SlideShare a Scribd company logo
1 of 18
3
                                        Manual




PENGEMBANGAN DIRI
Pelatihan bagi Mahasiswa




  Merumuskan               Visi   dan   Misi

  Pribadi
GEREJA KRISTEN INDONESIA


Komisi Perencanaan Kependetaan




© Jakarta-Surabaya-Jogja
Isi
      Penjelasan dasar
1
                                                                   Bagian
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Manual Merumuskan Visi

               1. Titik mulai

               Fasilitator menjelaskan tujuan pembelajaran: Seusai belajar dengan
               serius, peserta akan memahami apa itu visi dan misi, kegunaannya, dan
               mampu merumuskan visi serta misi pribadi..

               2. Ilustrasi:

               Ada dua orang pemimpin. Sebut saja Anwar dan Muksin. Anwar
               memimpin 500 orang. Demikian juga Muksin.               Masing-masing
               merupakan pemimpin yang baik dan disukai. Anwar, sebagai kepala
               rumah sakit memimpikan agar ke 500 orang tadi akan menjadi orang-
               orang yang berjiwa wiraswasta dan bersama menghasilkan sebuah
               rumah sakit terbaik di negaranya. Muksin juga seorang kepala rumah
               sakit, bagi Muksin hal yang terpenting adalah agar rumah sakitnya stabil
               dan berjalan rutin.

               Menurut Anda, apakah kualitas kedua pemimpin tadi berbeda?

               (Minta peserta sharing pendapat mereka).

               Kini tantang mereka dengan pertanyaan: benarkah bahwa walaupun
               seorang pemimpin tidak mempunyai rumah, kendaraan, atau uang yang
               cukup, namun selama ia memiliki suatu visi dan misi yang jelas, orang
               ini masih lebih kaya daripada seseorang yang memiliki semua hal tadi,
               tetapi tidak memiliki visi apa-apa.



                                        1
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Jawabnya: benar. Contohnya cukup banyak untuk membuktikan hal itu.

               Kini fasilitator mulai dengan menanyakan: Pernahkah Anda melihat
               seorang yang bekerja dengan enerji yang besar, terus bergairah dan
               pantang menyerah bahkan ketika ia sudah beberapa kali mengalami
               kegagalan berturut-turut?        Orang-orang seperti ini seringkali
               menghasilkan hal-hal yang menakjubkan. Contoh orang-orang seperti
               ini adalah Marco Polo, sang penjelajah yang berhasil mencapai Cina
               ketika orang tidak ada yang berani melakukan apa yang ia bayangkan.
               Contoh lain adalah Tomas Alfa Edison yang memimpikan adanya
               lampu pijar yang tahan lama. Selain itu ada pula tokoh seperti Madame
               Curie yang menemukan radium. DI jaman kini, kita mengenal orang-
               orang seperti Bill Gates, Steve Job, dan para perancang di perusahaan
               telpon Nokia. Di Indonesia, kita mengenal orang-orang seperti pak
               Ciputra. Ketika orang hanya melihat Ancol sebagai tempat terpencil
               dan tepi pantai yang tidak menarik, ia memimpikan suatu taman ria di
               sana. Kita mengenal juga orang seperti Ali Sadikin yang membuat
               Jakarta berubah dari kampung besar menjadi kota metropolitan. Juga
               orang-orang seperti Gus Dur, Mother Teresa, John Robbins, Al Gore,
               dan sebagainya. Semua orang-orang tadi hidup di jaman yang sama
               dengan kita. Seperti kita mereka melihat, mendengar, dan mengalami
               hal-hal yang sama dengan kita. Namun mereka tidak berhenti disana.
               Mereka melihat ke masa depan. Mereka membayangkan hadirnya
               sesuatu yang lebih indah, lebih unggul, lebih bermakna dan lebih
               berguna bagi banyak orang. Dengan kata lain, mereka memiliki visi atau
               impian. Visi itu membuat mereka dapat memfokuskan impian mereka
               untuk mewujudkannya. Visi ini membuat mereka terdorong bekerja
               keras dan pantang undur untuk mengejarnya. Mereka membuat dunia
               lebih baik, sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa.




               3. Apakah visi atau impian tadi?



                                       2
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Impian bukanlah suatu fantasi tentang masa depan yang muncul sebagai
               hasil angan-angan saja. Visi bukanlah suatu impian yang tidak ada
               dasarnya sama sekali. Contoh impian yang tidak berdasar adalah apa
               yang dimiliki oleh Budi. Budi memiliki impian untuk menjadi juara
               dunia gulat mengalahkan Hulk Hogan. Budi yang kini berusia 28
               memiliki berat hanya 49 kilogram dengan tinggi badan 158 cm.
               Hobbynya adalah bermain catur. Kegiatan sehari-harinya adalah surfing
               di internet, berkuliah di bidang media design dan bermain catur. Budi
               memiliki visi yang lebih merupakan fantasi karena tidak berdasar pada
               kenyataan.

               Visi adalah suatu gambaran mental tentang apa yang akan hadir di masa
               depan. Disatu pihak, gambaran tadi berdasarkan pada apa yang
               merupakan kenyataan pada saat ini, namun sekaligus juga merupakan
               suatu lompatan. Seorang yang memiliki visi berarti memiliki suatu
               keyakinan bahwa hal itu dapat terjadi. Ia yakin bahwa sesuatu yang
               lebih indah, lebih bermutu dan lebih sempurna akan hadir di masa
               depan, dan ia dapat memainkan suatu peran untuk membuat hal itu
               terwujud.

               Contoh hal itu adalah ketika Lee Kuan Yew mengajak rakyat Singapore
               untuk memimpikan suatu Singapore yang modern. Pada waktu itu
               keadaan masyarakat sedang guncang dan morat-marit karena pisahnya
               Malaya dari kesatuan Singapore-Malaya. Ia mengajak seluruh anak
               bangsanya untuk bekerja keras mewujudkan impian tadi, dan mereka
               berhasil. Dalam 20 tahun hasilnya sangat kentara. Impian Lee Kuan
               Yew memang menggemakan impian dari rakyatnya. Karena adanya
               impian tadi, maka rakyat bekerja keras dan bersedia mengurbankan
               banyak kenyamanan kelompok atau pribadi. Ketika Ir. Cacuk
               mengambil alih pimpinan Telkom, ia memimpikan Telkom yang
               bermutu dan profesional. Pada waktu itu, layanan Telkom sangat
               buruk. Ir. Cacuk bekerja keras dengan teamnya, dan sebagai hasilnya
               Telkom menjadi BUMN yang menguntungkan dan merupakan gudang
               orang bermutu. Tanpa Telkom seperti sekarang maka industri warnet,
               wartel dan berbagai koneksi tidak akan hadir.




                                       3
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               4. Fasilitator menanyakan                      hal     ini:    “Apa
               beda antara visi dan misi?”

               (biarkan peserta berdiskusi berdua-dua).

               Penjelasan: Pertama, visi adalah gambaran mental. Kedua, visi juga
               adalah sesuatu yang ada di masa depan. Karena kedua aspek itu, maka
               visi seringkali bersifat abstrak, arah umum dan cenderung abstrak. Misi
               adalah perwujudan dari visi tadi. Bila visi adalah impian, maka misi
               adalah wujud atau bentuk dari impian tadi. Misalnya, impian Anda
               adalah memiliki sebuah pusat pembelajaran yang ikut mmebangun
               bangsa serta mensejahterakan banyak orang. Maka misi Anda mungkin
               mewujudkan suatu lembaga pelatihan kewiraswastaan. Dapat juga misi
               Anda adalah mewujudkan suatu universitas yang khusus mendidik orang
               untuk menjadi manager profesional yang baik. Misi juga dapat
               merupakan rumusan apa yang secara nyata Anda akan lakukan untuk
               menghasilkan impian tadi.


               5. Peran Visi dan misi

               Jadi visi dan misi membuat pemiliknya terdorong untuk memfokuskan
               hidup mereka. Visi dan misi yang tajam bahkan dapat ditawarkan untuk
               menjadi visi dan misi bersama (shared-vision). Dengan visi bersama,
               maka semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk mencurahkan
               enerjinya untuk mewujudkan hal tadi. Fantasi tidak akan memiliki
               kekuatan untuk menggerakkan orang serupa itu karena fantasi tidak
               dimulai dari kenyataan yang diterima bersama melainkan kenyataan yang
               dihayati secara pribadi saja.



               6. Respon terhadap visi

               Setelah menyadari makna visi dan misi tadi, maka perlu kita kenali
               bahwa sekurangnya ada lima jenis manusia dalam berurusan dengan visi
               dan misi.



                                        4
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Pertama adalah adanya orang yang tidak mengetahui bahwa visi dan misi
               adalah penting. Mereka menyibukkan diri dengan tugas dan kegiatan
               rutin sehingga hidupnya merupakan rangkaian dari suatu aktifitas ke
               aktifitas lain tanpa didasari kejelasan arah. Mereka hidup dan bekerja
               tanpa desain dasar. Jadi mereka adalah bagaikan tukang bangunan yang
               sibuk mendirikan rumah tanpa kejelasan gambaran rumah yang ingin
               dihasilkannya. Mereka adalah bagaikan sepasukan tentara yang terus
               menerus terjun ke suatu wilayah tanpa mempertimbangkan bahwa bila
               mereka memiliki suatu landasan pesawat terbang, mereka dapat berada
               disana tanpa terlalu sulit.

               Jenis manusia kedua adalah manusia yang mengetahui bahwa visi dan
               misi adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Namun
               mereka tidak kunjung menyediakan waktu untuk memikirkan dan
               merumuskan visi serta misi pribadi bahkan juga tidak merumuskan visi
               dan misi organisasinya. Hanya bila segala sesuatunya dirasakan berjalan
               ke arah yang tak menentu baru mereka mempercakapkan perlunya
               kehadiran visi dan misi tadi.

               Jenis manusia yang ketiga adalah orang yang menyadari pentingnya visi
               dan misi, telah berusaha menyusun rumusannya, namun karena
               metodenya keliru dan pemahamannya terbatas, maka visi dan misi tadi
               kekurangan suatu aspek penting. Visi dan misi tadi tidak menghasilkan
               hal yang bermanfaat bagi orang banyak.

               Jenis manusia yang keempat adalah manusia yang lebih bermutu.
               Mereka menyadari, mengupayakannya, serta memiliki metode yang
               benar sehingga memiliki rumusan visi dan misi yang baik. Namun
               mereka belum memiliki bekal yang cukup dan cocok untuk menggapai
               visi tadi.

               Jenis manusia yang kelima adalah manusia yang berhasil mewujudkan
               visi dan misinya setelah mengumpulkan bekal yang diperlukannya
               setelah mereka menjadi manusia yang keempat.

               Fasilitator: carilah contoh-contoh nyata dari organisasi atau pribadi
               untuk tiap kategori di atas.




                                       5
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               7. Berapa pentingkah adanya visi dan misi
               tadi untuk diri kita, untuk keluarga dan
               untuk organisasi kita?

               Pertama, visi dan misi akan menolong kita untuk menyusun cara
               mencapai atau strategi menggapainya.
               Contohnya:

               Kedua, visi dan misi kita akan menolong merumuskan prioritas bahkan
               menghindarkan kita melakukan apa yang tidak berguna bagi
               pencapaianya. Dengan demikian kita hidup dengan efektif dan efisien.
               Berbagai godaan dan pilihan yang menyimpangkan kita dari arah kita
               dapat ditolak karena kita memiliki kriteria yang jelas.

               Ketiga, adanya visi dan misi yang jelas akan mempermudah kita
               menginspirasikan orang yang ada bersama kita untuk mengejar dan
               mewujudknya. Mereka memiliki kepastian kemana kita pergi dan
               kemana kita tidak akan berjalan.

               Keempat, adanya visi dan misi menolong kita untuk mengevaluasi diri
               apakah kita sudah mendekati atau menjauhi visi dan misi tadi. Kita
               dapat juga mengevaluasi kecepatan gerak kita ke arah yang kita tuju. Hal
               ini sama seperti ketika seorang penjelah kutub utara yang dapat
               mengukur berapa jauh ia sudah berjalan menuju kutub




               8. Bagaimana mulai menyusun visi dan misi
               pribadi?

               Membuat atau menyusun visi dan misi dimulai dengan memandang
               realita yang ada secara objektif. Orang mau menyusun visi dan misi ini
               mulai dengan mempertanyakan dirinya beberapa hal yang penting
               seperti: “Siapakah aku ini, dari mana aku datang, bagaimana riwayat atau


                                        6
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               masa laluku, apakah hal-hal yang paling bermakna bagiku, dan hal-hal
               apa yang orang anggap aku lakukan dengan baik. Kemudian ia juga
               mempertanyakan lebih lanjut apa yang menjadi kelebihan dan
               kelemahan-kelemahannya. Selanjutnya, barulah ia mempertanyakan apa
               yang ia yakin dapat dan patut hadir di masa depannya, berdasarkan
               dengan kenyataan yang kini ia miliki.
               Untuk itu daftarkanlah lima hal yang menurut kamu terjadi dan
               bagaimana masing-masing seharusnya ada.




               9. Contoh sebuah visi

               Contoh yang menarik adalah adanya suatu upaya nyata untuk menolong
               muda-mudi yang terlantar. Contoh misi untuk visi itu adalah,
               menciptakan suatu program rumah singgah dan program pendampingan
               bagi anak-anak SMU yang senang berkelahi.

               Orang-orang yang memiliki misi yang tajam adalah orang yang mampu
               merumuskan dengan konkrit wujud dari impiannya.


               10. Ciri-ciri Visi dan Misi yang baik

               Karena itu, sebelum membuat rumusan visi, maka kita harus mengenali
               ciri-ciri visi dan misi yang baik. Dengan visi dan misi seharusnya akan
               menjadi dasar inspirasi bagi banyak orang, maka visi dan misi ini harus

                    a. Singkat – sehingga mudah diingat dan dipahami

                    b. Konsepnya harus sederhana dan padat sehingga orang yang
                    sederhanapun tidak mengalami kesulitan untuk memahaminya

                    c. Karena orang banyak memiliki aspek emosi, nalar dan perilaku,
                    maka visi dan misi tadi harus mampu menyentuh emosi orang dan
                    menjadi tumpuan yang mengilhamkan.



                                        7
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




                    d. Selain itu, visi dan misi tadi harus mudah diingat dan karenanya
                    harus menimbulkan gambaran mental.           Misalnya, misi untuk
                    menghasilkan sebuah komputer sederhana untuk tiap rumah
                    digambarkan sebagai memberikan stop kontak bagi tiap rumah….




               11. Contoh

               Contoh-contoh visi yang baik bagi suatu organisasi adalah sebagai
               berikut..Asia Week Magazine, Youth Empowerment Station, Apple,
               Konimex, dll.




               12. Langkah

               Perlu kita sadari bahwa suatu visi tidak dapat dirumuskan dalam satu
               hari. Semakin luhur dan besar suatu visi dibutuhkan proses yang
               panjang untuk menyusunnya.
               Semakin kita mengenal realitas diri kita, semakin hal itu mempermudah
               kita untuk merumuskan visi yang tajam

               Hal yang amat penting adalah bahwa hambatan untuk membuat suatu
               visi yang baik dan berguna bagi banyak orang sering berakar pada
               gamabr diri kita yang buruk, pemaknaan hidup yang keliru atau
               prasangka-prasangka tentang manusia dan dunia.

               Secara teknis kegagalan membuat suatu visi yang tajam sering
               disebabkan karena terlalu banyak hal yang kita inginkan. Dengan kata
               lain kita tidak dapat memfokuskan diri dan hidup kita untuk suatu hal
               yang paling bernilai di dalam hidup ini




               13. Titik berangkat


                                         8
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Beberapa hal dapat menjadi titik berangkat kita di dalam menggali dan
               merumuskan visi kita:
                  1. Kenali diri kita. Artinya, kita perlu mengenali apa kekhasan diri
                     kita, keunggulan dan kelemahan kita. Untuk melakukan hal ini,
                     kita dapat membandingkan diri dengan orang lain yang mirip
                     dengan diri kita.
                  2. Selanjutnya, kita perlu merenungkan hal-hal yang kita anggap
                     bernilai. Sesuatu yang bernilai itu artinya sangat bermakna,
                     sehingga hidup menjadi tidak berarti bila hal tadi tidak kita
                     dapatkan atau upayakan.
                  3. Hal yang sangat mendasar adalah juga menggali luka-luka yang
                     merupakan hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. Luka-luka
                     ini dapat berupa hal yang menyakitkan entah berupa, kehilangan,
                     kekecewaan, kemarahan, ketidak adilan, dan sebagainya. Hal-hal
                     tersebut dapat berpotensi membuat kita menggambarkan diri
                     secara negatif, tidak percaya diri atau bahkan membenci diri.
                     Selanjutnya hal tadi dapat membuat kita tidak merasa aman, terus
                     merasa terancam bahkan merasa harus menjadga diri tanpa
                     berhenti.
                  4. Juga sangat berguna untuk mengenali saat-saat bahagia yang
                     pernah kita alami
                  5. Dengan menggabungkan semuanya, maka kita dapat mengenali
                     pola-pola yang muncul di dalam riwayat hidup kita. Misalnya,
                     seorang yang berpindah-pindah rumah lebih dari 30 kali selama
                     masa kanak-kanak sampai masa remajanya akan mudah
                     menghasilkan pola bahwa ia mudah beradaptasi ke dalam suatu
                     lingkungan yang baru, namun mungkin juga ia dapat menjadi
                     orang yang pembosan bila ia harus mengerjakan pekerjaan yang
                     rutin berbulan-bulan.




               14. Perlunya mengenal diri sendiri dengan
               akurat

               Tahap pertama: Menjawab pertanyaan penting ini mulailah dengan
               bertanya pada diri sendiri, apakah nama yang Anda akan pilih bila nama


                                       9
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               Anda hari ini perlu diganti dan tidak boleh dipergunakan lagi.
               Kemudian jelaskan pada diri Anda mengapa nama baru itu terasa cocok
               dan Anda pilih?

               Tahap kedua: sediakanlah waktu 10 menit untuk mendaftarkan apa yang
               orang katakan Anda biasa lakukan dengan baik.

               Tahap ketiga: Kini renungkanlah apa yang merupakan hal yang bernilai
               bagi Anda dan menjadi kesukaan pikiran Anda?

               Tahap keempat: kini rumuskan apa yang menjadi kekhasan diri Anda.
               Berupayalah jujur di dalam menjawab hal ini.




               15. Memeriksa Riwayat Hidup

               Kini mulailah menggali isi memory Anda. Seringkali isi memory
               sesorang tidak dikenalinya. Padahal, seorang psikoloh di masa lalu sudah
               menemukan bahwa apa yang ada di memory bawah sadar justru sangat
               banyak dan sangat menentukan perilaku serta reaksi-reaksi kita di dalam
               hidup sehari-hari.

               Mulailah dengan mengambil sebuah kertas. Kini Anda perlu membuat
               sebuah garis lurus melintang di tengah kertas Anda. Di awal garis
               berikan angka satu dan di akhirnya berikan angka sesuai dengan usia
               Anda saat ini.

               Bagilah garis melintang tersebut ke dalam bebrapa bagian untuk
               mempermudah Anda dan tuliskan tahun-tahun usia Anda di sana.
               Misalnya, usia Anda adalah 22 tahun, maka di garis tadi akan ada angka
               1, 7, 14, 21,dan 22, bila Anda membagi ke dalam 3 bagian besar.
               Anda boleh membaginya ke dalam 10 bagian atau bahkan setiap tahun
               dari usia Anda dituliskan di sana.

               Kini buatlah garis tegak lurus di angka satu seperti gambar di atas.
               Berilah angka 0 di persentuhan antara garis tegak lurus tadi/vertikal


                                       10
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               dengan garis melintang. Lalu buatlah angka-angka seperti di atas. Anda
               boleh memberi angka 5 atau 8 atau 6 sesuai selera Anda.

               Bila angka yang melintang/horisontal menunjukkan usia Anda, maka
               angka di garis tegak lurus menunjukkan intensitas emosi yang Anda
               pernah alami, dari emosi yang paling menyakitkan sampai yang paling
               menyenangkan. Angka minus 5 di dalam ontoh di atas menunjukkan
               intensitas pengalaman yang paling menyakitkan sedangkan angka plus 5
               menunjukkan intensitas emosi yang paling membahagiakan.

               Kini galilah ingatan Anda dalam ketenangan. Mulailah dengan
               mengingat-ingat 5 pengalaman yang paling membahagiakan.
               Letakkanlah masing-masing pengalaman menurut waktu terjadinya dan
               intensitasnya seperti di atas.

               Setelah usai, masukkan ke dalam memori yang melukai. Hal ini mungkin
               lebih menyakitkan, Anda dapat menangis dan jadi sedih. Hal ini biasa
               dan jangan dipusingkan. Wajar saja bahwa kita sudah lama memikul
               beban emosi dan kini ketika dikenali bahwa beban tadi dapat diangkat,
               kita terkejut dan mengalami goncangan.

               Bagi fasilitator: sangat penting untuk menekankan agar peserta tidak
               bergurau dan mengejek orang lain pada saat ini.




               16. Lanjutan             membuat           Grafik        Riwayat
               Hidup

               Fasilitator mengatakan:
               Setelah selesai melakukan hal itu dengan serius dan mungkin Anda
               merasa lelah secara emosi, kini hubungan semua titik yang
               menggambarkan pengalaman-pengalaman Anda.            Anda harus
               menghubungkannya sesuai urutan waktu terjadinya. Hubungkanlah juga
               baik pengalaman yang menyakitkan maupun yang menyenangkan.




                                       11
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               (Pada saat ini sangat penting agar peserta mulai mendefinisikan siapa
               dirinya setelah melihat grafik jalan hidupnya.)

               Dapat juga Anda mengenali pola siapa diri Anda sendiri, lalu
               memberikan nama bagi diri sendiri. Misalnya, Thomas Alfa Edison
               memiliki pola yang kentara: ia terus menerus gagal dan bangkit kembali.
               Ia bersedia menantikan keberhasilan. Orang ini memiliki pola yang
               nyata dan dapat diberikan nama: pejuang tanpa putus asa. Bunda Teresa
               dapat digambarkan sebagai orang yang memperhatikan orang yang
               diabaikan oleh orang lain bila kita mengenali pola hidupnya.

               Renungkan dan jawablah pertanyaan ini: masihkah ada peristiwa di masa
               lalu yang ternyata sampai kini mempengaruhi perilaku, cara pikir, dan
               pola respons Anda? Hal ini perlu dikenali agar kita tidak membuat
               sebuat rumusan visi demi “membalas dendam” terhadap kepahitan yang
               kita alami di masa lalu

               Ciri-ciri adanya kepahitan tadi: kurang percaya diri, tidak berani keluar
               dari ruang nyaman, agresif, senantiasa sinis, membenci diri sendiri, dan
               tidak mengenali kapasitas diri secara utuh.


               Jadi, kegunaan dari alat ini adalah untuk menolong orang mengenali
               siapa diri kita dari apa pola-polanya. Dari pola-polanya, dapat digali visi
               yang cocok bagi diri sendiri




               17. Mengenali pola dan hasil

               Kini minta peserta mendaftarkan kelemahan dan kekuatan mereka
               sebagai hasil dari peristiwa-peristiwa tadi.
               Kenalilah juga modal dan kesulitan yang biasa dihadapinya.
               Kini rumuskan visi atau umpian.
               Mintalah peserta berbicara dengan seorang temannya, dan mintalah
               bantuannya merumuskan wujud dari visi tadi.


                                        12
MERUMUSKAN   VISI   DAN   MISI




               18.   Menggali                pola     dan     menyimpulkan
               riwayat hidup

               Kini simpulkan:
               Dari grafik kita dapat pelajari bahwa Luka kita dapat menjadi pemberi
               warna bagi visi dan misi kita. Luka yang tak sembuh akan menghasilkan
               visi dan misi yang dapat merugikan banyak orang demi kepuasan
               pribadi.

               Juga dapat kita pelajari bahwa keberhasilan-keberhasilan kita merupakan
               petunjuk dimana kita dapat memberikan kontribusi terbaik ke dalam
               hidup

               Periksalah visi Hitler. Jelaskan riwayat Hitler dan bagaimana visinya
               muncul karena luka-luka. Akibatnya adalah Hitler merasa puas, namun
               banyak orang menderita. Tekankan bahwa visi yang baik memiliki ciri:
               berguna bagi orang banyak dan diri sendiri akan juga mengenyam
               kebahagiaan.

               Paparkan juga cerita tentang seorang di Pakistan yang memiliki visi
               untuk membuat lembaga simpan pinjam atau micro-financing sehingga
               ia mendapat anugrah nobel prize.




               19. Rekapitulasi dan Acid Test
               Kini ajak peserta mengajukan pertanyaan bagi diri mereka sendiri. Hal
               apakah yang berharga atau bernilai bagi Anda :

                     Menjaga, merawat, memelihara?
                     Menumbuhkan diri, belajar, membekali, berprestasi dan bersaing


                                        13
MERUMUSKAN   VISI    DAN   MISI




                      Menelusuri, merambah, mencoba, menjelajahi, dan menikmati
                      Melalui, merenungkan, menggali makna dan berbuat bajik


               Periksalah kalau-kalau rumusan Visi dan misi Anda tidak selaras dengan
               hal ini.




               20. Kesimpulan

               Mintalah pada peserta untuk merumuskan visi dan misi untuk tiap
               ranah hidup di bawah ini:
                   Untuk hidup keluarga
                   Untuk hidup karir
                   Untuk hidup pribadi
                   Untuk hidup spiritual
                   Untuk hidup sosial



               Lalu minta mereka merumuskan visi utama yang merupakan kontribusi
               terindah mereka bagi hidup.




               eof




                                        14

More Related Content

What's hot

Variabel Operasional
Variabel OperasionalVariabel Operasional
Variabel Operasionaldina febriana
 
Bab iv hasil penelitian dan pembahasan
Bab iv hasil penelitian dan pembahasanBab iv hasil penelitian dan pembahasan
Bab iv hasil penelitian dan pembahasanLulu Nurul
 
Rekam medik (=catatan medik)
Rekam medik (=catatan medik)Rekam medik (=catatan medik)
Rekam medik (=catatan medik)Hamelia Juwita
 
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatifPerbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatifAnNa Luph Black
 
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...Kanaidi ken
 
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy Moe
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy MoeTugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy Moe
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy MoeMuthiara Azzahra
 
Pendekatan Analisis Data Menggunakan Nvivo
Pendekatan Analisis Data Menggunakan  NvivoPendekatan Analisis Data Menggunakan  Nvivo
Pendekatan Analisis Data Menggunakan NvivoBodhiya Wijaya Mulya
 
Sistem persamaan linier dua variabel
Sistem persamaan linier dua variabelSistem persamaan linier dua variabel
Sistem persamaan linier dua variabeldinakudus
 
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptx
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptxPresentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptx
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptxGalih Endradita M
 
PENULISAN KARYA ILMIAH.ppt
PENULISAN KARYA ILMIAH.pptPENULISAN KARYA ILMIAH.ppt
PENULISAN KARYA ILMIAH.pptRuthButarButar1
 
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...infosanitasi
 

What's hot (20)

Variabel Operasional
Variabel OperasionalVariabel Operasional
Variabel Operasional
 
Bab iv hasil penelitian dan pembahasan
Bab iv hasil penelitian dan pembahasanBab iv hasil penelitian dan pembahasan
Bab iv hasil penelitian dan pembahasan
 
Informed consent
Informed consentInformed consent
Informed consent
 
Rekam medik (=catatan medik)
Rekam medik (=catatan medik)Rekam medik (=catatan medik)
Rekam medik (=catatan medik)
 
Indikator iptek Indonesia
Indikator iptek Indonesia Indikator iptek Indonesia
Indikator iptek Indonesia
 
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatifPerbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif
 
Uji chi square
Uji chi squareUji chi square
Uji chi square
 
Power point mr
Power point mrPower point mr
Power point mr
 
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...
REKAM MEDIS (Medical Record) + SI Rawat Inap & Rawat Jalan_ Training "SISTEM ...
 
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy Moe
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy MoeTugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy Moe
Tugas Bahasa Indonesia kelas XI: Cerpen Daster karya Andy Moe
 
Pendekatan Analisis Data Menggunakan Nvivo
Pendekatan Analisis Data Menggunakan  NvivoPendekatan Analisis Data Menggunakan  Nvivo
Pendekatan Analisis Data Menggunakan Nvivo
 
Ppt penalaran
Ppt penalaranPpt penalaran
Ppt penalaran
 
Program Kerja
Program KerjaProgram Kerja
Program Kerja
 
Audit medis meningkatkan mutu pelayanan medis
Audit medis meningkatkan mutu pelayanan medisAudit medis meningkatkan mutu pelayanan medis
Audit medis meningkatkan mutu pelayanan medis
 
Sistem persamaan linier dua variabel
Sistem persamaan linier dua variabelSistem persamaan linier dua variabel
Sistem persamaan linier dua variabel
 
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptx
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptxPresentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptx
Presentasi Pendampingan Akreditasi LARSI.pptx
 
PENULISAN KARYA ILMIAH.ppt
PENULISAN KARYA ILMIAH.pptPENULISAN KARYA ILMIAH.ppt
PENULISAN KARYA ILMIAH.ppt
 
Manajemem kepemimpinan
Manajemem kepemimpinanManajemem kepemimpinan
Manajemem kepemimpinan
 
Minggu 5_Skala Pengukuran
Minggu 5_Skala PengukuranMinggu 5_Skala Pengukuran
Minggu 5_Skala Pengukuran
 
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...
Program CSR dalam Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Cipta Karya melalui...
 

Similar to 1.3 B Manual Perumusan Visi Pribadi

Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)
Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)
Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)Tri Widodo W. UTOMO
 
Bab 9 merumuskan visi
Bab 9 merumuskan visiBab 9 merumuskan visi
Bab 9 merumuskan visiChris Hukubun
 
Membuat visi dan misi bersama
Membuat visi dan misi bersamaMembuat visi dan misi bersama
Membuat visi dan misi bersamaWilly Sitompul
 
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptxAkbarRayhanHasfi
 
Apa Gunanya Kuliah
Apa Gunanya KuliahApa Gunanya Kuliah
Apa Gunanya Kuliahtafraci
 
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...Dolfy Palit
 
Perbedaan visi dan misi
Perbedaan visi dan misiPerbedaan visi dan misi
Perbedaan visi dan misiHADI SUTANTO
 
Wawasan Kemandirian Calon Sarjana
Wawasan Kemandirian Calon SarjanaWawasan Kemandirian Calon Sarjana
Wawasan Kemandirian Calon SarjanaMuniqaa Potter
 
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...manik madyni
 
Manajemen diri muslimah
Manajemen diri muslimahManajemen diri muslimah
Manajemen diri muslimahJuniar Putri
 
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusia
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusiaMakalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusia
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusiaJayaCatur
 
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainya
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainyaKewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainya
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainyaEdwar Fitri
 
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeri
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeriSiap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeri
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeriShoffan shoffa
 
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!ahda.ivan
 
Why poster looks so good
Why poster looks so goodWhy poster looks so good
Why poster looks so goodAditya Rian
 

Similar to 1.3 B Manual Perumusan Visi Pribadi (20)

Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)
Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)
Building Shared Vision (Membangun Visi Bersama)
 
Bab 9 merumuskan visi
Bab 9 merumuskan visiBab 9 merumuskan visi
Bab 9 merumuskan visi
 
Membuat visi dan misi bersama
Membuat visi dan misi bersamaMembuat visi dan misi bersama
Membuat visi dan misi bersama
 
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx
1-KARAKTER PART-1-20180116013720.pptx
 
Visi diri kita
Visi diri kitaVisi diri kita
Visi diri kita
 
Follow up
Follow upFollow up
Follow up
 
LIFE MAPPING
LIFE MAPPINGLIFE MAPPING
LIFE MAPPING
 
Apa Gunanya Kuliah
Apa Gunanya KuliahApa Gunanya Kuliah
Apa Gunanya Kuliah
 
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...
Edward de bono six thinking hats dalam refleksi kecerdasan interpersonal rela...
 
Perbedaan visi dan misi
Perbedaan visi dan misiPerbedaan visi dan misi
Perbedaan visi dan misi
 
Wawasan Kemandirian Calon Sarjana
Wawasan Kemandirian Calon SarjanaWawasan Kemandirian Calon Sarjana
Wawasan Kemandirian Calon Sarjana
 
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...
Fenomena Beauty Vlogger: Penguatan Konstruksi Realitas Sosial tentang Penting...
 
Manajemen diri muslimah
Manajemen diri muslimahManajemen diri muslimah
Manajemen diri muslimah
 
Pemuda yang visioner
Pemuda yang visionerPemuda yang visioner
Pemuda yang visioner
 
motivasi wirausaha
  motivasi wirausaha  motivasi wirausaha
motivasi wirausaha
 
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusia
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusiaMakalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusia
Makalah filsafat tujuan kemanusiaa untuk saling menghormati antar manusia
 
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainya
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainyaKewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainya
Kewirausahaan untuk purna bakti, bagaimana memulainya
 
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeri
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeriSiap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeri
Siap menjadi pramuka berprestasi dan berdedikasi untuk negeri
 
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!
Lakukan Ini Sebelum Berumur 25-an!
 
Why poster looks so good
Why poster looks so goodWhy poster looks so good
Why poster looks so good
 

More from robby chandra

Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
Hyd 3  Fear Dan Security BlanketsHyd 3  Fear Dan Security Blankets
Hyd 3 Fear Dan Security Blanketsrobby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus  Konseling 2Jdp Kursus  Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2robby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 5
Jdp Kursus Konseling 5Jdp Kursus Konseling 5
Jdp Kursus Konseling 5robby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 4
Jdp Kursus Konseling 4Jdp Kursus Konseling 4
Jdp Kursus Konseling 4robby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 2rujukan
Jdp Kursus  Konseling 2rujukanJdp Kursus  Konseling 2rujukan
Jdp Kursus Konseling 2rujukanrobby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 1
Jdp Kursus Konseling 1Jdp Kursus Konseling 1
Jdp Kursus Konseling 1robby chandra
 
Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2robby chandra
 
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadara
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan SuadaraHyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadara
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadararobby chandra
 
Hyd 5 Di Pertanyakan Untuk Dipulihkan
Hyd 5  Di Pertanyakan  Untuk DipulihkanHyd 5  Di Pertanyakan  Untuk Dipulihkan
Hyd 5 Di Pertanyakan Untuk Dipulihkanrobby chandra
 
Hyd 4 Zakheus Menghadapi Penolakan
Hyd 4  Zakheus   Menghadapi PenolakanHyd 4  Zakheus   Menghadapi Penolakan
Hyd 4 Zakheus Menghadapi Penolakanrobby chandra
 
Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
Hyd 3  Fear Dan Security BlanketsHyd 3  Fear Dan Security Blankets
Hyd 3 Fear Dan Security Blanketsrobby chandra
 
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Makna
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan MaknaHyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Makna
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Maknarobby chandra
 
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyarat
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg PrasyaratHyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyarat
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyaratrobby chandra
 
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecard
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced ScorecardBattlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecard
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecardrobby chandra
 
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notes
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+NotesBattlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notes
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notesrobby chandra
 
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran Positif
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran PositifBattlefield Of Th Emind Three Pikiran Positif
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran Positifrobby chandra
 
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyaman
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone NyamanBattlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyaman
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyamanrobby chandra
 
Battlefield Of The Mind Seven Pdsa
Battlefield Of The Mind Seven  PdsaBattlefield Of The Mind Seven  Pdsa
Battlefield Of The Mind Seven Pdsarobby chandra
 
Battlefield Of The Mind One +Notes
Battlefield Of The Mind One +NotesBattlefield Of The Mind One +Notes
Battlefield Of The Mind One +Notesrobby chandra
 

More from robby chandra (20)

Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
Hyd 3  Fear Dan Security BlanketsHyd 3  Fear Dan Security Blankets
Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
 
Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus  Konseling 2Jdp Kursus  Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2
 
Jdp Kursus Konseling 5
Jdp Kursus Konseling 5Jdp Kursus Konseling 5
Jdp Kursus Konseling 5
 
Jdp Kursus Konseling 4
Jdp Kursus Konseling 4Jdp Kursus Konseling 4
Jdp Kursus Konseling 4
 
Jdp Kursus Konseling 2rujukan
Jdp Kursus  Konseling 2rujukanJdp Kursus  Konseling 2rujukan
Jdp Kursus Konseling 2rujukan
 
Jdp Kursus Konseling 1
Jdp Kursus Konseling 1Jdp Kursus Konseling 1
Jdp Kursus Konseling 1
 
Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2Jdp Kursus Konseling 2
Jdp Kursus Konseling 2
 
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadara
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan SuadaraHyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadara
Hyd 6 Yakub Pemulihan Hubungan Dengan Suadara
 
Hyd 5 Di Pertanyakan Untuk Dipulihkan
Hyd 5  Di Pertanyakan  Untuk DipulihkanHyd 5  Di Pertanyakan  Untuk Dipulihkan
Hyd 5 Di Pertanyakan Untuk Dipulihkan
 
Hyd 4 Zakheus Menghadapi Penolakan
Hyd 4  Zakheus   Menghadapi PenolakanHyd 4  Zakheus   Menghadapi Penolakan
Hyd 4 Zakheus Menghadapi Penolakan
 
Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
Hyd 3  Fear Dan Security BlanketsHyd 3  Fear Dan Security Blankets
Hyd 3 Fear Dan Security Blankets
 
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Makna
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan MaknaHyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Makna
Hyd 1. Menemukan Identitas Diri Dan Makna
 
Hyd Pretest
Hyd PretestHyd Pretest
Hyd Pretest
 
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyarat
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg PrasyaratHyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyarat
Hyd 2 Pemulihan Hubungan Sbg Prasyarat
 
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecard
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced ScorecardBattlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecard
Battlefield Of The Mind Eight Personal Balanced Scorecard
 
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notes
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+NotesBattlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notes
Battlefield Of The Mind Two Hidup Dalam 2 Pikiran Two+Notes
 
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran Positif
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran PositifBattlefield Of Th Emind Three Pikiran Positif
Battlefield Of Th Emind Three Pikiran Positif
 
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyaman
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone NyamanBattlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyaman
Battlefield Of The Mind Six Keluar Dari Zone Nyaman
 
Battlefield Of The Mind Seven Pdsa
Battlefield Of The Mind Seven  PdsaBattlefield Of The Mind Seven  Pdsa
Battlefield Of The Mind Seven Pdsa
 
Battlefield Of The Mind One +Notes
Battlefield Of The Mind One +NotesBattlefield Of The Mind One +Notes
Battlefield Of The Mind One +Notes
 

1.3 B Manual Perumusan Visi Pribadi

  • 1. 3 Manual PENGEMBANGAN DIRI Pelatihan bagi Mahasiswa Merumuskan Visi dan Misi Pribadi
  • 2. GEREJA KRISTEN INDONESIA Komisi Perencanaan Kependetaan © Jakarta-Surabaya-Jogja
  • 3. Isi Penjelasan dasar
  • 4.
  • 5. 1 Bagian MERUMUSKAN VISI DAN MISI Manual Merumuskan Visi 1. Titik mulai Fasilitator menjelaskan tujuan pembelajaran: Seusai belajar dengan serius, peserta akan memahami apa itu visi dan misi, kegunaannya, dan mampu merumuskan visi serta misi pribadi.. 2. Ilustrasi: Ada dua orang pemimpin. Sebut saja Anwar dan Muksin. Anwar memimpin 500 orang. Demikian juga Muksin. Masing-masing merupakan pemimpin yang baik dan disukai. Anwar, sebagai kepala rumah sakit memimpikan agar ke 500 orang tadi akan menjadi orang- orang yang berjiwa wiraswasta dan bersama menghasilkan sebuah rumah sakit terbaik di negaranya. Muksin juga seorang kepala rumah sakit, bagi Muksin hal yang terpenting adalah agar rumah sakitnya stabil dan berjalan rutin. Menurut Anda, apakah kualitas kedua pemimpin tadi berbeda? (Minta peserta sharing pendapat mereka). Kini tantang mereka dengan pertanyaan: benarkah bahwa walaupun seorang pemimpin tidak mempunyai rumah, kendaraan, atau uang yang cukup, namun selama ia memiliki suatu visi dan misi yang jelas, orang ini masih lebih kaya daripada seseorang yang memiliki semua hal tadi, tetapi tidak memiliki visi apa-apa. 1
  • 6. MERUMUSKAN VISI DAN MISI Jawabnya: benar. Contohnya cukup banyak untuk membuktikan hal itu. Kini fasilitator mulai dengan menanyakan: Pernahkah Anda melihat seorang yang bekerja dengan enerji yang besar, terus bergairah dan pantang menyerah bahkan ketika ia sudah beberapa kali mengalami kegagalan berturut-turut? Orang-orang seperti ini seringkali menghasilkan hal-hal yang menakjubkan. Contoh orang-orang seperti ini adalah Marco Polo, sang penjelajah yang berhasil mencapai Cina ketika orang tidak ada yang berani melakukan apa yang ia bayangkan. Contoh lain adalah Tomas Alfa Edison yang memimpikan adanya lampu pijar yang tahan lama. Selain itu ada pula tokoh seperti Madame Curie yang menemukan radium. DI jaman kini, kita mengenal orang- orang seperti Bill Gates, Steve Job, dan para perancang di perusahaan telpon Nokia. Di Indonesia, kita mengenal orang-orang seperti pak Ciputra. Ketika orang hanya melihat Ancol sebagai tempat terpencil dan tepi pantai yang tidak menarik, ia memimpikan suatu taman ria di sana. Kita mengenal juga orang seperti Ali Sadikin yang membuat Jakarta berubah dari kampung besar menjadi kota metropolitan. Juga orang-orang seperti Gus Dur, Mother Teresa, John Robbins, Al Gore, dan sebagainya. Semua orang-orang tadi hidup di jaman yang sama dengan kita. Seperti kita mereka melihat, mendengar, dan mengalami hal-hal yang sama dengan kita. Namun mereka tidak berhenti disana. Mereka melihat ke masa depan. Mereka membayangkan hadirnya sesuatu yang lebih indah, lebih unggul, lebih bermakna dan lebih berguna bagi banyak orang. Dengan kata lain, mereka memiliki visi atau impian. Visi itu membuat mereka dapat memfokuskan impian mereka untuk mewujudkannya. Visi ini membuat mereka terdorong bekerja keras dan pantang undur untuk mengejarnya. Mereka membuat dunia lebih baik, sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. 3. Apakah visi atau impian tadi? 2
  • 7. MERUMUSKAN VISI DAN MISI Impian bukanlah suatu fantasi tentang masa depan yang muncul sebagai hasil angan-angan saja. Visi bukanlah suatu impian yang tidak ada dasarnya sama sekali. Contoh impian yang tidak berdasar adalah apa yang dimiliki oleh Budi. Budi memiliki impian untuk menjadi juara dunia gulat mengalahkan Hulk Hogan. Budi yang kini berusia 28 memiliki berat hanya 49 kilogram dengan tinggi badan 158 cm. Hobbynya adalah bermain catur. Kegiatan sehari-harinya adalah surfing di internet, berkuliah di bidang media design dan bermain catur. Budi memiliki visi yang lebih merupakan fantasi karena tidak berdasar pada kenyataan. Visi adalah suatu gambaran mental tentang apa yang akan hadir di masa depan. Disatu pihak, gambaran tadi berdasarkan pada apa yang merupakan kenyataan pada saat ini, namun sekaligus juga merupakan suatu lompatan. Seorang yang memiliki visi berarti memiliki suatu keyakinan bahwa hal itu dapat terjadi. Ia yakin bahwa sesuatu yang lebih indah, lebih bermutu dan lebih sempurna akan hadir di masa depan, dan ia dapat memainkan suatu peran untuk membuat hal itu terwujud. Contoh hal itu adalah ketika Lee Kuan Yew mengajak rakyat Singapore untuk memimpikan suatu Singapore yang modern. Pada waktu itu keadaan masyarakat sedang guncang dan morat-marit karena pisahnya Malaya dari kesatuan Singapore-Malaya. Ia mengajak seluruh anak bangsanya untuk bekerja keras mewujudkan impian tadi, dan mereka berhasil. Dalam 20 tahun hasilnya sangat kentara. Impian Lee Kuan Yew memang menggemakan impian dari rakyatnya. Karena adanya impian tadi, maka rakyat bekerja keras dan bersedia mengurbankan banyak kenyamanan kelompok atau pribadi. Ketika Ir. Cacuk mengambil alih pimpinan Telkom, ia memimpikan Telkom yang bermutu dan profesional. Pada waktu itu, layanan Telkom sangat buruk. Ir. Cacuk bekerja keras dengan teamnya, dan sebagai hasilnya Telkom menjadi BUMN yang menguntungkan dan merupakan gudang orang bermutu. Tanpa Telkom seperti sekarang maka industri warnet, wartel dan berbagai koneksi tidak akan hadir. 3
  • 8. MERUMUSKAN VISI DAN MISI 4. Fasilitator menanyakan hal ini: “Apa beda antara visi dan misi?” (biarkan peserta berdiskusi berdua-dua). Penjelasan: Pertama, visi adalah gambaran mental. Kedua, visi juga adalah sesuatu yang ada di masa depan. Karena kedua aspek itu, maka visi seringkali bersifat abstrak, arah umum dan cenderung abstrak. Misi adalah perwujudan dari visi tadi. Bila visi adalah impian, maka misi adalah wujud atau bentuk dari impian tadi. Misalnya, impian Anda adalah memiliki sebuah pusat pembelajaran yang ikut mmebangun bangsa serta mensejahterakan banyak orang. Maka misi Anda mungkin mewujudkan suatu lembaga pelatihan kewiraswastaan. Dapat juga misi Anda adalah mewujudkan suatu universitas yang khusus mendidik orang untuk menjadi manager profesional yang baik. Misi juga dapat merupakan rumusan apa yang secara nyata Anda akan lakukan untuk menghasilkan impian tadi. 5. Peran Visi dan misi Jadi visi dan misi membuat pemiliknya terdorong untuk memfokuskan hidup mereka. Visi dan misi yang tajam bahkan dapat ditawarkan untuk menjadi visi dan misi bersama (shared-vision). Dengan visi bersama, maka semakin banyak orang yang berpartisipasi untuk mencurahkan enerjinya untuk mewujudkan hal tadi. Fantasi tidak akan memiliki kekuatan untuk menggerakkan orang serupa itu karena fantasi tidak dimulai dari kenyataan yang diterima bersama melainkan kenyataan yang dihayati secara pribadi saja. 6. Respon terhadap visi Setelah menyadari makna visi dan misi tadi, maka perlu kita kenali bahwa sekurangnya ada lima jenis manusia dalam berurusan dengan visi dan misi. 4
  • 9. MERUMUSKAN VISI DAN MISI Pertama adalah adanya orang yang tidak mengetahui bahwa visi dan misi adalah penting. Mereka menyibukkan diri dengan tugas dan kegiatan rutin sehingga hidupnya merupakan rangkaian dari suatu aktifitas ke aktifitas lain tanpa didasari kejelasan arah. Mereka hidup dan bekerja tanpa desain dasar. Jadi mereka adalah bagaikan tukang bangunan yang sibuk mendirikan rumah tanpa kejelasan gambaran rumah yang ingin dihasilkannya. Mereka adalah bagaikan sepasukan tentara yang terus menerus terjun ke suatu wilayah tanpa mempertimbangkan bahwa bila mereka memiliki suatu landasan pesawat terbang, mereka dapat berada disana tanpa terlalu sulit. Jenis manusia kedua adalah manusia yang mengetahui bahwa visi dan misi adalah hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Namun mereka tidak kunjung menyediakan waktu untuk memikirkan dan merumuskan visi serta misi pribadi bahkan juga tidak merumuskan visi dan misi organisasinya. Hanya bila segala sesuatunya dirasakan berjalan ke arah yang tak menentu baru mereka mempercakapkan perlunya kehadiran visi dan misi tadi. Jenis manusia yang ketiga adalah orang yang menyadari pentingnya visi dan misi, telah berusaha menyusun rumusannya, namun karena metodenya keliru dan pemahamannya terbatas, maka visi dan misi tadi kekurangan suatu aspek penting. Visi dan misi tadi tidak menghasilkan hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Jenis manusia yang keempat adalah manusia yang lebih bermutu. Mereka menyadari, mengupayakannya, serta memiliki metode yang benar sehingga memiliki rumusan visi dan misi yang baik. Namun mereka belum memiliki bekal yang cukup dan cocok untuk menggapai visi tadi. Jenis manusia yang kelima adalah manusia yang berhasil mewujudkan visi dan misinya setelah mengumpulkan bekal yang diperlukannya setelah mereka menjadi manusia yang keempat. Fasilitator: carilah contoh-contoh nyata dari organisasi atau pribadi untuk tiap kategori di atas. 5
  • 10. MERUMUSKAN VISI DAN MISI 7. Berapa pentingkah adanya visi dan misi tadi untuk diri kita, untuk keluarga dan untuk organisasi kita? Pertama, visi dan misi akan menolong kita untuk menyusun cara mencapai atau strategi menggapainya. Contohnya: Kedua, visi dan misi kita akan menolong merumuskan prioritas bahkan menghindarkan kita melakukan apa yang tidak berguna bagi pencapaianya. Dengan demikian kita hidup dengan efektif dan efisien. Berbagai godaan dan pilihan yang menyimpangkan kita dari arah kita dapat ditolak karena kita memiliki kriteria yang jelas. Ketiga, adanya visi dan misi yang jelas akan mempermudah kita menginspirasikan orang yang ada bersama kita untuk mengejar dan mewujudknya. Mereka memiliki kepastian kemana kita pergi dan kemana kita tidak akan berjalan. Keempat, adanya visi dan misi menolong kita untuk mengevaluasi diri apakah kita sudah mendekati atau menjauhi visi dan misi tadi. Kita dapat juga mengevaluasi kecepatan gerak kita ke arah yang kita tuju. Hal ini sama seperti ketika seorang penjelah kutub utara yang dapat mengukur berapa jauh ia sudah berjalan menuju kutub 8. Bagaimana mulai menyusun visi dan misi pribadi? Membuat atau menyusun visi dan misi dimulai dengan memandang realita yang ada secara objektif. Orang mau menyusun visi dan misi ini mulai dengan mempertanyakan dirinya beberapa hal yang penting seperti: “Siapakah aku ini, dari mana aku datang, bagaimana riwayat atau 6
  • 11. MERUMUSKAN VISI DAN MISI masa laluku, apakah hal-hal yang paling bermakna bagiku, dan hal-hal apa yang orang anggap aku lakukan dengan baik. Kemudian ia juga mempertanyakan lebih lanjut apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan-kelemahannya. Selanjutnya, barulah ia mempertanyakan apa yang ia yakin dapat dan patut hadir di masa depannya, berdasarkan dengan kenyataan yang kini ia miliki. Untuk itu daftarkanlah lima hal yang menurut kamu terjadi dan bagaimana masing-masing seharusnya ada. 9. Contoh sebuah visi Contoh yang menarik adalah adanya suatu upaya nyata untuk menolong muda-mudi yang terlantar. Contoh misi untuk visi itu adalah, menciptakan suatu program rumah singgah dan program pendampingan bagi anak-anak SMU yang senang berkelahi. Orang-orang yang memiliki misi yang tajam adalah orang yang mampu merumuskan dengan konkrit wujud dari impiannya. 10. Ciri-ciri Visi dan Misi yang baik Karena itu, sebelum membuat rumusan visi, maka kita harus mengenali ciri-ciri visi dan misi yang baik. Dengan visi dan misi seharusnya akan menjadi dasar inspirasi bagi banyak orang, maka visi dan misi ini harus a. Singkat – sehingga mudah diingat dan dipahami b. Konsepnya harus sederhana dan padat sehingga orang yang sederhanapun tidak mengalami kesulitan untuk memahaminya c. Karena orang banyak memiliki aspek emosi, nalar dan perilaku, maka visi dan misi tadi harus mampu menyentuh emosi orang dan menjadi tumpuan yang mengilhamkan. 7
  • 12. MERUMUSKAN VISI DAN MISI d. Selain itu, visi dan misi tadi harus mudah diingat dan karenanya harus menimbulkan gambaran mental. Misalnya, misi untuk menghasilkan sebuah komputer sederhana untuk tiap rumah digambarkan sebagai memberikan stop kontak bagi tiap rumah…. 11. Contoh Contoh-contoh visi yang baik bagi suatu organisasi adalah sebagai berikut..Asia Week Magazine, Youth Empowerment Station, Apple, Konimex, dll. 12. Langkah Perlu kita sadari bahwa suatu visi tidak dapat dirumuskan dalam satu hari. Semakin luhur dan besar suatu visi dibutuhkan proses yang panjang untuk menyusunnya. Semakin kita mengenal realitas diri kita, semakin hal itu mempermudah kita untuk merumuskan visi yang tajam Hal yang amat penting adalah bahwa hambatan untuk membuat suatu visi yang baik dan berguna bagi banyak orang sering berakar pada gamabr diri kita yang buruk, pemaknaan hidup yang keliru atau prasangka-prasangka tentang manusia dan dunia. Secara teknis kegagalan membuat suatu visi yang tajam sering disebabkan karena terlalu banyak hal yang kita inginkan. Dengan kata lain kita tidak dapat memfokuskan diri dan hidup kita untuk suatu hal yang paling bernilai di dalam hidup ini 13. Titik berangkat 8
  • 13. MERUMUSKAN VISI DAN MISI Beberapa hal dapat menjadi titik berangkat kita di dalam menggali dan merumuskan visi kita: 1. Kenali diri kita. Artinya, kita perlu mengenali apa kekhasan diri kita, keunggulan dan kelemahan kita. Untuk melakukan hal ini, kita dapat membandingkan diri dengan orang lain yang mirip dengan diri kita. 2. Selanjutnya, kita perlu merenungkan hal-hal yang kita anggap bernilai. Sesuatu yang bernilai itu artinya sangat bermakna, sehingga hidup menjadi tidak berarti bila hal tadi tidak kita dapatkan atau upayakan. 3. Hal yang sangat mendasar adalah juga menggali luka-luka yang merupakan hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. Luka-luka ini dapat berupa hal yang menyakitkan entah berupa, kehilangan, kekecewaan, kemarahan, ketidak adilan, dan sebagainya. Hal-hal tersebut dapat berpotensi membuat kita menggambarkan diri secara negatif, tidak percaya diri atau bahkan membenci diri. Selanjutnya hal tadi dapat membuat kita tidak merasa aman, terus merasa terancam bahkan merasa harus menjadga diri tanpa berhenti. 4. Juga sangat berguna untuk mengenali saat-saat bahagia yang pernah kita alami 5. Dengan menggabungkan semuanya, maka kita dapat mengenali pola-pola yang muncul di dalam riwayat hidup kita. Misalnya, seorang yang berpindah-pindah rumah lebih dari 30 kali selama masa kanak-kanak sampai masa remajanya akan mudah menghasilkan pola bahwa ia mudah beradaptasi ke dalam suatu lingkungan yang baru, namun mungkin juga ia dapat menjadi orang yang pembosan bila ia harus mengerjakan pekerjaan yang rutin berbulan-bulan. 14. Perlunya mengenal diri sendiri dengan akurat Tahap pertama: Menjawab pertanyaan penting ini mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, apakah nama yang Anda akan pilih bila nama 9
  • 14. MERUMUSKAN VISI DAN MISI Anda hari ini perlu diganti dan tidak boleh dipergunakan lagi. Kemudian jelaskan pada diri Anda mengapa nama baru itu terasa cocok dan Anda pilih? Tahap kedua: sediakanlah waktu 10 menit untuk mendaftarkan apa yang orang katakan Anda biasa lakukan dengan baik. Tahap ketiga: Kini renungkanlah apa yang merupakan hal yang bernilai bagi Anda dan menjadi kesukaan pikiran Anda? Tahap keempat: kini rumuskan apa yang menjadi kekhasan diri Anda. Berupayalah jujur di dalam menjawab hal ini. 15. Memeriksa Riwayat Hidup Kini mulailah menggali isi memory Anda. Seringkali isi memory sesorang tidak dikenalinya. Padahal, seorang psikoloh di masa lalu sudah menemukan bahwa apa yang ada di memory bawah sadar justru sangat banyak dan sangat menentukan perilaku serta reaksi-reaksi kita di dalam hidup sehari-hari. Mulailah dengan mengambil sebuah kertas. Kini Anda perlu membuat sebuah garis lurus melintang di tengah kertas Anda. Di awal garis berikan angka satu dan di akhirnya berikan angka sesuai dengan usia Anda saat ini. Bagilah garis melintang tersebut ke dalam bebrapa bagian untuk mempermudah Anda dan tuliskan tahun-tahun usia Anda di sana. Misalnya, usia Anda adalah 22 tahun, maka di garis tadi akan ada angka 1, 7, 14, 21,dan 22, bila Anda membagi ke dalam 3 bagian besar. Anda boleh membaginya ke dalam 10 bagian atau bahkan setiap tahun dari usia Anda dituliskan di sana. Kini buatlah garis tegak lurus di angka satu seperti gambar di atas. Berilah angka 0 di persentuhan antara garis tegak lurus tadi/vertikal 10
  • 15. MERUMUSKAN VISI DAN MISI dengan garis melintang. Lalu buatlah angka-angka seperti di atas. Anda boleh memberi angka 5 atau 8 atau 6 sesuai selera Anda. Bila angka yang melintang/horisontal menunjukkan usia Anda, maka angka di garis tegak lurus menunjukkan intensitas emosi yang Anda pernah alami, dari emosi yang paling menyakitkan sampai yang paling menyenangkan. Angka minus 5 di dalam ontoh di atas menunjukkan intensitas pengalaman yang paling menyakitkan sedangkan angka plus 5 menunjukkan intensitas emosi yang paling membahagiakan. Kini galilah ingatan Anda dalam ketenangan. Mulailah dengan mengingat-ingat 5 pengalaman yang paling membahagiakan. Letakkanlah masing-masing pengalaman menurut waktu terjadinya dan intensitasnya seperti di atas. Setelah usai, masukkan ke dalam memori yang melukai. Hal ini mungkin lebih menyakitkan, Anda dapat menangis dan jadi sedih. Hal ini biasa dan jangan dipusingkan. Wajar saja bahwa kita sudah lama memikul beban emosi dan kini ketika dikenali bahwa beban tadi dapat diangkat, kita terkejut dan mengalami goncangan. Bagi fasilitator: sangat penting untuk menekankan agar peserta tidak bergurau dan mengejek orang lain pada saat ini. 16. Lanjutan membuat Grafik Riwayat Hidup Fasilitator mengatakan: Setelah selesai melakukan hal itu dengan serius dan mungkin Anda merasa lelah secara emosi, kini hubungan semua titik yang menggambarkan pengalaman-pengalaman Anda. Anda harus menghubungkannya sesuai urutan waktu terjadinya. Hubungkanlah juga baik pengalaman yang menyakitkan maupun yang menyenangkan. 11
  • 16. MERUMUSKAN VISI DAN MISI (Pada saat ini sangat penting agar peserta mulai mendefinisikan siapa dirinya setelah melihat grafik jalan hidupnya.) Dapat juga Anda mengenali pola siapa diri Anda sendiri, lalu memberikan nama bagi diri sendiri. Misalnya, Thomas Alfa Edison memiliki pola yang kentara: ia terus menerus gagal dan bangkit kembali. Ia bersedia menantikan keberhasilan. Orang ini memiliki pola yang nyata dan dapat diberikan nama: pejuang tanpa putus asa. Bunda Teresa dapat digambarkan sebagai orang yang memperhatikan orang yang diabaikan oleh orang lain bila kita mengenali pola hidupnya. Renungkan dan jawablah pertanyaan ini: masihkah ada peristiwa di masa lalu yang ternyata sampai kini mempengaruhi perilaku, cara pikir, dan pola respons Anda? Hal ini perlu dikenali agar kita tidak membuat sebuat rumusan visi demi “membalas dendam” terhadap kepahitan yang kita alami di masa lalu Ciri-ciri adanya kepahitan tadi: kurang percaya diri, tidak berani keluar dari ruang nyaman, agresif, senantiasa sinis, membenci diri sendiri, dan tidak mengenali kapasitas diri secara utuh. Jadi, kegunaan dari alat ini adalah untuk menolong orang mengenali siapa diri kita dari apa pola-polanya. Dari pola-polanya, dapat digali visi yang cocok bagi diri sendiri 17. Mengenali pola dan hasil Kini minta peserta mendaftarkan kelemahan dan kekuatan mereka sebagai hasil dari peristiwa-peristiwa tadi. Kenalilah juga modal dan kesulitan yang biasa dihadapinya. Kini rumuskan visi atau umpian. Mintalah peserta berbicara dengan seorang temannya, dan mintalah bantuannya merumuskan wujud dari visi tadi. 12
  • 17. MERUMUSKAN VISI DAN MISI 18. Menggali pola dan menyimpulkan riwayat hidup Kini simpulkan: Dari grafik kita dapat pelajari bahwa Luka kita dapat menjadi pemberi warna bagi visi dan misi kita. Luka yang tak sembuh akan menghasilkan visi dan misi yang dapat merugikan banyak orang demi kepuasan pribadi. Juga dapat kita pelajari bahwa keberhasilan-keberhasilan kita merupakan petunjuk dimana kita dapat memberikan kontribusi terbaik ke dalam hidup Periksalah visi Hitler. Jelaskan riwayat Hitler dan bagaimana visinya muncul karena luka-luka. Akibatnya adalah Hitler merasa puas, namun banyak orang menderita. Tekankan bahwa visi yang baik memiliki ciri: berguna bagi orang banyak dan diri sendiri akan juga mengenyam kebahagiaan. Paparkan juga cerita tentang seorang di Pakistan yang memiliki visi untuk membuat lembaga simpan pinjam atau micro-financing sehingga ia mendapat anugrah nobel prize. 19. Rekapitulasi dan Acid Test Kini ajak peserta mengajukan pertanyaan bagi diri mereka sendiri. Hal apakah yang berharga atau bernilai bagi Anda :  Menjaga, merawat, memelihara?  Menumbuhkan diri, belajar, membekali, berprestasi dan bersaing 13
  • 18. MERUMUSKAN VISI DAN MISI  Menelusuri, merambah, mencoba, menjelajahi, dan menikmati  Melalui, merenungkan, menggali makna dan berbuat bajik Periksalah kalau-kalau rumusan Visi dan misi Anda tidak selaras dengan hal ini. 20. Kesimpulan Mintalah pada peserta untuk merumuskan visi dan misi untuk tiap ranah hidup di bawah ini:  Untuk hidup keluarga  Untuk hidup karir  Untuk hidup pribadi  Untuk hidup spiritual  Untuk hidup sosial Lalu minta mereka merumuskan visi utama yang merupakan kontribusi terindah mereka bagi hidup. eof 14