1Pendekatan Analisis Data Menggunakan NVivo-software untukPenelitian Desain Logo Museum Nasional JakartaAmelia Sidik1, Bod...
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, Vol. 13, No. 1, Januari 2011: 1-42merupakan software bekerja seperti map-mapdalam...
Amelia S..: Pendekatan Analisis Data Menggunakan NVivo-software untuk Penelitian Desain Logo 3search engine Google. Sement...
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, Vol. 13, No. 1, Januari 2011: 1-44Gambar 6. Kategorisasi dari Top Of Mind aboutIn...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendekatan Analisis Data Menggunakan Nvivo

4,233 views

Published on

NVivo merupakan software yang dipakai untuk melakukan analisis data qualitatif. Software ini dipakai oleh 400.000 peneliti di 150 negara. Nvivo dapat menolong proses analisis data kualitatif menjadi lebih manageable dan cepat tanpa mengurangi kedalaman analisis dan interpretasi.

For training and consultation, contact me: bodhiyawijaya@gmail.com

Published in: Technology, Education
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,233
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendekatan Analisis Data Menggunakan Nvivo

  1. 1. 1Pendekatan Analisis Data Menggunakan NVivo-software untukPenelitian Desain Logo Museum Nasional JakartaAmelia Sidik1, Bodhiya Wijaya Mulya21Mahasiswa Doctor of Philosophy Jurusan Creative Industry and Art PracticeLimkokwing University of Creative Technology Malaysia2Mahasiswa S-1 Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra SurabayaEmail: researchliasidik@yahoo.comAbstrakAnalisa data kualitatif adalah sebuah pekerjaan yang melelahkan, berat, dan menyita banyak waktukarena data yang dihasilkan sangat banyak, beragam, dan tidak terstruktur. Akan tetapi, masalahtersebut telah dipecahkan dengan adanya computer-assisted qualitative data analysis software (CAQDAS).CAQDAS dapat menolong peneliti untuk menyimpan, mengorganisir, serta mengeksplorasi data denganmudah dan memperkecil resiko kerusakan data asli. Dalam artikel ini, penulis menjelaskan tentangbagaimana mengaplikasikan software CAQDAS yang cukup populer, NVivo, dalam penelitian desain logodari Museum Nasional Jakarta.Kata kunci: CADQAS, penelitian kualitatif, penelitian desain.AbstractQualitative data analysis can be an exhausting, tough, and time-consuming work because the data obtainedis so numerous, varied, and unstructured. However, this problem has been resolved by using computer-assisted qualitative data analysis software (CAQDAS). CAQDAS can help researchers to save, organize,explore data easily, and reduce the risk of damaging the raw data. In this article, the writer will explainabout how to apply a quite popular CAQDAS application, NVivo, in the research of logo design of MuseumNasional Jakarta.Keywords: Artist, image, advertising, products.PendahuluanAnalisis data kualitatif dapat dilakukan dengancara manual atau menggunakan bantuan kom-puter. Cara manual umumnya dipakai sebelumpersonal computer menyebar secara luas pada1980an. Richards (2009) menyatakan analisis datakualitatif dengan cara manual adalah pekerjaanyang melelahkan, berat, dan menyita banyakwaktu. Setelah personal computer menyebar luas,perangkat lunak word-processing mulai digunakanuntuk membantu analisis data kualitatif. Programini sebenarnya ditujukan untuk menulis danmenyunting kata-kata namun dalam penelitiankualitatif, program ini dapat dipakai untukmengetik, mengedit, dan menyimpan data pene-litian. Di kemudian hari, program word-processingjuga dapat digunakan untuk membuat grafik,mencari kata atau frase, menambahkan komentar,hingga membuat link dengan file lain, yang manafungsi-fungsi tersebut dapat mendukung analisisdata kualitatif. Walaupun dilengkapi fungsi-fungsiitu, perangkat lunak word-processing tetaplahtidak setangguh computer-assisted qualitative dataanalysis software (CAQDAS) (Lindlof dan Taylor,2002). CAQDAS dapat dipahami sebagai suatuperangkat lunak yang dilengkapi dengan alat-alatuntuk memfasilitasi analisis data kualitatif(http://caqdas.soc.surrey.ac.uk/caqdasdefinition.html).Suatu software dikategorikan sebagai CAQDASjika memiliki kemampuan mencari, menghubung-kan item-item, mengkode, melakukan query,membuat anotasi, dan memetakan data pene-litian. Dalam pemilihan CAQDAS, Earl Babbie(2010) memberikan saran untuk menggunakanNVivo karena program ini tergolong cukup populerdi kalangan peneliti. Berdasarkan website resmiQSR International, perusahaan pembuat NVivo-software ini dipakai sekitar 400.000 peneliti di 150negara. Penggunaan NVivo juga didukung olehWalsh (2003) yang mengatakan bahwa NVivo
  2. 2. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, Vol. 13, No. 1, Januari 2011: 1-42merupakan software bekerja seperti map-mapdalam teknik analis data kualitatif manual hanyasaja map tersebut jauh lebih cerdas. Dampaknyapeneliti yang terbiasa memakai cara manualdalam analisis data kualitatif tidak akan merasaasing dengan software ini. Dengan pertimbangantersebut maka dalam tulisan ini akan dibahaslebih jauh mengenai penggunaan NVivo.NVivo merupakan software analisis data kualitatifyang dikembangkan oleh Qualitative Solution andResearch (QSR) international. QSR sendiri adalahperusahaan pertama yang mengembangkansoftware analisis data kualitatif. NVivo bermuladari kemunculan software NUD*IST (NonnumericUnstructured Data, Index Searching, andTheorizing) pada tahun 1981 (Bazeley, 2007).NUD*IST awalnya diciptakan oleh seorangprogramer bernama Tom Richards untuk mem-bantu istrinya, Lyn Richards, yang berprofesisebagai sosiolog. Dalam tulisan ini, NVivo yangdipakai adalah NVivo versi 8 yang dirilis padabulan Maret 2008.Untuk memahami peran NVivo di penelitiandesain, penulis akan memberikan contoh peng-gunaan NVivo dalam penelitian desain logoMuseum Nasional Jakarta. Penelitian ini ter-golong sebagai penelitian desain untuk pemecahanmasalah karena hasil dari penelitian ditujukanuntuk menghasilkan suatu karya desain yangbaru (Sachari, 2005). Sementara objek penelitiandesain yang dijadikan contoh adalah corporateidentity yaitu logo dari Museum Nasional Jakarta.Metode PenelitianLogo yang diinginkan memiliki beberapa per-syaratan yaitu mewakili Indonesia, memiliki nilaijual, dan sesuai dengan koleksi Museum NasionalJakarta. Agar sejalan dengan tujuan tersebut,maka penulis melakukan pengambilan data. Ditahapan ini, diri penulis sendirilah menjadi alatdari pengambilan data (Sarwono dan Lubis, 2007).Penulis melakukan pengambilan data denganmetode observasi dan kajian dokumen. Jenisobservasi yang dilakukan adalah observasi ber-peran pasif jadi penulis hadir di museum secaralangsung namun hanya berperan sebagai peng-amat (Sutopo, 2002). Observasi dilakukan diMuseum Nasional Jakarta untuk mencari tahujenis koleksi-koleksi yang dimiliki.Adapun jenis dokumen yang penulis kaji adalaharsip publik seperti buku dan dokumen di internet(Berg, 2001). Adapun dokumen di internet yangdiambil adalah seluruh berita serta artikel tentangIndonesia. Hal ini dilakukan untuk mengetahuihal-hal apa saja yang mewakili Indonesia di dalaminternet. Selain itu, penulis juga mengumpulkanbuku-buku mengenai Indonesia untuk mencaritahu tema apa yang menarik tentang Indonesiahingga orang bersedia untuk membeli. Jadi kajiandokumen yang penulis lakukan ditujukan untukmengetahui hal apa yang mewakili serta memilikinilai jual tentang Indonesia di benak orang-orang.PembahasanSetelah seluruh data terkumpul, penulis me-masukkan data itu ke dalam NVivo sehingga datadapat disimpan dengan lebih tertata. NVivomenyediakan fasilitas Sources sebagai lemaripengarsipan data-data yang kita miliki. Data didalam Sources dapat dibagi ke folder-folder sesuaidengan kebutuhan.Gambar 1. Sources Data dalam Top of Mind aboutIndonesiaGambar 2. Sources Data dalam Books aboutIndonesiaDi tahapan ini, penulis membagi folder Sources kedalam dua kelompok besar yaitu Observasi MNJdan Kajian Dokumen. Folder Kajian Dokumensendiri terbagi lagi menjadi dua yaitu Top of Mindabout Indonesia dan Books about Indonesia. Didalam folder Top of Mind about Indonesia, penelitimenyimpan data-data mengenai artikel utamayang muncul ketika kata Indonesia diketik dalam
  3. 3. Amelia S..: Pendekatan Analisis Data Menggunakan NVivo-software untuk Penelitian Desain Logo 3search engine Google. Sementara folder Booksabout Indonesia akan menyimpan data tentangbuku-buku yang membahas Indonesia, khususnyayang dijual sebagai buku populer.Di folder Observasi MNJ, ditampung foto besertacatatan lapangan mengenai koleksi yang dimilikioleh Museum Nasional Jakarta. Sifat multimediadari NVivo memungkinkan kita untukmenyimpan teks, gambar, audio, dan video secaralangsung di dalam project. Kita juga dapatmengakses data multimedia itu langsung daridalam NVivo.Gambar 3. Sources Data dalam Observasi MNJSutopo (2002) menyarankan peneliti untukmemberikan penomoran data secara kronologis.Dengan memakai NVivo. Peneliti tidak perlurepot-repot melakukan hal itu karena data yangdiinput secara otomatis akan diberi tanggal sertajamnya. Jika data itu dimodifikasi kemudian hari,maka NVivo juga akan melakukan pencatatan.Gambar 4. Catatan Waktu Data Dibuat atau DiubahSetelah melakukan penomoran data, peneliti perluuntuk membaca data berulang-ulang. Ini dilaku-kan agar peneliti dapat membuat kategorisasisecara tepat. Tahapan ini tergolong cukup rumitkarena peneliti harus mengelompokkan data-datake dalam kategori dengan tema-tema tertentusehingga pola keteraturan data menjadi terlihatjelas (Sarwono dan Lubis, 2007, p. 110).Dengan memakai fasilitas Nodes dalam NVivo,proses membaca dan mengkode data dapatdilakukan dengan mudah, cepat, namun tetapakurat. Usai pembacaan data, artikel tentang TopOf Mind about Indonesia, penulis mengelompok-kannya sesuai dengan tema yang diangkat olehartikel tersebut.Gambar 5. Proses Coding di NVivo.Sutopo (2002) mengatakan dalam prosesmengkode data, perlu sekali peneliti membuatsalinan. Jadi yang dipakai sewaktu mengkodeadalah salinannya sehingga data asli tetap terjaga.Pembuatan salinan manual dapat dilakukandengan beragam cara misalnya memotong datalalu memasukannya ke dalam map, membuatkumpulan kartu acuan, atau menggunakan kartupotongan informasi. Di dalam NVivo, peneliti tidakperlu membuat salinan karena hasil dari prosescoding tidak akan mengubah data asli yangtersimpan di dalam Sources. Selain itu, bagian daridata yang dikode akan langsung tersalin dalamtiap-tiap kategori sehingga kita dapat langsungmelihat isi dari data yang terkode tanpa perlumembuka data asli. Seluruh data tentang Top OfMind about Indonesia serta Books about Indonesia,akhirnya dikelompokan dalam 5 kategori yaituBali, kuliner Indonesia, Batik, kerusuhan, danBorobudur.Dari situ penulis menemukan tema-tema yangdianggap cukup mewakili sekaligus menjualtentang Indonesia yaitu Bali, Borobudur, sertaBatik. Tema kerusuhan, walaupun mewakiliIndonesia, tidak dimasukkan karena tidakmemiliki nilai jual dan bersifat negatif. Sementaratema kuliner memang menarik pembeli namunkurang mewakili tentang Indonesia.
  4. 4. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, Vol. 13, No. 1, Januari 2011: 1-44Gambar 6. Kategorisasi dari Top Of Mind aboutIndonesia dan Books about IndonesiaGambar 7. Kategorisasi dari Observasi MNJSelanjutnya, penulis melakukan koding terhadapkoleksi Museum Nasional Jakarta. Hal inidilakukan agar logo yang dibuat juga mewakilikoleksi yang dimiliki museum. Foto-foto hasilobservasi itu kemudian penulis coding ke dalam 4jenis koleksi yaitu arca batu hitam, kain, diorama,dan tembikar. Dari situlah diketahui koleksi yangmewakili Museum Nasional Jakarta adalah arcabatu hitam dan kain.Dengan memakai CAQDAS, peneliti dapat meng-hemat waktu untuk mengelola data sehinggadapat melakukan perancangan logo dengan lebihcepat. Pengelolaan data dalam penelitian kualitatifsering menjadi pekerjaan yang rumit dan me-lelahkan bagi peneliti karena data yang dihasilkandalam penelitian kualitatif sangat banyak,beragam, dan tidak terstruktur. PemakaianCAQDAS dapat sangat menolong peneliti karenaperangkat ini memiliki kemampuan ultimat dalammenyimpan, mengorganisir, serta mengeksplorasidata. Risiko data asli rusak juga dapat diperkecildengan kehadiran CAQDAS karena proses codingtidak akan mempengaruhi data asli. Dalampenelitian desain, CAQDAS juga sangat ber-manfaat karena sifat multimedia yang dimiliki-nya. Penggunaan CAQDAS dapat membantupenelitian desain kualitatif yang lebih efektif danefisien.KesimpulanMuseum Nasional Jakarta menginginkan logoyang mencerminkan Indonesia namun jugamewakili koleksi yang dimiliki oleh museum ini.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwamayoritas koleksi museum adalah arca batu hitamdan kain. Hal-hal yang mewakili Indonesia dansekaligus cocok dengan koleksi museum adalahBorobudur dan Batik. Oleh karena ini dapatditarik kesimpulan bahwa desain logo MuseumNasional Jakarta dibuat dengan tema dasargabungan antara Borobudur dengan Batik.Daftar PustakaBabbie, Earl. (2010). The practice of social research(12th ed.). Belmont: Wadsworth.Bazeley, Patricia. (2007). Qualitative data analysiswith NVivo. London: Sage Publications Ltd.Berg. Bruce L. (2001). Qualitative research methodsfor the social sciences (4th ed.). Boston: PearsonEducation Company.Lindlof, Thomas R. dan Bryan C. Taylor. (2002).Qualitative communication research methods(2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications,Inc.Richards, Lyn. (2009). Handling qualitative data: apractical guide (2nd ed.). London: Sage Publi-cations Ltd.Sachari, Agus. (2005). Metodologi penelitian budayarupa. Jakarta: Penerbit Erlangga.Sarwono, Jonathan dan Hary Lubis. (2007).Metode riset untuk desain komunikasi visual.Yogyakarta: Penerbit Andi.Sutopo, H.B. (2002). Metodologi penelitian kua-litatif: dasar teori dan penerapannya dalampenelitian. Surakarta: Sebelas Maret Univer-sity Press.Walsh, Margaret. (2003). Teaching qualitativeanalysis using QSR NVivo. The QualitativeReport, Vol. 8, No. 2, pp. 251-256.http://caqdas.soc.surrey.ac.uk/caqdasdefinition.htmlhttp://www.qsrinternational.com/products_previous-products_NVivo8.aspx

×