LATSAR CPNS ANGKATAN LX TAHUN 2019 KABUPATEN KETAPANG
Tim Penulis Modul. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III. Jakarta: LAN
Nama : ALFONSUS LIGUORI WILMAN ANTHONY
NIP :
Materi : ANTI KORUPSI
Pemateri :
Hari/Tanggal :
RESUME
Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan negara namun dapat menimbulkan
kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka panjang.
Membahas fenomena dampak korupsi sampai pada kerusakan kehidupan dan dikaitkan dengan tanggung jawab
manusia sebagai yang diberi amanah untuk mengelolanya dapat menjadi sarana untuk memicu kesadaran diri
para PNS untuk anti korupsi.
Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan
keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya
harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat untuk anti korupsi.
Tanggung jawab spiritual yang baik pasti akan menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki
visi dan misi yang baik, hingga selalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha terbaik dan
mendapatkan hasil terbaik, agar dapat dipertanggungjawabkan juga secara publik.
Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup
atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan sistem integritas dengan baik. Identifikasi nilai dasar anti
korupsi memberikan nilai-nilai dasar anti korupsi yang prioritas dan memiliki signifikan yang tinggi bagi ASN,
dengan jumlah nilai yang semakin sedikit maka proses internalisasinya lebih mudah karena ASN dapat
memfokuskan sumberdaya waktu dan energi yang ASN dimiliki.
Penyelarasan nilai anti korupsi dengan nilai-nilai organisasi merupakan kontribusi ASN untuk dapat
mengetahui “apakah nilai-nilai organisasi yang akan menjadi tempat ASN bekerja, telah selaras dan menampung
secara maksimal nilai-nilai dasar anti korupsi?”. Keselarasan tersebut akan mengurangi dilema etik dan menjadi
payung bagi kontribusi ASN dalam membangun sistem integritas.
Penanaman nilai integritas dapat dilakukan dengan pendekatan beragam cara, diantaranya melalui : 1)
kesediaan, 2) identifikasi dan 3) internalisasi. Tingkat permanensi penanaman ataupun perubahan sikap dan
perilaku melalui pendekatan internalisasi akan lebih permanen dibandingkan dengan identifikasi dan kesediaan.
LATSAR CPNS ANGKATAN LX TAHUN 2019 KABUPATEN KETAPANG
Tim Penulis Modul. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III. Jakarta: LAN
Nilai, keyakinan, kebiasaan, dan konsep diri manusia terdapat pada area bawah sadar. Untuk melakukan
penanaman atau perubahan nilai, keyakinan, kebiasaan dan konsep diri, perlu dilakukan dengan pendekatan atau
teknik khusus yang cocok untuk bawah sadar.
Teknik-teknik khusus untuk bawah sadar dapat dilakukan apabila kemampuan Anchoring, Utilisasi,
Rileksasi, Amplifiying, Modality, Asosiasi dan Sugesti dikuasai dengan baik, kemampuan tersebut disingkat
menjadi AURA MAS. Sistem Integritas Nasional (SIN) adalah inisiatif KPK untuk mencegah korupsi secara
terintegrasi yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan nasional.
Dreamtegrity adalah aktivitas bersama untuk membangun impian yang dapat dijadikan inspirasi dan
penyemangat untuk memberantas korupsi. Tunas Integritas adalah individu yang terpilih untuk memastikan lebih
banyak lagi personil organisasi yang memiliki integritas tinggi serta berkiprah nyata dalam membangun sistem
integritas di organisasinya.
Re-framing Culture adalah upaya untuk mengembalikan konten pada konteknya semula atau pada orientasi
sebelumnya. Seeding of Integrity adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai integritas pada bawah sadar
seseorang sehingga menjadi perilaku otomatis.
Beragam jenis dan bentuk sistem integritas untuk menjaga suatu organisasi mencapai tujuannya secara
berintegritas, diantaranya : 1) kebijakan perekrutan dan promosi, 2) pengukuran kinerja, 3) sistem dan kebijakan
pengembangan sdm, 4) pengadaan barang dan jasa, 5) kode etik dan pedoman perilaku, 6) laporan harta kekayaan
penyelengara negara, 7) program pengendalian gratifikasi, 8) dan lain-lain.
Menanamkan integritas dan membangun sistem integritas merupakan suatu kerja yang simultan sampai
terbentuk budaya integritas di organisasi. Dalam upaya sistem mampu memastikan organisasi mencapai
tujuannya dan menjaga individu dalam organisasi, maka kematangan pelaksanaan programnya dilaksanakan
secara optimal lewat tahapan :1) Not Performance (belum ada kinerja), 2) Adhoc, (sementara, reaktif , mendadak)
3) Planned (terencana dan terorganisasi dengan baik) 4) Institutionalized (menyatu dengan sistem organisasi 5)
Evaluated (telah dapat dievaluasi) 6) Optimized (dapat dioptimalkan).

Anti korupsi

  • 1.
    LATSAR CPNS ANGKATANLX TAHUN 2019 KABUPATEN KETAPANG Tim Penulis Modul. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III. Jakarta: LAN Nama : ALFONSUS LIGUORI WILMAN ANTHONY NIP : Materi : ANTI KORUPSI Pemateri : Hari/Tanggal : RESUME Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan negara namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka panjang. Membahas fenomena dampak korupsi sampai pada kerusakan kehidupan dan dikaitkan dengan tanggung jawab manusia sebagai yang diberi amanah untuk mengelolanya dapat menjadi sarana untuk memicu kesadaran diri para PNS untuk anti korupsi. Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat untuk anti korupsi. Tanggung jawab spiritual yang baik pasti akan menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga selalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usaha terbaik dan mendapatkan hasil terbaik, agar dapat dipertanggungjawabkan juga secara publik. Kata kunci untuk menjauhkan diri dari korupsi adalah internalisasi integritas pada diri sendiri dan hidup atau bekerja dalam lingkungan yang menjalankan sistem integritas dengan baik. Identifikasi nilai dasar anti korupsi memberikan nilai-nilai dasar anti korupsi yang prioritas dan memiliki signifikan yang tinggi bagi ASN, dengan jumlah nilai yang semakin sedikit maka proses internalisasinya lebih mudah karena ASN dapat memfokuskan sumberdaya waktu dan energi yang ASN dimiliki. Penyelarasan nilai anti korupsi dengan nilai-nilai organisasi merupakan kontribusi ASN untuk dapat mengetahui “apakah nilai-nilai organisasi yang akan menjadi tempat ASN bekerja, telah selaras dan menampung secara maksimal nilai-nilai dasar anti korupsi?”. Keselarasan tersebut akan mengurangi dilema etik dan menjadi payung bagi kontribusi ASN dalam membangun sistem integritas. Penanaman nilai integritas dapat dilakukan dengan pendekatan beragam cara, diantaranya melalui : 1) kesediaan, 2) identifikasi dan 3) internalisasi. Tingkat permanensi penanaman ataupun perubahan sikap dan perilaku melalui pendekatan internalisasi akan lebih permanen dibandingkan dengan identifikasi dan kesediaan.
  • 2.
    LATSAR CPNS ANGKATANLX TAHUN 2019 KABUPATEN KETAPANG Tim Penulis Modul. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan I/II dan III. Jakarta: LAN Nilai, keyakinan, kebiasaan, dan konsep diri manusia terdapat pada area bawah sadar. Untuk melakukan penanaman atau perubahan nilai, keyakinan, kebiasaan dan konsep diri, perlu dilakukan dengan pendekatan atau teknik khusus yang cocok untuk bawah sadar. Teknik-teknik khusus untuk bawah sadar dapat dilakukan apabila kemampuan Anchoring, Utilisasi, Rileksasi, Amplifiying, Modality, Asosiasi dan Sugesti dikuasai dengan baik, kemampuan tersebut disingkat menjadi AURA MAS. Sistem Integritas Nasional (SIN) adalah inisiatif KPK untuk mencegah korupsi secara terintegrasi yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan nasional. Dreamtegrity adalah aktivitas bersama untuk membangun impian yang dapat dijadikan inspirasi dan penyemangat untuk memberantas korupsi. Tunas Integritas adalah individu yang terpilih untuk memastikan lebih banyak lagi personil organisasi yang memiliki integritas tinggi serta berkiprah nyata dalam membangun sistem integritas di organisasinya. Re-framing Culture adalah upaya untuk mengembalikan konten pada konteknya semula atau pada orientasi sebelumnya. Seeding of Integrity adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai integritas pada bawah sadar seseorang sehingga menjadi perilaku otomatis. Beragam jenis dan bentuk sistem integritas untuk menjaga suatu organisasi mencapai tujuannya secara berintegritas, diantaranya : 1) kebijakan perekrutan dan promosi, 2) pengukuran kinerja, 3) sistem dan kebijakan pengembangan sdm, 4) pengadaan barang dan jasa, 5) kode etik dan pedoman perilaku, 6) laporan harta kekayaan penyelengara negara, 7) program pengendalian gratifikasi, 8) dan lain-lain. Menanamkan integritas dan membangun sistem integritas merupakan suatu kerja yang simultan sampai terbentuk budaya integritas di organisasi. Dalam upaya sistem mampu memastikan organisasi mencapai tujuannya dan menjaga individu dalam organisasi, maka kematangan pelaksanaan programnya dilaksanakan secara optimal lewat tahapan :1) Not Performance (belum ada kinerja), 2) Adhoc, (sementara, reaktif , mendadak) 3) Planned (terencana dan terorganisasi dengan baik) 4) Institutionalized (menyatu dengan sistem organisasi 5) Evaluated (telah dapat dievaluasi) 6) Optimized (dapat dioptimalkan).