Hallo ! Apa kabar?
Pada kesempatan kali ini
mari kita jelajahi SISTEM
PERNAPASAN PADA
MANUSIA. Are you ready?
Let’s go.. 
SISTEM PERNAPASAN MANUSIA
Kompetensi Dasar
3.8 Menganalisis hubungan antara struktur
jaringan penyusun organ pada sistem respirasi
dalam kaitannya dengan bioproses dan
gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
respirasi manusia
4.8 Menyajikan hasil analisis pengaruh
pencemaran udara terhadap kelainan pada
struktur dan fungsi organ pernapasan manusia
berdasarkan studi literatur
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.8.1. Menjelaskan konsep pernafasan pada manusia
3.8.2. Menentukan organ-organ pernafasan manusia
3.8.3. Menjelaskan Struktur sistem pernafasan pada manusia
3.8.4. Menjelaskan fungsi sistem Pernafasan pada manusia
3.8.5. Menjelaskan mekanisme pertukaran O2 dengan CO2
3.8.6.Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia
(pernapasan dada dan pernapasan perut)
3.8.7. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi
pernapasan manusia
3.8.8. Menjelaskan berbagai gangguan yang terjadi pada sistem
pernapasan
PENDAHULUAN
• Pernapasan: proses pertukaran gas dari MH
dengan gas di lingkungan
• Respirasi: perombakan bahan makanan
menggunakan oksigen  energi dan gas sisa
pembakaran/karbondioksida
Sistem Pernapasan Manusia
Alat respirasi
• Hidung
• Laring
• Trakea
• Bronkus
• Paru-paru
ALAT PERNAPASAN – HIDUNG
• Terdapat saraf penciuman/pembau
• Terdiri dari dua lubang (kanan dan kiri), dibatasi
sekat hidung
• Rongga hidung:
– berhubungan dengan rongga mulut
– Fungsi: menghangatkan, melembapkan dan
menyaring udara
– Terdapat rambut halus dan selaput lendirmenyaring
udara yang masuk, mengeluarkan partikel-partikel
ALAT PERNAPASAN – FARING
• Faring:
– di bagian
belakang rongga
hidung
– lanjutan dari
saluran hidung
yang
meneruskan
udara ke laring
ALAT PERNAPASAN – LARING
(PANGKAL TENGGOROKAN)
• Laring:
– Terdiri dari lempengan tulang rawan
– Bagian dalam dindingnya digerakan oleh
ototmenutup glotis: lubang/celah
menghubungkan faring-trakea
– Terdapat selaput suara, bergetar jika ada dilalui
udara, berbicara
– Memiliki katup=epiglotis: selalu terbuka, menutup
jika ada makanan masuk ke kerongkongan
Glotis dan Epiglotis
ALAT PERNAPASAN – TRAKEA
(BATANG TENGGOROKAN)
• Tersusun dari cincin tulang rawan
• Terletak di depan kerongkongan
• Berbentuk pipa
• Bagian dalam licin dilapisi oleh selaput lendir
• Sel epitel silindris bersiliafungsi: menahan
debu/kotoran dalam udara agar tidak masuk
ke paru-paru
ALAT PERNAPASAN – BRONKUS
(CABANG BATANG TENGGOROKAN)
• Bagian yang menghubungkan trakea dengan
paru-paru
• Terdapat di paru-paru kanan dan kiri
• Terdiri dari lempengan tulang rawan
• Dinding tersusun dari otot halus
• Cabang bronkus=bronkiolus: tipis dan tidak
bertulang rawan
ALAT PERNAPASAN – BRONKUS
(CABANG BATANG TENGGOROKAN)
ALAT PERNAPASAN – PULMO
• Diselubingi oleh selaput elastis: pleura
• Letak: di dalam rongga dada, di atas
diafragma: sekat yang membatasi rongga
dada dan rongga perut
• Paru-paru kanan 3 gelambir, paru-paru kiri 2
gelambir
• Terdapat bronkus dan bronkiolusalveolus
Paru-paru - pleura
back
Paru-paru – diafragma
back
Paru-paru - gelambir
back
Paru-paru - alveouls
MEKANISME
PERNAPASAN
MANUSIA
MEKANISME PERNAPASAN
• Terjadi saat sadar dan tidak sadar
• Inspirasi dan ekspirasi
1. RESPIRASI / PERNAPASAN DADA
2. RESPIRASI / PERNAPASAN PERUT
BERDASARKAN OTOT YANG MELAKUKAN AKTIVITAS
RESPIRASI, RESPIRASI DIBEDAKAN JADI 2, YAITU:
Mekanisme pernapasan dada. Mekanisme pernapasan perut.
PERNAPASAN DADA
• Inspirasi: muskulus interkostalis
kontraksitulang rusuk terangkatrongga dada
membesar, paru-paru mengembangtekanan
udara rongga paru-paru ↓ di luar ↑udara dari
luar masuk ke paru-paru
• Ekspirasi: muskulus interkostalis
relaksasitulang rusuk turunrongga dada
menyempit, paru-paru mengeciltekanan udara
rongga paru-paru ↑ di luar↓udara keluar dari
paru-paru
PERNAPASAN PERUT
• Inspirasi: otot diafragma kontraksidiafragma
datarrongga dada dan paru-paru
mengembangtekanan udara rongga paru-
paru↓ udara dari luar masuk ke paru-paru
• Ekspirasi: otot diafragma relaksasidiafragma
melengkungrongga dada dan paru-paru
mengeciltekanan udara rongga paru-paru ↑
udara keluar dari paru-paru
PERNAPASAN PERUT
PROSES PERNAPASAN
Pernapasan
Dada
Pernapasan
Perut
terjadi karena gerakan tulang-tulang
rusuk oleh otot-otot antar tulang
rusuk ( interkostal )
1. Inspirasi
2. Ekspirasi
otot antartulang
rusuk berkontraksi
( tulang-tulang
dada terangkat ke
atas )
rongga
dada
membesar
volume
paru
membesar
tekanan
udara paru
mengecil
udara
masuk
terjadi karena adanya gerakan otot
diafragma
PERNAPASAN DADA
otot antartulang
rusk berelaksasi
( tulang rusuk
dan tulang dada
turun )
rongga
dada
mengecil
volume
paru
mengecil
tekanan
udara paru
membesar
udara
keluar
1. Inspirasi
2. Ekspirasi
PERNAPASAN PERUT
Otot
diafragma
berkontraksi (
diafragma
mendatar,
rusuk naik )
rongga
dada
membesar
Volume paru2
mengembang
Tekanan udara di
dalam
intrapulmonari
menurun hingga
1 mmHg
udara mengalir
ke dalam paru-
paru
Otot
diafragma
berelaksasi (
diafragma
naik )
rongga
dada
mengecil
Volume paru2
mengecil
tekanan udara di
dalam
intrapulmonari
naik menjadi
lebih dari 1
mmHg
udara ke luar dari
paru-paru
Tulang
rusuk
terangkat karena
kontraksi otot
antar tulang rusuk
Udara
masuk
Diaphragma berkontraksi
(turun)
Inspirasi
Inspirasi – Pemasukan udara ke dalam paru-paru
Mekanisme Inspirasi :
• Otot-otot interkostal berkontraksi
akibatnya tulang rusuk terangkat.
• Kontraksi otot interkostal diikuti
oleh kontraksi otot diafragma.
• Akibat kontraksi kedua otot ini,
rongga dada menjadi membesar.
• Rongga dada yang bertambah
besar menyebabkan tekanan udara
di paru-paru menjadi kecil.
• Akibatnya udara masuk ke dalam
paru-paru.
Tulang rusuk
turun karena
otot interkostal
berelaksasi
Udara
keluar
Diaphragma berelaksasi
(naik)
Ekspirasi
Ekspirasi – Pengeluaran udara dari dalam paru-paru
Mekanisme Ekspirasi :
• Otot-otot interkostal berelaksasi
akibatnya tulang rusuk turun.
• Relaksasi otot interkostal diikuti
oleh berelaksasinya otot
diafragma.
• Akibat relaksasi kedua otot ini,
rongga dada menjadi menjadi
mengecil.
• Rongga dada yang mengecil
menyebabkan tekanan udara di
paru-paru menjadi besar.
• Akibatnya udara keluar dari dalam
paru-paru ke lingkungan.
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
Pertukaran Gas Oksigen dan Karbondioksida
– Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di dalam
darah.
– O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran
alveolus
– Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb
yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin
(HbO2).
– Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam
plasma darah (2%).
– Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke
jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke
seluruh tubuh yang membutuhkan.
A. Pengikatan O2
Di dalam alveolus, udara yang mengandung oksigen dipertukarkan ke
dalam darah. sedangkan karbondioksida di dalam darah dikeluarkan ke alveolus.
Pertukaran O2
Gambar 3 : Proses pertukaran oksigen dari alveolus ke dalam darah. Dan
setelah berada di darah, oksigen dibawa ke sel-sel tubuh yang
membutuhkan
B. Pengeluaran CO2
– Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di
dalam darah.
– Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka
CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
– Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar
(70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
– 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
– Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma
darah.
– Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian
oleh jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru
melalui arteri pulmonalis.
– Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui
ekspirasi.
Pertukaran CO2
Gambar 3 : Proses pertukaran karbondioksida dari sel-sel jaringan ke dalam darah.
Setelah berada di dalam darah, karbondioksida di bawa ke alveolus untuk
dikeluarkan.
Mekanisme Pertukaran
Oksigen dan Karbon
dioksida
FREKUENSI PERNAPASAN
• Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan :
 Umur
 Jenis Kelamin
 Kondisi Fisik
 Suhu Tubuh
 Posisi tubuh
 Ketinggian suatu tempat
VOLUME DAN
KAPASITAS
PARU-PARU MANUSIA
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
• Setiap orang berbeda
• Tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan
bernapas, cara bernapas
• Volume paru-paru orang dewasa: 5-6 liter,
terdiri dari:
– Volume tidal (VT)
– Volume cadangan inspirasi (VCI)
– Volume cadangan ekspirasi (VCE)
– Volume residu (VR)
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
• Volume tidal (VT): volume udara hasil
inspirasi/ekspirasi pada setiap kali bernapas
normal, ± 500cc/ml pada rata-rata orang
dewasa muda
• Volume cadangan inspirasi (VCI): volume
udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah
volume tidal, ± mencapai 3000cc/ml
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
• Volume cadangan ekspirasi (VCE): volume
udara yang masih dapat diekspirasi kuat pada
akhir ekspirasi normal, ± mencapai 1100cc/ml
• Volume residu (VR): volume udara yang masih
tetap berada dalam paru-paru setelah
ekspirasi kuat, ± sebanyak 1200cc/ml
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
• Kapasitas Inspirasi (KI)= VT+VCI
• Kapasitas residu fungsional (KRF)= VCE+VR
• Kapasitas vital (KV)= VCI+VT+VCE
• Kapasitas total paru-paru= KV+VR
• Spirometri: metode yang digunakan untuk
mencatat volume udara yang masuk dan
keluar dari paru-paru
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
VOLUME & KAPASITAS PARU-PARU
spirometer
KELAINAN DAN PENYAKIT
• Faringitis: radang faring, nyeri saat menelan,
kerongkongan terasa kering, infeksi bakteri atau
virus, rokok
• Pneumonia: peradangan paru-paru, alveolus berisi
cairan dan eritrosit yang berlebihan. Infeksi alveolus
(membran paru-paru mengalami peradangan dan
berlubang-lubang) menyebabkan cairan dan eritrosit
masuk ke alveolus. Infeksi disebarkan oleh bakteri
dari alveolus ke alveolus lain, dapat meluas ke lobus
lain bahkan seluruh paru-paru
KELAINAN DAN PENYAKIT
• Emfisema
• Asma
• Dipteri
• Asfiksi
• Tuberkulosis
• Hipoksia
• Asidosis
• Sianosis
WASSALAM

4.Media Pembelajaran Respirasi.ppt

  • 2.
    Hallo ! Apakabar? Pada kesempatan kali ini mari kita jelajahi SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA. Are you ready? Let’s go.. 
  • 3.
  • 4.
    Kompetensi Dasar 3.8 Menganalisishubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem respirasi manusia 4.8 Menyajikan hasil analisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ pernapasan manusia berdasarkan studi literatur
  • 5.
    INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.8.1.Menjelaskan konsep pernafasan pada manusia 3.8.2. Menentukan organ-organ pernafasan manusia 3.8.3. Menjelaskan Struktur sistem pernafasan pada manusia 3.8.4. Menjelaskan fungsi sistem Pernafasan pada manusia 3.8.5. Menjelaskan mekanisme pertukaran O2 dengan CO2 3.8.6.Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia (pernapasan dada dan pernapasan perut) 3.8.7. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia 3.8.8. Menjelaskan berbagai gangguan yang terjadi pada sistem pernapasan
  • 6.
    PENDAHULUAN • Pernapasan: prosespertukaran gas dari MH dengan gas di lingkungan • Respirasi: perombakan bahan makanan menggunakan oksigen  energi dan gas sisa pembakaran/karbondioksida
  • 7.
    Sistem Pernapasan Manusia Alatrespirasi • Hidung • Laring • Trakea • Bronkus • Paru-paru
  • 8.
    ALAT PERNAPASAN –HIDUNG • Terdapat saraf penciuman/pembau • Terdiri dari dua lubang (kanan dan kiri), dibatasi sekat hidung • Rongga hidung: – berhubungan dengan rongga mulut – Fungsi: menghangatkan, melembapkan dan menyaring udara – Terdapat rambut halus dan selaput lendirmenyaring udara yang masuk, mengeluarkan partikel-partikel
  • 9.
    ALAT PERNAPASAN –FARING • Faring: – di bagian belakang rongga hidung – lanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara ke laring
  • 10.
    ALAT PERNAPASAN –LARING (PANGKAL TENGGOROKAN) • Laring: – Terdiri dari lempengan tulang rawan – Bagian dalam dindingnya digerakan oleh ototmenutup glotis: lubang/celah menghubungkan faring-trakea – Terdapat selaput suara, bergetar jika ada dilalui udara, berbicara – Memiliki katup=epiglotis: selalu terbuka, menutup jika ada makanan masuk ke kerongkongan
  • 11.
  • 12.
    ALAT PERNAPASAN –TRAKEA (BATANG TENGGOROKAN) • Tersusun dari cincin tulang rawan • Terletak di depan kerongkongan • Berbentuk pipa • Bagian dalam licin dilapisi oleh selaput lendir • Sel epitel silindris bersiliafungsi: menahan debu/kotoran dalam udara agar tidak masuk ke paru-paru
  • 13.
    ALAT PERNAPASAN –BRONKUS (CABANG BATANG TENGGOROKAN) • Bagian yang menghubungkan trakea dengan paru-paru • Terdapat di paru-paru kanan dan kiri • Terdiri dari lempengan tulang rawan • Dinding tersusun dari otot halus • Cabang bronkus=bronkiolus: tipis dan tidak bertulang rawan
  • 14.
    ALAT PERNAPASAN –BRONKUS (CABANG BATANG TENGGOROKAN)
  • 15.
    ALAT PERNAPASAN –PULMO • Diselubingi oleh selaput elastis: pleura • Letak: di dalam rongga dada, di atas diafragma: sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut • Paru-paru kanan 3 gelambir, paru-paru kiri 2 gelambir • Terdapat bronkus dan bronkiolusalveolus
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    MEKANISME PERNAPASAN • Terjadisaat sadar dan tidak sadar • Inspirasi dan ekspirasi
  • 22.
    1. RESPIRASI /PERNAPASAN DADA 2. RESPIRASI / PERNAPASAN PERUT BERDASARKAN OTOT YANG MELAKUKAN AKTIVITAS RESPIRASI, RESPIRASI DIBEDAKAN JADI 2, YAITU: Mekanisme pernapasan dada. Mekanisme pernapasan perut.
  • 23.
    PERNAPASAN DADA • Inspirasi:muskulus interkostalis kontraksitulang rusuk terangkatrongga dada membesar, paru-paru mengembangtekanan udara rongga paru-paru ↓ di luar ↑udara dari luar masuk ke paru-paru • Ekspirasi: muskulus interkostalis relaksasitulang rusuk turunrongga dada menyempit, paru-paru mengeciltekanan udara rongga paru-paru ↑ di luar↓udara keluar dari paru-paru
  • 24.
    PERNAPASAN PERUT • Inspirasi:otot diafragma kontraksidiafragma datarrongga dada dan paru-paru mengembangtekanan udara rongga paru- paru↓ udara dari luar masuk ke paru-paru • Ekspirasi: otot diafragma relaksasidiafragma melengkungrongga dada dan paru-paru mengeciltekanan udara rongga paru-paru ↑ udara keluar dari paru-paru
  • 25.
  • 26.
    PROSES PERNAPASAN Pernapasan Dada Pernapasan Perut terjadi karenagerakan tulang-tulang rusuk oleh otot-otot antar tulang rusuk ( interkostal ) 1. Inspirasi 2. Ekspirasi otot antartulang rusuk berkontraksi ( tulang-tulang dada terangkat ke atas ) rongga dada membesar volume paru membesar tekanan udara paru mengecil udara masuk terjadi karena adanya gerakan otot diafragma PERNAPASAN DADA otot antartulang rusk berelaksasi ( tulang rusuk dan tulang dada turun ) rongga dada mengecil volume paru mengecil tekanan udara paru membesar udara keluar
  • 27.
    1. Inspirasi 2. Ekspirasi PERNAPASANPERUT Otot diafragma berkontraksi ( diafragma mendatar, rusuk naik ) rongga dada membesar Volume paru2 mengembang Tekanan udara di dalam intrapulmonari menurun hingga 1 mmHg udara mengalir ke dalam paru- paru Otot diafragma berelaksasi ( diafragma naik ) rongga dada mengecil Volume paru2 mengecil tekanan udara di dalam intrapulmonari naik menjadi lebih dari 1 mmHg udara ke luar dari paru-paru
  • 28.
    Tulang rusuk terangkat karena kontraksi otot antartulang rusuk Udara masuk Diaphragma berkontraksi (turun) Inspirasi Inspirasi – Pemasukan udara ke dalam paru-paru Mekanisme Inspirasi : • Otot-otot interkostal berkontraksi akibatnya tulang rusuk terangkat. • Kontraksi otot interkostal diikuti oleh kontraksi otot diafragma. • Akibat kontraksi kedua otot ini, rongga dada menjadi membesar. • Rongga dada yang bertambah besar menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi kecil. • Akibatnya udara masuk ke dalam paru-paru.
  • 29.
    Tulang rusuk turun karena ototinterkostal berelaksasi Udara keluar Diaphragma berelaksasi (naik) Ekspirasi Ekspirasi – Pengeluaran udara dari dalam paru-paru Mekanisme Ekspirasi : • Otot-otot interkostal berelaksasi akibatnya tulang rusuk turun. • Relaksasi otot interkostal diikuti oleh berelaksasinya otot diafragma. • Akibat relaksasi kedua otot ini, rongga dada menjadi menjadi mengecil. • Rongga dada yang mengecil menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi besar. • Akibatnya udara keluar dari dalam paru-paru ke lingkungan.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    Pertukaran Gas Oksigendan Karbondioksida – Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di dalam darah. – O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran alveolus – Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2). – Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam plasma darah (2%). – Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang membutuhkan. A. Pengikatan O2 Di dalam alveolus, udara yang mengandung oksigen dipertukarkan ke dalam darah. sedangkan karbondioksida di dalam darah dikeluarkan ke alveolus.
  • 33.
    Pertukaran O2 Gambar 3: Proses pertukaran oksigen dari alveolus ke dalam darah. Dan setelah berada di darah, oksigen dibawa ke sel-sel tubuh yang membutuhkan
  • 34.
    B. Pengeluaran CO2 –Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di dalam darah. – Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah. – Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–) – 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit. – Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah. – Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. – Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi.
  • 35.
    Pertukaran CO2 Gambar 3: Proses pertukaran karbondioksida dari sel-sel jaringan ke dalam darah. Setelah berada di dalam darah, karbondioksida di bawa ke alveolus untuk dikeluarkan.
  • 36.
  • 37.
    FREKUENSI PERNAPASAN • Faktoryang mempengaruhi frekuensi pernapasan :  Umur  Jenis Kelamin  Kondisi Fisik  Suhu Tubuh  Posisi tubuh  Ketinggian suatu tempat
  • 38.
  • 39.
    VOLUME & KAPASITASPARU-PARU • Setiap orang berbeda • Tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, cara bernapas • Volume paru-paru orang dewasa: 5-6 liter, terdiri dari: – Volume tidal (VT) – Volume cadangan inspirasi (VCI) – Volume cadangan ekspirasi (VCE) – Volume residu (VR)
  • 40.
    VOLUME & KAPASITASPARU-PARU • Volume tidal (VT): volume udara hasil inspirasi/ekspirasi pada setiap kali bernapas normal, ± 500cc/ml pada rata-rata orang dewasa muda • Volume cadangan inspirasi (VCI): volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah volume tidal, ± mencapai 3000cc/ml
  • 41.
    VOLUME & KAPASITASPARU-PARU • Volume cadangan ekspirasi (VCE): volume udara yang masih dapat diekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, ± mencapai 1100cc/ml • Volume residu (VR): volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, ± sebanyak 1200cc/ml
  • 42.
    VOLUME & KAPASITASPARU-PARU • Kapasitas Inspirasi (KI)= VT+VCI • Kapasitas residu fungsional (KRF)= VCE+VR • Kapasitas vital (KV)= VCI+VT+VCE • Kapasitas total paru-paru= KV+VR • Spirometri: metode yang digunakan untuk mencatat volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru
  • 43.
  • 44.
    VOLUME & KAPASITASPARU-PARU spirometer
  • 45.
    KELAINAN DAN PENYAKIT •Faringitis: radang faring, nyeri saat menelan, kerongkongan terasa kering, infeksi bakteri atau virus, rokok • Pneumonia: peradangan paru-paru, alveolus berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Infeksi alveolus (membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang-lubang) menyebabkan cairan dan eritrosit masuk ke alveolus. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke alveolus lain, dapat meluas ke lobus lain bahkan seluruh paru-paru
  • 46.
    KELAINAN DAN PENYAKIT •Emfisema • Asma • Dipteri • Asfiksi • Tuberkulosis • Hipoksia • Asidosis • Sianosis
  • 47.