Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
MODUL PELATIHAN MATERI KHUSUS GURU BK
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pembukaan
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
10 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Agenda Pelatihan
• Doa
• Perkenalan
• Kesepakatan kelas
• Sesi pelatihan
○ Mulai dari Diri
○ Eksplorasi Konsep
○ Ruang Kolaborasi
○ Refleksi Terbimbing
○ Elaborasi Pemahaman
○ Koneksi antar Materi
○ Rencana Aksi Nyata
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kesepakatan Kelas
• Peserta aktif selama sesi berlangsung.
• Peserta menyalakan video.
• Peserta mematikan mikrofon saat tidak berbicara.
• Peserta meminta izin dengan mengaktifkan fitur angkat
tangan ketika akan berbicara.
• Peserta berkomitmen untuk mengikuti pelatihan dengan
menghadirkan seluruh pikiran dalam ruang virtual.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Mulai dari Diri :
Refleksi Pengalaman
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
10
menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pertanyaan Pemantik
Fungsi asesmen dalam layanan bimbingan dan konseling?
Kendala dihadapi ketika melakukan analisis hasil asesmen?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Eksplorasi Konsep
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
30 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Eksplorasi Konsep
Tujuan Sesi
• Peserta memahami tujuan yang akan
dicapai dalam pelaksanaan asesmen
murid dalam memenuhi Capaian Layanan.
• Peserta memahami konsep dan
pengembangan asesmen dan analisis
kebutuhan yang berpihak pada murid.
• Peserta memahami asesmen dan analisis
kebutuhan pada jenjang SMA.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Capaian Layanan SMA
• Empat bidang layanan Bimbingan dan Konseling mencakup
11 (sebelas) aspek perkembangan yang dikembangkan dari
tugas perkembangan peserta didik fase E (kelas 10) dan fase
F (kelas 11-12).
• Layanan Bimbingan dan Konseling pada jenjang SMA
berfokus pada lulusan yakni melanjutkan pendidikan, bekerja,
ataupun berwirausaha.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Capaian Layanan
Capaian Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB,
dan SMALB pada program Sekolah Penggerak
Capaian Layanan BK SMA/SMK halaman 439-449
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Fase E (Kelas X)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Fase F (Kelas XI dan XII)
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen
Asesmen bila dikaitkan dengan bimbingan dan konseling adalah
suatu metode sistematis yang dilakukan oleh guru BK untuk
memahami karakteristik, lingkungan dan segala sesuatu yang
berhubungan dengan konseli melalui berbagai teknik seperti tes
dan non tes (observasi, skala penilaian,wawancara, catatan, dan
teknik non tes lain sehingga guru BK memperoleh informasi
secara mendalam mengenai konseli yang dilayani.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Tujuan Asesmen dan Analisis Kebutuhan
Asesmen dan analisis kebutuhan merupakan proses
mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data
atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya, serta
mendapat gambaran berbagai kondisi individu sebagai dasar
penyusunan perencanaan program layanan bimbingan dan
konseling.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Fungsi Asesmen
1. Sebagai salah satu sarana yang digunakan dalam membuat diagnosis psikologis.
2. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya
serta sebagai dasar mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang
dimilikinya secara optimal.
3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana
pencapaian tujuan tersebut.
4. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya.
5. Hasil asesmen sebagai dasar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan
tuntutan dari lingkungannya.
6. Sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip-Prinsip Asesmen
1. Sesuai dengan norma masyarakat
Prinsip ini berkaitan erat dengan filsafat dan tata nilai hidup yang berlaku di
masyarakat. Setiap tahapan asesmen yang dilakukan jangan sampai bertentangan
dengan filsafat hidup dan tata nilai yang berlaku di masyarakat.
1. Keterpaduan
Perencanaan asesmen sudah ditetapkan pada saat perencanaan program, sehingga
antara jenis instrumen asesmen dan tujuan pelayanan, alat pelayanan tersusun dalam
satu pola keterpaduan yang harmonis.
1. Realistis
Asesmen memiliki batasan atau indikator-indikator yang jelas, operasional, dan dapat
diukur.
1. Tester yang terlatih
Orang yang melakukan atau mengelola suatu program asesmen harus memiliki
kualifikasi yang dibutuhkan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prinsip-Prinsip Asesmen
5. Keterlibatan peserta didik
Pelaksanaan asesmen oleh guru BK/konselor merupakan upaya dalam memenuhi tuntutan atau
kebutuhan peserta didik akan layanan bimbingan dan konseling.
5. Pedagogis
Asesmen dan hasilnya dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi peserta didik dalam
mengikuti kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
5. Akuntabilitas
Keberhasilan proses pelayanan bimbingan dan konseling perlu disampaikan kepada pihak-pihak
yang terkait dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban misalnya orangtua siswa,
masyarakat, calon pemakai lulusan, sekolah, dan pemerintah.
5. Teknik asesmen yang bervariasi dan komprehensif
Asesmen menggunakan berbagai teknik dan sifatnya komprehensif.
5. Tindak lanjut
Hasil asesmen harus dapat ditafsirkan sehingga konselor dapat memahami kemampuan dan
permasalahan setiap peserta didik sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan program
pelayanan bimbingan dan konseling.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prosedur Asesmen
1. Mengidentifikasi masalah
2. Memilih dan mengimplementasikan metode asesmen
3. Mengevaluasi informasi asesmen
4. Laporan hasil asesmen dan pembuatan rekomendasi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Bentuk-bentuk Asesmen
Non Tes
● Paling banyak digunakan oleh guru pembimbing.
● Prosedur pembuatan dan penggunaannya relatif lebih sederhana dan mudah disusun.
● Jenis-jenis pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, Daftar Cek Masalah, sosiometri,
Alat Ungkap Masalah Umum, Alat Ungkap Masalah PTSDL, Inventori Tugas Perkembangan,,
dan lain-lain.
Tes
● Merupakan suatu pengukuran terhadap suatu sampel tingkah laku yang obyektif dan terstandar.
● Jenis-jenisnya: tes kecerdasan, tes bakat, tes minat, tes kemampuan kerja, tes kepribadian, tes
kematangan sosial, dan lain-lain.
● Penggunaan asesmen tes memerlukan kompetensi dan syarat tertentu.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Prosedur Pengadministrasian Asesmen
1. Tahap persiapan. Guru BK menyiapkan instrumen yang akan digunakan,
baik itu instrumen baru, maupun menggunakan instrumen yang sudah ada
(seperti: AKPD, DCM, ITP, dll)
2. Tahap pelaksanaan/implementasi. Guru BK harus benar-benar
memahami cara penyebaran angket atau instrumen yang digunakan sesuai
dengan panduan. Memperhatikan kelengkapan jawaban serta kelengkapan
biodata peserta didik.
3. Tahap analisis hasil. Pada tahap ini, guru BK melakukan skoring, analisis
dan interpretasi, serta menarik kesimpulan dari hasil yang didapatkan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pemanfaatan Hasil Asesmen
1. Asesmen digunakan sebagai dasar untuk membuat
kebijakan dalam bidang pendidikan.
2. Asesmen digunakan sebagai dasar dalam membuat
keputusan mengenai kurikulum dan program sekolah.
3. Asesmen digunakan sebagai dasar untuk menentukan
keputusan mengenai siswa baik dari segi pembelajaran
maupun keputusan karir.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Pada pelaksanaan layanan Bimbingan dan
Konseling, asesmen kebutuhan sangat
dibutuhkan sebelum penyusunan program
dan perangkat layanan bimbingan dan
konseling lainnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen Kebutuhan untuk SMA
Tidak ada peminatan di kelas X karena:
a. peserta didik perlu menguatkan kembali kompetensi dasar/fondasi sebelum mereka mengambil
keputusan tentang arah minat dan bakat akademik yang ingin mereka kembangkan
b. keputusan untuk menentukan pilihan akademik sebaiknya dilakukan saat peserta didik sudah lebih
matang secara psikologis, ketika mereka sudah di SMA, bukan di SMP
c. peserta didik dapat menggunakan 1 tahun masa belajar di SMA untuk mengenal pilihan-pilihan
yang disediakan satuan pendidikan tersebut, sebelum mengambil keputusan terkait pelajaran yang
ingin mereka dalami
d. memberikan kesempatan lebih banyak kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang
tua/wali dan guru Bimbingan Konseling tentang minat dan bakatnya serta rencana masa depan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen Kebutuhan untuk SMA
• Tidak ada penjurusan di jenjang SMA, peserta didik akan memilih mata
pelajaran kelompok pilihan di Kelas XI dan XII sesuai minat dan
bakatnya dengan panduan guru Bimbingan Konseling.
• Untuk jenjang SMA, tidak ada jam pelajaran khusus Bimbingan
Konseling di kelas. Namun guru Bimbingan Konseling memegang
peranan penting dalam memimpin proses penelusuran minat dan bakat
peserta didik melalui asesmen kebutuhan bersama dengan wali kelas
dan atau guru lain, serta berdiskusi dengan setiap individu peserta didik
dan orang tua/wali.
• Waktu pelaksanaan kegiatan ini ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen Diagnostik
• Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis
kemampuan dasar dan mengetahui kondisi awal peserta didik.
• Asesmen diagnostik ini bersifat non kognitif, untuk menggali
hal-hal sebagai berikut:
• Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi peserta didik
• Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah
• Kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik
• Gaya belajar, karakter, serta minat peserta didik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Asesmen Diagnostik
• Tahapan asesmen diagnostik adalah persiapan, pelaksanaan,
dan tindak lanjut.
• Contoh tahapan asesmen diagnostik terdapat pada slide
selanjutnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Strategi Asesmen Diagnostik
Strategi tanya jawab dalam asesmen diagnostik, antara lain:
• Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
• Menyertai acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu
peserta didik menemukan jawabannya
• Memberikan waktu berpikir kepada peserta didik menemukan
jawabannya
• Saat peserta didik menjawab pertanyaan:
○ Berikan penguatan
○ Berikan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih dalam
○ Mengembalikan fokus jika jawaban mulai menyimpang
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Strategi Asesmen Diagnostik
• Saat peserta didik balik bertanya:
○ Langsung menjawab pertanyaan peserta didik
○ Membantu peserta didik untuk dapat menjawab pertanyaannya
sendiri
• Saat peserta didik menjawab pertanyaan:
○ Mencoba mengarahkan kembali pertanyaan
○ Memparafrasekan pertanyaan agar lebih mudah
○ dipahami
○ Menunggu beberapa saat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Analisis Kebutuhan
• Ketika guru bimbingan dan konseling memberikan layanan Bimbingan dan
Konseling maka analisis kebutuhan disusun berdasarkan hasil asesmen
kebutuhan, Capaian Layanan Bimbingan, dan Konseling.
• Asesmen dan analisis kebutuhan merupakan proses mengumpulkan,
menganalisis, dan menginterpretasikan data atau informasi tentang peserta
didik dan lingkungannya.
• Hal ini untuk mendapat gambaran berbagai kondisi individu sebagai dasar
penyusunan perencanaan program layanan Bimbingan dan Konseling. Analisis
kebutuhan dapat juga bersumber dari asumsi-asumsi teoritis tentang
perkembangan individu berikut resiko yang menyertainya (hazard).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Analisis Kebutuhan
• Asesmen diagnostik tentang gaya belajar peserta didik diperlukan oleh Guru
Bimbingan dan Konseling dapat memberikan data awal kepada guru mata
pelajaran sehingga guru mata pelajaran dapat menentukan strategi dalam
perencanaan pembelajaran.
• Pembelajaran di sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan capaian
pembelajaran dengan pendekatan differentiated learning dan Teaching at the
Right Level (TaRL), perlu mempertimbangkan karakteristik dan gaya belajar
peserta didik.
• Hasil Survei Karakter dalam Laporan Potret Mutu Pendidikan di sekolah juga
dapat dijadikan bahan untuk refleksi diri yang dapat digunakan dalam
merencanakan Program Layanan Bimbingan dan Konseling.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Ruang Kolaborasi
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
40 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Diskusikan di Dalam Kelompok
• Gambaran kondisi dan kebutuhan siswa di suatu
sekolah.
• Asesmen yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan siswa beserta alasannya,
• Strategi pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan
analisis hasil dari asesmen yang dipilih.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum
Memilih atau Menyusun Asesmen Murid
• Visi dan misi sekolah,
• Latar belakang murid,
• Kondisi murid di setiap kelas/jenjang,
• Kejelasan tujuan yang akan dicapai,
• Kejelasan aspek yang akan diukur.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Refleksi
Terbimbing
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
30 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Refleksi dengan Metode Kaizen
• Setelah memahami asesmen siswa dalam
layanan bimbingan dan konseling, saya
menyadari bahwa …
• Setelah memahami asesmen siswa dalam
layanan bimbingan dan konseling, saya akan …
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Refleksi dengan Model 321
• 3 hal yang telah saya pahami adalah …
• 2 hal yang masih perlu saya tingkatkan adalah …
• 1 strategi yang akan saya pilih dalam memperbaiki
layanan BK adalah …
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Demonstrasi
Kontekstual
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
30 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Kasus
Dalam satu kelas X terdapat 30 orang murid yang terdiri dari 10
siswa laki-laki dan 20 orang murid perempuan yang berasal dari
berbagai latar belakang budaya, sosial, dan ekonomi.
Saat menyusun program layanan bimbingan konseling,
dibutuhkan pemetaan profil murid. Melihat kasus tersebut,
instrumen apa yang Bapak dan Ibu akan gunakan?
Silakan Bapak dan Ibu menyusun strategi asesmen sesuai
dengan kasus tersebut.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Elaborasi
Pemahaman
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
20 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Elaborasi Pemahaman
• Hal baik apa yang sudah Anda lakukan dalam menyusun asesmen
dalam bimbingan dan konseling?
• Apa tantangan dalam menyusun asesmen dalam bimbingan dan
konseling?
• Apa pembelajaran yang didapatkan saat menyusun instrumen asesmen
dalam bimbingan dan konseling?
• Apa tips dalam menyusun asesmen dalam bimbingan dan konseling?
• Apa yang bisa Bapak/Ibu lakukan agar asesmen yang telah disusun
dapat dipergunakan di sekolah masing-masing?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
(Rencana) Aksi
Nyata
Asesmen Siswa dalam
Layanan Bimbingan dan
Konseling
10 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
(Rencana) Aksi Nyata
Bapak dan Ibu, silakan membuat rencana terkait asesmen yang
dibutuhkan oleh sekolah dan murid pada tahap awal (misalnya 3
bulan ke depan) untuk mendukung implementasi kurikulum
Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Berikan alasan mengapa asesmen tersebut diperlukan dalam
tahap awal implementasi kurikulum Merdeka.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi

Asesmen siswa dalam layanan BK.pptx

  • 1.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling MODUL PELATIHAN MATERI KHUSUS GURU BK
  • 2.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Pembukaan Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 10 menit
  • 3.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Agenda Pelatihan • Doa • Perkenalan • Kesepakatan kelas • Sesi pelatihan ○ Mulai dari Diri ○ Eksplorasi Konsep ○ Ruang Kolaborasi ○ Refleksi Terbimbing ○ Elaborasi Pemahaman ○ Koneksi antar Materi ○ Rencana Aksi Nyata
  • 4.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Kesepakatan Kelas • Peserta aktif selama sesi berlangsung. • Peserta menyalakan video. • Peserta mematikan mikrofon saat tidak berbicara. • Peserta meminta izin dengan mengaktifkan fitur angkat tangan ketika akan berbicara. • Peserta berkomitmen untuk mengikuti pelatihan dengan menghadirkan seluruh pikiran dalam ruang virtual.
  • 5.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Mulai dari Diri : Refleksi Pengalaman Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 10 menit
  • 6.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Pertanyaan Pemantik Fungsi asesmen dalam layanan bimbingan dan konseling? Kendala dihadapi ketika melakukan analisis hasil asesmen?
  • 7.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Eksplorasi Konsep Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 30 menit
  • 8.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Eksplorasi Konsep Tujuan Sesi • Peserta memahami tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan asesmen murid dalam memenuhi Capaian Layanan. • Peserta memahami konsep dan pengembangan asesmen dan analisis kebutuhan yang berpihak pada murid. • Peserta memahami asesmen dan analisis kebutuhan pada jenjang SMA.
  • 9.
  • 10.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Capaian Layanan SMA • Empat bidang layanan Bimbingan dan Konseling mencakup 11 (sebelas) aspek perkembangan yang dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik fase E (kelas 10) dan fase F (kelas 11-12). • Layanan Bimbingan dan Konseling pada jenjang SMA berfokus pada lulusan yakni melanjutkan pendidikan, bekerja, ataupun berwirausaha.
  • 11.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Capaian Layanan Capaian Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, dan SMALB pada program Sekolah Penggerak Capaian Layanan BK SMA/SMK halaman 439-449
  • 12.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Fase E (Kelas X)
  • 13.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Fase F (Kelas XI dan XII)
  • 14.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Asesmen bila dikaitkan dengan bimbingan dan konseling adalah suatu metode sistematis yang dilakukan oleh guru BK untuk memahami karakteristik, lingkungan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan konseli melalui berbagai teknik seperti tes dan non tes (observasi, skala penilaian,wawancara, catatan, dan teknik non tes lain sehingga guru BK memperoleh informasi secara mendalam mengenai konseli yang dilayani.
  • 15.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Tujuan Asesmen dan Analisis Kebutuhan Asesmen dan analisis kebutuhan merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya, serta mendapat gambaran berbagai kondisi individu sebagai dasar penyusunan perencanaan program layanan bimbingan dan konseling.
  • 16.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Fungsi Asesmen 1. Sebagai salah satu sarana yang digunakan dalam membuat diagnosis psikologis. 2. Mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkembangannya serta sebagai dasar mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. 3. Mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. 4. Mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. 5. Hasil asesmen sebagai dasar untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. 6. Sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program.
  • 17.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Prinsip-Prinsip Asesmen 1. Sesuai dengan norma masyarakat Prinsip ini berkaitan erat dengan filsafat dan tata nilai hidup yang berlaku di masyarakat. Setiap tahapan asesmen yang dilakukan jangan sampai bertentangan dengan filsafat hidup dan tata nilai yang berlaku di masyarakat. 1. Keterpaduan Perencanaan asesmen sudah ditetapkan pada saat perencanaan program, sehingga antara jenis instrumen asesmen dan tujuan pelayanan, alat pelayanan tersusun dalam satu pola keterpaduan yang harmonis. 1. Realistis Asesmen memiliki batasan atau indikator-indikator yang jelas, operasional, dan dapat diukur. 1. Tester yang terlatih Orang yang melakukan atau mengelola suatu program asesmen harus memiliki kualifikasi yang dibutuhkan.
  • 18.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Prinsip-Prinsip Asesmen 5. Keterlibatan peserta didik Pelaksanaan asesmen oleh guru BK/konselor merupakan upaya dalam memenuhi tuntutan atau kebutuhan peserta didik akan layanan bimbingan dan konseling. 5. Pedagogis Asesmen dan hasilnya dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. 5. Akuntabilitas Keberhasilan proses pelayanan bimbingan dan konseling perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban misalnya orangtua siswa, masyarakat, calon pemakai lulusan, sekolah, dan pemerintah. 5. Teknik asesmen yang bervariasi dan komprehensif Asesmen menggunakan berbagai teknik dan sifatnya komprehensif. 5. Tindak lanjut Hasil asesmen harus dapat ditafsirkan sehingga konselor dapat memahami kemampuan dan permasalahan setiap peserta didik sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan program pelayanan bimbingan dan konseling.
  • 19.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Prosedur Asesmen 1. Mengidentifikasi masalah 2. Memilih dan mengimplementasikan metode asesmen 3. Mengevaluasi informasi asesmen 4. Laporan hasil asesmen dan pembuatan rekomendasi
  • 20.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Bentuk-bentuk Asesmen Non Tes ● Paling banyak digunakan oleh guru pembimbing. ● Prosedur pembuatan dan penggunaannya relatif lebih sederhana dan mudah disusun. ● Jenis-jenis pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, Daftar Cek Masalah, sosiometri, Alat Ungkap Masalah Umum, Alat Ungkap Masalah PTSDL, Inventori Tugas Perkembangan,, dan lain-lain. Tes ● Merupakan suatu pengukuran terhadap suatu sampel tingkah laku yang obyektif dan terstandar. ● Jenis-jenisnya: tes kecerdasan, tes bakat, tes minat, tes kemampuan kerja, tes kepribadian, tes kematangan sosial, dan lain-lain. ● Penggunaan asesmen tes memerlukan kompetensi dan syarat tertentu.
  • 21.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Prosedur Pengadministrasian Asesmen 1. Tahap persiapan. Guru BK menyiapkan instrumen yang akan digunakan, baik itu instrumen baru, maupun menggunakan instrumen yang sudah ada (seperti: AKPD, DCM, ITP, dll) 2. Tahap pelaksanaan/implementasi. Guru BK harus benar-benar memahami cara penyebaran angket atau instrumen yang digunakan sesuai dengan panduan. Memperhatikan kelengkapan jawaban serta kelengkapan biodata peserta didik. 3. Tahap analisis hasil. Pada tahap ini, guru BK melakukan skoring, analisis dan interpretasi, serta menarik kesimpulan dari hasil yang didapatkan.
  • 22.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Pemanfaatan Hasil Asesmen 1. Asesmen digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan dalam bidang pendidikan. 2. Asesmen digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan mengenai kurikulum dan program sekolah. 3. Asesmen digunakan sebagai dasar untuk menentukan keputusan mengenai siswa baik dari segi pembelajaran maupun keputusan karir.
  • 23.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Pada pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, asesmen kebutuhan sangat dibutuhkan sebelum penyusunan program dan perangkat layanan bimbingan dan konseling lainnya.
  • 24.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Kebutuhan untuk SMA Tidak ada peminatan di kelas X karena: a. peserta didik perlu menguatkan kembali kompetensi dasar/fondasi sebelum mereka mengambil keputusan tentang arah minat dan bakat akademik yang ingin mereka kembangkan b. keputusan untuk menentukan pilihan akademik sebaiknya dilakukan saat peserta didik sudah lebih matang secara psikologis, ketika mereka sudah di SMA, bukan di SMP c. peserta didik dapat menggunakan 1 tahun masa belajar di SMA untuk mengenal pilihan-pilihan yang disediakan satuan pendidikan tersebut, sebelum mengambil keputusan terkait pelajaran yang ingin mereka dalami d. memberikan kesempatan lebih banyak kepada peserta didik untuk berdiskusi dengan orang tua/wali dan guru Bimbingan Konseling tentang minat dan bakatnya serta rencana masa depan.
  • 25.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Kebutuhan untuk SMA • Tidak ada penjurusan di jenjang SMA, peserta didik akan memilih mata pelajaran kelompok pilihan di Kelas XI dan XII sesuai minat dan bakatnya dengan panduan guru Bimbingan Konseling. • Untuk jenjang SMA, tidak ada jam pelajaran khusus Bimbingan Konseling di kelas. Namun guru Bimbingan Konseling memegang peranan penting dalam memimpin proses penelusuran minat dan bakat peserta didik melalui asesmen kebutuhan bersama dengan wali kelas dan atau guru lain, serta berdiskusi dengan setiap individu peserta didik dan orang tua/wali. • Waktu pelaksanaan kegiatan ini ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Diagnostik • Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar dan mengetahui kondisi awal peserta didik. • Asesmen diagnostik ini bersifat non kognitif, untuk menggali hal-hal sebagai berikut: • Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi peserta didik • Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah • Kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik • Gaya belajar, karakter, serta minat peserta didik
  • 30.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Asesmen Diagnostik • Tahapan asesmen diagnostik adalah persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. • Contoh tahapan asesmen diagnostik terdapat pada slide selanjutnya.
  • 31.
  • 32.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Strategi Asesmen Diagnostik Strategi tanya jawab dalam asesmen diagnostik, antara lain: • Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami • Menyertai acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu peserta didik menemukan jawabannya • Memberikan waktu berpikir kepada peserta didik menemukan jawabannya • Saat peserta didik menjawab pertanyaan: ○ Berikan penguatan ○ Berikan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih dalam ○ Mengembalikan fokus jika jawaban mulai menyimpang
  • 33.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Strategi Asesmen Diagnostik • Saat peserta didik balik bertanya: ○ Langsung menjawab pertanyaan peserta didik ○ Membantu peserta didik untuk dapat menjawab pertanyaannya sendiri • Saat peserta didik menjawab pertanyaan: ○ Mencoba mengarahkan kembali pertanyaan ○ Memparafrasekan pertanyaan agar lebih mudah ○ dipahami ○ Menunggu beberapa saat
  • 34.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Analisis Kebutuhan • Ketika guru bimbingan dan konseling memberikan layanan Bimbingan dan Konseling maka analisis kebutuhan disusun berdasarkan hasil asesmen kebutuhan, Capaian Layanan Bimbingan, dan Konseling. • Asesmen dan analisis kebutuhan merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya. • Hal ini untuk mendapat gambaran berbagai kondisi individu sebagai dasar penyusunan perencanaan program layanan Bimbingan dan Konseling. Analisis kebutuhan dapat juga bersumber dari asumsi-asumsi teoritis tentang perkembangan individu berikut resiko yang menyertainya (hazard).
  • 35.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Analisis Kebutuhan • Asesmen diagnostik tentang gaya belajar peserta didik diperlukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dapat memberikan data awal kepada guru mata pelajaran sehingga guru mata pelajaran dapat menentukan strategi dalam perencanaan pembelajaran. • Pembelajaran di sekolah yang menerapkan pembelajaran dengan capaian pembelajaran dengan pendekatan differentiated learning dan Teaching at the Right Level (TaRL), perlu mempertimbangkan karakteristik dan gaya belajar peserta didik. • Hasil Survei Karakter dalam Laporan Potret Mutu Pendidikan di sekolah juga dapat dijadikan bahan untuk refleksi diri yang dapat digunakan dalam merencanakan Program Layanan Bimbingan dan Konseling.
  • 36.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Ruang Kolaborasi Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 40 menit
  • 37.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Diskusikan di Dalam Kelompok • Gambaran kondisi dan kebutuhan siswa di suatu sekolah. • Asesmen yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa beserta alasannya, • Strategi pada tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis hasil dari asesmen yang dipilih.
  • 38.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih atau Menyusun Asesmen Murid • Visi dan misi sekolah, • Latar belakang murid, • Kondisi murid di setiap kelas/jenjang, • Kejelasan tujuan yang akan dicapai, • Kejelasan aspek yang akan diukur.
  • 39.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Refleksi Terbimbing Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 30 menit
  • 40.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Refleksi dengan Metode Kaizen • Setelah memahami asesmen siswa dalam layanan bimbingan dan konseling, saya menyadari bahwa … • Setelah memahami asesmen siswa dalam layanan bimbingan dan konseling, saya akan …
  • 41.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Refleksi dengan Model 321 • 3 hal yang telah saya pahami adalah … • 2 hal yang masih perlu saya tingkatkan adalah … • 1 strategi yang akan saya pilih dalam memperbaiki layanan BK adalah …
  • 42.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Demonstrasi Kontekstual Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 30 menit
  • 43.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Kasus Dalam satu kelas X terdapat 30 orang murid yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 20 orang murid perempuan yang berasal dari berbagai latar belakang budaya, sosial, dan ekonomi. Saat menyusun program layanan bimbingan konseling, dibutuhkan pemetaan profil murid. Melihat kasus tersebut, instrumen apa yang Bapak dan Ibu akan gunakan? Silakan Bapak dan Ibu menyusun strategi asesmen sesuai dengan kasus tersebut.
  • 44.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Elaborasi Pemahaman Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 20 menit
  • 45.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi Elaborasi Pemahaman • Hal baik apa yang sudah Anda lakukan dalam menyusun asesmen dalam bimbingan dan konseling? • Apa tantangan dalam menyusun asesmen dalam bimbingan dan konseling? • Apa pembelajaran yang didapatkan saat menyusun instrumen asesmen dalam bimbingan dan konseling? • Apa tips dalam menyusun asesmen dalam bimbingan dan konseling? • Apa yang bisa Bapak/Ibu lakukan agar asesmen yang telah disusun dapat dipergunakan di sekolah masing-masing?
  • 46.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi (Rencana) Aksi Nyata Asesmen Siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling 10 menit
  • 47.
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi (Rencana) Aksi Nyata Bapak dan Ibu, silakan membuat rencana terkait asesmen yang dibutuhkan oleh sekolah dan murid pada tahap awal (misalnya 3 bulan ke depan) untuk mendukung implementasi kurikulum Merdeka dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Berikan alasan mengapa asesmen tersebut diperlukan dalam tahap awal implementasi kurikulum Merdeka.
  • 48.