•

KONTRASEPSI AKDR

Profil

Sangat efektif, reversibel dan
berjangka panjang (10 tahun)

Haid menjadi lebih lama dan
lebih banyak

Dapat dipakai oleh semua
perempuan usia reproduksi

Tidak boleh dipakai oleh
perempuan yang terpapar pada Infeksi
Menular Seksual (IMS)
Jenis
 AKDR CuT-380A
 NOVA T (Sobering)

Cara Kerja
 Menghambat kemampuan sperma untuk
masuk ke tuba falopi
 Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum
mencapai kavum uteri
 Memungkinkan
untuk
mencegah
implantasi telur dalam uterus

Keuntungan
 Sangat
efektif
segera
setelah
pemasangan
 Metode jangka panjang (10 tahun dan
tidak perlu diganti).
 Tidak mempengaruhi hubungan seksual
 Meningkatkan kenyamanan seksual
 Tidak ada efek samping hormonal
 Tidak mempengaruhi kualitas dan
volume AST
 Dapat
dipasang
segera
setelah
melahirkan atau sesudah abortus
 Dapat digunakan sampai menopause
(1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)
 Membantu mencegah kehamilan ektopik

Kerugian
 Efek samping yang umum terjadi
• Perubahan siklus haid
• Haid lebih lama dan banyak
• Perdarahan antar menstruasi
• Saat haid lebih sakit
 Komplikasi lain

•
•

Sakit dan kejang selama 3-5 hari
setelah pemasangan
Perdarahan berat pada waktu haid
atau yang memungkinkan penyebab
anemia
Perforasi dinding uterus.

 Tidak
mencegah
IMS
termasuk
HIV/AIDS
 Tidak baik digunakan pada perempuan
dengan IMS atau perempuan yang
sering berganti pasangan
 Penyakit Radang Panggul
terjadi
sesudah perempuan dengan
IMS
memakai AKDR. PRP dapat memicu
infertilitas
 Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting)
terjadi segera setelah pemasangan
AKDR. Biasanya menghilang dalam 1-2
hari
 Tidak mencegah terjadinya kehamilan
ektopik karena fungsi AKDR untuk men
cegah kehamilan normal
Yang Dapat Menggunakan
 Usia reproduktif
 Keadaan nulipara
 Menyusui
 Setelah melahirkan dan tidak menyusui
bayinya
 Setelah mengalami abortus dan tidak
terlihat adanya infeksi
 Risiko rendah dari IMS
Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan
 Sedang hamil
 Perdarahan vagina
 Menderita infeksi alat genital (vaginitis,
servisitis)
 Tiga bulan terakhir sedang mengalami
atau sering menderita PRP atau abortus
septik
 Kelainan bawaan uterus yang abnormal
atau tumor jinak rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri
 Penyakit trofoblas yang ganas
 Menderita TBC pelvik
 Kanker alat genital
 Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

Informasi Umum
 AKDR Bekerja langsung efektif segera
setelah pemasangan
 AKDR dapat keluar dari uterus secara
spontan, khususnya selama beberapa
bulan pertama
 Terjadi
perdarahan
atau
spotting
beberapa hari setelah pemasangan
 Perdarahan menstruasi biasanya akan
lebih lama dan lebih banyak
 AKDR mungkin dilepas setiap saat atas
kehendak klien
 AKDR tidak melindungi diri terhadap IMS
termasuk virus AIDS.

Waktu Penggunaan
 Setiap waktu dalam siklus haid
 Hari ke-1 s/d ke-7 siklus haid
 Segera setelah melahirkan, selama 48
jam pertama atau setelah 4 minggu
pascapersalinan; setelah 6 bulan apabila
menggunakan metode amenorea laktasi
(MAL).
 Setelah menderita abortus apabila tidak
ada gejala infeksi
 Selama 1-5 hari setelah sanggama yang
tidak dilindungi
Oleh:
BASARIA ULINA
13104079

Akdr

  • 1.
    • KONTRASEPSI AKDR Profil  Sangat efektif,reversibel dan berjangka panjang (10 tahun)  Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak  Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi  Tidak boleh dipakai oleh perempuan yang terpapar pada Infeksi Menular Seksual (IMS) Jenis  AKDR CuT-380A  NOVA T (Sobering) Cara Kerja  Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi  Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri  Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus Keuntungan  Sangat efektif segera setelah pemasangan  Metode jangka panjang (10 tahun dan tidak perlu diganti).  Tidak mempengaruhi hubungan seksual  Meningkatkan kenyamanan seksual  Tidak ada efek samping hormonal  Tidak mempengaruhi kualitas dan volume AST  Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus  Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir)  Membantu mencegah kehamilan ektopik Kerugian  Efek samping yang umum terjadi • Perubahan siklus haid • Haid lebih lama dan banyak • Perdarahan antar menstruasi • Saat haid lebih sakit  Komplikasi lain • • Sakit dan kejang selama 3-5 hari setelah pemasangan Perdarahan berat pada waktu haid atau yang memungkinkan penyebab anemia Perforasi dinding uterus.  Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS  Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan  Penyakit Radang Panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR. PRP dapat memicu infertilitas  Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang dalam 1-2 hari  Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk men cegah kehamilan normal Yang Dapat Menggunakan  Usia reproduktif  Keadaan nulipara  Menyusui  Setelah melahirkan dan tidak menyusui bayinya  Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
  • 2.
     Risiko rendahdari IMS Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan  Sedang hamil  Perdarahan vagina  Menderita infeksi alat genital (vaginitis, servisitis)  Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik  Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum uteri  Penyakit trofoblas yang ganas  Menderita TBC pelvik  Kanker alat genital  Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm Informasi Umum  AKDR Bekerja langsung efektif segera setelah pemasangan  AKDR dapat keluar dari uterus secara spontan, khususnya selama beberapa bulan pertama  Terjadi perdarahan atau spotting beberapa hari setelah pemasangan  Perdarahan menstruasi biasanya akan lebih lama dan lebih banyak  AKDR mungkin dilepas setiap saat atas kehendak klien  AKDR tidak melindungi diri terhadap IMS termasuk virus AIDS. Waktu Penggunaan  Setiap waktu dalam siklus haid  Hari ke-1 s/d ke-7 siklus haid  Segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pascapersalinan; setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL).  Setelah menderita abortus apabila tidak ada gejala infeksi  Selama 1-5 hari setelah sanggama yang tidak dilindungi Oleh:
  • 3.