ESTIMASI
MUHAMMAD MIMSYAD
PENDAHULUAN
∎ Tujuan utama kita mengambil sampel dari suatu
populasi adalah utk memperoleh informasi
mengenai parameter po-pulasi
∎ Seringkali parameter populasi tidak diketahui
meskipun distribusi populasi diketahui
∎ Misalnya, suatu populasi diketahui mempunyai
distribusi normal, tetapi parameter rata-rata 𝜇
dan simpangan baku 𝜎 tidak diketahui
∎ Ada 2 cara mengetahui parameter populasi:
ESTIMASI & HIPOTESIS
∎ Kedua cara ini didasarkan pada besaran yg
dihitung dari sampel, sehingga kita harus
mengambil sampel dari populasi
∎ Parameter populasi dapat ditulis dengan 𝜃
dimana bisa berupa rata-rata populasi 𝜇,
simpangan baku 𝜎, dan pro-porsi 𝑝
∎ Sementara parameter sampel dapat ditulis
dengan 𝜃 di-mana bisa berupa rata-rata sampel
𝑋, simpangan baku 𝑆 dan proporsi sampel 𝑝
∎ Dalam distribusi sampling, statistik 𝜃 digunakan
utk meng-estimasi parameter 𝜃 populasi yaitu :
∎ Statistik 𝜃 berperan sebagai pengestimasi
(penduga), se-mentara parameter 𝜃
berkedudukan sebagai sesuatu yang diestimasi
(diduga)
∎ Statistik 𝜃 baru bisa dihitung setelah kita
 Statistik 𝜃 = 𝑋 dipakai untuk mengestimasi
parameter 𝜃 = 𝜇
 Statistik 𝜃 = 𝑆 dipakai untuk mengestimasi
parameter 𝜃 = 𝜎
 Statistik 𝜃 = 𝑝 dipakai untuk mengestimasi
parameter 𝜃 = 𝑝
∎ Parameter dari suatu populasi bersifat teoritis
atau abstrak karena sering tdk diketahui,
sementara statistik dari sampel bersifat empiris
atau nyata karena dpt dihitung dari sampel
∎ Oleh karena itu, populasi disebut sebagai model
teoritis, sementara sampel disebut model empiris
∎ Karena tujuannya adalah untuk memperoleh
gambaran yg baik mengenai populasi, maka
statistik 𝜃 yang dipakai untuk mengestimasi
parameter 𝜃 haruslah merupakan estimator yg
baik yang mempunyai 3 ciri yaitu :
1) 𝜃 merupakan estimator tak bias dari 𝜃, yaitu
E 𝜃 = 𝜃, artinya harapan estimator 𝜃 sama
∎Gambar grafik estimator baik
2) 𝜃 merupakan estimator yg efisien; artinya jika ada lebih dari
satu estimator, maka estimator yg efisien adalah estimator yg
mempunyai variansi paling kecil
3) 𝜃 merupakan estimator yg konsisten; artinya jika sampel yg
diambil makin besar, maka nilai 𝜃 akan semakin mendekati ni-
lai 𝜃
∎ Ada 2 jenis estimatsi yaitu estimatsi titik dan estimasi interval
∎ Jika nilai parameter 𝜃 populasi hanya diestimasi dengan meng-
gunakan satu nilai statistic 𝜃 sampel yang diambil dari populasi,
maka statistic 𝜃 disebut estimasi titik
∎ Mengestimasi berapa rata-rata tinggi orang Indonesia. Untuk
keperluan ini kita ambil satu sampel acak sebanyak 1000 orang
dan kita ukur tinggi badannya masing-masing. Misalnya diper-
oleh rata-rata tinggi badan adalah 𝑋 = 164 cm, nilai rata-rata ini
dipakai untuk mengestimasi rata-rata tinggi badan orang Indo-
nesia
ESTIMASI TITIK
 CONTOH
∎ Oleh karena kita hanya memakai satu nilai saja yaitu 𝑋 = 164
cm, sebagai estimator, maka 𝑋 = 164 cm ini disebut sebagai
estimator titik
∎ Secara umum, statistic berikut merupakan estimator titik dari
parameter populasi :
∎ Dalam estimasi titik, semakin dekat nilai 𝜃 (estimator) dengan
nilai 𝜃 (yang diestimasi), maka estimator 𝜃 akan semakin baik
1) 𝑋 =
𝑋
𝑛
adalah estimator titik untuk 𝜇
2) 𝑆2
=
𝑋−𝑋
2
𝑛−1
adalah estimator titik untuk 𝜎2
3) Proporsi 𝑝 =
𝑋
𝑛
adalah estimator titik untuk p =
𝑋
𝑁
∎ Dalam estimasi titik, kita harus dapat memperoleh satu nilai
estimator 𝜃 yang betul-betul mendekati nilai parameter 𝜃 popu-
lasi
∎ Nilai statistic 𝜃 yang diperoleh sangat bergantung pada sampel
yang diambil dari populasi yang cenderung menghasilkan nilai
statistic berbeda-beda untuk sampel yang berbeda-beda
∎ Estimasi titik sulit dipertanggungjawabkan (kurang meyakin-
kan), sehingga metode ini jarang digunakan
∎ Dalam contoh sebelumnya, jika diambil sampel yang lain maka
dapat menghasilkan rata-rata tinggi badan 𝑋 = 163 cm
∎ Jika nilai parameter 𝜃 populasi diestimasi dengan mengguna-
kan beberapa nilai statistic 𝜃 yang berada dalam sebuah inter-
val 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2, maka statistic 𝜃 disebut estimator interval
∎ Perbedaan utama antara estimasi titik dan interval adalah bhw
estimasi titik hanya memakai satu nilai statistic 𝜃, sedangkan
estimasi interval memakai lebih dari satu nilai statistic 𝜃 yang
nilainya berada dalam sebuah interval tertentu
∎ Pada contoh sebelumnya, rata-rata tinggi badan orang Indone-
sia dpt diestimasi dengan menggunakan interval 160 < 𝜃 < 166
∎ Artinya rata-rata tinggi badan orang Indonesia diestimasi bera-
da dalam interval ini. Bisa juga diestimasi 155 < 𝜃 < 169
ESTIMASI INTERVAL
∎ Makin lebar interval, makin besar keyakinan kita bahwa rata-
rata tinggi badan orang Indonesia yang kita estimasi itu akan
berada pada interval tersebut
∎ Artinya kita lebih mempercayai interval 155 < 𝜃 < 169 dari-
pada interval 160 < 𝜃 < 166
∎ Dalam prakteknya, kita harus memakai interval yang sempit,
tetapi mempunyai derajat kepercayaan yang dapat diterima
∎Secara umum estimasi interval mempunyai bentuk :
𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2
∎ Maka estimasi interval untuk parameter rata-rata populasi 𝜇
mempunyai bentuk
𝑋 − 𝑘 < 𝜇 < 𝑋 + 𝑘
∎ Estimasi interval untuk parameter proporsi 𝑝 mempunyai ben-
tuk
𝑝 − 𝑘 < 𝑝 < 𝑝 + 𝑘
∎ Mengambil sampel secara acak kita dapat menentukan nilai 𝜃1
dan 𝜃2 sehingga diperoleh interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2
∎ Derajat keyakinan terhadap interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 dinyatakan
dalam bentuk probabilitas yaitu
𝑃 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 (𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑘𝑖𝑛)
∎ Contoh : 𝑃 160 < 𝜃 < 166 = 0,95
∎ Misalnya 𝑃 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 = 0,95 artinya dengan probabilitas
0,95 bahwa sampel acak yg kita ambil akan menghasilkan sebu-
ah interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 yang berisi parameter 𝜃 populasi
∎ Dalam statistic, biasanya yg dipilih adalah interval yang lebih
pendek, tetapi dengan probabilitas yang tinggi (derajat keyakin-
an tinggi)
∎ Jika pada suatu populasi diambil sampel acak yg besar, maka
statistic 𝜃 akan mempunyai distribusi normal, sehingga dapat
ditransformasi menjadi distribusi normal standar
ESTIMASI PARAMETER POPULASI
DENGAN SAMPEL BESAR
∎ Penentuan interval kepercayaan parameter menggunakan nilai
𝑍𝛼
2
yang diperoleh dari tabel distribusi kumulatif normal stan-
dar
∎ Misalnya diketahui populasi terbatas atau tak terbatas dimana
simpangan baku 𝜎 diketahui
∎ Jika diambil sampel berukuran cukup besar secara berulang,
maka distribusi sampel rata-rata 𝑋 akan mempunyai simpangan
baku 𝜎𝑋 yaitu
Untuk populasi terbatas : 𝜎𝑋 =
𝜎𝑋
𝑛
Untuk populasi tak terbatas : 𝜎𝑋 =
𝜎𝑋
𝑛
𝑁−𝑛
𝑁−1
 Estimasi parameter μ
∎ Interval kepercayaan untuk estimasi parameter μ jika 𝜎 diketa-
hui adalah
𝑃 𝑋 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋 < 𝜇 < 𝑋 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋 = 1 − 𝛼
dimana :
𝑋 = rata-rata distribusi sampel rata-rata
𝑍𝛼
2
= nilai dari tabel distribusi normal kumulatif
𝜎𝑋 = simpangan baku distribusi sampel rata-rata
𝛼 = koefisien kepercayaan
∎
Derajat
keperca
yaan
99,73% 99% 98% 96% 95,45% 95% 90% 80% 68,2% 50%
𝒁𝜶
𝟐
3 2,8 2,33 2,05 2 1,96 1,645 1,28 1 0,6745
Tabel nilai derajat kepercayaan
∎ Dari populasi para pegawai sebuah perusahaan diambil sampel
sebanyak 100 orang dan dicatat gaji tahunan masing-masing.
Rata-rata dan simpangan baku gaji mereka adalah :
𝑋 = 30.000.000 𝑅𝑝 dan 𝑆 = 6.000.000 (𝑅𝑝)
∎Buatlah selang kepercayaan 95% untuk mengestimasi berapa
sesungguhnya rata-rata gaji para pegawai di perusahaan itu
∎ Populasi dianggap tak terbatas sebab ukurannya tidak diketa-hui
∎ Sampel: n = 100, 𝑋 = 30.000.000 dan 𝑆 = 6.000.000
 Contoh :
jawab :
∎ Ukuran sampel n = 100 cukup besar. Karena 𝜎 tidak diketahui,
maka harus ditaksir dengan S yaitu :
𝜎𝑋 =
𝜎
𝑛
=
6.000.000
100
= 600.000
∎ Untuk interval kepercayaan 95%, diperoleh 𝒁𝜶
𝟐
= 1,96 maka
𝑋 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋 = 30.000.000 – (1,96 x 600.000) = 28.824.000
𝑋 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋 = 30.000.000 + (1,96 x 600.000) = 31.176.000
∎ Artinya, kita percaya 95% bahwa rata-rata gaji tahunan yang
sesungguhnya dari para pegawai di perusahaan itu berkisar an-
tara nilai rupiah tersebut per tahun
∎ Jika 𝑋 merupakan estimator untuk μ, maka dapat dipercaya
1 − 𝛼 × 100% bahwa kesalahannya akan lebih dari sebuah
besaran tertentu e yang ditetapkan sebelumnya dengan syarat
𝑛 =
𝑍𝛼
2
∙ 𝜎
𝑒
2
∎ Persamaan di atas mempunyai syarat bahwa simpangan baku 𝜎
dar populasi harus diketahui
∎ Jika 𝜎 tidak diketahui dan sampel cukup besar 𝑛 ≥ 30 maka 𝜎
dapat ditaksir dengan simpangan baku S yang dihitung dari
sampel
∎ Rata-rata dan simpangan baku nilai statistic dari sampel acak
berukuran n = 36 mahasiswa masing-masing adalah 2,6 dan 0,3.
jika ingin dibuat selang (interval) kepercayaan 95% dan estimasi
untuk 𝜇 meleset kurang dari 0,05, berapakah besar sampel yang
diperlu-kan ?
∎ Karena ukuran sampel adalah n = 36 cukup besar dan 𝜎 tidak
diketahui, maka 𝜎 kita taksir dengan S = 0,3. Maka banyaknya
sampel yang diperlukan adalah
𝑛 =
𝑍𝛼
2
∙ 𝜎
𝑒
2
=
1,96 ∙ 0,3
0,05
2
= 138,3 ≅ 138 𝑚𝑎ℎ𝑎𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
 Contoh :
jawab :
∎ Jika sebuah populasi berukuran N berisi jenis tertentu dengan
proporsi 𝑝 =
𝑋
𝑁
dan pada populasi itu diambil secara berulang
sampel berukuran n yang berisi jenis tertentu dengan proporsi
𝑝 =
𝑋
𝑛
maka distribusi sampel proporsi 𝑝 akan mempunyai rata-
rata 𝜇𝑝 = 𝑝 dan simpangan baku :
𝜎𝑝 =
𝑝 1−𝑝
𝑛
, jika populasi tak terbatas
𝜎𝑝 =
𝑝 1−𝑝
𝑛
∙
𝑁−𝑛
𝑁−1
, jika populasi terbatas
 Estimasi parameter proporsi (p)
∎ Jadi, interval kepercayaan untuk estimator p adalah
𝑃 𝑝 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝 < 𝑝 < 𝑝 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝 = 1 − 𝛼
∎ Karena proporsi p pada populasi tidak diketahui dan akan dies-
timasi dengan proporsi 𝑝 pada sampel, maka simpangan baku 𝜎𝑝
pada persamaan di atas dapat diganti dengan
𝜎𝑝 =
𝑝 1−𝑝
𝑛
, jika populasi tak terbatas
𝜎𝑝 =
𝑝 1−𝑝
𝑛
∙
𝑁−𝑛
𝑁−1
, jika populasi terbatas
∎Pada suatu sampel acak berukuran n = 500 orang di sebuah ko-ta
ditemukan bahwa 340 orang diantaranya suka nonton TV untuk acara
olah raga. Hitunglah interval kepercayaan 95% utk mengestimasi
berapa proporsi sesungguhnya penduduk di kota itu yang suka nonton
TV untuk acara tersebut
∎ 𝑝 = proporsi orang yang nonton TV untuk acara olah raga
=
340
500
= 0,68
∎ Simpangan baku sampel proporsi 𝑝 adalah
𝜎𝑝 =
𝑝 1 − 𝑝
𝑛
=
0,68 × 0,32
500
= 0,02
 Contoh :
jawab :
∎ Dalam hal ini, populasi penduduk di kota itu yang suka nonton TV
untuk acara olah raga dianggap tak terbatas sebab jumlah-nya tak
diketahui, sehingga diperoleh :
𝑝 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝 = 0,68 − 1,96 × 0,02 = 0,641
𝑝 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝 = 0,68 + 1,96 × 0,02 = 0,719
∎ Jadi, interval kepercayaan 95% untuk estimator 𝑝 adalah :
𝑃 0,641 < 𝑝 < 0,719 = 0,95
∎ Artinya kita percaya 95% bahwa proporsi penduduk di kota itu
yang sesungguhnya suka nonton TV untuk acara olah raga ada-lah
antara 64,1% sampai dengan 71,9%
∎ Jika proporsi 𝑝 digunakan untuk mengestimasi proporsi p, maka
kita dapat percaya 1 − 𝛼 × 100% bahwa kesalahan estimasi
untuk p (e) akan lebih kecil dari 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝 atau :
𝑒 ≤ 𝑍𝛼
2
∙
𝑝 1 − 𝑝
𝑛
∎ Kesalahan estimasi akan lebih kecil dari kesalahan e jika diam-bil
sampel sebesar
𝑛 =
𝑍𝛼
2
2
𝑝 1 − 𝑝
𝑒2
∎Berapa banyak sampel yang harus diambil jika diinginkan esti-
mator p meleset kurang dari 0,03 dengan kepercayaan 95%
∎ 𝑝 = 0,68 ; e = 0,03 ; dan 𝑍𝛼
2
= 1,96 (sesuai dengan 95%), maka
𝑛 =
1,96 2
× 0,68 × 0,32
0,03 2
= 929 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
 Contoh :
jawab :
∎ Misalkan kita mempunyai 2 populasi, populasi pertama mem-
punyai rata-rata 𝜇1 dan simpangan baku 𝜎1, sementara populasi
kedua mempunyai rata-rata 𝜇2 dan simpangan baku 𝜎2
∎ Dari populasi pertama kita ambil sampel acak sebanyak 𝑛1 dan
dari populasi kedua kita ambil sampel acak sebanyak 𝑛2 kemu-
dian kita hitung rata-rata 𝑋1 untuk sampel pertama dan rata-rata
𝑋2 untuk sampel kedua. Misalkan 2 sampel itu saling bebas
∎ Jika kedua sampel acak itu diambil secara berulang, maka kita
akan memperoleh distribusi sampel beda dua rata-rata 𝑋1 − 𝑋2
dengan rata-rata 𝜇1 − 𝜇2 dan simpangan baku
 Estimasi parameter beda dua rata-rata
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝜎1
2
𝑛1
+
𝜎2
2
𝑛2
∎ Maka interval kepercayaan untuk estimasi beda dua rata-rata
𝜇1 − 𝜇2 jika 𝜎1 dan 𝜎2 diketahui adalah
𝑃 𝑋1 − 𝑋2 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋1−𝑋2
< 𝜇1 − 𝜇2 < 𝑋1 − 𝑋2 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋1−𝑋2
= 1 − 𝛼
dimana :
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝜎1
2
𝑛1
+
𝜎2
2
𝑛2
, jika populasi tak terbatas
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝜎1
2
𝑛1
+
𝜎2
2
𝑛2
∙
𝑁1+𝑁2 − 𝑛1+𝑛2
𝑁1−𝑁2 −1
, jika populasi terbatas
∎ Jika 𝜎1
2
dan 𝜎2
2
diketahui, dan 𝜎1
2
= 𝜎2
2
= 𝜎2
, maka simpangan
baku distribusi sampel beda dua rata-rata menjadi
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝜎1
2
𝑛1
+
𝜎2
2
𝑛2
= 𝜎2
1
𝑛1
+
1
𝑛2
∎ Jika 𝜎1
2
dan 𝜎2
2
tidak diketahui, dan 𝜎1
2
≠ 𝜎2
2
, maka 𝜎1
2
ditaksir
dengan 𝑆1
2
dan 𝜎2
2
ditaksir dengan 𝑆2
2
sehingga simpangan baku
distribusi sampel beda dua rata-rata menjadi
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝑆1
2
𝑛1
+
𝑆2
2
𝑛2
∎Ujian kalkulus diberikan kepada 2 kelompok mahasiswa yaitu
mahasiswi sebanyak 75 orang dan mahasiswa sebanyak 50 orang
Kelompok mahasiswi memperoleh nilai rata-rata 82 dengan sim-
pangan baku 8, sedangkan kelompok mahasiswa memperoleh
nilai rata-rata 76 dengan simpangan baku 6. Jika 𝜇1 menyata-kan
rata-rata nilai ujian mahasiswi dan 𝜇2 menyatakan rata-rata nilai
ujian mahasiswa. Buatlah interval kepercayaan 96% untuk
mengestimasi berapa sesungguhnya beda rata-rata 2 ke-lompok
mahasiswa tersebut
∎2 populasi dianggap tak terbatas yaitu
Kelompok mahasiswi : 𝑛1 = 75, 𝑋1 = 82, dan 𝑆1 = 8
 Contoh :
jawab :
Kelompok mahasiswa : 𝑛2 = 50, 𝑋2 = 76, dan 𝑆2 = 6
∎ Dalam hal ini simpangan baku 2 populasi (kelompok) mahasis-wa
tidak diketahui, maka simpangan baku sampel dua rata-ra-ta
adalah :
𝜎𝑋1−𝑋2
=
𝑆1
2
𝑛1
+
𝑆2
2
𝑛2
=
82
75
+
62
50
= 1,254
∎ Estimator untuk 𝜇1 − 𝜇2 adalah 𝑋1 − 𝑋2. Untuk interval ke-
percayaan 96% maka 𝑍𝛼
2
= 2,05 sehingga diperoleh
𝑋1 − 𝑋2 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋1−𝑋2
= 82 − 76 − 2,05 × 1,254 = 3,429
𝑋1 − 𝑋2 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑋1−𝑋2
= 82 − 76 + 2,05 × 1,254 = 8,571
∎ Jadi, interval kepercayaan 96% untuk estimator 𝜇1 − 𝜇2
𝑃 3,429 < 𝜇1 − 𝜇2 < 8,571 = 0,96
∎Artinya, 96% dapat dipercaya bahwa beda sesungguhnya nilai
rata-rata ujian kalkulus 2 kelompok mahasiswa itu terletak antara
3,429 sampai dengan 8,571
∎ Misalkan kita mempunyai 2 populasi dimana populasi pertama
berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝1 =
𝑋1
𝑁1
dan populasi kedua
berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝2 =
𝑋2
𝑁2
 Estimasi parameter beda dua proporsi
∎ Jika pada 2 populasi diambil sampel acak masing-masing 𝑛1 dan 𝑛2
maka sampel pertama akan berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝1 =
𝑋1
𝑛1
dan sampel kedua berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝2 =
𝑋2
𝑛2
∎ Jika kedua sampel acak itu diambil secara berulang dan saling bebas,
maka kita akan memperoleh distribusi sampel beda dua proporsi 𝑝1 −
𝑝2, maka interval kepercayaan untuk estimasi be-da dua proporsi 𝑝1 −
𝑝2
𝑃 𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝1−𝑝2
< 𝑝1 − 𝑝2 < 𝑝1 − 𝑝2 + 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝1−𝑝2
= 1 − 𝛼
𝜎𝑝1−𝑝2
=
𝑝1 1−𝑝1
𝑛1
+
𝑝2 1−𝑝2
𝑛2
, jika populasi tak terbatas
𝜎𝑝1−𝑝2
=
𝑝1 1−𝑝1
𝑛1
+
𝑝2 1−𝑝2
𝑛2
∙
𝑁1+𝑁2 − 𝑛1+𝑛2
𝑁1−𝑁2 −1
, jika terbatas
∎Sebuah survei dilakukan terhadap pengunjung pameran. Untuk
itu diambil dua kelompok sampel. Sampel pertama adalah pe-
ngunjung untuk ibu-ibu sebanyak 500 orang dan ketika mereka
ditanya sebanyak 325 orang mengatakan puas dengan pameran
Sementara smpel kedua terdiri atas pengunjung untuk bapak-
bapak sebanyak 700 orang dan 400 diantaranya menyatakan
puas. Buatlah interval kepercayaan 95% untuk mengestimasi
berapa sesungguhnya beda dua populasi pengunjung yang puas
dengan pameran
∎ Populasi ibu-ibu :
𝑝1 = proporsi yang puas dengan pameran = 325/500 = 0,65
 Contoh :
jawab :
∎ Populasi bapak-bapak :
𝑝2 = proporsi yang puas dengan pameran = 400/700 = 0,57
∎ Dua populasi pengunjung ini dianggap tak terbatas
∎ Maka diperoleh
𝜎𝑝1−𝑝2
=
𝑝1 1 − 𝑝1
𝑛1
+
𝑝2 1 − 𝑝2
𝑛2
=
0,65 0,35
500
+
0,57 0,43
700
= 300
∎ Untuk interval kepercayaan 95%, maka 𝑍𝛼
2
= 1,96 sehingga
𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝1−𝑝2
= 0,65 − 0,57 − 1,96 0,03 = 0,02
𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼
2
∙ 𝜎𝑝1−𝑝2
= 0,65 − 0,57 + 1,96 0,03 = 0,14
∎ Jadi, interval kepercayaan untuk beda proporsi sesungguhnya
yang puas dengan pameran dari 2 kelompok pengunjung yaitu
𝑃 0,02 < 𝑝1 − 𝑝2 < 0,14 = 0,95
∎ Artinya, kita dapat percaya 95% bahwa beda proporsi sesung-
guhnya yang puas dengan pameran adalah antara 2% sampai 14%
ESTIMASI TITIK

BAB VI_ESTIMASI.pptx

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN ∎ Tujuan utamakita mengambil sampel dari suatu populasi adalah utk memperoleh informasi mengenai parameter po-pulasi ∎ Seringkali parameter populasi tidak diketahui meskipun distribusi populasi diketahui ∎ Misalnya, suatu populasi diketahui mempunyai distribusi normal, tetapi parameter rata-rata 𝜇 dan simpangan baku 𝜎 tidak diketahui ∎ Ada 2 cara mengetahui parameter populasi: ESTIMASI & HIPOTESIS
  • 3.
    ∎ Kedua caraini didasarkan pada besaran yg dihitung dari sampel, sehingga kita harus mengambil sampel dari populasi ∎ Parameter populasi dapat ditulis dengan 𝜃 dimana bisa berupa rata-rata populasi 𝜇, simpangan baku 𝜎, dan pro-porsi 𝑝 ∎ Sementara parameter sampel dapat ditulis dengan 𝜃 di-mana bisa berupa rata-rata sampel 𝑋, simpangan baku 𝑆 dan proporsi sampel 𝑝 ∎ Dalam distribusi sampling, statistik 𝜃 digunakan utk meng-estimasi parameter 𝜃 populasi yaitu :
  • 4.
    ∎ Statistik 𝜃berperan sebagai pengestimasi (penduga), se-mentara parameter 𝜃 berkedudukan sebagai sesuatu yang diestimasi (diduga) ∎ Statistik 𝜃 baru bisa dihitung setelah kita  Statistik 𝜃 = 𝑋 dipakai untuk mengestimasi parameter 𝜃 = 𝜇  Statistik 𝜃 = 𝑆 dipakai untuk mengestimasi parameter 𝜃 = 𝜎  Statistik 𝜃 = 𝑝 dipakai untuk mengestimasi parameter 𝜃 = 𝑝
  • 5.
    ∎ Parameter darisuatu populasi bersifat teoritis atau abstrak karena sering tdk diketahui, sementara statistik dari sampel bersifat empiris atau nyata karena dpt dihitung dari sampel ∎ Oleh karena itu, populasi disebut sebagai model teoritis, sementara sampel disebut model empiris ∎ Karena tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran yg baik mengenai populasi, maka statistik 𝜃 yang dipakai untuk mengestimasi parameter 𝜃 haruslah merupakan estimator yg baik yang mempunyai 3 ciri yaitu : 1) 𝜃 merupakan estimator tak bias dari 𝜃, yaitu E 𝜃 = 𝜃, artinya harapan estimator 𝜃 sama
  • 6.
    ∎Gambar grafik estimatorbaik 2) 𝜃 merupakan estimator yg efisien; artinya jika ada lebih dari satu estimator, maka estimator yg efisien adalah estimator yg mempunyai variansi paling kecil 3) 𝜃 merupakan estimator yg konsisten; artinya jika sampel yg diambil makin besar, maka nilai 𝜃 akan semakin mendekati ni- lai 𝜃
  • 7.
    ∎ Ada 2jenis estimatsi yaitu estimatsi titik dan estimasi interval ∎ Jika nilai parameter 𝜃 populasi hanya diestimasi dengan meng- gunakan satu nilai statistic 𝜃 sampel yang diambil dari populasi, maka statistic 𝜃 disebut estimasi titik ∎ Mengestimasi berapa rata-rata tinggi orang Indonesia. Untuk keperluan ini kita ambil satu sampel acak sebanyak 1000 orang dan kita ukur tinggi badannya masing-masing. Misalnya diper- oleh rata-rata tinggi badan adalah 𝑋 = 164 cm, nilai rata-rata ini dipakai untuk mengestimasi rata-rata tinggi badan orang Indo- nesia ESTIMASI TITIK  CONTOH
  • 8.
    ∎ Oleh karenakita hanya memakai satu nilai saja yaitu 𝑋 = 164 cm, sebagai estimator, maka 𝑋 = 164 cm ini disebut sebagai estimator titik ∎ Secara umum, statistic berikut merupakan estimator titik dari parameter populasi : ∎ Dalam estimasi titik, semakin dekat nilai 𝜃 (estimator) dengan nilai 𝜃 (yang diestimasi), maka estimator 𝜃 akan semakin baik 1) 𝑋 = 𝑋 𝑛 adalah estimator titik untuk 𝜇 2) 𝑆2 = 𝑋−𝑋 2 𝑛−1 adalah estimator titik untuk 𝜎2 3) Proporsi 𝑝 = 𝑋 𝑛 adalah estimator titik untuk p = 𝑋 𝑁
  • 9.
    ∎ Dalam estimasititik, kita harus dapat memperoleh satu nilai estimator 𝜃 yang betul-betul mendekati nilai parameter 𝜃 popu- lasi ∎ Nilai statistic 𝜃 yang diperoleh sangat bergantung pada sampel yang diambil dari populasi yang cenderung menghasilkan nilai statistic berbeda-beda untuk sampel yang berbeda-beda ∎ Estimasi titik sulit dipertanggungjawabkan (kurang meyakin- kan), sehingga metode ini jarang digunakan ∎ Dalam contoh sebelumnya, jika diambil sampel yang lain maka dapat menghasilkan rata-rata tinggi badan 𝑋 = 163 cm
  • 10.
    ∎ Jika nilaiparameter 𝜃 populasi diestimasi dengan mengguna- kan beberapa nilai statistic 𝜃 yang berada dalam sebuah inter- val 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2, maka statistic 𝜃 disebut estimator interval ∎ Perbedaan utama antara estimasi titik dan interval adalah bhw estimasi titik hanya memakai satu nilai statistic 𝜃, sedangkan estimasi interval memakai lebih dari satu nilai statistic 𝜃 yang nilainya berada dalam sebuah interval tertentu ∎ Pada contoh sebelumnya, rata-rata tinggi badan orang Indone- sia dpt diestimasi dengan menggunakan interval 160 < 𝜃 < 166 ∎ Artinya rata-rata tinggi badan orang Indonesia diestimasi bera- da dalam interval ini. Bisa juga diestimasi 155 < 𝜃 < 169 ESTIMASI INTERVAL
  • 11.
    ∎ Makin lebarinterval, makin besar keyakinan kita bahwa rata- rata tinggi badan orang Indonesia yang kita estimasi itu akan berada pada interval tersebut ∎ Artinya kita lebih mempercayai interval 155 < 𝜃 < 169 dari- pada interval 160 < 𝜃 < 166 ∎ Dalam prakteknya, kita harus memakai interval yang sempit, tetapi mempunyai derajat kepercayaan yang dapat diterima ∎Secara umum estimasi interval mempunyai bentuk : 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2
  • 12.
    ∎ Maka estimasiinterval untuk parameter rata-rata populasi 𝜇 mempunyai bentuk 𝑋 − 𝑘 < 𝜇 < 𝑋 + 𝑘 ∎ Estimasi interval untuk parameter proporsi 𝑝 mempunyai ben- tuk 𝑝 − 𝑘 < 𝑝 < 𝑝 + 𝑘 ∎ Mengambil sampel secara acak kita dapat menentukan nilai 𝜃1 dan 𝜃2 sehingga diperoleh interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 ∎ Derajat keyakinan terhadap interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 dinyatakan dalam bentuk probabilitas yaitu 𝑃 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 = 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 (𝑑𝑒𝑟𝑎𝑗𝑎𝑡 𝑦𝑎𝑘𝑖𝑛) ∎ Contoh : 𝑃 160 < 𝜃 < 166 = 0,95
  • 13.
    ∎ Misalnya 𝑃𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 = 0,95 artinya dengan probabilitas 0,95 bahwa sampel acak yg kita ambil akan menghasilkan sebu- ah interval 𝜃1 < 𝜃 < 𝜃2 yang berisi parameter 𝜃 populasi ∎ Dalam statistic, biasanya yg dipilih adalah interval yang lebih pendek, tetapi dengan probabilitas yang tinggi (derajat keyakin- an tinggi) ∎ Jika pada suatu populasi diambil sampel acak yg besar, maka statistic 𝜃 akan mempunyai distribusi normal, sehingga dapat ditransformasi menjadi distribusi normal standar ESTIMASI PARAMETER POPULASI DENGAN SAMPEL BESAR
  • 14.
    ∎ Penentuan intervalkepercayaan parameter menggunakan nilai 𝑍𝛼 2 yang diperoleh dari tabel distribusi kumulatif normal stan- dar ∎ Misalnya diketahui populasi terbatas atau tak terbatas dimana simpangan baku 𝜎 diketahui ∎ Jika diambil sampel berukuran cukup besar secara berulang, maka distribusi sampel rata-rata 𝑋 akan mempunyai simpangan baku 𝜎𝑋 yaitu Untuk populasi terbatas : 𝜎𝑋 = 𝜎𝑋 𝑛 Untuk populasi tak terbatas : 𝜎𝑋 = 𝜎𝑋 𝑛 𝑁−𝑛 𝑁−1  Estimasi parameter μ
  • 15.
    ∎ Interval kepercayaanuntuk estimasi parameter μ jika 𝜎 diketa- hui adalah 𝑃 𝑋 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋 < 𝜇 < 𝑋 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋 = 1 − 𝛼 dimana : 𝑋 = rata-rata distribusi sampel rata-rata 𝑍𝛼 2 = nilai dari tabel distribusi normal kumulatif 𝜎𝑋 = simpangan baku distribusi sampel rata-rata 𝛼 = koefisien kepercayaan ∎
  • 16.
    Derajat keperca yaan 99,73% 99% 98%96% 95,45% 95% 90% 80% 68,2% 50% 𝒁𝜶 𝟐 3 2,8 2,33 2,05 2 1,96 1,645 1,28 1 0,6745 Tabel nilai derajat kepercayaan
  • 17.
    ∎ Dari populasipara pegawai sebuah perusahaan diambil sampel sebanyak 100 orang dan dicatat gaji tahunan masing-masing. Rata-rata dan simpangan baku gaji mereka adalah : 𝑋 = 30.000.000 𝑅𝑝 dan 𝑆 = 6.000.000 (𝑅𝑝) ∎Buatlah selang kepercayaan 95% untuk mengestimasi berapa sesungguhnya rata-rata gaji para pegawai di perusahaan itu ∎ Populasi dianggap tak terbatas sebab ukurannya tidak diketa-hui ∎ Sampel: n = 100, 𝑋 = 30.000.000 dan 𝑆 = 6.000.000  Contoh : jawab :
  • 18.
    ∎ Ukuran sampeln = 100 cukup besar. Karena 𝜎 tidak diketahui, maka harus ditaksir dengan S yaitu : 𝜎𝑋 = 𝜎 𝑛 = 6.000.000 100 = 600.000 ∎ Untuk interval kepercayaan 95%, diperoleh 𝒁𝜶 𝟐 = 1,96 maka 𝑋 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋 = 30.000.000 – (1,96 x 600.000) = 28.824.000 𝑋 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋 = 30.000.000 + (1,96 x 600.000) = 31.176.000 ∎ Artinya, kita percaya 95% bahwa rata-rata gaji tahunan yang sesungguhnya dari para pegawai di perusahaan itu berkisar an- tara nilai rupiah tersebut per tahun
  • 19.
    ∎ Jika 𝑋merupakan estimator untuk μ, maka dapat dipercaya 1 − 𝛼 × 100% bahwa kesalahannya akan lebih dari sebuah besaran tertentu e yang ditetapkan sebelumnya dengan syarat 𝑛 = 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎 𝑒 2 ∎ Persamaan di atas mempunyai syarat bahwa simpangan baku 𝜎 dar populasi harus diketahui ∎ Jika 𝜎 tidak diketahui dan sampel cukup besar 𝑛 ≥ 30 maka 𝜎 dapat ditaksir dengan simpangan baku S yang dihitung dari sampel
  • 20.
    ∎ Rata-rata dansimpangan baku nilai statistic dari sampel acak berukuran n = 36 mahasiswa masing-masing adalah 2,6 dan 0,3. jika ingin dibuat selang (interval) kepercayaan 95% dan estimasi untuk 𝜇 meleset kurang dari 0,05, berapakah besar sampel yang diperlu-kan ? ∎ Karena ukuran sampel adalah n = 36 cukup besar dan 𝜎 tidak diketahui, maka 𝜎 kita taksir dengan S = 0,3. Maka banyaknya sampel yang diperlukan adalah 𝑛 = 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎 𝑒 2 = 1,96 ∙ 0,3 0,05 2 = 138,3 ≅ 138 𝑚𝑎ℎ𝑎𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎  Contoh : jawab :
  • 21.
    ∎ Jika sebuahpopulasi berukuran N berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝 = 𝑋 𝑁 dan pada populasi itu diambil secara berulang sampel berukuran n yang berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝 = 𝑋 𝑛 maka distribusi sampel proporsi 𝑝 akan mempunyai rata- rata 𝜇𝑝 = 𝑝 dan simpangan baku : 𝜎𝑝 = 𝑝 1−𝑝 𝑛 , jika populasi tak terbatas 𝜎𝑝 = 𝑝 1−𝑝 𝑛 ∙ 𝑁−𝑛 𝑁−1 , jika populasi terbatas  Estimasi parameter proporsi (p)
  • 22.
    ∎ Jadi, intervalkepercayaan untuk estimator p adalah 𝑃 𝑝 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝 < 𝑝 < 𝑝 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝 = 1 − 𝛼 ∎ Karena proporsi p pada populasi tidak diketahui dan akan dies- timasi dengan proporsi 𝑝 pada sampel, maka simpangan baku 𝜎𝑝 pada persamaan di atas dapat diganti dengan 𝜎𝑝 = 𝑝 1−𝑝 𝑛 , jika populasi tak terbatas 𝜎𝑝 = 𝑝 1−𝑝 𝑛 ∙ 𝑁−𝑛 𝑁−1 , jika populasi terbatas
  • 23.
    ∎Pada suatu sampelacak berukuran n = 500 orang di sebuah ko-ta ditemukan bahwa 340 orang diantaranya suka nonton TV untuk acara olah raga. Hitunglah interval kepercayaan 95% utk mengestimasi berapa proporsi sesungguhnya penduduk di kota itu yang suka nonton TV untuk acara tersebut ∎ 𝑝 = proporsi orang yang nonton TV untuk acara olah raga = 340 500 = 0,68 ∎ Simpangan baku sampel proporsi 𝑝 adalah 𝜎𝑝 = 𝑝 1 − 𝑝 𝑛 = 0,68 × 0,32 500 = 0,02  Contoh : jawab :
  • 24.
    ∎ Dalam halini, populasi penduduk di kota itu yang suka nonton TV untuk acara olah raga dianggap tak terbatas sebab jumlah-nya tak diketahui, sehingga diperoleh : 𝑝 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝 = 0,68 − 1,96 × 0,02 = 0,641 𝑝 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝 = 0,68 + 1,96 × 0,02 = 0,719 ∎ Jadi, interval kepercayaan 95% untuk estimator 𝑝 adalah : 𝑃 0,641 < 𝑝 < 0,719 = 0,95 ∎ Artinya kita percaya 95% bahwa proporsi penduduk di kota itu yang sesungguhnya suka nonton TV untuk acara olah raga ada-lah antara 64,1% sampai dengan 71,9%
  • 25.
    ∎ Jika proporsi𝑝 digunakan untuk mengestimasi proporsi p, maka kita dapat percaya 1 − 𝛼 × 100% bahwa kesalahan estimasi untuk p (e) akan lebih kecil dari 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝 atau : 𝑒 ≤ 𝑍𝛼 2 ∙ 𝑝 1 − 𝑝 𝑛 ∎ Kesalahan estimasi akan lebih kecil dari kesalahan e jika diam-bil sampel sebesar 𝑛 = 𝑍𝛼 2 2 𝑝 1 − 𝑝 𝑒2
  • 26.
    ∎Berapa banyak sampelyang harus diambil jika diinginkan esti- mator p meleset kurang dari 0,03 dengan kepercayaan 95% ∎ 𝑝 = 0,68 ; e = 0,03 ; dan 𝑍𝛼 2 = 1,96 (sesuai dengan 95%), maka 𝑛 = 1,96 2 × 0,68 × 0,32 0,03 2 = 929 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔  Contoh : jawab :
  • 27.
    ∎ Misalkan kitamempunyai 2 populasi, populasi pertama mem- punyai rata-rata 𝜇1 dan simpangan baku 𝜎1, sementara populasi kedua mempunyai rata-rata 𝜇2 dan simpangan baku 𝜎2 ∎ Dari populasi pertama kita ambil sampel acak sebanyak 𝑛1 dan dari populasi kedua kita ambil sampel acak sebanyak 𝑛2 kemu- dian kita hitung rata-rata 𝑋1 untuk sampel pertama dan rata-rata 𝑋2 untuk sampel kedua. Misalkan 2 sampel itu saling bebas ∎ Jika kedua sampel acak itu diambil secara berulang, maka kita akan memperoleh distribusi sampel beda dua rata-rata 𝑋1 − 𝑋2 dengan rata-rata 𝜇1 − 𝜇2 dan simpangan baku  Estimasi parameter beda dua rata-rata
  • 28.
    𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝜎1 2 𝑛1 + 𝜎2 2 𝑛2 ∎ Maka intervalkepercayaan untuk estimasi beda dua rata-rata 𝜇1 − 𝜇2 jika 𝜎1 dan 𝜎2 diketahui adalah 𝑃 𝑋1 − 𝑋2 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋1−𝑋2 < 𝜇1 − 𝜇2 < 𝑋1 − 𝑋2 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋1−𝑋2 = 1 − 𝛼 dimana : 𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝜎1 2 𝑛1 + 𝜎2 2 𝑛2 , jika populasi tak terbatas 𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝜎1 2 𝑛1 + 𝜎2 2 𝑛2 ∙ 𝑁1+𝑁2 − 𝑛1+𝑛2 𝑁1−𝑁2 −1 , jika populasi terbatas
  • 29.
    ∎ Jika 𝜎1 2 dan𝜎2 2 diketahui, dan 𝜎1 2 = 𝜎2 2 = 𝜎2 , maka simpangan baku distribusi sampel beda dua rata-rata menjadi 𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝜎1 2 𝑛1 + 𝜎2 2 𝑛2 = 𝜎2 1 𝑛1 + 1 𝑛2 ∎ Jika 𝜎1 2 dan 𝜎2 2 tidak diketahui, dan 𝜎1 2 ≠ 𝜎2 2 , maka 𝜎1 2 ditaksir dengan 𝑆1 2 dan 𝜎2 2 ditaksir dengan 𝑆2 2 sehingga simpangan baku distribusi sampel beda dua rata-rata menjadi 𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝑆1 2 𝑛1 + 𝑆2 2 𝑛2
  • 30.
    ∎Ujian kalkulus diberikankepada 2 kelompok mahasiswa yaitu mahasiswi sebanyak 75 orang dan mahasiswa sebanyak 50 orang Kelompok mahasiswi memperoleh nilai rata-rata 82 dengan sim- pangan baku 8, sedangkan kelompok mahasiswa memperoleh nilai rata-rata 76 dengan simpangan baku 6. Jika 𝜇1 menyata-kan rata-rata nilai ujian mahasiswi dan 𝜇2 menyatakan rata-rata nilai ujian mahasiswa. Buatlah interval kepercayaan 96% untuk mengestimasi berapa sesungguhnya beda rata-rata 2 ke-lompok mahasiswa tersebut ∎2 populasi dianggap tak terbatas yaitu Kelompok mahasiswi : 𝑛1 = 75, 𝑋1 = 82, dan 𝑆1 = 8  Contoh : jawab :
  • 31.
    Kelompok mahasiswa :𝑛2 = 50, 𝑋2 = 76, dan 𝑆2 = 6 ∎ Dalam hal ini simpangan baku 2 populasi (kelompok) mahasis-wa tidak diketahui, maka simpangan baku sampel dua rata-ra-ta adalah : 𝜎𝑋1−𝑋2 = 𝑆1 2 𝑛1 + 𝑆2 2 𝑛2 = 82 75 + 62 50 = 1,254 ∎ Estimator untuk 𝜇1 − 𝜇2 adalah 𝑋1 − 𝑋2. Untuk interval ke- percayaan 96% maka 𝑍𝛼 2 = 2,05 sehingga diperoleh 𝑋1 − 𝑋2 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋1−𝑋2 = 82 − 76 − 2,05 × 1,254 = 3,429 𝑋1 − 𝑋2 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑋1−𝑋2 = 82 − 76 + 2,05 × 1,254 = 8,571
  • 32.
    ∎ Jadi, intervalkepercayaan 96% untuk estimator 𝜇1 − 𝜇2 𝑃 3,429 < 𝜇1 − 𝜇2 < 8,571 = 0,96 ∎Artinya, 96% dapat dipercaya bahwa beda sesungguhnya nilai rata-rata ujian kalkulus 2 kelompok mahasiswa itu terletak antara 3,429 sampai dengan 8,571 ∎ Misalkan kita mempunyai 2 populasi dimana populasi pertama berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝1 = 𝑋1 𝑁1 dan populasi kedua berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝2 = 𝑋2 𝑁2  Estimasi parameter beda dua proporsi
  • 33.
    ∎ Jika pada2 populasi diambil sampel acak masing-masing 𝑛1 dan 𝑛2 maka sampel pertama akan berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝1 = 𝑋1 𝑛1 dan sampel kedua berisi jenis tertentu dengan proporsi 𝑝2 = 𝑋2 𝑛2 ∎ Jika kedua sampel acak itu diambil secara berulang dan saling bebas, maka kita akan memperoleh distribusi sampel beda dua proporsi 𝑝1 − 𝑝2, maka interval kepercayaan untuk estimasi be-da dua proporsi 𝑝1 − 𝑝2 𝑃 𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝1−𝑝2 < 𝑝1 − 𝑝2 < 𝑝1 − 𝑝2 + 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝1−𝑝2 = 1 − 𝛼 𝜎𝑝1−𝑝2 = 𝑝1 1−𝑝1 𝑛1 + 𝑝2 1−𝑝2 𝑛2 , jika populasi tak terbatas 𝜎𝑝1−𝑝2 = 𝑝1 1−𝑝1 𝑛1 + 𝑝2 1−𝑝2 𝑛2 ∙ 𝑁1+𝑁2 − 𝑛1+𝑛2 𝑁1−𝑁2 −1 , jika terbatas
  • 34.
    ∎Sebuah survei dilakukanterhadap pengunjung pameran. Untuk itu diambil dua kelompok sampel. Sampel pertama adalah pe- ngunjung untuk ibu-ibu sebanyak 500 orang dan ketika mereka ditanya sebanyak 325 orang mengatakan puas dengan pameran Sementara smpel kedua terdiri atas pengunjung untuk bapak- bapak sebanyak 700 orang dan 400 diantaranya menyatakan puas. Buatlah interval kepercayaan 95% untuk mengestimasi berapa sesungguhnya beda dua populasi pengunjung yang puas dengan pameran ∎ Populasi ibu-ibu : 𝑝1 = proporsi yang puas dengan pameran = 325/500 = 0,65  Contoh : jawab :
  • 35.
    ∎ Populasi bapak-bapak: 𝑝2 = proporsi yang puas dengan pameran = 400/700 = 0,57 ∎ Dua populasi pengunjung ini dianggap tak terbatas ∎ Maka diperoleh 𝜎𝑝1−𝑝2 = 𝑝1 1 − 𝑝1 𝑛1 + 𝑝2 1 − 𝑝2 𝑛2 = 0,65 0,35 500 + 0,57 0,43 700 = 300
  • 36.
    ∎ Untuk intervalkepercayaan 95%, maka 𝑍𝛼 2 = 1,96 sehingga 𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝1−𝑝2 = 0,65 − 0,57 − 1,96 0,03 = 0,02 𝑝1 − 𝑝2 − 𝑍𝛼 2 ∙ 𝜎𝑝1−𝑝2 = 0,65 − 0,57 + 1,96 0,03 = 0,14 ∎ Jadi, interval kepercayaan untuk beda proporsi sesungguhnya yang puas dengan pameran dari 2 kelompok pengunjung yaitu 𝑃 0,02 < 𝑝1 − 𝑝2 < 0,14 = 0,95 ∎ Artinya, kita dapat percaya 95% bahwa beda proporsi sesung- guhnya yang puas dengan pameran adalah antara 2% sampai 14%
  • 37.