PEMIKIRAN
KI HAJAR DEWANTARA
Di depan menjadi contoh dan teladan,
Di tengah membangkitkan kemauan dan niat murid,
Di belakang memberikan dorongan semangat atau dorongan moral


Pendidikan dan pendidik yang memandang anak
dengan rasa hormat. Bebas dari segala ikatan,
dengan sucihati mendekati sang anak, tidak
untuk meminta sesuatu hak, namun untuk
berhamba pada sang anak..
Pendidikan harus berorientasi kepada murid.
Semua yang dilakukan dalam dunia pendidikan
harus berorientasi untuk anak
Kontinuitas yaitu kita harus melakukan dialog kritis tentang
sejarah. Dalam bergerak ke depan, kita tidak boleh lupa
akan akar nilai budaya yang hakiki dari masyarakat. Yang
kedua Konvergensi adalah pendidikan harus
memanusiakan manusia dan memperkuat nilai
kemanusiaan. Yang ketiga Konsentris adalah pendidikan
harus menghargai keragaman dan memerdekaan
pemelajar, karena setiap orang berputar dan beredar
sesuai orbitnya. Pendidikan harus menghargai keunikan
dan keberagaman masing-masing murid.
Asas Tri-kon
menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak,
agar mereka dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai
manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau
hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak
(kodrat alam dan kodrat zaman) , agar dapat
memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya
kekuatankodrat anak
Menuntun
Pendidikan yang berpihak
pada anak
Bermain adalah salah satu kodrat anak.
Pikiran-perasaan- kemauan -tenaga (cipta-rasa-karsa/karya-pekerti) sudah ada pada diri anak .
Budi itu Cipta , Rasa dan Karsa. Pekerti itu tenaga atau raga. Semua harus seimbang, ada olah cipta untuk
menajamkan pikiran. Olah rasa menghaluskan rasa. Olah karsa untuk menguatkan kemauan. Dan olah raga
untuk menyehatkan jasmani. Pendidikan itu harus holistik dan seimbang. Kesempurnaan budi pekerti
membawa anak pada kebijaksanaan.
Permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah.
Kodrat anak - bermain
pengaruh pengajaran itu umumnya
memerdekakan manusia atas hidupnya lahir,
sedang merdekanya hidup batin itu terdapat
dari pendidikan.
Merdeka batin -pendidikan
Merdeka lahir- pengajaran
Murid diberikan ruang untuk belajar sesuai
dengan bakat dan minatnya.
Merdeka Belajar
ing ngarso sung tuladha,
ing madya mangun karsa,
tut wuri handayani
Dsign By Rinda Kusmayanti

1.1.a.7 demonstrasi kontekstual

  • 1.
    PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA Didepan menjadi contoh dan teladan, Di tengah membangkitkan kemauan dan niat murid, Di belakang memberikan dorongan semangat atau dorongan moral Pendidikan dan pendidik yang memandang anak dengan rasa hormat. Bebas dari segala ikatan, dengan sucihati mendekati sang anak, tidak untuk meminta sesuatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak.. Pendidikan harus berorientasi kepada murid. Semua yang dilakukan dalam dunia pendidikan harus berorientasi untuk anak Kontinuitas yaitu kita harus melakukan dialog kritis tentang sejarah. Dalam bergerak ke depan, kita tidak boleh lupa akan akar nilai budaya yang hakiki dari masyarakat. Yang kedua Konvergensi adalah pendidikan harus memanusiakan manusia dan memperkuat nilai kemanusiaan. Yang ketiga Konsentris adalah pendidikan harus menghargai keragaman dan memerdekaan pemelajar, karena setiap orang berputar dan beredar sesuai orbitnya. Pendidikan harus menghargai keunikan dan keberagaman masing-masing murid. Asas Tri-kon menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak (kodrat alam dan kodrat zaman) , agar dapat memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya kekuatankodrat anak Menuntun Pendidikan yang berpihak pada anak Bermain adalah salah satu kodrat anak. Pikiran-perasaan- kemauan -tenaga (cipta-rasa-karsa/karya-pekerti) sudah ada pada diri anak . Budi itu Cipta , Rasa dan Karsa. Pekerti itu tenaga atau raga. Semua harus seimbang, ada olah cipta untuk menajamkan pikiran. Olah rasa menghaluskan rasa. Olah karsa untuk menguatkan kemauan. Dan olah raga untuk menyehatkan jasmani. Pendidikan itu harus holistik dan seimbang. Kesempurnaan budi pekerti membawa anak pada kebijaksanaan. Permainan anak dapat menjadi bagian pembelajaran di sekolah. Kodrat anak - bermain pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedang merdekanya hidup batin itu terdapat dari pendidikan. Merdeka batin -pendidikan Merdeka lahir- pengajaran Murid diberikan ruang untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya. Merdeka Belajar ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani Dsign By Rinda Kusmayanti