Anggota : Rahma Ardy.w
 1. OKSIDASI
• Reaksi pelepasan elektron
• Pelepasan elektron
• Peningkatan muatan positip
• Peningkatan bilok (bilangan oksidasi)
 Reaksi penangkapan elektron
 Penambahan muatan negatif
 Penurunan bilangan oksidasi
OKSIDATOR : Zat yang mengoksidasi zat
lain, tetapi zat
Tersebut mengalami reaksi reduksi
(penurunan bilok)
Ciri-ciri oksidator:
 Memiliki bilok tinggi
 Dalam bentuk molekul maupun ion mudah
mengikat elek
tron
 Dalam sistim periodik unsur ada di sebelah
kanan
Syarat reaksi redoks : harus ada perubahan bilok
BILANGAN OKSIDASI :
Banyaknya muatan listrik dari unsur-unsur dalam suatu
persenyawaan
Peraturan-peraturan bilok :
 Bilangan oksidasi satu unsur bebas = 0
 Bilangan oksidasi satu atom hidrogen = + 1
 Bilangan oksidasi satu atom oksigen = -2
 Bilangan oksidasi logam, selalu positip. Logam alkali
selalu +1 dan alkali tanah selalu +2
 Jumlah bilok semua unsur dalam senyawa = 0
 1. SO2
 2. K2Cr2O7
Contoh :Bilangan oksidasi SO2 = 0
Bilangan oksidasi 2 atom O = -4
Bilangan oksidasi S = +4
Bilangan oksidasi K2Cr2O7 = 0
Bilangan oksidasi 2 atom K = +2
Bilangan oksidasi 7 atom O = -14
Bilangan oksidasi 1 atom Cr = +6
Pengertian :
Banyaknya elektron yang dilepaskan oleh reduktor
harus
sama dengan banyaknya elektron yang ditangkap
oleh ok
Sidator.
Misalnya ada larutan gula, larutan garam, larutan
teh.
Tapi bagaimana dengan air kopi?
Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah
larutan?????
Misalnya ada larutan gula, larutan garam, larutan
teh.
Tapi bagaimana dengan air kopi?
Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah
larutan?????
Suatu campuran terdiri dari dua komponen utama,
yaitu zat terlarut dan zat pelarut.
Jika dari contoh di atas zat terlarutnya adalah, gula,
garam, teh, dan kopi,
sedangkan zat pelarutnya adalah air.
Suatu zat dikatakan larutan jika
campuran antara zat terlarut dan
pelarutnya bersifat homogen.
Artinya tidak terdapat batas antar
komponennya, sehingga tidak dapat dibedakan
lagi antara zat pelarut (air) dan terlarutnya (gula,
kopi, maupun teh).
Suatu larutan dapat dikatakan sebagai larutan
elektrolit jika zat tersebut mampu
menghantarkan listrik.
Mengapa zat elektrolit dapat menghantarkan
listrik?
Suatu zat dapat menghantarkan listrik
karena zat tersebut memiliki
ion-ion yang bergerak bebas di
dalam larutan tersebut. ion-ion
inilah yang nantinya akan menjadi
penghantar. Semakin banyak ion
yang dihasilkan semakin baik pula
larutan tersebut menghantarkan
listrik.
Larutan asam (zat yang melepas ion H+ jika
dilarutkan dalam air), contohnya adalah:
 Asam klorida : HCl
 Asam florida : HF
 Asam sulfat : H2SO4
 Asam asetat/cuka : CH3COOH
 Asam sianida : HCN
 Asam nitrat : HNO3
 Asam fospat : H3PO4
Larutan basa (zat yang melepas ion OH- jika dilarutkan
dalam air), contohnya adalah:
 Natrium hidroksida : NaOH
 Calcium hidroksida : Ca(OH)2
 Litium hidroksida : LiOH
 Kalium hidroksida : KOH
 Barium hidroksida : Ba(OH)2
 Magnesium hidroksida : Mg(OH)2
 Aluminium hidroksida : Al(OH)3
 Besi (II) hidroksida : Fe(OH)2
 Besi (III) hidroksida : Fe(OH)3
 Amonium hirdoksida: NH4OH
Larutan garam (zat yang terbentuk dari reaksi
antara asam dan basa), contohnya adalah:
 Natrium klorida/garam dapur : NaCl
 Ammonium clorida : NH4Cl
 Ammonium sulfat : (NH4)2SO4
 Calcium diklorida : CaCl2
 
Elektrolit kuat, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
 Menghasilkan banyak ion Molekul netral dalam larutan
hanya sedikit/tidak ada sama sekali
 Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi
sempurna
 Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang
dihasilkan banyak, lampu menyala
 Penghantar listrik yang baik
 Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
Elektrolit lemah, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
 Menghasilkan sedikit ion
 Molekul netral dalam larutan banyak
 Terionisasi hanya sebagian kecil
 Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung
gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak
menyala
 Penghantar listrik yang buruk
 Derajat ionisasi mendekati 0
larutan non elektrolit memiliki karakteristik sebagai
berikut:
 Tidak menghasilkan ion
 Semua dalam bentuk molekul netral dalam
larutannya
 Tidak terionisasi Jika dilakukan uji daya hantar
listrik: tidak menghasilkan gelembung, dan lampu
tidak menyala
1. Senyawa ion (senyawa yang terbentuk melalui
ikatan ion), contohnya adalah: NaCl, CaCl2, AlCl3,
MgF2, LiF (sebagian besar berasal dari garam)
2. Senyawa kovalen polar (senyawa melalui
ikatan kovalen yang bersifat polar/memiliki perbedaan
keelektronegatifan yang besar antar atom), contohnya
adalah: HCl, NaOH, H2SO4, H3PO4, HNO3, Ba(OH)2
(berasal dari asam dan basa)
Kekuatan larutan elektrolit erat kaitannya dengan derajat
ionisasi/disosiasi.
Derajat ionisasi/disosiasi adalah perbandingan
antara jumlah ion yang dihasilkan dengan
jumlah zat mula-mula.
Dapat dirumuskan sebagai berikut:
+
-
-
+
+
-
LARUTAN
SIFAT DAN
PENGAMATAN
CONTOH SENYAWA REAKSI IONISASI
Elektrolit
Kuat
- terionisasi
sempurna
- menghantarkan
arus
listrik
- lampu menyala
terang
- terdapat
gelembung gas
NaCl, HCl,
NaOH,
H2SO4, dan KCl
NaCl  Na+
+ Cl-
NaOH  Na+
+ OH-
H2SO4  H+
+ SO4
-
KCl  K+
+ Cl-
Elektrolit
Lemah
- terionisasi sebagian
- menghantarkan arus
listrik
- lampu menyala redup
- terdapat gelembung
gas
CH3COOH, NH4OH,
HCN, dan Al(OH)3
CH3COOH  H+
+
CH3COO-
HCN  H+
+ CN-
Al(OH)3  Al3+
+
3OH-
Non
Elektrolit
- tidak terionisasi
- tidak menghantarkan
arus listrik
- lampu tidak menyala
- tidak terdapat
gelembung gas
C6H12O6, C12H22O11,
CO(NH2)2, dan C2H5OH
C6H12O6
C12H22O11
CO(NH2)2
C2H5OH
Terima Kasih Atas Perhatiannya

Ardy

  • 1.
  • 2.
     1. OKSIDASI •Reaksi pelepasan elektron • Pelepasan elektron • Peningkatan muatan positip • Peningkatan bilok (bilangan oksidasi)
  • 3.
     Reaksi penangkapanelektron  Penambahan muatan negatif  Penurunan bilangan oksidasi
  • 4.
    OKSIDATOR : Zatyang mengoksidasi zat lain, tetapi zat Tersebut mengalami reaksi reduksi (penurunan bilok) Ciri-ciri oksidator:  Memiliki bilok tinggi  Dalam bentuk molekul maupun ion mudah mengikat elek tron  Dalam sistim periodik unsur ada di sebelah kanan
  • 5.
    Syarat reaksi redoks: harus ada perubahan bilok BILANGAN OKSIDASI : Banyaknya muatan listrik dari unsur-unsur dalam suatu persenyawaan Peraturan-peraturan bilok :  Bilangan oksidasi satu unsur bebas = 0  Bilangan oksidasi satu atom hidrogen = + 1  Bilangan oksidasi satu atom oksigen = -2  Bilangan oksidasi logam, selalu positip. Logam alkali selalu +1 dan alkali tanah selalu +2  Jumlah bilok semua unsur dalam senyawa = 0
  • 6.
     1. SO2 2. K2Cr2O7 Contoh :Bilangan oksidasi SO2 = 0 Bilangan oksidasi 2 atom O = -4 Bilangan oksidasi S = +4 Bilangan oksidasi K2Cr2O7 = 0 Bilangan oksidasi 2 atom K = +2 Bilangan oksidasi 7 atom O = -14 Bilangan oksidasi 1 atom Cr = +6
  • 7.
    Pengertian : Banyaknya elektronyang dilepaskan oleh reduktor harus sama dengan banyaknya elektron yang ditangkap oleh ok Sidator.
  • 8.
    Misalnya ada larutangula, larutan garam, larutan teh. Tapi bagaimana dengan air kopi? Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah larutan?????
  • 9.
    Misalnya ada larutangula, larutan garam, larutan teh. Tapi bagaimana dengan air kopi? Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah larutan?????
  • 10.
    Suatu campuran terdiridari dua komponen utama, yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Jika dari contoh di atas zat terlarutnya adalah, gula, garam, teh, dan kopi, sedangkan zat pelarutnya adalah air. Suatu zat dikatakan larutan jika campuran antara zat terlarut dan pelarutnya bersifat homogen. Artinya tidak terdapat batas antar komponennya, sehingga tidak dapat dibedakan lagi antara zat pelarut (air) dan terlarutnya (gula, kopi, maupun teh).
  • 11.
    Suatu larutan dapatdikatakan sebagai larutan elektrolit jika zat tersebut mampu menghantarkan listrik. Mengapa zat elektrolit dapat menghantarkan listrik?
  • 12.
    Suatu zat dapatmenghantarkan listrik karena zat tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas di dalam larutan tersebut. ion-ion inilah yang nantinya akan menjadi penghantar. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan tersebut menghantarkan listrik.
  • 15.
    Larutan asam (zatyang melepas ion H+ jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah:  Asam klorida : HCl  Asam florida : HF  Asam sulfat : H2SO4  Asam asetat/cuka : CH3COOH  Asam sianida : HCN  Asam nitrat : HNO3  Asam fospat : H3PO4
  • 16.
    Larutan basa (zatyang melepas ion OH- jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah:  Natrium hidroksida : NaOH  Calcium hidroksida : Ca(OH)2  Litium hidroksida : LiOH  Kalium hidroksida : KOH  Barium hidroksida : Ba(OH)2  Magnesium hidroksida : Mg(OH)2  Aluminium hidroksida : Al(OH)3  Besi (II) hidroksida : Fe(OH)2  Besi (III) hidroksida : Fe(OH)3  Amonium hirdoksida: NH4OH
  • 17.
    Larutan garam (zatyang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa), contohnya adalah:  Natrium klorida/garam dapur : NaCl  Ammonium clorida : NH4Cl  Ammonium sulfat : (NH4)2SO4  Calcium diklorida : CaCl2  
  • 19.
    Elektrolit kuat, karakteristiknyaadalah sebagai berikut:  Menghasilkan banyak ion Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali  Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi sempurna  Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala  Penghantar listrik yang baik  Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
  • 20.
    Elektrolit lemah, karakteristiknyaadalah sebagai berikut:  Menghasilkan sedikit ion  Molekul netral dalam larutan banyak  Terionisasi hanya sebagian kecil  Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak menyala  Penghantar listrik yang buruk  Derajat ionisasi mendekati 0
  • 21.
    larutan non elektrolitmemiliki karakteristik sebagai berikut:  Tidak menghasilkan ion  Semua dalam bentuk molekul netral dalam larutannya  Tidak terionisasi Jika dilakukan uji daya hantar listrik: tidak menghasilkan gelembung, dan lampu tidak menyala
  • 22.
    1. Senyawa ion(senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion), contohnya adalah: NaCl, CaCl2, AlCl3, MgF2, LiF (sebagian besar berasal dari garam) 2. Senyawa kovalen polar (senyawa melalui ikatan kovalen yang bersifat polar/memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar antar atom), contohnya adalah: HCl, NaOH, H2SO4, H3PO4, HNO3, Ba(OH)2 (berasal dari asam dan basa)
  • 24.
    Kekuatan larutan elektroliterat kaitannya dengan derajat ionisasi/disosiasi. Derajat ionisasi/disosiasi adalah perbandingan antara jumlah ion yang dihasilkan dengan jumlah zat mula-mula. Dapat dirumuskan sebagai berikut:
  • 25.
  • 26.
    LARUTAN SIFAT DAN PENGAMATAN CONTOH SENYAWAREAKSI IONISASI Elektrolit Kuat - terionisasi sempurna - menghantarkan arus listrik - lampu menyala terang - terdapat gelembung gas NaCl, HCl, NaOH, H2SO4, dan KCl NaCl  Na+ + Cl- NaOH  Na+ + OH- H2SO4  H+ + SO4 - KCl  K+ + Cl- Elektrolit Lemah - terionisasi sebagian - menghantarkan arus listrik - lampu menyala redup - terdapat gelembung gas CH3COOH, NH4OH, HCN, dan Al(OH)3 CH3COOH  H+ + CH3COO- HCN  H+ + CN- Al(OH)3  Al3+ + 3OH- Non Elektrolit - tidak terionisasi - tidak menghantarkan arus listrik - lampu tidak menyala - tidak terdapat gelembung gas C6H12O6, C12H22O11, CO(NH2)2, dan C2H5OH C6H12O6 C12H22O11 CO(NH2)2 C2H5OH
  • 27.
    Terima Kasih AtasPerhatiannya