LISTRIK DINAMIS
Daftar isi
Hukum Kirchoff
Rangkaian Seri
Rangkaian Paralel
Hukum Ohm
Hambatan kawat penghantar
Penghantar listrik
Keluar
Rangkain campuran
Mengukur Kuat Arus dan Beda Potensial Listrik
Mengukur Kuat Arus dan Beda
Potensial Listrik
Konsep Arus Listrik dan Beda
Potensial Listrik
Arus listrik adalah aliran elektron-
elektron.
Elektron-elektron ini dapat mengalir
karena adanya beda potensial.
Beda potensial adalah dorongan
yang menyebabkan elektron-
elektron itu mengalir dari satu
tempat ketempat lain
Syarat Terjadinya Arus Listrik
Elektron dapat mengalir pada
suatu rangkaian jika ada
beda potensial.
Tapi jika rangkaiannya terbuka
elektron tetap tidak
mengalir walaupun ada
beda potensial.
Jadi arus listrik dapat mengalir
bila:
1. Rangkaian listrik harus
tertutup
2. Harus ada beda potensial
didalam rangkaian.
Mana yang berbahaya, potensial atau
arus?
Potensial listrik (tegangan) adalah besaran yang
menyatakan dorongan terhadap elektron-elektron
agar dapat mengalir
Bumi memiliki potensial listrik nol.
Beda potensial adalah beda nilai potensial antara dua
titik berbeda dalam suatu rangkaian
Jadi walaupun antara dua titik didalam suatu rangkaian
ada potensial listrik, arus listrik belum tentu mengalir.
Listrik tidak mengalir bila
potensial kedua titik sama
dan listrik baru mengalir
bila di kedua titik terdapat
beda potensial.
Jadi yang berbahaya adalah
arus listrik, bukan
potensial listrik.
Membuat Rangkaian Listrik
Dalam membuat rangkaian listrik sederhana
yang diperlukan adalah:
1. Baterai
2. Kabel
3. Lampu
Sekarang cobalah membuat berbagai
rangkaian sederhana!
tunggal Paralel CampuranSeri
Mengukur Kuat Arus Listrik
1 A
A
Mengukur Beda Potensial Listrik
V
2,5 V
Hukum Ohm
1 A
2 V
Hk. Ohm
 Tegangan sebanding dengan kuat arus
Bila tegangan naik maka kuat arus juga naik
Hasil bagi tegangan dengan kuat arus adalah
tetap ( Hk. Ohm)
2 4 6 8 10
1 2 3 4 5
2 2 2 2 2
V
I
K
V
I = K
Persamaan Hk. Ohm
V
I
= R
V = tegangan ( V )
I = Kuat arus (A)
R = Hambatan (Ω)
atau
V = I . R
Contoh
Arus listrik 2A mengalir melalui seutas kawat penghantar ketika beda
potensial 12 V diberikan pada ujung-ujungnya. Tentukan hambatan
listrik pada kawat tersebut
Diketahui:
I = 2 A
V = 12 V
Ditanya:
R = …
Jawab:
V = I . R
12 = 2 . R
R = 6 Ω
1. Beda potensial 15 V harus diberikan pada
ujung-ujung seutas kawat agar arus 2,5 A
mengalir melalui kawat tersebut. Berapa
hambatan listrik kawat?
2. Arus listrik 4 A mengalir melalui sebuah
resistor 10 ohm. Berapa tegangan listrik yang
dibaca oleh voltmeter yang dihubungkan pada
ujung-ujung resistor?
Latihan.
3. Berapa kuat arus listrik yang mengalir
melalui seutas kawat yang memili hambatan
0,4 ohm jika ujung-ujungnya diberi tegangan
200 mV?
Hambatan Kawat Penghantar
Mana yang lebih baik, tembaga, besi atau
perak sebagai kawat penghantar?
Yang paling baik sebagai kawat penghantar
adalah perak karena memiliki hambatan paling
kecil.
Tahukah anda apakah kawat penghantar itu?
Kawat penghantar adalah kawat yang biasa kita
gunakan untuk menghantarkan listrik yang biasa
kita sebut kabel
Mengapa Tembaga?
Mengapa kabel sebagai kawat
penghantar listrik terbuat dari
tembaga?
Tembaga banyak diginakan sebagai kawat
penghantar karena memiliki hambatan yang sangat
kecil dan harganya murah daripada perak atau
emas.
Apakah jadinya jika kabel listrik terbuat
dari emas atau perak?
Hambatan kawat penghantar
Apa sajakah yang mempengaruhi besarnya hambatan suatu kawat
penghantar?
Bila kita naik mobil, manakah yang lebih banyak hambatannya,
berjalan sejauh 1 Km atau 10 Km?
Tentu saja yang 10 Km, Semakin panjang perjalanan kita maka
makin besar hambatan yang kita alami.
Begitu juga dengan pejalanan listrik, semakin panjang kawat
penghantar yang dilaluinya makin besar hambatan yang ia alami.
Jadi, semakin panjang kawat penghantar
semakin besar hambatannya
Panjang kawat dan Hambatannya
Bila kita naik mobil, manakah yang lebih banyak
hambatannya, berjalan sejauh 1 Km atau 10 Km?
Tentu saja yang 10 Km, Semakin panjang perjalanan
kita maka makin besar hambatan yang kita alami.
Begitu juga dengan pejalanan listrik, semakin panjang
kawat penghantar yang dilaluinya makin besar
hambatan yang ia alami.
Jadi, semakin panjang kawat penghantar
semakin besar hambatannya
Tebal Kawat dan Hambatannya
Lebih enak manakah, berkendaraan di jalan lebar atau
di jalan yang sempit?
Tentu saja jalan yang lebih lebar, karena semakin lebar
jalan maka hambatannya semakin sedikit.
Begitu juga dengan listrik yang melalui kawat
penghantar, semakin besar kawat penghantar yang ia
lalui, semakin kecil hambatan yang ia alami.
Jadi, semakin besar kawat penghantar
maka makin kecil hambatannya
Jenis Kawat dan Hambatannya
Lebih lancar manakah, berkendaraan di jalan pasar,
jalan pemukiman atau jalan tol?
Tentu saja di jalan tol, karena bebas hambatan, jalan
pemukiman kurang lancar karena ada hambatan, sedang
jalan pasar sangat banyak hambatannya.
Hambatan pada jalan tergantung dari jenis jalannya.
Begitu juga dengan kawat penghantar, hambatannya
tergantung dari bahan penyusunnya.
Jadi, hambatan kawat tergantung dari
jenis kawatnya.
Hambatan kawat penghantar
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpilkan bahwa
hambatan kawat penghantar sebanding dengan
panjang kawat, berbanding terbalik dengan luas
penampang kawat dan tergantung dari jenis kawat
penghantar.
Sehingga dapat dibuat persamaan:
R = ρ
L
A
R = hambatan kawat (Ω)
ρ = hambatan jenis kawat (Ωm)
L = panjang kawat (m)
A = luas penampang kawat (m²)
Kawat yang hambat jenisnya 0,000 001 Ωm dan luas
penampangnya 0,000 000 25 m² digunakan untuk membuat
elemen pembakar listrik 1kW yang harus memiliki hambatan listrik
57,6 ohm. Berapa panjang kawat yang diperlukan?
Diketahui
ρ = 0,000 001 Ωm
A = 0,000 000 25 m²
R = 57,6 Ω
Ditanya
L = …
Jawab
R = ρ L
A
57,6 = 0.000 001 . ____________
L
0,000 000 25
57,6 = ________
L
0,25
L = 57,6 . 0,25
L = 14,4 m
Contoh
1. Seutas kawat memiliki panjang 110 m, diameternya 7
mm, dan hambat jenis 0,000 000 049 Ωm. Tentukan
hambatan listrik kawat tersebut?
2. Sepotong kawat tembaga mula-mula memiliki
hambatan = R. Kemudian Kawat tersebut dipotong
menjadi empat bagian yang sama panjang. Berapa
hambatan masing-masing potongan tembaga
tersebut?
Latihan
3. Seutas kawat memiliki hambatan 40 ohm.
Jika kawat tersebut ditarik sehingga
panjangnya menjadi 1,5 kali panjang semula,
berapa hambatan kawat itu sekarang?
Penghantar listrik
Pernahkah anda kesetrum listrik?Mengapa ketika kita menyentuh kabel
yang tidak terlindung kita kesetrum?
Mengapa ketika kita menyentuh kabel
yang terlindung kita tidak kesetrum?
Itu karena kabel terbuat
dari konduktor dan
dilindungi oleh isolator
Apakah kaonduktor dan
isolator itu?
Penghantar listrik
Berdasarkan daya hantarnya, zat digolongkan menjadi:
1.Konduktor
2.Isolator
Konduktor : Penghantar Listrik yang
Baik
Contoh: tembaga, besi,
perak dan karbon
Semua jenis logam dan
karbon adalah
konduktor
Konduktor
Isolator : Penghantar Listrik yang
Buruk
Pada tegangan yang
sangat tinggi, isolator
dapat menghantarkan
listrik dengan baik
Contoh: kayu, plastik,
karet dan kaca
Semua jenis non logam,
kecuali karbon, adalah
isolator
Isolator
Super Konduktor
Selain konduktor dan isolator, ada penghantar yang
sangat baik dalam menghantarkan listrik yaitu Super
konduktor
Super konduktor penghantar tanpa hambatan. Kondisi
ini tercapai pada suhu 0 mutlak (-273 °C).
Semi Konduktor
Selain itu ada juga penghantar
bukan konduktao maupun
isolator, yaitu Semi
konduktor
Semi konduktor adalah bahan
yang dapat dibuat sebagai
konduktor maupun isolator,
contohnya silikon dan germanium
Hukum Kirchoff
I
Pada rangkaian tak bercabang, kuat arus di
titik manapun dalam rangkaian adalah sama
besar (Hk. Kirchoff 1)
Hukum Kirchoff
I
I1
I2
I3Pada rangkaian bercabang kuat arus
yang masuk ke titik percabangan sama
dengan jumlah kuat arus yang
keluar dari titik percabangan tersebut.
(Hk. Kirchoff II)
100 mA
40 mA
20 mA
I1 I2 I3
Dari gambar disamping
tentukan kuat arus
pada I1, I2 dan I3.
contoh
Jawab
100 = 40 + I1 + 20
100 = 60 + I1
I1 = 40 mA
I1 + 20 = I2
40 + 20 = I2
I2 = 60 mA
I2 + 40 = I3
40 + 60 = I3
I3 = 100 mA
P Q R
Cabang P Cabang Q Cabang R
Rangkaian seri
Rangkaian Seri
 Beberapa hambatan bila disusun seri akan
memiliki hambatan lebih besar namun
tegangan pada masing-masing hambatan
menjadi lebih kecil.
Hambatan Pengganti
Beberapa hambatan yang disusun seri dapat
diganti dengan hambatan sebesar jumlah
semua hambatan tersebut
R1 R2 R3
R
R = R1 + R2 + R3
R1 R2 R3
Bila R1 = 30 Ohm, R2 = 40 ohm dan R3= 10 ohm,
berapakah hambatan pengganti dari rangkaian di atas?
Jawab :
Karena rangkaian seri, maka
R = R1 + R2 + R3
R = 30 + 40 + 10
R = 80 ohm
Contoh
Tegangan pada rangkaian seri
V2 V3V1
V
V = V1 + V2 + V3
Kuat arus pada rangkaian seri
I1 I2 I3
I
I = I1 = I2 = I3
Sifat rangkaian seri
Rangkaian Paralel
Rangkaian Paralel
 Bila beberapa hambatan disusun secara
paralel maka hambatan totalnya menjadi
lebihkecil dari masing-masing
hambatan, tetapi tegangannya tetap
Hambatan pengganti pada rangkaian
paralel
R2
R3
R1
R
1
R
1
R1
1
R2
1
R3= + +
R2
R3
R1
Contoh
Jika R1 = 10 ohm, R2 = 15 ohm
dan R3 = 30 ohm, berapakah
hambatan pengganti dari rangkaian
diatas?
1
R
1
R1
1
R2
1
R3= + +
Jawab
Karena rangkaiannya adalah paralel maka:
1
R
1
10
1
15
1
30
= + +
1
R =
3 + 2 + 1
30
==
6
30
R = 30
6
R = 5 ohm
Tegangan pada rangkaian paralel
V3
V2
V1
V
V = V1 = V2 = V3
Kuat arus pada rangkaian paralel
I3
I2
I1
I
I = I1 + I2 + I3
Sifat rangkaian paralel
Sifat Rangkaian Paralel
= +
Rangkaian campuran
10 Ω
30 Ω
15 Ω
5 Ω
5 Ω10 Ω Rp
Berapakah hambatan total dari
rangkaian di samping?
jawab
1
Rp
1
30
1
15
=
1+2
30
= 3
30
Rp =
30
3
Rp = 10Ω
R = 10 + Rp + 5
R= 10 + 10 + 5
R = 25 Ω
= +
10 Ω20 Ω
8 Ω 7 Ω
Berapakah hambatan
total dari rangkaian di
samping?
Rs1 = 8 + 7
Rs1 = 15 ohm
Rs2 = 20 + 10
Rs2 = 30 ohm
1
R
1
Rs1
1
Rs2
1 1
15 30
= +
=
2 + 1
30
=
3
30
R =
30
3
R = 10 ohm
Rs2
Rs1
Jawab
Latihan
Bila semua resistor dalam rangkaian dibawah ini identik dan masing-masing
memiliki hambatan 90 ohm, berapakah hambatan total pada masing-masing
rangkaian?
1. 2.
3. 4.
138237382 listrik-dinamis

138237382 listrik-dinamis

  • 1.
  • 2.
    Daftar isi Hukum Kirchoff RangkaianSeri Rangkaian Paralel Hukum Ohm Hambatan kawat penghantar Penghantar listrik Keluar Rangkain campuran Mengukur Kuat Arus dan Beda Potensial Listrik
  • 3.
    Mengukur Kuat Arusdan Beda Potensial Listrik Konsep Arus Listrik dan Beda Potensial Listrik Arus listrik adalah aliran elektron- elektron. Elektron-elektron ini dapat mengalir karena adanya beda potensial. Beda potensial adalah dorongan yang menyebabkan elektron- elektron itu mengalir dari satu tempat ketempat lain
  • 4.
    Syarat Terjadinya ArusListrik Elektron dapat mengalir pada suatu rangkaian jika ada beda potensial. Tapi jika rangkaiannya terbuka elektron tetap tidak mengalir walaupun ada beda potensial. Jadi arus listrik dapat mengalir bila: 1. Rangkaian listrik harus tertutup 2. Harus ada beda potensial didalam rangkaian.
  • 5.
    Mana yang berbahaya,potensial atau arus? Potensial listrik (tegangan) adalah besaran yang menyatakan dorongan terhadap elektron-elektron agar dapat mengalir Bumi memiliki potensial listrik nol. Beda potensial adalah beda nilai potensial antara dua titik berbeda dalam suatu rangkaian Jadi walaupun antara dua titik didalam suatu rangkaian ada potensial listrik, arus listrik belum tentu mengalir.
  • 6.
    Listrik tidak mengalirbila potensial kedua titik sama dan listrik baru mengalir bila di kedua titik terdapat beda potensial. Jadi yang berbahaya adalah arus listrik, bukan potensial listrik.
  • 7.
    Membuat Rangkaian Listrik Dalammembuat rangkaian listrik sederhana yang diperlukan adalah: 1. Baterai 2. Kabel 3. Lampu Sekarang cobalah membuat berbagai rangkaian sederhana!
  • 8.
  • 9.
    Mengukur Kuat ArusListrik 1 A A
  • 10.
    Mengukur Beda PotensialListrik V 2,5 V
  • 11.
  • 12.
    Hk. Ohm  Tegangansebanding dengan kuat arus Bila tegangan naik maka kuat arus juga naik Hasil bagi tegangan dengan kuat arus adalah tetap ( Hk. Ohm) 2 4 6 8 10 1 2 3 4 5 2 2 2 2 2 V I K V I = K
  • 13.
    Persamaan Hk. Ohm V I =R V = tegangan ( V ) I = Kuat arus (A) R = Hambatan (Ω) atau V = I . R
  • 14.
    Contoh Arus listrik 2Amengalir melalui seutas kawat penghantar ketika beda potensial 12 V diberikan pada ujung-ujungnya. Tentukan hambatan listrik pada kawat tersebut Diketahui: I = 2 A V = 12 V Ditanya: R = … Jawab: V = I . R 12 = 2 . R R = 6 Ω
  • 15.
    1. Beda potensial15 V harus diberikan pada ujung-ujung seutas kawat agar arus 2,5 A mengalir melalui kawat tersebut. Berapa hambatan listrik kawat? 2. Arus listrik 4 A mengalir melalui sebuah resistor 10 ohm. Berapa tegangan listrik yang dibaca oleh voltmeter yang dihubungkan pada ujung-ujung resistor? Latihan.
  • 16.
    3. Berapa kuatarus listrik yang mengalir melalui seutas kawat yang memili hambatan 0,4 ohm jika ujung-ujungnya diberi tegangan 200 mV?
  • 17.
    Hambatan Kawat Penghantar Manayang lebih baik, tembaga, besi atau perak sebagai kawat penghantar? Yang paling baik sebagai kawat penghantar adalah perak karena memiliki hambatan paling kecil. Tahukah anda apakah kawat penghantar itu? Kawat penghantar adalah kawat yang biasa kita gunakan untuk menghantarkan listrik yang biasa kita sebut kabel
  • 18.
    Mengapa Tembaga? Mengapa kabelsebagai kawat penghantar listrik terbuat dari tembaga? Tembaga banyak diginakan sebagai kawat penghantar karena memiliki hambatan yang sangat kecil dan harganya murah daripada perak atau emas. Apakah jadinya jika kabel listrik terbuat dari emas atau perak?
  • 19.
    Hambatan kawat penghantar Apasajakah yang mempengaruhi besarnya hambatan suatu kawat penghantar? Bila kita naik mobil, manakah yang lebih banyak hambatannya, berjalan sejauh 1 Km atau 10 Km? Tentu saja yang 10 Km, Semakin panjang perjalanan kita maka makin besar hambatan yang kita alami. Begitu juga dengan pejalanan listrik, semakin panjang kawat penghantar yang dilaluinya makin besar hambatan yang ia alami. Jadi, semakin panjang kawat penghantar semakin besar hambatannya
  • 20.
    Panjang kawat danHambatannya Bila kita naik mobil, manakah yang lebih banyak hambatannya, berjalan sejauh 1 Km atau 10 Km? Tentu saja yang 10 Km, Semakin panjang perjalanan kita maka makin besar hambatan yang kita alami. Begitu juga dengan pejalanan listrik, semakin panjang kawat penghantar yang dilaluinya makin besar hambatan yang ia alami. Jadi, semakin panjang kawat penghantar semakin besar hambatannya
  • 21.
    Tebal Kawat danHambatannya Lebih enak manakah, berkendaraan di jalan lebar atau di jalan yang sempit? Tentu saja jalan yang lebih lebar, karena semakin lebar jalan maka hambatannya semakin sedikit. Begitu juga dengan listrik yang melalui kawat penghantar, semakin besar kawat penghantar yang ia lalui, semakin kecil hambatan yang ia alami. Jadi, semakin besar kawat penghantar maka makin kecil hambatannya
  • 22.
    Jenis Kawat danHambatannya Lebih lancar manakah, berkendaraan di jalan pasar, jalan pemukiman atau jalan tol? Tentu saja di jalan tol, karena bebas hambatan, jalan pemukiman kurang lancar karena ada hambatan, sedang jalan pasar sangat banyak hambatannya. Hambatan pada jalan tergantung dari jenis jalannya. Begitu juga dengan kawat penghantar, hambatannya tergantung dari bahan penyusunnya. Jadi, hambatan kawat tergantung dari jenis kawatnya.
  • 23.
    Hambatan kawat penghantar Daripernyataan tersebut, dapat disimpilkan bahwa hambatan kawat penghantar sebanding dengan panjang kawat, berbanding terbalik dengan luas penampang kawat dan tergantung dari jenis kawat penghantar. Sehingga dapat dibuat persamaan: R = ρ L A R = hambatan kawat (Ω) ρ = hambatan jenis kawat (Ωm) L = panjang kawat (m) A = luas penampang kawat (m²)
  • 24.
    Kawat yang hambatjenisnya 0,000 001 Ωm dan luas penampangnya 0,000 000 25 m² digunakan untuk membuat elemen pembakar listrik 1kW yang harus memiliki hambatan listrik 57,6 ohm. Berapa panjang kawat yang diperlukan? Diketahui ρ = 0,000 001 Ωm A = 0,000 000 25 m² R = 57,6 Ω Ditanya L = … Jawab R = ρ L A 57,6 = 0.000 001 . ____________ L 0,000 000 25 57,6 = ________ L 0,25 L = 57,6 . 0,25 L = 14,4 m Contoh
  • 25.
    1. Seutas kawatmemiliki panjang 110 m, diameternya 7 mm, dan hambat jenis 0,000 000 049 Ωm. Tentukan hambatan listrik kawat tersebut? 2. Sepotong kawat tembaga mula-mula memiliki hambatan = R. Kemudian Kawat tersebut dipotong menjadi empat bagian yang sama panjang. Berapa hambatan masing-masing potongan tembaga tersebut? Latihan
  • 26.
    3. Seutas kawatmemiliki hambatan 40 ohm. Jika kawat tersebut ditarik sehingga panjangnya menjadi 1,5 kali panjang semula, berapa hambatan kawat itu sekarang?
  • 28.
    Penghantar listrik Pernahkah andakesetrum listrik?Mengapa ketika kita menyentuh kabel yang tidak terlindung kita kesetrum? Mengapa ketika kita menyentuh kabel yang terlindung kita tidak kesetrum? Itu karena kabel terbuat dari konduktor dan dilindungi oleh isolator Apakah kaonduktor dan isolator itu?
  • 29.
    Penghantar listrik Berdasarkan dayahantarnya, zat digolongkan menjadi: 1.Konduktor 2.Isolator
  • 30.
    Konduktor : PenghantarListrik yang Baik Contoh: tembaga, besi, perak dan karbon Semua jenis logam dan karbon adalah konduktor
  • 31.
  • 32.
    Isolator : PenghantarListrik yang Buruk Pada tegangan yang sangat tinggi, isolator dapat menghantarkan listrik dengan baik Contoh: kayu, plastik, karet dan kaca Semua jenis non logam, kecuali karbon, adalah isolator
  • 33.
  • 34.
    Super Konduktor Selain konduktordan isolator, ada penghantar yang sangat baik dalam menghantarkan listrik yaitu Super konduktor Super konduktor penghantar tanpa hambatan. Kondisi ini tercapai pada suhu 0 mutlak (-273 °C).
  • 35.
    Semi Konduktor Selain ituada juga penghantar bukan konduktao maupun isolator, yaitu Semi konduktor Semi konduktor adalah bahan yang dapat dibuat sebagai konduktor maupun isolator, contohnya silikon dan germanium
  • 37.
    Hukum Kirchoff I Pada rangkaiantak bercabang, kuat arus di titik manapun dalam rangkaian adalah sama besar (Hk. Kirchoff 1)
  • 38.
    Hukum Kirchoff I I1 I2 I3Pada rangkaianbercabang kuat arus yang masuk ke titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut. (Hk. Kirchoff II)
  • 39.
    100 mA 40 mA 20mA I1 I2 I3 Dari gambar disamping tentukan kuat arus pada I1, I2 dan I3. contoh Jawab 100 = 40 + I1 + 20 100 = 60 + I1 I1 = 40 mA I1 + 20 = I2 40 + 20 = I2 I2 = 60 mA I2 + 40 = I3 40 + 60 = I3 I3 = 100 mA P Q R Cabang P Cabang Q Cabang R
  • 41.
  • 42.
    Rangkaian Seri  Beberapahambatan bila disusun seri akan memiliki hambatan lebih besar namun tegangan pada masing-masing hambatan menjadi lebih kecil.
  • 43.
    Hambatan Pengganti Beberapa hambatanyang disusun seri dapat diganti dengan hambatan sebesar jumlah semua hambatan tersebut R1 R2 R3 R R = R1 + R2 + R3
  • 44.
    R1 R2 R3 BilaR1 = 30 Ohm, R2 = 40 ohm dan R3= 10 ohm, berapakah hambatan pengganti dari rangkaian di atas? Jawab : Karena rangkaian seri, maka R = R1 + R2 + R3 R = 30 + 40 + 10 R = 80 ohm Contoh
  • 45.
    Tegangan pada rangkaianseri V2 V3V1 V V = V1 + V2 + V3
  • 46.
    Kuat arus padarangkaian seri I1 I2 I3 I I = I1 = I2 = I3
  • 47.
  • 49.
  • 50.
    Rangkaian Paralel  Bilabeberapa hambatan disusun secara paralel maka hambatan totalnya menjadi lebihkecil dari masing-masing hambatan, tetapi tegangannya tetap
  • 51.
    Hambatan pengganti padarangkaian paralel R2 R3 R1 R 1 R 1 R1 1 R2 1 R3= + +
  • 52.
    R2 R3 R1 Contoh Jika R1 =10 ohm, R2 = 15 ohm dan R3 = 30 ohm, berapakah hambatan pengganti dari rangkaian diatas? 1 R 1 R1 1 R2 1 R3= + + Jawab Karena rangkaiannya adalah paralel maka: 1 R 1 10 1 15 1 30 = + + 1 R = 3 + 2 + 1 30 == 6 30 R = 30 6 R = 5 ohm
  • 53.
    Tegangan pada rangkaianparalel V3 V2 V1 V V = V1 = V2 = V3
  • 54.
    Kuat arus padarangkaian paralel I3 I2 I1 I I = I1 + I2 + I3
  • 55.
  • 56.
  • 57.
    = + Rangkaian campuran 10Ω 30 Ω 15 Ω 5 Ω 5 Ω10 Ω Rp Berapakah hambatan total dari rangkaian di samping? jawab 1 Rp 1 30 1 15 = 1+2 30 = 3 30 Rp = 30 3 Rp = 10Ω R = 10 + Rp + 5 R= 10 + 10 + 5 R = 25 Ω
  • 58.
    = + 10 Ω20Ω 8 Ω 7 Ω Berapakah hambatan total dari rangkaian di samping? Rs1 = 8 + 7 Rs1 = 15 ohm Rs2 = 20 + 10 Rs2 = 30 ohm 1 R 1 Rs1 1 Rs2 1 1 15 30 = + = 2 + 1 30 = 3 30 R = 30 3 R = 10 ohm Rs2 Rs1 Jawab
  • 59.
    Latihan Bila semua resistordalam rangkaian dibawah ini identik dan masing-masing memiliki hambatan 90 ohm, berapakah hambatan total pada masing-masing rangkaian? 1. 2. 3. 4.