©
putu
–
FT
untirta
Aljabar Matriks
- The Eigen Value Problems -
©
putu
–
FT
untirta
Eigen Value Problems
Eigen value dalam aljabar matriks dinyatakan dengan persamaan
vector berikut
𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥
𝐴 adalah matriks persegi
𝑥 adalah vector yang belum diketahui
𝜆 adalah scalar yang belum diketahui
©
putu
–
FT
untirta
Eigen value problem adalah konsep untuk mendapatkan solusi nilai
𝜆 dan 𝑥 yang sesuai dengan persamaan
𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥
dengan syarat 𝑥 ≠ 0. Solusi terhadap persamaan di atas terdapat
dua jenis:
1. Nilai 𝜆 yang memenuhi persamaan di atas  eigen value dari 𝐴
2. Vektor 𝑥 yang memenuhi persamaan di atas  eigen vector
dari 𝐴
©
putu
–
FT
untirta
Penentuan eigen value dan eigen vektor
Misal terdaapt matriks 𝐴 =
−5 2
2 −2
, diminta mencari eigen
value 𝜆 dan eigen vector 𝑥 .
Pertama, perlu disusun model persamaan eigen value dan eigen
vectornya
𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥
−5 2
2 −2
𝑥1
𝑥2
= 𝜆
𝑥1
𝑥2
©
putu
–
FT
untirta
Jika dinyatakan dalam system persamaan linier, maka
−5𝑥1 + 2𝑥2 = 𝜆𝑥1
2𝑥1 − 2𝑥2 = 𝜆𝑥2
Dengan manipulasi aljabar, kedua bentuk di atas menjadi
−5𝑥1 − 𝜆𝑥1 + 2𝑥2 = 0
−5 − 𝜆 𝑥1 + 2𝑥2 = 0
dan
2𝑥1 − 2𝑥2 − 𝜆𝑥2 = 0
2𝑥1 + −2 − 𝜆 𝑥2 = 0
©
putu
–
FT
untirta
Dalam notasi matriks, hubungan tersebut dapat dinyatakan dengan
−5 − 𝜆 𝑥1 + 2𝑥2 = 0
2𝑥1 + −2 − 𝜆 𝑥2 = 0
−5 2
2 −2
− 𝜆
1 0
0 1
×
𝑥1
𝑥2
=
0
0
atau
𝐴 − 𝜆I 𝑥 = 0
Karena hal ini, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan
𝐴 𝑥 − 𝜆 𝑥 = 𝐴 𝑥 − 𝜆I 𝑥 = 𝐴 − 𝜆I 𝑥 = 0
©
putu
–
FT
untirta
Bentuk hubungan ini disebut sebagai bentuk system linier homogen.
Berdasarkan teorema Cramer, suatu system linier akan memiliki
solusi nontrivial jika dan hanya jika determinan suatu system
adalah nol. Dengan demikian maka
𝐷 𝜆 = 𝑑𝑒𝑡 𝐴 − 𝜆I = 0
−5 − 𝜆 2
2 −2 − 𝜆
= −5 − 𝜆 × −2 − 𝜆 − 2 × 2 = 0
10 + 5𝜆 + 2𝜆 + 𝜆2 − 4 = 0
𝜆2
+ 7𝜆 + 6 = 0
©
putu
–
FT
untirta
Notasi 𝐷 𝜆 disebut sebagai characteristic determinant, kemudian
persamaan yang diekspansi disebut sebagai characteristic
polynomial, dan 𝐷 𝜆 = 0 disebut sebagai characteristic equation.
Solusi dari characteristic polynomial 𝜆2
+ 7𝜆 + 6 = 0 akan di dapat
𝜆1 = −1 dan 𝜆2 = −6
Kedua solusi ini merupakan nilai eigen atau eigen value dari matriks
𝐴 .
©
putu
–
FT
untirta
Lalu bagaimana dengan eigen vektornya ? Eigen vector dapat dicari
setelah eigen value didapat.
Dengan eigen value 𝜆 = 𝜆1 = −1 maka akan terbentuk
−5 − −1 𝑥1 + 2𝑥2 = 0
2𝑥1 + −2 − −1 𝑥2 = 0
−4𝑥1 + 2𝑥2 = 0
2𝑥1 − 𝑥2 = 0
Sistem persamaan linier ini dicari solusinya dengan cara substitusi-
eliminasi, eliminasi gauss atau eliminasi gauss-jordan.
©
putu
–
FT
untirta
Jika dibentuk matriks maka
−4 2
2 −1
𝑥1
𝑥2
=
0
0
Dengan Gauss-Jordan maka
−4 2
2 −1
0
0
=
𝑥1
𝑥2
𝑅1
′
=
𝑅1
−4
1 −0.5
2 −1
0
0
=
𝑥1
𝑥2
𝑅2
′
= 𝑅2 − 2𝑅1
′
1 −0.5
0 0
0
0
=
𝑥1
𝑥2
©
putu
–
FT
untirta
Berdasarkan hasil ini maka didapat
𝑥1 = 0.5𝑥2
Sehingga eigen vector dapat dinyatakan dengan
x1 =
1
2
Pengujian nilai  eigen value 𝜆1 = −1 dan eigen vector x1 =
1
2
diuji dalam
persamaan dasar
𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥
−5 2
2 −2
1
2
= −1
1
2
−5 + 4
2 + −4
=
−1
−2
−1
−2
=
−1
−2
OK……………..
©
putu
–
FT
untirta
Dengan cara yang sama untuk eigen value 𝜆 = 𝜆2 = −6 maka akan
terbentuk
−5 − −6 𝑥1 + 2𝑥2 = 0
2𝑥1 + −2 − −6 𝑥2 = 0
𝑥1 + 2𝑥2 = 0
2𝑥1 + 4𝑥2 = 0
Jika dibentuk matriks maka
1 2
2 4
𝑥1
𝑥2
=
0
0
©
putu
–
FT
untirta
Dengan Gauss-Jordan maka
1 2
2 4
0
0
=
𝑥1
𝑥2
𝑅1
′
=
𝑅1
1
1 2
2 4
0
0
=
𝑥1
𝑥2
𝑅2
′
= 𝑅2 − 2𝑅1
′
1 2
0 0
0
0
=
𝑥1
𝑥2
Berdasarkan hasil ini maka didapat
𝑥1 = −2𝑥2
Sehingga eigen vector dapat dinyatakan dengan
x1 =
2
−1
©
putu
–
FT
untirta
Pengujian nilai  eigen value 𝜆2 = −6 dan eigen vector x2 =
2
−1
diuji dalam persamaan dasar
𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥
−5 2
2 −2
2
−1
= −6
2
−1
−10 − 2
4 + 2
=
−12
6
−12
6
=
−12
6
OK……………..
©
putu
–
FT
untirta
Kesimpulan: matriks 𝐴 =
−5 2
2 −2
memiliki:
eigen value −1 −6
eigen vector 1 2 T dan 2 −1 T
©
putu
–
FT
untirta
LATIHAN SOAL
Cari eigen value dan eigen vector dari matriks berikut:
1. 𝐴 =
−2 2 −3
2 1 −6
−1 −2 0
2. 𝐴 =
6 2 −2
2 5 0
−2 0 7
3. 𝐴 =
5 −2
9 −6
©
putu
–
FT
untirta
TERIMA KASIH
THANK YOU

Aljabar Matriks - Eigen Value and Eigen Vector.pptx

  • 1.
  • 2.
    © putu – FT untirta Eigen Value Problems Eigenvalue dalam aljabar matriks dinyatakan dengan persamaan vector berikut 𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥 𝐴 adalah matriks persegi 𝑥 adalah vector yang belum diketahui 𝜆 adalah scalar yang belum diketahui
  • 3.
    © putu – FT untirta Eigen value problemadalah konsep untuk mendapatkan solusi nilai 𝜆 dan 𝑥 yang sesuai dengan persamaan 𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥 dengan syarat 𝑥 ≠ 0. Solusi terhadap persamaan di atas terdapat dua jenis: 1. Nilai 𝜆 yang memenuhi persamaan di atas  eigen value dari 𝐴 2. Vektor 𝑥 yang memenuhi persamaan di atas  eigen vector dari 𝐴
  • 4.
    © putu – FT untirta Penentuan eigen valuedan eigen vektor Misal terdaapt matriks 𝐴 = −5 2 2 −2 , diminta mencari eigen value 𝜆 dan eigen vector 𝑥 . Pertama, perlu disusun model persamaan eigen value dan eigen vectornya 𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥 −5 2 2 −2 𝑥1 𝑥2 = 𝜆 𝑥1 𝑥2
  • 5.
    © putu – FT untirta Jika dinyatakan dalamsystem persamaan linier, maka −5𝑥1 + 2𝑥2 = 𝜆𝑥1 2𝑥1 − 2𝑥2 = 𝜆𝑥2 Dengan manipulasi aljabar, kedua bentuk di atas menjadi −5𝑥1 − 𝜆𝑥1 + 2𝑥2 = 0 −5 − 𝜆 𝑥1 + 2𝑥2 = 0 dan 2𝑥1 − 2𝑥2 − 𝜆𝑥2 = 0 2𝑥1 + −2 − 𝜆 𝑥2 = 0
  • 6.
    © putu – FT untirta Dalam notasi matriks,hubungan tersebut dapat dinyatakan dengan −5 − 𝜆 𝑥1 + 2𝑥2 = 0 2𝑥1 + −2 − 𝜆 𝑥2 = 0 −5 2 2 −2 − 𝜆 1 0 0 1 × 𝑥1 𝑥2 = 0 0 atau 𝐴 − 𝜆I 𝑥 = 0 Karena hal ini, maka dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan 𝐴 𝑥 − 𝜆 𝑥 = 𝐴 𝑥 − 𝜆I 𝑥 = 𝐴 − 𝜆I 𝑥 = 0
  • 7.
    © putu – FT untirta Bentuk hubungan inidisebut sebagai bentuk system linier homogen. Berdasarkan teorema Cramer, suatu system linier akan memiliki solusi nontrivial jika dan hanya jika determinan suatu system adalah nol. Dengan demikian maka 𝐷 𝜆 = 𝑑𝑒𝑡 𝐴 − 𝜆I = 0 −5 − 𝜆 2 2 −2 − 𝜆 = −5 − 𝜆 × −2 − 𝜆 − 2 × 2 = 0 10 + 5𝜆 + 2𝜆 + 𝜆2 − 4 = 0 𝜆2 + 7𝜆 + 6 = 0
  • 8.
    © putu – FT untirta Notasi 𝐷 𝜆disebut sebagai characteristic determinant, kemudian persamaan yang diekspansi disebut sebagai characteristic polynomial, dan 𝐷 𝜆 = 0 disebut sebagai characteristic equation. Solusi dari characteristic polynomial 𝜆2 + 7𝜆 + 6 = 0 akan di dapat 𝜆1 = −1 dan 𝜆2 = −6 Kedua solusi ini merupakan nilai eigen atau eigen value dari matriks 𝐴 .
  • 9.
    © putu – FT untirta Lalu bagaimana denganeigen vektornya ? Eigen vector dapat dicari setelah eigen value didapat. Dengan eigen value 𝜆 = 𝜆1 = −1 maka akan terbentuk −5 − −1 𝑥1 + 2𝑥2 = 0 2𝑥1 + −2 − −1 𝑥2 = 0 −4𝑥1 + 2𝑥2 = 0 2𝑥1 − 𝑥2 = 0 Sistem persamaan linier ini dicari solusinya dengan cara substitusi- eliminasi, eliminasi gauss atau eliminasi gauss-jordan.
  • 10.
    © putu – FT untirta Jika dibentuk matriksmaka −4 2 2 −1 𝑥1 𝑥2 = 0 0 Dengan Gauss-Jordan maka −4 2 2 −1 0 0 = 𝑥1 𝑥2 𝑅1 ′ = 𝑅1 −4 1 −0.5 2 −1 0 0 = 𝑥1 𝑥2 𝑅2 ′ = 𝑅2 − 2𝑅1 ′ 1 −0.5 0 0 0 0 = 𝑥1 𝑥2
  • 11.
    © putu – FT untirta Berdasarkan hasil inimaka didapat 𝑥1 = 0.5𝑥2 Sehingga eigen vector dapat dinyatakan dengan x1 = 1 2 Pengujian nilai  eigen value 𝜆1 = −1 dan eigen vector x1 = 1 2 diuji dalam persamaan dasar 𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥 −5 2 2 −2 1 2 = −1 1 2 −5 + 4 2 + −4 = −1 −2 −1 −2 = −1 −2 OK……………..
  • 12.
    © putu – FT untirta Dengan cara yangsama untuk eigen value 𝜆 = 𝜆2 = −6 maka akan terbentuk −5 − −6 𝑥1 + 2𝑥2 = 0 2𝑥1 + −2 − −6 𝑥2 = 0 𝑥1 + 2𝑥2 = 0 2𝑥1 + 4𝑥2 = 0 Jika dibentuk matriks maka 1 2 2 4 𝑥1 𝑥2 = 0 0
  • 13.
    © putu – FT untirta Dengan Gauss-Jordan maka 12 2 4 0 0 = 𝑥1 𝑥2 𝑅1 ′ = 𝑅1 1 1 2 2 4 0 0 = 𝑥1 𝑥2 𝑅2 ′ = 𝑅2 − 2𝑅1 ′ 1 2 0 0 0 0 = 𝑥1 𝑥2 Berdasarkan hasil ini maka didapat 𝑥1 = −2𝑥2 Sehingga eigen vector dapat dinyatakan dengan x1 = 2 −1
  • 14.
    © putu – FT untirta Pengujian nilai eigen value 𝜆2 = −6 dan eigen vector x2 = 2 −1 diuji dalam persamaan dasar 𝐴 𝑥 = 𝜆 𝑥 −5 2 2 −2 2 −1 = −6 2 −1 −10 − 2 4 + 2 = −12 6 −12 6 = −12 6 OK……………..
  • 15.
    © putu – FT untirta Kesimpulan: matriks 𝐴= −5 2 2 −2 memiliki: eigen value −1 −6 eigen vector 1 2 T dan 2 −1 T
  • 16.
    © putu – FT untirta LATIHAN SOAL Cari eigenvalue dan eigen vector dari matriks berikut: 1. 𝐴 = −2 2 −3 2 1 −6 −1 −2 0 2. 𝐴 = 6 2 −2 2 5 0 −2 0 7 3. 𝐴 = 5 −2 9 −6
  • 17.