BOTANI
Anatomi Batang-
Akar-Daun
Organologi
 Organologi adalah ilmu yang mempelajari
organ – organ dalam tubuh tumbuhan
 Materi ini akan membahas anatomi batang,
akar dan daun tanaman dikotil dan monokotil
Batang
 Semua bagian batang yang masih muda dibentuk pertama kali
oleh jaringan primer membentuk tumbuhan primer yang
kemudian dilanjutkan dengan penambahan jaringan oleh adanya
pertumbuhan sekunder.
 Pada tumbuhan primer umumnya corteks tersusun dari sel – sel
klorenkim yang mengandung pati, berguna untuk fotosintesa dan
sebagai tempat cadangan makanan.
 Lapisan terdalam dari corteks adalah endodermis yang terdiri dari
satu lapis sel yang banyak mengandung pati.
Penampang Melintang Batang
 Epidermis
 Merupakan lapisan terluar, terdiri dari satu lapis sel yang bagian
luar dilapisi kutikula, kadang – kadang terdapat rambut dan
stomata. Sel – sel epidermis terdiri dari sel – sel berbentuk
tangensial pipih dan tersusun rapat satu sama lain, belum
mengalami penggabusan.
Hipodermis (Collenchym)
 Terletak langsung dibawah epidermis, terdiri dari 4 – 5 lapis
(deret) sel – sel kolenkim yang mengalami penebalan sudut.
Terdiri dari selulosa dan pektin, sel – selnya hidup dan berisi
kloroplast
Lapisan epidermis dan hipodermis
Cortex
 Corteks merupakan daerah yang terletak antara
epidermis dan perisikel, terdiri dari hipodermis
disebelah luar, parenkim corteks (general corteks)
dan endodermis disebelah dalam
 Terletak di sebelah dalam hipodermis dan terdiri
dari beberapa lapis sel, berdinding tipis, besar,
bulat/oval, kadang hanya terdapat 1 – 2 lapis sel
di sebelah luar ikatan pembuluh. Dibeberapa
tempat mungkin terdapat saluran getah atau resin
Lapisan Cortex
Endodermis
 Merupakan lapisan yang terdalam dari corteks,
terdiri dari banyak atau sedikit sel – sel berbentuk
tong mengelilingi stele. Sel – sel endodermis
dapat terlihat nyata, kadang – kadang berlignin
(mengalami penebalan dengan senyawa lignin),
tapi kadang – kadang juga sudah tidak terlihat
lagi. Endodermis mengandung banyak amilum
 Pada tumbuhan monokotil tidak terdapat batas
yang jelas antara corteks dan stele, karena ikatan
pembuluhnya tersebar
Lapisan Endodermis
Perisikel
 Merupakan lapisan terluar dari stele, terletak di
sebelah dalam dari endodermis dan disebelah
luar ikatan pembuluh. Terdiri dari sel – sel
parenkim diselingi berkas – berkas serabut
sklerenkim. Setiap berkas langsung diikuti dengan
floem dari ikatan pembuluh.
 Pada batang yang masih muda, stele tersusun
dari sel – sel parenkim yang terletak pada
jaringan pembuluh (parenkim merupakan bagian
terbesar dari stele)
Lapisan Perisikel
 Jari – jari empulur
 Terdiri dari beberapa deret sel berbentuk poligonal
atau memanjang radial, terletak diantara dua
ikatan pembuluh
 Empulur terdiri dari sel- sel berbentuk bulat,
poligonal, berdinding tipis dan selnya hidup,
dengan ruang – ruang antar sel yang luas, tempat
penyimpanan cadangan makanan
Jari – jari empulur
Ikatan pembuluh
 Terdapat pada batang terutama batang berkayu.
Ikatan pembuluh merupakan bagian terbesar dari
stele.
Monokotil
 Epidermis terdiri dari satu lapis sel dengan
kutikula yang tebal, kadang – kadang masih
terlihat beberapa stomata.
 Hipodermis merupakan zona yang sempit,
terdiri dari serabut sklerenkim, umumnya 2 –
3 lapis
Lapisan epidermis dan hipodermis
Monokotil
 Jaringan dasar terdiri dari sel – sel parenkim
berdinding tipis, terletak mulai dari hipodermis (serabut
sklerenkim) hingga ke pusat. Tidak terbagi dalam
corteks, endodermis dan perisikel. Bagian – bagian
lainnya seperti pada dikotil.
 Sel jaringan dasar mempunyai banyak ruang – ruang
antar sel
 Ikatan pembuluh kolateral tertutup dan terletak tersebar
dalam jaringan dasar.
Jaringan dasar dari hipodermis - pusat
Perbedaan batang dikotil dan monokotil diantaranya :
Dikotil Monokotil
Hipodermis Kolenkim Sklerenkim
Jaringan dasar Beberapa lapis sel Tersebar sampai ke pusar
Endodermis Selapis sel Tidak ada
Perisikel Parenkim dan sklerenkim Tidak ada
Jari – jari empulur Terletak antara dua ikatan
pembuluh
Tidak ada
Empulur Terdapat di tengah silinder Tidak ada
Ikatan pembuluh Kolateral terbuka Kolateral tertutup
Akar
 Pada dasarnya anatomi akar dan batang tidak
mempunyai perbedaan yang sangat besar,
karena batang merupakan lanjutan akar yang
mengarah ke axis
 Pada penampang melintang akar dikotil yang
masih muda, dapat terlihat :
Epidermis
 Disebut juga epiblema/ piliperous layer. Terdiri dari satu
sel, berdinding tipis, lunak, banyak mengandung
tricoblast, bersel satu tidak berkutikula
 Sedangkan epidermis akar yang lebih tua kebanyakan
telah mengalami kerusakan dan diganti oleh epidermis
sebelah dalam yang dikenal sebagai eksodermis.
Eksodermis pada batang disebut hipodermis.
 Lapisan eksodermis ini biasanya telah mengalami
suberinisasi yaitu proses penyisipan bahan – bahan
suberin pada dinding eksodermis sebelah luar
Cortex
 Pada akar, bagian corteks biasanya lebih besar dari
batang, tersusun dari sel – sel parenkim (banyak lapis
sel), berbentuk bulat berdinding tipis, dengan banyak
ruang – ruang antar sel yang besar.
 Sel parenkim corteks terdiri dari leucoplast (pada
batang kloroplast) dan mengandung butir – butir
amilum kecuali pada akar udara, karena sel – sel
parenkim dari akar udara mengandung klorofil.
 Corteks akar tidak mengandung sklerenkim, kadang –
kadang dijumpai sel – sel sekresi atau saluran kelenjar.
Lapisan Cortex
Endodermis
 Lapisan yang terdalam dari corteks, langsung berhubungan dengan
stele, yaitu suatu lapisan sel berbentuk tong yang tersusun rapat dan
hampir tidak mempunyai ruang antar sel. Dinding radial dari endodermis
seringkali mengalami penebalan dan kadang – kadang dinding sebelah
dalam juga menebal sehingga membentuk suatu pita tipis seperti cincin
yang disebut pita caspari
 Endodermis merupakan bagian yang terdalam dari corteks dan
mengelilingi stele seperti silinder
 Sel endodermis yang tidak mengalami penebalan tangensial dan terletak
di depan jaringan pembuluh disebut lapisan Passage Cell. Di daerah ini
dindingnya tipis sehingga terjadi hubungan konduksi air dan garam dari
corteks ke stele.
 Stele : terdiri dari perisikel dan jaringan pembuluh
 Perisikel
 Pada akar, perisikel merupakan jaringan parenkim yang terdiri
dari satu lapis sel berbentuk cincin dengan sel – sel yang
bentuknya lebih kecil, berdinding tipis, didalamnya banyak
mengandung protoplasma
 Pada pertumbuhan sekunder cincin perisikel kadang – kadang
telah mengalami kerusakan atau pecah karena perkembangan
jaringan pembuluh. Di bawah perisikel terdapat jaringan
pembuluh berbentuk radial.
 Jaringan parenkim yang terletak diantara berkas xylem dan
floem disebut jaringan conjuctiva
Jaringan Pembuluh
 Di tengah stele akar terdapat jaringan vaskuler pada
tumbuhan dikotil maupun monokotil. Jaringan vaskuler
tersusun dari xylem dan floem
 Kambium pada akar muda belum ada, tetapi segera
akan terbentuk.
 Berkas floem terdiri dari pembuluh tapis, companion
cell dan parenkim floem
 Berkas xylem terdiri dari protoxilem yang terletak dekat
perisikel dan metaxilem yang lebih ke pusat
Cont’d
 Protoxilem terdiri dari trakea – trakea kecil dengan
penebalan annular dan spiral, sedangkan
metaxilem terdiri dari trakea yang lebih besar
dengan penebalan reticulate dan pitted.
 Di bagian tengah atau dalam akar dikotil dewasa
tidak terdapat empelur atau sedikit, sedangkan
pada monokotil terdapat jaringan parenkim yang
membentuk empulur, karena pada akar dikotil
dewasa metaxilem telah sampai ke pusat.
 Jumlah xylem atau floem bundles bervariasi
dari 2 – 6, sangat jarang yang lebih dari 6
Akar Monokotil
 Epiblema seperti dikotil
 Corteks terdiri dari banyak lapisan sel
berbentuk bulat atau oval dengan ruang –
ruang antar sel.
 Endodermis sama seperti dikotil
 Perisikel sama seperti dikotil
Empulur
 Terdiri dari sel – sel parenkim yang terletak di tengah
akar. Umumnya terdapat pada akar monokotil dalam
saat tertentu. Empulur berdinding tebal dan berlignin
 Vascular bundles. Ikatan pembuluh banyah (poliarch)
 Floem bundle terdiri dari pembuluh tapis (sieve tube),
companion cell dan parenkim floem.
 Xylem bundles terdiri dari protoxilem yang terletak
dekat perisikel dan metaxilem yang ke pusat.
Protoxilem terdiri dari trakea dengan penebalan anular
dan spiral, sedangkan metaxilem reticulate dan pitted
Perbedaan Akar Dikotil dan Monokotil
Dikotil Monokotil
Jaringan pembuluh terdiri 2 – 6 deretan
xylem, 2 = diarch, 6=hexaarch
Polyarch
Pith sedikit atau tidak ada Luas
Perisikel tersusun dari sel parenkim
membentuk akar lateral
Sama
Kambium ada, atau terbentuk kemudian Tidak ada
Daun
 Secara embriologis daun berasal dari titik – titik
tumbuhan pada promeristem batang yang
terbentuk dengan cara eksogen, yaitu tseluruh
bagian dari daun terbentuk dari sel – sel
meristematis pada titik tumbuh batang
 Pertumbuhan batang tidak terbatas, pada daun
terbatas, karena pada batang terdapat sel – sel
meristem
 Pada tumbuhan dikotil, pertumbuhan daun
berlangsung mula – mula di bagian ujung,
kemudian di bagian tengah yang disebut
pertumbuhan apikal.
 Sedangkan pada monokotil pertumbuhan
berlangsung memanjang yang dilakukan oleh
meristem intercalar.
 Secara anatomis, daun mempunyai sebagian
jaringan dan sel – sel yang berasal dari
batang, karena daun pada dasarnya
merupakan lanjutan dari batang, juga
epidrermis daun merupakan lanjutan dari
epidermis batang, tetapi kemudian epidermis
daun disesuaikan dengan fungsi daun.
 Ikatan pembuluh pada lamina daun membentuk
sistem pertulangan yang merupakan lanjutan dari
jaringan vaskuler batang yang masuk melalui
petiola dan costa, dengan catatan jika pada
batang di dalam jaringan pembuluh floem terletak
di sisi luar, maka pada daun floem terletak pada
bagian bawah (abaxial) dan xylem terletak pada
bagian atas (adaxial)
 Parenkim pada daun juga merupakan lanjutan dari
corteks batang
 Pada dasarnya struktur anatomi daun di bagi menjadi
tiga bagian, yaitu :
1. Jaringan pelindung
2. Jaringan mesophyl
3. Jaringan vasculer
 Jaringan mesophyl merupakan jaringan parenkim yang
terdapat antara epidermis atas dan bawah. Apabila
jaringan parenkim telah berkembang akan membentuk
jaringan palisade, maka tidak disebut jaringan
mesophyl lagi.
Penampang melintang daun dikotil
Penampang melintang daun monokotil
Dikotil
Gambar penampang melintang daun :
Monokotil

ANATOMI_BATANG_AKAR_DAN_DAUN_TUMBUHAN.pptx

  • 1.
  • 2.
    Organologi  Organologi adalahilmu yang mempelajari organ – organ dalam tubuh tumbuhan  Materi ini akan membahas anatomi batang, akar dan daun tanaman dikotil dan monokotil
  • 3.
    Batang  Semua bagianbatang yang masih muda dibentuk pertama kali oleh jaringan primer membentuk tumbuhan primer yang kemudian dilanjutkan dengan penambahan jaringan oleh adanya pertumbuhan sekunder.  Pada tumbuhan primer umumnya corteks tersusun dari sel – sel klorenkim yang mengandung pati, berguna untuk fotosintesa dan sebagai tempat cadangan makanan.  Lapisan terdalam dari corteks adalah endodermis yang terdiri dari satu lapis sel yang banyak mengandung pati.
  • 5.
    Penampang Melintang Batang Epidermis  Merupakan lapisan terluar, terdiri dari satu lapis sel yang bagian luar dilapisi kutikula, kadang – kadang terdapat rambut dan stomata. Sel – sel epidermis terdiri dari sel – sel berbentuk tangensial pipih dan tersusun rapat satu sama lain, belum mengalami penggabusan. Hipodermis (Collenchym)  Terletak langsung dibawah epidermis, terdiri dari 4 – 5 lapis (deret) sel – sel kolenkim yang mengalami penebalan sudut. Terdiri dari selulosa dan pektin, sel – selnya hidup dan berisi kloroplast
  • 7.
  • 8.
    Cortex  Corteks merupakandaerah yang terletak antara epidermis dan perisikel, terdiri dari hipodermis disebelah luar, parenkim corteks (general corteks) dan endodermis disebelah dalam  Terletak di sebelah dalam hipodermis dan terdiri dari beberapa lapis sel, berdinding tipis, besar, bulat/oval, kadang hanya terdapat 1 – 2 lapis sel di sebelah luar ikatan pembuluh. Dibeberapa tempat mungkin terdapat saluran getah atau resin
  • 9.
  • 10.
    Endodermis  Merupakan lapisanyang terdalam dari corteks, terdiri dari banyak atau sedikit sel – sel berbentuk tong mengelilingi stele. Sel – sel endodermis dapat terlihat nyata, kadang – kadang berlignin (mengalami penebalan dengan senyawa lignin), tapi kadang – kadang juga sudah tidak terlihat lagi. Endodermis mengandung banyak amilum  Pada tumbuhan monokotil tidak terdapat batas yang jelas antara corteks dan stele, karena ikatan pembuluhnya tersebar
  • 11.
  • 12.
    Perisikel  Merupakan lapisanterluar dari stele, terletak di sebelah dalam dari endodermis dan disebelah luar ikatan pembuluh. Terdiri dari sel – sel parenkim diselingi berkas – berkas serabut sklerenkim. Setiap berkas langsung diikuti dengan floem dari ikatan pembuluh.  Pada batang yang masih muda, stele tersusun dari sel – sel parenkim yang terletak pada jaringan pembuluh (parenkim merupakan bagian terbesar dari stele)
  • 13.
  • 14.
     Jari –jari empulur  Terdiri dari beberapa deret sel berbentuk poligonal atau memanjang radial, terletak diantara dua ikatan pembuluh  Empulur terdiri dari sel- sel berbentuk bulat, poligonal, berdinding tipis dan selnya hidup, dengan ruang – ruang antar sel yang luas, tempat penyimpanan cadangan makanan
  • 15.
  • 16.
    Ikatan pembuluh  Terdapatpada batang terutama batang berkayu. Ikatan pembuluh merupakan bagian terbesar dari stele.
  • 17.
    Monokotil  Epidermis terdiridari satu lapis sel dengan kutikula yang tebal, kadang – kadang masih terlihat beberapa stomata.  Hipodermis merupakan zona yang sempit, terdiri dari serabut sklerenkim, umumnya 2 – 3 lapis
  • 18.
  • 19.
    Monokotil  Jaringan dasarterdiri dari sel – sel parenkim berdinding tipis, terletak mulai dari hipodermis (serabut sklerenkim) hingga ke pusat. Tidak terbagi dalam corteks, endodermis dan perisikel. Bagian – bagian lainnya seperti pada dikotil.  Sel jaringan dasar mempunyai banyak ruang – ruang antar sel  Ikatan pembuluh kolateral tertutup dan terletak tersebar dalam jaringan dasar.
  • 20.
    Jaringan dasar darihipodermis - pusat
  • 21.
    Perbedaan batang dikotildan monokotil diantaranya : Dikotil Monokotil Hipodermis Kolenkim Sklerenkim Jaringan dasar Beberapa lapis sel Tersebar sampai ke pusar Endodermis Selapis sel Tidak ada Perisikel Parenkim dan sklerenkim Tidak ada Jari – jari empulur Terletak antara dua ikatan pembuluh Tidak ada Empulur Terdapat di tengah silinder Tidak ada Ikatan pembuluh Kolateral terbuka Kolateral tertutup
  • 25.
    Akar  Pada dasarnyaanatomi akar dan batang tidak mempunyai perbedaan yang sangat besar, karena batang merupakan lanjutan akar yang mengarah ke axis  Pada penampang melintang akar dikotil yang masih muda, dapat terlihat :
  • 26.
    Epidermis  Disebut jugaepiblema/ piliperous layer. Terdiri dari satu sel, berdinding tipis, lunak, banyak mengandung tricoblast, bersel satu tidak berkutikula  Sedangkan epidermis akar yang lebih tua kebanyakan telah mengalami kerusakan dan diganti oleh epidermis sebelah dalam yang dikenal sebagai eksodermis. Eksodermis pada batang disebut hipodermis.  Lapisan eksodermis ini biasanya telah mengalami suberinisasi yaitu proses penyisipan bahan – bahan suberin pada dinding eksodermis sebelah luar
  • 27.
    Cortex  Pada akar,bagian corteks biasanya lebih besar dari batang, tersusun dari sel – sel parenkim (banyak lapis sel), berbentuk bulat berdinding tipis, dengan banyak ruang – ruang antar sel yang besar.  Sel parenkim corteks terdiri dari leucoplast (pada batang kloroplast) dan mengandung butir – butir amilum kecuali pada akar udara, karena sel – sel parenkim dari akar udara mengandung klorofil.  Corteks akar tidak mengandung sklerenkim, kadang – kadang dijumpai sel – sel sekresi atau saluran kelenjar.
  • 28.
  • 29.
    Endodermis  Lapisan yangterdalam dari corteks, langsung berhubungan dengan stele, yaitu suatu lapisan sel berbentuk tong yang tersusun rapat dan hampir tidak mempunyai ruang antar sel. Dinding radial dari endodermis seringkali mengalami penebalan dan kadang – kadang dinding sebelah dalam juga menebal sehingga membentuk suatu pita tipis seperti cincin yang disebut pita caspari  Endodermis merupakan bagian yang terdalam dari corteks dan mengelilingi stele seperti silinder  Sel endodermis yang tidak mengalami penebalan tangensial dan terletak di depan jaringan pembuluh disebut lapisan Passage Cell. Di daerah ini dindingnya tipis sehingga terjadi hubungan konduksi air dan garam dari corteks ke stele.
  • 32.
     Stele :terdiri dari perisikel dan jaringan pembuluh  Perisikel  Pada akar, perisikel merupakan jaringan parenkim yang terdiri dari satu lapis sel berbentuk cincin dengan sel – sel yang bentuknya lebih kecil, berdinding tipis, didalamnya banyak mengandung protoplasma  Pada pertumbuhan sekunder cincin perisikel kadang – kadang telah mengalami kerusakan atau pecah karena perkembangan jaringan pembuluh. Di bawah perisikel terdapat jaringan pembuluh berbentuk radial.  Jaringan parenkim yang terletak diantara berkas xylem dan floem disebut jaringan conjuctiva
  • 34.
    Jaringan Pembuluh  Ditengah stele akar terdapat jaringan vaskuler pada tumbuhan dikotil maupun monokotil. Jaringan vaskuler tersusun dari xylem dan floem  Kambium pada akar muda belum ada, tetapi segera akan terbentuk.  Berkas floem terdiri dari pembuluh tapis, companion cell dan parenkim floem  Berkas xylem terdiri dari protoxilem yang terletak dekat perisikel dan metaxilem yang lebih ke pusat
  • 35.
    Cont’d  Protoxilem terdiridari trakea – trakea kecil dengan penebalan annular dan spiral, sedangkan metaxilem terdiri dari trakea yang lebih besar dengan penebalan reticulate dan pitted.  Di bagian tengah atau dalam akar dikotil dewasa tidak terdapat empelur atau sedikit, sedangkan pada monokotil terdapat jaringan parenkim yang membentuk empulur, karena pada akar dikotil dewasa metaxilem telah sampai ke pusat.
  • 36.
     Jumlah xylematau floem bundles bervariasi dari 2 – 6, sangat jarang yang lebih dari 6
  • 37.
    Akar Monokotil  Epiblemaseperti dikotil  Corteks terdiri dari banyak lapisan sel berbentuk bulat atau oval dengan ruang – ruang antar sel.  Endodermis sama seperti dikotil  Perisikel sama seperti dikotil
  • 38.
    Empulur  Terdiri darisel – sel parenkim yang terletak di tengah akar. Umumnya terdapat pada akar monokotil dalam saat tertentu. Empulur berdinding tebal dan berlignin  Vascular bundles. Ikatan pembuluh banyah (poliarch)  Floem bundle terdiri dari pembuluh tapis (sieve tube), companion cell dan parenkim floem.  Xylem bundles terdiri dari protoxilem yang terletak dekat perisikel dan metaxilem yang ke pusat. Protoxilem terdiri dari trakea dengan penebalan anular dan spiral, sedangkan metaxilem reticulate dan pitted
  • 39.
    Perbedaan Akar Dikotildan Monokotil Dikotil Monokotil Jaringan pembuluh terdiri 2 – 6 deretan xylem, 2 = diarch, 6=hexaarch Polyarch Pith sedikit atau tidak ada Luas Perisikel tersusun dari sel parenkim membentuk akar lateral Sama Kambium ada, atau terbentuk kemudian Tidak ada
  • 44.
    Daun  Secara embriologisdaun berasal dari titik – titik tumbuhan pada promeristem batang yang terbentuk dengan cara eksogen, yaitu tseluruh bagian dari daun terbentuk dari sel – sel meristematis pada titik tumbuh batang  Pertumbuhan batang tidak terbatas, pada daun terbatas, karena pada batang terdapat sel – sel meristem
  • 45.
     Pada tumbuhandikotil, pertumbuhan daun berlangsung mula – mula di bagian ujung, kemudian di bagian tengah yang disebut pertumbuhan apikal.  Sedangkan pada monokotil pertumbuhan berlangsung memanjang yang dilakukan oleh meristem intercalar.
  • 46.
     Secara anatomis,daun mempunyai sebagian jaringan dan sel – sel yang berasal dari batang, karena daun pada dasarnya merupakan lanjutan dari batang, juga epidrermis daun merupakan lanjutan dari epidermis batang, tetapi kemudian epidermis daun disesuaikan dengan fungsi daun.
  • 47.
     Ikatan pembuluhpada lamina daun membentuk sistem pertulangan yang merupakan lanjutan dari jaringan vaskuler batang yang masuk melalui petiola dan costa, dengan catatan jika pada batang di dalam jaringan pembuluh floem terletak di sisi luar, maka pada daun floem terletak pada bagian bawah (abaxial) dan xylem terletak pada bagian atas (adaxial)  Parenkim pada daun juga merupakan lanjutan dari corteks batang
  • 48.
     Pada dasarnyastruktur anatomi daun di bagi menjadi tiga bagian, yaitu : 1. Jaringan pelindung 2. Jaringan mesophyl 3. Jaringan vasculer  Jaringan mesophyl merupakan jaringan parenkim yang terdapat antara epidermis atas dan bawah. Apabila jaringan parenkim telah berkembang akan membentuk jaringan palisade, maka tidak disebut jaringan mesophyl lagi.
  • 50.
  • 51.
  • 52.
  • 53.