BAB: 4




   ď‚§   MENGAPA DIPERLUKAN PENYESUAIAN

Pembuatan penyesuaian pada umumnya berkaitan dengan penentuan laba bersih perusahaan.
seperti kita ketahui, tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan laba, sehingga penentuan laba
yang tepat adalah merupakan salah satu fungsi akuntansi yang sangat penting. Sehubungan
dengan hal ini dalam akuntansi dikenal beberapa konsep dari prinsip yang erat kaitannya dengan
penentuan laba yang akan diterangkan dalam uraian berikut, yaitu konsep akuntansi akrual,
asumsi periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip penandingan.

       DASAR AKRUAL DAN DASAR TUNAI

Akuntansi mengenal dua dasar yaitu dasar akrual dan dasar tuani. Dalam dasar akrual, akuntansi
mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi
pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran beban, maka transaksi-transaksi tersebut
akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau beban. Tanpa memandang apakah kas
sudah diterima atau dikeluarkan, sebaliknya apabila digunakan dasar tunai, transaksi pendapatan
dan beban hanya akan dicatat apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas.

Dasar akrual yaitu, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi.
Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran biaya, maka
transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau biaya, tanpa
memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan.

Dasar tunai, dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila terjadi penerimaan atau
pengeluaran kas.

Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki agar perusahaan menggunakan dasar akrual. Hal ini
berarti bahwa pendapatan harus diakui pada saat pendapatan diperoleh, dan biaya diakui pada
saat biaya tersebut terjadi-tanpa memandang apakah kas dari transaksi tersebut telah diterima
atau dibayar.
Contoh dapat dilihat "Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo" tepatnya transaksi pada
tanggal 30 Januari: Tuan budi mengakui adanya pendapatan untuk penyerahan jasa yang
dilakukan secara kredit. Tuan budi telah memperoleh pendapatan pada saat itu, karena usahanya
telah mendatangkan suatu piutang dagang, yaitu suatu tagihan yang sah terhadap si pemesan.
Seandainya Tuan-Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia tidak akan mencatat adanya
pendapatan pada saat ia menyerahkan pesanan barang cetakan, tetapi tuan Abadi baru akan
mengakui adanya pendapatan setelah ia menerima kas dari si pemesan

Mengapa Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki pemakaian dasar akrual? Alasannya adalah
karena penggunaan dasar akrual akan menghasilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan
dengan penggunaan dasar tunai. Hal ini penting, karena semakin lengkap data yang disajikan,
akan semakin baik informasi yang diterima pengambil keputusan dalam menilai kesehatan
keuangan dan prospek perusahaan di masa yang akan datang.

Sebagai misal, dalam contoh Tuan Abadi telah menyelesaikan pesanan sebelum akhir periode
akuntansi, tetapi kas dari si pemesan baru diterima setelah melewati akhir periode. Jika tuan
Abadi menggunakan dasar tunai, maka dalam laporan keuangannya tidak akan nampak
pendapatan maupun piutang sebagai akibat dari transaksi tersebut. Akibatnya laporan keuangan
tidak memberikan gambaran yang sesungguhnya. Pendapatan dan aktiva piutang dagang akan
dilaporkan terlalu rendah, sehingga perusahaan kelihatan kurang berhasil dibanding dengan
keadaan yang sebenarnya. Seandainya tuan Abadi akan menggunakan laporan keuangan tersebut
untuk meminta kredit ke Bank, maka situasi tersebut bisa merugikan dirinya.

Tuan Abadi juga menerapkan dasar akrual dalam pencatatan biaya. Sebagai contoh selain biaya
gaji yang sudah dibayar termasuk pula gaji yang sudah terutang kepada para pegawai tetapi
masih belum dibayar. Tuan Abadi mengakui kewajiban untuk membayar kepada para
pegawainya sebagai biaya gaji, walaupun pada saat itu belum dilakukan pembayaran. Apabila
tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia hanya akan mencatat gaji pegawai yang sudah
dibayarnya. Misalkan tuan Abadi belum membayar gaji salah seorang pegawainya, dan laporan
keuangan disusun sebelum ia membayar gaji tersebut, maka biaya gaji dan utang gaji akan
menjadi lebih rendah dari jumlah yang sesungguhnya, dan perusahaan akan kelihatan lebih
berhasil dari keadaan yang sesungguhnya. Informasi yang tidak lengkap ini akan menghasilkan
informasi yang tidak akurat bagi para pemakai laporan. Konsep yang digunakan dalam dasar
akrual adalah periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip mempertandingkan (matching).

       PERIODE AKUNTANSI

Apabila kita ingin mengetahui dengan pasti keberhasilan operasi perusahaan, maka cara yang
paling ekstrem adalah dengan menghentikan operasi perusahaan, menjual semua asset, melunasi
semua hutang dan mengembalikan kas yang tersisa kepada pemilik perusahaan

Cara yang paling ideal untuk menilai keberhasilan operasi perusahaan adalah dengan cara
menghentikan usaha perusahaan, menjual semua harta, melunasi semua utang, dan
mengembalikan kas yang tersisa kepada para pemilik perusahaan atau yang disebut likuidasi.
Namun para pengguna laporan keuangan tidak bisa menunggu sedemikian lama untuk menilai
kinerja suatu perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi suatu perusahaan perlu dibagi
menjadi periode-periode akuntansi.

Jangka waktu suatu periode akuntansi pada umumnya adalah satu tahun dan pada akhir periode
akuntansi tersebut perusahaan membuat laporan keuangan tahunan. Periode akuntansi yang
lazim adalah dimulai dari tangga 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Namun ada
pula perusahaan yang menetapkan periode akuntansinya secara lain, sesuai dengan kebutuhan
intern perusahaan, misalnya dimulai dari tanggal 1 April dan diakhiri pada tanggal 31 Maret
tahun berikutnya.

Terkadang manajemen perusahaan ingin segera mengetahui perkembangan perusahaan yaitu
dengan cara membuat laporan keuangan sebelum berakhirnya periode akuntansi, misalnya akhir
kwartal. Laporan seperti ini disebut laporan keuangan interim. Penetapan periode akuntansi akan
berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan. Pengaruh tersebut akan terlihat dalam penerapan
prinsip penandingan yang akan diterangkan kemudian.

       PRINSIP PENDAPATAN

Prinsip pendapatan mengatur tentang (1) kapan pendapatan dicatat dan (2) jumlah pendapatan
yang dicatat. Pembahasan tentang prinsip pendapatan berikut ini akan ditekankan pada
pembuatan jurnal, karena penjurnalan adalah merupakan tindakan yang pertama dalam kegiatan
proses akuntansi.

Prinsip umum yang menjadi pedoman dalam menentukan kapan pencatatan pendapatan
dilakukan, menetapkan bahwa pendapatan dicatat pada saat diperoleh, yaitu pada saat
perusahaan menyerahkan barang atau jasa yang telah selesai dikerjakan kepada konsumen (si
pemesan). Dua situasi berikut ini dapat menjadi pedoman untuk menentukan kapan suatu
pendapatan akan dicatat adalah:

Situasi 1. Tidak memerlukan pencatatan pendapatan. Seorang calon konsumen datang ke kantor
Percetakan "RAPIH" dan menyatakan keinginannya untuk memesan beberapa macam barang
cetakan. Pesanan direncanaka baru akan disampaikan pada bulan yang akan datang. Kejadian ini
tidak perlu dicatat sebagai pendapatan karena belum terjadi transaksi apapun.

Situasi 2. Harus dicatat sebagai pendapatan. Pada bulan berikutnya konsumen tersebut datang
lagi dan memesan sejumlah barang cetakan. Pesanan dapat diselesaikan oleh percetakan
"RAPIH" dalam waktu satu minggu. Dengan diserahkannya pesanan yang disertai dengan faktur
maka percetakan "RAPIH" harus mencatat terjadinya pendapatan jasa percetakan. Apabila
konsumen langsung melakukan pembayaran maka transaksi ini akan dicatat dengan mendebet
rekening Kas, dan apabila pembayaran dilakukan kemudian maka yang didebet adalah rekening
piutang dagang.

Prinsip umum mengenai pencatatan jumlah pendapatan menetapkan bahwa pendapatan dicatat
sebesar nilai tunai barang atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Misalkan dari transaksi di
atas harga normal pemesanan adalah Rp 60.000,00 tetapi karena percetakan "RAPIH"
mengharapkan konsumen tersebut bisa menjadi langganannya maka untuk konsumen tersebut
diberikan harga khusus sebesar Rp 50.000,00. Maka jumlah yang harus dicatat sebagai
pendapatan adalah sebesar Rp 50.000,00 karena nilai kas yang akan diterima adalah Rp
50.000,00 bukan Rp 60.000,00.

       PRINSIP PENANDINGAN

Prinsip Penandingan [Pengakuan Beban] Pengakuan beban umumya terkait pada pengakuan
pendapatan dan ini disebut dengan prinsip penandingan [matching principle]. Prinsip ini
menyatakan bahwa beban harus dikaitkan dengan pendapatan pada periode dimana usaha untuk
memperoleh pendapatan dilakukan. Beban tidak diakui ketika kas dibarkan, atau ketika
pekerjaan dilakuakn, atau ketika barang diproduksi. Tetapi, beban diakui ketika tenaga kerja
[jasa] atau barang benar2 berkontribusi terhadap pendapatan.

Namun, terkadang sulit untuk menetukan periode akuntansi di mana beban berkontribusi
terhadap pendapatan. Oleh karena itu, beberapa pendekatan dibuat untuk mengaitkan beban dan
pendapatan di laporan laba-rugi.

Untuk mengerti pendekatan ini, kita harus mengerti sifat dari beban. Biaya adalah sumber dari
beban. Biaya yang menghasilkan pendapatan hanya pada periode akuntansi berjalan segera
dibebankan. Beban2 ini dilaporkan sebagai beban operasional di laporan laba-rugi. Contohnya
antara lain adalah biaya untuk pengiklanan, gaji penjualan, dan perbaikan. Beban2 ini sering
disebut dengan harga perolehan [biaya] yang kedaluwarsa [expired cost].

Biaya akan mengahasilkan pendapatan pada periode akuntansi di masa mendatang diakui sebgai
aset. Contohnya antara lain persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, dan aset pabrik.
Biaya2 ini disebut dengan harga perolehan [biaya] yang belum kadaluwarsa [unexpired cost].
Biaya perolehan yang belum kadaluwarsa berubah menjadi beban dalam 2 cara,

Harga pokok penjualan

Harga perolehan [biaya] yang ditanggung sebagai persediaan barang dagang menjadi beban
ketika persediaan tersebut terjual. Biaya2 ini dibebankan sebagai harga pokok penjualan pada
periode ketika penjualan terjadi. Oleh akrena itu, terdapat penandingan langsung antara beban
dengan pendapatan.

Beban operasional.

Harga perolehan yang belum kadaluwarsa lainnya menjadi beban operasional melalui
penggunaan atau konsumsi [ seperti pada kasus persediaan toko] atau melalui berlalunya waktu
[seperti pada kasus asuransi dibayar dimuka]. Biaya perolehan aset pabrik dan sumber daya
berumur panjang lainnya dibebankan melalui metode alokasi rasional dan sistematis – depresiasi
atau amortisasi periodik. Beban operasional berkontribusi terhadap pendapatan untuk periode
tersebut, namun hubungan beban operasional dengan pendapatan tidak lebih langsung dari harga
pokok penjualan.

Sejumlah beban lain tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan. Sebagai
contoh, bila perusahaan harus bayar sewa gedung setiap bulan, maka dengan tidak tergantung
pada ada atau tidaknya pendapatan. Beban sewa gedung tetap harus dibayar. Untuk beban-beban
semacam ini, pedoman umum yang diikuti dalam akuntansi ialah mengaitkan beban dengan
suatu periode waktu tertentu, misalnya perbulan sewa yang harus dibayar perusahaan adalah Rp
500.000,00 maka perusahaan akan mencatat beban sewa gedung sebesar Rp 500.000,00 setiap
bulan.


         PRINSIP AKUNTANSI DAN PENENTUAN LABA BERSIH


rekening yang tercantum dalam Neraca Saldo harus sesuai dengan prinsip dan konsep di atas
(menunjukkan keadaan sebenarnya).
Apabila diamati akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo, maka akan kita jumpai bahwa
kebanyakan akun dapat dikutip langsung dari neraca saldo kedalam laporan keuangan tanpa
perubahan. Namun beberapa akun yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu.


   ď‚§     DUA KATEGORI JURNAL PENYESUAIAN
         penyesuaian atas pendapat dan beban akan berdampak pada asset dan kewajiban, dan
         pada akhirnya akan berdampak juga pada modal perusahaan. Oleh karena itu dapat
         disimpulkan bahwa tujuan proses penyesuaian adalah :
            1) Agar setiap akun nominal (akun-akun pendapatan dan akun-akun beban)
                menunjukan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode
                akuntansi.
            2) Agar setiap akun ini, khususnya akun-akun asset dan akun-akun kewajiban,
                menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.


         Sebagian besar penyesuaian yang harus dilakukan pada akhir periode dapat
digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok deferral dan kelompok akrual.
Kelompok deferral timbul dari pencatatan akuntansi yang dilakukan sedemikian rupa sehingga
terjadi penundaan pengakuan suatu beban atau suatu pendapatan. Deferral atau penundaan bisa
berupa penundaan pengakuan beban atau penundaan pengakuan pendapatan seperti di uraikan di
bawah ini.
    Beban ditunda (deferred expenses) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat sebagai
   Asset, tetapi diharapkan akan menjadi beban untuk kurun waktu tertentu atau melalui
   operasi normal perusahaan. Perlengkapan dan asuransi dibayar dimuka yang disebutkan di
   atas adalah contoh beban ditunda. Ketika perusahaan membeli perlengkapan, transaksi ini
   dicatat dengan mendebet asset yaitu akun perlengkapan. Ketika perlengkapan dipakai, maka
   asset perlengkapan berubah menjadi beban perlengkapan. Hal yang sama terjadi pada
   asuransi yang akan berlaku untuk beberapa waktu ke depan, perusahaan mencatatnya dalam
   aku asset asuransi dibayar di muka. Dengan berlalunya waktu maka sebagian demi sebagian
   asset ini berubah menjadi beban asuransi. Beban ditunda sering disebut juga beban dibayar
   di muka.
    Pendapatan ditunda (diferred revenue) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat
   sebagian kewajiban, tetapi diharapkan akan menjadi pendapatan untuk kurun waktu tertentu
   atau melalui operasi normal perusahaan. Contoh pendapatan ditunda misalnya pendapatan
   sewa diterima di muka dan pendapatan langganan majalah diterima di muka. Ketika
   perusahaan menerima uang sewa dari si penyewa untuk beberapa bulan ke depan, perusahaan
   mencatat transaksi itu dengan mendebet kas dan mengkredit akun kewjiban yang disebut
   sewa diterima di muka ini sebagian demi waktu maka uang sewa yang diterima di muka ini
   sebagian demi sebagian berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan sewa. Hal
   yang sama terjadi pada penerimaan uang langganan majalah pada sebuah perusahaan
   penerbit majalah. Jika perusahaan menerima uang langganan majalah di muka yang akan
   berlaku untuk beberapa nomor penerbitan atau beberapa bulan dari pelanggan, transaksi itu
   pada awalnya dicatat dengan mengkreditan akun kewajiban yang disebut pendapatan
   langganan majalah diterima di muka. Kelak setelah majalah terbit nomor demi nomor, maka
   pendapatan diterima di muka ini akan berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan
   langganan majalah.
Kelompok akrual timbul dari keterlambatan pencatatan akuntansi yang terjadi sedemikian rupa
sehingga perusahaan belum mencatat beban yang sudah terjadi serta pendapatan yang telah
terjadi ha perusahaan. Akrual bisa berupa beban yang masih harus dibayar atau pun pendapatan
yang masih akan diterima (disebut juga piutang pendapatan), seperti akan diterangkan di bawah
ini.
       Beban masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi dan sudah menjadi kewajiban
       perusahaan , tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Contoh, gaji pegawai yang sudah
       menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Beban yang masih
       harus dibayar sering disebut juga utang beban.


       Pendapatan masih akan diterima adalah pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan,
       tetapi belum dicatat dalam pembukuan. Contoh, pendapatan sewa yang sudah menjadi hak
       perusahaan, tetapi sampai akhir periode akuntansi belum dicatat. Contoh lain, pendapatan
       jasa yang masih akan diterima yaitu pendapatan jasa yang telah menjadi hak perusahaan
       tetapi belum dicatat . pendapatan yang masih akan diterima disebut piutang pendapatan.


Bagaimana anda membedakan antara deferral dan akrual? Deferral biasanya timbul ketika kas
diterima atau dibayar pada periode ini tetapi pendapatan atau beban yang bersangkutan baru
diakui pada periode berikutnya. Akrual biasanya timbul ketika pendapatan atau beban dicatat
bersangkutan baru akan dilakukan pada periode yang akan datang. Perbedaan ini dilukiskan pada
gambar 4-1 berikut ini :



              Periode ini                   Periode berikutnya

              Kas diterima atau dibayar     pendapatan atau beban dicatat
 Deferal

              pendapatan    atau    beban
 Akrual       dicatat                       kas diterima atau dibayar
ď‚§   JURNAL PENYESUAIAN


penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku
besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.
Tujuan Penyesuaian :
    - Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan
    jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
    - Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan beban menunjukkan
    pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu pendapatan dan beban dari
    suatu periode dengan periode yang lain.

    1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
    2. Penyusutan aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
    3.   Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
    4.   Pendapatan masih akan diterima (accrued receivable)
    5.   Pendapatan        diterima           di      muka      (deferred    revenue)




                                 Perusahaan Percetakan " RAPIH "
                                         Neraca saldo
                                          31 April 2010
Nama Akun                            debet                        Kredit
Kas                                   RP 2.145.000,00                Rp
piutang usaha                                515.000,00
perlengkapan                              1.475.000,00
Asuransi dibayar dimuka                       60.000,00
mesin cetak                               4.800.000,00
Gedung                                    9.000.000,00
Utang usaha                          -                                 1.700.000,00
Utang wesel                          -                                 2.000.000,00
pendapatan sewa diterima di
muka                                 -                                     90.000,00
Modal, Budi                          -                                13.480.000,00
Prive, Budi                                    50.000,00
Pendapatan percetakan                -                                 2.250.000,00
Beban advertensi                               15.000,00
Gaji & upah pegawai                           710.000,00
beban macam-macam                             300.000,00
                                      Rp 19.520.000,00               Rp19.520.000,00




       BEBAN DIBAYAR DI MUKA


       Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan
       sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan
       harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.

       Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar
       di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.
ASURANSI DIBAYAR DIMUKA

Perusahaan percetakan Rapih mengasuransikan mesin-mesin cetaknya pada sebuah perusahaan
asuransi. Sehubungan dengan itu percetakan Rapih harus membayar premi asuransi yang
besarnya Rp 20.000,00 per bulan. Pada tanggal 2 april 2010, perusahaan membayar premi
asuransi untu 3 bulan sekaligus yaitu untuk bulan april,mei, dan juni 2010. Jurnal yang telah
dibuat untuk mencatat transaksi pembayaran premi asuransi diatas adlah sebagai berikut (lihat
ayat jurnal pada bab 3 halaman 137)

April   2    Asuransi dibayar di muka……….              60.000,00


             kas………………………………………..                                  60.000,00
             pembayaran premi asuransi di muka)



Setelah ayat di atas diposting, maka akun asuransi dibayar di muka didalam buku besar akan
memiliki saldo debet sebesar Rp60.000,00.


                                   Aset
                       Asuransi dibayar di muka
Apr.    2              60.000,00




Neraca saldo percetakan rapih tanggal 3 april 2010 di atas memuat saldo debet aku asuransi
dibayar di muka sebesar Rp60.000,00. Sepanjang bulan april, akun asuransi dibayar dimuka
memuat jumlah ini, padahal tidak lagi berjumlah Rp60.000,00. Mengapa?

1/4                       30/4                 31/5             30/ 6
         beban
         1                            2                3
         Rp20.000,00                  Rp20.000,00      Rp20.000,00
pada tanggal 30 april, asuransi dibayar di muka harus dikurangi dengan jumlah premi untuk
masa yang telah dilalui premi satu bulan (april 2010) dari jumlah yang telah dibayar di muka,
atau 1/3 dari jumlah yang telah dibayar. Sebagaimana telah dijelasin di muka, asset yang telah
terpakai akan berubah menjadi beban. Ayat jurnal penyesuaian akan memindahkan Rp20.000,00
(1/3 x Rp60.000,00) dari asuransi dibayar di muka menjadi beban asuransi. Jurnal yang harus
dibuat adalah sebagai berikut:




               Asuransi                     dibayar                  di
April    30    muka………………………………………………                                      20.000,00
               Asuransi                     dibayar                  di
               muka………………………………………………                                                  20.000,00
               (pembayaran premi asuransi)
               bulan april 2010)



Setelah diposting ke buku besar, asuransi dibayar di muka dan beban asuransi akan menunjukkan
saldo yang benar.




                           ASET                                       BEBAN
               Asuransi     dibayar    di                             Beban
               muka                          asuransi
 april   2     60.000,00 apr.                30 20.000,00   Apr.    3 20.000,00


 Saldo         20.000,00                                    Saldo         20.000,00
Asuransi dibayar adalah contoh asset yang lebih saji (overstated) sebelum dilakukan posting ayat
jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo dalam akun asuransi dibayar di muka sekarang
berjumlah Rp40.000,00. Akun asuransi dibayar di muka adalah akun asset. Pada tanggal 30 april,
akun ini tinggal berisi premi untuk 2 bulan mendatang (mei dan juni 2010) yang berjumlah
Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00).

   Analisis yang sama dapat dilakukan untu pembayaran-pembayaran beban di muka lainnya,
semisal perusahaan membayar beban sewa di muka atau beban yang dibayar di muka lainnya.

                                           Beban dibayar di
                                           muka
                    ASET                                                                 Beban
                       Kredit       ayat                                 Debet    ayat
Saldo sebelum          jurnal                                            jurnal
disesuai               Penyesuaian (-)                                   penyesuaian (+)




       PERLENGKAPAN

   Perlengkapan ( supplies ) adalah asset yang digunakan untuk membantu kelancaran operasi
   perusahaan operasi perusahaan. Perlengkapan bisa di kantor administrasi (office supplies),
   bisa di pabrik (factory supplies), atau bisa di bagian lain misalnya dibagian pemasaran atau di
   gabung (store supplies). Percetakan rapih memerlukan supplies baik untuk kantor maupun
   untuk keperluan lain (kardus dan kertas pembungkus).

      Pada tanggal 20 april, percetakan rapih membeli sejumlah perlengkapan seharga
   Rp350.000,00 secara tunai, transaksi tersebut telah dicatat pada tanggal 20 april dengan
   jurnal sebagai berikut:
April       20      Perlengkapan…………………………………………………………………                                    350.000,00
                         kas……………………………………………………………………
                    (Pembelian tunai perlengkapan)




  Setelah ayat jurnal di atas diposting ke buku besar,akun perlengkapan Nampak sebagai
  berikut:




                                ASET
                   Perlengkapan
apr.        1    1.125.000,00
apr.        20    350.000,00
apr.        30 1.475.000,00



  Pada tanggal 30 april, akun perlengkapan menunjukkan saldo sebesar Rp1.475.000,00 yaitu
  perlengkapan yang berasal dari bulan maret yang dibawa sebagai setoran modal ketika
  perusahaan didirikan (lihat bab 3, halaman 137) sebesar Rp1.125.000,00, dan pembelian
  perlengkapan tambahan seharga Rp350.000,00 pada tanggal 20 april. Selama bulan april,
  percetakan rapih telah memakai perlengkapan tersebut untuk berbagai keperluan. Harga
  perolehan perlengkapan yang telah dipakai merupakan beban pemakaian perlengkapan.
  Untuk mengetahui berapa beban pemakaian perlengkapan selama bulan april, percetakan
  rapih harus menghitung berapa perlengkapan yang masih tersisa digudang pada tanggal 30
  april berjumlah Rp1.150.000,00. Ini berarti bahwa pemakaian perlengkapan selama bulan
  april adalah Rp3255.000,00 (Rp1.475.000,00-Rp1.150.000,00).

        Pada tanggal 30 april, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian agar akun
  perlengkapan menunjukkan jumlah sisa (saldo) yang sesungguhnya ada pada akhir bulan
  (Rp1.150.000,00) dan mengakui pemakaian perlengkapan sebagai beban periode bulan april
  (325.000,00) jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
April        30      Beban pemakaian perlengkapan……………………………………                            325.000,00


                     Perlengkapan……………………………………………………………                                                325.0
                     (pembebanan pemakaian perlengkapan
                     selama bulan april)




Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka akun asset perlengkapan
dan akun beban pemakaian perlengkapan akan Nampak sebagai berikut:




            ASET                                                              BEBAN
            Perlengkapan                                                  Beban pemakaian perlengkapan
apr.    1     1.125.000,00                 Apr. 30 325.000,00     Apr.    30 325.000,00
apr.    20        350.000,00
saldo         1.150.000,00                                        saldo       325.000,00

Akun perlengkapan akan dibawa ke bulan mei sebagai saldo awal mei sebesar Rp1.150.000,00,
dan proses penyesuaian akan berulang pada setiap akhir bulan. Perlengkapan merupakan contoh
asset lain yang lebih saji yaitu sebesar Rp1.475.000,00 sebelum dilakukan penyesuaian dengan
adanya jurnal di atas, akun perlengkapan menunjukkan saldo yang benar yaitu Rp1.150.000,00


        DEPRESIASI

   Perusahaan pada umumnya memiliki asset-aset berupa gedung, mesin, kendaraan, peralatan,
   mebel, dan sebagainya. Ciri khas asset-aset semacam itu adalah masa penggunaannya yang
   panjang, bahkan ada         yang bisa digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Karena masa
   penggunaannya cukup panjang, maka asset-aset semacam itu disebut asset tetap. Pada saat
diperoleh (misalnya, dibeli), asset tetap dicatat sebesar beban perolehannya(cost) sesuai
    dengan akuntansi yang mengatur hal itu (dilihat prinsip biaya perolehan, bab 1 halaman 18).
    Pada hakekatnya, pengeluaran       untuk membeli asset tetap merupakan beban yang
    ditangguhkan berjangka panjang.

       Dalam uraian diatas, pemakaian perlengkapan terlihat dari penurunan jumlah
    perlengkapan. Jumlah perlengkapan yang dipakai adalah selisih antara jumlah perlengkapan
    yang dibeli dikurangi dengan jumlah perlengkapan yang tersisa pada akhir periode. Dalam
    hal asset tetap dalam operasi perusahaan, kemampuan dan nilai asset karena digunakan
    dalam operasi perusahaan merupakan beban yang dikorbankan untuk                pendapatan.
    Pembebanan penurunan nilai ini dilakukan akuntan dengan menyebarkan secara sistematis
    beban perolehan asset tetap sepanjang masa manfaat (umur ekonomis) asset tersebut. Proses
    pengalokasian beban perolehan ini disebut depresiasi.

       Konsep akuntansi untuk asset tetap sama dengan perlakuan terhadap beban dibayar di
    muka. Perbedaan utama terletak pada jangka waktu pemakaian kedua kelompok asset
    tersebut. Beban dibayar di muka biasanya berlaku hanya untuk berapa bulan, sedangkan asset
    tetap digunakan dalam operasi perusahaan selama bertahun-tahun.

       Asset tetap memiliki percetakan rapih berdiri dari mesin cetak dan gedung yang
    digunakan dalam memperoleh pendapatan. Pencatatan pembelian mesin cetak dan asset tetap
    lainnya (jika ada), tidak berbeda dengan pencatatan ketika perusahaan membayar beban di
    muka. Perhatian jurnal yang 2010 (dilihat bab 3,halaman137).




apri       mesin                                                   1.800.000,0
l      3 cetak………………………………………                                      0


           kas…………………………………………                                                     1.800.000,0
           …..                                                                     0
           (pembelian mesin cetak)
Setelah ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, akun mesin cetak Nampak sebagai berikut:




                       ASET
                      mesin
                      cetak
apr.1                             3.000.000,00
apr.3                             1.800.000,00
apr.30                saldo       4.800.000,00

Saldo akun mesin cetak pada tanggal 30 april berjumlah Rp4.800.000,00 yaitu penjumlahan dari
mesin yang sudah ada pada tanggal 1 april (mesin yang diterima perusahaan sebagai setoran
pemilik) sehingga Rp3.000.000,00 dan mesin baru yang dibeli tanggal 3 april sehingga
Rp1.800.000,00.


         PENCATATAN DEPRESIASI AKTIVA TETAP


   DEPRESIASI MESIN

   Diatas telah dijelaskan bahwa depresiasi adalah proses pengalokasian beban perolehan asset
   tetap secara sistematis selama masa manfaat (umur) asset tetap tersebut. Proses
   pemgalokasian biasanya dilakukan setiap akhir periode ( setiap akhir bulan atau akhir tahun,
   tergantung periode akuntansi perusahaan).

         Misalkan Budi memperkirakan bahwa kedua mesin cetak yang dimiliki percetakan akan
   dapat digunakan secara ekonomis selama 4 tahun. Salah satu cara untuk menghitung beban
   depresiasi adalah dengan membagi beban perolehan asset (Rp4.800.000,00) dengan taksiran
   umur (4 tahun atau 48 bulan). berhubung percetakan rapih menetapkan periode akuntansi
   selama 1 bulan (penyusunan laporan keuangan dilakukan secara bulan), maka depresiasi
   dihitung untuk jangka waktu satu bulan. Beban depresiasi mesin per bulan adalah
Rp4.800.000,00 dibagi 48 = Rp100.000,00 dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian
   sebagai berikut:




             Beban                                   depresiasi
April   30 mesin……………………………………….                                    100.000,00
                 Akumulasi                           depresiasi
             mesin……………………………….                                                  100.000,00
             (pembebanan depresiasi mesin)




AKUN AKUMULASI DEPRESIASI

Pembebanan depresiasi adalah proses pengalokasian perolehan asset tetap dalam hal depresiasi
mesin diatas, yang dialokasikan adalah beban perolehan mesin sebesar Rp4.800.000,00 selama 4
tahun atau 48 bulan. Kalau yang dialokasikan (Rp4.800.000,00) berada dalam akun mesin,
depresiasi? Sebenarnya tidaklah salah kalau kita mengkredit akun mesin, namun informasi yang
dihasilkan akan berbeda. Manajemen biasanya berkeinginan agar beban perolehan asset tetap
selalu Nampak dalam neraca. Apabila akun mesin dikredit setiap bulan sebesar depresiasi
bulanan, maka saldo akun mesin yang dilaporkan di neraca akan semakin menurun dan beban
perolehan aslinya menjadi tidak kelihatan lagi. Informasi tentang beban perolehan (cost) asset
tetap berguna bagi manajemen, misalnya dalam rangka mengambil keputusan untuk menjadi
baru.

    Dengan membuat ayat jurnal penyesuaian seperti di atas, akun mesin tidak dikredit
melainkan tetap menunjukkan saldo beban perolehannya, akun akumulasi depresiasi
menghimpun (mangakumulasi) beban depresiasi bulanan. Saldo akun akumulasi depresiasi pada
suatu saat tertentu dibukukan, saldo akumulasi depresiasi pada suatu saat tertentu adalah
kumpulan depresiasi bulanan yang telah dilakukan sampai saat itu.
Akumulasi depresiasi adalah sebuah asset kontra, artinya akun ini merupakan asset yang
bersaldo normal kredit. Sebuah Akun kontra memiliki dua karakteristik pokok, yaitu :

        Sebuah akun kontra selalu berpasangan dengan dan mengikuti akun pasangannya.
        Saldo normal sebuah akun kontra (debit atau kredit) adalah kebalikan dari saldo akun
        pasangannya.

Sebagai contoh, akun akumulasi depresiasi mesin adalah akun kontra yang selalu mengikuti akun
mesin. Akun mesin adalah akun bersaldo debet, sedangkan akumulasi depresiasi yang
merupakan kontra asset, selalu bersaldo kredit.

  Perusahaan biasanya menggunakan akun akumulasi depresiasi untuk setiap asset tetap yang
dimilikinya. Dengan demikian percetakan rapih akan memiliki dua akun akumulasi depresiasi,
yaitu akumulasi depresiasi mesin dan akun akumulasi depresiasi gedung seandainya perusahaan
memiliki asset lain berupa peralatan, kendaraan, dan mebel, maka perusahaan perlu menyediakan
akun akumulasi depresiasi tersendiri untuk masing-masing asset tetap tersebut, kecuali dalam
perusahaan kecil kadang-kadang hanya diselenggarakan satu akumulasi depresiasi untuk semua
asset tetapnya.

  Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting, maka akun-akun yang bersangkutan akan
Nampak sebagai berikut:




                                   ASET                                                  BEBAN
        ASET                                                                          Beban     depresiasi
        NORMAL                                      ASET KONTRA          mesin


        MESIN                               Akumulasi depresiasi mesin
                                                                         30/4
 30/4   4.800.000,00                                30/4 100.000,00      100.000,00
                                                                         so
 so     4.800.000,00                                so   100.000,00      100.000,00
DEPRESIASI GEDUNG

                          ASET                                                         BEBAN




Seperti halnya depresiasi mesin, pencatatan depresiasi gedung juga disenggarakan melalui jurnal
penyesuaian yang dilakukan pada setiap akhir periode dengan mendebet akun beban depresiasi
gedung, dan mengkredit akun akumulasi depresiasi gedung. Misalkan, Budi selaku manajemen
percetakan rapi menaksir bahwa masa manfaat ( umur) gedung adalah 5 tahun atau 60 bulan,
maka depresiasi gedung pertahun adalah (Rp1.800.000,00 (Rp9.000.000,00 : 5) atau
Rp150.000,00 perbulan (Rp1.800.000,00 : 12).

    Jurnal penyesuaian yang harus dibuat percetakan rapih untuk membebankan depresiasi
gedung pada tanggal 30 april 2010, adalah sebagai berikut:




               Beban                                         depresiasi
April   30     mesin……………………………………….                                      150.000,00
                   Akumulasi                                 depresiasi
               mesin……………………………….                                                       150.000,00
               (pembebanan depresiasi mesin)



Apabila ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, maka akun-akun yang bersangkutan dibuku
besar akan Nampak sebagai berikut.
ASET
       NORMAL                                         ASET KONTRA                          Beban depresiasi mesin
            MESIN                           Akumulasi depresiasi mesin
                                                                              30/4
30/4   9.000.000,00                                   30/4 150.000,00         150.000,00
                                                                              so
so     9.000.000,00                                   so    150.000,00        150.000,00




                NILAI BUKU

            Neraca melaporkan beserta mesin akumulasi depresiasinya, karena merupakan akun kontra,
            maka akumulasi depresiasi dikurangkan terhadap mesin. Hasil akhirnya, yaitu beban
            perolehan mesin yang dikurangi dengan akumulasi depresiasi mesin merupakan nilai buku
            mesin. Perhitungan nilai buku mesin adalah sebagai berikut:

            Mesin………………………………………….. Rp4.800.000,00

            Dikurangi: akumulasi depresiasi mesin………           100.000,00

                       Nilai buku mesin…………………. Rp4.700.000,00

            PENYAJIAN AKUN AKUMULASI DEPRESIASI DI NERACA

            Akun akumulasi depresiasi merupakan akun yang “unik”. disebut unik, karena akun asset
            pada umumnya bersaldo normal debet, sedangkan akumulasi depresiasi selalu bersaldo
            kredit. Ini wajar, karena seperti telah diterangkan di atas, akun ini merupakan asset kontra
            yang keberadaannya dimaksudkan untuk membantu agar akun asset tidak langsung dikredit
            ketika perusahaan melakukan penyusutan atas beban perolehan aktiva tetap.
Cara penyajian akun asset tetap beserta akun akumulasi depresiasi dalam neraca adalah
    sebagai berikut:




                                                ASET TETAP
                                                                          Rp
mesin cetak………………………………..                       Rp48.000.000,00           47.900.000,00
      dikurangi: akumulasi depresiasi                 100.000,00
Gedung………………………………………
.                                               Rp90.000.000,00
                                                                          Rp
    dikurangi: akumulasi depresiasi                   150.000,00          89.850.000,00
                                                                          Rp137.750.000,0
       total aset tetap (neto)                                            0




       PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

    Perusahaan kadang-kadang menerima sejumlah uang untuk jasa yang akan diberikan di
    waktu yang akan datang. Dalam kasus percetakan rapih, perusahaan tersebut pada tanggal 3
    april 2010, menerima uang sewa gedung sebesar Rp90.000,00 untuk jangka waktu 6 bulan.
    Jurnal yang telah dibuat untuk mencatat penerimaan uang sewa di muka tersebut adalah
    sebagai berikut (lihat bab 3, halaman…..)

                kas……………………………………………
April 3         …….                                          90.000,00
                  pendapatan sewa diterima di muka                               90.000,00
                (penerimaan sewa di muka untuk 6
bulan)




Setelah ayat jurnal diatas diposting, maka akun pendapatan sewa diterima di muka di buku besar
Nampak sebagai berikut:

         KEWAJIBAN
Pendapatan sewa diterima di muka
                          Apr.3
                          90.000,00




Sebelum anda melangkah lebih lanjut…(4-1)

Untuk mendapatkan kepastian bahwa anda memahami apa yang baru saja anda pelajari, jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut:

   1. Jelaskan perbedaan akuntansi dasar tunai dengan akuntansi dasar akrual
   2. Apakah pengaruh terhadap asset, beban, dan laba bersih, seandainya penyesuaian atas
       beban dibayar di muka tidak dilakukan?
   3. Apakah pengaruh terhadap kewajiban, pendapatan, dan laba bersih, seandainya
       penyesuaian untuk pendapatan diterima di muka tidak dilakukan?
   4. depresiasi periodik ?




   Beban seperti beban asuransi atau sewa biasanya dibayar perusahaan di muka artinya jasa
   belum kita terima tapi kita harus sudah membayar lebih dahulu. Seperti telah diterangkan di
   atas, pembayaran di muka seperti ini termasuk kelompok deferral. Di pihak lain sejumlah
   beban tertentu biasa dibayar di belakang. Artinya jasa sudah diterima atau dikonsumsi
   perusahaan. Tetapi pembayarannya baru di lakukan kemudian. Sebagai contoh adalah upah
pegawai harian yang pembayarannya dilakukan pada hari tertentu (misalnya hari sabtu).
   Jumlah upah yang telah menjadi kewajiban perusahaan tetapi sampai dengan akhir periode
   belum dibayar, merupakan beban dan kewajiban                perusahaan pada periode yang
   bersangkutan. Atas dasar itulah akrual sering disebut juga beban masih harus dibayar atau
   utang beban.

        GAJI & UPAH MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG GAJI & UPAH)
        Sebagai contoh, misalkan percetakan rapih mempunyai dua orang pegawai yang upahnya
        dihitung secara harian dan pembayarannya dilakukan pada setiap hari sabtu. Upah
        pegawai per hari adalah Rp10.000,00. Tanggal 30 april 2010 (akhir periode) jatuh pada
        hari jumat. Dengan demikian pada hari tersebut perusahaan telah mempunyai kewajiban
        untuk membayar upah selama 5 hari, yaitu untuk hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat.
        Dalam situasi seperti ini, perusahaan sudah mempunyai utang kepada pegawainya, karena
        upah selama 5 hari tersebut baru akan dibayar pada hari sabtu (tanggal 1 mei) sebesar 2
        (orang) x 5 (hari) x Rp10.000,00 = Rp100.000,00. Untul mengakui adanya kewajiban
        (utang) kepada pegawai pada akhir periode dan untuk membebanan gaji & upah yang
        belum dibayar tersebut, maka pada penyesuaian sebagai berikut:



                Gaji               &               upah
april    3      pegawai……………………………                                 100.000,00
                       utang           gaji            &
                upah……………………………                                                      100.000,00
                (pembebanan upah pegawai selama
                5 hari)




        BUNGA MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG BUNGA)

   Pada tanggal 2 april 2010, percetakan rapih             meminjam uang dari bank sebesar
   Rp2.000.000,00. Jangka waktu wesel adalah 1 tahun, dengan tingkat bunga 12% setahun.
Bunga wesel akan dibayar bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman wesel yang akan
   dilakukan pada tanggal 2 april 2011. Dengan demikian, pada akhir bulan april 2010 telah
   terutang bunga selama satu bulan,yaitu sebesar Rp20.000.000,00 (1/2 x12/100 x
   Rp2.000.0000,00). Pencatatan beban bunga bulan april dan penyesuaian sebagai berikut:

                Beban
april    30     bunga……………………………………………………                                        20.000,00
                  utang
                bunga……………………………………………………….                                                     20.000,00
                (pembebanan bunga bulan april 2010)




        PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA

 Seperti telah kita pelajari di atas, beban dapat terjadi sebelum perusahaan melakukan
 pembayaran, sehingga pada akhir periode menimbulkan kewajiban (utang). Demikian pula,
 perusahaan dapat memperoleh pendapatan padahal belum menerima uangnya. Hal demikian
 disebut Pendapatan masih akan masih diterima, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak
 perusahaan tetapi masih merupakan tagihan.

        Sebagai contoh, misalkan perusahaan percetakan rapih pada tanggal 30 april 2010 telah
 menyelesaikan sebuah pesanan seharga Rp150.000,00. Pesanan telah diserahkan kepada
 pemesan. Namun demikian hal ini belum Nampak dalam pembukuan perusahaan. Oleh karena
 itu, pada tanggal 30 april 2010, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian berikut:




                Piutang
april    30     usaha………………………………………………….                                   150.000,00
pendapatan
              percetakan……………………………………                                                 150.000,00
              (untuk mencatat pendapatan yang masih akan
              diterima)




ď‚§   NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN

Pada awal bab ini diterangkan bahwa langkah-langkah dalam siklus akuntansi dilakukan
dengan urutan sebagai berikut:

1) Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal.
2) Membukukan (posting) ayat – ayat jurnal ke buku besar.
3) Menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo akun yang ada di buku besar
    pada suatu saat tertentu.
4) Membuat jurnal penyesuaian dan membukukan angka-angkanya ke dalam akun-akun
    buku besar yang bersangkutan. Apabila data yang tercantum dalam neraca saldo tidak
    memerlukan penyesuaian, maka langkah keempat adalah menyusun laporan keuangan
    yang datanya diikuti dari neraca saldo tersebut. Akan tetapi jika data dalam pembukuan
    masih memerlukan penyesuaian seperti telah dibahas di atas, maka langkah berikutnya
    adalah:
5) Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan.
6) Menyusun laporan keuangan.


       Dalam contoh kasus percetakan rapih di atas, telah kita membuat 8 ayat jurnal
    penyesuaian. Apabila ayat-ayat jurnal tersebut dibukukan ke dalam buku besar, maka
    jumlah akun di buku besar akan berubah saldonya, bahkan muncul beberapa akun baru
    yang tidak ada dalam neraca saldo yang telah kita susun sebelumnya. Pada bab 3
    disebutkan bahwa salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk
    mempermudahkan penyusunan laporan keuangan. Tujuan ini berlaku apabila neraca
    saldo tidak memerlukan penyesuaian . Apabila data dalam neraca saldo masih harus
    disesuaikan lebih dahulu. Maka angka-angka dalam neraca saldo tidak sepenuhnya bisa
diikuti ke dalam laporan keuangan neraca saldo tidak sepenuhnya bisa dikutip ke dalam
       laporan keuangan oleh karena itu kita memerlukan neraca saldo yang baru, yang disebut
       neraca saldo setelah disesuaika.
          Neraca saldo setelah disesuaikan dapat dikerjakan langsung dari buku besar setelah
       jurnal penyesuaian dibukukan ke dalamnya. Apabila buku besar terdiri dari banyak akun,
       maka proses posting jurnal penyesuaian dan penyusunan neraca saldo yang baru, akan
       membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu agar penyusunan laporan
       keuangan dapat segera dikerjakan, maka neraca saldo setelah disesuaikan dapat segera
       diperoleh bantuan suatu kertas kerja yang terdiri atas tiga pasang kolom. Kolom pertama
       berisi data neraca saldo sebelum disesuaikan, kolom kedua memuat pendebetan dan
       pengkreditan untuk akun-akun yang perlu disesuaikan dan kolom ketiga berisi saldo
       sesudah disesuaikan. Apabila hal ini kita terapkan pada percetakan rapih, maka neraca
       saldo setelah disesuaikan akan Nampak pada kertas di bawah ini.



                        PERCETAKAN RAPIH
                                Penyusunan Neraca Saldo Setelah disesuaikan
                        30-Apr-10
                             Neraca                                                    Neraca
                        saldo                                                      saldo
                                                        Penyesuaian
Nama akun               sebelum                                                    setelah
                        disesuaikan                                                disesuaikan
                        D                 K             D             K            D              K
Kas                      2.145.000,00                                              2.145.000,00

                                                                                   665.000,00
Piutang usaha               515.000,00                  150.000,00

                                                                                   1.150.000,00
Perlengkapan             1.475.000,00                                 325.000,00
Asuransi dibayar di
                                                                                   40.000,00
muka                    60.000,00                                     20.000,00
Mesin cetak              4.800.000,00                                              4.800.000,00
Gedung                     9.000.000,00                                             9.000.000,00
Utang usaha                                1.700.000,00                                            1.700.000,
Utang wesel                                2.000.000,00                                            2.000.000,
Pendapatan sewa

                                                                                                   75.000,00
   Diterima di muka                       90.000,00       15.000,00
Modal, Budi                               13.480.000,00                                            13.480.000

                                                                                    500.000,00
Prive,Budi                500.000,00
Pendapatan
                                                                                                   2.400.000,
percetakan                                 2.250.000,00                150.000,00

                                                                                    15.000,00
Beban Advertensi          15.000,00

                                                                                    810.000,00
Gaji & upah pegawai       710.000,00                      100.000,00
Beban          macam-
                                                                                    300.000,00
macam                     300.000,00
                          19.520.000,00 19.520.000,00

                                                                                    20.000,00
Beban Asuransi                                            20.000,00
beban        pemakaian
                                                                                    325.000,00
perlengkapan                                              325.000,00
Beban        depresiasi
                                                                                    100.000,00
mesin                                                     100,000,00
akumulasi        depr.
                                                                                                   100.000,00
Mesin                                                                  100.000,00
Beban        depresiasi
                                                                                    150.000,00
Gedung                                                    150.000,00
Akumulasi        depr.
                                                                                                   150.000,00
Gedung                                                                 150.000,00
100.000,00
Utang gaji & upah                                                     100.000,00

                                                                                   20.000,00
Beban bunga                                              20.000,00

                                                                                                 20.000,00
Utang bunga                                                           20.000,00

                                                                                                 15.000,00
Pendapatan sewa                                                       15.000,00

                                                                                   20.040.000,00 20.040.000
                                                         880.000,00 880.000,00




     LAPORAN KEUANGAN




  Kolom terakhir dalam kertas kerja di atas memuat saldo-saldo akun yang telah disesuaikan.
  Data tersebut siap untuk disajikan dalam laporan keuangan. Berikut adalah laporan keuangan
  percetakan rapih yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca
  untuk bulan April 2010 yang datanya dikutip dari kertas kerja di atas.




                                    percetakan rapih
                                     laporan laba rugi
         untuk bulan yang terakhir tanggal 30 april 2010


pendapatan percetakan                                                      Rp2.400.000,00
pendapatan sewa                                                            15.000,00
              jumlah pendapatan                                            Rp2.415.000,00


beban usaha
beban advertensi                                        Rp15.000,00
    gaji & upah pegawai                                     810.000,00
    beban asuransi                                          20.000,00
    beban                  pemakaian
 perlengkapan                                               325.000,00
    beban depresiasi mesin                                  100.000,00
    beban depresiasi gedung                                 150.000,00
    beban bunga                                             20.000,00
    beban macam-macam                                       300.000,00




              jumlah beban                                                Rp1.740.000,00
             laba bersih                                                  RP 675.000,00




   ď‚§   ALTERNATIF LAIN

Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode dilakukan dengan tujuan agar data di buku
besar mencerminkan keadaan yang benar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum.
Ini berarti bahwa jurnal penyesuaian yang harus dibuat tergantung kepada yang sudah dicatat
sebelumnya, sebagaimana tercermin dalam neraca saldo sebelum disesuaikan. Hal ini terutama
berkaitan dengan pembayaran beban di muka dan penerimaan pendapatan diterima di muka (pos-
pos deferral). Untuk menjelaskan hal ini, marilah kita kembali pada pembukuan percetakan rapih
yang lalu.

       ASURANSI DIBAYAR DI MUKA

   Sebagaiman diuraikan di atas, pada tanggal 3 april 2010 percetakan rapih membayar premi
   asuransi untuk tiga bulan (april, mei, dan juni) sebesar Rp60.000,00. Premi asuransi adalah
   beban bagi perusahaan.
Dalam contoh yang lalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut dengan mendebet akun
   asuransi dibayar dimuka (sebuah akun asset ), sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo
   tanggal 30 april 2010. Akun asset ini dipilih dengan pertimbangan bahwa premi yang dibayar
   menyangkut lrbih dari satu periode.

         Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mendebet akun
   asset, melainkan mendebet akun beban, yaitu akun beban asuransi.

   Akun beban asuransi adalah contoh akun beban yang lebih saji (overstated) sebelum
   dilakukan posting ayat jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo setelah disesuaikan
   dalam akun beban asuransi sekarang berjumlah Rp20.000,00, yaitu beban asuransi selama
   satu bulan (april). Sementara itu akun asuransi dibayar di muka (akun asset) pada tanggal 30
   april akan menunjukkan jumlah premi untuk 2 bulan mendatang ( mei dan juni 2010) yang
   berjumlah Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00).

        PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA

   Percetakan rapih memiliki sebuah gedung yang sebagian ruangannya disewakan kepada
   perusahaan lain dengan tariff Rp15.000,00 sebulan. Sebagaimana diuraikan di atas, pada
   tanggal 3 april 2010 percetakan rapih menerima pembayaran sewa di muka untuk 6 bulan
   (bulan april sampai dengan oktober 2010) sebesar Rp90.000,00. Sewa adalah pendapatan
   bagi perusahaan. Dalam contoh yang lalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut
   dengan mengkredit      akun pendapatan sewa diterima di muka (sebuah akun kewajiban),
   sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30 april 2010. Akun kewajiban uni
   dipilih dengan pertimbangan bahwa sewa yang diterima menyangkut lebih dari satu periode.

        Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mengkredit akun
   kewajiban, melainkan mengkredit akun pendapatan, yaitu akun pendapatan sewa. Dengan
   demikian jurnal yang dibuat pada transaksi ini terjadi akan Nampak sebagai berikut:




april      3    kas                                           90.000,00
                   pendapatan sewa                                         90.000,00
(penerimaan       sewa   untuk   6
                 bulan)



  ď‚§   CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

  Berikut ini adalah Contoh (1) cara membuat jurnal penyesuaian ,(2) membukuan ayat-ayat
  jurnal penyesuaian ke dalam buku besar,(3) membuat kertas kerja untuk menyusun nearca
  saldo setelah disesuaikan ,dan (4) menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo
  yang telah disesuaikan.kasus yang digunakan untuk contoh ini adalah pembukuan Foto
  Studio Aneka untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010.




  Kolom hal.216




FOTO STUDIO ANEKA
Neraca Saldo
31 Desember 2010
Nama Akun                  Debit                  Kredit
kas                        Rp 52.350.000,00
surat berharga             10.000.000,00
piutang usaha              18.200.000,00
perlengkapan
                           96.150.000,00
fotografi
perlengkapan kantor        41.300.000,00
Asuransi           dibyr
                           10.000.000,00
dimuka
peralatan fotografi        480.000.000,00
peralatan kantor           115.000.000,00
Gedung                 1.000.000.000,00
Utang Usaha                                  Rp 12.000.000,00
Modal,Priyono                                1.363.000.000,00
pendptan Foto Studio                         457.650.000,00
Beban kantor           20.000.000,00
Gaji pegawai           22.000.000,00
Beban Advertensi       4.000.000
Pendapetan Bunga                             350.000,00
pengapatan sewa                              36.000.000,00
                       Rp                    Rp
                       1.869.000.000,00      1.869.000.000,00




  Informasi Tambahan :

  1.Masih harus diterima bunga dari investasi dalam obligasi yang bernilai nominal Rp
  10.000.000,00,bunga 6%.tanggal pembayaran bunga setiap 1 april dan 1 Oktober.

  2.Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember sebesar Rp 2.000.000,00.

  3.pendapatan sewa yang diterima dimuka ,Rp 6.000.000,00

  4.Asuransi dibayar dimuka per 31 Desember adalah Rp 4.000.000,00

  5.Depresiasi asset tetap dilaukun berdasarkan terif berikut:

    a).peralatan fotografi

    b).peralatan kantor 10% setahun

    c).Gedung 5% setahun

  6.perlengkapan yang masih tersisa adalah per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:

    a).perlengkapan fotografi Rp 32.400.000,00
b).perlengkapan kantor Rp 15.500.000,00

(a) JURNAL PENYESUAIAN

  (1) Piutang Usaha                          Rp150.000,00

       Pendapatan bunga                                        Rp 150.000,00

 (2) Gaji pegawai                            Rp 2.000.000,00

        Utanng Gaji                                            Rp 2.000.000,00

  (3) pendapatan sewa                        Rp 6.000.000,00

         Pendapatan sewa ditrima dimuka                        Rp 6.000.000,00

  (4) Beban Asuransi                         Rp 6.000.000,00

         Asuransi Dibyr Dimuka                                  Rp 6.000.000,00

  (5) a) Depresiasi peralatan Fotografi    Rp 96.000.000,00

            Akm. Depr.peralatan ftografi                        Rp 96.000.000,00

      b) Depresiasi peralatan kantor       Rp 11.500.000,00

            Akm. Depr. Geduperalatan kantor                     Rp 11.500.000,00

      c) Depresiasi Gedung                  Rp 50.000.000,00

           Akumulasi Depr.Gedung                                Rp 50.000.000,00

  (6) a) pmakaian perlngkpn Fotografi      Rp 63.750.000,00

            Perlengkapan fotografi                              Rp 63.750.000,00

      b) Beban Kantor                      Rp 25.800.000,00

            Perlengkapan Kantor                                  Rp 25.800.000,00
o PERTANYAAAN




BAGIAN A

1. Data yang tercantum dalam neraca saldo kadang-kadang perlu disesuaikan lebih
   dahulu sebelum data tersebut di cantumkan dalam laporan keuangan. Mengapa
   demikian?
2. Sebut dan jelaskan 6(enam) elemen ( akun) pokok yang ada di dalam neraca saldo
   yang biasanya memerlukan penyesuaian setiap akhir periode.
3. Di dalam proses penyesuaian dapat timbul akun-akun baru. Sebut dan jelaskan
   akun-akun baru yang muncul dari proses penyesuaian sebagai berikut:
   a. Depresiasi asset
   b. Penyerapan beban yang dibayar di muka
   c. Pengakuan terhadap utang pendapatan
   d. Pengakuan terhadap utang beban
   e. Pengakuan terhadap piutang pendapatan.
4. Jelaskan bagaimana perusahaan menentukan/ menghitung laba bersih, apabila:
   a. Digunakan dasar tunai (cash basis)
   b. Digunakan dasar akrual (accrual basis)
5. Perusahaan menerima sebuah mesin sebagai pembayaran atas jasa yang telah
   diselesaikan. Mesin tersebut mempunyai nilai buku sebesar Rp125.000,00 dan
   nilai wajarnya sebesar Rp140.000,00. Berapa besar pendapatan yang harus dicatat
   oleh perusahaan?
6. Mengapa pengambilan uang perusahaan oleh pemilik bukan merupakan beban?
   Jelaskan!
7. Laba bersih yang tercantum dalam laporan rugi-laba yang saudara susun adalah
   Rp30.000,00. Pimpinan perusahaan meragukan kebenaran laporan tersebut,
   dengan alasan bahwa jumlah penerimaan kas selama periode yang bersangkutan
   adalah Rp100.000,00 dan pengeluaran kasnya Rp50.000,00. Jelaskan tanggapan
   saudara terhadap keraguan pimpinan perusahaan di atas!
8. Jelaskan istilah-istilah berikut ini:
   a. Beban dibayar di muka.
   b. Pendapatan diterima di muka.
9. Jelaskan perbedaan antara sewa dibayar di muka dengan beban sewa.
10. Jelaskan mengapa pembelian perlengkapan dicatat dalam akun asset, bukan dalam
   akun beban!
11. Jika perusahaan mendebet akun beban perlengkapan pada asset perlengkapan
   tersebut dibeli, akun apa yang harus didebet dan dikredit pada akhir periode untuk
   mengambarkan jumlah perlengkapan yang masih dimiliki perusahaan?
12. Apa yang dimaksud dengan akun kontra (akun pengurang)? Berikan contoh akun
   kontra (akun kurang) yang digunakan dalam proses penyesuaian.
13. Pada awal tahun perusahaan menerima uang tunai dari pelanggan untuk
   pembayaran langganan majalah selama 3(tiga) tahun. Atas transaksi tersebut
   perusahaan mengkredit akun pendapatan diterima di muka.
   a. Perlukah dibuat penyesuaian setiap akhir periode akuntansi?
   b. Akun-akun apa saja yang terpengaruh oleh jurnal penyesuaian tersebut?
14. Jika perusahaan tidak melakukan penyesuaian untuk mencatat pendapatan yang
   diperoleh, karena uangnya belum diterima, bagaimana pengaruhnya terhadap
   laporan keuangan.
15. Dengan menggunakan “akuntansi dasar tunai”:
   a. Bagaimana pendapatan dicatat?
   b. Bagaimana beban dicatat?
16. Bagaimana kaitan antara prinsip “penandingan” dengan pencatatan penadapatan
   dan beban?
17. Bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan (neraca dan laporan laba-rugi)
   jika dibuat?
18. Apa yang dimaksud dengan depresiasi?
19. Mengapa perlu dibuat jurnal penyesuaian untuk beban yang telah terjadi tapi
   belum dicatat?
20. Sebutkan 2(dua)       manfaat yang dapat diberikan oleh neraca saldo setelah
   disesuaikan?
BAGIAN B


   Untuk setiap kesalahan berikut ini, tunjukkan apakah menyebabkan penyajian
   yang terlalu besar (TB). Terlalu rendah (TR), atau tidak terpengaruh (TT).
21. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat gaji yang telah
   menjadi hak para pegawai, tapi belum dibayar oleh perusahaan.

       Asset……………………………………..utang………………………..

       Beban…………………………………....laba bersih…………………..
22. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengakui bahwa
   perlengkapan kantor yang dimiliki perusahaan pada akhir periode telah
   digunakan/dikonsumsi sepanjang tahun.

       Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,,

       Beban………………………………….... laba bersih……………………..
23. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku bunga yang
   telah menjadi hak perusahaan atas investasi yang dilakukan perusahaan selama
   periode tersebut.



       Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,,

       Beban………………………………….... laba bersih……………………..


24. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku pendapatan
   sewa yang diperoleh karena uangnya belum diterima di muka.

       Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,,

       Beban………………………………….... laba bersih……………………..
25. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat depresiasi
   tahun yang bersangkutan.
Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,,

               Beban………………………………….... laba bersih……………………..
 ď‚§   LATIHAN 4-1

Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 desember 2010 (akhir periode
akuntansi), apabila pada tanggal tersebut terdapat hal-hal berikut:

 a. Masih harus dibayar gaji pegawai Rp3.600.000,00
 b. Asuransi dibayar di muka telah dipakai untuk tahun 2010 sebesar Rp450.000,00
 c. Masih harus diterima bunga Rp5.000.000,00.
 d. Pendapatan jasa diterima di muka telah menjadi pendapatan tahun 2010 sebesar
     Rp800.000,00.
 e. Beban depresiasi tahun 2010,Rp6.200.000,00
 ď‚§   LATIHAN 4-2

Seandainya penyesuaian dalam latihan 4-1 diatas tidak dibuat, hitunglah pengaruh (terlalu
tinggi atau terlalu rendah) terhadap laba bersih 2010 sebagai akibat tidak dilakukannya
penyesuaian tersebut.

 ď‚§   LATIHAN 4-3

 Buku besar perusahaan abadi pada tanggal 31 mei antara lain memuat akun-akun beserta
 saldonya (sebelum disesuaikan) sebagai berikut:

 Piutang usaha, Rp1.200.000,00; perlengkapan Rp600.000,00; utang gaji, Rp0,00; pendapatan
 jasa diterima di muka, Rp400.000,00; pendapatan jasa, Rp5.100.000,00; beban gaji,
 Rp1.200.000,00; beban perlengkapan, Rp0,00.

 Data untuk penyesuaian per 31 mei adalah sbagai berikut:

 a. Persedian perlengkapan, Rp200.000,00.
 b. Masih harus dibayar gaji pegawai,Rp100.000,00.
 c. Masih harus diterima pendapatan jasa,Rp350.000,00.
d. Pendapatan jasa diterima dimuka yang telah menjadi pendapatan Rp250.000,00.

Bukalah akun-akun T dan catatlah penyesuaian yang diperlukan langsung ke dalam akun-
akun T yang bersangkutan (cantumkan kode huruf transaksinya). Tentukan saldo akun
setelah disesuaikan.

ď‚§   SOAL

Perusahaan “Asahi” beroperasi selama satu periode akuntansi yang berakhir pada tanggal 31
desember. Berikut ini adalah informasi yang dapat digunakan sebagai pembuatan jurnal
penyesuaian yang diperlukan untuk menyesuaika saldo akun pada tanggal 31 desember.

a. Pada tanggal 1 januari, akun perlengkapan kantor memiliki saldo debet Rp210.000,00.
    Perlengkapan yang dibeli sepanjang tahun adalah Rp360.000,00 dan perhitungan fisik
    yang dilakukan menunjukkan bahwa perlengkapan yang ada pada akhir tahun berjumlah
    Rp180.000,00.
b. Pada tanggal 1 januari perusahaan melakukan pembayaran premi asuransi untuk jangka
    waktu 2 tahun sebesar Rp900.000,00 dan telah dicatat dengan mendebet akun asuransi
    dibayar di muka.
c. Peralatan yang dibeli tahun lalu seharga Rp14.000.000,00 diperkiraan memiliki umur
    ekonomis 8 tahun dan mempunyai nilai sisa sebesar Rp2.000.000,00. Pada tahun ini
    belum dilakukan penyesuaian untuk mencatat depresiasi yang terjadi.
d. Pada     tanggal 1 agustus diterima kas sebesar Rp4.000.000,00 untuk jasa yang akan
    diberikan di masa yang akan datang. Atas penerimaan ini, perusahaan sudah mencatat
    dengan mendebet kas dan mengredit pendapatan diterima di muka. Demikian pula pada
    tanggal 16 november diterima kas sebesar Rp4.300.00,00. Pada tanggal 31 desember
    ditentukan bahwa 100% dari penerimaan tanggal 1 agustus dapat diakui sebagai
    pendapatan pada tahun tersebut dan 40% dari penerimaan tanggal 16 november dapat
    pula diakui sebagai pendapatan pada tahun tersebut.
e. Gaji pegawai untuk 2 hari terakhir bulan desember sebesar Rp920.000,00 beum dibayar
    dan belum dicatat sebagai beban.
f. Pada tanggal 1 desember diperoleh pinjaman bank yang berjangka 3 bulan sebesar
   Rp8.000.000,00, dengan tingkat bunga sebesar 10%. Pada tanggal 31 desember belum
   ada bunga yang dibayar dan dicatat.
g. Pada tanggal 23 desember perusahaan        setuju untuk menyewa peralatan. Perjanjian
   menetapkan bahwa jangka waktu penyewaan tersebut tidak lebih lama dari dua puluh hari
   dan tidak lebih pendek dari empat hari dengan tarip sewa Rp60.000,00 per hari. Pada
   tanggal 31 desember, 6 hari kerja telah berlalu sejak persetujuan sewa ditandatangani.

  Soal

   Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 november 2010, untuk tiap
   informasi berikut ini:


   a. Beban gaji untuk bulan November sebesar Rp2.200.000,00 belum dicatat dan
         dibayar.
   b. Pada tanggal 1 november diterima wesel sebesar Rp12.000.000,00 dengan bunga
         sebesar 15% per tahun. Pinjaman beserta bunganya akan dibayar pada tanggal 1
         maret tahun depan.
   c. Pada tanggal 1 november diterima pendapatan untuk jangka waktu 3 bulan yaitu
         untuk bulan November dan desember tahun ini dan bulan januari tahun depan. Pada
         saat diterimanya pendapatan ini, perusahaan mencatatnya dengan mendebet akun kas
         dan mengkredit akun pendapatan yang diterima di muka sebesar Rp600.000,00.
   d. Pada tanggal 30 november terdapat saldo perlengkapan sebesar Rp460.000,00.
         Setelah dilakukan perhitungan fisik, ternyata persedian perlengkapan pada akhir
         bulan hanya tinggal Rp170.000,00.
   e. Pada tanggal 1 september tahun ini dibeli peralatan seharga Rp10.000.000,00.
         Peralatan ini mempunyai umur ekonomis 5 tahun dan taksiran nilai residunya (sisa)
         adalah Rp4.000.000,00.
   f. Pembayaran premi asuransi telah dicatat dengan mendebet akun asuransi dibayar
         dimuka dan mengkredit akun kas. Pada tanggal 30 nopember, premi asuransi yang
         terserap berjumlah Rp820.000,00.
g. Mulai tanggal 1 oktober tahun ini disewa sebuah ruangan took untuk jangka 6 bulan
             dengan tarif sewa sebesar Rp540.000,00 dan sewa ini telah dibayar di muka. Pada
             saat dilakukan pembayaran sewa tersebut, perusahaan mencatatnya dengan mendebet
             akun sewa dibayar dimuka dan mengkredit akun kas.
        h. Sebuah gedung yang harga pokoknya Rp48.000.000,00 didepresiasi denga tariff 5%
             per tahun. Gedung ini di peroleh tahun lalu.
        i. Beban bunga untuk bulan November 2010 belum dibayar sebesar Rp125.000,00.
        j. Pendapatan bunga atas investasi sebesar Rp540.000,00 per tahun. Bunga ini diterima
             setiap tanggal 1 april, 1 juli, dan 1 oktober.

SOAL

Perusahaan prima pada tanggal 30 april mempunyai neraca saldo sebagai berikut:

perusahaan prima
Neraca Saldo
31 April 2010
Nama Akun                                     Debit                    Kredit
Kas                                               RP 4.200.000,00
piutang usaha                                           3.900.000,00
surat berharga                                          3.000.000,00
perlengkapan kantor                                       600.000,00
Asuransi dibyr dimuka                                     900.000,00
Tanah                                                 18.500.000,00
Utang Usaha                                                            Rp 1.570.000,00
pendapatan komisi diterima di muka                                        2.320.000,00
pendapatan      konsultasi   diterima    di
muka                                                                      9.460.000,00
utang hipotik                                                            10.000.000,00
Modal tuan prima                                                         15.000.000,00
beban gaji                                              5.800.000,00
beban perlengkapan                                        400.000,00
bebam telepon                                        250.000,00
 beban perjalanan                                     620.000,00
 beban lain-lain                                      180.000,00
                                           Rp38.350.000,00         Rp38.350.000,00




Informasi tambahan:

   a. Pada tanggal 1 april dibayar premi asuransi sebesar Rp900.000,00 untuk jangka waktu 3
        tahun.
   b. Honor konsultasi yang diperoleh dan menjadi hak perusahaan adalah Rp9.220.000,00.
   c. Berdasarkan perhitungan fisik terhadap persedian perlengkapan diperoleh informasi
        bahwa persedian perlengkapan yang ada pada akhir bulan berjumlah Rp440.000,00.
   d. Pendapatan komisi untuk bulan tersebut adalah Rp1.500.000,00.
   e. Bunga hipotik dibayar setiap empat bulan sekali mulai bulan januari denga tarif bunga
        sebesar 15% per tahun.
   f. Perusahaan melakukan investasi pada surat-surat berharga mulai tanggal 1 april, dengan
        tingkat bunga 12% per tahun. Bunga di bayarkan setiap tanggal 1 april dan tanggal 1
        oktober.

   Diminta:

   1. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 april.
   2. Buatlah akun “ T” dan cantumkan saldo yang ada dineraca saldo selanjutnya bukukanlah
        jurnal penyesuaian yang telah dibuat.
   3. Susunlah neraca saldo yang telah disesuaikan.
   4. Buatlah laporan laba-rugi untuk bulan april.

Soal:

Neraca saldo sebelum di sesuaikan perusahaan angkutan cepat dan aman Nampak sebagai
berikut:
PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT & AMAN
                                 Neraca Saldo
                                31 Desember 2010
Nama Akun                                Debet                        Kredit
Kas                                                 Rp 2.990.000,00
Piutangj usaha                                           775.000,00
Asuransi di bayar di muka                              4.500.000,00
Perlengkapan kentor                                   10.000.000,00
Investasi dalam saham                                  4.500.000,00
Peralatan kantor
Akumulasi depresiasi peralatan kantor                                      Rp 2.000.000,00
Truk                                                  54.000.000,00
Akumulasi depresiasi truk                                                       14.000.000,00
Gedung                                               160.000.000,00
Akumulasi depresiasi gedung                                                     35.000.000,00
Tanah                                                 51.000.000,00
Pendapatan diterima di muka                                                      2.075.000,00
Utang wesel                                                                    144.000.000,00
Modal, Daniel                                                                   65.000.000,00
Prive,daniel                                          29.000.000,00
Pendapatan angkutan                                                            118.325.000,00
Beban gaji pegawai kantor                             13.745.000,00
Beban gaji sopir dan kernet                           32.950.000,00
Bensin, oli, dan pemeliharaan                          3.525.000,00
Beban bunga                                           12.930.000,00


Jumlah                                             Rp380.400.000,00      Rp 380.400.000,00
Diminta:




1.    Bukalah akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo ditambah akun-akun berikut:
      utang gaji; beban asuransi; beban perlengkapan; beban depresiasi peralatan kantor; beban
      depresiasi truk; beban depresiasi gedung. Cantumkan saldo yang terdapat dalam neraca
      saldo pada akun yang bersangkutan.

2.    Buatlah jurnal penyesuaian dengan menggunakan informasi

      berikut:

      a.     Beban asuransi tahun ini, rp.820.00,00

      b.     Perlengkapan yang masih ada dalam persediaan, rp 165.000,00

      c.     Depresiasi peralatan kantor, rp545.000,00.

      d.     Depresiasi truk, Rp 5.300.000,00

      e.     Depresiasi gedung, rp6.700.000,00

      f.     Dari pendapatan diterima di muka sebesar Rp2.075.000,00

             Sejumlah Rp1.700.000,00 di antaranya telah menjadi pendapatan tahun 2010.

      g.     Pendapatan jasa angkutan yang telah menjadi hak perusahaan, tetapi belum di
             catat Rp315.000,00

      h.     Gaji sopir dan kernet yang masih harus di bayar,rp730.000,00.

3.    Buatlah neraca saldo setelah di sesuaikan,laporan rugi-laba tahun 2010 laporan
      perubahan modal tahun 2010, dan neraca per 31 desember 2010 dengan klasifikasi yang
      baik. (catatan: saldo akun modal Daniel, yang Nampak dalam neraca saldo di atas terdiri
      atas saldo per 31 desember 2009, ditambah dengan tambahan investasi yang di lakukan
      Daniel pada tanggal 1 januari 2010 sebesar Rp50.000.000,00)
SOAL:

Perusahaan jasa Bermuda mempunyai neraca saldo yang belum disesuaikan pada tanggal 30
nopember 2010 sebagai berikut:

                     Perusahaan Jasa Bermuda
                           Neraca Saldo
                       30 Nopember 2010
        Nama Akun                    Debet
 Kas                                Rp4.600.000,00
 Piutang usaha                        3.800.000.00
 Asuransi dibayar dimuka                  960.000,00
Perlengapan kantor                        320.000,00
Peralatan kantor                      7.200.000,00
Utang usaha                                                   Rp3.330.000,00
Pendapatan diterima dimuka                                           800.000,00
Modal,tuan barry                                                 9.000.000,00
Prive,tuan barry                      1.400.000,00
Pendapatan komisi                                               27.410.000,00
Beban gaji                           19.200.000,00
Beban sewa                            1.800.000,00
Beban perjalanan                          920.000,00
Beban lain-lain                           340.000,00
                                   Rp40.540.000,00           Rp40.540.000,00




       Informasi tambahan:



       a. Beban asuransi untuk bulan nopember adalah Rp160.000,00.
b. Berdasarkan perhitungan fisik,diperoleh informasi bahwa persediaan perlengapan
    kantor pada akhir periode berjumlah Rp140.000,00.
c. Gaji karyawan bulan nopember, perusahaan menerima pendapatan yang diterima di
    muka dari tokoh angsa sebesar Rp800.000,00
d. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan untuk bulan nopember dan desember.
e. Peralatan kantor diperkirakan memiliki umur ekomomis 8 tahun tanpa nilai sisa.




Diminta:

1. Buatlah jurnal penyesuaian untuk bulan Nopember 2010.
2. Buatlah akun “T” untuk tiap akun yang ada pada neraca saldo yang belum disesuaikan
   dan masukkan saldo-saldo yang ada pada akun yang bersangkutan. Kemudian
   bukukanlah jurnal penyesuaian yang sudah pada butir 1 ke dalam akun yang
   bersangkutan,dan tentukan saldo yang sudah disesuaikan.
3. Buatlah neraca saldo yang sudah disesuaikan.
4. Buatlah laporan laba-rugi,laporan perubahan modal,dan neraca.
Soal 4-9

Berikut ini adalah neraca saldo yang dimiliki oleh perusahaan angkasa pada akhir bulan pebruari
2010:

                                PERUSAHAAN ANGKASA
                                     Neraca Saldo
                                    28 Pebruari 2010
 Nama Akun                              Neraca Saldo                   Nama Saldo
                                         Sebelum Disesuaikan           Setelah Disesuaiakan
 Kas                                                Rp 3.535.000,00           Rp 3.535.000,00
 Piutang komisi                                                                     175.000,00
 Perlengkapan kantor                                    1.490.000,00                880.000,00
 Asuransi di bayar di muka                              1.270.000,00                720.000,00
 Sewa dibayar di muka                                   1.200.000,00                900.000,00
 Mesin                                                  8.800.000,00              8.800.000,00
 Akuml. Depresiasi mesin                                1.200.000,00              1.480.000,00
 Kendaraan                                              3.700.000,00              3.700.000,00
 Akuml, depr, kendaraan                                  800.000,00                 910.000,00
 Utang usaha                                            1.010.000,00              1.010.000,00
 Utang wesel                                            1.500.000,00              1.500.000,00
 Utang gaji                                                                         410.000,00
 Utang pajak                                                                         40.000,00
 Utang bunga                                                                         25.000,00
 Pendapat komisi diterima di muka                        320.000,00                 210.000,00
 Modal. Tuan abiding                                   10.000.000,00             10.000.000,00
 Prive, tuan abiding                                    3.700.000,00              3.700.000,00
 Pendapatan komisi                                     15.400.000,00             15.685.000,00
 Beban gaji                                             6.200.000,00              6.610.000,00
 Beban sewa                                                                         300.000,00
 Beban perlengkapan kantor                                                          610.000,00
 Depresiasi mesin                                                                   280.000,00
Depresiasi kendaraan                                                            110.000,00
 Beban asuransi                                                                  550.000,00
 Beban bunga                                                                      25.000,00
 Beban lain-lain                                       170.000,00                170.000,00
 Beban pajak                                           165.000,00                205.000,00
                                                 Rp 30.820.000,00          Rp 31.270.000,00



Diminta:

Analisa yang ada pada data neraca saldoj tersebut, dan buatlah jurnal penyesuaian yang
menjelaskan perubahan dalam saldo akun dari neraca saldo sebelum disesuaikan ke neraca saldo
setelah disesuaikan.
soal 4-10

Laporan laba-rugi perusahaan angsa putih untuk bulan oktober adalah

sebagai berikut:

                         PERUSAHAAN ANGSA PUTIH
                             Laporan Rugi-Laba
                Untuk Bulan Yang Berakhir Tanggal 31 Oktober 2010
 Pendapatan:
 Pendapatan konsultasi                          Rp 18.700.000,00
 Pendapatan sewa                                       600.000,00
 Pendapatan bunga                                      100.000,00
                                                                      Rp 19.400.000,00
 Beban-beban:
 Gaji                                           Rp 11.200.000,00
 Sewa                                                1.900.000,00
 Perjalanan                                            720.000,00
 Iklan                                                 450.000,00
 Depresiasi                                            120.000,00
 Perlengkapan kantor                                   110.000,00
 Bunga                                                 260.000,00
 Reparasi                                               60.000,00
 asuransi                                               90.000,00
                                                                         14.910.000,00
 Laba bersih                                                           Rp 4.490.000,00
Neraca saldo sebelum disesuaikan adalah sebagai berikut:

                            PERUSAHAAN ANGSA PUTIH
                                        Neraca Saldo
                                    31 Oktober 2010
 Nama Akun                      Debet                              Debet
 Kas                                          Rp 2.160.000,00
 Piutang usaha                                   3.980.000,00
 Piutang wesel                                  12.000.000,00
 Asuransi dibayar di muka                        1.080.000,00
 Perlengkapan kantor                               560.000,00
 Peralatan kantor                               13.200.000,00
 Utang usaha                                                               Rp 3.370.000,00
 Sewa diterima di muka                                                        1.800.000,00
 Utang wesel                                                                  4.000.000,00
 Modal,tuan omar                                                             20.500.000,00
 Prive,tuan omar                                 1.400.000,00
 Pendapatan konsultasi                                                       18.700.000,00
 Beban gaji                                     10.600.000,00
 Beban sewa                                      1.900.000,00
 Beban perjalanan                                  720.000,00
 Beban advertensi                                  450.000,00
 Beban bunga                                       260.000,00
 Beban reparasi                                        60.000,00
                                             Rp 48.370.000,00              Rp 8.370.000,00




Diminta:
1.   Analisislah data yang ada pada neraca saldo dan laporan rugi-laba di atas untuk
     menemukan:

     (a)    perubahan yang terjadi pada masing-masing akun kerena adanya penyesuaian,dan

     (b)    akun baru yang muncul karena adanya penyesuaian.

2.   Buatlah jurnal penyesuaian yang dapat mengungkapkan dan menjelasakn perubahan pada
     masing-masing akun dari nerca saldo sebelum disesuaikan kelaporan laba-rugi.
Akuntansi

Akuntansi

  • 1.
    BAB: 4 ď‚§ MENGAPA DIPERLUKAN PENYESUAIAN Pembuatan penyesuaian pada umumnya berkaitan dengan penentuan laba bersih perusahaan. seperti kita ketahui, tujuan utama perusahaan adalah mendapatkan laba, sehingga penentuan laba yang tepat adalah merupakan salah satu fungsi akuntansi yang sangat penting. Sehubungan dengan hal ini dalam akuntansi dikenal beberapa konsep dari prinsip yang erat kaitannya dengan penentuan laba yang akan diterangkan dalam uraian berikut, yaitu konsep akuntansi akrual, asumsi periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip penandingan. DASAR AKRUAL DAN DASAR TUNAI Akuntansi mengenal dua dasar yaitu dasar akrual dan dasar tuani. Dalam dasar akrual, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran beban, maka transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau beban. Tanpa memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan, sebaliknya apabila digunakan dasar tunai, transaksi pendapatan dan beban hanya akan dicatat apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas. Dasar akrual yaitu, akuntansi mengakui pengaruh transaksi pada saat transaksi tersebut terjadi. Apabila terjadi transaksi pemberian jasa, penjualan barang, atau pengeluaran biaya, maka transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam pembukuan sebagai pendapatan atau biaya, tanpa memandang apakah kas sudah diterima atau dikeluarkan. Dasar tunai, dalam akuntansi hanya akan dilakukan pencatatan apabila terjadi penerimaan atau pengeluaran kas. Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki agar perusahaan menggunakan dasar akrual. Hal ini berarti bahwa pendapatan harus diakui pada saat pendapatan diperoleh, dan biaya diakui pada saat biaya tersebut terjadi-tanpa memandang apakah kas dari transaksi tersebut telah diterima atau dibayar.
  • 2.
    Contoh dapat dilihat"Praktek Menjurnal, Posting, dan Neraca Saldo" tepatnya transaksi pada tanggal 30 Januari: Tuan budi mengakui adanya pendapatan untuk penyerahan jasa yang dilakukan secara kredit. Tuan budi telah memperoleh pendapatan pada saat itu, karena usahanya telah mendatangkan suatu piutang dagang, yaitu suatu tagihan yang sah terhadap si pemesan. Seandainya Tuan-Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia tidak akan mencatat adanya pendapatan pada saat ia menyerahkan pesanan barang cetakan, tetapi tuan Abadi baru akan mengakui adanya pendapatan setelah ia menerima kas dari si pemesan Mengapa Prinsip Akuntansi Indonesia menghendaki pemakaian dasar akrual? Alasannya adalah karena penggunaan dasar akrual akan menghasilkan informasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan penggunaan dasar tunai. Hal ini penting, karena semakin lengkap data yang disajikan, akan semakin baik informasi yang diterima pengambil keputusan dalam menilai kesehatan keuangan dan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Sebagai misal, dalam contoh Tuan Abadi telah menyelesaikan pesanan sebelum akhir periode akuntansi, tetapi kas dari si pemesan baru diterima setelah melewati akhir periode. Jika tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka dalam laporan keuangannya tidak akan nampak pendapatan maupun piutang sebagai akibat dari transaksi tersebut. Akibatnya laporan keuangan tidak memberikan gambaran yang sesungguhnya. Pendapatan dan aktiva piutang dagang akan dilaporkan terlalu rendah, sehingga perusahaan kelihatan kurang berhasil dibanding dengan keadaan yang sebenarnya. Seandainya tuan Abadi akan menggunakan laporan keuangan tersebut untuk meminta kredit ke Bank, maka situasi tersebut bisa merugikan dirinya. Tuan Abadi juga menerapkan dasar akrual dalam pencatatan biaya. Sebagai contoh selain biaya gaji yang sudah dibayar termasuk pula gaji yang sudah terutang kepada para pegawai tetapi masih belum dibayar. Tuan Abadi mengakui kewajiban untuk membayar kepada para pegawainya sebagai biaya gaji, walaupun pada saat itu belum dilakukan pembayaran. Apabila tuan Abadi menggunakan dasar tunai, maka ia hanya akan mencatat gaji pegawai yang sudah dibayarnya. Misalkan tuan Abadi belum membayar gaji salah seorang pegawainya, dan laporan keuangan disusun sebelum ia membayar gaji tersebut, maka biaya gaji dan utang gaji akan menjadi lebih rendah dari jumlah yang sesungguhnya, dan perusahaan akan kelihatan lebih berhasil dari keadaan yang sesungguhnya. Informasi yang tidak lengkap ini akan menghasilkan
  • 3.
    informasi yang tidakakurat bagi para pemakai laporan. Konsep yang digunakan dalam dasar akrual adalah periode akuntansi, prinsip pendapatan, dan prinsip mempertandingkan (matching). PERIODE AKUNTANSI Apabila kita ingin mengetahui dengan pasti keberhasilan operasi perusahaan, maka cara yang paling ekstrem adalah dengan menghentikan operasi perusahaan, menjual semua asset, melunasi semua hutang dan mengembalikan kas yang tersisa kepada pemilik perusahaan Cara yang paling ideal untuk menilai keberhasilan operasi perusahaan adalah dengan cara menghentikan usaha perusahaan, menjual semua harta, melunasi semua utang, dan mengembalikan kas yang tersisa kepada para pemilik perusahaan atau yang disebut likuidasi. Namun para pengguna laporan keuangan tidak bisa menunggu sedemikian lama untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi suatu perusahaan perlu dibagi menjadi periode-periode akuntansi. Jangka waktu suatu periode akuntansi pada umumnya adalah satu tahun dan pada akhir periode akuntansi tersebut perusahaan membuat laporan keuangan tahunan. Periode akuntansi yang lazim adalah dimulai dari tangga 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Namun ada pula perusahaan yang menetapkan periode akuntansinya secara lain, sesuai dengan kebutuhan intern perusahaan, misalnya dimulai dari tanggal 1 April dan diakhiri pada tanggal 31 Maret tahun berikutnya. Terkadang manajemen perusahaan ingin segera mengetahui perkembangan perusahaan yaitu dengan cara membuat laporan keuangan sebelum berakhirnya periode akuntansi, misalnya akhir kwartal. Laporan seperti ini disebut laporan keuangan interim. Penetapan periode akuntansi akan berpengaruh terhadap laba periodik perusahaan. Pengaruh tersebut akan terlihat dalam penerapan prinsip penandingan yang akan diterangkan kemudian. PRINSIP PENDAPATAN Prinsip pendapatan mengatur tentang (1) kapan pendapatan dicatat dan (2) jumlah pendapatan yang dicatat. Pembahasan tentang prinsip pendapatan berikut ini akan ditekankan pada
  • 4.
    pembuatan jurnal, karenapenjurnalan adalah merupakan tindakan yang pertama dalam kegiatan proses akuntansi. Prinsip umum yang menjadi pedoman dalam menentukan kapan pencatatan pendapatan dilakukan, menetapkan bahwa pendapatan dicatat pada saat diperoleh, yaitu pada saat perusahaan menyerahkan barang atau jasa yang telah selesai dikerjakan kepada konsumen (si pemesan). Dua situasi berikut ini dapat menjadi pedoman untuk menentukan kapan suatu pendapatan akan dicatat adalah: Situasi 1. Tidak memerlukan pencatatan pendapatan. Seorang calon konsumen datang ke kantor Percetakan "RAPIH" dan menyatakan keinginannya untuk memesan beberapa macam barang cetakan. Pesanan direncanaka baru akan disampaikan pada bulan yang akan datang. Kejadian ini tidak perlu dicatat sebagai pendapatan karena belum terjadi transaksi apapun. Situasi 2. Harus dicatat sebagai pendapatan. Pada bulan berikutnya konsumen tersebut datang lagi dan memesan sejumlah barang cetakan. Pesanan dapat diselesaikan oleh percetakan "RAPIH" dalam waktu satu minggu. Dengan diserahkannya pesanan yang disertai dengan faktur maka percetakan "RAPIH" harus mencatat terjadinya pendapatan jasa percetakan. Apabila konsumen langsung melakukan pembayaran maka transaksi ini akan dicatat dengan mendebet rekening Kas, dan apabila pembayaran dilakukan kemudian maka yang didebet adalah rekening piutang dagang. Prinsip umum mengenai pencatatan jumlah pendapatan menetapkan bahwa pendapatan dicatat sebesar nilai tunai barang atau jasa yang diserahkan kepada konsumen. Misalkan dari transaksi di atas harga normal pemesanan adalah Rp 60.000,00 tetapi karena percetakan "RAPIH" mengharapkan konsumen tersebut bisa menjadi langganannya maka untuk konsumen tersebut diberikan harga khusus sebesar Rp 50.000,00. Maka jumlah yang harus dicatat sebagai pendapatan adalah sebesar Rp 50.000,00 karena nilai kas yang akan diterima adalah Rp 50.000,00 bukan Rp 60.000,00. PRINSIP PENANDINGAN Prinsip Penandingan [Pengakuan Beban] Pengakuan beban umumya terkait pada pengakuan pendapatan dan ini disebut dengan prinsip penandingan [matching principle]. Prinsip ini
  • 5.
    menyatakan bahwa bebanharus dikaitkan dengan pendapatan pada periode dimana usaha untuk memperoleh pendapatan dilakukan. Beban tidak diakui ketika kas dibarkan, atau ketika pekerjaan dilakuakn, atau ketika barang diproduksi. Tetapi, beban diakui ketika tenaga kerja [jasa] atau barang benar2 berkontribusi terhadap pendapatan. Namun, terkadang sulit untuk menetukan periode akuntansi di mana beban berkontribusi terhadap pendapatan. Oleh karena itu, beberapa pendekatan dibuat untuk mengaitkan beban dan pendapatan di laporan laba-rugi. Untuk mengerti pendekatan ini, kita harus mengerti sifat dari beban. Biaya adalah sumber dari beban. Biaya yang menghasilkan pendapatan hanya pada periode akuntansi berjalan segera dibebankan. Beban2 ini dilaporkan sebagai beban operasional di laporan laba-rugi. Contohnya antara lain adalah biaya untuk pengiklanan, gaji penjualan, dan perbaikan. Beban2 ini sering disebut dengan harga perolehan [biaya] yang kedaluwarsa [expired cost]. Biaya akan mengahasilkan pendapatan pada periode akuntansi di masa mendatang diakui sebgai aset. Contohnya antara lain persediaan barang dagang, beban dibayar dimuka, dan aset pabrik. Biaya2 ini disebut dengan harga perolehan [biaya] yang belum kadaluwarsa [unexpired cost]. Biaya perolehan yang belum kadaluwarsa berubah menjadi beban dalam 2 cara, Harga pokok penjualan Harga perolehan [biaya] yang ditanggung sebagai persediaan barang dagang menjadi beban ketika persediaan tersebut terjual. Biaya2 ini dibebankan sebagai harga pokok penjualan pada periode ketika penjualan terjadi. Oleh akrena itu, terdapat penandingan langsung antara beban dengan pendapatan. Beban operasional. Harga perolehan yang belum kadaluwarsa lainnya menjadi beban operasional melalui penggunaan atau konsumsi [ seperti pada kasus persediaan toko] atau melalui berlalunya waktu [seperti pada kasus asuransi dibayar dimuka]. Biaya perolehan aset pabrik dan sumber daya berumur panjang lainnya dibebankan melalui metode alokasi rasional dan sistematis – depresiasi
  • 6.
    atau amortisasi periodik.Beban operasional berkontribusi terhadap pendapatan untuk periode tersebut, namun hubungan beban operasional dengan pendapatan tidak lebih langsung dari harga pokok penjualan. Sejumlah beban lain tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan. Sebagai contoh, bila perusahaan harus bayar sewa gedung setiap bulan, maka dengan tidak tergantung pada ada atau tidaknya pendapatan. Beban sewa gedung tetap harus dibayar. Untuk beban-beban semacam ini, pedoman umum yang diikuti dalam akuntansi ialah mengaitkan beban dengan suatu periode waktu tertentu, misalnya perbulan sewa yang harus dibayar perusahaan adalah Rp 500.000,00 maka perusahaan akan mencatat beban sewa gedung sebesar Rp 500.000,00 setiap bulan. PRINSIP AKUNTANSI DAN PENENTUAN LABA BERSIH rekening yang tercantum dalam Neraca Saldo harus sesuai dengan prinsip dan konsep di atas (menunjukkan keadaan sebenarnya). Apabila diamati akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo, maka akan kita jumpai bahwa kebanyakan akun dapat dikutip langsung dari neraca saldo kedalam laporan keuangan tanpa perubahan. Namun beberapa akun yang lain memerlukan penyesuaian terlebih dahulu. ď‚§ DUA KATEGORI JURNAL PENYESUAIAN penyesuaian atas pendapat dan beban akan berdampak pada asset dan kewajiban, dan pada akhirnya akan berdampak juga pada modal perusahaan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan proses penyesuaian adalah : 1) Agar setiap akun nominal (akun-akun pendapatan dan akun-akun beban) menunjukan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode akuntansi. 2) Agar setiap akun ini, khususnya akun-akun asset dan akun-akun kewajiban, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Sebagian besar penyesuaian yang harus dilakukan pada akhir periode dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok deferral dan kelompok akrual.
  • 7.
    Kelompok deferral timbuldari pencatatan akuntansi yang dilakukan sedemikian rupa sehingga terjadi penundaan pengakuan suatu beban atau suatu pendapatan. Deferral atau penundaan bisa berupa penundaan pengakuan beban atau penundaan pengakuan pendapatan seperti di uraikan di bawah ini. Beban ditunda (deferred expenses) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat sebagai Asset, tetapi diharapkan akan menjadi beban untuk kurun waktu tertentu atau melalui operasi normal perusahaan. Perlengkapan dan asuransi dibayar dimuka yang disebutkan di atas adalah contoh beban ditunda. Ketika perusahaan membeli perlengkapan, transaksi ini dicatat dengan mendebet asset yaitu akun perlengkapan. Ketika perlengkapan dipakai, maka asset perlengkapan berubah menjadi beban perlengkapan. Hal yang sama terjadi pada asuransi yang akan berlaku untuk beberapa waktu ke depan, perusahaan mencatatnya dalam aku asset asuransi dibayar di muka. Dengan berlalunya waktu maka sebagian demi sebagian asset ini berubah menjadi beban asuransi. Beban ditunda sering disebut juga beban dibayar di muka. Pendapatan ditunda (diferred revenue) adalah pos-pos yang pada awal terjadi dicatat sebagian kewajiban, tetapi diharapkan akan menjadi pendapatan untuk kurun waktu tertentu atau melalui operasi normal perusahaan. Contoh pendapatan ditunda misalnya pendapatan sewa diterima di muka dan pendapatan langganan majalah diterima di muka. Ketika perusahaan menerima uang sewa dari si penyewa untuk beberapa bulan ke depan, perusahaan mencatat transaksi itu dengan mendebet kas dan mengkredit akun kewjiban yang disebut sewa diterima di muka ini sebagian demi waktu maka uang sewa yang diterima di muka ini sebagian demi sebagian berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan sewa. Hal yang sama terjadi pada penerimaan uang langganan majalah pada sebuah perusahaan penerbit majalah. Jika perusahaan menerima uang langganan majalah di muka yang akan berlaku untuk beberapa nomor penerbitan atau beberapa bulan dari pelanggan, transaksi itu pada awalnya dicatat dengan mengkreditan akun kewajiban yang disebut pendapatan langganan majalah diterima di muka. Kelak setelah majalah terbit nomor demi nomor, maka pendapatan diterima di muka ini akan berubah menjadi pendapatan yang disebut pendapatan langganan majalah.
  • 8.
    Kelompok akrual timbuldari keterlambatan pencatatan akuntansi yang terjadi sedemikian rupa sehingga perusahaan belum mencatat beban yang sudah terjadi serta pendapatan yang telah terjadi ha perusahaan. Akrual bisa berupa beban yang masih harus dibayar atau pun pendapatan yang masih akan diterima (disebut juga piutang pendapatan), seperti akan diterangkan di bawah ini. Beban masih harus dibayar adalah beban yang telah terjadi dan sudah menjadi kewajiban perusahaan , tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Contoh, gaji pegawai yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dibayar dan belum dicatat. Beban yang masih harus dibayar sering disebut juga utang beban. Pendapatan masih akan diterima adalah pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, tetapi belum dicatat dalam pembukuan. Contoh, pendapatan sewa yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi sampai akhir periode akuntansi belum dicatat. Contoh lain, pendapatan jasa yang masih akan diterima yaitu pendapatan jasa yang telah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat . pendapatan yang masih akan diterima disebut piutang pendapatan. Bagaimana anda membedakan antara deferral dan akrual? Deferral biasanya timbul ketika kas diterima atau dibayar pada periode ini tetapi pendapatan atau beban yang bersangkutan baru diakui pada periode berikutnya. Akrual biasanya timbul ketika pendapatan atau beban dicatat bersangkutan baru akan dilakukan pada periode yang akan datang. Perbedaan ini dilukiskan pada gambar 4-1 berikut ini : Periode ini Periode berikutnya Kas diterima atau dibayar pendapatan atau beban dicatat Deferal pendapatan atau beban Akrual dicatat kas diterima atau dibayar
  • 9.
    ď‚§ JURNAL PENYESUAIAN penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya. Tujuan Penyesuaian : - Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode - Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan beban menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu pendapatan dan beban dari suatu periode dengan periode yang lain. 1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses) 2. Penyusutan aktiva tetap (depreciation of fixed asset) 3. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense) 4. Pendapatan masih akan diterima (accrued receivable) 5. Pendapatan diterima di muka (deferred revenue) Perusahaan Percetakan " RAPIH " Neraca saldo 31 April 2010
  • 10.
    Nama Akun debet Kredit Kas RP 2.145.000,00 Rp piutang usaha 515.000,00 perlengkapan 1.475.000,00 Asuransi dibayar dimuka 60.000,00 mesin cetak 4.800.000,00 Gedung 9.000.000,00 Utang usaha - 1.700.000,00 Utang wesel - 2.000.000,00 pendapatan sewa diterima di muka - 90.000,00 Modal, Budi - 13.480.000,00 Prive, Budi 50.000,00 Pendapatan percetakan - 2.250.000,00 Beban advertensi 15.000,00 Gaji & upah pegawai 710.000,00 beban macam-macam 300.000,00 Rp 19.520.000,00 Rp19.520.000,00 BEBAN DIBAYAR DI MUKA Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang. Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.
  • 11.
    ASURANSI DIBAYAR DIMUKA Perusahaanpercetakan Rapih mengasuransikan mesin-mesin cetaknya pada sebuah perusahaan asuransi. Sehubungan dengan itu percetakan Rapih harus membayar premi asuransi yang besarnya Rp 20.000,00 per bulan. Pada tanggal 2 april 2010, perusahaan membayar premi asuransi untu 3 bulan sekaligus yaitu untuk bulan april,mei, dan juni 2010. Jurnal yang telah dibuat untuk mencatat transaksi pembayaran premi asuransi diatas adlah sebagai berikut (lihat ayat jurnal pada bab 3 halaman 137) April 2 Asuransi dibayar di muka………. 60.000,00 kas……………………………………….. 60.000,00 pembayaran premi asuransi di muka) Setelah ayat di atas diposting, maka akun asuransi dibayar di muka didalam buku besar akan memiliki saldo debet sebesar Rp60.000,00. Aset Asuransi dibayar di muka Apr. 2 60.000,00 Neraca saldo percetakan rapih tanggal 3 april 2010 di atas memuat saldo debet aku asuransi dibayar di muka sebesar Rp60.000,00. Sepanjang bulan april, akun asuransi dibayar dimuka memuat jumlah ini, padahal tidak lagi berjumlah Rp60.000,00. Mengapa? 1/4 30/4 31/5 30/ 6 beban 1 2 3 Rp20.000,00 Rp20.000,00 Rp20.000,00
  • 12.
    pada tanggal 30april, asuransi dibayar di muka harus dikurangi dengan jumlah premi untuk masa yang telah dilalui premi satu bulan (april 2010) dari jumlah yang telah dibayar di muka, atau 1/3 dari jumlah yang telah dibayar. Sebagaimana telah dijelasin di muka, asset yang telah terpakai akan berubah menjadi beban. Ayat jurnal penyesuaian akan memindahkan Rp20.000,00 (1/3 x Rp60.000,00) dari asuransi dibayar di muka menjadi beban asuransi. Jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut: Asuransi dibayar di April 30 muka……………………………………………… 20.000,00 Asuransi dibayar di muka……………………………………………… 20.000,00 (pembayaran premi asuransi) bulan april 2010) Setelah diposting ke buku besar, asuransi dibayar di muka dan beban asuransi akan menunjukkan saldo yang benar. ASET BEBAN Asuransi dibayar di Beban muka asuransi april 2 60.000,00 apr. 30 20.000,00 Apr. 3 20.000,00 Saldo 20.000,00 Saldo 20.000,00
  • 13.
    Asuransi dibayar adalahcontoh asset yang lebih saji (overstated) sebelum dilakukan posting ayat jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo dalam akun asuransi dibayar di muka sekarang berjumlah Rp40.000,00. Akun asuransi dibayar di muka adalah akun asset. Pada tanggal 30 april, akun ini tinggal berisi premi untuk 2 bulan mendatang (mei dan juni 2010) yang berjumlah Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00). Analisis yang sama dapat dilakukan untu pembayaran-pembayaran beban di muka lainnya, semisal perusahaan membayar beban sewa di muka atau beban yang dibayar di muka lainnya. Beban dibayar di muka ASET Beban Kredit ayat Debet ayat Saldo sebelum jurnal jurnal disesuai Penyesuaian (-) penyesuaian (+) PERLENGKAPAN Perlengkapan ( supplies ) adalah asset yang digunakan untuk membantu kelancaran operasi perusahaan operasi perusahaan. Perlengkapan bisa di kantor administrasi (office supplies), bisa di pabrik (factory supplies), atau bisa di bagian lain misalnya dibagian pemasaran atau di gabung (store supplies). Percetakan rapih memerlukan supplies baik untuk kantor maupun untuk keperluan lain (kardus dan kertas pembungkus). Pada tanggal 20 april, percetakan rapih membeli sejumlah perlengkapan seharga Rp350.000,00 secara tunai, transaksi tersebut telah dicatat pada tanggal 20 april dengan jurnal sebagai berikut:
  • 14.
    April 20 Perlengkapan………………………………………………………………… 350.000,00 kas…………………………………………………………………… (Pembelian tunai perlengkapan) Setelah ayat jurnal di atas diposting ke buku besar,akun perlengkapan Nampak sebagai berikut: ASET Perlengkapan apr. 1 1.125.000,00 apr. 20 350.000,00 apr. 30 1.475.000,00 Pada tanggal 30 april, akun perlengkapan menunjukkan saldo sebesar Rp1.475.000,00 yaitu perlengkapan yang berasal dari bulan maret yang dibawa sebagai setoran modal ketika perusahaan didirikan (lihat bab 3, halaman 137) sebesar Rp1.125.000,00, dan pembelian perlengkapan tambahan seharga Rp350.000,00 pada tanggal 20 april. Selama bulan april, percetakan rapih telah memakai perlengkapan tersebut untuk berbagai keperluan. Harga perolehan perlengkapan yang telah dipakai merupakan beban pemakaian perlengkapan. Untuk mengetahui berapa beban pemakaian perlengkapan selama bulan april, percetakan rapih harus menghitung berapa perlengkapan yang masih tersisa digudang pada tanggal 30 april berjumlah Rp1.150.000,00. Ini berarti bahwa pemakaian perlengkapan selama bulan april adalah Rp3255.000,00 (Rp1.475.000,00-Rp1.150.000,00). Pada tanggal 30 april, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian agar akun perlengkapan menunjukkan jumlah sisa (saldo) yang sesungguhnya ada pada akhir bulan (Rp1.150.000,00) dan mengakui pemakaian perlengkapan sebagai beban periode bulan april (325.000,00) jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
  • 15.
    April 30 Beban pemakaian perlengkapan…………………………………… 325.000,00 Perlengkapan…………………………………………………………… 325.0 (pembebanan pemakaian perlengkapan selama bulan april) Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting ke buku besar, maka akun asset perlengkapan dan akun beban pemakaian perlengkapan akan Nampak sebagai berikut: ASET BEBAN Perlengkapan Beban pemakaian perlengkapan apr. 1 1.125.000,00 Apr. 30 325.000,00 Apr. 30 325.000,00 apr. 20 350.000,00 saldo 1.150.000,00 saldo 325.000,00 Akun perlengkapan akan dibawa ke bulan mei sebagai saldo awal mei sebesar Rp1.150.000,00, dan proses penyesuaian akan berulang pada setiap akhir bulan. Perlengkapan merupakan contoh asset lain yang lebih saji yaitu sebesar Rp1.475.000,00 sebelum dilakukan penyesuaian dengan adanya jurnal di atas, akun perlengkapan menunjukkan saldo yang benar yaitu Rp1.150.000,00 DEPRESIASI Perusahaan pada umumnya memiliki asset-aset berupa gedung, mesin, kendaraan, peralatan, mebel, dan sebagainya. Ciri khas asset-aset semacam itu adalah masa penggunaannya yang panjang, bahkan ada yang bisa digunakan sampai berpuluh-puluh tahun. Karena masa penggunaannya cukup panjang, maka asset-aset semacam itu disebut asset tetap. Pada saat
  • 16.
    diperoleh (misalnya, dibeli),asset tetap dicatat sebesar beban perolehannya(cost) sesuai dengan akuntansi yang mengatur hal itu (dilihat prinsip biaya perolehan, bab 1 halaman 18). Pada hakekatnya, pengeluaran untuk membeli asset tetap merupakan beban yang ditangguhkan berjangka panjang. Dalam uraian diatas, pemakaian perlengkapan terlihat dari penurunan jumlah perlengkapan. Jumlah perlengkapan yang dipakai adalah selisih antara jumlah perlengkapan yang dibeli dikurangi dengan jumlah perlengkapan yang tersisa pada akhir periode. Dalam hal asset tetap dalam operasi perusahaan, kemampuan dan nilai asset karena digunakan dalam operasi perusahaan merupakan beban yang dikorbankan untuk pendapatan. Pembebanan penurunan nilai ini dilakukan akuntan dengan menyebarkan secara sistematis beban perolehan asset tetap sepanjang masa manfaat (umur ekonomis) asset tersebut. Proses pengalokasian beban perolehan ini disebut depresiasi. Konsep akuntansi untuk asset tetap sama dengan perlakuan terhadap beban dibayar di muka. Perbedaan utama terletak pada jangka waktu pemakaian kedua kelompok asset tersebut. Beban dibayar di muka biasanya berlaku hanya untuk berapa bulan, sedangkan asset tetap digunakan dalam operasi perusahaan selama bertahun-tahun. Asset tetap memiliki percetakan rapih berdiri dari mesin cetak dan gedung yang digunakan dalam memperoleh pendapatan. Pencatatan pembelian mesin cetak dan asset tetap lainnya (jika ada), tidak berbeda dengan pencatatan ketika perusahaan membayar beban di muka. Perhatian jurnal yang 2010 (dilihat bab 3,halaman137). apri mesin 1.800.000,0 l 3 cetak……………………………………… 0 kas………………………………………… 1.800.000,0 ….. 0 (pembelian mesin cetak)
  • 17.
    Setelah ayat jurnaldiatas diposting ke buku besar, akun mesin cetak Nampak sebagai berikut: ASET mesin cetak apr.1 3.000.000,00 apr.3 1.800.000,00 apr.30 saldo 4.800.000,00 Saldo akun mesin cetak pada tanggal 30 april berjumlah Rp4.800.000,00 yaitu penjumlahan dari mesin yang sudah ada pada tanggal 1 april (mesin yang diterima perusahaan sebagai setoran pemilik) sehingga Rp3.000.000,00 dan mesin baru yang dibeli tanggal 3 april sehingga Rp1.800.000,00. PENCATATAN DEPRESIASI AKTIVA TETAP DEPRESIASI MESIN Diatas telah dijelaskan bahwa depresiasi adalah proses pengalokasian beban perolehan asset tetap secara sistematis selama masa manfaat (umur) asset tetap tersebut. Proses pemgalokasian biasanya dilakukan setiap akhir periode ( setiap akhir bulan atau akhir tahun, tergantung periode akuntansi perusahaan). Misalkan Budi memperkirakan bahwa kedua mesin cetak yang dimiliki percetakan akan dapat digunakan secara ekonomis selama 4 tahun. Salah satu cara untuk menghitung beban depresiasi adalah dengan membagi beban perolehan asset (Rp4.800.000,00) dengan taksiran umur (4 tahun atau 48 bulan). berhubung percetakan rapih menetapkan periode akuntansi selama 1 bulan (penyusunan laporan keuangan dilakukan secara bulan), maka depresiasi dihitung untuk jangka waktu satu bulan. Beban depresiasi mesin per bulan adalah
  • 18.
    Rp4.800.000,00 dibagi 48= Rp100.000,00 dilakukan dengan membuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: Beban depresiasi April 30 mesin………………………………………. 100.000,00 Akumulasi depresiasi mesin………………………………. 100.000,00 (pembebanan depresiasi mesin) AKUN AKUMULASI DEPRESIASI Pembebanan depresiasi adalah proses pengalokasian perolehan asset tetap dalam hal depresiasi mesin diatas, yang dialokasikan adalah beban perolehan mesin sebesar Rp4.800.000,00 selama 4 tahun atau 48 bulan. Kalau yang dialokasikan (Rp4.800.000,00) berada dalam akun mesin, depresiasi? Sebenarnya tidaklah salah kalau kita mengkredit akun mesin, namun informasi yang dihasilkan akan berbeda. Manajemen biasanya berkeinginan agar beban perolehan asset tetap selalu Nampak dalam neraca. Apabila akun mesin dikredit setiap bulan sebesar depresiasi bulanan, maka saldo akun mesin yang dilaporkan di neraca akan semakin menurun dan beban perolehan aslinya menjadi tidak kelihatan lagi. Informasi tentang beban perolehan (cost) asset tetap berguna bagi manajemen, misalnya dalam rangka mengambil keputusan untuk menjadi baru. Dengan membuat ayat jurnal penyesuaian seperti di atas, akun mesin tidak dikredit melainkan tetap menunjukkan saldo beban perolehannya, akun akumulasi depresiasi menghimpun (mangakumulasi) beban depresiasi bulanan. Saldo akun akumulasi depresiasi pada suatu saat tertentu dibukukan, saldo akumulasi depresiasi pada suatu saat tertentu adalah kumpulan depresiasi bulanan yang telah dilakukan sampai saat itu.
  • 19.
    Akumulasi depresiasi adalahsebuah asset kontra, artinya akun ini merupakan asset yang bersaldo normal kredit. Sebuah Akun kontra memiliki dua karakteristik pokok, yaitu : Sebuah akun kontra selalu berpasangan dengan dan mengikuti akun pasangannya. Saldo normal sebuah akun kontra (debit atau kredit) adalah kebalikan dari saldo akun pasangannya. Sebagai contoh, akun akumulasi depresiasi mesin adalah akun kontra yang selalu mengikuti akun mesin. Akun mesin adalah akun bersaldo debet, sedangkan akumulasi depresiasi yang merupakan kontra asset, selalu bersaldo kredit. Perusahaan biasanya menggunakan akun akumulasi depresiasi untuk setiap asset tetap yang dimilikinya. Dengan demikian percetakan rapih akan memiliki dua akun akumulasi depresiasi, yaitu akumulasi depresiasi mesin dan akun akumulasi depresiasi gedung seandainya perusahaan memiliki asset lain berupa peralatan, kendaraan, dan mebel, maka perusahaan perlu menyediakan akun akumulasi depresiasi tersendiri untuk masing-masing asset tetap tersebut, kecuali dalam perusahaan kecil kadang-kadang hanya diselenggarakan satu akumulasi depresiasi untuk semua asset tetapnya. Setelah ayat jurnal penyesuaian di atas diposting, maka akun-akun yang bersangkutan akan Nampak sebagai berikut: ASET BEBAN ASET Beban depresiasi NORMAL ASET KONTRA mesin MESIN Akumulasi depresiasi mesin 30/4 30/4 4.800.000,00 30/4 100.000,00 100.000,00 so so 4.800.000,00 so 100.000,00 100.000,00
  • 20.
    DEPRESIASI GEDUNG ASET BEBAN Seperti halnya depresiasi mesin, pencatatan depresiasi gedung juga disenggarakan melalui jurnal penyesuaian yang dilakukan pada setiap akhir periode dengan mendebet akun beban depresiasi gedung, dan mengkredit akun akumulasi depresiasi gedung. Misalkan, Budi selaku manajemen percetakan rapi menaksir bahwa masa manfaat ( umur) gedung adalah 5 tahun atau 60 bulan, maka depresiasi gedung pertahun adalah (Rp1.800.000,00 (Rp9.000.000,00 : 5) atau Rp150.000,00 perbulan (Rp1.800.000,00 : 12). Jurnal penyesuaian yang harus dibuat percetakan rapih untuk membebankan depresiasi gedung pada tanggal 30 april 2010, adalah sebagai berikut: Beban depresiasi April 30 mesin………………………………………. 150.000,00 Akumulasi depresiasi mesin………………………………. 150.000,00 (pembebanan depresiasi mesin) Apabila ayat jurnal diatas diposting ke buku besar, maka akun-akun yang bersangkutan dibuku besar akan Nampak sebagai berikut.
  • 21.
    ASET NORMAL ASET KONTRA Beban depresiasi mesin MESIN Akumulasi depresiasi mesin 30/4 30/4 9.000.000,00 30/4 150.000,00 150.000,00 so so 9.000.000,00 so 150.000,00 150.000,00 NILAI BUKU Neraca melaporkan beserta mesin akumulasi depresiasinya, karena merupakan akun kontra, maka akumulasi depresiasi dikurangkan terhadap mesin. Hasil akhirnya, yaitu beban perolehan mesin yang dikurangi dengan akumulasi depresiasi mesin merupakan nilai buku mesin. Perhitungan nilai buku mesin adalah sebagai berikut: Mesin………………………………………….. Rp4.800.000,00 Dikurangi: akumulasi depresiasi mesin……… 100.000,00 Nilai buku mesin…………………. Rp4.700.000,00 PENYAJIAN AKUN AKUMULASI DEPRESIASI DI NERACA Akun akumulasi depresiasi merupakan akun yang “unik”. disebut unik, karena akun asset pada umumnya bersaldo normal debet, sedangkan akumulasi depresiasi selalu bersaldo kredit. Ini wajar, karena seperti telah diterangkan di atas, akun ini merupakan asset kontra yang keberadaannya dimaksudkan untuk membantu agar akun asset tidak langsung dikredit ketika perusahaan melakukan penyusutan atas beban perolehan aktiva tetap.
  • 22.
    Cara penyajian akunasset tetap beserta akun akumulasi depresiasi dalam neraca adalah sebagai berikut: ASET TETAP Rp mesin cetak……………………………….. Rp48.000.000,00 47.900.000,00 dikurangi: akumulasi depresiasi 100.000,00 Gedung……………………………………… . Rp90.000.000,00 Rp dikurangi: akumulasi depresiasi 150.000,00 89.850.000,00 Rp137.750.000,0 total aset tetap (neto) 0 PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA Perusahaan kadang-kadang menerima sejumlah uang untuk jasa yang akan diberikan di waktu yang akan datang. Dalam kasus percetakan rapih, perusahaan tersebut pada tanggal 3 april 2010, menerima uang sewa gedung sebesar Rp90.000,00 untuk jangka waktu 6 bulan. Jurnal yang telah dibuat untuk mencatat penerimaan uang sewa di muka tersebut adalah sebagai berikut (lihat bab 3, halaman…..) kas…………………………………………… April 3 ……. 90.000,00 pendapatan sewa diterima di muka 90.000,00 (penerimaan sewa di muka untuk 6
  • 23.
    bulan) Setelah ayat jurnaldiatas diposting, maka akun pendapatan sewa diterima di muka di buku besar Nampak sebagai berikut: KEWAJIBAN Pendapatan sewa diterima di muka Apr.3 90.000,00 Sebelum anda melangkah lebih lanjut…(4-1) Untuk mendapatkan kepastian bahwa anda memahami apa yang baru saja anda pelajari, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: 1. Jelaskan perbedaan akuntansi dasar tunai dengan akuntansi dasar akrual 2. Apakah pengaruh terhadap asset, beban, dan laba bersih, seandainya penyesuaian atas beban dibayar di muka tidak dilakukan? 3. Apakah pengaruh terhadap kewajiban, pendapatan, dan laba bersih, seandainya penyesuaian untuk pendapatan diterima di muka tidak dilakukan? 4. depresiasi periodik ? Beban seperti beban asuransi atau sewa biasanya dibayar perusahaan di muka artinya jasa belum kita terima tapi kita harus sudah membayar lebih dahulu. Seperti telah diterangkan di atas, pembayaran di muka seperti ini termasuk kelompok deferral. Di pihak lain sejumlah beban tertentu biasa dibayar di belakang. Artinya jasa sudah diterima atau dikonsumsi perusahaan. Tetapi pembayarannya baru di lakukan kemudian. Sebagai contoh adalah upah
  • 24.
    pegawai harian yangpembayarannya dilakukan pada hari tertentu (misalnya hari sabtu). Jumlah upah yang telah menjadi kewajiban perusahaan tetapi sampai dengan akhir periode belum dibayar, merupakan beban dan kewajiban perusahaan pada periode yang bersangkutan. Atas dasar itulah akrual sering disebut juga beban masih harus dibayar atau utang beban. GAJI & UPAH MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG GAJI & UPAH) Sebagai contoh, misalkan percetakan rapih mempunyai dua orang pegawai yang upahnya dihitung secara harian dan pembayarannya dilakukan pada setiap hari sabtu. Upah pegawai per hari adalah Rp10.000,00. Tanggal 30 april 2010 (akhir periode) jatuh pada hari jumat. Dengan demikian pada hari tersebut perusahaan telah mempunyai kewajiban untuk membayar upah selama 5 hari, yaitu untuk hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat. Dalam situasi seperti ini, perusahaan sudah mempunyai utang kepada pegawainya, karena upah selama 5 hari tersebut baru akan dibayar pada hari sabtu (tanggal 1 mei) sebesar 2 (orang) x 5 (hari) x Rp10.000,00 = Rp100.000,00. Untul mengakui adanya kewajiban (utang) kepada pegawai pada akhir periode dan untuk membebanan gaji & upah yang belum dibayar tersebut, maka pada penyesuaian sebagai berikut: Gaji & upah april 3 pegawai…………………………… 100.000,00 utang gaji & upah…………………………… 100.000,00 (pembebanan upah pegawai selama 5 hari) BUNGA MASIH HARUS DIBAYAR (UTANG BUNGA) Pada tanggal 2 april 2010, percetakan rapih meminjam uang dari bank sebesar Rp2.000.000,00. Jangka waktu wesel adalah 1 tahun, dengan tingkat bunga 12% setahun.
  • 25.
    Bunga wesel akandibayar bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman wesel yang akan dilakukan pada tanggal 2 april 2011. Dengan demikian, pada akhir bulan april 2010 telah terutang bunga selama satu bulan,yaitu sebesar Rp20.000.000,00 (1/2 x12/100 x Rp2.000.0000,00). Pencatatan beban bunga bulan april dan penyesuaian sebagai berikut: Beban april 30 bunga…………………………………………………… 20.000,00 utang bunga………………………………………………………. 20.000,00 (pembebanan bunga bulan april 2010) PENDAPATAN MASIH AKAN DITERIMA Seperti telah kita pelajari di atas, beban dapat terjadi sebelum perusahaan melakukan pembayaran, sehingga pada akhir periode menimbulkan kewajiban (utang). Demikian pula, perusahaan dapat memperoleh pendapatan padahal belum menerima uangnya. Hal demikian disebut Pendapatan masih akan masih diterima, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan tetapi masih merupakan tagihan. Sebagai contoh, misalkan perusahaan percetakan rapih pada tanggal 30 april 2010 telah menyelesaikan sebuah pesanan seharga Rp150.000,00. Pesanan telah diserahkan kepada pemesan. Namun demikian hal ini belum Nampak dalam pembukuan perusahaan. Oleh karena itu, pada tanggal 30 april 2010, percetakan rapih harus membuat jurnal penyesuaian berikut: Piutang april 30 usaha…………………………………………………. 150.000,00
  • 26.
    pendapatan percetakan…………………………………… 150.000,00 (untuk mencatat pendapatan yang masih akan diterima)  NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN Pada awal bab ini diterangkan bahwa langkah-langkah dalam siklus akuntansi dilakukan dengan urutan sebagai berikut: 1) Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal. 2) Membukukan (posting) ayat – ayat jurnal ke buku besar. 3) Menyusun neraca saldo, yaitu membuat daftar saldo-saldo akun yang ada di buku besar pada suatu saat tertentu. 4) Membuat jurnal penyesuaian dan membukukan angka-angkanya ke dalam akun-akun buku besar yang bersangkutan. Apabila data yang tercantum dalam neraca saldo tidak memerlukan penyesuaian, maka langkah keempat adalah menyusun laporan keuangan yang datanya diikuti dari neraca saldo tersebut. Akan tetapi jika data dalam pembukuan masih memerlukan penyesuaian seperti telah dibahas di atas, maka langkah berikutnya adalah: 5) Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan. 6) Menyusun laporan keuangan. Dalam contoh kasus percetakan rapih di atas, telah kita membuat 8 ayat jurnal penyesuaian. Apabila ayat-ayat jurnal tersebut dibukukan ke dalam buku besar, maka jumlah akun di buku besar akan berubah saldonya, bahkan muncul beberapa akun baru yang tidak ada dalam neraca saldo yang telah kita susun sebelumnya. Pada bab 3 disebutkan bahwa salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk mempermudahkan penyusunan laporan keuangan. Tujuan ini berlaku apabila neraca saldo tidak memerlukan penyesuaian . Apabila data dalam neraca saldo masih harus disesuaikan lebih dahulu. Maka angka-angka dalam neraca saldo tidak sepenuhnya bisa
  • 27.
    diikuti ke dalamlaporan keuangan neraca saldo tidak sepenuhnya bisa dikutip ke dalam laporan keuangan oleh karena itu kita memerlukan neraca saldo yang baru, yang disebut neraca saldo setelah disesuaika. Neraca saldo setelah disesuaikan dapat dikerjakan langsung dari buku besar setelah jurnal penyesuaian dibukukan ke dalamnya. Apabila buku besar terdiri dari banyak akun, maka proses posting jurnal penyesuaian dan penyusunan neraca saldo yang baru, akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu agar penyusunan laporan keuangan dapat segera dikerjakan, maka neraca saldo setelah disesuaikan dapat segera diperoleh bantuan suatu kertas kerja yang terdiri atas tiga pasang kolom. Kolom pertama berisi data neraca saldo sebelum disesuaikan, kolom kedua memuat pendebetan dan pengkreditan untuk akun-akun yang perlu disesuaikan dan kolom ketiga berisi saldo sesudah disesuaikan. Apabila hal ini kita terapkan pada percetakan rapih, maka neraca saldo setelah disesuaikan akan Nampak pada kertas di bawah ini. PERCETAKAN RAPIH Penyusunan Neraca Saldo Setelah disesuaikan 30-Apr-10 Neraca Neraca saldo saldo Penyesuaian Nama akun sebelum setelah disesuaikan disesuaikan D K D K D K Kas 2.145.000,00 2.145.000,00 665.000,00 Piutang usaha 515.000,00 150.000,00 1.150.000,00 Perlengkapan 1.475.000,00 325.000,00 Asuransi dibayar di 40.000,00 muka 60.000,00 20.000,00 Mesin cetak 4.800.000,00 4.800.000,00
  • 28.
    Gedung 9.000.000,00 9.000.000,00 Utang usaha 1.700.000,00 1.700.000, Utang wesel 2.000.000,00 2.000.000, Pendapatan sewa 75.000,00 Diterima di muka 90.000,00 15.000,00 Modal, Budi 13.480.000,00 13.480.000 500.000,00 Prive,Budi 500.000,00 Pendapatan 2.400.000, percetakan 2.250.000,00 150.000,00 15.000,00 Beban Advertensi 15.000,00 810.000,00 Gaji & upah pegawai 710.000,00 100.000,00 Beban macam- 300.000,00 macam 300.000,00 19.520.000,00 19.520.000,00 20.000,00 Beban Asuransi 20.000,00 beban pemakaian 325.000,00 perlengkapan 325.000,00 Beban depresiasi 100.000,00 mesin 100,000,00 akumulasi depr. 100.000,00 Mesin 100.000,00 Beban depresiasi 150.000,00 Gedung 150.000,00 Akumulasi depr. 150.000,00 Gedung 150.000,00
  • 29.
    100.000,00 Utang gaji &upah 100.000,00 20.000,00 Beban bunga 20.000,00 20.000,00 Utang bunga 20.000,00 15.000,00 Pendapatan sewa 15.000,00 20.040.000,00 20.040.000 880.000,00 880.000,00 LAPORAN KEUANGAN Kolom terakhir dalam kertas kerja di atas memuat saldo-saldo akun yang telah disesuaikan. Data tersebut siap untuk disajikan dalam laporan keuangan. Berikut adalah laporan keuangan percetakan rapih yang terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca untuk bulan April 2010 yang datanya dikutip dari kertas kerja di atas. percetakan rapih laporan laba rugi untuk bulan yang terakhir tanggal 30 april 2010 pendapatan percetakan Rp2.400.000,00 pendapatan sewa 15.000,00 jumlah pendapatan Rp2.415.000,00 beban usaha
  • 30.
    beban advertensi Rp15.000,00 gaji & upah pegawai 810.000,00 beban asuransi 20.000,00 beban pemakaian perlengkapan 325.000,00 beban depresiasi mesin 100.000,00 beban depresiasi gedung 150.000,00 beban bunga 20.000,00 beban macam-macam 300.000,00 jumlah beban Rp1.740.000,00 laba bersih RP 675.000,00 ď‚§ ALTERNATIF LAIN Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode dilakukan dengan tujuan agar data di buku besar mencerminkan keadaan yang benar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterima umum. Ini berarti bahwa jurnal penyesuaian yang harus dibuat tergantung kepada yang sudah dicatat sebelumnya, sebagaimana tercermin dalam neraca saldo sebelum disesuaikan. Hal ini terutama berkaitan dengan pembayaran beban di muka dan penerimaan pendapatan diterima di muka (pos- pos deferral). Untuk menjelaskan hal ini, marilah kita kembali pada pembukuan percetakan rapih yang lalu. ASURANSI DIBAYAR DI MUKA Sebagaiman diuraikan di atas, pada tanggal 3 april 2010 percetakan rapih membayar premi asuransi untuk tiga bulan (april, mei, dan juni) sebesar Rp60.000,00. Premi asuransi adalah beban bagi perusahaan.
  • 31.
    Dalam contoh yanglalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut dengan mendebet akun asuransi dibayar dimuka (sebuah akun asset ), sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30 april 2010. Akun asset ini dipilih dengan pertimbangan bahwa premi yang dibayar menyangkut lrbih dari satu periode. Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mendebet akun asset, melainkan mendebet akun beban, yaitu akun beban asuransi. Akun beban asuransi adalah contoh akun beban yang lebih saji (overstated) sebelum dilakukan posting ayat jurnal penyesuaian. Cobalah perhatikan, saldo setelah disesuaikan dalam akun beban asuransi sekarang berjumlah Rp20.000,00, yaitu beban asuransi selama satu bulan (april). Sementara itu akun asuransi dibayar di muka (akun asset) pada tanggal 30 april akan menunjukkan jumlah premi untuk 2 bulan mendatang ( mei dan juni 2010) yang berjumlah Rp40.000,00 (2 x Rp20.000,00). PENDAPATAN SEWA DITERIMA DI MUKA Percetakan rapih memiliki sebuah gedung yang sebagian ruangannya disewakan kepada perusahaan lain dengan tariff Rp15.000,00 sebulan. Sebagaimana diuraikan di atas, pada tanggal 3 april 2010 percetakan rapih menerima pembayaran sewa di muka untuk 6 bulan (bulan april sampai dengan oktober 2010) sebesar Rp90.000,00. Sewa adalah pendapatan bagi perusahaan. Dalam contoh yang lalu, percetakan rapih mencatat transaksi tersebut dengan mengkredit akun pendapatan sewa diterima di muka (sebuah akun kewajiban), sebagaiman tercermin juga dalam neraca saldo tanggal 30 april 2010. Akun kewajiban uni dipilih dengan pertimbangan bahwa sewa yang diterima menyangkut lebih dari satu periode. Alternatif lain, percetakan rapih tidak mencatat transaksi ini dengan mengkredit akun kewajiban, melainkan mengkredit akun pendapatan, yaitu akun pendapatan sewa. Dengan demikian jurnal yang dibuat pada transaksi ini terjadi akan Nampak sebagai berikut: april 3 kas 90.000,00 pendapatan sewa 90.000,00
  • 32.
    (penerimaan sewa untuk 6 bulan) ď‚§ CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA Berikut ini adalah Contoh (1) cara membuat jurnal penyesuaian ,(2) membukuan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam buku besar,(3) membuat kertas kerja untuk menyusun nearca saldo setelah disesuaikan ,dan (4) menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo yang telah disesuaikan.kasus yang digunakan untuk contoh ini adalah pembukuan Foto Studio Aneka untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2010. Kolom hal.216 FOTO STUDIO ANEKA Neraca Saldo 31 Desember 2010 Nama Akun Debit Kredit kas Rp 52.350.000,00 surat berharga 10.000.000,00 piutang usaha 18.200.000,00 perlengkapan 96.150.000,00 fotografi perlengkapan kantor 41.300.000,00 Asuransi dibyr 10.000.000,00 dimuka peralatan fotografi 480.000.000,00 peralatan kantor 115.000.000,00
  • 33.
    Gedung 1.000.000.000,00 Utang Usaha Rp 12.000.000,00 Modal,Priyono 1.363.000.000,00 pendptan Foto Studio 457.650.000,00 Beban kantor 20.000.000,00 Gaji pegawai 22.000.000,00 Beban Advertensi 4.000.000 Pendapetan Bunga 350.000,00 pengapatan sewa 36.000.000,00 Rp Rp 1.869.000.000,00 1.869.000.000,00 Informasi Tambahan : 1.Masih harus diterima bunga dari investasi dalam obligasi yang bernilai nominal Rp 10.000.000,00,bunga 6%.tanggal pembayaran bunga setiap 1 april dan 1 Oktober. 2.Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember sebesar Rp 2.000.000,00. 3.pendapatan sewa yang diterima dimuka ,Rp 6.000.000,00 4.Asuransi dibayar dimuka per 31 Desember adalah Rp 4.000.000,00 5.Depresiasi asset tetap dilaukun berdasarkan terif berikut: a).peralatan fotografi b).peralatan kantor 10% setahun c).Gedung 5% setahun 6.perlengkapan yang masih tersisa adalah per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: a).perlengkapan fotografi Rp 32.400.000,00
  • 34.
    b).perlengkapan kantor Rp15.500.000,00 (a) JURNAL PENYESUAIAN (1) Piutang Usaha Rp150.000,00 Pendapatan bunga Rp 150.000,00 (2) Gaji pegawai Rp 2.000.000,00 Utanng Gaji Rp 2.000.000,00 (3) pendapatan sewa Rp 6.000.000,00 Pendapatan sewa ditrima dimuka Rp 6.000.000,00 (4) Beban Asuransi Rp 6.000.000,00 Asuransi Dibyr Dimuka Rp 6.000.000,00 (5) a) Depresiasi peralatan Fotografi Rp 96.000.000,00 Akm. Depr.peralatan ftografi Rp 96.000.000,00 b) Depresiasi peralatan kantor Rp 11.500.000,00 Akm. Depr. Geduperalatan kantor Rp 11.500.000,00 c) Depresiasi Gedung Rp 50.000.000,00 Akumulasi Depr.Gedung Rp 50.000.000,00 (6) a) pmakaian perlngkpn Fotografi Rp 63.750.000,00 Perlengkapan fotografi Rp 63.750.000,00 b) Beban Kantor Rp 25.800.000,00 Perlengkapan Kantor Rp 25.800.000,00
  • 35.
    o PERTANYAAAN BAGIAN A 1.Data yang tercantum dalam neraca saldo kadang-kadang perlu disesuaikan lebih dahulu sebelum data tersebut di cantumkan dalam laporan keuangan. Mengapa demikian? 2. Sebut dan jelaskan 6(enam) elemen ( akun) pokok yang ada di dalam neraca saldo yang biasanya memerlukan penyesuaian setiap akhir periode. 3. Di dalam proses penyesuaian dapat timbul akun-akun baru. Sebut dan jelaskan akun-akun baru yang muncul dari proses penyesuaian sebagai berikut: a. Depresiasi asset b. Penyerapan beban yang dibayar di muka c. Pengakuan terhadap utang pendapatan d. Pengakuan terhadap utang beban e. Pengakuan terhadap piutang pendapatan. 4. Jelaskan bagaimana perusahaan menentukan/ menghitung laba bersih, apabila: a. Digunakan dasar tunai (cash basis) b. Digunakan dasar akrual (accrual basis) 5. Perusahaan menerima sebuah mesin sebagai pembayaran atas jasa yang telah diselesaikan. Mesin tersebut mempunyai nilai buku sebesar Rp125.000,00 dan nilai wajarnya sebesar Rp140.000,00. Berapa besar pendapatan yang harus dicatat oleh perusahaan? 6. Mengapa pengambilan uang perusahaan oleh pemilik bukan merupakan beban? Jelaskan! 7. Laba bersih yang tercantum dalam laporan rugi-laba yang saudara susun adalah Rp30.000,00. Pimpinan perusahaan meragukan kebenaran laporan tersebut, dengan alasan bahwa jumlah penerimaan kas selama periode yang bersangkutan adalah Rp100.000,00 dan pengeluaran kasnya Rp50.000,00. Jelaskan tanggapan saudara terhadap keraguan pimpinan perusahaan di atas!
  • 36.
    8. Jelaskan istilah-istilahberikut ini: a. Beban dibayar di muka. b. Pendapatan diterima di muka. 9. Jelaskan perbedaan antara sewa dibayar di muka dengan beban sewa. 10. Jelaskan mengapa pembelian perlengkapan dicatat dalam akun asset, bukan dalam akun beban! 11. Jika perusahaan mendebet akun beban perlengkapan pada asset perlengkapan tersebut dibeli, akun apa yang harus didebet dan dikredit pada akhir periode untuk mengambarkan jumlah perlengkapan yang masih dimiliki perusahaan? 12. Apa yang dimaksud dengan akun kontra (akun pengurang)? Berikan contoh akun kontra (akun kurang) yang digunakan dalam proses penyesuaian. 13. Pada awal tahun perusahaan menerima uang tunai dari pelanggan untuk pembayaran langganan majalah selama 3(tiga) tahun. Atas transaksi tersebut perusahaan mengkredit akun pendapatan diterima di muka. a. Perlukah dibuat penyesuaian setiap akhir periode akuntansi? b. Akun-akun apa saja yang terpengaruh oleh jurnal penyesuaian tersebut? 14. Jika perusahaan tidak melakukan penyesuaian untuk mencatat pendapatan yang diperoleh, karena uangnya belum diterima, bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan. 15. Dengan menggunakan “akuntansi dasar tunai”: a. Bagaimana pendapatan dicatat? b. Bagaimana beban dicatat? 16. Bagaimana kaitan antara prinsip “penandingan” dengan pencatatan penadapatan dan beban? 17. Bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan (neraca dan laporan laba-rugi) jika dibuat? 18. Apa yang dimaksud dengan depresiasi? 19. Mengapa perlu dibuat jurnal penyesuaian untuk beban yang telah terjadi tapi belum dicatat? 20. Sebutkan 2(dua) manfaat yang dapat diberikan oleh neraca saldo setelah disesuaikan?
  • 37.
    BAGIAN B Untuk setiap kesalahan berikut ini, tunjukkan apakah menyebabkan penyajian yang terlalu besar (TB). Terlalu rendah (TR), atau tidak terpengaruh (TT). 21. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat gaji yang telah menjadi hak para pegawai, tapi belum dibayar oleh perusahaan. Asset……………………………………..utang……………………….. Beban…………………………………....laba bersih………………….. 22. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengakui bahwa perlengkapan kantor yang dimiliki perusahaan pada akhir periode telah digunakan/dikonsumsi sepanjang tahun. Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,, Beban………………………………….... laba bersih…………………….. 23. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku bunga yang telah menjadi hak perusahaan atas investasi yang dilakukan perusahaan selama periode tersebut. Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,, Beban………………………………….... laba bersih…………………….. 24. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mengaku pendapatan sewa yang diperoleh karena uangnya belum diterima di muka. Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,, Beban………………………………….... laba bersih…………………….. 25. Jurnal penyesuaian tidak dibuat pada akhir periode untuk mencatat depresiasi tahun yang bersangkutan.
  • 38.
    Asset……………………………………..pendapatan………………,,,,,,,,,, Beban………………………………….... laba bersih……………………..  LATIHAN 4-1 Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 31 desember 2010 (akhir periode akuntansi), apabila pada tanggal tersebut terdapat hal-hal berikut: a. Masih harus dibayar gaji pegawai Rp3.600.000,00 b. Asuransi dibayar di muka telah dipakai untuk tahun 2010 sebesar Rp450.000,00 c. Masih harus diterima bunga Rp5.000.000,00. d. Pendapatan jasa diterima di muka telah menjadi pendapatan tahun 2010 sebesar Rp800.000,00. e. Beban depresiasi tahun 2010,Rp6.200.000,00  LATIHAN 4-2 Seandainya penyesuaian dalam latihan 4-1 diatas tidak dibuat, hitunglah pengaruh (terlalu tinggi atau terlalu rendah) terhadap laba bersih 2010 sebagai akibat tidak dilakukannya penyesuaian tersebut.  LATIHAN 4-3 Buku besar perusahaan abadi pada tanggal 31 mei antara lain memuat akun-akun beserta saldonya (sebelum disesuaikan) sebagai berikut: Piutang usaha, Rp1.200.000,00; perlengkapan Rp600.000,00; utang gaji, Rp0,00; pendapatan jasa diterima di muka, Rp400.000,00; pendapatan jasa, Rp5.100.000,00; beban gaji, Rp1.200.000,00; beban perlengkapan, Rp0,00. Data untuk penyesuaian per 31 mei adalah sbagai berikut: a. Persedian perlengkapan, Rp200.000,00. b. Masih harus dibayar gaji pegawai,Rp100.000,00. c. Masih harus diterima pendapatan jasa,Rp350.000,00.
  • 39.
    d. Pendapatan jasaditerima dimuka yang telah menjadi pendapatan Rp250.000,00. Bukalah akun-akun T dan catatlah penyesuaian yang diperlukan langsung ke dalam akun- akun T yang bersangkutan (cantumkan kode huruf transaksinya). Tentukan saldo akun setelah disesuaikan.  SOAL Perusahaan “Asahi” beroperasi selama satu periode akuntansi yang berakhir pada tanggal 31 desember. Berikut ini adalah informasi yang dapat digunakan sebagai pembuatan jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk menyesuaika saldo akun pada tanggal 31 desember. a. Pada tanggal 1 januari, akun perlengkapan kantor memiliki saldo debet Rp210.000,00. Perlengkapan yang dibeli sepanjang tahun adalah Rp360.000,00 dan perhitungan fisik yang dilakukan menunjukkan bahwa perlengkapan yang ada pada akhir tahun berjumlah Rp180.000,00. b. Pada tanggal 1 januari perusahaan melakukan pembayaran premi asuransi untuk jangka waktu 2 tahun sebesar Rp900.000,00 dan telah dicatat dengan mendebet akun asuransi dibayar di muka. c. Peralatan yang dibeli tahun lalu seharga Rp14.000.000,00 diperkiraan memiliki umur ekonomis 8 tahun dan mempunyai nilai sisa sebesar Rp2.000.000,00. Pada tahun ini belum dilakukan penyesuaian untuk mencatat depresiasi yang terjadi. d. Pada tanggal 1 agustus diterima kas sebesar Rp4.000.000,00 untuk jasa yang akan diberikan di masa yang akan datang. Atas penerimaan ini, perusahaan sudah mencatat dengan mendebet kas dan mengredit pendapatan diterima di muka. Demikian pula pada tanggal 16 november diterima kas sebesar Rp4.300.00,00. Pada tanggal 31 desember ditentukan bahwa 100% dari penerimaan tanggal 1 agustus dapat diakui sebagai pendapatan pada tahun tersebut dan 40% dari penerimaan tanggal 16 november dapat pula diakui sebagai pendapatan pada tahun tersebut. e. Gaji pegawai untuk 2 hari terakhir bulan desember sebesar Rp920.000,00 beum dibayar dan belum dicatat sebagai beban.
  • 40.
    f. Pada tanggal1 desember diperoleh pinjaman bank yang berjangka 3 bulan sebesar Rp8.000.000,00, dengan tingkat bunga sebesar 10%. Pada tanggal 31 desember belum ada bunga yang dibayar dan dicatat. g. Pada tanggal 23 desember perusahaan setuju untuk menyewa peralatan. Perjanjian menetapkan bahwa jangka waktu penyewaan tersebut tidak lebih lama dari dua puluh hari dan tidak lebih pendek dari empat hari dengan tarip sewa Rp60.000,00 per hari. Pada tanggal 31 desember, 6 hari kerja telah berlalu sejak persetujuan sewa ditandatangani. Soal Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 november 2010, untuk tiap informasi berikut ini: a. Beban gaji untuk bulan November sebesar Rp2.200.000,00 belum dicatat dan dibayar. b. Pada tanggal 1 november diterima wesel sebesar Rp12.000.000,00 dengan bunga sebesar 15% per tahun. Pinjaman beserta bunganya akan dibayar pada tanggal 1 maret tahun depan. c. Pada tanggal 1 november diterima pendapatan untuk jangka waktu 3 bulan yaitu untuk bulan November dan desember tahun ini dan bulan januari tahun depan. Pada saat diterimanya pendapatan ini, perusahaan mencatatnya dengan mendebet akun kas dan mengkredit akun pendapatan yang diterima di muka sebesar Rp600.000,00. d. Pada tanggal 30 november terdapat saldo perlengkapan sebesar Rp460.000,00. Setelah dilakukan perhitungan fisik, ternyata persedian perlengkapan pada akhir bulan hanya tinggal Rp170.000,00. e. Pada tanggal 1 september tahun ini dibeli peralatan seharga Rp10.000.000,00. Peralatan ini mempunyai umur ekonomis 5 tahun dan taksiran nilai residunya (sisa) adalah Rp4.000.000,00. f. Pembayaran premi asuransi telah dicatat dengan mendebet akun asuransi dibayar dimuka dan mengkredit akun kas. Pada tanggal 30 nopember, premi asuransi yang terserap berjumlah Rp820.000,00.
  • 41.
    g. Mulai tanggal1 oktober tahun ini disewa sebuah ruangan took untuk jangka 6 bulan dengan tarif sewa sebesar Rp540.000,00 dan sewa ini telah dibayar di muka. Pada saat dilakukan pembayaran sewa tersebut, perusahaan mencatatnya dengan mendebet akun sewa dibayar dimuka dan mengkredit akun kas. h. Sebuah gedung yang harga pokoknya Rp48.000.000,00 didepresiasi denga tariff 5% per tahun. Gedung ini di peroleh tahun lalu. i. Beban bunga untuk bulan November 2010 belum dibayar sebesar Rp125.000,00. j. Pendapatan bunga atas investasi sebesar Rp540.000,00 per tahun. Bunga ini diterima setiap tanggal 1 april, 1 juli, dan 1 oktober. SOAL Perusahaan prima pada tanggal 30 april mempunyai neraca saldo sebagai berikut: perusahaan prima Neraca Saldo 31 April 2010 Nama Akun Debit Kredit Kas RP 4.200.000,00 piutang usaha 3.900.000,00 surat berharga 3.000.000,00 perlengkapan kantor 600.000,00 Asuransi dibyr dimuka 900.000,00 Tanah 18.500.000,00 Utang Usaha Rp 1.570.000,00 pendapatan komisi diterima di muka 2.320.000,00 pendapatan konsultasi diterima di muka 9.460.000,00 utang hipotik 10.000.000,00 Modal tuan prima 15.000.000,00 beban gaji 5.800.000,00 beban perlengkapan 400.000,00
  • 42.
    bebam telepon 250.000,00 beban perjalanan 620.000,00 beban lain-lain 180.000,00 Rp38.350.000,00 Rp38.350.000,00 Informasi tambahan: a. Pada tanggal 1 april dibayar premi asuransi sebesar Rp900.000,00 untuk jangka waktu 3 tahun. b. Honor konsultasi yang diperoleh dan menjadi hak perusahaan adalah Rp9.220.000,00. c. Berdasarkan perhitungan fisik terhadap persedian perlengkapan diperoleh informasi bahwa persedian perlengkapan yang ada pada akhir bulan berjumlah Rp440.000,00. d. Pendapatan komisi untuk bulan tersebut adalah Rp1.500.000,00. e. Bunga hipotik dibayar setiap empat bulan sekali mulai bulan januari denga tarif bunga sebesar 15% per tahun. f. Perusahaan melakukan investasi pada surat-surat berharga mulai tanggal 1 april, dengan tingkat bunga 12% per tahun. Bunga di bayarkan setiap tanggal 1 april dan tanggal 1 oktober. Diminta: 1. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan pada tanggal 30 april. 2. Buatlah akun “ T” dan cantumkan saldo yang ada dineraca saldo selanjutnya bukukanlah jurnal penyesuaian yang telah dibuat. 3. Susunlah neraca saldo yang telah disesuaikan. 4. Buatlah laporan laba-rugi untuk bulan april. Soal: Neraca saldo sebelum di sesuaikan perusahaan angkutan cepat dan aman Nampak sebagai berikut:
  • 43.
    PERUSAHAAN ANGKUTAN CEPAT& AMAN Neraca Saldo 31 Desember 2010 Nama Akun Debet Kredit Kas Rp 2.990.000,00 Piutangj usaha 775.000,00 Asuransi di bayar di muka 4.500.000,00 Perlengkapan kentor 10.000.000,00 Investasi dalam saham 4.500.000,00 Peralatan kantor Akumulasi depresiasi peralatan kantor Rp 2.000.000,00 Truk 54.000.000,00 Akumulasi depresiasi truk 14.000.000,00 Gedung 160.000.000,00 Akumulasi depresiasi gedung 35.000.000,00 Tanah 51.000.000,00 Pendapatan diterima di muka 2.075.000,00 Utang wesel 144.000.000,00 Modal, Daniel 65.000.000,00 Prive,daniel 29.000.000,00 Pendapatan angkutan 118.325.000,00 Beban gaji pegawai kantor 13.745.000,00 Beban gaji sopir dan kernet 32.950.000,00 Bensin, oli, dan pemeliharaan 3.525.000,00 Beban bunga 12.930.000,00 Jumlah Rp380.400.000,00 Rp 380.400.000,00
  • 44.
    Diminta: 1. Bukalah akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo ditambah akun-akun berikut: utang gaji; beban asuransi; beban perlengkapan; beban depresiasi peralatan kantor; beban depresiasi truk; beban depresiasi gedung. Cantumkan saldo yang terdapat dalam neraca saldo pada akun yang bersangkutan. 2. Buatlah jurnal penyesuaian dengan menggunakan informasi berikut: a. Beban asuransi tahun ini, rp.820.00,00 b. Perlengkapan yang masih ada dalam persediaan, rp 165.000,00 c. Depresiasi peralatan kantor, rp545.000,00. d. Depresiasi truk, Rp 5.300.000,00 e. Depresiasi gedung, rp6.700.000,00 f. Dari pendapatan diterima di muka sebesar Rp2.075.000,00 Sejumlah Rp1.700.000,00 di antaranya telah menjadi pendapatan tahun 2010. g. Pendapatan jasa angkutan yang telah menjadi hak perusahaan, tetapi belum di catat Rp315.000,00 h. Gaji sopir dan kernet yang masih harus di bayar,rp730.000,00. 3. Buatlah neraca saldo setelah di sesuaikan,laporan rugi-laba tahun 2010 laporan perubahan modal tahun 2010, dan neraca per 31 desember 2010 dengan klasifikasi yang baik. (catatan: saldo akun modal Daniel, yang Nampak dalam neraca saldo di atas terdiri atas saldo per 31 desember 2009, ditambah dengan tambahan investasi yang di lakukan Daniel pada tanggal 1 januari 2010 sebesar Rp50.000.000,00)
  • 45.
    SOAL: Perusahaan jasa Bermudamempunyai neraca saldo yang belum disesuaikan pada tanggal 30 nopember 2010 sebagai berikut: Perusahaan Jasa Bermuda Neraca Saldo 30 Nopember 2010 Nama Akun Debet Kas Rp4.600.000,00 Piutang usaha 3.800.000.00 Asuransi dibayar dimuka 960.000,00 Perlengapan kantor 320.000,00 Peralatan kantor 7.200.000,00 Utang usaha Rp3.330.000,00 Pendapatan diterima dimuka 800.000,00 Modal,tuan barry 9.000.000,00 Prive,tuan barry 1.400.000,00 Pendapatan komisi 27.410.000,00 Beban gaji 19.200.000,00 Beban sewa 1.800.000,00 Beban perjalanan 920.000,00 Beban lain-lain 340.000,00 Rp40.540.000,00 Rp40.540.000,00 Informasi tambahan: a. Beban asuransi untuk bulan nopember adalah Rp160.000,00.
  • 46.
    b. Berdasarkan perhitunganfisik,diperoleh informasi bahwa persediaan perlengapan kantor pada akhir periode berjumlah Rp140.000,00. c. Gaji karyawan bulan nopember, perusahaan menerima pendapatan yang diterima di muka dari tokoh angsa sebesar Rp800.000,00 d. Pendapatan tersebut merupakan pendapatan untuk bulan nopember dan desember. e. Peralatan kantor diperkirakan memiliki umur ekomomis 8 tahun tanpa nilai sisa. Diminta: 1. Buatlah jurnal penyesuaian untuk bulan Nopember 2010. 2. Buatlah akun “T” untuk tiap akun yang ada pada neraca saldo yang belum disesuaikan dan masukkan saldo-saldo yang ada pada akun yang bersangkutan. Kemudian bukukanlah jurnal penyesuaian yang sudah pada butir 1 ke dalam akun yang bersangkutan,dan tentukan saldo yang sudah disesuaikan. 3. Buatlah neraca saldo yang sudah disesuaikan. 4. Buatlah laporan laba-rugi,laporan perubahan modal,dan neraca.
  • 47.
    Soal 4-9 Berikut iniadalah neraca saldo yang dimiliki oleh perusahaan angkasa pada akhir bulan pebruari 2010: PERUSAHAAN ANGKASA Neraca Saldo 28 Pebruari 2010 Nama Akun Neraca Saldo Nama Saldo Sebelum Disesuaikan Setelah Disesuaiakan Kas Rp 3.535.000,00 Rp 3.535.000,00 Piutang komisi 175.000,00 Perlengkapan kantor 1.490.000,00 880.000,00 Asuransi di bayar di muka 1.270.000,00 720.000,00 Sewa dibayar di muka 1.200.000,00 900.000,00 Mesin 8.800.000,00 8.800.000,00 Akuml. Depresiasi mesin 1.200.000,00 1.480.000,00 Kendaraan 3.700.000,00 3.700.000,00 Akuml, depr, kendaraan 800.000,00 910.000,00 Utang usaha 1.010.000,00 1.010.000,00 Utang wesel 1.500.000,00 1.500.000,00 Utang gaji 410.000,00 Utang pajak 40.000,00 Utang bunga 25.000,00 Pendapat komisi diterima di muka 320.000,00 210.000,00 Modal. Tuan abiding 10.000.000,00 10.000.000,00 Prive, tuan abiding 3.700.000,00 3.700.000,00 Pendapatan komisi 15.400.000,00 15.685.000,00 Beban gaji 6.200.000,00 6.610.000,00 Beban sewa 300.000,00 Beban perlengkapan kantor 610.000,00 Depresiasi mesin 280.000,00
  • 48.
    Depresiasi kendaraan 110.000,00 Beban asuransi 550.000,00 Beban bunga 25.000,00 Beban lain-lain 170.000,00 170.000,00 Beban pajak 165.000,00 205.000,00 Rp 30.820.000,00 Rp 31.270.000,00 Diminta: Analisa yang ada pada data neraca saldoj tersebut, dan buatlah jurnal penyesuaian yang menjelaskan perubahan dalam saldo akun dari neraca saldo sebelum disesuaikan ke neraca saldo setelah disesuaikan.
  • 49.
    soal 4-10 Laporan laba-rugiperusahaan angsa putih untuk bulan oktober adalah sebagai berikut: PERUSAHAAN ANGSA PUTIH Laporan Rugi-Laba Untuk Bulan Yang Berakhir Tanggal 31 Oktober 2010 Pendapatan: Pendapatan konsultasi Rp 18.700.000,00 Pendapatan sewa 600.000,00 Pendapatan bunga 100.000,00 Rp 19.400.000,00 Beban-beban: Gaji Rp 11.200.000,00 Sewa 1.900.000,00 Perjalanan 720.000,00 Iklan 450.000,00 Depresiasi 120.000,00 Perlengkapan kantor 110.000,00 Bunga 260.000,00 Reparasi 60.000,00 asuransi 90.000,00 14.910.000,00 Laba bersih Rp 4.490.000,00
  • 50.
    Neraca saldo sebelumdisesuaikan adalah sebagai berikut: PERUSAHAAN ANGSA PUTIH Neraca Saldo 31 Oktober 2010 Nama Akun Debet Debet Kas Rp 2.160.000,00 Piutang usaha 3.980.000,00 Piutang wesel 12.000.000,00 Asuransi dibayar di muka 1.080.000,00 Perlengkapan kantor 560.000,00 Peralatan kantor 13.200.000,00 Utang usaha Rp 3.370.000,00 Sewa diterima di muka 1.800.000,00 Utang wesel 4.000.000,00 Modal,tuan omar 20.500.000,00 Prive,tuan omar 1.400.000,00 Pendapatan konsultasi 18.700.000,00 Beban gaji 10.600.000,00 Beban sewa 1.900.000,00 Beban perjalanan 720.000,00 Beban advertensi 450.000,00 Beban bunga 260.000,00 Beban reparasi 60.000,00 Rp 48.370.000,00 Rp 8.370.000,00 Diminta:
  • 51.
    1. Analisislah data yang ada pada neraca saldo dan laporan rugi-laba di atas untuk menemukan: (a) perubahan yang terjadi pada masing-masing akun kerena adanya penyesuaian,dan (b) akun baru yang muncul karena adanya penyesuaian. 2. Buatlah jurnal penyesuaian yang dapat mengungkapkan dan menjelasakn perubahan pada masing-masing akun dari nerca saldo sebelum disesuaikan kelaporan laba-rugi.