and Consumer Loans) 2. Transaksi Tabungan ( Saving Transaction) 3. Transaksi Deposito (Time Deposit) 4. Transakasi Giro (Current Account Transaction) 5. Transaksi Trade Finance ( LC Exspor & Impor) 6. Transaksi Transfer dan Inkaso (Electronic Transaction) 7. Transaksi Pembayaran (Bill of payment) 8. Transaksi jasa bank lainnya.
  • 19.
    19 Peran Sistem InformasiManajemen dalam menunjang pengambilan keputusan di PT. Bank Mandiri Tbk yaitu dengan menyediakan informasi atau data-data perusahaan yang diperlukan. Informasi tersebut antara lain informasi tentang keragaan usaha bank dari mulai tingkat usaha terkecil yaitu Kantor Unit, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Cabang sampai Kantor Pusat. Informasi keragaan bank yang dapat disajikan oleh Sistem informasi Manajemen di Mandiri antara lain : 1. Laporan Liquiditas unit usaha : a. Laporan Cash Ratio b. Laporan Giro Wajib Minimum c. Laporan Call Money Pasiva Neto terhadap total dana 2. Laporan Produktivitas usaha : a. Laporan Return on Asset b. Laporan Return on Earning Asset c. Laporan produktivitas pinjaman d. Laporan Non Performing Loans e. Laporan rasio antara net interest margin terhadap earning assets f. Laporan kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) 3. Laporan Efisiensi Bank : a. Laporan Cost of Fund (COF) b. Laporan Cost of Loanable Fund (COLF) c. Laporan Overhead Cost (OHC) 4. Financial Information System yang mencakup : a. Capital Budget b. Financial forecasting c. Financial Planning 5. Laporan Perkembangan Dana Pihak III a. Laporan Perkembangan Tabungan b. Laporan Perkembangan Giro c. Laporan Perkembangan Deposit Informasi yang dapat dihasilkan oleh SIM di Mandiri berkaitan dengan nasabah, produk , SDM dan Fixed Asset antara lain : a) Laporan Profitabilitas per nasabah , melihat profitability yang diberikan oleh nasabah korporasi yang diperoleh dari simpanan dan pinjamannya. b) Laporan Product Profitablity, laporan profitablitas per produk baik produk pinjaman maupun produk simpanan. c) Laporan Keragaan SDM Mandiri dari mulai yang teller, customer service, account offcier, operation manager, Branch manager, Funding dan Lending Manager per Kantor Wilayah. Informasi SDM yang disajikan oleh Sistem Informasi Manajemen sangat berguna dalam rangka pengambilan keputusan baik untuk pembinaan karier, keperluan training, promosi jabatan, penempatan tenaga, perencanaan SDM, dan bahkan untuk keperluan rekrutmen pegawai. Dalam pelaksanaannya sistem tersebut di organisir oleh aplikasi yang bernama SAP. d) Laporan Keragaan Fixed Asset Bank yang beada dari mulai tingkat usaha terkecil seperti kantor Unit, Kantor Cabang sampai Kantor Wilayah.. Informasi detil mengenai fixed asset Mandiri yang disajikan oleh Sistem Informasi Manajemen sangat berguna dalam rangka pengambilan keputusan manajerial, baik untuk pengembangan usaha atau pun untuk efisiensi aset .
  • 20.
    20 BAB III KESIMPULAN Bank Mandiridalam hal ini termasuk ke dalam Functional Structure dimana fungsional struktur ini di bentuk berdasarkan fungsi masing-masing department. Jabatan tertinggi hirarki di kepalai oleh seorang Presiden Direktur. Segala bisnis proses dan pengambilan strategi akan di tentukan oleh Presiden Direktur. Lalu dalam hirarki di atas, pembagian departemen di fokuskan dalam fungsi-fungsi masing-masing. Dengan kata lain bahwa pembagian struktur organisasi menurut fungsi ini lebih mudah mengarahkan setiap bagian apa yang akan di capai oleh masing-masing bagian. Di Bank Mandiri, pembagian fungsi ini di buktikan dengan adanya Direktur Bidang. Yang bertugas mengarahkan dan memonitoring bisnis proses dari bagiannya, mulai dari fungsi terkecil hingga terbesar. Memfokuskan pendekatan dengan mudah. Knowledge sharing, memudahkan setiap individu dalam bagian ini untuk berkoordinasi dan membentuk tim yang solid sampai menjadi sebuah group yang profesional. Sebuah departemen fungsional harus bisa memfokuskan satu wajah kepada pelanggan maupun divisi lainnya. Nilai ini adalah pembuktian bagaimana sebuah fungsi dapat memberikan nilai-nilai lebih kepada organisasi lain atau konsumen.