Variabel Operasional

18,760 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Variabel Operasional

  1. 1. VARIABEL OPERASIONAL
  2. 2. Variabel berasal dari kata “vary” dan“able” yang berarti “berubah” dan“dapat”. Jadi, secara harfiah variabelberarti dapat berubah, sehingga setiapvariabel dapat diberi nilai dan nilai itu VARIABELberubah-ubah. Nilai tersebut bisakuntitatif (terukur dan atau terhitung,dapat dinyatakan dengan angka) jugabisa kualitatif (jumlah dan derajatatributnya yang dinyatakan dengan nilaimutu).
  3. 3. variable diartikan sebagai segala sesuatu yangakan menjadi objek pengamatan penelitian.Secara teoritis variabel dapat didefiisikansebagai atribut seseorang, atau objek yangmempunyai “Variasi” antara satu orang denganyang lain atau satu objek dengan objek yang lain(Hatch dan Farhady,1981). Dinamakan variabelkarena ada variasinya.Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbudmenjelaskan bahwa yang dimaksud variabelpenelitian adalah segala sesuatu yang akanmenjadi objek pengamatan penelitian.
  4. 4. VARIABEL VARIABLE pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (KUMPULAN KONSEP YANG AKAN DI TELITI).Variabel merupakan element penting dalam masalahpenelitian. Dalam statistik, variabel didefinisikansebagai konsep, kualitas, karakteristik, atribut, atausifat-sifat dari suatu objek (orang, benda, tempat, dll)yang nilainya berbeda-beda antara satu objek denganobjek lainnya dan sudah ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan ditarik kesimpulannya.
  5. 5. Contoh:Apabila Anda sedang mempelajari sekelompok anak-anak, anak-anak di sana baru sebuah konsep, bukanvariabel. Untuk kepentingan penelitian, sebuah konsepbisa diubah menjadi satu atau beberapa variabel.Misalnya saja tentang konsep anak-anak tadi, di antarasekian karakteristik yang bisa diukur, Anda lebih tertarikuntuk menimbang beratnya, maka:Konsep: adalah properti/karakteristik dari Anak-anakKarakteristik: karakteristik yang sedang Anda amatiadalah berat anak.Variabel: karena berat setiap anak bisa bervariasi, makaberat merupakan variabel.Satuan pengamatan: satuan pengamatannya adalahmasing-masing Anak (setiap individu), danNilai (variate/data): berat yang terukur dari setiap anakdinamakan variate (nilai).
  6. 6. DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi atau petunjuk kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Informasi ilmiah yang dijelaskan dalam definisi operasional sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama, karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian, ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.
  7. 7. DEFINISI OPERASIONALDefinisi operasional adalah penjelasan definisi darivariabel yang telah dipilih oleh peneliti. Logikanya,boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yanglain bisa beda definisi operasional dalam 1 judulskripsi yang sama. DO (Definisi Operasional) bolehmerujuk pada kepustakaan. Misalnya : Variabel Definisi operasionalUmur Umur responden yang dihitung sejak tanggal lahir sampai dengan waktu penelitian yang dinyatakan dalam tahunStres Respon dari kondisi yang terjadi ketika individu merasa tertekan karena ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan tuntutan yang diberikan kepadanya (Mahbubah, 2008)
  8. 8. Variable operasional adalahpengertian variabel (yang diungkapdalam definisi konsep) tersebut,secara operasional, secara praktik,secara riil, secara nyata dalamlingkup obyek penelitian/obyekyang diteliti.
  9. 9. DEFINISI OPERASIONAL VARIABELDefinisi Konseptual Definisi Operasional Variabel Variabel adalah penarikan batasan yangadalah penarikan lebih menjelaskan ciri-ciri spesifikbatasan yang yang lebih substantive dari suatumenjelaskan suatu konsep. Tujuannya: agar penelitikonsep secarasingkat, jelas, dan dapat mencapai suatu alat ukur yang yang sesuai dengan hakikattegas. variabel yang sudah di definisikan konsepnya, maka peneliti harus memasukkan proses atau operasionalnya alat ukur yang akan digunakan untuk kuantifikasi gejala atau variabel yang ditelitinya.
  10. 10. Variabel OperasionalKalau variabel penelitiannya adalah tinggibadan atau berat badan maka sifat keduavariabel tersebut relatif konkret. Namunjika variabel penelitiannya bersifatabstrak, misalnya motivasi atau kepuasankerja , maka peneliti perlu menetapkancara pengukuran variabel tersebut agardapat memperoleh nilai yang tepat bagikedua variabel tersebut. Prosespenentuan ukuran suatu variabeltersebut dikenal dengan namaoperasionalisasi variabel.
  11. 11.  Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan variabel penelitian ke bentuk awal, yaitu konsep penelitian. Peneliti harus mendefinisikan konsep penelitian sesuai dengan definisi-definisi yang telah diberikan oleh para akhli yang relevan dengan konsep penelitiannya. Beberapa penulis menamakan langkah pertama ini dengan nama definisi konseptual Langkah berikutnya adalah menemukan cara mengetahui besaran (ukuran) dari variabel penelitian berdasarkan definisi konseptual, atau dengan kata lain mulai mengoperasionali -sasikan variabel penelitian
  12. 12. contoh penelitian tentang motivasi yang menggunakan konsep Victor Vroom seperti di bawah ini: Definisi OperasionalVariabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Motivasi Skala Pengkuran a.Ekspektancy danMotivasi “Motivation is a product of 1.Expectancy: Instrumentality Interval the individual’s expectancy Keyakinan seseorang bahwa Keyakinan sangat tinggi, skor 1 that a certain effort will lead dia mampu mengerjakan tugas Keyakinan tinggi skor 0,75 to the intended performance, yang dibebankan kepadanya Keyakinan cukup, skor 0.50 the instrumentality of this 2.Instrumentality: Keyakinan rendah 0,25 performance to achieving a Keyakinan seseorang bahwa Keyakinan sangat rendah skor certain result, and the jika dia berhasil mengerjakan 0.00 desirability of this result for tugas maka dia akan b. Valence the individual, known as memperoleh imbalan Nilai imbalan sangat tinggi, skor valence”. 3.Valence 1 M=ExIxV Nilai imbalan bagi seseorang Nilai imbalan tinggi, skor 0,75 Victor Vroom ketika imbalan tersebut Nilai imbalan cukup, skor 0,50 diperoleh Nilai imbalan rendah, skor 0,25 Nilai imbalan sangat rendah, skor 0,00
  13. 13. Contoh berikutnya: Variabel penelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Contohberikutnya: Variabel penelitiannya adalah “kepuasan kerja”. Definisikonseptual kepuasan kerja adalah berdasarkan konsep JDI (Job DescriptiveIndex) adalah“sikap pekerja terhadap dimensi-demensi pekerjaan(gaji, pekerjaan itu sendiri, rekan kerja, atasan dan promosi}.” Definisi OperasionalVariabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Sikap Skala PengukuranKepuasan Sikap pekerja 1. Upah/gaji Sangat Tidak Suka: 1 Interval Kerja terhadap Tidak Suka: 2 2. Pekerjaan itu sendiri dimensi- Cukup: 3 dimensi 3. Rekan kerja Suka: 4 pekerjaan 4. Atasan Sangat Suka: 5 5. Promosi Catatan: Peneliti boleh membagi sikap dalam beberapa jenjang. Umumnya variabel sikap dibagi menjadi tiga atau lima jenjang.
  14. 14. Contoh lain: Variabel penelitian adalah “Kepuasan Konsumen terhadap kualitas pelayanan”. Definisi kepuasan menurut Kottler , 1997 : “Kepuasan adalah perasaan suka atau kecewa yang dihasilkan dari proses perbandingan kinerja sesuatu hal dengan harapan seseorang”. Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Dimensi Skor Kepuasan Skala Pengukura n Perasaan suka atauKepuasan Konsumen kecewa konsumen 1. Reliability Kinerja lebih buruk Interval Terhadap Mutu terhadap dimensi- daripada harapan skor 1 2. Responsivene Pelayanan dimensi peyananan (tidak Puas) ss (Reliability, Kinerja sama dengan Responsiveness, 3. Assurance harapan skor 2 (puas) Assurance , Empathy, 4. Empathy Kinerja lebih baik dan Tangible) yang daripada harapan skor 3 dihasilkan dari proses 5. Tangible (sangat puas) perbandingan kinerja mutu pelayanan dengan harapan”
  15. 15. Contoh lainnya: Variabel penelitian “ Motivasi Berprestasi” menurut konsep David McClelland. Definisi konseptualnya adalah: Achievement motivation is identified as the drive to excel (stand out beyond others), to achieve in relation to a set of standards, to strive (to try very hard) to succeed. Variabel Definisi Konseptual Definisi Operasional Indikator Skor Motivasi Skala Berprestasi Pengukuran Motivasi “Motivasi berprestasi 1. Senantiasa tekun Sangat Tinggi: 5 IntervalBerprestasi diindentifikasi sebagai bekerja Tinggi 4 dorongan untuk Cukup 3 2. Sulit untuk santai mengerjakan sesuatu Rendah 2 lebih baik daripada 3. Tidak sabar pada Sangat Rendah 1 orang lain, guna ketidakefektifan menggapai 4. Menyukai tantangan seperangkat standar, tingkat menengah mencoba dengan sangat keras agar 5. Ingin segera berhasil” memperoleh umpan balik atas hasil kerjanya
  16. 16. Dalam beberapa kasus, peneliti sulit menemukan definisi konseptual yang “pas” dengan tujuan penelitiannya. Misalnya, judul penelitiannya “Hubungan antara tingkat pendidikan dengan kinerja”. Dengan demikian variabelnya ada dua yaitu “tingkat pendidikan” dan “kinerja”. Penyusunan definisi operasional variabel kedua variabel tersebut dapat dilakukan seperti tabel di bawah ini. Definisi Operasional Variabel Definisi Konseptual Tingkat Pendidikan Peringkat Pendidikan Skala Pengukuran SD SD = 1Tingkat Pendidikan Tingkat pendidian adalah SLTP SLTP = 2 Ordinal urutan pendidikan formal SLTA SLTA = 3 mulai dari pendidikan S1 S1 = 4 dasar sampai dengan S2 S2 = 5 pendidikan tinggi S3 S3 = 6 Dimensi/aspek penilaian kinerja Skor Kinerja Pegawai KehadiranKinerja Pegawai Kinerja pegawai adalah Loyalitas Sangat Baik = 5 Interval hasil penilaian organisasi Kualitas Kerja Baik = 4 atas apa-apa yang telah Kuantitas Kerja Cukup = 3 dilakukan pegawai Kerjasama Kurang Baik = 2 selama bekerja Inisiatif Sangat Kurang Baik = Kepempinan 1
  17. 17. Jenis-Jenis Variabel OperasionalKuantifikasi Data: Berdasarkan Fungsi: (a). Variabel Nominal,  Variabel Tergantung  Variabel Bebas (b). Variabel Ordinal,  Variabel Intervening (c). Variabel Interval,  Variabel Moderator (d). Variabel Ratio  Variabel Kendali  Variabel Rambang
  18. 18. Sesungguhnya yang dikemukakan di dalam inti penelitian ilmiah adalahmencari hubungan antara berbagai variabel. Hubungan yang paling dasaradalah hubungan antara dua variabel bebas dan variabel terikat( Independent variabel dengan dengan dependent variabel). a. Hubungan Simetris Variabel-variabel dikatakan mempunyai hubungan simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya. Terdapat 4 kelompok hubungan simetris : 1). Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama. 2). Kedua variabel merupakan akibat daru suatu faktor yang sama. 3). Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana yang satu berada yang lainnya pun pasti disana. 4). Hubungan yang bersifat kebetulan semata-mata.
  19. 19.  b. Hubungan Timbal Balik Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya. Perlu diketahui bahwa hubungan timbal balik bukanlah hubungan, dimana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel yang menjadi akibat.
  20. 20.  c. Hubungan Asimetris (tidak simetri) Satu variabel atau lebih mempengaruhi variabel yang lainnya. Ada enam tipe hubungan tidak simetris, yakni : 1). Hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli. 2). Hubungan antara disposisi dan respons. Disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Bila “Stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “Disposisi” berada dalam diri seseorang. 3). Hubungan antara diri indiviidu dan disposisi atau tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yag relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan. 4). Hubungan antara prekondisi yang perlu dengan akibat tertentu. 5). Hubungan Imanen antara dua variabel. 6). Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
  21. 21. Terimakasih

×