Al Hujurat Ayat 12 
Mujahadah 
Nafs 
Ukhuwah 
Husnudzon 
09/11/14
Disusun oleh: 
1. Gusti Namira Nurhafiza 
2. Iqbalridhayanto 
3. Khairrunnisa 
4. Meliana Atmika 
5. Moenica Sari Dewi 
09/11/14
Al-Hujurat Ayat 12 
Ayat Arti Kandungan 
Ukhuwah Husnudzon 
Pendapat Ulama
Al Hujurat Ayat 12
Arti Surah Al Hujurat Ayat 12 
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan 
dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu 
adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan 
orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing 
sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu 
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka 
tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah 
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi 
Maha Penyayang." 
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 12)
Pengertian 
Mujahadah 
Arti Mujahadah, menurut bahasa ialah 
perang, menurut aturan Syara’ ialah memerangi 
nafsu amarah dan memberi baban kepadanya, 
menurut istilah ahli hakikat adalah untuk 
melakukan sesuatu yang berat baginya yang 
sesuai dengan aturan syara’ (agama).
Pengertian Nafs 
Nafs berasal dari bahasa arab النفس ), ) merupakan satu kata yang 
memiliki banyak makna (lafzh al-Musytaraq) dan dipahami sesuai dengan 
penggunaanya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, nafs (nafsu) juga 
dipahami dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik. Nafs dalam 
diri manusia memiliki berbagai fungsi, antara lain untuk membuat gagasan, 
berfikir dan merenung, yang pada akhirnya menghasilkan keputusan apa 
yang harus diperbuat.
Macam – Macam Nafsu 
Nafsu Ammarah 
Bissu’ Nafsu 
Lawwamah 
Nafsu 
Muthmainnah
Nafsu Ammarah Bissu’ 
Nafsu Ammarah Bissu’ selalu 
melepaskan diri dari tantangan dan 
tidak mau menentang, bahkan patuh 
tunduk saja kepada nafsu syahwat dan 
panggilan syaitan.
Nafsu Lawwamah 
Nafsu ini belum sempurna ketenangannya 
karena selalu menentang atau melawan 
kejahatan tetapi suatu saat teledor dan lalai 
berbakti kepada Allah, sehingga dicela dan 
disesalinya.
Nafsu Muthmainnah 
Nafsu ini tenang pada saat jauh dari kegoncangan 
yang di sebabkan oleh bermacam-macam tantangan 
dan dari bisikan syaitan. Di katakan juga jiwa yang 
tenang, yaitu jiwa yang telah menerima pencerahan, 
ketenangan dan kedamaian, sebab telah terlepas dari 
pengaruh hawa nafsu materi, hewani, dan 
kemakhlukan.
Definisi Ukhuwah 
Secara Bahasa Ukhuwah Islamiyah berarti 
Persaudaraan Islam. Adapun secara istilah 
ukhuwah islamiyah adalah kekuatan iman dan 
spiritual yang dikaruniakan Allaah kepada 
hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang 
menumbuhkan perasaan kasih sayang, 
persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling 
percaya terhadap saudara seakidah. Dengan 
berukhuwah akan timbul sikap saling 
menolong,saling pengertian dan tidak 
menzhalimi harta maupun kehormatan orang 
lain yang semua itu muncul karena Allaah 
semata.
Husnudzon 
Husnudzon adalah “sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka 
baik”. Rasulullah saw menekankan agar kita umatnya agar selalu 
berprasangka baik pada siapapun. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. 
Bahwa : 
Dari Abu Hurairah RA, ia katakan Rasulullah SAW bersabda, 
“Jauhilah kalian dari buruk sangka, karena buruk sangka itu 
sedusta-dusta perkataan (hati). Janganlah kalian mencari-cari 
berita keburukan orang lain, janganlah kalian mencari-cari 
kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang 
tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah 
kalian saling membenci, janganlah kalian saling 
membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang 
bersaudara”. 
(HR. Muslim)
1) Husnuzan terhadap Allah SWT 
a) Syukur 
b) Ibadah 
c) Dzikir 
d) Berdoa 
e) Tawadu 
f) Tawakal 
2) Husnuzan terhadap Diri Sendiri 
a) Percaya Diri 
b) Gigih 
c) Sabar 
d) Tawadu 
3) Husnuzan terhadap Sesama Manusia 
a) Saling mengormati 
b) Berbuat baik tehadap sesama 
c) Generasi tua menyayangi generasi muda 
d) Saling tolong-menolong dalam kebajikan
Pendapat Ulama 
*Mujahadah 
*Nafs *Ukhuwah 
*Khusnuzon
09/11/14 
Mujahadah 
• “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan 
Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada 
mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar 
beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al- 
Ankabut: 69). 
• Abu Nadhrah telah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri 
RA, suatu hari, Rasulullah SAW ditanya tentang jihad yang 
paling utama, Beliau bersabda, “Menyampaikan kalimat yang 
benar kepada raja yang zhalim.” Mendengar sabda 
Rasulullah SAW, berlinanglah air mata Abu Said RA. Abu Ali 
Daqaq berkata,”Barangsiapa menghiasi lahirnya dengan 
mujahadah, Allah SWT akan mempercantik hatinya dengan 
musyahadah.”
• Abu Utsman Al-Maghribi berkata,”Barangsiapa mengira telah melihat 
sesuatu atau ada sesuatu yang telah dibukakan baginya jalan ini, 
sedangkan dia tidak pernah bermujahadah. Sungguh, dia telah keliru.” 
• Abu Ali Ad-Daqad berkata, “Barangsiapa dipermulaan perjalanannya 
tidak mau berdiri, maka di akhir perjalanannya tidak akan bisa duduk.” 
Dia juga mengatakan, “Bergerak membawa berkah. Karena itu, gerakan 
pada lahir membawa berkah bagi hati.” 
• Ibrahim Al-Khawash berkata, “Tidak ada sesuatu yang menyusahkanku 
kecuali aku akan mengendarainya.” Dia juga mengatakan, “Muhammad 
bin Fadhal telah berkata kepadaku, ‘Kedamaian adalah bersih dari angan-angan 
09/11/14 
dan nafsu’”. 
• An-Nashrabazi berkata, “Nafsumu telah memenjarakanmu. Jika keluar 
darinya, kamu akan menemukan kedamaian abadi”.Allah SWT telah 
berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan 
Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan 
Kami.” Barang siapa yang tidak mau bermujahadah di permulaannya, 
maka dia tidak akan pernah menemui sesuatu pada jalan itu.
09/11/14 
Nafs 
PENGERTIAN AL-NAFS MENURUT 
AL-GHAZALI 
• Nafs dalam khasanah Islam memiliki 
banyak pengertian. Nafs dapat 
berarti jiwa (Soul, Psyche), nyawa 
dan lain-lain. Semua potensi yang 
terdapat pada nafs bersifat potensial, 
tetapi dapat aktual jika manusia 
mengupayakan. Setiap komponen 
yang ada memiliki daya-daya laten 
yang dapat menggerakkan tingkah 
laku manusia. Aktualisasi nafs 
membentuk kepribadian, yang 
perkembangannya dipengaruhi oleh 
faktor internal dan eksternal.[1] 
( Imam Al-Ghazali )
• Banyak ilmuwan Islam mencoba mengungkap rahasia 
tentang nafs, salah satunya al-Ghazali sang Hujjatul Islam 
dalam salah satu kitab karangannya Ihya Ulum al-Din. 
• Pengertian nafs yang pertama menurut Al Ghazali adalah 
yang menggabungkan kekuatan marah dan nafsu syahwat 
pada manusia.[2] Istilah nafs yang pertama ini menurut ahli 
tasawuf adalah nafsu, yang merupakan pokok yang 
menghimpun sifat-sifat tercela dari manusia, sehingga 
mereka mengatakan bahwa kita harus melawan nafsu (hawa 
nafsu) dan memecahkannya.[3] 
09/11/14
09/11/14 
Ukhuwah 
• Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab 
rahimahullah, dalam al-Ushûlus-Sittah, 
pada pokok yang kedua,[1] mengatakan: 
"Allah Azza wa Jalla memerintahkan agar 
(umat Islam) bersatu di dalam agama dan 
melarang berpecah belah di dalamnya. Allah 
Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini 
dengan penjelasan yang sangat terang dan 
mudah dipahami oleh orang-orang awam. 
Allah Azza wa Jalla melarang kita menjadi 
seperti orang-orang sebelum kita yang 
berpecah belah dan berselisih dalam urusan 
agama hingga mereka hancur karenanya." 
( Syaikh Muhammad bin Abdul 
Wahab rahimahullah )
• Imam ath-Thabariy dalam 
tafsirnya mengatakan [3] : "Yang 
diinginkan oleh Allah Azza wa 
Jalla dengan ayat ini ialah: 
Berpeganglah kalian pada agama 
dan ketetapan Allah Azza wa Jalla 
yang dengan agama serta 
ketetapan itu Allah Azza wa Jalla 
telah memerintahkan agar kalian 
bersatu padu dalam satu 
kalimatul haq (kebenaran) dan 
menyerah pada perintah Allah 
Azza wa Jalla ". 
09/11/14 
( Imam Ath- 
Thabariy )
09/11/14 
Khusnuzon 
• Dari Abu Hurairah RA, ia katakan Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kalian dari buruk 
sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati). Janganlah kalian 
mencari-cari berita keburukan orang lain, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang 
lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, 
janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan jadilah 
kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim) 
• Untuk itu"Apabila kamu bertemu dengan seseorang, maka lihatlah kelebihan yang ada 
padanya. Dan engkau katakanlah kepada dirimu sendiri,”Mudah-mudahan jadilah dia di 
sisi Allah lebih baik daripada aku dan semoga Allah mengangkat derajatnya.” 
• Sekiranya dia adalah orang yang lebih muda daripada engkau, katakanlah,” Dia belum 
durhaka kepada Allah. Maka tidak ragu lagi dia lebih baik daripada aku.” 
• Sekiranya dia adalah seorang yang lebih tua daripada engkau, maka katakanlah,” Dia 
adalah orang yang lebih dahulu menyembah dan berbakti kepada Allah daripada aku.” 
• Sekiranya dia adalah orang alim,maka katakanlah,” Dia telah diberikan oleh Allah apa 
yang aku tidak peroleh dan dia mengetahui apa yang aku tidak tahu.”
• Sekiranya dia adalah seorang yang jahil, maka katakanlah,” 
Dia adalah orang yang durhaka kepada Allah karena 
kejahilannya. Sedangkan aku durhaka kepada Allah dalam 
keadaan aku mengetahui bagaimanakah kesudahanku dan 
kesudahannya. “ 
• Sekiranya dia adalah seorang yang kafir, maka katakanlah,” 
Aku tidak tahu, mungkin akhirnya dia memeluk Islam dan 
mati dalam keadaan Husnul Khatimah dan mungkin aku 
jadi kafir dan mati dalam keadaan Suul Khatimah.” 
09/11/14
09/11/14

Agama Kelompok Moenica

  • 1.
    Al Hujurat Ayat12 Mujahadah Nafs Ukhuwah Husnudzon 09/11/14
  • 2.
    Disusun oleh: 1.Gusti Namira Nurhafiza 2. Iqbalridhayanto 3. Khairrunnisa 4. Meliana Atmika 5. Moenica Sari Dewi 09/11/14
  • 3.
    Al-Hujurat Ayat 12 Ayat Arti Kandungan Ukhuwah Husnudzon Pendapat Ulama
  • 4.
  • 5.
    Arti Surah AlHujurat Ayat 12 "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Q.S. Al-Hujurat [49]: 12)
  • 6.
    Pengertian Mujahadah ArtiMujahadah, menurut bahasa ialah perang, menurut aturan Syara’ ialah memerangi nafsu amarah dan memberi baban kepadanya, menurut istilah ahli hakikat adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama).
  • 7.
    Pengertian Nafs Nafsberasal dari bahasa arab النفس ), ) merupakan satu kata yang memiliki banyak makna (lafzh al-Musytaraq) dan dipahami sesuai dengan penggunaanya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, nafs (nafsu) juga dipahami dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik. Nafs dalam diri manusia memiliki berbagai fungsi, antara lain untuk membuat gagasan, berfikir dan merenung, yang pada akhirnya menghasilkan keputusan apa yang harus diperbuat.
  • 8.
    Macam – MacamNafsu Nafsu Ammarah Bissu’ Nafsu Lawwamah Nafsu Muthmainnah
  • 9.
    Nafsu Ammarah Bissu’ Nafsu Ammarah Bissu’ selalu melepaskan diri dari tantangan dan tidak mau menentang, bahkan patuh tunduk saja kepada nafsu syahwat dan panggilan syaitan.
  • 10.
    Nafsu Lawwamah Nafsuini belum sempurna ketenangannya karena selalu menentang atau melawan kejahatan tetapi suatu saat teledor dan lalai berbakti kepada Allah, sehingga dicela dan disesalinya.
  • 11.
    Nafsu Muthmainnah Nafsuini tenang pada saat jauh dari kegoncangan yang di sebabkan oleh bermacam-macam tantangan dan dari bisikan syaitan. Di katakan juga jiwa yang tenang, yaitu jiwa yang telah menerima pencerahan, ketenangan dan kedamaian, sebab telah terlepas dari pengaruh hawa nafsu materi, hewani, dan kemakhlukan.
  • 12.
    Definisi Ukhuwah SecaraBahasa Ukhuwah Islamiyah berarti Persaudaraan Islam. Adapun secara istilah ukhuwah islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allaah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah. Dengan berukhuwah akan timbul sikap saling menolong,saling pengertian dan tidak menzhalimi harta maupun kehormatan orang lain yang semua itu muncul karena Allaah semata.
  • 13.
    Husnudzon Husnudzon adalah“sikap atau keadaan jiwa yang berprasangka baik”. Rasulullah saw menekankan agar kita umatnya agar selalu berprasangka baik pada siapapun. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. Bahwa : Dari Abu Hurairah RA, ia katakan Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kalian dari buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati). Janganlah kalian mencari-cari berita keburukan orang lain, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim)
  • 14.
    1) Husnuzan terhadapAllah SWT a) Syukur b) Ibadah c) Dzikir d) Berdoa e) Tawadu f) Tawakal 2) Husnuzan terhadap Diri Sendiri a) Percaya Diri b) Gigih c) Sabar d) Tawadu 3) Husnuzan terhadap Sesama Manusia a) Saling mengormati b) Berbuat baik tehadap sesama c) Generasi tua menyayangi generasi muda d) Saling tolong-menolong dalam kebajikan
  • 15.
    Pendapat Ulama *Mujahadah *Nafs *Ukhuwah *Khusnuzon
  • 16.
    09/11/14 Mujahadah •“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al- Ankabut: 69). • Abu Nadhrah telah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, suatu hari, Rasulullah SAW ditanya tentang jihad yang paling utama, Beliau bersabda, “Menyampaikan kalimat yang benar kepada raja yang zhalim.” Mendengar sabda Rasulullah SAW, berlinanglah air mata Abu Said RA. Abu Ali Daqaq berkata,”Barangsiapa menghiasi lahirnya dengan mujahadah, Allah SWT akan mempercantik hatinya dengan musyahadah.”
  • 17.
    • Abu UtsmanAl-Maghribi berkata,”Barangsiapa mengira telah melihat sesuatu atau ada sesuatu yang telah dibukakan baginya jalan ini, sedangkan dia tidak pernah bermujahadah. Sungguh, dia telah keliru.” • Abu Ali Ad-Daqad berkata, “Barangsiapa dipermulaan perjalanannya tidak mau berdiri, maka di akhir perjalanannya tidak akan bisa duduk.” Dia juga mengatakan, “Bergerak membawa berkah. Karena itu, gerakan pada lahir membawa berkah bagi hati.” • Ibrahim Al-Khawash berkata, “Tidak ada sesuatu yang menyusahkanku kecuali aku akan mengendarainya.” Dia juga mengatakan, “Muhammad bin Fadhal telah berkata kepadaku, ‘Kedamaian adalah bersih dari angan-angan 09/11/14 dan nafsu’”. • An-Nashrabazi berkata, “Nafsumu telah memenjarakanmu. Jika keluar darinya, kamu akan menemukan kedamaian abadi”.Allah SWT telah berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” Barang siapa yang tidak mau bermujahadah di permulaannya, maka dia tidak akan pernah menemui sesuatu pada jalan itu.
  • 18.
    09/11/14 Nafs PENGERTIANAL-NAFS MENURUT AL-GHAZALI • Nafs dalam khasanah Islam memiliki banyak pengertian. Nafs dapat berarti jiwa (Soul, Psyche), nyawa dan lain-lain. Semua potensi yang terdapat pada nafs bersifat potensial, tetapi dapat aktual jika manusia mengupayakan. Setiap komponen yang ada memiliki daya-daya laten yang dapat menggerakkan tingkah laku manusia. Aktualisasi nafs membentuk kepribadian, yang perkembangannya dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.[1] ( Imam Al-Ghazali )
  • 19.
    • Banyak ilmuwanIslam mencoba mengungkap rahasia tentang nafs, salah satunya al-Ghazali sang Hujjatul Islam dalam salah satu kitab karangannya Ihya Ulum al-Din. • Pengertian nafs yang pertama menurut Al Ghazali adalah yang menggabungkan kekuatan marah dan nafsu syahwat pada manusia.[2] Istilah nafs yang pertama ini menurut ahli tasawuf adalah nafsu, yang merupakan pokok yang menghimpun sifat-sifat tercela dari manusia, sehingga mereka mengatakan bahwa kita harus melawan nafsu (hawa nafsu) dan memecahkannya.[3] 09/11/14
  • 20.
    09/11/14 Ukhuwah •Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah, dalam al-Ushûlus-Sittah, pada pokok yang kedua,[1] mengatakan: "Allah Azza wa Jalla memerintahkan agar (umat Islam) bersatu di dalam agama dan melarang berpecah belah di dalamnya. Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini dengan penjelasan yang sangat terang dan mudah dipahami oleh orang-orang awam. Allah Azza wa Jalla melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih dalam urusan agama hingga mereka hancur karenanya." ( Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah )
  • 21.
    • Imam ath-Thabariydalam tafsirnya mengatakan [3] : "Yang diinginkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan ayat ini ialah: Berpeganglah kalian pada agama dan ketetapan Allah Azza wa Jalla yang dengan agama serta ketetapan itu Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan agar kalian bersatu padu dalam satu kalimatul haq (kebenaran) dan menyerah pada perintah Allah Azza wa Jalla ". 09/11/14 ( Imam Ath- Thabariy )
  • 22.
    09/11/14 Khusnuzon •Dari Abu Hurairah RA, ia katakan Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kalian dari buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta perkataan (hati). Janganlah kalian mencari-cari berita keburukan orang lain, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Muslim) • Untuk itu"Apabila kamu bertemu dengan seseorang, maka lihatlah kelebihan yang ada padanya. Dan engkau katakanlah kepada dirimu sendiri,”Mudah-mudahan jadilah dia di sisi Allah lebih baik daripada aku dan semoga Allah mengangkat derajatnya.” • Sekiranya dia adalah orang yang lebih muda daripada engkau, katakanlah,” Dia belum durhaka kepada Allah. Maka tidak ragu lagi dia lebih baik daripada aku.” • Sekiranya dia adalah seorang yang lebih tua daripada engkau, maka katakanlah,” Dia adalah orang yang lebih dahulu menyembah dan berbakti kepada Allah daripada aku.” • Sekiranya dia adalah orang alim,maka katakanlah,” Dia telah diberikan oleh Allah apa yang aku tidak peroleh dan dia mengetahui apa yang aku tidak tahu.”
  • 23.
    • Sekiranya diaadalah seorang yang jahil, maka katakanlah,” Dia adalah orang yang durhaka kepada Allah karena kejahilannya. Sedangkan aku durhaka kepada Allah dalam keadaan aku mengetahui bagaimanakah kesudahanku dan kesudahannya. “ • Sekiranya dia adalah seorang yang kafir, maka katakanlah,” Aku tidak tahu, mungkin akhirnya dia memeluk Islam dan mati dalam keadaan Husnul Khatimah dan mungkin aku jadi kafir dan mati dalam keadaan Suul Khatimah.” 09/11/14
  • 24.