Mohon perhatian 
Pragmatisme Dalam Mencari Jati
Diri
Dipersembahkan Oleh :
Jamilatul Afiah
2227130758/PGSD 3D/02/087741026393
Aliran filsafat pendidikan pragmatisme memiliki konsep bahwa
manusia mempunyai akal dan kecerdasan sebagai potensi yang
merupakan suatu kelebihan dibandingkan dengan makhluk-
makhluk lain. Dengan potensi yang bersifat kreatif dan dinamis,
manusia mempunyai bekal untuk menghadapi dan memecahkan
problema-problemanya. Pendidikan sebagai tempat yang paling
efektif dalam melaksanakan proses. pendidikan tentulah
berorientasi kepada sifat dan hakikat manusia sebagai manusia
yang berkembang. Usaha-usaha yang dilakukan adalah bagaimana
menciptakan kondisi edukatif, memberikan motivasi-motivasi
sehingga akal dan kecerdasan manusia dapat difungsikan dan
berkembang dengan baik. Dalam hal ini, aliran pendidikan
pragmatisme ingin membentuk manusia yang memiliki
pengalaman-pengalaman,keahlian dan kecakapan yang langsung
dapat diterapkan di masyarakat luas.
Pragmatisme dipandang sebagai filsafat
Amerika asli sekitar abad 19 hingga awal 20.
Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat
empiris inggris, yang berpendapat bahwa
manusia mengetahui apa yang manusia alami,
suatu teori dikatakan benar jika berfungsi
praktis bagi kehidupan manusia. Aliran ini
melahirkan beberapa nama yang cukup
berpengaruh mulai Charles Sanders Pierce
(1839-1914), William James (1842-1910), John
Dewey, dan seorang pemikir yang juga cukup
menonjol bernama George Herbert Mead
(1863-1931).
William James mengatakan bahwa secara
ringkas prgamatisme adalah realitas
sebagaimana yang kita ketahui. Charles S.
Pierce-lah yang membiasakan istilah ini dengan
ungkapannya, “Tentukan apa akibatnya, apakah
dapat dipahami secara praktis atau tidak. Kita
akan mendapat pengertian tentang objek itu,
kemudian konsep kita tentang akibat itu, itulah
keseluruhan konsep objek tersebut.” Ia juga
menambahkan, untuk mengukur kebenaran
suatu konsep.
Sebagian penganut pragmatisme yang lain
mengatakan bahwa, suatu ide atau tanggapan
dianggap benar, jika ide atau tanggapan
tersebut menghasilkan sesuatu, yakni jalan yang
dapat membawa manusia ke arah penyelesaian
masalah secara tepat (berhasil). Seseorang yang
ingin membuat hari depan, ia harus membuat
kebenaran, karena masa depan bukanlah
sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh masa
lalu (Kattsoff, 1992:130).
Segala sesuatu dianggap benar jika ada
konsekuensi yang bersifat manfaat bagi hidup
manusia. Sebuah tindakan akan memiliki makna
jika ada konsekuensi praktis atau hasil nyata
yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Masa
lalu dan masa depan adalah sesuatu yang telah
dan belum terjadi. Sementara itu, masa
sekarang adalah fakta, maka hadapilah
kenyataan sekarang dengan penuh perjuangan.
Maksudnya adalah manusia dapat mengetahui sesuatu hal
dengan apa yang mereka alami melalui sebuah pengalaman.
Dan pastinya pengalaman serta perjalanan hidup manusia
sudah ditakdirkan berbeda walaupun sebagian kecil ada yang
sama tetapi tidak begitu sama persis. Dengan begitu, melalui
pengalaman manusia dapat mengetahui apa yang pernah
terjadi dan apa yang pernah dilakukan. Bahkan ada peribahasa
yang mengatakan bahwa “Eksperience Is The Best Teacher”
yang artinya pengalaman adalah guru terbaik. Dengan
pengalaman, kita dapat mengetahui sesuatu yang tadinya kita
tidak mengetahui menjadi tahu dengan fakta atau nyata, karena
fakta adalah hal yang sudah benar-benar terjadi dan terbukti.
Semoga bermanfaat 

Powerpoint Pragmatisme dalam Mencari Jati Diri

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Dipersembahkan Oleh : JamilatulAfiah 2227130758/PGSD 3D/02/087741026393
  • 4.
    Aliran filsafat pendidikanpragmatisme memiliki konsep bahwa manusia mempunyai akal dan kecerdasan sebagai potensi yang merupakan suatu kelebihan dibandingkan dengan makhluk- makhluk lain. Dengan potensi yang bersifat kreatif dan dinamis, manusia mempunyai bekal untuk menghadapi dan memecahkan problema-problemanya. Pendidikan sebagai tempat yang paling efektif dalam melaksanakan proses. pendidikan tentulah berorientasi kepada sifat dan hakikat manusia sebagai manusia yang berkembang. Usaha-usaha yang dilakukan adalah bagaimana menciptakan kondisi edukatif, memberikan motivasi-motivasi sehingga akal dan kecerdasan manusia dapat difungsikan dan berkembang dengan baik. Dalam hal ini, aliran pendidikan pragmatisme ingin membentuk manusia yang memiliki pengalaman-pengalaman,keahlian dan kecakapan yang langsung dapat diterapkan di masyarakat luas.
  • 5.
    Pragmatisme dipandang sebagaifilsafat Amerika asli sekitar abad 19 hingga awal 20. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empiris inggris, yang berpendapat bahwa manusia mengetahui apa yang manusia alami, suatu teori dikatakan benar jika berfungsi praktis bagi kehidupan manusia. Aliran ini melahirkan beberapa nama yang cukup berpengaruh mulai Charles Sanders Pierce (1839-1914), William James (1842-1910), John Dewey, dan seorang pemikir yang juga cukup menonjol bernama George Herbert Mead (1863-1931).
  • 6.
    William James mengatakanbahwa secara ringkas prgamatisme adalah realitas sebagaimana yang kita ketahui. Charles S. Pierce-lah yang membiasakan istilah ini dengan ungkapannya, “Tentukan apa akibatnya, apakah dapat dipahami secara praktis atau tidak. Kita akan mendapat pengertian tentang objek itu, kemudian konsep kita tentang akibat itu, itulah keseluruhan konsep objek tersebut.” Ia juga menambahkan, untuk mengukur kebenaran suatu konsep.
  • 7.
    Sebagian penganut pragmatismeyang lain mengatakan bahwa, suatu ide atau tanggapan dianggap benar, jika ide atau tanggapan tersebut menghasilkan sesuatu, yakni jalan yang dapat membawa manusia ke arah penyelesaian masalah secara tepat (berhasil). Seseorang yang ingin membuat hari depan, ia harus membuat kebenaran, karena masa depan bukanlah sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh masa lalu (Kattsoff, 1992:130).
  • 8.
    Segala sesuatu dianggapbenar jika ada konsekuensi yang bersifat manfaat bagi hidup manusia. Sebuah tindakan akan memiliki makna jika ada konsekuensi praktis atau hasil nyata yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Masa lalu dan masa depan adalah sesuatu yang telah dan belum terjadi. Sementara itu, masa sekarang adalah fakta, maka hadapilah kenyataan sekarang dengan penuh perjuangan.
  • 9.
    Maksudnya adalah manusiadapat mengetahui sesuatu hal dengan apa yang mereka alami melalui sebuah pengalaman. Dan pastinya pengalaman serta perjalanan hidup manusia sudah ditakdirkan berbeda walaupun sebagian kecil ada yang sama tetapi tidak begitu sama persis. Dengan begitu, melalui pengalaman manusia dapat mengetahui apa yang pernah terjadi dan apa yang pernah dilakukan. Bahkan ada peribahasa yang mengatakan bahwa “Eksperience Is The Best Teacher” yang artinya pengalaman adalah guru terbaik. Dengan pengalaman, kita dapat mengetahui sesuatu yang tadinya kita tidak mengetahui menjadi tahu dengan fakta atau nyata, karena fakta adalah hal yang sudah benar-benar terjadi dan terbukti.
  • 10.