Dokumen ini membahas pelanggaran hak asasi manusia di Mesuji, Sumatera, menekankan bahwa hak asasi manusia adalah anugerah Tuhan dan telah ada dalam konteks Islam jauh sebelum konsep Barat. Di Mesuji, warga mengalami perampasan hak atas tanah oleh korporasi dan aparat hukum, dengan sejumlah kasus kekerasan dan pembunuhan yang diabaikan oleh negara. Penanganan kasus-kasus ini diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah untuk mencegah terulangnya pelanggaran HAM di masa depan.