Sumber : www.pixabay.com/alfcermed
SISTEM
PERNAPASAN
PADA MANUSIA
BAB
9
1. HIDUNG
Rongga hidung bagian kiri
 Hidung dilengkapi dengan rambut
hidung yang berfungsi untuk
menyaring udara sehingga kotoran
tidak masuk ke paru-paru.
 Hidung memiliki kelenjar lender yang
berfungsi mengatur kelembaban
udara.
 Oleh sebab itu sebaiknya bernafas
melalui hidung bukan lewat mulut
 Hidung sebaiknya selalu bersih dan
rambut hidung tidak dipotong.
Sumber: shutterstock.com
ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
Laring (pangkal)
tenggorokan dari depan
(kiri) dari belakang (kanan)
 Meliputi trakea, bronkus, dan bronkiolus
 Fungsinya untuk mengalirkan udara pernapasan dari
hidung ke paru-paru.
 Diujung frontal trakea terdapat tekak yang berfungsi
membuka dan menutup saluran pernafasan
 Dilaring terdapat pita suara sehingga kita dapat
bersuara.
 Saluran pernapasan tersusun dari cincin-cincin tulang
rawan sehingga saluran pernapasan akan selalu
terbuka.
 Dalam saluran juga ada silia yang sangat peka
terhadap benda asing yang memasukinya
 Biasanya kita akan batuk, tersedak dan bersin jika
benda asing memasuki saluran perapasan.
Sumber: shutterstock.com
ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
2. SALURAN PERNAPASAN
(a) paru-paru dan saluran
pernapasan manusia serta
(b) alveolus
 Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu
kanan yang terdiri dari tiga lobus dan kiri dua
lobus.
 Paru-paru dilindungi selaput pembungkus
yang disebut pleura.
 Memiliki gelembung-gelembung kecil seperti
bola yang disebut alveolus.
 Alveolus merupakan tempat pertukaran
oksigen dan karbondioksida.
 Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida
agar tidak meracuni sel-sel tubuh.
 Setiap menit paru-paru dapat menyerap
sekitar 250 mL oksigen dan mengeluarkan
sebanyak 200 mL karbon dioksida.
Sumber: shutterstock.com
ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
3. PARU-PARU
Secara normal pernapasan merupakan kerja sama antara tulang dada dan otot
dada, diafragma serta otot perut.
Bernapas terdiri dari dua fase:
 Inspirasi, proses masuknya
udara sampai ke paru-paru.
 Ekspirasi, proses keluarnya
udara dari paru-paru.
Mekanisme pernapasan ada dua macam
 Pernapasan dada  membesarkan
dan mengecilkan dada saat bernafas
 Pernapasan perut  membesarkan
dan mengecilkan perut saat bernafas
MEKANISME PERNAPASAN
Bagaimana udara dapat masuk?
Bernapas terdiri dari dua fase:
 Inspirasi, proses masuknya
udara sampai ke paru-paru.
 Ekspirasi, proses keluarnya
udara dari paru-paru.
Inspirasi: otot antar tulang rusuk
kontraksi, diafragma kontraksi
(mendatar), tulang rusuk terangkat
(naik), rongga dada membesar,
sehingga udara masuk.
Ekspirasi: otot antar tulang rusuk
relaksasi, diafragma relaksasi
(melengkung), tulang rusuk turun,
rongga dada mengecil, sehingga
udara keluar.
MEKANISME PERNAPASAN
Jenis pernapasan:
 Pernapasan Dada,
melibatkan otot antar tulang
rusuk.
 Pernapasan Perut,
melibatkan otot diafragma.
Pernapasan Eksternal: Pertukaran oksigen
dan karbondioksida antara alveolus
dengan darah dalam pembuluh kapiler.
Alveolus memberikan oksigen ke dalam darah
yang ada dalam pembuluh kapiler dan
darah dalam pembuluh kapiler
melepaskan karbondioksida ke alveolus.
Pernapasan Internal: Pertukaran oksigen
dan karbondioksida antara darah dengan
sel-sel dalam tubuh.
Darah yang dibawa pembuluh kapiler akan
melepaskan oksigen ke sel tubuh dan
sel tubuh akan melepaskan
karbondioksida ke darah.
MEKANISME PERNAPASAN
 Oksigen berdifusi dari alveolus ke dalam darah → Hemoglobin (Hb) sel darah merah
mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin → Oksigen diedarkan oleh darah ke
seluruh jaringan dan sel tubuh → Di dalam sel tubuh, darah melepaskan oksigen
sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin → Oksigen dilepaskan pada sel
tubuh untuk respirasi sel atau proses oksidasi biologi.
 Respirasi adalah reaksi antara zat makanan dengan oksigen yang menghasilkan energi,
karbon dioksida, dan uap air.
 Energi hasil respirasi digunakan untuk kegiatan tubuh, sedangkan karbon dioksida dan
uap air dikeluarkan dari tubuh.
 Karbon dioksida berdifusi dari jaringan ke dalam darah → Hb mengikat karbon dioksida
membentuk karbaminohemoglobin → Karbon dioksida dibawa ke paru-paru → Di paru-
paru, karbon dioksida berdifusi masuk ke alveolus → Karbon dioksida dikeluarkan
melalui saluran pernapasan dan air dikeluarkan dalam bentuk uap air.
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
Difusi oksigen dari udara dalam alveolus ke kepiler darah dan karbon
dioksida berdifusi dari darah ke udara.
MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
Sumber: dokumen penerbit
 Orang normal bernapas 12-15kali per menit.
 Frekuensi bernafas dipengaruhi oleh jenis kelamin, aktivitas dan usia
 Pada wanita memiliki volume paru-paru yang lebih kecil daripada pria sehingga frekuensi
bernapas lebih banyak.
 Semakin cepat tubuh beraktivitas, makin cepat pula frekuensi pernapasannya.
 Saat menahan napas beberapa saat akan membuat kita terengah-engah sehingga
frekuensi pernapasan meningkat.
 Berada diruang yang sempit dan kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan frekuensi
pernapasan bertambah cepat untuk memperoleh oksigen lebih banyak.
 Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak disbanding orang dewasa
karena volumeya yang relative lebih kecil dan sel-sel pada bayi sedang berkembang
sehingga butuh pasokan oksigen lebih banyak.
FREKUENSI PERNAPASAN
Berikut adalah macam-macam volume udara pernapasan paru-paru manusia
VOLUME UDARA PERNAPASAN
Dalam keadaan normal 0,5 liter (500 cc)
Inspirasi maksimum (IM) 4,8 liter (4800 cc)
Ekspirasi maksimum (EM) 4,8 liter (4800 cc)
Udara residu (UR) 1,2 liter (1200 cc)
Kapasitas vital paru-paru 4,8 liter (4800 cc)
Berikut adalah volume udara pernapasan paru-paru manusia
VOLUME UDARA PERNAPASAN
VOLUME UDARA PERNAPASAN
 A : Volume Cadangan Inspirasi sebanyak 1500 mL
 B : Volume Tidal sebanyak 500 mL
 C : Volume Cadangan Ekspirasi sebanyak 1500 mL
 D : Volume Sisa/ Residu sebanyak 1000 mL
 E : Volume Vital paru-paru (Volume Cadangan Inspirasi + Volume Tidal + Volume Cadangan
Ekspirasi) sebanyak 3500 mL
 F : Volume Total paru-paru (Volume Kapasitas Vital paru-paru + Volume Sisa/ Residu)
sebanyak 4500 mL
1. TUBERKULOSIS (TBC)
 Disebabkan oleh bakteri Bacillus tuberculosis
 Selain menyebabkan radang paru-paru penyakit ini menyebabkan alveolus mengandung
banyak cairan sehingga mengganggu proses difusi oksigen dan karbon dioksida
2. PNEUMONIA
 Disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur
 Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada paru-paru sehingga mengakibatkan
cairan tertimbun di alveolus
3. BRONKITIS
 Menyebabkan peradangan pada dinding bronkus yang disebabkan oleh virus
 Penyakit ini menyebabkan batuk berdahak
KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN
 Menyebabkan penyempitan saluran pernapasan
 Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi
 Menyebabkan alveolus penuh dengan cairan sehingga menghambat proses difusi
oksigen dan karbon dioksida
 Menyebabkan sel-sel paru-paru tumbuh tidak terkendali dan tidak berfungsi
sebagaimana mestinya
 Jaringan kanker akan mendesak alveolus sehingga tidak berfungsi lagi
 Perokok memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru jauh lebih tinggi disbanding
bukan perokok
KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN
4. ASMA
5. EMFISEMA
6. KANKER PARU-PARU
Pernapasan buatan atau CPR (cardiopulmonary resuscitation) sangat penting untuk
menolong orang berhenti bernapas akibat kecelakaan misalnya tenggelam atau pingsan.
Langkah-langkah melakukan pernapasan
buatan adalah sebagai berikut:
 Pastikan korban dalam keadaan telentang.
Letakkan satu telapak tangan di atas dada
bagian tengahnya, kemudian letakkan telapak
tangan kedua diatas tangan pertama. Posisi
sikut harus lurus dan bahu berada tepat di
atas lengan.
Sumber: shutterstock.com
PERNAPASAN BUATAN
 Kamu dapat memeriksa apakah
dia dapat bernapas dengan
normal atau belum dengan cara
melihat gerakan dadanya serta
dekatkan telinga dan pipi kamu
ke hidung dan mulutnya. Jika
belum dapat bernapas dengan
normal lakukan pernapasan
buatan dengan metode mulut ke
mulut.
 Tekan dada sedalam 5 cm sebanyak
30 kali dengan kecepatan satu
sampai dua tekanan per sekon.
Saat menekan, gunakan tubuh
bagian atas kamu, tidak hanya
kekuatan lengan, kemudian periksa
apakah sudah terlihat tanda-tanda
korban bernapas atau bergerak. Jika
belum, lanjutkan proses ini hingga
tenaga medis dating dengan
kecepatan 100 tekanan per menit.
PERNAPASAN BUATAN

IPA Kelas 8 SISTEM PERNAPASAN MANUSIA.pptx

  • 1.
  • 2.
    1. HIDUNG Rongga hidungbagian kiri  Hidung dilengkapi dengan rambut hidung yang berfungsi untuk menyaring udara sehingga kotoran tidak masuk ke paru-paru.  Hidung memiliki kelenjar lender yang berfungsi mengatur kelembaban udara.  Oleh sebab itu sebaiknya bernafas melalui hidung bukan lewat mulut  Hidung sebaiknya selalu bersih dan rambut hidung tidak dipotong. Sumber: shutterstock.com ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA
  • 4.
    Laring (pangkal) tenggorokan daridepan (kiri) dari belakang (kanan)  Meliputi trakea, bronkus, dan bronkiolus  Fungsinya untuk mengalirkan udara pernapasan dari hidung ke paru-paru.  Diujung frontal trakea terdapat tekak yang berfungsi membuka dan menutup saluran pernafasan  Dilaring terdapat pita suara sehingga kita dapat bersuara.  Saluran pernapasan tersusun dari cincin-cincin tulang rawan sehingga saluran pernapasan akan selalu terbuka.  Dalam saluran juga ada silia yang sangat peka terhadap benda asing yang memasukinya  Biasanya kita akan batuk, tersedak dan bersin jika benda asing memasuki saluran perapasan. Sumber: shutterstock.com ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA 2. SALURAN PERNAPASAN
  • 5.
    (a) paru-paru dansaluran pernapasan manusia serta (b) alveolus  Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu kanan yang terdiri dari tiga lobus dan kiri dua lobus.  Paru-paru dilindungi selaput pembungkus yang disebut pleura.  Memiliki gelembung-gelembung kecil seperti bola yang disebut alveolus.  Alveolus merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.  Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida agar tidak meracuni sel-sel tubuh.  Setiap menit paru-paru dapat menyerap sekitar 250 mL oksigen dan mengeluarkan sebanyak 200 mL karbon dioksida. Sumber: shutterstock.com ORGAN PADA SISTEM PERNAFASAN MANUSIA 3. PARU-PARU
  • 6.
    Secara normal pernapasanmerupakan kerja sama antara tulang dada dan otot dada, diafragma serta otot perut. Bernapas terdiri dari dua fase:  Inspirasi, proses masuknya udara sampai ke paru-paru.  Ekspirasi, proses keluarnya udara dari paru-paru. Mekanisme pernapasan ada dua macam  Pernapasan dada  membesarkan dan mengecilkan dada saat bernafas  Pernapasan perut  membesarkan dan mengecilkan perut saat bernafas MEKANISME PERNAPASAN
  • 7.
    Bagaimana udara dapatmasuk? Bernapas terdiri dari dua fase:  Inspirasi, proses masuknya udara sampai ke paru-paru.  Ekspirasi, proses keluarnya udara dari paru-paru. Inspirasi: otot antar tulang rusuk kontraksi, diafragma kontraksi (mendatar), tulang rusuk terangkat (naik), rongga dada membesar, sehingga udara masuk. Ekspirasi: otot antar tulang rusuk relaksasi, diafragma relaksasi (melengkung), tulang rusuk turun, rongga dada mengecil, sehingga udara keluar. MEKANISME PERNAPASAN
  • 8.
    Jenis pernapasan:  PernapasanDada, melibatkan otot antar tulang rusuk.  Pernapasan Perut, melibatkan otot diafragma. Pernapasan Eksternal: Pertukaran oksigen dan karbondioksida antara alveolus dengan darah dalam pembuluh kapiler. Alveolus memberikan oksigen ke dalam darah yang ada dalam pembuluh kapiler dan darah dalam pembuluh kapiler melepaskan karbondioksida ke alveolus. Pernapasan Internal: Pertukaran oksigen dan karbondioksida antara darah dengan sel-sel dalam tubuh. Darah yang dibawa pembuluh kapiler akan melepaskan oksigen ke sel tubuh dan sel tubuh akan melepaskan karbondioksida ke darah. MEKANISME PERNAPASAN
  • 10.
     Oksigen berdifusidari alveolus ke dalam darah → Hemoglobin (Hb) sel darah merah mengikat oksigen membentuk oksihemoglobin → Oksigen diedarkan oleh darah ke seluruh jaringan dan sel tubuh → Di dalam sel tubuh, darah melepaskan oksigen sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin → Oksigen dilepaskan pada sel tubuh untuk respirasi sel atau proses oksidasi biologi.  Respirasi adalah reaksi antara zat makanan dengan oksigen yang menghasilkan energi, karbon dioksida, dan uap air.  Energi hasil respirasi digunakan untuk kegiatan tubuh, sedangkan karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari tubuh.  Karbon dioksida berdifusi dari jaringan ke dalam darah → Hb mengikat karbon dioksida membentuk karbaminohemoglobin → Karbon dioksida dibawa ke paru-paru → Di paru- paru, karbon dioksida berdifusi masuk ke alveolus → Karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan dan air dikeluarkan dalam bentuk uap air. MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2
  • 11.
    Difusi oksigen dariudara dalam alveolus ke kepiler darah dan karbon dioksida berdifusi dari darah ke udara. MEKANISME PERTUKARAN O2 DAN CO2 Sumber: dokumen penerbit
  • 12.
     Orang normalbernapas 12-15kali per menit.  Frekuensi bernafas dipengaruhi oleh jenis kelamin, aktivitas dan usia  Pada wanita memiliki volume paru-paru yang lebih kecil daripada pria sehingga frekuensi bernapas lebih banyak.  Semakin cepat tubuh beraktivitas, makin cepat pula frekuensi pernapasannya.  Saat menahan napas beberapa saat akan membuat kita terengah-engah sehingga frekuensi pernapasan meningkat.  Berada diruang yang sempit dan kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan frekuensi pernapasan bertambah cepat untuk memperoleh oksigen lebih banyak.  Bayi dan balita memiliki frekuensi bernapas lebih banyak disbanding orang dewasa karena volumeya yang relative lebih kecil dan sel-sel pada bayi sedang berkembang sehingga butuh pasokan oksigen lebih banyak. FREKUENSI PERNAPASAN
  • 13.
    Berikut adalah macam-macamvolume udara pernapasan paru-paru manusia VOLUME UDARA PERNAPASAN
  • 14.
    Dalam keadaan normal0,5 liter (500 cc) Inspirasi maksimum (IM) 4,8 liter (4800 cc) Ekspirasi maksimum (EM) 4,8 liter (4800 cc) Udara residu (UR) 1,2 liter (1200 cc) Kapasitas vital paru-paru 4,8 liter (4800 cc) Berikut adalah volume udara pernapasan paru-paru manusia VOLUME UDARA PERNAPASAN
  • 15.
    VOLUME UDARA PERNAPASAN A : Volume Cadangan Inspirasi sebanyak 1500 mL  B : Volume Tidal sebanyak 500 mL  C : Volume Cadangan Ekspirasi sebanyak 1500 mL  D : Volume Sisa/ Residu sebanyak 1000 mL  E : Volume Vital paru-paru (Volume Cadangan Inspirasi + Volume Tidal + Volume Cadangan Ekspirasi) sebanyak 3500 mL  F : Volume Total paru-paru (Volume Kapasitas Vital paru-paru + Volume Sisa/ Residu) sebanyak 4500 mL
  • 16.
    1. TUBERKULOSIS (TBC) Disebabkan oleh bakteri Bacillus tuberculosis  Selain menyebabkan radang paru-paru penyakit ini menyebabkan alveolus mengandung banyak cairan sehingga mengganggu proses difusi oksigen dan karbon dioksida 2. PNEUMONIA  Disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur  Infeksi tersebut menyebabkan peradangan pada paru-paru sehingga mengakibatkan cairan tertimbun di alveolus 3. BRONKITIS  Menyebabkan peradangan pada dinding bronkus yang disebabkan oleh virus  Penyakit ini menyebabkan batuk berdahak KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN
  • 17.
     Menyebabkan penyempitansaluran pernapasan  Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi  Menyebabkan alveolus penuh dengan cairan sehingga menghambat proses difusi oksigen dan karbon dioksida  Menyebabkan sel-sel paru-paru tumbuh tidak terkendali dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya  Jaringan kanker akan mendesak alveolus sehingga tidak berfungsi lagi  Perokok memiliki kemungkinan terkena kanker paru-paru jauh lebih tinggi disbanding bukan perokok KELAINAN DAN PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN 4. ASMA 5. EMFISEMA 6. KANKER PARU-PARU
  • 18.
    Pernapasan buatan atauCPR (cardiopulmonary resuscitation) sangat penting untuk menolong orang berhenti bernapas akibat kecelakaan misalnya tenggelam atau pingsan. Langkah-langkah melakukan pernapasan buatan adalah sebagai berikut:  Pastikan korban dalam keadaan telentang. Letakkan satu telapak tangan di atas dada bagian tengahnya, kemudian letakkan telapak tangan kedua diatas tangan pertama. Posisi sikut harus lurus dan bahu berada tepat di atas lengan. Sumber: shutterstock.com PERNAPASAN BUATAN
  • 19.
     Kamu dapatmemeriksa apakah dia dapat bernapas dengan normal atau belum dengan cara melihat gerakan dadanya serta dekatkan telinga dan pipi kamu ke hidung dan mulutnya. Jika belum dapat bernapas dengan normal lakukan pernapasan buatan dengan metode mulut ke mulut.  Tekan dada sedalam 5 cm sebanyak 30 kali dengan kecepatan satu sampai dua tekanan per sekon. Saat menekan, gunakan tubuh bagian atas kamu, tidak hanya kekuatan lengan, kemudian periksa apakah sudah terlihat tanda-tanda korban bernapas atau bergerak. Jika belum, lanjutkan proses ini hingga tenaga medis dating dengan kecepatan 100 tekanan per menit. PERNAPASAN BUATAN