DWI KURNIA PS
IIK NAHDLATUL ULAMA TUBAN
PRODI PROFESI BIDAN
Asuhan kala I persalinan
MATERI KALA I
 Pengkajian
 Menentukan diagnosa dan masalah
 Penatalaksanaan
 Melakukan evaluasi
 Pemantauan kemajuan persalinan,
kesejahteraan ibu dan janin dengan
menggunakan partograf
Mengenali kala I persalinan
• Pengenalan persalinan oleh ibu
– Ibu harus mengenal tanda persalinan di akhir
kehamilannya (HE Trimester III)
– Mengenal blodshow
– Mengenal braxton hicks
– Mengenal ketuban pecah atau mrembes
Jalan Persalinan Secara Klinis
• Tanda-tanda Persalinan sudah dekat:
– Ibu merasa bahwa keadaan menjadi lebih enteng
(lightening)
– Sering kencing
Kedua ini disebabkan karena turunnya kepala bayi
masuk ke PAP
• His pendahuluan atau his palsu:
– 3 atau 4 minggu ibu mulai merasakan adanya his
pendahuluan (Braxtons Hicks)
• Ciri-ciri His Palsu :
– Nyeri hanya terasa di perut bagian bawah.
– Tidak teratur
– Lamanya his pendek
– Tidak bertambah kuat dengan majunya waktu
– Kalau dibawa jalan tidak bertambah kuat malahan
sering berkurang
– Tidak ada pengaruh terhadap pendataran atau
pembukaan servix
Teori memulai proses persalinan
1. Penurunan progesteron : Progesteron
menyebabkan relaksasi otot uterus selama
hamil. Bila terjadi penurunan maka akan
menyebabkan timbulnya his.
2. Teori Oksitosin : Pada akhir kehamilan kadar
oksitosin meningkat sehingga timbul
kontraksi
3. Teori iskemik : dengan bertambahnya volume
uterus maka terjadi iskemik akhirnya timbul
kontraksi
4. Pengaruh janin : hipofisis dan kelenjar
suprarenal janin aterm akan mengeluarkan
oksitosin dan zat prekursor estrogen yang
akan menyebabkan timbulnya his
5. Teori prostaglandin: Prostaglandin yang
dihasilkan desidual menjadi salah satu
penyebab timbulnya his.
6. Penekanan kepala janin pada pleksus Franken
Hauser sehingga timbul his.
Tanda-tanda Inpartu
1. Timbulnya his persalinan dengan sifat
 Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut
bagian depan
 Teratur
 Makin lama makin pendek intervalnya dan makin
kuat intensitasnya
 Kalau dibawa berjalan bertambah kuat
 Mempunyai pengaruh pada pendataran atau
pembukaan serviks
2. Keluarnya lendir berdarah dari jalan lahir
(bloody show)
Dengan pendataran dan pembukaan servik,
lendir dari kanalis servikalis keluar disertai
dengan sedikit darah
3. Pembukaan serviks
Kala I.
• Partus mulai kalau sudah ada :
1. Bloody show : pengeluaran lendir campur darah
2. His teratur :
3. Nyeri perut bagian bawah menjalar sampai ke
pinggang
4. Nyeri bertambah bila berjalan
5. Pemeriksaan dalam sudah didapatkan pembukaan
• Proses pembukaan serviks dibagi dalam 2
fase :
1. Fase laten : sampai 3 cm selama 8 jam
2. Fase Aktif : terdiri dari 3 fase
1. Fase akselerasi 4– 5 cm ( 2 jam)
2. Fase dilatasi maksimal : 5 – 9 cm (2 jam)
3. Fase deselerasi 9 cm sampai lengkap ( 2 jam).
Multigravida fasenya lebih pendek 7 jam
Primigravida kala I nya 13-14 jam
Pembukaan serviks berdasarkan kurva
Friedman
Fase laten
Fase aktif
Fase
akselerasi
Fase dilatasi maksimal
Fase deselerasi
Primigravida
Multigravida
Perbedaan pembukaan
Serviks antara
Primigravida dan
multigrvida
Primigravida
Multigravida
Pertemuan awal dengan bidan
• Komunikasi untuk meningkatkan
pengetahuan dan rasa percaya diri
• Riwayat masa lalu
• Persiapan persalinan oleh ibu dan
keluarga
Pemeriksaan fisik awal oleh bidan
• Sebelum memeriksa lebuh jauh, bidan harus
membuat inform concent.
• Ibu mengosongkan kandung kemih dan
diperiksa protein dan reduksi urin
• Melakukan pemeriksaan abdomen terperinci
• Pemeriksaan TTV dan adakah edema patologis
pada ibu
• Lakukan pemeriksaan pervaginam secara teliti
dan menyeluruh
ANAMNESE
• IDENTITAS IBU
• HPHT  TAFSIRAN PERSALINAN
• RIWAYAT ALERGI OBAT-OBATAN
• RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG
• RIWAYAT KEHAMILAN SEBELUMNYA
• RIWAYAT MEDIS LAINNYA
• MASALAH MEDIS SAAT INI
• HAL-HAL LAIN / KEKHAWATIRAN
PEMERIKSAAN FISIK
Mengukur TFU saat
tidak ada his TBJ
Kontraksi uterus
Denyut jantung
janin
Presentasi janin
Periksa dalam :
Penerapan sayang ibu
Upaya pencegahan infeksi
Langkah-langkah yang benar
Deteksi penyulit
PENURUNAN
KEPALA
TTV diantara 2 his
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pembukaan serviks
1. Otot-otot servik menarik pada pinggir ostium
dan membesarkannya
2. Waktu kontraksi segmen bawah rahim dan
servik diregang oleh isi rahim terutama oleh air
ketuban
3. Waktu kontraksi bagian selaput yang terdapat
di atas kanalis servikalis menonjol ke dalam
kanalis dan membukanya
4. Kalau tidak ada ketuban fungsi dilatasi diambil
alih oleh kepala
Pimpinan Persalinan Kala I
Ibu sudah dalam persalinan kala I jika
pembukaan serviks kurang dari 4 cm dan
kontraksi terjadi teratur minimal 2 kali
dalam 10 menit selama 40 detik
Proses awal mulainya
Kala I
Penanganan
• Bantulah ibu dalam persalinan dalam
bentuk :
– Dukungan dan yakinkan dirinya
– Berikan informasi mengenai proses dan
kemajuan persalinannya
– Dengarkan keluhan dan cobalah untuk lebih
sensitif terhadap perasaanya
• Pada awal persalinan / fase laten ibu
belum cukup yakin ttg peralinannya
• Ntensitas rasa sakit akan semakin
meningkat, sering timbul rasa putus asa
dan lelah
• Beberapa pasien akhirnya akan
menemukan Coping mecanism thd rasa
sakit yg timbul akibat his dengan cara
pengaturan nafas, posisi yang nyaman
• Jika ibu tampak kesakitan :
– Lakukan perubahan posisi sesuai dengan keinginan
ibu
– Sarankan ia untuk berjalan
– Ajaklah orang yang menemaninya untuk memijat atau
mengosok punggungnya
– Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai dengan
kesanggupannya
– ajarkan kepada ibu teknik pernafasan (menarik nafas
panjang, menahan nafasnya sebentar dan dilepaskan
secara meniup sewaktu terasa ada kontraksi
• Penolong tetap menjaga privasi ibu dalam
persalinan
• Menjelaskan kemajuan persalinan dan
perubahan yang terjadi serta prosedur yang
akan dilakukan dan hasil-hasil pemeriksaan
• Tempatkan ibu dalam ruangan yang ber AC
• Untuk memenuhi kebutuhan energi dan
mencegah dehidrasi berikan cukup minuman
• Ibu berkemih sesering mungkin
• Pada fase aktif, terjadi penurunan stamina, terjadi
penurunan mobilitas pasien
• Pasien lebih fokus pada berjuang mengatasi rasa
sakit dan meneran.
• Jika tdk bisa mengendalikan rasa sakit, pasien akan
mulai berteriak, menangis, dan meluapkan emosi
pada orang2 disekitarnya.
• Biarkan pasien mengatasi keadaannya sendiri
namun tidak meninggalkannya.
• Pendamping persalinan akan sangat membantu
kondisi pasien dan jalannya perslinan.
Pemantauan
• Penolong persalinan harus mengawasi
KU, HIS, BJA.
Parameter Fr. Fase laten Fr. Fase aktif
Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Suhu badan Setiap 4 jam Setiap 2 jam
Nadi 30-60 menit/x 30 menit/x
DJJ Setiap 1 jam Setiap 30 menit
kontraksi Setiap 1 jam Setaip 30 menit
Pembukaan Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Penurunan Setiap 4 jam Setiap 4 jam
• Persiapan bak partus, alat resusitasi,
uterotonika
• Uterotonika :
– Oksitosin (pitosin, cyntosinon)
– Ergometrin maleat (metergin)
Pemeriksaan Dalam
• Pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4
jam selama kala I persalinan dan setelah
ketuban pecah
• Catat hal berikut :
– Ketuban utuh/tidak
– Warna cairan ketuban
– Dilatasi serviks
– Penurunan kepala
• Pada kala II persalinan pemeriksaan
dalam dilakukan setiap jam
Indikasi pemeriksaan dalam
• Dugaan inpartu
• Ketuban pecah
• Dugaan pembukaan lengkap atau kala II
• Sebelum melakukan tindakan obstetrik terminasi persalinan
• Gemeli anak ke 2
• Pada pemeriksaan luar letak bayi tidak jelas
• Kepala belummasuk PAP, ketuban sudah pecah
• Ada dugaan panggul sempit
• Untuk menilai kemajuan persalinan
• Keadaan memaksa untuk menyelesaikan persalinan (fetal
distress, preeklampsia)
Urutan Pemeriksaan dalam
 Vulva : oedem, tumor, varices, kondiloma
 Perineum : elastis,kaku
 Vagina : oedem,tumor,varices
 Ruang / kapasitas panggul
 Portio : Elastis,kenyal,tebal,tipis
 Servik : pembukaan effacement
 Ketuban : positif,negatif
 Bagian terdahulu / terendah (PRESENTASI)
 Penurunan bgian terendah
 Bagian terendah ( denominator )
 Bagian kecil disamping bagian terendah
 Rectum :faeses posif,negatif
 Cairan yg terdapat pada sarung tangan :
 ketuban jernih,keruh
 Mekoneum
 blod slym
 darah
Cara Melakukan Pemeriksaan Dalam
Bahaya vagina toucher adalah infeksi,
sehingga kita harus memperkecil
kemungkinan infeksi.
Usaha yang dilakukan :
• Cuci tangan
• Memakai sarung tangan karet steril
• Tangan kiri membuka labia, sedangkan tangan
kanan mengambil kapas DTT
• kapas tersebut dihapuskan pada vulva dari atas
kebawah dengan menjaga jangan sampai ujung
jari tangan kanan mengenai dinding vulva.
• ulangi dengan kapas lysol yang baru
• Dengan labia tetap dibeberkan jari telunjuk
dan jari tengah tangan kanan dimasukkan
ke dalam vagina
• Setelah itu tangan kiri dipindahkan ke bagian
perut diatas simpisis untuk menahan bagian
depan
Teknik pemeriksaan dalam
Jari telunjuk dan jari tengah
dimasukkan kedalam vagina
Teknik pemeriksaan dalam
Asuhan sayang ibu
 memberi dukungan emosional kepada ibu bahwa
ibu harus bangga dan mensyukuri anugerah
 yang telah diberikan oleh Allah SWT dan optimis
bahwa ibu bisa mendidik anak dengan baik
mengatur posisi yang nyaman bagi ibu
 cukup asupan cairan dan nutrisi
 keleluasaan untuk mobilisasi, termasuk ke kamar
kecil
 penerapan prinsip pencegahan infeksi yang sesuai
Doa ibu bersalin
 ‫ﺍﺨﺮﺝ‬ ‫ﻋﻴﺴﻰ‬ ‫ﻭﻟﺪﺖ‬ ‫ﻭﻤﺭﻴﻡ‬ ‫ﻤﺭﻴﻡ‬ ‫ﻭﻟﺪﺖ‬ ‫ﺤﻨﺎ‬
‫ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ‬ ‫ﺍﻟﻤﻠﻚ‬ ‫ﺒﻗﺪﺮﺓ‬ ‫ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ‬ ‫ﺍﻴﻬﺎ‬
“ Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat
‘Iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil
Ma’buudi “.
Artinya :
“ Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam
telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak
dengan sebab kekuasaan Raja (Allah) yang
disembah “.
Yang tidak boleh dilakukan
• kateterisasi rutin
• Klisma
• Skiren (pencukuran rambut pubis)
• periksa dalam berulang kali (tanpa indikasi yang jelas)
• mengharuskan ibu pada posisi tertentu dan membatasi
mobilisasi (pergerakan)
• memberikan informasi yang tidak akurat atau berlawanan
dengan kenyatan
Pengosongan kandung kemih
• memfasilitasi kemajuan persalinan
• memberi rasa nyaman bagi ibu
• mengurangi gangguan kontraksi
• mengurangi penyulit pada distosia bahu (bahu
besar/lebar)
• bila dilakukan sendiri dapat mencegah
terjadinya infeksi akibat trauma atau iritasi
Rujuk ibu bila didapat satu ya
• Riwayat bedah sesar
• Perdarahan per vaginam
• Persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu)
• Ketuban pecah idsertai dengan mekonium yang kental
• Ketuban pecah lama (lebih dari 24 jam), bagi IBU HIV pos segera
rujuk
• Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (usia kehamilan
kurang dari 37 minggu)
• Ikterus
• Anemia berat
• Tanda/gejala infeksi
• Pre-eklampsia / Hipertensi dalam kehamilan
• Tinggi fundus 40 cm atau lebih
• Gawat janin
• Primipara dalam fase aktif kala satu persalinan dan kepala janin
masih 5/5
• Presentasi bukan belakang kepala
• Presentasi ganda (majemuk)
• Kehamilan ganda atau gemeli
• Tali pusat menumbung
• Syok
PERSIAPAN
• RUANGAN PERSALINAN
• PERLENGKAPAN, PERALATAN
RESUSITASI , BAHAN-BAHAN DAN
OBAT YANG DIPERLUKAN
• RUJUKAN BILA DIPERLUKAN
ASUHAN SAYANG IBU
UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI
Asuhan sayang ibu dalam
proses persalinan
• Asuhan yang menghargai budaya,
kepercayaan dan keinginan sang ib
• Refleksikan pada diri sendiri “ seperti
inikah asuhan yang saya inginkan jika
saya melahirkan nanti”
• Prinsip dasar asuhan sayang ibu adalah
mengikit sertakan suami dan keluarga
selama proses persalinan dan kelahiran
bayi
• Dukungan dan informasi selama proses
persalinan akan membuat ibu merasa
aman dan menunjukkan hasil yang baik.
Dukungan emosional
• Dukung dan anjurkan suami dan keluarga
untuk mendampingi ibu selama proses
persalinan
• Anjurkan untuk berperan aktif dalam
mendukung dan mengenali upaya
kenyamanan ibu
• Dukungan dan pendampingan persalinan
dapat mengurangi terjadinya persalinan
dengan tindakan
Mengatur posisi
• Anjurkan ibu untuk mencoba posisi yang
nyaman selama proses persalinan
• Anjurkan suami dan pendamping
persalinan untuk membantu ibu berganti
posisi
• Ibu boleh berjalan, jongkok, berdiri, duduk,
berbaring miring atau merangkak
• Posisi tegak seperti berjalan berdiri dan
jongkok dapat membantu turunnya kepala
bayi dan seringkali memperpendek waktu
persalinan
• Beritahu ibu untuk tidak berbaring
terlentang lebih dari 10 menit
Pemberian cairan dan nutrisi
• Anjurkan ibu mendapat asupan makanan
dan minuman ringan/air selama proses
kelahiran bayi
• Anggota keluarga sesering mungkin
menawarkan minum dan makan
• Ma/mi ringan dapat mencegah dehidrasi
dan memberikan banyak energi
• Dehidrasi dapat memperlambat kontraksi
dan menjadi kurang efektif
evaluasi kemajuan persalinan
dan kesejahteraan ibu dan
bayi dengan menggunakan
PARTOGRAF
asuhan persalinan kala 1.ppt

asuhan persalinan kala 1.ppt

  • 1.
    DWI KURNIA PS IIKNAHDLATUL ULAMA TUBAN PRODI PROFESI BIDAN Asuhan kala I persalinan
  • 2.
    MATERI KALA I Pengkajian  Menentukan diagnosa dan masalah  Penatalaksanaan  Melakukan evaluasi  Pemantauan kemajuan persalinan, kesejahteraan ibu dan janin dengan menggunakan partograf
  • 6.
    Mengenali kala Ipersalinan • Pengenalan persalinan oleh ibu – Ibu harus mengenal tanda persalinan di akhir kehamilannya (HE Trimester III) – Mengenal blodshow – Mengenal braxton hicks – Mengenal ketuban pecah atau mrembes
  • 7.
    Jalan Persalinan SecaraKlinis • Tanda-tanda Persalinan sudah dekat: – Ibu merasa bahwa keadaan menjadi lebih enteng (lightening) – Sering kencing Kedua ini disebabkan karena turunnya kepala bayi masuk ke PAP • His pendahuluan atau his palsu: – 3 atau 4 minggu ibu mulai merasakan adanya his pendahuluan (Braxtons Hicks)
  • 8.
    • Ciri-ciri HisPalsu : – Nyeri hanya terasa di perut bagian bawah. – Tidak teratur – Lamanya his pendek – Tidak bertambah kuat dengan majunya waktu – Kalau dibawa jalan tidak bertambah kuat malahan sering berkurang – Tidak ada pengaruh terhadap pendataran atau pembukaan servix
  • 9.
    Teori memulai prosespersalinan 1. Penurunan progesteron : Progesteron menyebabkan relaksasi otot uterus selama hamil. Bila terjadi penurunan maka akan menyebabkan timbulnya his. 2. Teori Oksitosin : Pada akhir kehamilan kadar oksitosin meningkat sehingga timbul kontraksi 3. Teori iskemik : dengan bertambahnya volume uterus maka terjadi iskemik akhirnya timbul kontraksi
  • 10.
    4. Pengaruh janin: hipofisis dan kelenjar suprarenal janin aterm akan mengeluarkan oksitosin dan zat prekursor estrogen yang akan menyebabkan timbulnya his 5. Teori prostaglandin: Prostaglandin yang dihasilkan desidual menjadi salah satu penyebab timbulnya his. 6. Penekanan kepala janin pada pleksus Franken Hauser sehingga timbul his.
  • 11.
    Tanda-tanda Inpartu 1. Timbulnyahis persalinan dengan sifat  Nyeri melingkar dari punggung memancar ke perut bagian depan  Teratur  Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya  Kalau dibawa berjalan bertambah kuat  Mempunyai pengaruh pada pendataran atau pembukaan serviks
  • 12.
    2. Keluarnya lendirberdarah dari jalan lahir (bloody show) Dengan pendataran dan pembukaan servik, lendir dari kanalis servikalis keluar disertai dengan sedikit darah 3. Pembukaan serviks
  • 13.
    Kala I. • Partusmulai kalau sudah ada : 1. Bloody show : pengeluaran lendir campur darah 2. His teratur : 3. Nyeri perut bagian bawah menjalar sampai ke pinggang 4. Nyeri bertambah bila berjalan 5. Pemeriksaan dalam sudah didapatkan pembukaan
  • 14.
    • Proses pembukaanserviks dibagi dalam 2 fase : 1. Fase laten : sampai 3 cm selama 8 jam 2. Fase Aktif : terdiri dari 3 fase 1. Fase akselerasi 4– 5 cm ( 2 jam) 2. Fase dilatasi maksimal : 5 – 9 cm (2 jam) 3. Fase deselerasi 9 cm sampai lengkap ( 2 jam). Multigravida fasenya lebih pendek 7 jam Primigravida kala I nya 13-14 jam
  • 15.
    Pembukaan serviks berdasarkankurva Friedman Fase laten Fase aktif Fase akselerasi Fase dilatasi maksimal Fase deselerasi
  • 16.
  • 17.
    Pertemuan awal denganbidan • Komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya diri • Riwayat masa lalu • Persiapan persalinan oleh ibu dan keluarga
  • 18.
    Pemeriksaan fisik awaloleh bidan • Sebelum memeriksa lebuh jauh, bidan harus membuat inform concent. • Ibu mengosongkan kandung kemih dan diperiksa protein dan reduksi urin • Melakukan pemeriksaan abdomen terperinci • Pemeriksaan TTV dan adakah edema patologis pada ibu • Lakukan pemeriksaan pervaginam secara teliti dan menyeluruh
  • 19.
    ANAMNESE • IDENTITAS IBU •HPHT  TAFSIRAN PERSALINAN • RIWAYAT ALERGI OBAT-OBATAN • RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG • RIWAYAT KEHAMILAN SEBELUMNYA • RIWAYAT MEDIS LAINNYA • MASALAH MEDIS SAAT INI • HAL-HAL LAIN / KEKHAWATIRAN
  • 20.
    PEMERIKSAAN FISIK Mengukur TFUsaat tidak ada his TBJ Kontraksi uterus Denyut jantung janin Presentasi janin Periksa dalam : Penerapan sayang ibu Upaya pencegahan infeksi Langkah-langkah yang benar Deteksi penyulit PENURUNAN KEPALA TTV diantara 2 his
  • 21.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi pembukaanserviks 1. Otot-otot servik menarik pada pinggir ostium dan membesarkannya 2. Waktu kontraksi segmen bawah rahim dan servik diregang oleh isi rahim terutama oleh air ketuban 3. Waktu kontraksi bagian selaput yang terdapat di atas kanalis servikalis menonjol ke dalam kanalis dan membukanya 4. Kalau tidak ada ketuban fungsi dilatasi diambil alih oleh kepala
  • 22.
    Pimpinan Persalinan KalaI Ibu sudah dalam persalinan kala I jika pembukaan serviks kurang dari 4 cm dan kontraksi terjadi teratur minimal 2 kali dalam 10 menit selama 40 detik Proses awal mulainya Kala I
  • 23.
    Penanganan • Bantulah ibudalam persalinan dalam bentuk : – Dukungan dan yakinkan dirinya – Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya – Dengarkan keluhan dan cobalah untuk lebih sensitif terhadap perasaanya
  • 24.
    • Pada awalpersalinan / fase laten ibu belum cukup yakin ttg peralinannya • Ntensitas rasa sakit akan semakin meningkat, sering timbul rasa putus asa dan lelah • Beberapa pasien akhirnya akan menemukan Coping mecanism thd rasa sakit yg timbul akibat his dengan cara pengaturan nafas, posisi yang nyaman
  • 25.
    • Jika ibutampak kesakitan : – Lakukan perubahan posisi sesuai dengan keinginan ibu – Sarankan ia untuk berjalan – Ajaklah orang yang menemaninya untuk memijat atau mengosok punggungnya – Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya – ajarkan kepada ibu teknik pernafasan (menarik nafas panjang, menahan nafasnya sebentar dan dilepaskan secara meniup sewaktu terasa ada kontraksi
  • 26.
    • Penolong tetapmenjaga privasi ibu dalam persalinan • Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilakukan dan hasil-hasil pemeriksaan • Tempatkan ibu dalam ruangan yang ber AC • Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi berikan cukup minuman • Ibu berkemih sesering mungkin
  • 27.
    • Pada faseaktif, terjadi penurunan stamina, terjadi penurunan mobilitas pasien • Pasien lebih fokus pada berjuang mengatasi rasa sakit dan meneran. • Jika tdk bisa mengendalikan rasa sakit, pasien akan mulai berteriak, menangis, dan meluapkan emosi pada orang2 disekitarnya. • Biarkan pasien mengatasi keadaannya sendiri namun tidak meninggalkannya. • Pendamping persalinan akan sangat membantu kondisi pasien dan jalannya perslinan.
  • 28.
    Pemantauan • Penolong persalinanharus mengawasi KU, HIS, BJA. Parameter Fr. Fase laten Fr. Fase aktif Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam Suhu badan Setiap 4 jam Setiap 2 jam Nadi 30-60 menit/x 30 menit/x DJJ Setiap 1 jam Setiap 30 menit kontraksi Setiap 1 jam Setaip 30 menit Pembukaan Setiap 4 jam Setiap 4 jam Penurunan Setiap 4 jam Setiap 4 jam
  • 29.
    • Persiapan bakpartus, alat resusitasi, uterotonika • Uterotonika : – Oksitosin (pitosin, cyntosinon) – Ergometrin maleat (metergin)
  • 30.
    Pemeriksaan Dalam • Pemeriksaandalam dilakukan setiap 4 jam selama kala I persalinan dan setelah ketuban pecah • Catat hal berikut : – Ketuban utuh/tidak – Warna cairan ketuban – Dilatasi serviks – Penurunan kepala • Pada kala II persalinan pemeriksaan dalam dilakukan setiap jam
  • 31.
    Indikasi pemeriksaan dalam •Dugaan inpartu • Ketuban pecah • Dugaan pembukaan lengkap atau kala II • Sebelum melakukan tindakan obstetrik terminasi persalinan • Gemeli anak ke 2 • Pada pemeriksaan luar letak bayi tidak jelas • Kepala belummasuk PAP, ketuban sudah pecah • Ada dugaan panggul sempit • Untuk menilai kemajuan persalinan • Keadaan memaksa untuk menyelesaikan persalinan (fetal distress, preeklampsia)
  • 32.
    Urutan Pemeriksaan dalam Vulva : oedem, tumor, varices, kondiloma  Perineum : elastis,kaku  Vagina : oedem,tumor,varices  Ruang / kapasitas panggul  Portio : Elastis,kenyal,tebal,tipis  Servik : pembukaan effacement  Ketuban : positif,negatif  Bagian terdahulu / terendah (PRESENTASI)  Penurunan bgian terendah  Bagian terendah ( denominator )  Bagian kecil disamping bagian terendah  Rectum :faeses posif,negatif  Cairan yg terdapat pada sarung tangan :  ketuban jernih,keruh  Mekoneum  blod slym  darah
  • 33.
    Cara Melakukan PemeriksaanDalam Bahaya vagina toucher adalah infeksi, sehingga kita harus memperkecil kemungkinan infeksi. Usaha yang dilakukan : • Cuci tangan • Memakai sarung tangan karet steril • Tangan kiri membuka labia, sedangkan tangan kanan mengambil kapas DTT
  • 34.
    • kapas tersebutdihapuskan pada vulva dari atas kebawah dengan menjaga jangan sampai ujung jari tangan kanan mengenai dinding vulva. • ulangi dengan kapas lysol yang baru • Dengan labia tetap dibeberkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dimasukkan ke dalam vagina • Setelah itu tangan kiri dipindahkan ke bagian perut diatas simpisis untuk menahan bagian depan
  • 35.
  • 36.
    Jari telunjuk danjari tengah dimasukkan kedalam vagina
  • 37.
  • 39.
    Asuhan sayang ibu memberi dukungan emosional kepada ibu bahwa ibu harus bangga dan mensyukuri anugerah  yang telah diberikan oleh Allah SWT dan optimis bahwa ibu bisa mendidik anak dengan baik mengatur posisi yang nyaman bagi ibu  cukup asupan cairan dan nutrisi  keleluasaan untuk mobilisasi, termasuk ke kamar kecil  penerapan prinsip pencegahan infeksi yang sesuai
  • 40.
    Doa ibu bersalin ‫ﺍﺨﺮﺝ‬ ‫ﻋﻴﺴﻰ‬ ‫ﻭﻟﺪﺖ‬ ‫ﻭﻤﺭﻴﻡ‬ ‫ﻤﺭﻴﻡ‬ ‫ﻭﻟﺪﺖ‬ ‫ﺤﻨﺎ‬ ‫ﺍﻟﻤﻌﺒﻮﺪ‬ ‫ﺍﻟﻤﻠﻚ‬ ‫ﺒﻗﺪﺮﺓ‬ ‫ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺪ‬ ‫ﺍﻴﻬﺎ‬ “ Hannaa Waladat Maryama Wa Maryama Waladat ‘Iisaa Ukhruj Ayyuhal Mauluudu Biqudrotil Malikil Ma’buudi “. Artinya : “ Hana melahirkan Maryam, sedangkan Maryam telah melahirkan ‘Isa. Keluarlah (lahirlah) hai anak dengan sebab kekuasaan Raja (Allah) yang disembah “.
  • 41.
    Yang tidak bolehdilakukan • kateterisasi rutin • Klisma • Skiren (pencukuran rambut pubis) • periksa dalam berulang kali (tanpa indikasi yang jelas) • mengharuskan ibu pada posisi tertentu dan membatasi mobilisasi (pergerakan) • memberikan informasi yang tidak akurat atau berlawanan dengan kenyatan
  • 42.
    Pengosongan kandung kemih •memfasilitasi kemajuan persalinan • memberi rasa nyaman bagi ibu • mengurangi gangguan kontraksi • mengurangi penyulit pada distosia bahu (bahu besar/lebar) • bila dilakukan sendiri dapat mencegah terjadinya infeksi akibat trauma atau iritasi
  • 43.
    Rujuk ibu biladidapat satu ya • Riwayat bedah sesar • Perdarahan per vaginam • Persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu) • Ketuban pecah idsertai dengan mekonium yang kental • Ketuban pecah lama (lebih dari 24 jam), bagi IBU HIV pos segera rujuk • Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu) • Ikterus • Anemia berat • Tanda/gejala infeksi • Pre-eklampsia / Hipertensi dalam kehamilan • Tinggi fundus 40 cm atau lebih • Gawat janin • Primipara dalam fase aktif kala satu persalinan dan kepala janin masih 5/5 • Presentasi bukan belakang kepala • Presentasi ganda (majemuk) • Kehamilan ganda atau gemeli • Tali pusat menumbung • Syok
  • 44.
    PERSIAPAN • RUANGAN PERSALINAN •PERLENGKAPAN, PERALATAN RESUSITASI , BAHAN-BAHAN DAN OBAT YANG DIPERLUKAN • RUJUKAN BILA DIPERLUKAN ASUHAN SAYANG IBU UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI
  • 45.
    Asuhan sayang ibudalam proses persalinan • Asuhan yang menghargai budaya, kepercayaan dan keinginan sang ib • Refleksikan pada diri sendiri “ seperti inikah asuhan yang saya inginkan jika saya melahirkan nanti”
  • 46.
    • Prinsip dasarasuhan sayang ibu adalah mengikit sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi • Dukungan dan informasi selama proses persalinan akan membuat ibu merasa aman dan menunjukkan hasil yang baik.
  • 47.
    Dukungan emosional • Dukungdan anjurkan suami dan keluarga untuk mendampingi ibu selama proses persalinan • Anjurkan untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengenali upaya kenyamanan ibu • Dukungan dan pendampingan persalinan dapat mengurangi terjadinya persalinan dengan tindakan
  • 48.
    Mengatur posisi • Anjurkanibu untuk mencoba posisi yang nyaman selama proses persalinan • Anjurkan suami dan pendamping persalinan untuk membantu ibu berganti posisi • Ibu boleh berjalan, jongkok, berdiri, duduk, berbaring miring atau merangkak
  • 49.
    • Posisi tegakseperti berjalan berdiri dan jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan seringkali memperpendek waktu persalinan • Beritahu ibu untuk tidak berbaring terlentang lebih dari 10 menit
  • 50.
    Pemberian cairan dannutrisi • Anjurkan ibu mendapat asupan makanan dan minuman ringan/air selama proses kelahiran bayi • Anggota keluarga sesering mungkin menawarkan minum dan makan • Ma/mi ringan dapat mencegah dehidrasi dan memberikan banyak energi • Dehidrasi dapat memperlambat kontraksi dan menjadi kurang efektif
  • 51.
    evaluasi kemajuan persalinan dankesejahteraan ibu dan bayi dengan menggunakan PARTOGRAF