Enzim
Cakupan:
 Definisi umum
 Bagian penting dari enzim
 Bagaimana enzim bekerja
 Hubungan enzim ↔ substrat
 Hubungan enzim ↔ inhibitor
 Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja
enzim
 Kinetika enzim
Definisi Umum
Dlm sistem biologi  reaksi kimia
selalu memerlukan katalis. Tanpa
katalis  sangat lama →
diperlukan  Enzim yg berfungsi
sbg biokatalisator
ENZIM = protein yang berfungsi
untuk mempercepat reaksi dengan
jalan menurunkan tenaga aktivasi
dan tidak mengubah kesetimbangan
reaksi, serta bersifat sangat
spesifik.
 Katalis yg paling
efisien  mampu
mempercepat reaksi
1020 kali lbh cepat
 Enzim bersifat sangat
spesifik, baik jenis
reaksi maupun
substratnya ,
Tripsin
Trombin
 Enzim tidak ikut bereaksi dgn substrat atau
produknya
 Aktifitas dapat dikontrol sesuai dengan kebutuhan
organisme itu sendiri
Contoh : enzim yg mengkatalisis reaksi pertama
pada suatu siklus biosintesis biasanya di hambat
oleh produk akhirnya(feedback inhibition)
 Beberapa enzim disintesis dlm btk tidak aktif. Dan
akan diaktifkan oleh kondisi dan waktu yang
sesuai (enzim allosterik) . prekursor yg tidak aktif
disebut  zymogen
Tiga sifat utama enzim :
 Kemampuan katalitiknya
 Spesifisitas
 Kemampuan untuk diatur (regulasi)
Bagian-bagian enzim
Holoenzim
Apoenzim/ apoprotein
Gugus prostetik
Koenzim
Kofaktor
Bagian-bagian enzim (lanjutan)
 Seperti halnya protein lain, enzim memiliki BM
antara 12,000 – 1 juta kd
 Beberapa enzim tidak membutuhkan molekul
kimiawi lain untuk aktifitasnya, beberapa
membutuhkan  kofaktor / koenzim
 Kofaktor  ion-ion anorganik yg dibutuhkan
enzim untuk melakukan fungsinya
 Koenzim  molekul organik (komplek) yang
dibutuhkan enziim untuk melakukan fungsinya
 Gugus prostetik = Koenzim atau kofaktor
yang terikat sangat kuat bahkan terikat
dengan ikatan kovalen dengan enzim 
 Holoenzim = Enzim aktif lengkap dengan
semua komponennya
 Apoenzim / apoprotein = Bagian yang
terdiri dari protein saja pada suatu enzim
 Fungsi koenzim adalah sebagai karier
sementara dari gugus fungsional yg
berperan dalam reaksi enzimatis
Klasifikasi enzim
 1. Oksido reduktase Pemindahan elektron
 2.Transferase Pemindahan ggs fungsional
 3.Hidrolase Reaksi hidrolisis(pemindahan
ggs fungsional ke air)
 4. Liase Pemindahan ggs ke ikatan
ganda
 5. Isomerase Pemindahan ggs di dalam mo
lekul menghasilkan isomer
 6. Ligase Pembentukan ikatan C-C, C-
S
C-O dan C-N
Bagaimana enzim bekerja
 Reaksi tanpa enzim:
 Lambat
 Membutuhkan suhu yang tinggi
 Tekanan yang tinggi
 Reaksi enzimatis
 Enzim memberikan suatu lingkungan yg spesifik
di dalam sisi aktifnya, sehingga reaksi secara
energetik dapat lebih mudah terjadi
Tubuh memerlukan Enzim Untuk Mempercepat
Reaksi Metabolisme
 Perbedaan antara energi reaktan (fase awal) dgn
energi produk (fase akhir)  selisih energi bebas
standar (ΔGº)
Agar reaksi berjalan
spontan, bagaimanakah
nilai ΔGº
Enzim  mempercepat reaksi tetapi tidak mengubah
keseimbangan reaksi atau ΔGº
Kesetimbangan reaksi antara Reaktan dan produk
mencerminkan perbedaan energi bebas pada fase awal
Kecepatan reaksi tergantung energi aktifasi ΔGº≠
 suatu pasokan energi dibutuhkan untuk mengawali suatu
reaksi
Energi aktifasi untuk reaksi yg dikatalis dengan ensim lebih
rendah dr reaksi tanpa ensim
Glukosa + 6 O2  6 CO2 + 6 H2O ΔGº = -2880 kJ/mol
Enzim penting untuk menurunkan energi aktifasi untuk
memulai suatu reaksi
Enzim  mengikat substrat  menciptakan jalan reaksi yg
berbeda yg mempunyai fase transisi lebih rendah dbanding
reaksi tanpa enzim
Inti dr reaksi katalisis  ikatan yg spesifik pd fase transisi
 Substrat terikat  interaksi nonkovalen
E + S ↔ ES ↔ EP ↔ E + P
 Kekuatan enzim dlm mengkatalisis suatu reaksi 
kemampuan enzim membawa substrat bersama-sama
pd orientasi yang tepat untuk terjadinya suatu reaksi
 Substrat terikat pd  sisi aktif yi cekukan pd protein yg
berisi asam amino yg penting untuk terjadinya suatu
reaksi kimia
Karakteristik sisi aktif enzim
 merupakan bagian kecil dari enzim (Mengapa
enzim harus memiliki ukuran besar?)
 sisi aktif merupakan suatu cekukan yang
bersifat 3 dimensi.  memberikan linkungan
mikro yg sesuai utk terjadinya suatu reaksi kimia
 substrat terikat pada sisi aktif dengan interaksi /
ikatan yang lemah.
 Spesifitas enzim dipengaruhi oleh asam amino
yg menyusun sisi aktif suatu enzim
Gambar sisi aktif ensim dan asam amino yang
terlibat
 Sisi aktif mempunyai 2 bagian yg penting:
 Bagian yang mengenal substrat dan kemudian
mengikatnya
 Bagian yang mengkatalisis reaksi, setelah
substrat diikat oleh enzim
 Asam amino yang membentuk kedua
bagian tersebut tidak harus berdekatan
dalam urutan secara linear, tetapi dalam
konformasi 3D mereka berdekatan
Teori untuk menjelaskan kerja enzim:
 Lock and Key analogy
Enzim memiliki struktur sisi spesifik yang cocok dengan
substrat.
Mampu menerangkan spesifitas ensim ttp tidak dapat
menerangkan stabilitas fase transisi ensim
 Induced Fit theory
mempertimbangkan fleksibilitas protein, sehingga
pengikatan suatu substrat pada enzim menyebabkan
sisi aktif mengubah konformasinya sehingga cocok dgn
substratnya.  dpt menerangkan fase transisi ES
komplek
Lock and key model
Induced Fit model
Faktor-faktor yg mempengaruhi kerja
enzim
 pH  setiap enzim mempunyai pH optimum utk
bekerja.
contoh : pepsin  pH 2, amylase  pH 7.0
 Temperatur  setiap kenaikan suhu 10˚C
(sampai 40˚C), kecepatan reaksi naik 2 x lipatnya
dan reaksi terhambat dan berhenti pada 60˚C.
Mengapa?
 [S] dan atau [E]
Kinetika Reaksi Enzimatis
E + S ES E + P
K1 K2
K-1
K1 : konstanta pembentukan ES komplek
K2 : konstanta konfersi ES komplek ke P
K-1 : konstanta konstan pemecahan ES komplek ke E
bebas
Enzim sangat efisien dalam mengkatalis suatu reaksi,
steady state (keseimbangan reaksi) segera dapat tercapai
apabila : Kecepatan pembentukan ES komplek sama
dengan kecepatan pemecahannya
K-1 + K2
= Km  konstanta Michaelis
K2
Vmax [S]
V =  Persamaan Michaelis-Menten
Km + [S]
 Ketika kondisi diatur sehingga [S] = Km maka
Vmax [S]
V = dan V = Vmax / 2
 [S] + [S]
Lineweaver-Burk double reciprocal plot
Y = m x + b
Penghambatan Reaksi Enzimatis
 Kerja enzim dapat dihambat secara reversible atau
irreversible
 Irreversible  pembentukan atau pemecahan ikatan kovalen
dalam enzim
 Reversible  suatu senyawa dapat terikat dan kemudian dpt
lepas kembali
Reversible inhibitor ini dpt dibagi :
 competitive
 non-competitive
 un-competitive
penghambatan competitive
 inhibitor bersaing dgn
substrat untuk terikat pd
sisi aktif
 Biasanya inhibitor berupa
senyawa yg menyerupai
substratnya, & mengikat
enzim membentuk
komplek EI
 krn terikat scr reversible
 penghambatan nya
bias, yaitu ketika
ditambah substrat maka
penghambatan berkurang
penghambatan non-competitive
 inhibitor terikat pada sisi lain dari
enzim (bkn sisi aktif)
 jadi tidak memblok pembtkan
enzim-substrat komplek
 Enzim mjd tidak aktif ketika
inhibitor terikat walau enzim
mengikat substrat
 Inhibitor mengurangi konsentrasi
enzim yg aktif, sehingga
mempengaruhi Vmax –nya
Penghambatan un-competitive
 Terikat pd sisi selain sisi
aktif enzim
 Berbeda dgn non-
competitive  inhibitor ini
hanya terikat pd ES
komplek
 Sehingga tidak terikat pd
enzim bebas
 Vmax berubah, dan Km juga
berubah
Enzim allosterik
 Enzim allosterik mengalami perubahan konformasi  sebagai
respon terhadap pengikatan modulator efektor
 Enzim Allosterik biasanya lebih komplek dari enzim
nonalostrerik, enzim allosterik , memiliki sub unit lebih dari
satu
 Memiliki satu atau lebih sisi allosterik / regulator untuk
mengikat modulator.
 Seperti halnya substrat, setiap regulator memiliki sisi
pengikatan yang berbeda
 Untuk enzim homotropik  sisi aktif dan sisi regulator sama
 Aktivitas spesifik = jumlah produk yang
dihasilkan oleh suatu enzim pada waktu dan
kondisi tertentu per milligram enzim
 Kecepatan reaksi = konsentrasi hilangnya
substrat (atau produk yg dihasilkan) per unit
waktu (mol L − 1s − 1)
 Aktivitas enzim = mol yg dirubah per unit waktu
(kecepatan x volume reaksi)
 Aktivitas enzim merupakan pengukuran jumlah
enzim yang ada
 Unit SI = katal, 1 katal = 1 mol s-1 ↔ unit yg
sangat besar
 1 unit enzim = 1 enzyme unit (EU) = 1 μmol
min-1 (μ = micro, x 10-6).
 Aktivitas spesifik = mol yang dirubah per unit
waktu massa enzim ( akrivitas enzim/massa aktual
enzim yg ada). Unit SI = katal kg-1,→ unit yg lebih
praktis = μmol mg-1 min-1
 Aktivitas spesifik = ukuran efisiensi enzim,
biasanya konstan untuk enzim murni
 Jika aktivitas spesifik 100 % enzim murni
diketahui, kemurnian dapat dihitung
 Jika % kemurnian adalah 100 % (aktivitas spesifik
sampel enzim/aktivitas spesifik enzim murni).
Sampel yang tidak murni memiliki aktifitas spesifik
yg lebih rendah ↔ beberapa kandungannya bukan
merupakan enzim /pengotoran
Peranan Enzim
 1. Penyelidikan reaksi-reaksi metabolik dan
pengaturannya
 2. Sebagai katalisator dalam industri yg
mensintesis hormon/antibiotik
 3. Membantu dlm menegakkan diagnosa
krn kadar enzim pd keadaan patologik
tertentu dpt mengalami perub yg nyata
dlm darah ataupun jaringan, penyakit genetik
(endonuklease retriksi)
*. 4. Dalam pengolahan pangan, pertanian,
peternakan dan pd akv. Sehari-hari dirumah
Pembagian Enzim berdasarkan lokasinya
 Enzim plasma fungsional:
Enzim atau proenzim tertentu terdapat
sepanjang waktu dlm sirkulasi individu normal,
substrat juga terdapat dlm sirkulasi dan
melakukan fungsi fisiologis dlm darah
Contoh: Lipoprotein lipase, pseudokolinesterse,
proenzim bekuan darah dan lisis bekuan darah
umumnya disintesis dlm hati, konsentrasi dlm
darah sama atau lebih tinggi dibandingkan dlm
jaringan
Enzim plasma non fungsional:
 Tidak melakukan fungsi fisiologis dlm
darah
 Substrat sering tdk ada dlm plasma
 Konsentrasi dlm darah individu normal
berjutakali lebih rendah dibanding dlm
jaringan
LOKASI ENZIM
 Dalam sel hati:
Enzim-enzim glikolisis→ sitoplasma
 Enzim-enzim siklus asam sitrat → mitokondria,
sel pankreas, lambung dan saliva
 Isozim : enzim yg mengkatalisa reaksi yg sama
tetapi sifat fisika dan kimia protein menunjukkan
perbedaan yg bermakna

3. enzim

  • 1.
  • 2.
    Cakupan:  Definisi umum Bagian penting dari enzim  Bagaimana enzim bekerja  Hubungan enzim ↔ substrat  Hubungan enzim ↔ inhibitor  Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim  Kinetika enzim
  • 3.
    Definisi Umum Dlm sistembiologi  reaksi kimia selalu memerlukan katalis. Tanpa katalis  sangat lama → diperlukan  Enzim yg berfungsi sbg biokatalisator ENZIM = protein yang berfungsi untuk mempercepat reaksi dengan jalan menurunkan tenaga aktivasi dan tidak mengubah kesetimbangan reaksi, serta bersifat sangat spesifik.
  • 5.
     Katalis ygpaling efisien  mampu mempercepat reaksi 1020 kali lbh cepat  Enzim bersifat sangat spesifik, baik jenis reaksi maupun substratnya , Tripsin Trombin
  • 6.
     Enzim tidakikut bereaksi dgn substrat atau produknya  Aktifitas dapat dikontrol sesuai dengan kebutuhan organisme itu sendiri Contoh : enzim yg mengkatalisis reaksi pertama pada suatu siklus biosintesis biasanya di hambat oleh produk akhirnya(feedback inhibition)  Beberapa enzim disintesis dlm btk tidak aktif. Dan akan diaktifkan oleh kondisi dan waktu yang sesuai (enzim allosterik) . prekursor yg tidak aktif disebut  zymogen
  • 7.
    Tiga sifat utamaenzim :  Kemampuan katalitiknya  Spesifisitas  Kemampuan untuk diatur (regulasi)
  • 8.
  • 9.
    Bagian-bagian enzim (lanjutan) Seperti halnya protein lain, enzim memiliki BM antara 12,000 – 1 juta kd  Beberapa enzim tidak membutuhkan molekul kimiawi lain untuk aktifitasnya, beberapa membutuhkan  kofaktor / koenzim  Kofaktor  ion-ion anorganik yg dibutuhkan enzim untuk melakukan fungsinya  Koenzim  molekul organik (komplek) yang dibutuhkan enziim untuk melakukan fungsinya
  • 12.
     Gugus prostetik= Koenzim atau kofaktor yang terikat sangat kuat bahkan terikat dengan ikatan kovalen dengan enzim   Holoenzim = Enzim aktif lengkap dengan semua komponennya  Apoenzim / apoprotein = Bagian yang terdiri dari protein saja pada suatu enzim  Fungsi koenzim adalah sebagai karier sementara dari gugus fungsional yg berperan dalam reaksi enzimatis
  • 13.
    Klasifikasi enzim  1.Oksido reduktase Pemindahan elektron  2.Transferase Pemindahan ggs fungsional  3.Hidrolase Reaksi hidrolisis(pemindahan ggs fungsional ke air)  4. Liase Pemindahan ggs ke ikatan ganda  5. Isomerase Pemindahan ggs di dalam mo lekul menghasilkan isomer  6. Ligase Pembentukan ikatan C-C, C- S C-O dan C-N
  • 14.
    Bagaimana enzim bekerja Reaksi tanpa enzim:  Lambat  Membutuhkan suhu yang tinggi  Tekanan yang tinggi  Reaksi enzimatis  Enzim memberikan suatu lingkungan yg spesifik di dalam sisi aktifnya, sehingga reaksi secara energetik dapat lebih mudah terjadi
  • 15.
    Tubuh memerlukan EnzimUntuk Mempercepat Reaksi Metabolisme
  • 16.
     Perbedaan antaraenergi reaktan (fase awal) dgn energi produk (fase akhir)  selisih energi bebas standar (ΔGº) Agar reaksi berjalan spontan, bagaimanakah nilai ΔGº
  • 17.
    Enzim  mempercepatreaksi tetapi tidak mengubah keseimbangan reaksi atau ΔGº Kesetimbangan reaksi antara Reaktan dan produk mencerminkan perbedaan energi bebas pada fase awal
  • 18.
    Kecepatan reaksi tergantungenergi aktifasi ΔGº≠  suatu pasokan energi dibutuhkan untuk mengawali suatu reaksi Energi aktifasi untuk reaksi yg dikatalis dengan ensim lebih rendah dr reaksi tanpa ensim Glukosa + 6 O2  6 CO2 + 6 H2O ΔGº = -2880 kJ/mol
  • 19.
    Enzim penting untukmenurunkan energi aktifasi untuk memulai suatu reaksi Enzim  mengikat substrat  menciptakan jalan reaksi yg berbeda yg mempunyai fase transisi lebih rendah dbanding reaksi tanpa enzim Inti dr reaksi katalisis  ikatan yg spesifik pd fase transisi
  • 20.
     Substrat terikat interaksi nonkovalen E + S ↔ ES ↔ EP ↔ E + P  Kekuatan enzim dlm mengkatalisis suatu reaksi  kemampuan enzim membawa substrat bersama-sama pd orientasi yang tepat untuk terjadinya suatu reaksi  Substrat terikat pd  sisi aktif yi cekukan pd protein yg berisi asam amino yg penting untuk terjadinya suatu reaksi kimia
  • 22.
    Karakteristik sisi aktifenzim  merupakan bagian kecil dari enzim (Mengapa enzim harus memiliki ukuran besar?)  sisi aktif merupakan suatu cekukan yang bersifat 3 dimensi.  memberikan linkungan mikro yg sesuai utk terjadinya suatu reaksi kimia  substrat terikat pada sisi aktif dengan interaksi / ikatan yang lemah.  Spesifitas enzim dipengaruhi oleh asam amino yg menyusun sisi aktif suatu enzim
  • 23.
    Gambar sisi aktifensim dan asam amino yang terlibat
  • 24.
     Sisi aktifmempunyai 2 bagian yg penting:  Bagian yang mengenal substrat dan kemudian mengikatnya  Bagian yang mengkatalisis reaksi, setelah substrat diikat oleh enzim  Asam amino yang membentuk kedua bagian tersebut tidak harus berdekatan dalam urutan secara linear, tetapi dalam konformasi 3D mereka berdekatan
  • 25.
    Teori untuk menjelaskankerja enzim:  Lock and Key analogy Enzim memiliki struktur sisi spesifik yang cocok dengan substrat. Mampu menerangkan spesifitas ensim ttp tidak dapat menerangkan stabilitas fase transisi ensim  Induced Fit theory mempertimbangkan fleksibilitas protein, sehingga pengikatan suatu substrat pada enzim menyebabkan sisi aktif mengubah konformasinya sehingga cocok dgn substratnya.  dpt menerangkan fase transisi ES komplek
  • 26.
    Lock and keymodel Induced Fit model
  • 27.
    Faktor-faktor yg mempengaruhikerja enzim  pH  setiap enzim mempunyai pH optimum utk bekerja. contoh : pepsin  pH 2, amylase  pH 7.0  Temperatur  setiap kenaikan suhu 10˚C (sampai 40˚C), kecepatan reaksi naik 2 x lipatnya dan reaksi terhambat dan berhenti pada 60˚C. Mengapa?  [S] dan atau [E]
  • 28.
    Kinetika Reaksi Enzimatis E+ S ES E + P K1 K2 K-1 K1 : konstanta pembentukan ES komplek K2 : konstanta konfersi ES komplek ke P K-1 : konstanta konstan pemecahan ES komplek ke E bebas Enzim sangat efisien dalam mengkatalis suatu reaksi, steady state (keseimbangan reaksi) segera dapat tercapai apabila : Kecepatan pembentukan ES komplek sama dengan kecepatan pemecahannya
  • 29.
    K-1 + K2 =Km  konstanta Michaelis K2 Vmax [S] V =  Persamaan Michaelis-Menten Km + [S]
  • 30.
     Ketika kondisidiatur sehingga [S] = Km maka Vmax [S] V = dan V = Vmax / 2  [S] + [S]
  • 31.
  • 32.
    Penghambatan Reaksi Enzimatis Kerja enzim dapat dihambat secara reversible atau irreversible  Irreversible  pembentukan atau pemecahan ikatan kovalen dalam enzim  Reversible  suatu senyawa dapat terikat dan kemudian dpt lepas kembali Reversible inhibitor ini dpt dibagi :  competitive  non-competitive  un-competitive
  • 33.
    penghambatan competitive  inhibitorbersaing dgn substrat untuk terikat pd sisi aktif  Biasanya inhibitor berupa senyawa yg menyerupai substratnya, & mengikat enzim membentuk komplek EI  krn terikat scr reversible  penghambatan nya bias, yaitu ketika ditambah substrat maka penghambatan berkurang
  • 34.
    penghambatan non-competitive  inhibitorterikat pada sisi lain dari enzim (bkn sisi aktif)  jadi tidak memblok pembtkan enzim-substrat komplek  Enzim mjd tidak aktif ketika inhibitor terikat walau enzim mengikat substrat  Inhibitor mengurangi konsentrasi enzim yg aktif, sehingga mempengaruhi Vmax –nya
  • 35.
    Penghambatan un-competitive  Terikatpd sisi selain sisi aktif enzim  Berbeda dgn non- competitive  inhibitor ini hanya terikat pd ES komplek  Sehingga tidak terikat pd enzim bebas  Vmax berubah, dan Km juga berubah
  • 36.
    Enzim allosterik  Enzimallosterik mengalami perubahan konformasi  sebagai respon terhadap pengikatan modulator efektor  Enzim Allosterik biasanya lebih komplek dari enzim nonalostrerik, enzim allosterik , memiliki sub unit lebih dari satu  Memiliki satu atau lebih sisi allosterik / regulator untuk mengikat modulator.  Seperti halnya substrat, setiap regulator memiliki sisi pengikatan yang berbeda  Untuk enzim homotropik  sisi aktif dan sisi regulator sama
  • 38.
     Aktivitas spesifik= jumlah produk yang dihasilkan oleh suatu enzim pada waktu dan kondisi tertentu per milligram enzim  Kecepatan reaksi = konsentrasi hilangnya substrat (atau produk yg dihasilkan) per unit waktu (mol L − 1s − 1)  Aktivitas enzim = mol yg dirubah per unit waktu (kecepatan x volume reaksi)  Aktivitas enzim merupakan pengukuran jumlah enzim yang ada  Unit SI = katal, 1 katal = 1 mol s-1 ↔ unit yg sangat besar  1 unit enzim = 1 enzyme unit (EU) = 1 μmol min-1 (μ = micro, x 10-6).
  • 39.
     Aktivitas spesifik= mol yang dirubah per unit waktu massa enzim ( akrivitas enzim/massa aktual enzim yg ada). Unit SI = katal kg-1,→ unit yg lebih praktis = μmol mg-1 min-1  Aktivitas spesifik = ukuran efisiensi enzim, biasanya konstan untuk enzim murni  Jika aktivitas spesifik 100 % enzim murni diketahui, kemurnian dapat dihitung  Jika % kemurnian adalah 100 % (aktivitas spesifik sampel enzim/aktivitas spesifik enzim murni). Sampel yang tidak murni memiliki aktifitas spesifik yg lebih rendah ↔ beberapa kandungannya bukan merupakan enzim /pengotoran
  • 40.
    Peranan Enzim  1.Penyelidikan reaksi-reaksi metabolik dan pengaturannya  2. Sebagai katalisator dalam industri yg mensintesis hormon/antibiotik  3. Membantu dlm menegakkan diagnosa krn kadar enzim pd keadaan patologik tertentu dpt mengalami perub yg nyata dlm darah ataupun jaringan, penyakit genetik (endonuklease retriksi) *. 4. Dalam pengolahan pangan, pertanian, peternakan dan pd akv. Sehari-hari dirumah
  • 41.
    Pembagian Enzim berdasarkanlokasinya  Enzim plasma fungsional: Enzim atau proenzim tertentu terdapat sepanjang waktu dlm sirkulasi individu normal, substrat juga terdapat dlm sirkulasi dan melakukan fungsi fisiologis dlm darah Contoh: Lipoprotein lipase, pseudokolinesterse, proenzim bekuan darah dan lisis bekuan darah umumnya disintesis dlm hati, konsentrasi dlm darah sama atau lebih tinggi dibandingkan dlm jaringan
  • 42.
    Enzim plasma nonfungsional:  Tidak melakukan fungsi fisiologis dlm darah  Substrat sering tdk ada dlm plasma  Konsentrasi dlm darah individu normal berjutakali lebih rendah dibanding dlm jaringan
  • 43.
    LOKASI ENZIM  Dalamsel hati: Enzim-enzim glikolisis→ sitoplasma  Enzim-enzim siklus asam sitrat → mitokondria, sel pankreas, lambung dan saliva  Isozim : enzim yg mengkatalisa reaksi yg sama tetapi sifat fisika dan kimia protein menunjukkan perbedaan yg bermakna