Perubahan MindsetPerubahan Mindset
Kompetensi 
Keterampilan Rancangan Perubahan Kualitas 
Keterampilan 
Guru
Kualitas
aktivitasSikapProses
Kualitas 
Implementasi 
Kurikulum
Tingkat  Merancang g
Keberterimaan
• Recieving 
• Responding
 Melaksanakan 
 Mengevaluasi
• Valuing
• Organizing
• Charactering
Kemauan dan Kegigihan 
melatih diri selama pelatihan
F t R fl k i i t k t iFormat: Refleksi, instrumen , ekspectasi
Format: Apa yang dinginkan ?
Kerangka Dasar danKerangka Dasar dan 
Struktur Kurikulum 2013
A A A A AAKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2013
1
Kisi Paparan
A Aspek Yuridis FormalA
Kerangka DasarB
Struktur KurikulumC
Aspek ImplementasiD
2
ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:  
SEBAGAI GURU : 
• Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh 
kurikulum 2013 ?
• Langkah‐langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu, 
pendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based  p , q y, y g, p j
learning ?
• Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic, 
portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor, yang 
akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ?
PADA SKALA
p, p g p
SEBAGAI KEPALA SEKOLAH : 
• Bagaimana menyusun jadwal ?
• Bagaimana dengan peminatan, lintas peminatan dsb.
PADA SKALA 
IMPLEMENTASI  
PERTANYAAN 
KRUSIALNYA
g g p , p
• Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ?
• Bagaimana menumbuhkan  kultur sekolah melalui pola 
kepemimpinan yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ?
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAHKRUSIALNYA  
ADALAH:
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH : 
• Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan 
fungsi kami sebagai pengawas ?
SEBAGAI AKADEMISI:SEBAGAI AKADEMISI:
• Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini 
dalam rangka membangun generassi emas 2045.
SEBAGAI MASYARAKAT: 
• Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di 
Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa 
anak‐anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
PP 32 Tahun 2013 tentang
Landasan Yuridis:
PP 32 Tahun 2013 tentang
Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP
Pasal 1 Butir 17 Tatanan konseptual Kurikulum yang
d k b k b d k d l(Pengertian Kerangka
Dasar)
dikembangkan berdasarkan Standar Nasional
Pendidikan.
Pasal 77 A (Isi dan 1 Berisi landasan filosofis sosiologis psikopedagogis danPasal 77 A (Isi dan
Fungsi dan Kerangka
Dasar)
1. Berisi landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan
yuridis sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.
2. Digunakan sebagai:
a Acuan Pengembangan Struktur Kurikulum padaa. Acuan Pengembangan Struktur Kurikulum pada
tingkat nasional;
b. Acuan Pengembangan muatan lokal pada tingkat
daerah; dandaerah; dan
c. Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan.
P i i K t i I ti K t iPasal 77 B
(Struktur
Kurikulum)
Pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi
Dasar, muatan Pembelajaran, mata pelajaran, dan
beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan
didikKurikulum) program pendidikan.
4
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM:
KERANGKA DASAR
Tatanan Konseptual 
Kurikulum yangKurikulum yang 
dikembangkan 
berdasarkan SNP
Landasan filosofis, 
Landasan sosiologisLandasan sosiologis, 
psikopedagogis, dan 
yuridis sesuai dengan 
SNP 
apakah kerangka dasar dan....apakah kerangka dasar dan
struktur kurikulum 2013 secara elegan
mampu mengakomodasi seluruh
5
p g
persoalan kurikulum selama ini ...... ?
A
AAspekspek YYuridisuridis FFormalormalAAspek spek YYuridis uridis FFormalormal
6
UU N 20 Th 2003 T Si P didik N i l
Landasan Yuridis :
UU No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 38 (KTSP) (1)  Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan 
dasar dan menengah ditetapkan Pemerintahdasar dan menengah ditetapkan Pemerintah.
(2)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah 
dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh 
setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komitesetiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite
sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan 
supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen 
k b /k k d d k d dagama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan 
provinsi untuk pendidikan menengah.
Penjelasan Strategi pembangunan pendidikan nasional dalamPenjelasan 
Bagian Umum 
(KBK)
Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam 
undang‐undang ini meliputi: ....., 2. pengembangan dan 
pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi,.....;
( )
Penjelasan Pasal 
35 (Lingkup 
Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan 
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan 
keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah
Kompetensi)
keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah 
disepakati.
7
UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003: SNP
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturanKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan 
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang 
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan 
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
TUJUANTUJUAN 
ISI 
BAHAN 
PELAJARAN
KEGIATAN 
PEMBELAJARAN
Pedoman 
penyelenggaraan 
kegiatanPEMBELAJARAN kegiatan 
pembelajaran
8
Landasan Yuridis : (1/3)
UNDANG‐UNDANG SISDIKNAS
PP 32 TAHUN 2013
PERATURAN MENDIKBUDPERATURAN MENDIKBUD 
NOMOR 54, 65, 66, 67, 68, 69, 70 
TAHUN 2013
NO. NOMOR URIANNO. NOMOR URIAN
1. 54  Standar Kompetensi Lulusan Dikdasmen.
2. 65 Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
3. 66 Standar Penilaian Pendidikan.
4. 67 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SD/MI
5 68 k S k k l S5. 68 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMP
6. 69 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMA
7 70 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMK
9
7. 70 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMK
8. 71 Buku Teks Pelajaran Dan Buku Panduan Guru Untuk 
Pendidikan Dasar Dan Menengah.
Landasan Yuridis : (2/3)
UU No. 20 Th. 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 36(Acuan 
dan Prinsip 
a. Mengacu pada standar nasional 
pendidikan untuk mewujudkan p
Penyusunan 
Kurikulum)
p j
tujuan pendidikan nasional.
b Dengan prinsip diversifikasib. Dengan prinsip diversifikasi 
sesuai dengan satuan 
pendidikan, potensi daerah, dan p , p ,
peserta didik.
10
Landasan Yuridis : (3/3)
UU No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 36(Acuan dan c. Sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka(
Prinsip Penyusunan
Kurikulum)
Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
memperhatikan:
• peningkatan iman dan takwa;
• peningkatan akhlak mulia;
• peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta
didik;;
• keragaman potensi daerah dan lingkungan;
• tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
• tuntutan dunia kerja;• tuntutan dunia kerja;
• perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni;
agama;• agama;
• dinamika perkembangan global; dan
• persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
11
UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003: SNP
Pasal 38 :
1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar 
d h di k l h i hdan menengah ditetapkan oleh Pemerintah.
2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah 
dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiapdikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap 
kelompok atau satuan pendidikan dan komite 
sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi 
dinas pendidikan atau kantor departemen agamadinas pendidikan atau kantor departemen agama 
kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi 
untuk pendidikan menengah.
3) K ik l didik i i dik b k l h3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan 
tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar 
nasional pendidikan untuk setiap program studi.
4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi 
dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan 
dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk de ga e gacu pada sta da as o a pe d d a u tu
setiap program studi.
12
KOMPONEN UTAMA KURIKULUM 2013
• Pengembangan
KURIKULUM 2013
• Pengembangan
• Implementasi
• Monitoring dan 
Evaluasi
Silabus merupakan 
rencana Pembelajaran 
pada mata pelajaran 
atau tema tertentu 
KERANGKA DASAR
Evaluasiatau te a te te tu
berisi:
a. Kompetensi inti; 
b. Kompetensi dasar; 
c. materi pembelajaran;
• Landasan Filosofis
• Sosiologis KERANGKA DASARc. materi pembelajaran; 
d. kegiatan 
pembelajaran; 
e. penilaian; 
f alokasi waktu; dan
• Psikopedagogis
• Yuridis
Acuan Pengembangan 
• Struktur di tingkat nasional
STRUKTUR 
• Kompetensi Inti
f. alokasi waktu; dan 
g. sumber belajar. 
g
• Muatan Lokal di tingkat daerah
• KTSP
SILABUS 
• Kompetensi Inti
• Kompetensi Dasar
• Muatan Pembelajaran
• Mata Pelajaran • KompetensiMata Pelajaran
• Beban Belajar
• Kompetensi
• Materi
• Media
• Skenario
RPP 
Skenario 
Pembelajaran
• Penilaian
13
Perkembangan Kurikulum di Indonesia
1947
Rencana Pelajaran →
Dirinci dalam Rencana
Pelajaran Terurai
1975
Kurikulum
Sekolah Dasar
2004
Rintisan
Kurikulum
BerbasisPelajaran Terurai
1968
Kurikulum
1994
Kurikulum 1994
Berbasis
Kompetensi
(KBK)
2013
‘K ik l 2013’Sekolah Dasar ‘Kurikulum 2013’
1984
K ik l 1984 2006
1945 1965 20151955 1975 20051985 1995
1973
Kurikulum Proyek
Perintis Sekolah
Kurikulum 1984 2006
Kurikulum
Tingkat Satuan
Pendidikan
1964
Rencana
e t s Se o a
Pembangunan
(PPSP) 1997
Revisi Kurikulum 1994
Pendidikan
(KTSP)
Pendidikan
Sekolah Dasar
14
PERUBAHAN KURIKULUM 2013 WUJUD PADA:
• Konstruski yang 
holistik
• Didukung oleh Semua
• Berorientasi pada karakteristik 
kompetensi: 
• Sikap (Krathwohl) :  Menerima + 
M j l k M h i
• Berbasis Tes 
dan Non Tes 
(porfolio)Didukung oleh Semua 
Materi atau Mapel
• Terintegrasi secara 
Vertikal maupun 
Menjalankan + Menghargai + 
Menghayati + Mengamalkan
• Keterampilan (Dyers) : Mengamati 
+ Menanya + Mencoba + Menalar + 
• Menilai 
Proses dan 
Output 
denganHorizontal
Dik b k
y
Menyaji + Mencipta
• Pengetahuan (Bloom & Anderson): 
Mengetahui + Memahami + 
Menerapkan + Menganalisa + 
dengan 
menggunakan 
authentic 
assesment
• Dikembangkan 
Berbasis Kompetensi 
sehingga Memenuhi 
Aspek Kesesuaian dan 
p g
Mengevaluasi +Mencipta
• Menggunakan Pendekatan 
Saintifik, Karakteristik 
Kompetensi sesuai Jenjang (SD:
• Rapor 
memuat 
penilaian 
kuantitatif 
Kecukupan
• Mengakomodasi 
Content Lokal,  
Nasional dan
Kompetensi sesuai Jenjang (SD: 
Tematik Terpadu, SMP: Tematik 
Terpadu‐IPA & IPS‐ dan Mapel, 
SMA : Tematik dan Mapel 
tentang 
pengetahuan 
dan deskripsi 
kualitatifNasional dan 
Internasional (antara 
lain TIMMS, PISA, 
PIRLS)
• Mengutamakan Discovery 
Learning dan Project Based 
Learning
kualitatif 
tentang sikap 
dan 
keterampilan 
Kecukupan
15
Model Pelatihan Guru:
• Mengamati, menilai, 
Video Pembelajaran : 
Contoh dan Bukan 
Contoh
ik d• Amanat UUD, UU Sisdiknas, PP 19
• Daya Saing,  Daya Sanding, Dan 
Kapasitas Adaptasi
• Kompetensi Abad 21
mengevaluasi
• Menyusun, 
Mengembangkan 
Menghasilkan dan 
• Tematik Terpadu
• Pendekatan Scientific
• Inquiry/Discovery 
Learning
• Bonus Demografi
• Filosofi Pendidikan
• Filosofi Kurikulum
• Teori Pengembangan Kurikulum
Menyajikan
• Melakukan dan 
mensimulasikan
Learning
• Problem Based 
Learning
• Project Based 
Learning• Psikologi Perkembangan
• Data‐data Empirik: TIMMS, PISA, 
PIRLS
• Penyiapan Buku
• Penyiapan Guru
Learning
PENGEMBANGAN
KURIKULUM 2013
IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
PENDAMPINGAN DAN
EVALUASI
KURIKULUM 2013
Pengembangan dan • Dukungan Berbagai Pihak
• Skenario dan Script yang 
utuh
Penguatan:
• Kompetensi Lulusan
• Isi
• Proses
• Fakta Kompetensi Guru : UKG, PKG
dan PKB
• Suasana Pembelajaran
• Rekruitmen dan Pengadaan Guru
utuh
• Guru Model yang 
memahami: 
 Filosofi Kurikulum 2013
 Buku AjarProses
• Penilaian
Rekruitmen dan Pengadaan Guru
• Kesesuaian Sistem Penilaian
• Dukungan Sarana dan Prasarana
 Buku Ajar
 Model dan Pendekatan 
Belajar sesuai 
Kurikulum 2013
16
1
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......
PT
SMA/KSMA/K
SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
18
STRATEGI PENGEMBANGAN BUKU KURIKULUM 2013
SKL
PROSES 
BELAJAR
MATERI 
AJAR
KOMPETEN
SI INTI
PENILAIAN
KOMPETENSI 
DASAR
ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
PELAPORAN 
KOMPETENSI 
SISWA (RAPOR)
PERANCANGAN  
PROSES PEROLEHAN 
KOMPETENSI 
(PROSES BELAJAR) 
ARSITEKTUR 
INSTRUMEN 
PENILAIAN 
KOMPETENSI
RANCANGAN PROSES 
PENILAIAN 
PENGADMINSTRASIAN  SISWA (RAPOR)
DAN MATERI KOMPETENSI
PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :
JADWAL, KALENDER PENDIDIKAN, POLA SUPERVISI, SISTEM PERENCANAAN, 
PEMINATAN, KULTUR, AKTIVITAS PENGENDALIAN, REVITALISASI KEGIATAN 
EKSTRAKURIKULER, DSB.
PELATIHAN GURU KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS:
EKSTRAKURIKULER, DSB.
PELATIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS: 
• PENETAPAN DESAIN : PERUBAHAN MIND SET  KETERAMPILAN 
MENERAPKAN KURIKULUM 2013
• PENETAPAN MATERIPENETAPAN MATERI
• PENETAPAN PESERTA, NS, IN, GI dan GS
• SISTEM EVALUASI dan PENJAMINAN MUTU
KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP PENGETAHUANHASIL KETERAMPILAN
ISI PROSES PENILAIAN
ANH
ISI PROSES PENILAIAN
1. EVALUASI RUANG LINGKUP
2. EVALUASI KESESUAIAN, 
KECUKUPAN, KEDALAMAN 
DAN KELUASAN (STUDI 
1. TEMATIK TERPADU
2. PENDEKATAN SAINTIFIK
3. INQIURY & DISCOVERY 
LEARNING
1. AUTHENTIC 
2. MENGUKUR TINGKAT 
BERPIKIR DARI RENDAH 
HINGGA TINGGI
LAYANA
(
BANDING INTERNASIONAL: 
REASONING)
LEARNING
4. PROJECT BASED LEARNING
5. BAHASA SEBAGAI PENGHELA
3. MENGUKUR PROSES KERJA 
SISWA
4. TES DAN PORTFOLIO 
L
PTK SARPRAS PEMBIAYAAN
1.KOMPETENSI GURU,  1. KECUKUPAN DAN  1. UNIT COST
TAMA
AN
,
KS ,PS.
2.KINERJA GURU, KS, PS
3.PEMBINAAN 
BERKELANJUTAN
KESESUAIAN (USB, REHAB, 
PERAALATAN, PERPUST., ) 
2. PEMANFAATAN
3. RESOURCE SHARING
2. SUMBER PENDANAAN
3. KECUKUPAN BOS, 
BSM, BOPTN
4. EFISIENSI 
ONENU
LAYANA
BERKELANJUTAN
4. REKRUT., PPA dan PPG
PEMANFAATAN
PENGELOLAAN
KOMPO
PE
1. MANAJEMEN PERUBAHAN
2. POLA KEPEMIMPINAN
3. POLA SUPERVISI
Elemen Perubahan : 1/4
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Kompetensi 
Lulusan
• Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard 
skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, 
dan pengetah andan pengetahuan
Kedudukan mata 
pelajaran
• Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran
berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari p j
(ISI)
j p j g
kompetensi.
Pendekatan Kompetensi dikembangkan melalui:Pendekatan 
(ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
• Tematik 
Terpadu
• Tematik 
Terpadu 
• Mata 
pelajaran
• Vokasional
p p
dan Mata 
pelajaran
p j
22
Elemen Perubahan : 1/4
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Struktur • Holistik berbasis  • TIK menjadi  • Perubahan  • Penyesuaian Struktur 
Kurikulum 
(Mata 
pelajaran
d l k i
sains (alam, 
sosial, dan 
budaya)
j
media semua 
matapelajaran
• Pengembangan 
diri terintegrasi
sistem: ada 
matapelajara
n wajib dan 
ada mata 
pelajaran
y
jenis keahlian  
berdasarkan 
spektrum 
kebutuhan
dan alokasi 
waktu)
(ISI)
• Jumlah 
matapelajaran 
dari 10 menjadi 6
J l h j
diri terintegrasi 
pada setiap 
matapelajaran 
dan 
ekstrakurikuler
pelajaran 
pilihan
• Terjadi 
pengurangan 
kebutuhan 
saat ini
• Pengurangan 
adaptif dan 
• Jumlah jam 
bertambah 4 
JP/minggu akibat 
perubahan 
d k
• Jumlah 
matapelajaran 
dari 12 menjadi 
10
p g g
mata 
pelajaran 
yang harus 
diikuti siswa
p
normatif, 
penambahan 
produktif
P d ktifpendekatan 
pembelajaran
10
• Jumlah jam 
bertambah 6 
JP/minggu 
kib t
• Jumlah jam 
bertambah 1 
JP/minggu 
akibat 
• Produktif 
disesuaikan 
dengan trend 
perkembangan 
di d iakibat 
perubahan 
pendekatan 
pembelajaran
perubahan 
pendekatan 
pembelajaran
di Industri
23
Elemen Perubahan :  1/4
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
• Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, 
Elaborasi, dan Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, 
Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan 
M iMencipta. 
• Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  
lingkungan sekolah dan masyarakat  
Proses 
pembelajaran
• Guru bukan satu‐satunya sumber belajar.
• Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan 
teladanpembelajaran teladan
• Tematik 
dan 
• IPA dan IPS 
masing‐
• Adanya mata 
pelajaran 
• Kompetensi 
keterampilan yang 
terpadu masing 
diajarkan 
secara 
d
wajib dan 
pilihan sesuai 
dengan bakat 
d i
sesuai dengan 
standar industri
terpadu dan minatnya
24
Deskripsi
Elemen Perubahan : 1/4
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
• Penilaian berbasis kompetensip
• Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi 
pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik 
[mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan 
b d k d h il]
Penilaian Hasil 
Belajar
berdasarkan proses dan hasil]
• Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil 
belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor 
ideal (maksimal)ideal (maksimal) 
• Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan 
SKL 
• Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai 
instrumen utama penilaian 
Ekstrakurikuler • Pramuka  • Pramuka  • Pramuka  • Pramuka (wajib)
(wajib)
• UKS
• PMR
(wajib)
• OSIS
• UKS
(wajib)
• OSIS
• UKS
• OSIS
• UKS
• PMR
• Bahasa 
Inggris
• PMR
• Dll
• PMR
• Dll
• Dll
25
B
KKerangkaerangka DDasarasar KKurikulumurikulumKKerangka  erangka  DDasar asar KKurikulumurikulum
26
Landasan Pengembangan Kurikulum
ASPEK FILOSOFI • Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai‐nilai luhur, nilai akademik, 
kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
• Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi.
ASPEK YURIDIS  • Amanat UU Sisdiknas, PP32, dan Permendikbud
• RPJMN 2010‐2014 Sektor Pendidikan
 Perubahan Metodologi Pembelajaran
 Penataan Kurikulum
• Inpres No 1 Tahun 2010
• Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional : 
Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkanPenyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan 
nilai‐nilai budaya Bangsa untuk membentuk daya saing karakter bangsa.
ASPEK 
PSIKOPEDAGOGIK
• Relevansi
• Model Kurikulum Berbasis Kompetensip
• Proses Pembelajaran
 Aktivitas  Belajar
 Output Belajar
 Outcomes Belajar Outcomes Belajar
• Penilaian :
 Authentic Asessment : pada input, proses dan output
 Kesesuaian teknik penilaian pada 3 ranah kompetensi : sikap, p p p p
pengetahuan dan keterampilan (dari tes  Tes dan Portfolio)
27
Tujuan Pendidikan Nasional
(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadiBerkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, 
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.y g gg g j
Sik S i it l B i d b t k k d T h Y M h ESikap Spiritual  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sikap Sosial 
Berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta
bertanggung jawabgg g j
Pengetahuan Berilmu
Keterampilan Cakap dan  kreatif
28
PT
SMA/KSMA/K
SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
29
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS
DOMAIN SD SMP SMA‐SMK
Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + 
M lk
SIKAP
Mengamalkan
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG 
JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, 
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA 
Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji + 
Mencipta
KETERAMPILAN
Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN 
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET
PENGETAHUAN
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
+Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan;
1. Perkembangan psikologis anak
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN 
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan 30
SKL KOMPETENSI INTI
1 M h ti d lk j
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
SIKAP DAN PERILAKU: Menerima + 
Menjalankan + Menghargai + 
Menghayati + Mengamalkan
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 
agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, 
tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan,  gotong royong, kerjasama, 
cinta damai, responsif dan pro‐aktif) dan 
menunjukan sikap sebagai bagian dari 
solusi atas berbagai permasalahan bangsa 
dalam berinteraksi secara efektif dengan
1. Beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin, 
tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin
tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal
2. Toleransi, gotong royong, kerjasama, dan
musyawarah dalam berinteraksi secara efektif dengan 
lingkungan sosial dan alam serta dalam 
menempatkan diri sebagai cerminan 
bangsa dalam pergaulan dunia.
3 Memahami dan menerapkan
musyawarah
3. Pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik,
dan cinta perdamaian
KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya 
3. Memahami dan menerapkan
pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan, 
teknologi, seni, budaya, dan humaniora 
dengan wawasan kemanusiaan,
g y
+ Mencoba + Mengolah + Menyaji + 
Menalar + Mencipta
1. Membaca, menulis, menghitung, menggambar,  dengan wawasan kemanusiaan, 
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban 
terkait fenomena dan kejadian, serta 
menerapkan pengetahuan prosedural 
pada bidang kajian yang spesifik sesuai 
d b k d i k
mengarang
2. Menggunakan, mengurai, merangkai, 
memodifikasi, membuat, mencipta
PENGETAHUAN: Mengetahui +
dengan bakat dan minatnya untuk 
memecahkan masalah.
4. Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam 
ranah konkret dan ranah abstrak terkait 
PENGETAHUAN: Mengetahui + 
Memahami + Menerapkan + 
Menganalisa + Mengevaluasi
1. Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan pengembangan dari yang 
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, 
dan mampu menggunakan metoda sesuai 
kaidah keilmuan.
p g , g , , y
2. Manusia, bangsa, negara, tanah air, dan
dunia
31
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4
SEKOLAH DASARSEKOLAH DASAR
Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, 
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan g y g y g
sikap  orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, 
disiplin, demokratis], percaya diri,  dan bertanggung jawab 
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialdalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial 
dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, p [ g , y , , g ,
menyaji,  menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak 
yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret  
sesuai dengan yang ditugaskan kepadanyasesuai dengan yang  ditugaskan kepadanya. 
Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, 
menganalisis, mengevaluasi]  pengetahuan faktual dan g , g ] p g
konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu 
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan 
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradabankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,  dan peradaban 
terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, 
dan tempat bermain
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4
SMP
Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, 
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikapmenghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap
orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, 
demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulannya
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, p [ g , y , , g ,
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan
yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenisyang  dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis
Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, 
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan, 
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dang g p f
kejadian yang tampak mata
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4
SMASMA
Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, 
mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap  orang beriman, 
berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis, 
patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi 
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam g g g
menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan 
dunia 
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, 
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret  sebagai 
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [padapengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada 
bidang kajian spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya
Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, 
li i l i] t h d l dmenganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan 
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu 
pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan, 
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena 
dan kejadian [pada bidang kajian spesifik] sesuai bakat dan minatnya
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4
SMK
Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, 
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap  
orang beriman berakhlak mulia [jujur santun peduli disiplinorang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, 
demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam 
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta 
d l tk di i b i i b d ldalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam 
pergaulan dunia 
Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, 
menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret  sebagai 
pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiripengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri 
[pada bidang kerja spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya 
Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, 
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan 
metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya 
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan g , g , g ,
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang 
kerja spesifik] sesuai bakat dan minatnya
2
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......
Matematika
N K ik l L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru
1 Langsung masuk ke materi 
abstrak
Mulai dari pengamatan permasalahan konkret, kemudian 
ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan
2 Banyak rumus yang harus dihafal
untuk menyelesaikan 
permasalahan  hanya bisa 
menggunakan
Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang 
diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan 
rumus‐rumus dan pengertian dasar  tidak hanya bisa 
mnggunakan tetapi juga memahami asal usulnyamenggunakan mnggunakan tetapi juga memahami asal‐usulnya
3 Permasalahan matematika selalu 
diasosiasikan dengan  direduksi 
menjadi angka
Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa 
angka  gambar, grafik, pola, dsb
menjadi  angka  
4 Tidak membiasakan siswa untuk 
berfikir kritis  hanya mekanistis
Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk 
menyelesaikan permasalahan yang diajukan
5 Metode penyelesaian masalah Membiasakan siswa berfikir algoritmis5 Metode penyelesaian masalah 
yang tidak terstruktur
Membiasakan siswa berfikir algoritmis
6 Data dan statistik dikenalkan di 
kelas IX saja
Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan data, 
dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengankelas IX saja dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan 
standar internasional
7 Matematika adalah eksak Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan
37
Ilmu Pengetahuan Alam
N K ik l L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru
1 Materi disajikan terpisah 
antara Fisika, Kimia, dan 
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok 
Fisika, Kimia, Biologi, ,
Biologi
, , g
2 Tidak ada platform, semua 
kajian berdiri sejajar
Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan 
pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkaitkajian berdiri sejajar pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait 
dengan benda beserta interaksi diantara benda‐benda 
tersebut. Tujuannya adalah menekankan pentingnya 
interaksi biologi, fisika, kimia dan kombinasinya dalam g , , y
membentuk ikatan yang stabil. 
3 Materi ilmu bumi dan anta‐
riksa masih belum memadai
Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai 
dengan standar internasionalriksa masih belum memadai 
[sebagian dibahas di IPS]
dengan standar internasional
4 Materi kurang mendalam 
dan cenderung hafalan
Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir 
kritis dan analitis sesuai dengan standar internasionaldan cenderung hafalan kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional
5 Diajarkan oleh guru berbeda 
(team teaching) dengan 
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan 
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga 
sertifikasi berdasarkan mata 
kajian
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar 
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara 
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 38
Bahasa Indonesia/Inggris
N K ik l L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru
1 Materi yang diajarkan 
ditekankan  pada  
Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi 
berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan p
tatabahasa/struktur bahasa
g y p
gagasan dan pengetahuan
2 Siswa tidak dibiasakan 
membaca dan memahami
Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks
serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasamembaca dan memahami 
makna teks yang disajikan
serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa 
sendiri
3 Siswa tidak dibiasakan 
menyusun teks yang
Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis, 
dan efektif melalui latihan latihan penyusunan teksmenyusun teks yang 
sistematis, logis, dan efektif
dan efektif melalui latihan‐latihan penyusunan teks
4 Siswa tidak dikenalkan 
k
Siswa dikenalkan dengan aturan‐aturan teks yang sesuai 
hi id k d l ktentang aturan‐aturan teks 
yang sesuai dengan 
kebutuhan
sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks 
(sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana)
5 Kurang menekankan pada 
pentingnya ekspresi dan 
spontanitas dalam 
Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya 
dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan
secara spontan
berbahasa
39
Ilmu Pengetahuan Sosial
N K ik l L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru
1 Materi disajikan terpisah 
menjadi Geografi, Sejarah, 
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok 
Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.j g , j ,
Ekonomi, Sosiologi 
g , j , , g
2 Tidak ada platform, semua 
kajian berdiri sejajar
Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan 
pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikatkajian berdiri sejajar pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat 
dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya 
konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian 
sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi disajikan untuk j , g , y , j
mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh.
3 Diajarkan oleh guru berbeda 
(team teaching) dengan
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan 
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga(team teaching) dengan 
sertifikasi berdasarkan mata 
kajian
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga 
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar 
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara 
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnyaterpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya
40
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran
N K ik l L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru
1 Materi disajikan berdasarkan 
empat pilar dengan 
Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan 
menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan p p g
pembahasan yang terpisah‐
pisah
p p g p
keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter 
bangsa
2 Materi disajikan berdasarkan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi2 Materi disajikan berdasarkan 
pasokan yang ada pada 
empat pilar kebangsaan
Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi 
warga negara yang bertanggung jawab (taat norma, asas, 
dan aturan) 
3 Tidak ada penekanan pada Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk3 Tidak ada penekanan pada 
tindakan nyata sebagai 
warga negara yang baik
Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk 
melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik
4 P il d P il d K b k h4 Pancasila dan 
Kewarganegaraan disajikan 
sebagai pengetahuan yang 
harus dihafal
Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya 
pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata 
dan sikap keseharian.
harus dihafal
41
Konsep Umum Buku Kurikulum 2013 ..1/2
• Mengacu pada kompetensi inti yang telah 
dirumuskan untuk kelas dimana buku tersebut 
ditulis
• Menjelaskan pengetahuan sebagai input kepada 
k h lk bsiswa untuk menghasilkan output berupa 
keterampilan siswa dan bermuara pada 
pembentukan sikap siswa sebagai outcomepembentukan sikap siswa sebagai outcome
pembelajaran
• Menggunakan pendekatan saintifik melaluiMenggunakan pendekatan saintifik melalui 
mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan 
menyaji
• Menggiring siswa untuk menemukan konsep yang 
sedang dipelajari melalui deduksi [discovery 
l i ] Si bi ki di j k t klearning]. Siswa sebisa mungkin diajak untuk 
mencari tahu, bukan langsung diberi tahu.
42
ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 1/4
MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (I)
IPS Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Geografi, 
S j h Ek i S i l i G fi b i l f kSejarah, Ekonomi, Sosiologi. Geografi sebagai paltform untuk 
menunjukkan keberagaman sehingga terbentuk konektivitas yang 
menghubungkan pasokan dan kebutuhan. Pembahasan berdasarkan 
macam‐macam sumberdaya pembangunan. Geologi bukan bagian IPS 
IPA Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam fisika, kimia, biologi. 
Biologi sebagai platform dipergunakan untuk menjelaskan bidangBiologi sebagai platform, dipergunakan untuk menjelaskan bidang 
ilmu lain. Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS) baik 
keluasan maupun kedalaman, sehingga IPA juga mencakup Ilmu Bumi 
d A t ik P b h b d k i i i i ddan Antariksa. Pembahasan berdasarkan prinsip‐prinsip dasar 
kehidupan di alam semesta [interaksi, energi, transformasi, dll]. 
Menghindari perhitungan [dengan rumus], menekankan penguasaan 
konsep dan percobaan.
ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 2/4
MP K K ik l SMP/MT (I)MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (I)
Matematika Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS,) baik keluasan 
maupun kedalaman. Dimulai dengan permasalahan konkret berangsur p g p g
dibawa ke bentuk abstrak (model). Menekankan pentingnya prosedur 
[algoritma] dalam pemecahan masalah. Memuat berimbang antara 
bilangan, aljabar, bangun, data dan peluang pada tiap kelas. Tidak 
selalu dihitung. Menekankan penguasaan pola [angka, bangun, 
aljabar,..] Tidak selalu eksak, bisa kira‐kira. Tidak selalu memiliki 
informasi yang lengkap untuk diselesaikan.
Bhs Indonesia Merujuk pada standar internasional (PIRL,). Berbasis teks, seimbang 
antara tulis dan lisan. Menekankan pentingnya bahasa sebagai alat 
komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan. y p g g p g
Menguasai kompetensi terkait teks: menyusun [melalaui pemahaman 
terhadap kaidah, struktur, dan konteks], membedakan, menilai, 
menyunting, menangkap makna, meringkas, menyajikan ulang dlm 
bahasa sendiri,.. Menekankan ekspresi dan spontanitas dalam 
berbahasa. Pengetahuan sbg konten
ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 3/4
MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (II)
PPKN Disajikan terpadu, tidak berdasarkan pada j p , p
pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan 
tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam 
b k k k b d kpembentukan karakter bangsa. Materi disajikan 
berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara 
yang bertanggung jawab (taat norma asas dan aturan)yang bertanggung jawab (taat norma, asas, dan aturan). 
Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk 
melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang y g g g y g
baik [terlibat aktif dalam pengembangan masyarakat].
Bahasa Idem Bahasa Indonesia dengan penekanan pada 
Inggris conversation, reading, writing practices. 
Mengasumsikan anak belum pernah belajar bahasa 
I i f l d t k K l VIIInggris secara formal pada saat masuk Kelas VII.
ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 4/4
MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (II)
Seni 
B d
Diberikan pengetahuan dan penguasaaan teknik dasar yang cukup 
b k i b b d k i k kBudaya supaya gemar berkesenian yang berbudaya untuk meningkatkan
kepekaan dan apresiasi terhadap produk dan nilai seni budaya. 
Memahami keberagaman dan keunikan dari setiap aspek seni agar 
dapat merasakan keindahan produk dan nilai seni budaya.
Prakarya Dibekali pengetahuan yang cukup tentang material, proses, dan 
alat beserta sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkanalat beserta sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkan 
sebuah karya. Menerapkan pengetahuan tersebut untuk terampil
dalam berkarya dengan cara yang efektif dan efisien dengan cara 
li i t i l d l t di l kmenganalisis material, proses, dan alat yang diperlukan
PJOK Integrasi antara pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. 
Bukan hanya keterampilan, tetapi harus ada pengetahuan yang y p p p g y g
mendasarinya, serta sikap yang harus dapat dibentuk melalui PJOK. 
Mengedepankan permainan yang menarik bukan aturan olahraga 
yang ketat.yang ketat.
Konsep Umum Buku Kurikulum 2013 ..2/2
•
•
•
47
PISA Released Test (Math Literacy)
Pendidikan Sains dan Matematika ~ 
@iwanpranoto
4848
Model Soal TIMSS
–
–
–
–
Contoh Kompetensi Inti Kelas I SD
Ranah 
Kompetensi
Kompetensi Inti
Sikap Spiritual Menerima dan menjalankan ajaran agama yang 
dianutnya.
Sikap Sosial Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,Sikap Sosial Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, 
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi 
dengan keluarga, teman, dan guru. 
P t h Memahami pengetahuan faktual dengan caraPengetahuan Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan 
menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, 
khl k i t T h d k i t d b dmakhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda‐
benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 
Keterampilan Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang p
jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam 
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam 
tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman, 
berakhlak mulia, dan berilmu
50
Buku Sekolah Dasar...1/2
B b k b l j ik d• Berupa buku pembelajaran tematik terpadu
• Berbasis aktivitas, memuat rencana kegiatan harian
• Merupakan buku kerja siswa [pada akhir tema menjadi 
portofolio siswa?]
Ti k i b l j ( b t ) di l i d• Tiap rangkaian pembelajaran (sub‐tema) dimulai dengan 
ajakan untuk mengamati dan menanya tentang sekitarnya 
sesuai dengan sub‐tema yang dibahas (disusun dalam 
b k k j l l i d i i )bentuk teks yang jelas, logis, dan sistematis)
• Selanjutnya diawali dengan pembelajaran teks bahasa 
[tulis/lisan] yang jelas sesuai subtema dan materi materi[tulis/lisan] yang jelas sesuai subtema dan materi‐materi 
yang akan dibahas
• Anak kelas I SD/MI dianggap masih belum baca tulis hitungAnak kelas I SD/MI dianggap masih belum baca tulis hitung 
• Membiasakan mengamati pola [angka, bangun] dan 
memahami aturan pembentukannya
51
Buku Sekolah Dasar...1/2
• Pemahaman bahasa harus didahulukan terhadap 
materi lainnya
• Pengetahuan dijadikan sebagai topik dalam memahami 
bahasa, sehingga siswa dapat memahami bahasa dan 
ilmu pengetahuan sekaligusilmu pengetahuan sekaligus
• Menunjukkan pentingnya data dan penyajiannya
M t tik tid k l l b k it d k d• Matematika tidak selalu berkaitan dengan angka dan 
perhitungan
• PJOK dan SBP dikaitkan materi pengetahuan yang• PJOK dan SBP dikaitkan materi pengetahuan yang 
dibahas (Mat, IPA, dll)
• Keterampilan juga harus berbentuk tindakan nyata• Keterampilan juga harus berbentuk tindakan nyata 
(konkret) bukan hanya abstrak
• Tiap tema diakhiri dengan projectTiap tema diakhiri dengan project
52
Buku SMP/MTs Menurut Kurikulum 2013
No Kurikulum 2013
1 Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi  sikap, 
k l hketerampilan, pengetahuan
2 Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan 
iliki k t i d diik t l h k t i i timemiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti 
tiap kelas
3 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang3 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang 
sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, 
mencoba, menalar,....mencoba, menalar,....
4 Tugas dikaitkan dengan keterampilan yang harus dikuasai 
siswa
5 Pembahasan berdasarkan tema akan lebih baik
6 TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai6 TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai 
media pembelajaran semua mata pelajaran
53
Dasar Pertimbangan Penetapan
Struktur Kurikulum 2013Struktur Kurikulum 2013
54
SD SMP SMA/SMK
Semua mata  Tiap mata pelajaran  Tiap mata pelajaran 
pelajaran diajarkan 
dengan pendekatan 
yang sama [saintifik]
p p j
mendukung semua 
kompetensi [sikap, 
keterampilan
p p j
mendukung semua 
kompetensi [sikap, 
keterampilanyang sama [saintifik] 
melalui mengamati, 
menanya, mencoba, 
menalar
keterampilan, 
pengetahuan]
keterampilan, 
pengetahuan] dengan 
penekanan yang berbeda
menalar,....
Bermacam jenis 
konten pembelajaran 
Mata pelajaran 
dirancang terkait satu 
Mata pelajaran dirancang 
terkait satu dengan yang p j
diajarkan terkait dan 
terpadu satu sama 
lain [cross curriculum
g
dengan yang lain dan 
memiliki kompetensi 
dasar yang diikat oleh
g y g
lain dan memiliki 
kompetensi dasar yang 
diikat oleh kompetensilain [cross curriculum 
atau integrated 
curriculum]
dasar yang diikat oleh 
kompetensi inti tiap 
kelas
diikat oleh kompetensi 
inti tiap kelas
55
SD SMP SMA/SMK
Konten ilmu  Bahasa Indonesia  Bahasa Indonesia sebagai 
pengetahuan 
diintegrasikan dan
dijadikan penggerak
sebagai alat 
komunikasi dan 
carrier of knowledge
g
alat komunikasi dan 
carrier of knowledge
dijadikan penggerak 
konten pembelajaran 
lainnya
carrier of knowledge
Tematik Terpadu 
untuk Kelas I – VI 
Semua mata pelajaran 
diajarkan dengan 
Semua mata pelajaran 
diajarkan dengan pende‐j g
pendekatan yang 
sama, yaitu 
pendekatan saintifik
j g p
katan yang sama, yaitu 
pendekatan saintifik 
melalui mengamati,pendekatan saintifik 
melalui mengamati, 
menanya, mencoba, 
menalar
melalui mengamati, 
menanya, mencoba, 
menalar,....
56
menalar,....
SD SMP SMA/SMK
TIK merupakan sarana SMA dan SMK memiliki 
pembelajaran, 
dipergunakan sebagai 
di b l j t
mata pelajaran wajib 
yang sama terkait dasar‐
d t hmedia pembelajaran mata 
pelajaran lain
dasar pengetahuan, 
keterampilan, dan sikap.
Penjurusan di SMK tidak 
terlalu detil [sampai te a u det [sa pa
bidang studi], didalamnya 
terdapat 
pengelompokkan 
peminatan dan 
pendalaman
57
pendalaman
3
RREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPROSESROSES
PPEMBELAJARANEMBELAJARAN
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS
DOMAIN SD SMP SMA‐SMK
Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + 
M lk
SIKAP
Mengamalkan
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG 
JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, 
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA 
Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji + 
Mencipta
KETERAMPILAN
Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN 
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET
PENGETAHUAN
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
+Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN
Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan;
1. Perkembangan psikologis anak
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN 
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan 59
STRATEGI PENGEMBANGAN BUKU KURIKULUM 2013
SKL
PROSES 
BELAJAR
MATERI 
AJAR
KOMPETEN
SI INTI
PENILAIAN
KOMPETENSI 
DASAR
PROSES BERBASIS KOMPETENSI :
Characterizing/
Creating
A l i
Evaluating
Organizing/
Internalizing
C a acte g/
Actualizing
A i ti
Communicating
Applying
Analyzing
Valuing
Internalizing
Experi‐
ti
Associating
Applying
Understanding
Valuing
Responding
menting
Questioning Understanding
Knowing
p g
Accepting
Q g
Observing g
Knowledge
(Bloom)
Skill
(Dyers)
Attitude
(Krathwohl)
61
PENGUATAN PROSES
KOMPETENSI LULUSANKOMPETENSI  LULUSAN
LEARNING 
ACTIVITIES
LEARNING 
OUTPUT
LEARNING 
OUTCOMES
LEARNING 
RESOURCE
LEARNING 
ASSESMENTACTIVITIES OUTPUT OUTCOMES RESOURCE ASSESMENT
KULTUR SEKOLAH
PENGUATAN PROSES:
NO PENDEKATAN/MODEL BELAJAR MODUL PELATIHAN
1. Tematik Terpadu • Konsep Dasar1. Tematik Terpadu Konsep Dasar
• Succes Story/Fakta 
Empirik Penerapannya
2. Pendekatan Scientific
3 Di L i
Empirik Penerapannya
• Langkaah Operasional 
Penerapan
3. Discovery Learning
4. Problem  Based Learning Penerapan
• Evaluasi Yang Digunakan
• Video Pembelajarannya
5. Project Based Learning
Video Pembelajarannya
6363
4
RREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPENILAIANENILAIANRREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPENILAIANENILAIAN
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1)
rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4)
reformasi penilaian.......
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS
DOMAIN SD SMP SMA‐SMK
Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + 
M lk
SIKAP
Mengamalkan
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG 
JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, 
ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA 
Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji + 
Mencipta
KETERAMPILAN
Mencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN 
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET
PENGETAHUAN
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi
+Mencipta
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DANPRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN 
BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
• AUTHENTIC ASSESMENT
65
AUTHENTIC ASSESMENT
• OUTPUT   PROSES DAN OUTPUT
• TES  TES DAN PORTFOLIO
C
SSrukturruktur KKurikulumurikulumSSruktur ruktur KKurikulumurikulum
66
FUNGSI DAN TUJUAN  PP 32 Tahun 2013  : 1/2
Kompetensi Inti merupakan tingkat 
kemampuan untuk mencapai Standar 
K i L l h di ilikiKompetensi Lulusan yang harus dimiliki 
seorang Peserta Didik pada setiap 
tingkat kelas atau program yang menjaditingkat kelas atau program yang menjadi 
landasan Pengembangan Kompetensi 
dasar. 
Kompetensi Inti dimaksud pada 
k ik i i l ik i lmencakup: sikap spiritual, sikap sosial, 
pengetahuan, dan keterampilan yang 
berfungsi sebagai pengintegrasi muatanberfungsi sebagai pengintegrasi muatan 
Pembelajaran, mata pelajaran atau 
program dalam mencapai Standar 
67
g
Kompetensi Lulusan. 
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 1/2
68
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 1/12
• PAUDNI
• PENDIDIKAN DASAR• PENDIDIKAN DASAR
 SD/MI/SDLB
 SMP/MTs/SMPLB SMP/MTs/SMPLB
• PENDIDIKAN MENENGAH : 
SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
• PENDIDIKAN NON FORMAL
69
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 2/12
PAUDNI : berisi program pengembangan pribadi 
anak.
SATUAN PENDIDIKAN DASAR : berisi muatan 
umum (muatan nasional untuk satuan 
pendidikan; dan 
muatan lokal untuk satuan pendidikan sesuaimuatan lokal untuk satuan pendidikan sesuai 
dengan potensi dan keunikan lokal)
SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas:SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas: 
a. muatan umum (muatan nasional untuk satuan 
pendidikan; dan  muatan lokal untuk satuan 
pendidikan sesuai dengan potensi dan keunikan p g p
lokal)
b. muatan peminatan akademik; 
c. muatan peminatan kejuruan; dan 
d. muatan pilihan lintas minat/pendalaman minat. 
PENDIDIKAN NONFORMAL : berisi program 
70
pengembangan kecakapan hidup. 
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 3/12
SD/MI, SDLB atau bentuk lain yang 
sederajat
terdiri atas muatan:terdiri atas muatan: 
1. Pendidikan Agama; 
2. Pendidikan Kewarganegaraan; g g ;
3. Bahasa; 
4. Matematika; 
5. Ilmu Pengetahuan Alam; 
6. Ilmu Pengetahuan Sosial; 
7 Seni Dan Budaya;7. Seni Dan Budaya; 
8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga; 
9. Keterampilan/Kejuruan; Dan p / j ;
10.Muatan Lokal. 
(dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih mata 
pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan
71
pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan 
pendidikan dan program pendidikan). 
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 4/12
SMP/MTs, SMPLB atau bentuk lain yang 
sederajat terdiri atas muatan : 
1 didik1. pendidikan agama; 
2. pendidikan kewarganegaraan; 
3 bahasa;3. bahasa; 
4. matematika; 
5. ilmu pengetahuan alam; 
6. ilmu pengetahuan sosial; 
7. seni dan budaya; 
8 didik j i d l h8. pendidikan jasmani dan olahraga; 
9. keterampilan/kejuruan; dan 
10 muatan lokal10.muatan lokal. 
(dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih 
mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan 
pendidikan dan program pendidikan)
72
pendidikan dan program pendidikan). 
FUNGSI DAN TUJUAN  PP 32 Tahun 2013  : 5/12
terdiri atas :
a. muatan umum untuk SMA/MA, 
SMALB dan SMK/MAK; 
b i k d ikb. muatan peminatan akademik 
SMA/MA dan SMK/MAK; 
c muatan pilihan lintas minat atauc. muatan pilihan lintas minat atau 
pendalaman minat untuk 
SMA/MA, SMALB; 
d. muatan peminatan kejuruan 
untuk SMK/MAK; dan 
e muatan pilihan lintas minat ataue. muatan pilihan lintas minat atau 
pendalaman minat untuk 
SMK/MAK. 
73
KETERPADUAN PENDIDIKAN MENENGAH:  6/12
PENDIDIKAN MENENGAH :
• Keterpaduan antar jenjang
• Keterpaduan dalam Pendidikan MenengahKeterpaduan dalam Pendidikan Menengah
SMA/MA
/SMALB
SMK/
MAK/SMALB MAK
MUATAN UMUM 
(SEBAGAI COMMON 
GROUND)
7/12
....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang 
terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi 
lulusam, dengan (2) kesesuaian & kecukupan, 
keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi PTkeluasan & kedalaman materi,  (3) revolusi 
pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......
PT
SMA/K
TEMATIK
+
TEMATIK
+
SMP
TEMATIK
TERPADU
MAPEL 
(Integrasi 
Pendidikan 
MATA 
KULIAHSD
TEMATIK
TERPADU
(Semua Muatan
TERPADU 
(IPA dan IPS)
+
MAPEL
Menengah 
SMA dan 
SMK)(Semua Muatan 
kecuali agama)
MAPEL SMK)
KETERPADUAN PENDIDIKAN MENENGAH: 8/12
SIKAP
PENDIDIKAN MENENGAH:
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, 
Pendidikan Kewrganegaraan BahasaPendidikan Kewrganegaraan, Bahasa, 
Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya, 
Penjasor, Keterampilan/ Kejuruan dan 
Muatan Lokal.
KETERAM‐
PILAN
PENGETA‐
HUAN
SMA/MA SMK/MAK
Muatan Lokal.   PILANHUAN
1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 81 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8
PEMINATAN SMA/MA  PEMINATAN SMK/MAK 
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 9/12
PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas :
a. muatan umum untuk SMA/MA,
SMALB dan SMK/MAK; terdiri atasSMALB dan SMK/MAK; terdiri atas
muatan :
1. pendidikan agama;p g ;
2. pendidikan kewarganegaraan;
3. bahasa;
4 ik4. matematika;
5. ilmu pengetahuan alam;
6 ilmu pengetahuan sosial;6. ilmu pengetahuan sosial;
7. seni dan budaya;
8. pendidikan jasmani dan olahraga;j g
9. keterampilan/kejuruan; dan
10. muatan lokal
77
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 10/12
PENDIDIKAN MENENGAHPENDIDIKAN MENENGAH 
terdiri atas  : 
b Muatan peminatan akademikb. Muatan peminatan akademik 
SMA/MA atau bentuk lain yang 
sederajat terdiri atas: 
1. matematika dan ilmu 
pengetahuan alam; p g ;
2. ilmu pengetahuan sosial; 
3 b h d b d t3. bahasa dan budaya; atau
4. peminatan lainnya. 
78
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 11/12
PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atasPENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas :
Muatan peminatan kejuruan SMK/MAK bentuk
lain yang sederajat terdiri atas:
1 t k l i d k1. teknologi dan rekayasa;
2. kesehatan;
3. seni, kerajinan, dan pariwisata;j p ;
4. teknologi informasi dan
komunikasi;
5 agribisnis dan agroteknologi;5. agribisnis dan agroteknologi;
6. bisnis dan manajemen;
7. perikanan dan kelautan; atau
8. peminatan lain yang diperlukan
masyarakat.
(Ketentuan lebih lanjut mengenai muatan peminatan 
akademik dan muatan pilihan lintas minat atau 
pendalaman minat SMA/MA, SMALB serta muatan 
peminatan kejuruan dan pilihan lintas minat atau 
pendalaman minat untuk SMK/MAK diatur dalam 
79
p /
Peraturan Menteri).
FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 12/12
PENDIDIKAN NONFORMAL terdiri atasPENDIDIKAN NONFORMAL terdiri atas :
a. Struktur Kurikulum pendidikan
nonformal berisi programp g
pengembangan kecakapan hidup
yang mencakup keterampilan
fungsional, sikap dan kepribadiang p p
profesional, dan jiwa wirausaha
mandiri, serta Kompetensi dalam
bidang tertentu.g
b. Struktur Kurikulum pendidikan
nonformal terdiri atas struktur
k ik lkurikulum:
1. satuan pendidikan nonformal; dan
2 didik f l2. program pendidikan nonformal.
(Ketentuan lebih lanjut mengenai Struktur Kurikulum 
pendidikan nonformal diatur dalam Peraturan Menteri)
80
pe d d a o o a d atu da a e atu a e te )
Usulan SUsulan Strukturtruktur KKurikulum 2013urikulum 2013Usulan SUsulan Struktur  truktur  KKurikulum 2013urikulum 2013
(untuk uji publik)(untuk uji publik)
81
PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2013
Struktur Kurikulum Sekarang Usulan Struktur Kurikulum BaruStruktur Kurikulum Sekarang
No Komponen I II III IV V VI
A Matapelajaran
No Komponen I II III IV V VI
A Kelompok A Tematikp j
1 Pend. Agama 3 3 3
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
p
1 Pend. Agama 4 4 4 4 4 4
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6
Tematik
3 Bahasa Indonesia 5 5 5
4 Matematika 5 5 5
5 IPA 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
B K l k B
6 IPS 3 3 3
7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4
P d J i OR &
B Kelompok B
1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6
2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4
8
Pend. Jasmani, OR & 
Kes.
4 4 4
B Muatan Lokal 2 2 2
C P b Di i 2 2 2
Jumlah 30 32 34 36 36 36
C Pengembangan Diri 2 2 2
Jumlah 26 27 28 32 32 32
Fenomena Alam, Sosial dan Budaya sebagai 
obyek pembelajaran. Oleh karena itu, secara 
substantif tetap diajarkan.meskipun tidak ada 
Mapel IPA, IPS. 
82
PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2013
Struktur Kurikulum Sekarang Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV‐VI)Struktur Kurikulum Sekarang Usulan: Pemisahan IPA dan IPS  (Kelas IV VI)
No Komponen I II III IV V VI
A Matapelajaran
No Komponen I II III IV V VI
A Kelompok A
1 Pend. Agama 4 4 4 3 3 3
2 P d P il & K 5 6 6 4 4 4
Tematik
p j
1 Pend. Agama 3 3 3
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 4 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 IPA ‐ ‐ ‐ 3 3 3
3 Bahasa Indonesia 5 5 5
4 Matematika 5 5 5
5 IPA 4 4 4
6 IPS ‐ ‐ ‐ 3 3 3
B Kelompok B
1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6
2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4
6 IPS 3 3 3
7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4
P d J i OR &
No Komponen I II III IV V VI
A K l k A Tematik
Jumlah 30 32 34 36 36 36
Usulan: Pemisahan IPA dan IPS  (Kelas V‐VI)
8
Pend. Jasmani, OR & 
Kes.
4 4 4
B Muatan Lokal 2 2 2
C P b Di i 2 2 2
A Kelompok A
1 Pend. Agama 4 4 4 4 3 3
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 4 4
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 7 7
k
Tematik
C Pengembangan Diri 2 2 2
Jumlah 26 27 28 32 32 32
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 IPA ‐ ‐ ‐ ‐ 3 3
6 IPS ‐ ‐ ‐ ‐ 3 3
B Kelompok B
1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6
2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4
Jumlah 30 32 34 36 36 36
83
MATERI KURIKULUM SD/MI Tahun 1994 – 2013MATERI KURIKULUM SD/MI Tahun 1994 – 2013
No Komponen I II III IV V VI No Komponen I II III IV V VI
Struktur Kurikulum 1994 Struktur Kurikulum 2004
No Komponen I II III IV V VI
1 Pend. Agama 2 2 2 2 2 2
2
Pend. Pancasila dan
Kewarganegaraan
2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 10 10 10 8 8 8
No Komponen I II III IV V VI
1 Pend. Agama
MATIK
3
2 Pend. Kewarganegaraan ‐
3 Bahasa Indonesia 5
4 Matematika 53 Bahasa Indonesia 10 10 10 8 8 8
4 Matematika 10 10 10 8 8 8
5 IPA ‐ ‐ 3 6 6 6
6 IPS ‐ ‐ 3 5 5 5
7 K T & K i 2 2 2 2 2 2
dekatanTEM
4 Matematika 5
5 IPA 4
6 IPS 4
7 Ker. Tangan & Kesenian 4
8 P d J i OR & K7 Ker. Tangan & Kesenian 2 2 2 2 2 2
8 Pend. Jasmani & Kes. 2 2 2 2 2 2
9 Muatan Lokal 2 2 4 5 7 7
10 Pengembangan Diri ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
J l h 30 30 38 40 42 42
Pen
8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4
9 Muatan Lokal ‐
10 Pengembangan Diri 2
Jumlah 27 31
Jumlah 30 30 38 40 42 42
No Komponen I II III IV V VI
1 Pend. Agama 3 3 3
No Komponen I II III IV V VI
1 Pend. Agama 4 4 4 4 4 4
Struktur Kurikulum 2013Struktur Kurikulum 2006
g
P d k
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 5 5 5
4 Matematika 5 5 5
5 IPA 4 4 4
g
2
Pend. Pancasila & 
Kewarganegaraan
5 6 6 6 6 6
3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
Pendekatan
TEMATIK
5 IPA 4 4 4
6 IPS 3 3 3
7
Seni Budaya &
Keterampilan
4 4 4
8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4
ate at a 5 6 6 6 6 6
5 IPA ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
6 IPS ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
7 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6
8 Pend Jasmani OR & Kes 4 4 4 4 4 48 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4
9 Muatan Lokal 2 2 2
10 Pengembangan Diri 2 2 2
Jumlah 26 27 28 32 32 32
8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4
9 Muatan Lokal ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
10 Pengembangan Diri ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
Jumlah 30 32 34 36 36 36
84
MATERI KURIKULUM SMP/MTs Tahun 1994 – 2013MATERI KURIKULUM SMP/MTs Tahun 1994 – 2013
No Komponen VII VIII IX No Komponen VII VIII IX
Struktur Kurikulum 1994 Struktur Kurikulum 2004
No Komponen VII VIII IX
1 Pend. Agama 2 2 2
2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 M t tik 6 6 6
No Komponen VII VIII IX
1 Pend. Agama 2 2 2
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 5 5 5
4 Matematika 5 5 54 Matematika 6 6 6
5 IPA 6 6 6
6 IPS 6 6 6
7 Bahasa Inggris 4 4 4
4 Matematika 5 5 5
5 IPA 5 5 5
6 IPS 5 5 5
7 Bahasa Inggris 4 4 4
8 K i 2 2 28 Ker. Tangan & Kesenian 2 2 2
9 Pend. Jasmani & Kes. 2 2 2
10 Muatan Lokal 6 6 6
Jumlah 42 42 42
8 Kesenian 2 2 2
9 Pend. Jasmani 3 3 3
10 TIK / Keterampilan 2 2 2
Jumlah 35 35 35
No Komponen VII VIII IX
1 Pend. Agama 2 2 2
2 Pend Kewarganegaraan 2 2 2
No Komponen VII VIII IX
1 Pendidikan Agama 3 3 3
Pendidikan Pancasila &
Struktur Kurikulum 2013Struktur Kurikulum 2006
2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 4
5 IPA 4 4 4
6 IPS 4 4 4
2
Pendidikan Pancasila & 
Kewarganegaraan
3 3 3
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 5 5
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 56 IPS 4 4 4
7 Bahasa Inggris 4 4 4
8 Seni Budaya 2 2 2
9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan 2 2 2
10 Keterampilan / TIK 2 2 2
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7 Bahasa Inggris 4 4 4
8 Seni Budaya (termasuk mulok) 3 3 3
Pend Jasmani OR & Kesehatan10 Keterampilan / TIK 2 2 2
11 Muatan Lokal 2 2 2
12 Pengembangan Diri 2* 2* 2*
Jumlah 32 32 32
9
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
(termasuk mulok)
3 3 3
10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2
Jumlah 38 38 38 85
SStrukturtruktur KKurikulum 2013urikulum 2013SStruktur  truktur  KKurikulum 2013urikulum 2013
(sesuai Permendikbud)(sesuai Permendikbud)
86
No Permasalahan Penyelesaian
Dasar Pemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD
No Permasalahan Penyelesaian
1 Capaian pembelajaran disusun berdasarkan 
materi pelajaran bukan kompetensi yang 
harus dimiliki peserta didik
Perlunya ditetapkan standar kompetensi kelulusan 
dan standar kompetensi kelas untuk menyatakan 
capaian pembelajaranharus dimiliki peserta didik capaian pembelajaran
2 Kompetensi diturunkan dari pengetahuan 
yang diperoleh dari mata pelajaran
Kompetensi  dirumuskan dalam tiga domain, yaitu 
sikap, keteramilan, dan pengetahuan
3 l k l k l k k i i i k3 Walaupun kelas I – III menerapkan 
pembelajaran tematik, tidak ada kompetensi 
inti yang mengikat semua mata pelajaran
Perlunya merumuskan kompetensi inti untuk 
masing‐masing kelas
4 Wala p n kelas I III menerapkan Mata pelajaran har s diperg nakan sebagai4 Walaupun kelas I‐III menerapkan 
pembelajaran tematik, tetapi warna mata 
pelajaran sangat kental bahkan berjalan 
sendiri‐sendiri dan saling mengabaikan
Mata pelajaran harus dipergunakan sebagai 
sumber kompetensi bukan yang yang diajarkan
g g
5 Kompetensi siswa hanya diukur dari 
kompetensi pengetahuan yang diperolehnya 
melalui penilaian berbasis tes tertulis
Penilaian terhadap semua domain kompetensi 
menggunakan penilaian otentik [proses dan hasil]
6 Penilaian hanya berdasarkan kompetensi 
dasar saja
Penilaian berdasarkan kompetensi dasar dan 
kompetensi inti
8787
No Permasalahan Penyelesaian
Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan
No Permasalahan Penyelesaian
7 Peserta didik pada jenjang  satuan sekolah dasar 
belum perlu diajak berfikir tersegmentasi dalam 
mata pelajaran mata pelajaran terpisah karena
Perlunya proses pembelajaran yang menyuguhkan 
keutuhan pada peserta didik melalui pemilihan 
temamata pelajaran‐mata pelajaran terpisah karena  
masih berfikir utuh 
tema 
8 Banyak sekolah alternatif yang menerapkan 
sistem pembelajaran integratif berbasis tema
Perlunya menerapkan sistem pembelajaran 
integratif berbasis temasistem pembelajaran integratif berbasis tema 
yang menujukkan hasil menggembirakan
integratif berbasis tema
9 Adanya keluhan banyaknya buku yang harus 
dibawa oleh anak sekolah dasar sesuai dengan
Perlunya penyederhanaan mata pelajaran
dibawa oleh anak sekolah dasar sesuai dengan 
banyaknya mata pelajaran
10 Indonesia menerapkan sistem guru kelas dimana 
semua mata pelajaran [kecuali agama, seni 
Perlunya membantu memudahkan tugas guru 
dalam menyampaikan pelajaran sebagai suatu p j [ g
budaya, dan pendidikan jasmani] diampu oleh 
satu orang guru
y p p j g
keutuhan dengan meminimumkan jumlah mata 
pelajaran tanpa melanggar ketentuan konstitusi 
[idealnya tanpa mata pelajaran sama]
11 Banyak negara menerapkan sistem 
pembelajaran berbasis tematik‐
integratif sampai SD kelas VI, seperti Finlandia, 
England Jerman Scotland Perancis Amerika
Dapat dipergunakan sebagai acuan dalam usaha 
meringankan beban guru kelas yang harus 
mengampu sejumlah mata pelajaran
England, Jerman, Scotland, Perancis, Amerika 
Serikat (sebagian), Korea Selatan, Australia, 
Singapura, New Zealand,, Hongkong, Filipina
8888
No Komponen Rancangan
Usulan Rancangan Struktur Kurikulum SD
No Komponen Rancangan 
1 Berbasis tematik‐terpadu sampai kelas VI
2 Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas 
3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba, 
mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran
4 Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran
5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10  dapat dikurangai menjadi 6 melalui 
pengintegrasian beberapa mata pelajaran: 
‐IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll
‐IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
‐Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, 
Olahraga dan Kesehatan
‐Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaranMata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
6 Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya  bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu 
melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam 
berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.
7 Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah 
atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa 
Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui p y g , j p
kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll 
8 Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian
8989
Rasional IPA dan IPS di Sekolah Dasar
• Masalah fokus pembelajaran: ada istilah‐istilah IPA yang memiliki arti 
berbeda dengan istilah‐istilah umum pada matapelajaran Bahasa 
Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.Indonesia, misalnya:  gaya ,  usaha ,  daya , dll.  
• Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing‐masing. Jika 
indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran Bahasa 
I d i j di IPAIndonesia menjadi IPA.
• Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan 
terjadi pendangkalan materi IPA  terhapusnya beberapa bagian materi j p g p y p g
IPA , dampak negatifnya:
– Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun 
A k tid k b k ti i til h i til h IPA hi tid k k– Anak tidak banyak mengerti istilah‐istilah IPA, sehingga tidak suka 
membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains.
• Peserta didik kelas IV – VI  usia 10 – 12 tahun  sudah masuk pada tahap 
berpikir abstrak  operasi formal  , sehingga sudah mampu memahami 
konsep‐konsep keilmuan secara sederhana
• Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah proses pembelajaran di SD• Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah, proses pembelajaran di SD 
tetap dapat dilaksanakan dengan pendekatan tematik‐terpadu.
9090
STRUKTUR KURIKULUM SD
No Komponen I II III IV V VI
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi  4 4 4 4 4 4g
Pekerti
2 PPKN 5 5 6 5 5 5
3 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 73 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7
4 Matematika 5 6 6 6 6 6
5 IPA 3 3 3
6 IPS 3 3 3
Kelompok B
7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk 4 4 4 5 5 57 Seni Budaya & Prakarya (termasuk 
muatan lokal*)
4 4 4 5 5 5
8 Pend. Jasmani, OR & Kes  4 4 4 4 4 4
(termasuk muatan lokal).
Jumlah 30 32 34 36 36 36
Catatan: 
1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah
2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas  III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 91
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 1/3
P didik d liti ki i b h k lih t d i• Pendidik dan peneliti meyakini bahwa anak melihat dunia 
sebagai suatu keutuhan yang terhubung, bukannya penggalan‐
penggalan yang lepas dan terpisah. [Departemen Pendidikan 
Alb K d ]Alberta, Kanada]
• Walaupun sekolah dasar dirancang dengan menggunakan 
mata pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satumata pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satu 
dengan yang lain [seperti pada KBK 2004 dan KTSP 2006], 
mapel tertentu akan menghasilkan keluaran‐keluaran yang 
sama dengan mapel lainnya [Departemen Pendidikan Albertasama dengan mapel lainnya. [Departemen Pendidikan Alberta, 
Kanada]
• Mapel‐mapel yang berbeda tersebut, ternyata sangat banyak p p y g , y g y
keterkaitan satu sama lain [sebagaimana tampak pada 
rumusan kompetensi dasar KTSP 2006]. Dengan demikian 
keterpaduan konten pada berbagai mapel dan arahan bagi ete padua o te pada be baga ape da a a a bag
siswa untuk dapat membuat keterkaitan antar mapel akan 
memperkuat pembelajaran siswa. [Departemen Pendidikan 
Alberta, Kanada]
92
Alberta, Kanada]  
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3
• Kurikulum terpadu sebagai panutan dalam tematik terpadu 
adalah salah satu pendekatan pembelajaran dimana kompetensi 
[pengetahuan keterampilan dan sikap] dari berbagai mapel[pengetahuan, keterampilan, dan sikap] dari berbagai mapel 
digabungkan menjadi satu untuk merumuskan pemahaman 
yang lebih mendalam dan mendasar tentang apa yang harus 
dikuasai siswa.dikuasai siswa.
• Telah banyak peneliti pendidikan yang menekankan pentingnya 
pembelajaran terpadu seperti Susan Drake, Heidi Hayes Jacobs, 
James Beane and Gordon Vars dll yang menyatakan bahwaJames Beane and Gordon Vars, dll yang menyatakan bahwa 
kurikulum adalah terkait, terpadu, lintas disiplin, holistik, dan 
berbagai istilah lain yang memiliki arti yang sama. 
• James Beane lebih jauh menekankan “When we are confronted 
in real life with a compelling problem or puzzling  situation, we 
don’t ask which part is mathematics, which part is science, 
hi h i hi d I d d kwhich part is history, and so on. Instead we draw on or seek out 
knowledge and skill from any and all sources that might be 
helpful”
93
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3
Bagi sekolah dasar yang menganut sistem guru kelas, tematik 
terpadu akan memberikan banyak keuntungan antara lain:
• Fleksibilitas pemanfaatan waktu dan menyesuaikannya dengan 
kebutuhan siswa
• Menyatukan pembelajaran siswa konvergensi pemahamanMenyatukan pembelajaran siswa, konvergensi pemahaman 
yang diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi 
antar mata pelajaran
Merefleksikan d nia n ata dih d i k di h d• Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah dan 
lingkungannya
• Selaras dengan cara anak berfikir, dimana menurut penelitian g f , p
otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak 
menerima banyak hal dan mengolah dan merangkumnya 
menjadi satu. Sehingga mengajarkan secara holistik terpadu 
d l h l d b k k l hadalah sejalan dengan bagaimana otak anak mengolah 
informasi.
94
No Komponen VII VIII IX
Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan B di Pekerti 3 3 31 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 3
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 5 5
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5
6 Il P t h S i l 4 4 46 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
7 Bahasa Inggris 4 4 4
Kelompok Bp
8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 3 3 3
9
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
(t k l k)
3 3 3
(termasuk mulok)
10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2
Jumlah 38 38 38
* Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
95
Mata Pelajaran
Kelas
Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah
Mata Pelajaran
X XI XII
Kelompok  A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 31 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4
4 Matematika 4 4 44 Matematika 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 2
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3
9 Prakarya dan Kewirausahaan  2 2 2
Jumlah jam pelajaran Kelompok A dan B per minggu 24 24 24
Kelompok C PeminatanKelompok C Peminatan
Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMA) 24 24 24
( )
96
Jumlah Jam  Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMA) 42 44 44
Jumlah Jam  Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMK) 48 48 48
K l
Struktur Kurikulum Peminatan SMA
MATA PELAJARAN
Kelas
X XI XII
Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24
Kelompok C (Peminatan)p ( )
Peminatan Matematika dan Iilmu Alam
I 1 Matematika 3 4 4
2 Biologi 3 4 4
3 Fi ik 3 4 43 Fisika 3 4 4
4 Kimia 3 4 4
Peminatan Ilmu‐Ilmu Sosial
II 1 Geografi 3 4 4g
2 Sejarah 3 4 4
3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4
4 Ekonomi 3 4 4
P i t Il B h d B dPeminatan Ilmu Bahasa dan Budaya
III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4
2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4
3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 43 g y 3 4 4
4 Antropologi 3 4 4
Mata Pelajaran Pilihan
Pilihan Lintas Kelompok Peminatan atau Pendalaman Minat 6 4 4
J l h J P l j Y T di iJumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 68 72 72
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44
MATA  PELAJARAN
KELAS
X XI XII
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti  3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 22. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  2 2 2
3. Bahasa Indonesia  4 4 4
4. Matematika  4 4 4
5. Sejarah Indonesia  2 2 2
6. Bahasa Inggris  2 2 2
Kelompok B (Wajib)
7. Seni Budaya  2 2 2
8 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 28. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2
9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan  3 3 3
Jumlah kelompok A dan B 24 24 24
Kelompok C (Peminatan)
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi 24 24 24
TOTAL 48 48 48
98
D
AAspekspek IImplementasimplementasiAAspek spek IImplementasimplementasi
99
ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:  1/2
SEBAGAI GURU : 
• Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh 
kurikulum 2013 ?
• Langkah‐langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu, 
pendekatan saintifik inquiry discovery learning project basedpendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based  
learning ?
• Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic, 
portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor, 
PADA SKALA
yang akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ?
SEBAGAI KEPALA SEKOLAH : 
• Bagaimana menyusun jadwal ?
PADA SKALA 
IMPLEMENTASI  
PERTANYAAN 
KRUSIALNYA
• Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ?
• Bagaimana menumbuhkan  kultur sekolah melalui pola kepemimpinan 
yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ?
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :KRUSIALNYA  
ADALAH:
SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH : 
• Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan fungsi kami 
sebagai pengawas ?
SEBAGAI AKADEMISI:
• Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini dalam rangka 
membangun generassi emas 2045.
SEBAGAI MASYARAKAT: 
• Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di 
Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa 
anak‐anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:  1/2
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
PELAPORAN 
KOMPETENSI 
SISWA (RAPOR)
PERANCANGAN  
PROSES PEROLEHAN 
KOMPETENSI 
(PROSES BELAJAR) 
ARSITEKTUR 
INSTRUMEN 
PENILAIAN 
KOMPETENSI
RANCANGAN PROSES 
PENILAIAN 
PENGADMINSTRASIAN  SISWA (RAPOR)
DAN MATERI KOMPETENSI
PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :
JADWAL, KALENDER PENDIDIKAN, POLA SUPERVISI, SISTEM PERENCANAAN, 
PEMINATAN, KULTUR, AKTIVITAS PENGENDALIAN, REVITALISASI KEGIATAN 
EKSTRAKURIKULER, DSB.
PELATIHAN GURU KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS:
EKSTRAKURIKULER, DSB.
PELATIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS: 
• PENETAPAN DESAIN : PERUBAHAN MIND SET  KETERAMPILAN 
MENERAPKAN KURIKULUM 2013
• PENETAPAN MATERIPENETAPAN MATERI
• PENETAPAN PESERTA, NS, IN, GI dan GS
• SISTEM EVALUASI dan PENJAMINAN MUTU
GURUGURU
SEKOLAH SBG
PUSAT 
PERADABAN 
MBS DAN  
KEPEMIMPINAN 
SEKOLAHEVALUASI DIRI
SEKOLAH (EDS)
BAGI SISWA
SEKOLAH (EDS)
IKLIM DAN 
KULTUR SEKOLAH
PROSES BELAJAR  SISTEM EVALUASI
• Tematik Terpadu • Quality Control
PROSES STANDARISASI :
• Pendekatan Scientific
• Problem dan Project 
Based learning
• Motivator
• Accountability
• Seleksi
Di tik
PROSES STANDARISASI :
• Kriteria
• Instrumentasi
• Kewilayahan
• Diagnostik
• Legitimasi
y
BENCMARK
102
Results of Mathematics (8th Grade)
2007 2011
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
0%
50%
60%
70%
80%
0%
50%
60%
70%
80%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
ese Taipei 
Singapore
a, Rep. of
Japan
Turkey
Malaysia
Thailand
Iran
udi Arabia
Morocco
Indonesia
0%
ese Taipei 
a, Rep. of
Singapore
Japan
Turkey
Thailand
Malaysia
Iran
Indonesia
Morocco
udi Arabia
Chine
S
Kore
Sau
I
Chine
Kore
S
I
Sau
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara 
hampir 50%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan 
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang y , p y g
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
1010
33
Results of Science(8th Grade)
2007 2011
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
50%
60%
70%
80%
50%
60%
70%
80%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
ingapore
ese Taipei
Japan
a, Rep. of
Malaysia 
Thailand 
Turkey
Iran
ndonesia 
Morocco
di Arabia 
0%
ingapore
ese Taipei
a, Rep. of
Japan
Turkey
Iran
Malaysia 
Thailand 
di Arabia 
ndonesia 
Morocco
S
Chine
Korea
M
T
In
Saud
S
Chine
Korea
M
T
Saud
In
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara 
hampir 40%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan 
keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang y , p y g
diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
1010
44
Results of Reading (4th Grade)
2006 2011
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
90%
100%
Very Low Low Intermediate High Advance
50%
60%
70%
80%
50%
60%
70%
80%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
10%
20%
30%
40%
0%
ingapore
ese Taipei
Iran
di Arabia
ndonesia
Morocco 
0%
ingapore
ese Taipei
Iran
ndonesia
Morocco 
S
Chine
Sau
In
M
S
Chine
In
M
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih
dari 50%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan 
bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di , p y g j
Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
1010
55
RASIONALRASIONAL KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013 
PPT 1 1PPT ‐ 1.1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
 Kurikulum menurut Undang‐undang Nomor 20 Tahun 2003 
P l 1 A t (19) d l h k t dPasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan 
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta 
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraancara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan 
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan 
tertentu.
 Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan 
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah 
dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup 
k i ik h d k ilkompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara 
terpadu.
22
Pendekatan dalam Penyusunan SKL 
pada KBK 2004 dan KTSP 2006
Mapel 1 Mapel 2 Mapel 3 Mapel n....Mapel 1
SKL Mapel 1
Mapel 2
SKL Mapel 2
Mapel 3
SKL Mapel 3
Mapel n
SKL Mapel n
....
....SKL Mapel 1
SK‐KD Mapel
SKL Mapel 2
SK‐KD Mapel
SKL Mapel 3
SK‐KD Mapel
SKL Mapel n
SK‐KD Mapel....
Standar Isi
1 2 3 n
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan
SK‐KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar 33
Tantangan Internal
 Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar 
Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan, 
Standar Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar 
P didik d T K didik St d I i St dPendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Isi, Standar 
Proses, Standar Penilaian, dan Standar Kompetensi 
LulusanLulusan.
T i l l i k i d f k Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor 
perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari 
pertumbuhan penduduk usia produktifpertumbuhan penduduk usia produktif.
44
Reformasi Pendidikan Mengacu pada 8 Standar
KURIKULUM 2013
STANDAR ISI
STANDAR 
KOMPETENSI
STANDAR (PROSES)
PENILAIAN
STANDAR ISI KOMPETENSI 
LULUSANSTANDAR PROSES 
(PEMBELAJARAN)
DIK
N
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi, Pembayaran Tunjangan Sertifikasi, Uji 
Kompetensi dan Pengukuran Kinerja
RTA DID
ULUSAN
STANDAR SARANA‐PRASARANA
Rehab Gedung Sekolah, RKB, Penyediaan Lab dan Perpustakaan, 
Penyediaan Buku
p g j
PESE
LU
STANDAR PEMBIAYAAN
BOS, Bantuan Siswa Miskin, BOPTN/Bidik Misi (di PT)
y
55
STANDAR PENGELOLAAN
Manajemen Berbasis Sekolah
Perkembangan Penduduk sebagai Modal
Kompeten
Modal 
Pembangunan
SDM 
Usia Produktif
Pembangunan
Transformasi
 Kurikulum
 PTK
Usia Produktif 
(2020‐2035) 
Melimpah
Transformasi 
melalui 
Pendidikan
 Sarpras
 Pendanaan
P l l
Melimpah
Tidak 
Kompeten
Beban 
Pembangunan
 Pengelolaan
66
Tantangan Eksternal
Tantangan Masa Depan
• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
• Masalah lingkungan hidup.
• Kemajuan teknologi informasi.j g
• Konvergensi ilmu dan teknologi.
• Ekonomi berbasis pengetahuan.
• Kebangkitan industri kreatif dan budayaKebangkitan industri kreatif dan budaya.
• Pergeseran kekuatan ekonomi dunia.
• Pengaruh dan imbas teknosains.
• Mutu investasi dan transformasi pada sektor pendidikan• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan.
• Materi TIMSS dan PISA.
77
Tantangan Eksternal
Kompetensi Masa Depanp p
• Kemampuan berkomunikasi.
• Kemampuan berpikir jernih dan kritis.
K ti b k i l t l h• Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan.
• Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab.
• Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap 
pandangan yang berbeda.
• Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal.
• Memiliki minat luas dalam kehidupan.p
• Memiliki kesiapan untuk bekerja.
• Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya.
• Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.
88
Tantangan Eksternal
Persepsi Masyarakat
• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
• Beban siswa terlalu berat
• Kurang bermuatan karakter
Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi
• NeurologiNeurologi
• Psikologi
• Observation based [discovery] learning dan Collaborative Learning
Fenomena Negatif  yang  Mengemuka
• Perkelahian pelajar
N k b• Narkoba
• Korupsi
• Plagiarisme 
• Kecurangan dalam Ujian (Nyontek)
• Gejolak masyarakat (social unrest)
99
PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
4 Penyesuaian Beban
KURIKULUM
3. Penguatan Proses
4. Penyesuaian Beban
KBK 2004
KTSP 2006
KURIKULUM 
2013
2. Pendalaman dan 
Perluasan Materi
1. Penataan Pola 
Pikir dan Tata 
KelolaKelola
TANTANGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL
10101010
Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum 
No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan
1
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari 
Standar Isi
Standar Kompetensi Lulusan 
diturunkan dari kebutuhan 
Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan 
Standar Isi diturunkan dari
2
Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan 
Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar 
Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata 
Standar Isi diturunkan dari 
Standar Kompetensi Lulusan 
melalui Kompetensi Inti yang 
b b t l j
p p
Pelajaran
bebas mata pelajaran
Pemisahan antara mata pelajaran 
Semua mata pelajaran harus 
b k t ib i t h d
3
p j
pembentuk sikap, pembentuk keterampilan,
dan pembentuk pengetahuan
berkontribusi terhadap 
pembentukan sikap, 
keterampilan, dan pengetahuan,
4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari 
kompetensi yang ingin dicapai
M t l j l t d l i S t l j diik t
5
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, 
seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat 
oleh kompetensi inti (tiap kelas)
1111
Penyempurnaan Pola Pikir
1 Berpusat pada Guru Berpusat pada Siswa
2 Satu Arah Interaktif2 Satu Arah  Interaktif
3 Isolasi  Lingkungan Jejaring
4 Pasif  Aktif‐Menyelidiki
5 Maya/Abstrak  Konteks Dunia Nyata
6 Pribadi  Pembelajaran Berbasis Tim
Menuju
7
Luas (semua materi 
diajarkan)
Perilaku Khas Memberdayakan 
Kaidah Keterikatan
Sti l i R T l Sti l i k S l P j
Menuju
8
Stimulasi Rasa Tunggal 
(beberapa panca indera)
Stimulasi ke Segala Penjuru 
(semua Panca indera)
9
Alat Tunggal (papan tulis) Alat Multimedia (berbagai 
9
gg (p p ) ( g
peralatan teknologi pendidikan)
10 Hubungan Satu Arah  Kooperatif
1212
Penyempurnaan Pola Pikir (lanjutan)
11 Produksi Masa (siswa 
memperoleh dokumen yg 
sama)
Kebutuhan Pelanggan (siswa 
mendapat dokumen sesuai dgn 
ketertarikan sesuai potensinya)sama) ketertarikan sesuai potensinya)
12 Usaha Sadar Tunggal
(mengikuti cara yang 
Jamak (keberagaman inisiatif 
individu siswa)
seragam)
13 Satu Ilmu Pengetahuan 
Bergeser (mempelajari
Pengetahuan Disiplin Jamak 
(pendekatan multidisiplin)Bergeser (mempelajari 
satu sisi pandang ilmu)
(pendekatan multidisiplin)
14 Kontrol Terpusat Otonomi dan Kepercayaan 
Menuju
(kontrol oleh guru) (siswa diberi tanggungjawab)
15 Pemikiran Faktual  Kritis (membutuhkan pemikiran 
kreatif)kreatif)
16 Penyampaian Pengetahuan 
(pemindahan ilmu dari 
Pertukaran Pengetahuan (antara 
guru dan siswa, siswa dan siswa 
guru ke siswa) lainnya)
1313
Pola Pikir Perumusan Kurikulum 
No KBK 2004 KTSP 2006 Kurikulum 2013
1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari  Standar Kompetensi Lulusan p
Standar Isi
p
diturunkan dari kebutuhan 
2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata 
Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata
Standar Isi diturunkan dari Standar 
Kompetensi Lulusan melaluiPelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata 
Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi 
dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Kompetensi Lulusan melalui 
Kompetensi Inti yang bebas mata 
pelajaran
3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk Semua mata pelajaran harus3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk 
sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk 
pengetahuan
Semua mata pelajaran harus 
berkontribusi terhadap 
pembentukan sikap, keterampilan, 
dan pengetahuandan pengetahuan,
4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari 
kompetensi yang ingin dicapai
5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti 
sekumpulan mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh 
kompetensi inti (tiap kelas)
1414
Langkah Penguatan Proses
Proses Karakteristik Penguatan
Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, 
mencoba, menalar,....
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak
Pembelajaran
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak 
pembelajaran untuk semua mata pelajaran.
Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu 
[discovery learning].
Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, 
pembawa pengetahuan dan berfikir logis sistematis dan kreatifpembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif.
Mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi.
Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran 
Penilaian
p p y y g p
mendalam [bukan sekedar hafalan].
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa.
Menggunakan portofolio pembelajaran siswa.
1515
Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD
Pelaku Beban Penyelesaian
Menyusun SilabusMenyusun Silabus.
Disediakan buku pegangan guru
Mencari buku yang sesuai.
Mengajar beberapa mata pelajaran 
Guru
dengan cara berbeda.
Pendekatan tematik terpadu
k t b k t k
Mengajar banyak mata pelajaran.
Menggunakan bahasa Indonesia sebagai menggunakan satu buku untuk 
semua mata pelajaran sehingga 
dapat selaras dengan 
kemampuan Bahasa Indonesia
Menggunakan bahasa Indonesia sebagai 
penghela mata pelajaran yang lain 
sehingga selaras.
M k il h b i kemampuan Bahasa Indonesia 
sebagai alat komunikasi dan 
carrier of knowledge.
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai 
penggerak pembahasan.
Mempelajari banyak mapel.
Murid
Mempelajarai mata pelajaran dengan cara 
berbeda.
Membeli buku P di b k t k l hMembeli buku. Penyedian buku teks oleh
pemerintah/daerah.Membeli lembar kerja siswa.
1616
Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan dan 
Pengetahuan untuk MembangunPengetahuan untuk Membangun 
Soft Skills dan Hard Skills1
PT
SMA/SMKSMA/SMK
SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
17171717
Terima Kasih
1818
ELEMEN PERUBAHANELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013 
PPT 1 2PPT ‐ 1.2
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Elemen Perubahan
Standar 
Kompetensi Lulusan
Standar Proses
El P b hElemen Perubahan 
Standar Isi Standar PenilaianStandar Isi Standar Penilaian
22
Elemen Perubahan
Elemen
Deskripsi
Elemen
SD SMP SMA SMK
Kompetensi 
L l
Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills
li ti k k t i ik k t il dLulusan yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan 
pengetahuan
Kedudukan  Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah 
mata 
pelajaran (ISI)
p y g p j
menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
Pendekatan Kompetensi dikembangkan melaluiPendekatan 
(ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
Tematik terpadu
dalam semua 
Mata 
pelajaran
Mata pelajaran Vokasinal
mata pelajaran
p j
33
Elemen Perubahan
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
• Holistik berbasis 
sains (alam, 
sosial, dan 
• TIK menjadi media 
semua 
matapelajaran
• Perubahan 
sistem: ada 
matapelajaran 
• Penambahan jenis 
keahlian  
berdasarkan 
budaya)
• Jumlah 
matapelajaran 
d i j di
• Pengembangan diri 
terintegrasi pada 
setiap 
l j d
wajib dan ada 
matapelajaran 
pilihan
j di
spektrum 
kebutuhan  (6 
program keahlian, 
40 bidang keahlian
Struktur 
Kurikulum 
(Mata pelajaran
dari 10 menjadi 6
• Jumlah jam 
bertambah 4 
JP/minggu akibat
matapelajaran dan 
ekstrakurikuler
• Jumlah 
matapelajaran dari
• Terjadi 
pengurangan 
matapelajaran 
yang harus
40 bidang keahlian, 
121 kompetensi 
keahlian)
• Pengurangan
dan alokasi 
waktu)
(ISI)
JP/minggu akibat 
perubahan 
pendekatan 
pembelajaran
matapelajaran dari 
12 menjadi 10
• Jumlah jam 
bertambah 6
yang harus 
diikuti siswa
• Jumlah jam 
bertambah 1 
Pengurangan 
adaptif dan 
normatif, 
penambahan 
d k ifbertambah 6 
JP/minggu akibat 
perubahan 
pendekatan 
JP/minggu 
akibat 
perubahan 
pendekatan
produktif
• produktif 
disesuaikan 
dengan trend
44
pembelajaran pendekatan 
pembelajaran
dengan trend 
perkembangan di 
Industri
Elemen Perubahan
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMKSD SMP SMA SMK
• Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan 
Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, 
Menyimpulkan, dan Mencipta. 
• Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  lingkungan sekolah 
dan masyarakat  
Proses 
pembelajar‐
an
• Guru bukan satu‐satunya sumber belajar.
• Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
T tik d IPA d IPS Ad t K t i• Tematik dan 
terpadu
• IPA dan IPS 
masing‐
masing 
diajarkan
• Adanya mata 
pelajaran wajib 
dan pilihan 
sesuai dengan
• Kompetensi 
keterampilan yang 
sesuai dengan standar 
industridiajarkan 
secara 
terpadu
sesuai dengan 
bakat dan 
minatnya
industri
55
Elemen Perubahan
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMKSD SMP SMA SMK
• Penilaian berbasis kompetensi
• Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan
Penilaian hasil 
belajar
Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan 
berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi 
sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
• Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar 
belajar
didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal) 
• Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL 
• Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama 
penilaianpenilaian 
Ekstrakurikuler • Pramuka (wajib)
• UKS
• Pramuka 
(wajib)
• Pramuka 
(wajib)
• Pramuka (wajib)
• OSIS
• PMR
• Bahasa Inggris
• OSIS
• UKS
• PMR
• OSIS
• UKS
• PMR
• UKS
• PMR
• Dll
66
• Dll • Dll
Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket
Mata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua SemuaMata pelajaran tertentu 
mendukung kompetensi
tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua 
kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan]
Semua 
Jenjang
Mata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang SemuaMata pelajaran dirancang 
berdiri sendiri dan 
memiliki kompetensi 
dasar sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang 
lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat
oleh kompetensi inti tiap kelas
Semua 
Jenjang
dasar sendiri
Bahasa Indonesia sejajar 
dengan mapel lain
Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain 
[sikap dan keterampilan berbahasa}
SD
Tiap mata pelajaran 
diajarkan dengan 
pendekatan berbeda
Semua mata pelajaran diajarkan dengan 
pendekatan yang sama [saintifik] melalui 
mengamati, menanya, mencoba, menalar,....
Semua 
Jenjang
Tiap jenis konten
pembelajaran diajarkan 
terpisah [separated
Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan 
terkait dan terpadu satu sama lain [cross 
curriculum atau integrated curriculum]
SD
curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan
dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya
SD
77
Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
KTSP 2006 Kurikulum 2013 Ket
T ik k k l I III T ik I if k K l I VI SDTematik untuk kelas I – III 
[belum integratif]
Tematik Integratif untuk Kelas I – VI  SD
TIK adalah mata  TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan  SMP
pelajaran sendiri sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain
Bahasa Indonesia 
sebagai pengetahuan
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan 
carrier of knowledge
SMP/ 
SMA/SMKsebagai pengetahuan carrier of knowledge /
Untuk SMA, ada 
penjurusan sejak kelas XI
Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran 
wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman 
minat
SMA/SMK
minat
SMA dan SMK tanpa 
kesamaan kompetensi
SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang 
sama terkait dasar‐dasar pengetahuan, keterampilan, 
SMA/SMK
dan sikap.
Penjurusan di SMK 
sangat detil [sampai
Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang
studi], didalamnya terdapat pengelompokkan 
SMA/SMK
keahlian] peminatan dan pendalaman
88
Perubahan untuk Semua Mata Pelajaran
No Implementasi
ik l
Kurikulum Baru
Kurikulum Lama
Materi disusun untuk 
memberikan Materi disusun seimbang mencakup kompetensi
1
memberikan 
pengetahuan kepada 
siswa
Materi disusun seimbang mencakup kompetensi
sikap, pengetahuan, dan keterampilan
2
Pendekatan 
pembelajaran adalah 
siswa diberitahu tentang 
Pendekatan pembelajaran berdasarkan 
pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data, 
penalaran dan penyajian hasilnya melalui2
g
materi yang harus
dihafal [siswa diberi 
tahu].
penalaran, dan penyajian hasilnya melalui 
pemanfaatan berbagai sumber‐sumber belajar 
[siswa mencari tahu]
tahu]. 
3
Penilaian pada 
pengetahuan melalui 
l d ji
Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap, 
pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan
f liulangan dan ujian portofolio. 
99
Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Sosial
No Implementasi
k l
Kurikulum Baru
Kurikulum Lama
1
Materi disajikan terpisah 
menjadi Geografi, Sejarah, 
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok 
Geografi Sejarah Ekonomi Sosiologi
Ekonomi, Sosiologi 
Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.
Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan 
pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan
2
Tidak ada platform, semua 
kajian berdiri sejajar
pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan 
lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya 
konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian 
sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi disajikan untuk j , g , y , j
mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh.
Diajarkan oleh guru 
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan 
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga
3
berbeda (team teaching) 
dengan sertifikasi
berdasarkan mata kajian
wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga 
siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar 
mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara 
terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnyaterpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya
1010
Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Alam
No Implementasi
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
Kurikulum Lama
1 Materi disajikan terpisah antara 
Fisika, Kimia, dan Biologi
Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Fisika, 
Kimia, Biologi
2 Tidak ada platform, semua 
kajian berdiri sejajar
Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan 
pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan 
benda beserta interaksi diantara benda‐benda tersebutbenda beserta interaksi diantara benda benda tersebut. 
Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi, fisika, 
kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil. 
3 Materi ilmu bumi dan anta‐riksa Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan3 Materi ilmu bumi dan anta riksa 
masih belum memadai 
[sebagian dibahas di IPS]
Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan 
standar internasional
4 Materi kurang mendalam dan Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis4 Materi kurang mendalam dan 
cenderung hafalan
Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis 
dan analitis sesuai dengan standar internasional
5 Diajarkan oleh guru berbeda 
(team teaching) dengan
Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan 
terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat(team teaching) dengan 
sertifikasi berdasarkan mata 
kajian
terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat 
memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut
sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam 
pada jenjang selanjutnya 1111
Perubahan pada Matematika
No Implementasi
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
Kurikulum Lama
1 Langsung masuk ke materi abstrak
Mulai dari pengamatan permasalahan konkret, kemudian 
ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan
2
Banyak rumus yang harus dihafal
untuk menyelesaikan 
permasalahan (hanya bisa 
menggunakan)
Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang 
diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan 
rumus‐rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa 
mnggunakan tetapi juga memahami asal‐usulnya)menggunakan) mnggunakan tetapi juga memahami asal usulnya)
3
Permasalahan matematika selalu 
diasosiasikan dengan [direduksi 
menjadi] angka  
Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa 
angka [gambar, grafik, pola, dsb]
j ] g
4
Tidak membiasakan siswa untuk 
berfikir kritis [hanya mekanistis]
Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk 
menyelesaikan permasalahan yang diajukan
Metode penyelesaian masalah
5
Metode penyelesaian masalah 
yang tidak terstruktur
Membiasakan siswa berfikir algoritmis
6
Data dan statistik dikenalkan di 
Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan data, 
dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan6
kelas IX saja
dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan 
standar internasional
7 Matematika adalah eksak Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 1212
Perubahan pada Bahasa Indonesia/Inggris
No Implementasi
Kurikulum Lama
Kurikulum Baru
1
Materi yang diajarkan 
ditekankan  pada  
tatabahasa/struktur bahasa
Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi 
berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan 
gagasan dan pengetahuan/ g g p g
2
Siswa tidak dibiasakan 
membaca dan memahami 
makna teks yang disajikan
Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks
serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa 
sendirimakna teks yang disajikan sendiri
3
Siswa tidak dibiasakan 
menyusun teks yang 
sistematis logis dan efektif
Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis, 
dan efektif melalui latihan‐latihan penyusunan teks
sistematis, logis, dan efektif
p y
4
Siswa tidak dikenalkan 
tentang aturan‐aturan teks 
Siswa dikenalkan dengan aturan‐aturan teks yang sesuai 
sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks4
yang sesuai dengan 
kebutuhan
sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks 
(sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana)
Kurang menekankan pada 
Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya
5
pentingnya ekspresi dan 
spontanitas dalam 
berbahasa
Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya 
dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan
secara spontan 1313
Perubahan pada 
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran
No Implementasi Kurikulum Baru
Kurikulum Lama
Materi disajikan 
berdasarkan empat pilar
Materi disajikan tidak berdasarkan pada 
pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan
1
berdasarkan empat pilar 
dengan pembahasan yang 
terpisah‐pisah
pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan 
tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam 
pembentukan karakter bangsa
Materi disajikan
2
Materi disajikan 
berdasarkan pasokan yang 
ada pada empat pilar 
kebangsaan
Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi 
warga negara yang bertanggung jawab (taat norma, 
asas, dan aturan) 
kebangsaan
3
Tidak ada penekanan pada 
tindakan nyata sebagai 
warga negara yang baik
Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk 
melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang 
baikwarga negara yang baik baik
4
Pancasila dan 
Kewarganegaraan disajikan 
Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya 
pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata4
sebagai pengetahuan yang 
harus dihafal
pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata 
dan sikap keseharian.
1414
Proses yang Mendukung Kreativitas
PROSES 
PEMBELAJARAN
Pendekatan saintifik dan 
k k lPEMBELAJARAN
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
 Observing [mengamati]
kontekstual
 Questioning [menanya]
 Associating [menalar]
 Experimenting [mencoba] 
 Networking [Membentuk jejaring]
P il i O ikPROSES PENILAIAN
 penilaian berbasis portofolio 
t tid k iliki j b t l
Penilaian Otentik
 pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, 
 memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, 
 menilai proses pengerjaannya bukan hanya 
hasilnyahasilnya, 
 penilaian spontanitas/ekspresif, 
 dll 1515
Terima KasihTerima Kasih
1616
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)
KOMPETENSI INTI (KI)KOMPETENSI INTI (KI)KOMPETENSI INTI (KI)KOMPETENSI INTI (KI)
KOMPETENSI DASAR (KD)KOMPETENSI DASAR (KD)
PPT ‐ 1.3
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UU 20/2003 Sisdiknas
Perpres 5/2010 RPJMN
PP 19/2005 SNP
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
KERANGKA DASAR 
KURIKULUMSKLSKL
PP 19/2005 SNP
PP 32/2013 Perubahan SNP
Standar Penilaian
…
STRUKTUR KURIKULUM 
NASIONAL
Muatan lokalMuatan lokal
Dokumen Kurikulum 
satuan/program 
pendidikan
D k K ik l
KTSPKTSP
Kompetensi Inti, 
K i DSILABUSSILABUS
Dokumen Kurikulum 
mapel
Pedoman implementasi
Buku Teks Pelajaran
B k P d G Kompetensi Dasar, 
Muatan Pembelajaran, 
Mata pelajaran, 
Beban belajar
SILABUSSILABUSBuku Panduan Guru
Dokumen Kurikulum lain
K i i i
PAUDPAUD
Beban belajar 
DOKUMEN DOKUMEN 
Kompetensi inti
Kompetensi dasar
Materi pembelajaran
Kegiatan pembelajaran PAUDPAUD
DIKDASDIKDAS
DIKMENDIKMEN
PNFPNF
KURIKULUMKURIKULUM Penilaian
Alokasi waktu
Sumber belajar.
PNFPNF
AlurAlur PengembanganPengembangan KurikulumKurikulum (PP 32 (PP 32 thth 2013)2013)
STRUKTUR 
KURIKULUM
Pengembangan
kepribadian
PAUD
STANDAR 
DIKDAS
DIKMEN
Muatan umum: nasional, lokal
Muatan umum : nasional, lokal
KOMPETENSI 
LULUSAN
DIKMEN
PNF
Peminatan akademik
Peminatan kejuruan
Peminatan lintas minat/ penalaman
Program kecakapan hidup
Peminatan lintas minat/ penalaman 
minat
`SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN
Kurikulum satuan/ program 
pendidikan
Kurikulum mata pelajaran
Kompetensi inti
Kompetensi
Pemerintah
Kurikulum mata pelajaran
pedoman implementasi 
Buku Teks Pelajaran
Buku Panduan Guru. 
Mulok dikmen
Kompetensi 
Dasar Provinsi
Kab/kota
Mulok, KTSP, RPP dan KBM
PENGELOLAAN 
KURIKULUM
Kab/kota
Satuan pend
Mulok dikdas`
Standar Kompetensi Lulusan
SIKAP  Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap 
 Orang yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan g y g , , p y ,
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan 
lingkungan sosial dan alam
 Serta  dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa 
KETERAMPILAN
dalam pergaulan dunia
 Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif 
d l h b t k d k k tdalam ranah abstrak dan konkret 
 Terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di 
sekolah sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. 
PENGETAHUAN  Memiliki pengetahuan Prosedural dan metakognitif dalam ilmu 
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan 
wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradabanwawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
 Terkait penyebab fenomena dan kejadian yang tampak mata 
yang mencakup penyebab, alternatif solusi, kendala dan solusi
akhir
44
Standar Kompetensi Lulusan
DOMAIN ELEMEN SD SMP SMA‐SMK
Proses Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
SIKAP
Proses Menerima  Menjalankan  Menghargai  Menghayati   Mengamalkan
Individu
BERIMAN, BERAKHLAK MULIA (JUJUR, DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, 
PEDULI, SANTUN), RASA INGIN TAHU, ESTETIKA, PERCAYA DIRI, 
MOTIVASI INTERNALSIKAP
Sosial TOLERANSI, GOTONG ROYONG, KERJASAMA, DAN MUSYAWARAH
Alam
POLA HIDUP SEHAT, RAMAH LINGKUNGAN, PATRIOTIK, DAN CINTA 
PERDAMAIANPERDAMAIAN
KETERAMPILAN
Proses
Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + 
Mencipta
Ab t k MEMBACA MENULIS MENGHITUNG MENGGAMBAR MENGARANGKETERAMPILAN Abstrak MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG, MENGGAMBAR, MENGARANG
Konkret
MENGGUNAKAN, MENGURAI, MERANGKAI, MEMODIFIKASI, 
MEMBUAT, MENCIPTA
PENGETAHUAN
Proses
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + 
Mengevaluasi
Obyek ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA
Subyek MANUSIA, BANGSA, NEGARA, TANAH AIR, DAN DUNIA
55
Standar Kompetensi Lulusan
DOMAIN SD SMP SMA‐SMK
SIKAP
MenerimaMenerima + + MenjalankanMenjalankan + + MenghargaiMenghargai + + Menghayati Menghayati + + MengamalkanMengamalkan
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN 
BERTANGGUNG JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN 
LINGKUNGAN SOSIAL, ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA 
MMengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +engamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +
KETERAMPILAN
MMengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + engamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + 
MenciptaMencipta
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG EFEKTIF DAN 
KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET
MengetahuiMengetahui + + MemahamiMemahami + + MenerapkanMenerapkan + + MenganalisaMenganalisa + + MengevaluasiMengevaluasi
PENGETAHUAN PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, 
BUDAYA DAN BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, 
KENEGARAAN, DAN PERADABAN
66
Prosedur Penyusunan Kompetensi Dasar Baru
SK‐KD Lama Mapel 
SKL Baru per kelasSKL Baru
• Mempertahankan SK KD 
lama yang sesuai dengan SKLlama yang sesuai dengan SKL 
Baru
• Merevisi SK KD lama 
disesuaikan dengan SKL Baru
Evaluasi
disesuaikan dengan SKL Baru
• Menyusun SK KD Baru
Sumber Kompetensi Su be o pete s
[Mapel per kelas]
Kompetensi  Inti
Kompetensi  Dasar Baru
77
SKL dan KI Sekolah Dasar Kelas I
Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kelas I
Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,  Menerima dan menjalankan ajaran agama dan 
menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan 
sikap  orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan 
bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif 
dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah
j j g
kepercayaan yang dianutnya.
Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalamdengan lingkungan sosial dan alam , di sekitar rumah, 
sekolah, dan tempat bermain
jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam 
berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba,
mengolah menyaji menalar mencipta] kemampuan pikir
Menyajikan pengetahuan faktual dalam 
bahasa yang jelas dan logis dalam karya yangmengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir 
dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak 
dan konkret  terkait dengan yang  ditugaskan kepadanya. 
bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang 
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan 
anak sehat, dan dalam tindakan yang 
mencerminkan perilaku anak beriman dan 
berakhlak mulia.
Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan, 
menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan 
k t l d l il t h t k l i i
Memahami pengetahuan faktual dengan cara
mengamati berdasarkan rasa ingin tahu 
t t di i khl k i t T h dkonseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, 
budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan, 
kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan 
kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat 
tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan 
kegiatannya, dan benda‐benda yang 
dijumpainya di rumah dan di sekolah
88
j g g , , p
bermain
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN SIKAP
SD SMP SMA/SMK DIKTI‐SARJANA
Memiliki perilaku yang  Memiliki perilaku  Memiliki perilaku  Memiliki perilaku yang 
mencerminkan sikap   yang mencerminkan 
sikap 
yang mencerminkan 
sikap 
mencerminkan sikap 
Orang beriman,  Orang beriman,  Orang beriman,  Orang beriman, berakhlak g ,
berakhlak mulia, 
percaya diri, dan 
bertanggung jawab 
g ,
berakhlak mulia, 
percaya diri, dan 
bertanggung jawab 
g ,
berakhlak mulia, 
percaya diri, dan 
bertanggung jawab 
g ,
mulia, mandiri, kreatif, 
bertanggung jawab , 
berbudaya, dan
dalam berinteraksi 
secara efektif dengan 
lingkungan sosial dan 
alam
dalam berinteraksi 
secara efektif dengan 
lingkungan sosial dan 
alam
dalam berinteraksi 
secara efektif dengan 
lingkungan sosial dan 
alam
berinteraksi secara efektif 
dengan lingkungan sosial 
dan alam
alam  alam  alam 
Di sekitar rumah, 
sekolah, dan tempat 
bermain
Dalam jangkauan 
pergaulan dan 
keberadaannya
Serta  dalam 
menempatkan dirinya 
sebagai cerminan 
Serta berkontribusi aktif
dalam kehidupan
berbangsa dan bernegarabe a ebe adaa ya sebaga ce a
bangsa dalam 
pergaulan dunia
be ba gsa da be ega a
termasuk berperan dalam
pergaulan dunia dengan
menjunjung tinggi
penegakan hukum
99
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN KETERAMPILAN
SD SMP SMA/SMK DIKTI‐SARJANA
Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan 
pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif 
dalam ranah abstrak 
d k k
pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif 
dalam ranah abstrak 
d k k
pikir dan tindak yang 
efektif dan kreatif 
dalam ranah abstrak 
d k k
pikir dan tindak yang 
efektif, kreatif dan
inovatif dalam ranah 
b k d k kdan konkret  dan konkret  dan konkret  abstrak dan konkret 
Terkait dengan yang  
ditugaskan 
Terkait dengan yang 
dipelajari di sekolah  
Terkait dengan 
pengembangan dari 
Terkait dengan
pengembangan dir
kepadanya.  yang dipelajarinya di 
sekolah 
sesuai dengan bakat, 
minat, dan
kemampuannya. 
( d ( d ( b b(Sesuai dengan  apa 
yang dipelajari di 
sekolah yang  
dit k
(Sesuai dengan yang 
dipelajari di sekolah 
dan dari berbagai 
b l i
(Dari berbagai 
sumber berbeda 
dalam informasi dan 
d t d /t i
Serta mampu
memberikan petunjuk
dalam memilih
b b i lt tifditugaskan 
kepadanya.) 
sumber lainnya yang 
sama dalam sudut 
pandang /teori) 
sudut pandang/teori   
yang dipelajarinya di 
sekolah, masyarakat, 
dan belajar mandiri)
berbagai alternatif
solusi secara mandiri
dan/ atau kelompok
dan belajar mandiri) 
1010
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN PENGETAHUAN
SD SMP SMA/SMK DIKTI‐SARJANA
Memiliki 
pengetahuan
Memiliki 
pengetahuan
Memiliki 
pengetahuan
Memiliki pengetahuan 
Prosedural danpengetahuan 
Faktual dan 
konseptual dalam
pengetahuan 
Faktual, konseptual 
dan prosedural dalam
pengetahuan 
Prosedural dan 
metakognitif dalam
Prosedural dan 
metakognitif dalam
Il t h Il t h Il t h K t iti bidIlmu pengetahuan, 
teknologi, seni, 
budaya, humaniora, 
dengan wawasan
Ilmu pengetahuan, 
teknologi, seni, 
budaya, humaniora, 
dengan wawasan
Ilmu pengetahuan, 
teknologi, seni, 
budaya, humaniora, 
dengan wawasan
Konsep teoritis bidang
pengetahuan tertentu
secara umum dan
khusus sertadengan wawasan 
kebangsaan, 
kenegaraan, dan 
peradaban
dengan wawasan 
kebangsaan, 
kenegaraan, dan 
peradaban
dengan wawasan 
kebangsaan, 
kenegaraan, dan 
peradaban
khusus serta
mendalam dengan 
wawasan kebangsaan, 
kenegaraan danperadaban  peradaban  peradaban  kenegaraan, dan 
peradaban 
Terkait fenomena dan 
kejadian di
Terkait fenomena dan 
kejadian yang tampak
Terkait penyebab 
fenomena dan
Terkait  dg fenomena 
dan kejadian yangkejadian di 
lingkungan rumah, 
sekolah, dan tempat 
bermain
kejadian yang tampak 
mata   
fenomena dan 
kejadian 
dan kejadian yang 
mencakup penyebab, 
alternatif solusi, 
kendala dan solusi
akhir
1111
Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti 
untuk PPKN Kelas I SD DASAR
Kompetensi Inti KD lama (KTSP 2006) Rumusan Kompetensi Dasar 
1. Menerima dan 
menjalankan 
1.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin, 
agama, dan suku bangsa
1.Menerima keberagaman karakteristik
individu (agama, suku, fisik, psikis) j
ajaran agama yang 
dianutnya.
g , g
2.Memberikan contoh hidup rukun 
melalui kegiatan di rumah dan di 
sekolah
3 M k hid k di h d
( g , , , p )
sebagai anugerah Tuhan
2. Memiliki perilaku 
j j di i li
1.Menunjukkan perilaku baik (jujur, 
di i li t j b t3.Menerapkan hidup rukun di rumah dan 
di sekolah
4.Menjelaskan pentingnya tata tertib di 
rumah dan di sekolah
jujur, disiplin, 
tanggung jawab, 
santun, peduli, dan 
percaya diri dalam 
disiplin, tanggung jawab, santun, 
peduli/kasih sayang, dan percaya 
diri) dalam berinteraksi dengan 
keluarga, teman, dan guru, sebagai 
5.Melaksanakan tata tertib di rumah dan 
di sekolah
6.Menjelaskan hak anak untuk bermain, 
belajar dengan gembira dan didengar
p y
berinteraksi 
dengan keluarga, 
teman, dan guru. 
g , , g , g
perwujudan nilai dan moral 
Pancasila.
2.Memiliki sikap dan perilaku patuh 
pada tata tertib dan at ran angbelajar dengan gembira dan didengar 
pendapatnya 
7.Melaksanakan hak anak di rumah dan di 
sekolah
pada tata tertib dan aturan yang 
berlaku dalam kehidupan sehari‐hari 
di rumah dan sekolah.
3.Memiliki sikap toleran terhadap
8.Mengikuti tata tertib di rumah dan di 
sekolah
9.Melaksanakan aturan yang berlaku di 
masyarakat
p p
keberagaman karakteristik individu
(agama, suku, fisik, psikis) di rumah 
dan sekolah.
4 Menunjukkan perilaku kebersamaanmasyarakat 4.Menunjukkan perilaku kebersamaan
dalam keberagaman di rumah dan
sekolah
1212
Terima KasihTerima Kasih
1313
STRATEGI IMPLEMENTASI STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013 
PPT 1 4PPT ‐ 1.4
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Implementasi Kurikulum
Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara 
Pemerintah dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintahPemerintah dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah 
daerah kabupaten/kota.
1. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru1. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru 
dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum.
2. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi gg gj
pelaksanaan kurikulum secara nasional.
3. Pemerintah provinsi bertanggungjawab dalam melakukan 
supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di 
propinsi terkait.
/4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam 
memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala 
sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kotasekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota 
terkait.
22
Strategi Implementasi Kurikulum 
 Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang 
pendidikan yaitu:
• Juli 2013 : Kelas I, IV, VII, dan X
• Juli 2014 : Kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI
• Juli 2015 : kelas I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, dan XII
 Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dari tahun 
2013 ‐ 2015
33
Strategi Implementasi Kurikulum 
 Pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru 
dari tahun 2012 – 2014
 Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem 
administrasi, dan pengembangan budaya sekolah 
(budaya kerja guru) terutama untuk SMA dan SMK, 
di l i d i b l J i D b 2013dimulai dari bulan Januari – Desember 2013 
 Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi 
k k k li d l h i l iuntuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi 
dan upaya penanggulangan: Juli 2013 – 2016
44
Strategi Diklat Guru Kelas/Mapel, Kepala Sekolah, Pegawas
KEBIJAKAN IMPLEMENTASI 
KURIKULUM 2013
DPR, DPRD, GUBERNUR, BUPATI/WALIKOTA, DEWAN PENDIDIKAN, 
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI, KABUPATEN/KOTA, MASYARAKAT
DIKLAT KURIKULUM
2013
SD, SMP, SMA, SMK
GURU
KEPALA 
SEKOLAH
PENGAWAS
SEKOLAH
55
Rencana Implementasi
Pelatihan Guru
Persiapan
Pelatih NasionalPelatih Nasional
Guru Inti
PELAKSANAANGuru
Pendampingan
EVALUASI
PERSIAPAN (J J ) IMPLEMENTASI (J l)PERSIAPAN (Jan‐Jun) IMPLEMENTASI (Jul)
66
Pelaksanaan Kurikulum 2013
Implementasi di SD, SMP, SMA, dan SMK
IMPLEMENTASI (mulai Juli 2013)
p , , ,
IMPLEMENTASI (mulai Juli 2013)
PENDAMPINGANPENDAMPINGAN
Guru Inti Kepala Sekolah PengawasGuru Inti Kepala Sekolah Pengawas
77
Terima KasihTerima Kasih
88
KONSEP PENDEKATAN KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFICSCIENTIFIC
PPT 2 1PPT – 2.1
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kriteria
1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena 
d t dij l k d l ik t l t t tyang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; 
bukan sebatas kira‐kira, khayalan, legenda, atau dongeng 
sematasemata.
2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru‐
siswa terbebas dari prasangka yang serta‐merta pemikiransiswa terbebas dari prasangka yang serta‐merta, pemikiran 
subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir 
logis.g
3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, 
analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, , p g , ,
memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi 
pembelajaran. 
22
Kriteria (lanjutan)
4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir 
hi t tik d l lih t b d k d t thipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan 
satu sama lain dari materi pembelajaran.
d d h5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, 
menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang 
rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaranrasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat 
dipertanggungjawabkandipertanggungjawabkan.
7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan 
jelas namun menarik sistem penyajiannyajelas, namun menarik sistem penyajiannya.
33
Langkah‐Langkah Pembelajaran
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, 
pengetahuan, dan keterampilan.
Sikap
(Tahu Mengapa) 
Produktif
I tif
Keterampilan Pengetahuan
Inovatif
Kreatif
Afektif
(Tahu Bagaimana)  (Tahu Apa) 
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif kreatif inovatif
44
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, 
dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan 
yang terintegrasi.
Langkah‐Langkah Pembelajaran (lanjutan)
 Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi 
j t didik “t h ”ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” 
 Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau 
d d k “ h b ”materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. 
 Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau 
materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” 
 Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara 
kemampuan untuk menjadi manusia yang baik  (soft skills)
dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan 
untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yanguntuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang 
meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.keterampilan.
55
Langkah‐Langkah Pembelajaran (lanjutan)
 Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik 
d d l b l j it kmodern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan 
pendekatan ilmiah.
 Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran 
sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, 
menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata 
pelajaranpelajaran.
66
Langkah‐Langkah Pembelajaran
Observing Questioning Associating
Experimen‐ Networking
( b k
Observing
(mengamati)
Questioning
(menanya)
Associating
(menalar)
ting
(mencoba)
(membentuk 
Jejaring)
Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran
77
j
Terima KasihTerima Kasih
88
MODEL  PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MODEL  PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK 
((PROJECT BASED LEARNINGPROJECT BASED LEARNING))((PROJECT  BASED LEARNINGPROJECT  BASED LEARNING))
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Definisi/Konsep
 Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL) 
d l h t d b l j kadalah metoda pembelajaran yang menggunakan 
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan 
eksplorasi penilaian interpretasi sintesis dan informasieksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi 
untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. 
 Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar 
yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam 
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru 
berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. 
 Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan 
pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didikpada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik
dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Melalui 
PjBL, proses inquiry dimulai dengan memunculkan 
pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing 
peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang 
mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulummengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
 Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung peserta p y j , g g p
didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus 
berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. 
PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topikPjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik 
dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha 
peserta didik.
Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek
o Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk 
b l j d k k t kbelajar, mendorong kemampuan mereka untuk 
melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk 
dihargaidihargai.
o Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. 
o Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasilo Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil 
memecahkan problem‐problem yang kompleks.
o Meningkatkan kolaborasi.o Meningkatkan kolaborasi. 
o Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan 
mempraktikkan keterampilan komunikasi. p p
o Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam 
mengelola sumber. 
Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek
o Memberikan pengalaman kepada peserta didik
pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyekpembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, 
dan membuat alokasi waktu dan sumber‐sumber lain 
seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
o Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan 
peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk 
berkembang sesuai dunia nyataberkembang sesuai dunia nyata.
o Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil 
informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, j p g y g ,
kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.
o Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, 
hi didik didik ik isehingga peserta didik maupun pendidik menikmati 
proses pembelajaran.
Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek
 Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
M b t hk bi k b k Membutuhkan biaya yang cukup banyak
 Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas 
tradisional di mana instruktur memegang peran utama ditradisional, di mana instruktur memegang peran utama di 
kelas.
 Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
 Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan 
pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
d k k d d k k k f d l k Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja 
kelompok.
 Ketika topik yang diberikan kepada masing‐masing kelompok Ketika topik yang diberikan kepada masing‐masing kelompok 
berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami 
topik secara keseluruhan
Langkah‐Langkah Operasional
11 
PENENTUAN 
PERTANYAAN 
MENDASAR
2
MENYUSUN 
PERECANAAN PROYEK
3
MENYUSUN JADUAL
MENDASAR
4
MONITORING
5
MENGUJI HASIL
6
EVALUASI 
PENGALAMAN
SISTEM PENILAIAN
 Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap 
t t h di l ik d l i d / ktsuatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu 
tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari 
perencanaan pengumpulan data pengorganisasianperencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, 
pengolahan dan penyajian data.
 Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui 
pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan 
penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta 
didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. 
SISTEM PENILAIAN
Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan 
yaitu:
 Kemampuan pengelolaan 
Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi danKemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan 
mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
 RelevansiRelevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap 
pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.
 Keaslian
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, 
dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan de ga e pe ba g a o bus gu u be upa pe u ju da
dukungan terhadap proyek peserta didik. 
Terima Kasih
MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN 
BERBASIS MASALAHBERBASIS MASALAH
((PROBLEM BASED LEARNINGPROBLEM BASED LEARNING))((PROBLEM BASED LEARNINGPROBLEM BASED LEARNING))
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Definisi/Konsep
 Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah 
pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah 
kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk 
b l jbelajar. 
 Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis 
masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk 
hk l h d i ( l ld)memecahkan masalah dunia nyata (real world) 
22
KELEBIHAN PBL
 1) Dengan PBL akan terjadi pembelajaran  bermakna. 
/Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar 
memecahkan suatu masalah maka mereka akan 
k t h di iliki tmenerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau 
berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. 
Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluasBelajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas 
ketika peserta didik/mahapeserta didik berhadapan 
dengan situasi di mana konsep diterapkandengan situasi di mana konsep diterapkan
33
KELEBIHAN PBL
 (2) Dalam situasi PBL, peserta didik/mahapeserta
didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan
secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks
lyang relevan
 (3) PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, 
menumbuhkan inisiatif peserta didik/mahapeserta didik
d l b k j i i i l k b l j ddalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan
dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam
bekerja kelompokbekerja kelompok.
44
Langkah‐langkah Operasional dalam  
Proses PembelajaranProses Pembelajaran
1. Konsep Dasar (Basic Concept)
Fasilitator  memberikan konsep dasar, petunjuk, 
referensi, atau link dan skill yang diperlukan dalam 
pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar 
peserta didik lebih cepat masuk dalam atmosfer 
pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang akurat 
h d j b l jtentang arah dan tujuan pembelajaran
55
Langkah‐langkah Operasional dalam  
Proses PembelajaranProses Pembelajaran
2. Pendefinisian Masalah (Defining the    
Problem)
Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario 
atau permasalahan dan peserta didik melakukan 
berbagai kegiatan brainstorming dan semua anggota 
kelompok mengungkapkan pendapat, ide, dan 
tanggapan terhadap skenario secara bebas, sehingga 
di ki k l b b i l ifdimungkinkan muncul berbagai macam alternatif 
pendapat
66
. Pembelajaran Mandiri (Self Learning)
Peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat 
memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Sumber yang 
di k d d t d l b t k tik l t t li t idimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang tersimpan 
di perpustakaan, halaman web, atau bahkan pakar dalam 
bidang yang relevan.bidang yang relevan. 
Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama yaitu: (1) agarTahap investigasi memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) agar 
peserta didik mencari informasi dan mengembangkan 
pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah 
didiskusikan di kelas, dan (2) informasi dikumpulkan dengan 
satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi 
t b t h l h l d d t di h itersebut haruslah relevan dan dapat dipahami. 
77
4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge)
Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan 
pendalaman materi dalam langkah pembelajaran 
mandiri, selanjutnya pada pertemuan berikutnya 
peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk 
kl ifik i i d k l i d imengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari 
permasalahan kelompok. Pertukaran pengetahuan ini 
dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpuldapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul 
sesuai kelompok dan fasilitatornya.
88
5. Penilaian (Assessment) 
Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek 
pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap 
(attitude). Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan 
yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang 
dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian 
h (UTS) k i PR d k d ltengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan.
Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari 
penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software, 
h khardware, maupun kemampuan perancangan dan 
pengujian. 99
Contoh Penerapan
Sebelum memulai proses belajar‐mengajar di dalam kelas, 
peserta didik terlebih dahulu diminta untuk 
mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. 
K di t didik di i t t t l hKemudian peserta didik diminta mencatat masalah‐
masalah yang muncul. 
Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik 
k b iki k i i d l hk l huntuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang 
ada. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik 
untuk bertanya membuktikan asumsi danuntuk bertanya, membuktikan asumsi, dan 
mendengarkan pendapat yang berbeda dari mereka.
1010
Contoh Penerapan
Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh 
l b l b kpengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang 
dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta 
didik antara lain di sekolah keluarga dan masyarakatdidik, antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat.
Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatanPenugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan 
bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas. Peserta didik 
diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung p p p p g g g
tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar 
merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan peserta 
didik dalam rangka mencapai penguasaan standar 
kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.
1111
Contoh Penerapan
Tahapan‐Tahapan Model PBL
FASE‐FASE  PERILAKU GURU 
Fase 1 
Orientasi peserta didik kepada 
l h
 Menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan 
logistik yg dibutuhkan 
M ti i t didik t k t lib t ktifmasalah   Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif 
dalam pemecahan masalah yang dipilih 
Fase 2 
Mengorganisasikan peserta didik 
Membantu peserta didik mendefinisikan 
danmengorganisasikan tugas belajar yang 
b h b d l h bberhubungan dengan masalah tersebut
Fase 3 
Membimbing penyelidikan individu 
dan kelompok
Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan 
informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen 
untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan p
masalah 
Fase 4 
Mengembangkan dan menyajikan 
hasil karya 
Membantu peserta didik dalam merencanakan 
dan menyiapkan karya yang sesuai seperti 
laporan, model dan berbagi tugas dengan teman y
Fase 5 
Menganalisa dan mengevaluasi proses 
pemecahan masalah 
Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang 
telah dipelajari /meminta kelompok presentasi 
hasil kerja 
1212
 
SISTEM PENILAIAN
 Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan 
(k l d ) k k ( kill) d ik ( ttit d ) P il i(knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian 
terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh 
kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhirkegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir 
semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, 
dan laporan. 
 Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat 
bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun 
kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian 
terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu 
keaktifan dan partisipasi dalam diskusi kemampuan bekerjasamakeaktifan dan partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama 
dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran. Bobot penilaian 
untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran g p g p j
yang bersangkutan.
1313
SISTEM PENILAIAN
Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan 
authentic assesment. Penilaian dapat dilakukan dengan 
portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan‐pekerjaan 
peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalampeserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam 
kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran. 
Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self‐
assessment) dan peer‐assessmentassessment) dan peer‐assessment. 
 Self‐assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri 
terhadap usaha‐usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada 
tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam 
belajar.
 Peer‐assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk p j
memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas‐
tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam 
kelompoknyakelompoknya
1414
Terima Kasih
1515
MODEL  PEMBELAJARAN PENEMUAN MODEL  PEMBELAJARAN PENEMUAN 
((DISCOVERY LEARNINGDISCOVERY LEARNING))((DISCOVERY LEARNINGDISCOVERY LEARNING))
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Definisi/Konsep
 Metode Discovery Learning adalah teori belajar yang 
did fi i ik b i b l j t j di bildidefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila 
pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk 
finalnya tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendirifinalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. 
 Sebagai strategi belajar Discovery Learning mempunyai Sebagai strategi belajar, Discovery Learning mempunyai 
prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem 
Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga 
istilah ini, pada Discovery Learning lebih menekankan pada 
ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak 
dik h i P b d d di i l h b h ddiketahui. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada 
discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa 
semacam masalah yang direkayasa oleh gurusemacam masalah yang direkayasa oleh guru
Definisi/Konsep
 Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai 
b b d b k k k d k b lpembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara 
aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan 
kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan Kondisi seperti ini ingin merubahkegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.  Kondisi seperti ini ingin merubah 
kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. 
 Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan kesempatan 
muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau 
ahli matematika. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa 
dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, 
b di k k ik li i i ikmembandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, 
mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan‐kesimpulan. 
Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan
 Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan 
k il k il d k i if hketerampilan‐keterampilan dan proses‐proses kognitif. Usaha 
penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang 
tergantung bagaimana cara belajarnyatergantung bagaimana cara belajarnya.
 Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan 
ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.
 Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa 
menyelidiki dan berhasil.y
 Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan 
sesuai dengan kecepatannya sendiri.
 Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri 
dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan
 Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya, 
k l h k b k j dkarena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang 
lainnya.
 Berp sat pada sis a dan g r berperan sama sama aktif Berpusat pada siswa dan guru berperan sama‐sama aktif 
mengeluarkan gagasan‐gagasan. Bahkan gurupun dapat bertindak 
sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.
 Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu‐raguan) karena 
mengarah pada  kebenaran yang final dan tertentu atau pasti.g p y g p
 Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide‐ide lebih baik;
 Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada g g g p
situasi proses belajar  yang baru;
Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan
 Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri;
 Mendorong siswa berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri;
 Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik; Situasi proses 
belajar menjadi lebih terangsang;
 Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada 
b t k i t hpembentukan manusia  seutuhnya;
 Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa;
K ki i b l j d f k b b i j i Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis 
sumber belajar;
 Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
Kelemahan Model Pembelajaran Penemuan
 Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk 
b l j i i k d i k l i k libelajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan 
abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara 
konsep‐konsep yang tertulis atau lisan sehingga pada gilirannyakonsep‐konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya 
akan menimbulkan frustasi. 
 Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak,Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, 
karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka 
menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.
 Harapan‐harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar 
berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan 
b l lcara‐cara belajar yang lama.
Kelemahan Pembelajaran Penemuan
 Pengajaran discovery lebih cocok untuk 
mengembangkan pemahaman, sedangkan
mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan 
emosi secara keseluruhan kurang mendapat 
perhatian.
 Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang 
fasilitas untuk mengukur gagasan  yang 
dikemukakan oleh para siswa
 Tidak menyediakan kesempatan‐kesempatan untukTidak menyediakan kesempatan kesempatan untuk 
berfikir yang akan ditemukan oleh siswa karena 
telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. 
Langkah‐Langkah Operasional
1. Langkah Persiapan
a. Menentukan tujuan pembelajaran
b. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, 
minat, gaya belajar, dan sebagainya)
c. Memilih materi pelajaran.
d Menentukan topik‐topik yang harus dipelajari siswa secarad. Menentukan topik topik yang harus dipelajari siswa secara
induktif (dari contoh‐contoh generalisasi)
e. Mengembangkan bahan‐bahan belajar yang berupa contoh‐
contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa
f. Mengatur topik‐topik pelajaran dari yang sederhana ke
kompleks, dari yang  konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, 
ikonik sampai ke simbolik
g Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswag. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa
Langkah‐Langkah Operasional
2. Pelaksanaan 
a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama‐tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada
sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian
dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul
keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru 
dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukandapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan
pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar
lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. 
Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakanStimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan
kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan
membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.
Langkah‐Langkah Operasional
b.  Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)(p y / )
Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru 
memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi 
sebanyak mungkin agenda‐agenda masalah yang relevan 
dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan 
di k d l b t k hi t i (j b tdirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara 
atas pertanyaan masalah)
Langkah‐Langkah Operasional
c.  Data collection (Pengumpulan Data).( g p )
Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi 
kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan 
informasi sebanyak‐banyaknya yang relevan untuk 
membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah, 
2004 244) P d t h i i b f i t k j b2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab 
pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya  hipotesis, 
dengan demikian anak didik diberi kesempatan untukdengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk 
mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, 
membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan 
nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
Langkah‐Langkah Operasional
d.  Data Processing (Pengolahan Data)g ( g )
Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan 
kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh 
para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan 
sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, 
b i d b i di l hwawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, 
diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung 
dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkatdengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat 
kepercayaan tertentu 
Langkah‐Langkah Operasional
e.  Verification (Pembuktian)f ( )
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat
untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang 
ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan
dengan hasil data processing (Syah, 2004:244). Verification 
t B b t j b l j k b j lmenurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan
dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menemukan suatu konsep teori aturankepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan
atau pemahaman melalui contoh‐contoh yang ia jumpai
dalam kehidupannya.
Langkah‐Langkah Operasional
f.  Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)( p /g )
Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses 
menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip 
umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang 
sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 
2004 244) B d k h il ifik i k di k2004:244). Berdasarkan hasil verifikasi maka  dirumuskan 
prinsip‐prinsip yang mendasari generalisasi
SISTEM PENILAIAN
 Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning, penilaian 
dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes.
 Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, 
proses sikap ata penilaian hasil kerja sis a Jika bent kproses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk 
penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam model 
pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tespembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes 
tertulis.  Jika bentuk penilaiannya  menggunakan penilaian 
proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka 
pelaksanaan penilaian  dapat dilakukan dengan pengamatan. 
Terima Kasih
KONSEP PENILAIAN KONSEP PENILAIAN AUTENTIK AUTENTIK 
PADAPADA PROSES DAN HASILPROSES DAN HASIL BELAJARBELAJARPADA PADA PROSES DAN HASIL PROSES DAN HASIL BELAJARBELAJAR
PPT 2.3
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
A. Definisi
1. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang
bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untukbermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk 
ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
2 Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian pengukuran2. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran, 
pengujian, atau evaluasi.
3 Istilah autentik merupakan sinonim dari asli nyata valid atau3. Istilah autentik merupakan sinonim dari  asli, nyata, valid, atau 
reliabel. 
4. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara4. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara 
signifikan  dibandingkan dengan  tes pilihan ganda terstandar sekali 
pun.
5. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan 
prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang 
b k it d k t k i t h kti it ti dberkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan 
mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah.
22
B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013
1. Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap 
d k t il i h d l b l j i dpendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan 
tuntutan Kurikulum 2013.
2 Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil2. Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil 
belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, 
menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain‐lain. , , g j j g,
3. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas‐tugas kompleks 
atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk 
menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang 
lebih autentik. 
4. Penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik 
terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar 
atau untuk mata pelajaran yang sesuaiatau untuk mata pelajaran yang sesuai.
33
B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013
(lanjutan)( j )
5. Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian 
k t d t b b i ilih dyang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda,  
benar‐salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat.
l l d k d k d l6. Tentu saja, pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam 
proses pembelajaran, karena memang lazim digunakan dan 
memperoleh legitimasi secara akademikmemperoleh legitimasi secara akademik.
7. Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara 
tim atau guru bekerja sama dengan peserta didiktim, atau guru bekerja sama dengan  peserta didik. 
8. Dalam penilaian autentik, seringkali pelibatan siswa sangat 
penting Asumsinya peserta didik dapat melakukan aktivitaspenting. Asumsinya, peserta didik dapat melakukan aktivitas 
belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai. 
44
B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013
(lanjutan)
9. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi 
kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan
( j )
kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan 
pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran 
serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi.
10. Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang 
berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan,berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan, 
dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah. 
11 Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru11. Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru 
mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan 
peserta didik, serta keterampilan belajar. 
12. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses 
pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman p j g p g p
tentang kriteria kinerja. 
55
B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013
(lanjutan)
13. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk 
mendefinisikan harapan atas tugas‐tugas yang harus mereka 
( j )
p g g y g
lakukan. 
14. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas 
perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan 
mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang 
bj ksubjek.
15. Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap, 
keterampilan dan pengetahuan apa yang sudah atau belumketerampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum 
dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan 
pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum p g y , p
mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya. 
16. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang 
sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan 
remedial harus dilakukan.  66
C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik
1. Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik 
lpula. 
2. Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas dan 
h l h d l k d l k dpemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di 
luar sekolah.
3. Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian.
Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang 
berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan sepertiberhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti 
kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas‐tugas 
yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang y g y g j y g
kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk 
menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, 
keterampilan, dan pengetahuan yang ada. 
77
C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik 
(lanjutan)
4. Penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk 
t k t b ik i d tmenentukan cara‐cara terbaik agar semua siswa dapat 
mencapai hasil akhir, meski dengan satuan waktu yang 
berbedaberbeda.
5. Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dicapai 
melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telahmelalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah 
memainkan peran aktif dan kreatif. 
6 Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat6. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat 
bermakna bagi perkembangan pribadi mereka.
88
C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik 
(lanjutan)
7. Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta 
lk i f i d d k i ifimengumpulkan informasi dengan pendekatan scientific, 
memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu 
sama lain secara mendalam serta mengaitkan apa yangsama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang 
dipelajari dengan dunia nyata yang ada di luar sekolah. 
8 Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang8. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang 
terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari, 
memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan p y g
bertanggungjawab untuk tetap pada tugas.
9. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik p g p
mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, 
menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi informasi untuk 
kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.
99
C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik 
(lanjutan)
Pada pembelajaran autentik, guru harus menjadi “guru autentik.” Peran 
guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada g y p p p j , j g p
penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik, guru harus 
memenuhi kriteria tertentu:
1. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta
didik serta desain pembelajaran.
2 Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk2. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk
mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara
mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumber daya memadai
bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan.
3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru,
dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik.
4. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik
d di l d i b l d i d i di ldapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar
tembok sekolah.
1010
D. Jenis‐jenis Penilaian Autentik
1. Penilaian Kinerja
2 Penilaian Pro ek2. Penilaian Proyek
3. Penilaian Portofolio
4. Penilaian Tertulis
1111
1. Penilaian Kinerja
Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta 
didik kh d l d k k kdidik, khususnya dalam proses dan aspek‐aspek yang akan 
dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta 
didik menyebutkan unsur‐unsur proyek/tugas yang akan merekadidik menyebutkan unsur unsur proyek/tugas yang akan mereka 
gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya.
Berikut ini cara merekam hasil penilaian berbasis kinerja.
1. Daftar cek (checklist).1. Daftar cek (checklist). 
2. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records).
3 Skala penilaian (rating scale)3. Skala penilaian (rating scale). 
4. Memori atau ingatan (memory approach).
1212
2. Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian
terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut
periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasiperiode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi
yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan
data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data.
Berikut ini tiga hal yang  perlu diperhatian  guru dalam penilaian proyek.
1. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan p p p ,
mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna 
atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
l b l d2. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan 
pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang 
dibutuhkan oleh peserta didik.d butu a o e pese ta d d
3. Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan 
oleh peserta didik.
1313
3. Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan 
f k kk k d d h bartefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai 
hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa 
berangkat dari hasil kerja peserta didik secara peroranganberangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan 
atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi 
peserta didik dan dievaluasi berdasarkan beberapapeserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa 
dimensi.
1414
3. Portofolio (lanjutan)
Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah‐langkah 
seperti berikut iniseperti berikut ini.
1. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
2 Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio2. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio
yang akan dibuat. 
3. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di 
bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
4. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada 
i di i l ltempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
5. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
6 Jika memungkinkan guru bersama peserta didik membahas6. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas 
bersama dokumen portofolio yang dihasilkan.
7. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil p p p
penilaian portofolio.
1515
4. Penilaian Tertulis
 Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut
peserta didik mampu mengingat, memahami, 
mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, 
i t i l i d b i t t imensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi
yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian 
sebisa mungkin bersifat komprehensif sehingga mampusebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu 
menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan peserta didik.keterampilan peserta didik. 
Terima Kasih
1616
RAMBU ‐ RAMBU
PENYUSUNAN RPP
PPT PPT –– 3.13.1‐‐11
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
1. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan1. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan 
belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. 
2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban 
menyusun RPP secara lengkap dan sistematis.
3 RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan3. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan 
dalam satu kali pertemuan atau lebih. 
4 Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan4. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan 
yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan 
pendidikan.p
22
Komponen RPP ( Standar Proses No 65 Th 2013)
1. Identitas Sekolah
d l2. Identitas mata pelajaran
3. Kelas/ semester
4. Materi Pokok
5. Alokasi Waktu
6. Tujuan pembelajaran
7 Kompetensi dasar dan
KD  ‐ KI 1
7. Kompetensi dasar dan 
Indikator Pencapaian Kompetensi
8. Materi Pembelajaran
KD – KI 2
KD – KI 3
Indikator9. Alokasi waktu
10. Metode pembelajaran
11. Media Pembelajaran 
Indikator .....
Indikator ....
KD – KI 4
12. Sumber belajar
13. Langkah‐langkah Pembelajaran 
14 Penilaian hasil Pembelajaran
Indikator...
Indikator ...
14. Penilaian hasil Pembelajaran
33
Prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
5. Mengakomodasi pada keterkaitan dan keterpaduan KD,5. Mengakomodasi pada keterkaitan dan keterpaduan KD, 
Keterkaitan dan keterpaduan materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan
b b l j d l k h l b l jsumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
6.    Mengakomodasi pembelajaran tematik‐terpadu, keterpaduan
lintas mata pelajaran lintas aspek belajar dan keragaman budayalintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
7.    Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
44
(Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP
1. Kegiatan Pendahuluan1. Kegiatan Pendahuluan
o Orientasi
• Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan 
dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, 
memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, 
menampilkan slide animasi, fenomena alam, fenomena sosial, e a p a s de a as , e o e a a a , e o e a sos a ,
atau lainnya.
o Apersepsip p
• Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi 
yang akan diajarkan.
55
(Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP
LanjutanLanjutan Kegiatan PendahuluanKegiatan Pendahuluan
o Motivasi
• Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yangGuru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang 
akan diajarkan
o Pemberian Acuano
• Berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari.
• Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi• Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi 
pelajaran secara garis besar.
• Pembagian kelompok belajar.g p j
• Penjelasan mekanisme pelak‐sana‐an pengalaman belajar (sesuai 
dengan rencana langkah‐langkah pembelajaran).
66
(Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP
22. Kegiatan Inti. Kegiatan Inti
 menggunakan model pembelajaran, metode
b l j di b l j dpembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata
pelajaran.p j
77
(Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP
LanjutanLanjutan Kegiatan IntiKegiatan Inti
 Menggunakan pendekatan tematik dan/atau
tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiritematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiri
dan penyingkapan (discovery) dan/ atau
pembelajaran yang menghasilkan karya berbasispembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning ) 
disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dandisesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan
jenjang pendidikan.
 Memuat pengembangan sikap pengetahuan dan Memuat pengembangan sikap, pengetahuan dan
keterampilan yang terinntegrasi pada pembelajaran
88
(Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP
Kegiatan Penutup
l h k k b l d h l h la. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil‐hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama
k f l id k lmenemukan manfaat langsung maupun tidak langsung
dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;p j ;
c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pemberian tugas,pemberian tugas,
baik tugas individual maupun kelompok; dan
d i f ik k i t b l j t kd. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya..
99
Contoh Format RPP
Satuan Pendidikan : ……………………………………..
Kelas/Semester      : ……………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………..Mata Pelajaran  :  ……………………………………..
Topik :     ……………………………………..
Pertemuan Ke‐ : ……………………………………..
Alokasi Waktu :     ……………………………………..
A. Kompetensi Dasar
B I dik t i k t iB. Indikator pencapaian kompetensi
C. Tujuan pembelajaran
1010
D. Materi ajar
E. Metode pembelajaran
Lanjutan…………
F Kegiatan Pembelajaran
K i D k i i Al k i W kKegiatan Deskripsi Alokasi Waktu
Pendahuluan …………………………………………………… ……………………
IntiInti
Penutup
G Alat dan Sumber Belajar
‐ Alat dan Bahan
S b B l j‐ Sumber Belajar
H Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Teknik‐ Teknik
‐ Bentuk
‐ Instrumen (Tes dan Non tes)
1111
Instrumen (Tes dan Non tes)
‐ Kunci dan Pedoman penskoran
‐ Tugas
Terima KasihTerima Kasih
1212
PANDUAN TUGAS 
TELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANTELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 
(RPP)
PPT PPT –– 3.13.1‐‐22
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kompetensi
Menyusun rancangan pembelajaran yang berbasisMenyusun rancangan pembelajaran yang berbasis 
pendekatan scientific, tematik terpadu dan terintegrasi 
sesuai model belajar yang relevan dengansesuai model belajar yang relevan dengan 
mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari 
aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun p , , , , , p
intelektual.
Tujuan KegiatanTujuan Kegiatan
G d t il i RPP d b ikGuru dapat menilai RPP  dan memberikan saran 
perbaikan.
22
Langkah Kerja
 Kelompok Penelaah (Telaah RPP Kelompok Lain)Kelompok Penelaah (Telaah RPP Kelompok Lain)
1. Pelajari aspek‐aspek pada Penelaahan RPP!
2 Telaah dan berikan penilaian terhadap RPP hasil2. Telaah dan berikan penilaian terhadap RPP hasil
kelompok lain!
3. Gunakan Format Penelaahan RPP yang telah tersedia!y g
4. Berikan tanda cek pada kolom yang sesuai dengan
hasil penilaian dan catatan saran yang sesuai dengan
hasil penilaian! 
5. Catatan atau saran perbaikan dapat pula dituliskan
pada RPP yang  ditelaah!
6. Kembalikan RPP yang sudah ditelaah dan dinilai
k d k l k l k !kepada kelompok pemilik RPP!
33
Langkah Kerja
 Kelompok Penyusun RPP (Diskusi Hasil Telaah RPP)
1. Diskusikan hasil penelaahan dan penilaian RPP oleh
kelompok lainkelompok lain.
2. Revisi RPP sesuai dengan saran perbaikan, jika ada hasil
penilaian yang tidak disetujui,  maka dapat melakukanp y g j , p
konfirmasi kepada kelompok penilai RPP.
Terima Kasih
44
PANDUAN TUGASPANDUAN TUGAS
ANALISISANALISIS RANCANGAN PENILAIAN PADA RPPRANCANGAN PENILAIAN PADA RPP
PPT PPT –– 3.23.2‐‐22
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kompetensi
1. Memahami strategi menganalisis rancangan 
penilaian autentik dalam  RPP.
2. Menganalisis kesesuaian soal dengan tuntutan SKL, 
KI, KD, dan Indikator.KI, KD, dan Indikator.
3. Menganalisis kesesuaian teknik penilaian autentik  
dalam rancangan RPPdalam rancangan RPP.
4. Menguasai penerapan penilaian autentik dalam 
l j dimata pelajaran yang diampu.
Indikator
1. Ketelitian dan keseriusan menganalisis kesesuaian 
il i t tik d l RPPrancangan penilaian autentik dalam RPP.
2. Menjelaskan strategi menganalisis penilaian autentik dalam 
b l jrancangan pembelajaran.
3. Mengidentifikasi kesesuaian soal dengan  SKL, KI, KD dan 
Indikator.
4. Menganalisis kesesuaian teknik penilaian dengan  SKL, KI, KD 
dan Indikator.
5. Menganalisis kesesuaian waktu pelaksanaan proses 
penilaian  dengan perencanaan pembelajaran.
6. Menerapkan penilaian autentik yang terdapat rancangan 
RPP.
Panduan Kegiatan
1. Kerjakanlah secara berkelompok (setiap kelompok terdiri atas 3 orang)!
2. Siapkan RPP yang telah dibuat oleh kelompok untuk ditukarkan pada 
kelompok lain!
3. Lakukan penilaian rancangan RPP tersebut sesuai dengan format yang 
tersedia dan berikan komentar atau solusi perbaikan yang diperlukan!
4 B d k h il il i t b t t li k b ik il i d l4. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, tuliskan perbaikan  penilaian dalam 
format analisis RPP!
5 Setelah diperbaiki RPP tersebut siap digunakan dalam praktik (Peer5. Setelah diperbaiki RPP tersebut siap digunakan dalam praktik (Peer 
Teaching)!
6. Setiap individu dalam kelompok berhak menggunakan RPP yang telah 
diperbaiki!
Format Analisis
FORMAT ANALISIS RANCANGAN PENILAIAN DALAM RPP
Penyusun RPP : ......................................................................................
Kelas  :  .....................................................................................e as
Jenjang  : ......................................................................................
KI : ......................................................................................
KD : ......................................................................................
Indikator : ......................................................................................
NO. ASPEK YANG DIANALISIS
HASIL ANALISIS
TINDAK LANJUT HASIL 
ANALISIS
TIDAK 
TERPENUHI
TERPENUHI 
SEBAGIAN
TERPENUHI
1 Instrumen rancangan penilaian sesuai1. Instrumen rancangan penilaian sesuai 
dengan KI
2. Instrumen rancangan penilaian sesuai 
dengan KD
3. Instrumen rancangan penilaian sesuai 
dengan Indikator
4. Instrumen rancangan penilaian telah 
menggunakan teknik penilaian autentik
5. Instrumen rancangan penilaian telah 
menggunakan bentuk penilaian sesuai gg p
pendekatan scientific dalam pembelajaran
6. Instrumen rancangan penilaian sesuai 
dengan materi yang diberikan
7.  Instrumen rancangan penilaian sesuai waktu
yang direncanakan
55
yang direncanakan
8. Instrumen penilaian mendukung penilaian
autentik
PANDUAN TUGASPANDUAN TUGAS
PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARANPRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARANPRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  
PEER TEACHINGPEER TEACHING
PPTPPT –– 4.24.2--11
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                     
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kompetensi
Menilai pelaksanaan pembelajaran menggunakan 
Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran.
Tujuan Kegiatan
Guru dapat menilai pelaksanaan pembelajaran berbasis
pendekatan scientific dan penilaian Autentik melaluip f p
kegiatan peer teaching. 
Langkah Kegiatan
1. Mencermati instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran 
dan  mendiskusikan cara penggunaannya.
o Berikan tanda cek (√) pada kolom pilihan Ya atau Tidak sesuai dengan
keberadaan setiap aspek.
o Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaano Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan
pembelajaran.
2 Fasilitator memberikan informasi strategi penyajian peer2. Fasilitator memberikan informasi  strategi penyajian  peer 
teaching yang meliputi: 
o Seluruh peserta melakukan peer teaching menggunakan RPP yang telaho Seluruh peserta melakukan peer teaching menggunakan RPP yang telah
disusun.
o Masing‐masing peserta melaksanakan peer teaching sesuai waktu yang 
di k (SD 30 i SMP 30 i d SMA 30 i )ditentukan (SD = 30 menit, SMP = 30 menit dan SMA= 30 menit)
o Pada saat salah seorang peserta menjadi guru, peserta lain 
menempatkan diri sebagai peserta didik.p g p
Langkah Kegiatan
3. Fasilitator memilih dua orang peserta sebagai pengamat 
k i t b l jkegiatan pembelajaran.
4. Semua peserta secara bergiliran menjadi pengamat.
5. Fasilitator dan pengamat menggunakan instrumen Penilaian
Pelaksanaan Pembelajaran.
6. Setelah  peer teaching dilakukan refleksi  terhadap kegiatan 
pembelajaran, diutamakan pada penerapan pendekatan   
Scientific dan penilaian Autentik.
Terima Kasih
44
Terima Kasih

00 modul kurikulum 2013

  • 1.
    Perubahan MindsetPerubahan Mindset Kompetensi  Keterampilan Rancangan Perubahan Kualitas  Keterampilan  Guru Kualitas aktivitasSikapProses Kualitas  Implementasi  Kurikulum Tingkat Merancang g Keberterimaan • Recieving  • Responding  Melaksanakan   Mengevaluasi • Valuing • Organizing • Charactering Kemauan dan Kegigihan  melatih diri selama pelatihan F t R fl k i i t k t iFormat: Refleksi, instrumen , ekspectasi Format: Apa yang dinginkan ?
  • 2.
    Kerangka Dasar danKerangka Dasar dan  Struktur Kurikulum2013 A A A A AAKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013 1
  • 3.
    Kisi Paparan A AspekYuridis FormalA Kerangka DasarB Struktur KurikulumC Aspek ImplementasiD 2
  • 4.
    ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:   SEBAGAI GURU :  • Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh  kurikulum 2013 ? • Langkah‐langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu,  pendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based  p, q y, y g, p j learning ? • Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic,  portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor, yang  akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ? PADA SKALA p, p g p SEBAGAI KEPALA SEKOLAH :  • Bagaimana menyusun jadwal ? • Bagaimana dengan peminatan, lintas peminatan dsb. PADA SKALA  IMPLEMENTASI   PERTANYAAN  KRUSIALNYA g g p , p • Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ? • Bagaimana menumbuhkan  kultur sekolah melalui pola  kepemimpinan yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ? SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAHKRUSIALNYA   ADALAH: SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :  • Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan  fungsi kami sebagai pengawas ? SEBAGAI AKADEMISI:SEBAGAI AKADEMISI: • Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini  dalam rangka membangun generassi emas 2045. SEBAGAI MASYARAKAT:  • Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di  Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa  anak‐anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
  • 5.
    PP 32 Tahun2013 tentang Landasan Yuridis: PP 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP Pasal 1 Butir 17 Tatanan konseptual Kurikulum yang d k b k b d k d l(Pengertian Kerangka Dasar) dikembangkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Pasal 77 A (Isi dan 1 Berisi landasan filosofis sosiologis psikopedagogis danPasal 77 A (Isi dan Fungsi dan Kerangka Dasar) 1. Berisi landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. 2. Digunakan sebagai: a Acuan Pengembangan Struktur Kurikulum padaa. Acuan Pengembangan Struktur Kurikulum pada tingkat nasional; b. Acuan Pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah; dandaerah; dan c. Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. P i i K t i I ti K t iPasal 77 B (Struktur Kurikulum) Pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, mata pelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan didikKurikulum) program pendidikan. 4
  • 6.
    KERANGKA DASAR DANSTRUKTUR KURIKULUM: KERANGKA DASAR Tatanan Konseptual  Kurikulum yangKurikulum yang  dikembangkan  berdasarkan SNP Landasan filosofis,  Landasan sosiologisLandasan sosiologis,  psikopedagogis, dan  yuridis sesuai dengan  SNP  apakah kerangka dasar dan....apakah kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 secara elegan mampu mengakomodasi seluruh 5 p g persoalan kurikulum selama ini ...... ?
  • 7.
  • 8.
    UU N 20Th 2003 T Si P didik N i l Landasan Yuridis : UU No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 (KTSP) (1)  Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan  dasar dan menengah ditetapkan Pemerintahdasar dan menengah ditetapkan Pemerintah. (2)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah  dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh  setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komitesetiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan  supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen  k b /k k d d k d dagama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan  provinsi untuk pendidikan menengah. Penjelasan Strategi pembangunan pendidikan nasional dalamPenjelasan  Bagian Umum  (KBK) Strategi pembangunan pendidikan nasional dalam  undang‐undang ini meliputi: ....., 2. pengembangan dan  pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi,.....; ( ) Penjelasan Pasal  35 (Lingkup  Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan  lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan  keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah Kompetensi) keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah  disepakati. 7
  • 9.
    UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003: SNP Kurikulum adalah seperangkatrencana dan pengaturanKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan  mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang  digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan  pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. TUJUANTUJUAN  ISI  BAHAN  PELAJARAN KEGIATAN  PEMBELAJARAN Pedoman  penyelenggaraan  kegiatanPEMBELAJARAN kegiatan  pembelajaran 8
  • 10.
    Landasan Yuridis : (1/3) UNDANG‐UNDANG SISDIKNAS PP 32 TAHUN 2013 PERATURAN MENDIKBUDPERATURAN MENDIKBUD  NOMOR 54, 65, 66, 67, 68, 69, 70  TAHUN 2013 NO. NOMORURIANNO. NOMOR URIAN 1. 54  Standar Kompetensi Lulusan Dikdasmen. 2. 65 Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. 3. 66 Standar Penilaian Pendidikan. 4. 67 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SD/MI 5 68 k S k k l S5. 68 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMP 6. 69 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMA 7 70 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMK 9 7. 70 Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum SMK 8. 71 Buku Teks Pelajaran Dan Buku Panduan Guru Untuk  Pendidikan Dasar Dan Menengah.
  • 11.
  • 12.
    Landasan Yuridis :(3/3) UU No. 20 Th. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36(Acuan dan c. Sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka( Prinsip Penyusunan Kurikulum) Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: • peningkatan iman dan takwa; • peningkatan akhlak mulia; • peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;; • keragaman potensi daerah dan lingkungan; • tuntutan pembangunan daerah dan nasional; • tuntutan dunia kerja;• tuntutan dunia kerja; • perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; agama;• agama; • dinamika perkembangan global; dan • persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. 11
  • 13.
    UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003: SNP Pasal 38 : 1) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar  d hdi k l h i hdan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. 2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah  dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiapdikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap  kelompok atau satuan pendidikan dan komite  sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi  dinas pendidikan atau kantor departemen agamadinas pendidikan atau kantor departemen agama  kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi  untuk pendidikan menengah. 3) K ik l didik i i dik b k l h3) Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh perguruan  tinggi yang bersangkutan dengan mengacu pada standar  nasional pendidikan untuk setiap program studi. 4) Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan tinggi  dikembangkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan  dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk de ga e gacu pada sta da as o a pe d d a u tu setiap program studi. 12
  • 14.
    KOMPONEN UTAMA KURIKULUM 2013 • Pengembangan KURIKULUM 2013 • Pengembangan •Implementasi • Monitoring dan  Evaluasi Silabus merupakan  rencana Pembelajaran  pada mata pelajaran  atau tema tertentu  KERANGKA DASAR Evaluasiatau te a te te tu berisi: a. Kompetensi inti;  b. Kompetensi dasar;  c. materi pembelajaran; • Landasan Filosofis • Sosiologis KERANGKA DASARc. materi pembelajaran;  d. kegiatan  pembelajaran;  e. penilaian;  f alokasi waktu; dan • Psikopedagogis • Yuridis Acuan Pengembangan  • Struktur di tingkat nasional STRUKTUR  • Kompetensi Inti f. alokasi waktu; dan  g. sumber belajar.  g • Muatan Lokal di tingkat daerah • KTSP SILABUS  • Kompetensi Inti • Kompetensi Dasar • Muatan Pembelajaran • Mata Pelajaran • KompetensiMata Pelajaran • Beban Belajar • Kompetensi • Materi • Media • Skenario RPP  Skenario  Pembelajaran • Penilaian 13
  • 15.
    Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 RencanaPelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 2004 Rintisan Kurikulum BerbasisPelajaran Terurai 1968 Kurikulum 1994 Kurikulum 1994 Berbasis Kompetensi (KBK) 2013 ‘K ik l 2013’Sekolah Dasar ‘Kurikulum 2013’ 1984 K ik l 1984 2006 1945 1965 20151955 1975 20051985 1995 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Kurikulum 1984 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1964 Rencana e t s Se o a Pembangunan (PPSP) 1997 Revisi Kurikulum 1994 Pendidikan (KTSP) Pendidikan Sekolah Dasar 14
  • 16.
    PERUBAHAN KURIKULUM 2013 WUJUD PADA: • Konstruski yang  holistik • Didukungoleh Semua • Berorientasi pada karakteristik  kompetensi:  • Sikap (Krathwohl) :  Menerima +  M j l k M h i • Berbasis Tes  dan Non Tes  (porfolio)Didukung oleh Semua  Materi atau Mapel • Terintegrasi secara  Vertikal maupun  Menjalankan + Menghargai +  Menghayati + Mengamalkan • Keterampilan (Dyers) : Mengamati  + Menanya + Mencoba + Menalar +  • Menilai  Proses dan  Output  denganHorizontal Dik b k y Menyaji + Mencipta • Pengetahuan (Bloom & Anderson):  Mengetahui + Memahami +  Menerapkan + Menganalisa +  dengan  menggunakan  authentic  assesment • Dikembangkan  Berbasis Kompetensi  sehingga Memenuhi  Aspek Kesesuaian dan  p g Mengevaluasi +Mencipta • Menggunakan Pendekatan  Saintifik, Karakteristik  Kompetensi sesuai Jenjang (SD: • Rapor  memuat  penilaian  kuantitatif  Kecukupan • Mengakomodasi  Content Lokal,   Nasional dan Kompetensi sesuai Jenjang (SD:  Tematik Terpadu, SMP: Tematik  Terpadu‐IPA & IPS‐ dan Mapel,  SMA : Tematik dan Mapel  tentang  pengetahuan  dan deskripsi  kualitatifNasional dan  Internasional (antara  lain TIMMS, PISA,  PIRLS) • Mengutamakan Discovery  Learning dan Project Based  Learning kualitatif  tentang sikap  dan  keterampilan  Kecukupan 15
  • 17.
    Model Pelatihan Guru: • Mengamati, menilai,  Video Pembelajaran :  Contoh dan Bukan  Contoh ik d•Amanat UUD, UU Sisdiknas, PP 19 • Daya Saing,  Daya Sanding, Dan  Kapasitas Adaptasi • Kompetensi Abad 21 mengevaluasi • Menyusun,  Mengembangkan  Menghasilkan dan  • Tematik Terpadu • Pendekatan Scientific • Inquiry/Discovery  Learning • Bonus Demografi • Filosofi Pendidikan • Filosofi Kurikulum • Teori Pengembangan Kurikulum Menyajikan • Melakukan dan  mensimulasikan Learning • Problem Based  Learning • Project Based  Learning• Psikologi Perkembangan • Data‐data Empirik: TIMMS, PISA,  PIRLS • Penyiapan Buku • Penyiapan Guru Learning PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDAMPINGAN DAN EVALUASI KURIKULUM 2013 Pengembangan dan • Dukungan Berbagai Pihak • Skenario dan Script yang  utuh Penguatan: • Kompetensi Lulusan • Isi • Proses • Fakta Kompetensi Guru : UKG, PKG dan PKB • Suasana Pembelajaran • Rekruitmen dan Pengadaan Guru utuh • Guru Model yang  memahami:   Filosofi Kurikulum 2013  Buku AjarProses • Penilaian Rekruitmen dan Pengadaan Guru • Kesesuaian Sistem Penilaian • Dukungan Sarana dan Prasarana  Buku Ajar  Model dan Pendekatan  Belajar sesuai  Kurikulum 2013 16
  • 18.
    1 ....... kurikulum 2013itu adalah usaha yang terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan, keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI: IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PELAPORAN  KOMPETENSI  SISWA (RAPOR) PERANCANGAN   PROSES PEROLEHAN  KOMPETENSI  (PROSES BELAJAR)  ARSITEKTUR  INSTRUMEN  PENILAIAN  KOMPETENSI RANCANGAN PROSES  PENILAIAN  PENGADMINSTRASIAN  SISWA (RAPOR) DAN MATERIKOMPETENSI PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH : JADWAL, KALENDER PENDIDIKAN, POLA SUPERVISI, SISTEM PERENCANAAN,  PEMINATAN, KULTUR, AKTIVITAS PENGENDALIAN, REVITALISASI KEGIATAN  EKSTRAKURIKULER, DSB. PELATIHAN GURU KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS: EKSTRAKURIKULER, DSB. PELATIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS:  • PENETAPAN DESAIN : PERUBAHAN MIND SET  KETERAMPILAN  MENERAPKAN KURIKULUM 2013 • PENETAPAN MATERIPENETAPAN MATERI • PENETAPAN PESERTA, NS, IN, GI dan GS • SISTEM EVALUASI dan PENJAMINAN MUTU
  • 22.
    KOMPETENSI LULUSAN SIKAP PENGETAHUANHASILKETERAMPILAN ISI PROSES PENILAIAN ANH ISI PROSES PENILAIAN 1. EVALUASI RUANG LINGKUP 2. EVALUASI KESESUAIAN,  KECUKUPAN, KEDALAMAN  DAN KELUASAN (STUDI  1. TEMATIK TERPADU 2. PENDEKATAN SAINTIFIK 3. INQIURY & DISCOVERY  LEARNING 1. AUTHENTIC  2. MENGUKUR TINGKAT  BERPIKIR DARI RENDAH  HINGGA TINGGI LAYANA ( BANDING INTERNASIONAL:  REASONING) LEARNING 4. PROJECT BASED LEARNING 5. BAHASA SEBAGAI PENGHELA 3. MENGUKUR PROSES KERJA  SISWA 4. TES DAN PORTFOLIO  L PTK SARPRAS PEMBIAYAAN 1.KOMPETENSI GURU,  1. KECUKUPAN DAN  1. UNIT COST TAMA AN , KS ,PS. 2.KINERJA GURU, KS, PS 3.PEMBINAAN  BERKELANJUTAN KESESUAIAN (USB, REHAB,  PERAALATAN, PERPUST., )  2. PEMANFAATAN 3. RESOURCE SHARING 2. SUMBER PENDANAAN 3. KECUKUPAN BOS,  BSM, BOPTN 4. EFISIENSI  ONENU LAYANA BERKELANJUTAN 4. REKRUT., PPA dan PPG PEMANFAATAN PENGELOLAAN KOMPO PE 1. MANAJEMEN PERUBAHAN 2. POLA KEPEMIMPINAN 3. POLA SUPERVISI
  • 23.
    Elemen Perubahan : 1/4 Elemen Deskripsi SD SMP SMASMK Kompetensi  Lulusan • Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard  skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan,  dan pengetah andan pengetahuan Kedudukan mata  pelajaran • Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari p j (ISI) j p j g kompetensi. Pendekatan Kompetensi dikembangkan melalui:Pendekatan  (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: • Tematik  Terpadu • Tematik  Terpadu  • Mata  pelajaran • Vokasional p p dan Mata  pelajaran p j 22
  • 24.
    Elemen Perubahan : 1/4 Elemen Deskripsi SD SMP SMASMK Struktur • Holistik berbasis  • TIK menjadi  • Perubahan  • Penyesuaian Struktur  Kurikulum  (Mata  pelajaran d l k i sains (alam,  sosial, dan  budaya) j media semua  matapelajaran • Pengembangan  diri terintegrasi sistem: ada  matapelajara n wajib dan  ada mata  pelajaran y jenis keahlian   berdasarkan  spektrum  kebutuhan dan alokasi  waktu) (ISI) • Jumlah  matapelajaran  dari 10 menjadi 6 J l h j diri terintegrasi  pada setiap  matapelajaran  dan  ekstrakurikuler pelajaran  pilihan • Terjadi  pengurangan  kebutuhan  saat ini • Pengurangan  adaptif dan  • Jumlah jam  bertambah 4  JP/minggu akibat  perubahan  d k • Jumlah  matapelajaran  dari 12 menjadi  10 p g g mata  pelajaran  yang harus  diikuti siswa p normatif,  penambahan  produktif P d ktifpendekatan  pembelajaran 10 • Jumlah jam  bertambah 6  JP/minggu  kib t • Jumlah jam  bertambah 1  JP/minggu  akibat  • Produktif  disesuaikan  dengan trend  perkembangan  di d iakibat  perubahan  pendekatan  pembelajaran perubahan  pendekatan  pembelajaran di Industri 23
  • 25.
    Elemen Perubahan :  1/4 Elemen Deskripsi SD SMP SMASMK • Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi,  Elaborasi, dan Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati,  Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan  M iMencipta.  • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di   lingkungan sekolah dan masyarakat   Proses  pembelajaran • Guru bukan satu‐satunya sumber belajar. • Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan  teladanpembelajaran teladan • Tematik  dan  • IPA dan IPS  masing‐ • Adanya mata  pelajaran  • Kompetensi  keterampilan yang  terpadu masing  diajarkan  secara  d wajib dan  pilihan sesuai  dengan bakat  d i sesuai dengan  standar industri terpadu dan minatnya 24
  • 26.
    Deskripsi Elemen Perubahan : 1/4 Elemen Deskripsi SD SMP SMASMK • Penilaian berbasis kompetensip • Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi  pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik  [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan  b d k d h il] Penilaian Hasil  Belajar berdasarkan proses dan hasil] • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil  belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor  ideal (maksimal)ideal (maksimal)  • Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan  SKL  • Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai  instrumen utama penilaian  Ekstrakurikuler • Pramuka  • Pramuka  • Pramuka  • Pramuka (wajib) (wajib) • UKS • PMR (wajib) • OSIS • UKS (wajib) • OSIS • UKS • OSIS • UKS • PMR • Bahasa  Inggris • PMR • Dll • PMR • Dll • Dll 25
  • 27.
  • 28.
    Landasan Pengembangan Kurikulum ASPEK FILOSOFI • Filosofipendidikan yang berbasis pada nilai‐nilai luhur, nilai akademik,  kebutuhan peserta didik dan masyarakat. • Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi. ASPEK YURIDIS  • Amanat UU Sisdiknas, PP32, dan Permendikbud • RPJMN 2010‐2014 Sektor Pendidikan  Perubahan Metodologi Pembelajaran  Penataan Kurikulum • Inpres No 1 Tahun 2010 • Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional :  Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkanPenyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan  nilai‐nilai budaya Bangsa untuk membentuk daya saing karakter bangsa. ASPEK  PSIKOPEDAGOGIK • Relevansi • Model Kurikulum Berbasis Kompetensip • Proses Pembelajaran  Aktivitas  Belajar  Output Belajar  Outcomes Belajar Outcomes Belajar • Penilaian :  Authentic Asessment : pada input, proses dan output  Kesesuaian teknik penilaian pada 3 ranah kompetensi : sikap, p p p p pengetahuan dan keterampilan (dari tes  Tes dan Portfolio) 27
  • 29.
    Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3 UUNo 20 Sisdiknas Tahun 2003)(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003) Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadiBerkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,  cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.y g gg g j Sik S i it l B i d b t k k d T h Y M h ESikap Spiritual  Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Sikap Sosial  Berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawabgg g j Pengetahuan Berilmu Keterampilan Cakap dan  kreatif 28
  • 30.
  • 31.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS DOMAIN SDSMP SMA‐SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +  M lk SIKAP Mengamalkan PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG  JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,  ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA  Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +  Mencipta KETERAMPILAN Mencipta PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN  KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET PENGETAHUAN Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi +Mencipta PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan; 1. Perkembangan psikologis anak PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN  BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN 2. Lingkup dan kedalaman materi 3. Kesinambungan 4. Fungsi satuan pendidikan 5. Lingkungan 30
  • 32.
    SKL KOMPETENSI INTI 1 Mh ti d lk j STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SIKAP DAN PERILAKU: Menerima +  Menjalankan + Menghargai +  Menghayati + Mengamalkan 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran  agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin,  tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama,  cinta damai, responsif dan pro‐aktif) dan  menunjukan sikap sebagai bagian dari  solusi atas berbagai permasalahan bangsa  dalam berinteraksi secara efektif dengan 1. Beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin,  tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal 2. Toleransi, gotong royong, kerjasama, dan musyawarah dalam berinteraksi secara efektif dengan  lingkungan sosial dan alam serta dalam  menempatkan diri sebagai cerminan  bangsa dalam pergaulan dunia. 3 Memahami dan menerapkan musyawarah 3. Pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik, dan cinta perdamaian KETERAMPILAN: Mengamati + Menanya  3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan,  teknologi, seni, budaya, dan humaniora  dengan wawasan kemanusiaan, g y + Mencoba + Mengolah + Menyaji +  Menalar + Mencipta 1. Membaca, menulis, menghitung, menggambar,  dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban  terkait fenomena dan kejadian, serta  menerapkan pengetahuan prosedural  pada bidang kajian yang spesifik sesuai  d b k d i k mengarang 2. Menggunakan, mengurai, merangkai,  memodifikasi, membuat, mencipta PENGETAHUAN: Mengetahui + dengan bakat dan minatnya untuk  memecahkan masalah. 4. Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam  ranah konkret dan ranah abstrak terkait  PENGETAHUAN: Mengetahui +  Memahami + Menerapkan +  Menganalisa + Mengevaluasi 1. Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan pengembangan dari yang  dipelajarinya di sekolah secara mandiri,  dan mampu menggunakan metoda sesuai  kaidah keilmuan. p g , g , , y 2. Manusia, bangsa, negara, tanah air, dan dunia 31
  • 33.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 1/4 SEKOLAH DASARSEKOLAH DASAR Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,  menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan gy g y g sikap  orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli,  disiplin, demokratis], percaya diri,  dan bertanggung jawab  dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialdalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial  dan alam , di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, p [ g , y , , g , menyaji,  menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak  yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret   sesuai dengan yang ditugaskan kepadanyasesuai dengan yang  ditugaskan kepadanya.  Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,  menganalisis, mengevaluasi]  pengetahuan faktual dan g , g ] p g konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu  pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan  kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradabankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,  dan peradaban  terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah,  dan tempat bermain
  • 34.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 2/4 SMP Sikap  Memiliki [melaluimenerima, menjalankan, menghargai,  menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikapmenghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,  demokratis], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulannya Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, p [ g , y , , g , menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenisyang  dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,  menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dang g p f kejadian yang tampak mata
  • 35.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 3/4 SMASMA Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,  mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap  orang beriman,  berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin, demokratis,  patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi  secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam gg g menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan  dunia  Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,  menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret  sebagai  pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [padapengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri [pada  bidang kajian spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,  li i l i] t h d l dmenganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan  metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu  pengetahuan, teknologi,seni, budaya dalam wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena  dan kejadian [pada bidang kajian spesifik] sesuai bakat dan minatnya
  • 36.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN: 4/4 SMK Sikap  Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,  menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan sikap   orang berimanberakhlak mulia [jujur santun peduli disiplinorang beriman, berakhlak mulia [jujur, santun, peduli, disiplin,  demokratis, patriotik], percaya diri, dan bertanggung jawab dalam  berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta  d l tk di i b i i b d ldalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa dalam  pergaulan dunia  Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,Keterampilan Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah,  menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret  sebagai  pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiripengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri  [pada bidang kerja spesifik] sesuai dengan bakat dan minatnya  Pengetahuan  Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,  menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan prosedural dan  metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni, budaya  dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan g , g , g , peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian [pada bidang  kerja spesifik] sesuai bakat dan minatnya
  • 37.
    2 ....... kurikulum 2013itu adalah usaha yang terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan, keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......
  • 38.
    Matematika N K ikl L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Langsung masuk ke materi  abstrak Mulai dari pengamatan permasalahan konkret, kemudian  ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan 2 Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan  permasalahan  hanya bisa  menggunakan Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang  diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan  rumus‐rumus dan pengertian dasar  tidak hanya bisa  mnggunakan tetapi juga memahami asal usulnyamenggunakan mnggunakan tetapi juga memahami asal‐usulnya 3 Permasalahan matematika selalu  diasosiasikan dengan  direduksi  menjadi angka Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa  angka  gambar, grafik, pola, dsb menjadi  angka   4 Tidak membiasakan siswa untuk  berfikir kritis  hanya mekanistis Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk  menyelesaikan permasalahan yang diajukan 5 Metode penyelesaian masalah Membiasakan siswa berfikir algoritmis5 Metode penyelesaian masalah  yang tidak terstruktur Membiasakan siswa berfikir algoritmis 6 Data dan statistik dikenalkan di  kelas IX saja Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan data,  dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengankelas IX saja dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan  standar internasional 7 Matematika adalah eksak Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 37
  • 39.
    Ilmu Pengetahuan Alam N K ikl L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Materi disajikan terpisah  antara Fisika, Kimia, dan  Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok  Fisika, Kimia, Biologi, , Biologi , , g 2 Tidak ada platform, semua  kajian berdiri sejajar Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan  pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkaitkajian berdiri sejajar pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait  dengan benda beserta interaksi diantara benda‐benda  tersebut. Tujuannya adalah menekankan pentingnya  interaksi biologi, fisika, kimia dan kombinasinya dalam g , , y membentuk ikatan yang stabil.  3 Materi ilmu bumi dan anta‐ riksa masih belum memadai Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai  dengan standar internasionalriksa masih belum memadai  [sebagian dibahas di IPS] dengan standar internasional 4 Materi kurang mendalam  dan cenderung hafalan Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir  kritis dan analitis sesuai dengan standar internasionaldan cenderung hafalan kritis dan analitis sesuai dengan standar internasional 5 Diajarkan oleh guru berbeda  (team teaching) dengan  Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan  wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga  sertifikasi berdasarkan mata  kajian siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar  mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara  terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 38
  • 40.
    Bahasa Indonesia/Inggris N K ikl L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Materi yang diajarkan  ditekankan  pada   Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi  berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan p tatabahasa/struktur bahasa g y p gagasan dan pengetahuan 2 Siswa tidak dibiasakan  membaca dan memahami Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasamembaca dan memahami  makna teks yang disajikan serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa  sendiri 3 Siswa tidak dibiasakan  menyusun teks yang Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis,  dan efektif melalui latihan latihan penyusunan teksmenyusun teks yang  sistematis, logis, dan efektif dan efektif melalui latihan‐latihan penyusunan teks 4 Siswa tidak dikenalkan  k Siswa dikenalkan dengan aturan‐aturan teks yang sesuai  hi id k d l ktentang aturan‐aturan teks  yang sesuai dengan  kebutuhan sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks  (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana) 5 Kurang menekankan pada  pentingnya ekspresi dan  spontanitas dalam  Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya  dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan berbahasa 39
  • 41.
    Ilmu Pengetahuan Sosial N K ikl L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Materi disajikan terpisah  menjadi Geografi, Sejarah,  Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok  Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi.j g , j , Ekonomi, Sosiologi  g , j , , g 2 Tidak ada platform, semua  kajian berdiri sejajar Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan  pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikatkajian berdiri sejajar pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat  dengan lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya  konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian  sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi disajikan untuk j , g , y , j mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. 3 Diajarkan oleh guru berbeda  (team teaching) dengan Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan  wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga(team teaching) dengan  sertifikasi berdasarkan mata  kajian wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga  siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar  mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara  terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnyaterpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 40
  • 42.
    Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran N K ikl L K ik l BNo Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Materi disajikan berdasarkan  empat pilar dengan  Materi disajikan tidak berdasarkan pada pengelompokkan  menurut empat pilar kebangsaan tetapi berdasarkan p p g pembahasan yang terpisah‐ pisah p p g p keterpaduan empat pilar dalam pembentukan karakter  bangsa 2 Materi disajikan berdasarkan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi2 Materi disajikan berdasarkan  pasokan yang ada pada  empat pilar kebangsaan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi  warga negara yang bertanggung jawab (taat norma, asas,  dan aturan)  3 Tidak ada penekanan pada Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk3 Tidak ada penekanan pada  tindakan nyata sebagai  warga negara yang baik Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk  melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang baik 4 P il d P il d K b k h4 Pancasila dan  Kewarganegaraan disajikan  sebagai pengetahuan yang  harus dihafal Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya  pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata  dan sikap keseharian. harus dihafal 41
  • 43.
    Konsep Umum Buku Kurikulum 2013 ..1/2 • Mengacu pada kompetensi inti yang telah  dirumuskan untuk kelas dimana buku tersebut  ditulis • Menjelaskan pengetahuan sebagai inputkepada  k h lk bsiswa untuk menghasilkan output berupa  keterampilan siswa dan bermuara pada  pembentukan sikap siswa sebagai outcomepembentukan sikap siswa sebagai outcome pembelajaran • Menggunakan pendekatan saintifik melaluiMenggunakan pendekatan saintifik melalui  mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan  menyaji • Menggiring siswa untuk menemukan konsep yang  sedang dipelajari melalui deduksi [discovery  l i ] Si bi ki di j k t klearning]. Siswa sebisa mungkin diajak untuk  mencari tahu, bukan langsung diberi tahu. 42
  • 44.
    ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 1/4 MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (I) IPSMateri disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Geografi,  S j h Ek i S i l i G fi b i l f kSejarah, Ekonomi, Sosiologi. Geografi sebagai paltform untuk  menunjukkan keberagaman sehingga terbentuk konektivitas yang  menghubungkan pasokan dan kebutuhan. Pembahasan berdasarkan  macam‐macam sumberdaya pembangunan. Geologi bukan bagian IPS  IPA Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam fisika, kimia, biologi.  Biologi sebagai platform dipergunakan untuk menjelaskan bidangBiologi sebagai platform, dipergunakan untuk menjelaskan bidang  ilmu lain. Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS) baik  keluasan maupun kedalaman, sehingga IPA juga mencakup Ilmu Bumi  d A t ik P b h b d k i i i i ddan Antariksa. Pembahasan berdasarkan prinsip‐prinsip dasar  kehidupan di alam semesta [interaksi, energi, transformasi, dll].  Menghindari perhitungan [dengan rumus], menekankan penguasaan  konsep dan percobaan.
  • 45.
    ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 2/4 MP K Kik l SMP/MT (I)MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (I) Matematika Merujuk pada standar internasional (PISA, TIMSS,) baik keluasan  maupun kedalaman. Dimulai dengan permasalahan konkret berangsur p g p g dibawa ke bentuk abstrak (model). Menekankan pentingnya prosedur  [algoritma] dalam pemecahan masalah. Memuat berimbang antara  bilangan, aljabar, bangun, data dan peluang pada tiap kelas. Tidak  selalu dihitung. Menekankan penguasaan pola [angka, bangun,  aljabar,..] Tidak selalu eksak, bisa kira‐kira. Tidak selalu memiliki  informasi yang lengkap untuk diselesaikan. Bhs Indonesia Merujuk pada standar internasional (PIRL,). Berbasis teks, seimbang  antara tulis dan lisan. Menekankan pentingnya bahasa sebagai alat  komunikasi untuk menyampaikan gagasan dan pengetahuan. y p g g p g Menguasai kompetensi terkait teks: menyusun [melalaui pemahaman  terhadap kaidah, struktur, dan konteks], membedakan, menilai,  menyunting, menangkap makna, meringkas, menyajikan ulang dlm  bahasa sendiri,.. Menekankan ekspresi dan spontanitas dalam  berbahasa. Pengetahuan sbg konten
  • 46.
    ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 3/4 MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (II) PPKNDisajikan terpadu, tidak berdasarkan pada j p , p pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan  tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam  b k k k b d kpembentukan karakter bangsa. Materi disajikan  berdasarkan kebutuhan untuk menjadi warga negara  yang bertanggung jawab (taat norma asas dan aturan)yang bertanggung jawab (taat norma, asas, dan aturan).  Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk  melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang y g g g y g baik [terlibat aktif dalam pengembangan masyarakat]. Bahasa Idem Bahasa Indonesia dengan penekanan pada  Inggris conversation, reading, writing practices.  Mengasumsikan anak belum pernah belajar bahasa  I i f l d t k K l VIIInggris secara formal pada saat masuk Kelas VII.
  • 47.
    ANALISIS DAN PENGUATAN MATERI: 4/4 MP Konsep Kurikulum SMP/MTs (II) Seni  Bd Diberikan pengetahuan dan penguasaaan teknik dasar yang cukup  b k i b b d k i k kBudaya supaya gemar berkesenian yang berbudaya untuk meningkatkan kepekaan dan apresiasi terhadap produk dan nilai seni budaya.  Memahami keberagaman dan keunikan dari setiap aspek seni agar  dapat merasakan keindahan produk dan nilai seni budaya. Prakarya Dibekali pengetahuan yang cukup tentang material, proses, dan  alat beserta sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkanalat beserta sumberdaya yang diperlukan untuk menghasilkan  sebuah karya. Menerapkan pengetahuan tersebut untuk terampil dalam berkarya dengan cara yang efektif dan efisien dengan cara  li i t i l d l t di l kmenganalisis material, proses, dan alat yang diperlukan PJOK Integrasi antara pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.  Bukan hanya keterampilan, tetapi harus ada pengetahuan yang y p p p g y g mendasarinya, serta sikap yang harus dapat dibentuk melalui PJOK.  Mengedepankan permainan yang menarik bukan aturan olahraga  yang ketat.yang ketat.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
    Contoh Kompetensi Inti Kelas I SD Ranah  Kompetensi Kompetensi Inti Sikap Spiritual Menerima danmenjalankan ajaran agama yang  dianutnya. Sikap Sosial Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,Sikap Sosial Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,  santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi  dengan keluarga, teman, dan guru.  P t h Memahami pengetahuan faktual dengan caraPengetahuan Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan  menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,  khl k i t T h d k i t d b dmakhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda‐ benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah  Keterampilan Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang p jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam  gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam  tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman,  berakhlak mulia, dan berilmu 50
  • 52.
    Buku Sekolah Dasar...1/2 B b kb l j ik d• Berupa buku pembelajaran tematik terpadu • Berbasis aktivitas, memuat rencana kegiatan harian • Merupakan buku kerja siswa [pada akhir tema menjadi  portofolio siswa?] Ti k i b l j ( b t ) di l i d• Tiap rangkaian pembelajaran (sub‐tema) dimulai dengan  ajakan untuk mengamati dan menanya tentang sekitarnya  sesuai dengan sub‐tema yang dibahas (disusun dalam  b k k j l l i d i i )bentuk teks yang jelas, logis, dan sistematis) • Selanjutnya diawali dengan pembelajaran teks bahasa  [tulis/lisan] yang jelas sesuai subtema dan materi materi[tulis/lisan] yang jelas sesuai subtema dan materi‐materi  yang akan dibahas • Anak kelas I SD/MI dianggap masih belum baca tulis hitungAnak kelas I SD/MI dianggap masih belum baca tulis hitung  • Membiasakan mengamati pola [angka, bangun] dan  memahami aturan pembentukannya 51
  • 53.
    Buku Sekolah Dasar...1/2 • Pemahaman bahasa harus didahulukan terhadap  materi lainnya • Pengetahuan dijadikan sebagai topik dalam memahami  bahasa, sehingga siswa dapat memahami bahasa dan  ilmupengetahuan sekaligusilmu pengetahuan sekaligus • Menunjukkan pentingnya data dan penyajiannya M t tik tid k l l b k it d k d• Matematika tidak selalu berkaitan dengan angka dan  perhitungan • PJOK dan SBP dikaitkan materi pengetahuan yang• PJOK dan SBP dikaitkan materi pengetahuan yang  dibahas (Mat, IPA, dll) • Keterampilan juga harus berbentuk tindakan nyata• Keterampilan juga harus berbentuk tindakan nyata  (konkret) bukan hanya abstrak • Tiap tema diakhiri dengan projectTiap tema diakhiri dengan project 52
  • 54.
    Buku SMP/MTs Menurut Kurikulum 2013 No Kurikulum 2013 1 Tiapmata pelajaran mendukung semua kompetensi  sikap,  k l hketerampilan, pengetahuan 2 Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan  iliki k t i d diik t l h k t i i timemiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti  tiap kelas 3 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang3 Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang  sama, yaitu pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya,  mencoba, menalar,....mencoba, menalar,.... 4 Tugas dikaitkan dengan keterampilan yang harus dikuasai  siswa 5 Pembahasan berdasarkan tema akan lebih baik 6 TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai6 TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai  media pembelajaran semua mata pelajaran 53
  • 55.
  • 56.
    SD SMP SMA/SMK Semuamata  Tiap mata pelajaran  Tiap mata pelajaran  pelajaran diajarkan  dengan pendekatan  yang sama [saintifik] p p j mendukung semua  kompetensi [sikap,  keterampilan p p j mendukung semua  kompetensi [sikap,  keterampilanyang sama [saintifik]  melalui mengamati,  menanya, mencoba,  menalar keterampilan,  pengetahuan] keterampilan,  pengetahuan] dengan  penekanan yang berbeda menalar,.... Bermacam jenis  konten pembelajaran  Mata pelajaran  dirancang terkait satu  Mata pelajaran dirancang  terkait satu dengan yang p j diajarkan terkait dan  terpadu satu sama  lain [cross curriculum g dengan yang lain dan  memiliki kompetensi  dasar yang diikat oleh g y g lain dan memiliki  kompetensi dasar yang  diikat oleh kompetensilain [cross curriculum  atau integrated  curriculum] dasar yang diikat oleh  kompetensi inti tiap  kelas diikat oleh kompetensi  inti tiap kelas 55
  • 57.
    SD SMP SMA/SMK Konten ilmu Bahasa Indonesia  Bahasa Indonesia sebagai  pengetahuan  diintegrasikan dan dijadikan penggerak sebagai alat  komunikasi dan  carrier of knowledge g alat komunikasi dan  carrier of knowledge dijadikan penggerak  konten pembelajaran  lainnya carrier of knowledge Tematik Terpadu  untuk Kelas I – VI  Semua mata pelajaran  diajarkan dengan  Semua mata pelajaran  diajarkan dengan pende‐j g pendekatan yang  sama, yaitu  pendekatan saintifik j g p katan yang sama, yaitu  pendekatan saintifik  melalui mengamati,pendekatan saintifik  melalui mengamati,  menanya, mencoba,  menalar melalui mengamati,  menanya, mencoba,  menalar,.... 56 menalar,....
  • 58.
    SD SMP SMA/SMK TIK merupakan saranaSMA dan SMK memiliki  pembelajaran,  dipergunakan sebagai  di b l j t mata pelajaran wajib  yang sama terkait dasar‐ d t hmedia pembelajaran mata  pelajaran lain dasar pengetahuan,  keterampilan, dan sikap. Penjurusan di SMK tidak  terlalu detil [sampai te a u det [sa pa bidang studi], didalamnya  terdapat  pengelompokkan  peminatan dan  pendalaman 57 pendalaman
  • 59.
    3 RREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPROSESROSES PPEMBELAJARANEMBELAJARAN ....... kurikulum2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan, keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......
  • 60.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS DOMAIN SDSMP SMA‐SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +  M lk SIKAP Mengamalkan PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG  JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,  ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA  Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +  Mencipta KETERAMPILAN Mencipta PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN  KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET PENGETAHUAN Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi +Mencipta PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan; 1. Perkembangan psikologis anak PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN  BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN 2. Lingkup dan kedalaman materi 3. Kesinambungan 4. Fungsi satuan pendidikan 5. Lingkungan 59
  • 61.
  • 62.
    PROSES BERBASIS KOMPETENSI : Characterizing/ Creating A l i Evaluating Organizing/ Internalizing Ca acte g/ Actualizing A i ti Communicating Applying Analyzing Valuing Internalizing Experi‐ ti Associating Applying Understanding Valuing Responding menting Questioning Understanding Knowing p g Accepting Q g Observing g Knowledge (Bloom) Skill (Dyers) Attitude (Krathwohl) 61
  • 63.
  • 64.
    PENGUATAN PROSES: NO PENDEKATAN/MODEL BELAJARMODUL PELATIHAN 1. Tematik Terpadu • Konsep Dasar1. Tematik Terpadu Konsep Dasar • Succes Story/Fakta  Empirik Penerapannya 2. Pendekatan Scientific 3 Di L i Empirik Penerapannya • Langkaah Operasional  Penerapan 3. Discovery Learning 4. Problem  Based Learning Penerapan • Evaluasi Yang Digunakan • Video Pembelajarannya 5. Project Based Learning Video Pembelajarannya 6363
  • 65.
    4 RREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPENILAIANENILAIANRREKONSTRUKSIEKONSTRUKSI PPENILAIANENILAIAN .......kurikulum 2013 itu adalah usaha yang terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi lulusan dengan (2) kesesuaian & kecukupanrekonstruksi kompetensi lulusan, dengan (2) kesesuaian & kecukupan, keluasan & kedalaman materi, (3) revolusi pembelajaran dan (4) reformasi penilaian.......
  • 66.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) ‐ RINGKAS DOMAIN SDSMP SMA‐SMK Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati +  M lk SIKAP Mengamalkan PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG  JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL,  ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA  Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji +  Mencipta KETERAMPILAN Mencipta PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN  KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET PENGETAHUAN Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi +Mencipta PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DANPRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN  BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN • AUTHENTIC ASSESMENT 65 AUTHENTIC ASSESMENT • OUTPUT   PROSES DAN OUTPUT • TES  TES DAN PORTFOLIO
  • 67.
  • 68.
    FUNGSI DAN TUJUAN  PP 32 Tahun 2013  : 1/2 Kompetensi Inti merupakan tingkat  kemampuan untuk mencapai Standar  Ki L l h di ilikiKompetensi Lulusan yang harus dimiliki  seorang Peserta Didik pada setiap  tingkat kelas atau program yang menjaditingkat kelas atau program yang menjadi  landasan Pengembangan Kompetensi  dasar.  Kompetensi Inti dimaksud pada  k ik i i l ik i lmencakup: sikap spiritual, sikap sosial,  pengetahuan, dan keterampilan yang  berfungsi sebagai pengintegrasi muatanberfungsi sebagai pengintegrasi muatan  Pembelajaran, mata pelajaran atau  program dalam mencapai Standar  67 g Kompetensi Lulusan. 
  • 69.
  • 70.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 1/12 • PAUDNI • PENDIDIKANDASAR• PENDIDIKAN DASAR  SD/MI/SDLB  SMP/MTs/SMPLB SMP/MTs/SMPLB • PENDIDIKAN MENENGAH :  SMA/MA/SMALB/SMK/MAK • PENDIDIKAN NON FORMAL 69
  • 71.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 2/12 PAUDNI : berisi program pengembangan pribadi  anak. SATUAN PENDIDIKAN DASAR : berisi muatan  umum(muatan nasional untuk satuan  pendidikan; dan  muatan lokal untuk satuan pendidikan sesuaimuatan lokal untuk satuan pendidikan sesuai  dengan potensi dan keunikan lokal) SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas:SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas:  a. muatan umum (muatan nasional untuk satuan  pendidikan; dan  muatan lokal untuk satuan  pendidikan sesuai dengan potensi dan keunikan p g p lokal) b. muatan peminatan akademik;  c. muatan peminatan kejuruan; dan  d. muatan pilihan lintas minat/pendalaman minat.  PENDIDIKAN NONFORMAL : berisi program  70 pengembangan kecakapan hidup. 
  • 72.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 3/12 SD/MI, SDLB atau bentuk lain yang  sederajat terdiri atas muatan:terdiri atas muatan:  1.Pendidikan Agama;  2. Pendidikan Kewarganegaraan; g g ; 3. Bahasa;  4. Matematika;  5. Ilmu Pengetahuan Alam;  6. Ilmu Pengetahuan Sosial;  7 Seni Dan Budaya;7. Seni Dan Budaya;  8. Pendidikan Jasmani Dan Olahraga;  9. Keterampilan/Kejuruan; Dan p / j ; 10.Muatan Lokal.  (dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih mata  pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan 71 pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan  pendidikan dan program pendidikan). 
  • 73.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 4/12 SMP/MTs, SMPLB atau bentuk lain yang  sederajat terdiri atas muatan :  1 didik1. pendidikan agama;  2.pendidikan kewarganegaraan;  3 bahasa;3. bahasa;  4. matematika;  5. ilmu pengetahuan alam;  6. ilmu pengetahuan sosial;  7. seni dan budaya;  8 didik j i d l h8. pendidikan jasmani dan olahraga;  9. keterampilan/kejuruan; dan  10 muatan lokal10.muatan lokal.  (dapat diorganisasikan dalam satu atau lebih  mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan satuan  pendidikan dan program pendidikan) 72 pendidikan dan program pendidikan). 
  • 74.
    FUNGSI DAN TUJUAN  PP 32 Tahun 2013  :5/12 terdiri atas : a. muatan umum untuk SMA/MA,  SMALB dan SMK/MAK;  b i k d ikb. muatan peminatan akademik  SMA/MA dan SMK/MAK;  c muatan pilihan lintas minat atauc. muatan pilihan lintas minat atau  pendalaman minat untuk  SMA/MA, SMALB;  d. muatan peminatan kejuruan  untuk SMK/MAK; dan  e muatan pilihan lintas minat ataue. muatan pilihan lintas minat atau  pendalaman minat untuk  SMK/MAK.  73
  • 75.
    KETERPADUAN PENDIDIKAN MENENGAH:  6/12 PENDIDIKAN MENENGAH : • Keterpaduan antar jenjang •Keterpaduan dalam Pendidikan MenengahKeterpaduan dalam Pendidikan Menengah SMA/MA /SMALB SMK/ MAK/SMALB MAK MUATAN UMUM  (SEBAGAI COMMON  GROUND)
  • 76.
    7/12 ....... kurikulum 2013 itu adalah usaha yang  terpadu antara (1) rekonstruksi kompetensi  lulusam, dengan (2) kesesuaian & kecukupan,  keluasan & kedalamanmateri, (3) revolusi PTkeluasan & kedalaman materi,  (3) revolusi  pembelajaran dan (4) reformasi penilaian....... PT SMA/K TEMATIK + TEMATIK + SMP TEMATIK TERPADU MAPEL  (Integrasi  Pendidikan  MATA  KULIAHSD TEMATIK TERPADU (Semua Muatan TERPADU  (IPA dan IPS) + MAPEL Menengah  SMA dan  SMK)(Semua Muatan  kecuali agama) MAPEL SMK)
  • 77.
  • 78.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 9/12 PENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas : a.muatan umum untuk SMA/MA, SMALB dan SMK/MAK; terdiri atasSMALB dan SMK/MAK; terdiri atas muatan : 1. pendidikan agama;p g ; 2. pendidikan kewarganegaraan; 3. bahasa; 4 ik4. matematika; 5. ilmu pengetahuan alam; 6 ilmu pengetahuan sosial;6. ilmu pengetahuan sosial; 7. seni dan budaya; 8. pendidikan jasmani dan olahraga;j g 9. keterampilan/kejuruan; dan 10. muatan lokal 77
  • 79.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 10/12 PENDIDIKAN MENENGAHPENDIDIKAN MENENGAH  terdiri atas  :  b Muatanpeminatan akademikb. Muatan peminatan akademik  SMA/MA atau bentuk lain yang  sederajat terdiri atas:  1. matematika dan ilmu  pengetahuan alam; p g ; 2. ilmu pengetahuan sosial;  3 b h d b d t3. bahasa dan budaya; atau 4. peminatan lainnya.  78
  • 80.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 11/12 PENDIDIKAN MENENGAH terdiriatasPENDIDIKAN MENENGAH terdiri atas : Muatan peminatan kejuruan SMK/MAK bentuk lain yang sederajat terdiri atas: 1 t k l i d k1. teknologi dan rekayasa; 2. kesehatan; 3. seni, kerajinan, dan pariwisata;j p ; 4. teknologi informasi dan komunikasi; 5 agribisnis dan agroteknologi;5. agribisnis dan agroteknologi; 6. bisnis dan manajemen; 7. perikanan dan kelautan; atau 8. peminatan lain yang diperlukan masyarakat. (Ketentuan lebih lanjut mengenai muatan peminatan  akademik dan muatan pilihan lintas minat atau  pendalaman minat SMA/MA, SMALB serta muatan  peminatan kejuruan dan pilihan lintas minat atau  pendalaman minat untuk SMK/MAK diatur dalam  79 p / Peraturan Menteri).
  • 81.
    FUNGSI DAN TUJUAN (PP 32 Tahun 2013 ): 12/12 PENDIDIKAN NONFORMAL terdiriatasPENDIDIKAN NONFORMAL terdiri atas : a. Struktur Kurikulum pendidikan nonformal berisi programp g pengembangan kecakapan hidup yang mencakup keterampilan fungsional, sikap dan kepribadiang p p profesional, dan jiwa wirausaha mandiri, serta Kompetensi dalam bidang tertentu.g b. Struktur Kurikulum pendidikan nonformal terdiri atas struktur k ik lkurikulum: 1. satuan pendidikan nonformal; dan 2 didik f l2. program pendidikan nonformal. (Ketentuan lebih lanjut mengenai Struktur Kurikulum  pendidikan nonformal diatur dalam Peraturan Menteri) 80 pe d d a o o a d atu da a e atu a e te )
  • 82.
    Usulan SUsulan StrukturtrukturKKurikulum 2013urikulum 2013Usulan SUsulan Struktur  truktur  KKurikulum 2013urikulum 2013 (untuk uji publik)(untuk uji publik) 81
  • 83.
    PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2013 Struktur KurikulumSekarang Usulan Struktur Kurikulum BaruStruktur Kurikulum Sekarang No Komponen I II III IV V VI A Matapelajaran No Komponen I II III IV V VI A Kelompok A Tematikp j 1 Pend. Agama 3 3 3 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 p 1 Pend. Agama 4 4 4 4 4 4 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6 Tematik 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 4 Matematika 5 5 5 5 IPA 4 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 B K l k B 6 IPS 3 3 3 7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4 P d J i OR & B Kelompok B 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 8 Pend. Jasmani, OR &  Kes. 4 4 4 B Muatan Lokal 2 2 2 C P b Di i 2 2 2 Jumlah 30 32 34 36 36 36 C Pengembangan Diri 2 2 2 Jumlah 26 27 28 32 32 32 Fenomena Alam, Sosial dan Budaya sebagai  obyek pembelajaran. Oleh karena itu, secara  substantif tetap diajarkan.meskipun tidak ada  Mapel IPA, IPS.  82
  • 84.
    PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2013 Struktur KurikulumSekarang Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV‐VI)Struktur Kurikulum Sekarang Usulan: Pemisahan IPA dan IPS  (Kelas IV VI) No Komponen I II III IV V VI A Matapelajaran No Komponen I II III IV V VI A Kelompok A 1 Pend. Agama 4 4 4 3 3 3 2 P d P il & K 5 6 6 4 4 4 Tematik p j 1 Pend. Agama 3 3 3 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 4 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA ‐ ‐ ‐ 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 4 Matematika 5 5 5 5 IPA 4 4 4 6 IPS ‐ ‐ ‐ 3 3 3 B Kelompok B 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 6 IPS 3 3 3 7 Seni Budaya & Ketrpln. 4 4 4 P d J i OR & No Komponen I II III IV V VI A K l k A Tematik Jumlah 30 32 34 36 36 36 Usulan: Pemisahan IPA dan IPS  (Kelas V‐VI) 8 Pend. Jasmani, OR &  Kes. 4 4 4 B Muatan Lokal 2 2 2 C P b Di i 2 2 2 A Kelompok A 1 Pend. Agama 4 4 4 4 3 3 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 5 6 6 6 4 4 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 7 7 k Tematik C Pengembangan Diri 2 2 2 Jumlah 26 27 28 32 32 32 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA ‐ ‐ ‐ ‐ 3 3 6 IPS ‐ ‐ ‐ ‐ 3 3 B Kelompok B 1 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 2 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 Jumlah 30 32 34 36 36 36 83
  • 85.
    MATERI KURIKULUM SD/MI Tahun 1994 – 2013MATERI KURIKULUM SD/MI Tahun1994 – 2013 No Komponen I II III IV V VI No Komponen I II III IV V VI Struktur Kurikulum 1994 Struktur Kurikulum 2004 No Komponen I II III IV V VI 1 Pend. Agama 2 2 2 2 2 2 2 Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 10 10 10 8 8 8 No Komponen I II III IV V VI 1 Pend. Agama MATIK 3 2 Pend. Kewarganegaraan ‐ 3 Bahasa Indonesia 5 4 Matematika 53 Bahasa Indonesia 10 10 10 8 8 8 4 Matematika 10 10 10 8 8 8 5 IPA ‐ ‐ 3 6 6 6 6 IPS ‐ ‐ 3 5 5 5 7 K T & K i 2 2 2 2 2 2 dekatanTEM 4 Matematika 5 5 IPA 4 6 IPS 4 7 Ker. Tangan & Kesenian 4 8 P d J i OR & K7 Ker. Tangan & Kesenian 2 2 2 2 2 2 8 Pend. Jasmani & Kes. 2 2 2 2 2 2 9 Muatan Lokal 2 2 4 5 7 7 10 Pengembangan Diri ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ J l h 30 30 38 40 42 42 Pen 8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 9 Muatan Lokal ‐ 10 Pengembangan Diri 2 Jumlah 27 31 Jumlah 30 30 38 40 42 42 No Komponen I II III IV V VI 1 Pend. Agama 3 3 3 No Komponen I II III IV V VI 1 Pend. Agama 4 4 4 4 4 4 Struktur Kurikulum 2013Struktur Kurikulum 2006 g P d k 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 4 Matematika 5 5 5 5 IPA 4 4 4 g 2 Pend. Pancasila &  Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6 3 Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 Pendekatan TEMATIK 5 IPA 4 4 4 6 IPS 3 3 3 7 Seni Budaya & Keterampilan 4 4 4 8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 ate at a 5 6 6 6 6 6 5 IPA ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 6 IPS ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 7 Seni Budaya & Prakarya 4 4 4 6 6 6 8 Pend Jasmani OR & Kes 4 4 4 4 4 48 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 9 Muatan Lokal 2 2 2 10 Pengembangan Diri 2 2 2 Jumlah 26 27 28 32 32 32 8 Pend. Jasmani, OR & Kes. 4 4 4 4 4 4 9 Muatan Lokal ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 10 Pengembangan Diri ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ Jumlah 30 32 34 36 36 36 84
  • 86.
    MATERI KURIKULUM SMP/MTs Tahun 1994 – 2013MATERI KURIKULUM SMP/MTs Tahun1994 – 2013 No Komponen VII VIII IX No Komponen VII VIII IX Struktur Kurikulum 1994 Struktur Kurikulum 2004 No Komponen VII VIII IX 1 Pend. Agama 2 2 2 2 Pend. Pancasila & Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 4 M t tik 6 6 6 No Komponen VII VIII IX 1 Pend. Agama 2 2 2 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 5 5 5 4 Matematika 5 5 54 Matematika 6 6 6 5 IPA 6 6 6 6 IPS 6 6 6 7 Bahasa Inggris 4 4 4 4 Matematika 5 5 5 5 IPA 5 5 5 6 IPS 5 5 5 7 Bahasa Inggris 4 4 4 8 K i 2 2 28 Ker. Tangan & Kesenian 2 2 2 9 Pend. Jasmani & Kes. 2 2 2 10 Muatan Lokal 6 6 6 Jumlah 42 42 42 8 Kesenian 2 2 2 9 Pend. Jasmani 3 3 3 10 TIK / Keterampilan 2 2 2 Jumlah 35 35 35 No Komponen VII VIII IX 1 Pend. Agama 2 2 2 2 Pend Kewarganegaraan 2 2 2 No Komponen VII VIII IX 1 Pendidikan Agama 3 3 3 Pendidikan Pancasila & Struktur Kurikulum 2013Struktur Kurikulum 2006 2 Pend. Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 Matematika 4 4 4 5 IPA 4 4 4 6 IPS 4 4 4 2 Pendidikan Pancasila &  Kewarganegaraan 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 4 Matematika 5 5 5 5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 56 IPS 4 4 4 7 Bahasa Inggris 4 4 4 8 Seni Budaya 2 2 2 9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan 2 2 2 10 Keterampilan / TIK 2 2 2 5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 7 Bahasa Inggris 4 4 4 8 Seni Budaya (termasuk mulok) 3 3 3 Pend Jasmani OR & Kesehatan10 Keterampilan / TIK 2 2 2 11 Muatan Lokal 2 2 2 12 Pengembangan Diri 2* 2* 2* Jumlah 32 32 32 9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan (termasuk mulok) 3 3 3 10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2 Jumlah 38 38 38 85
  • 87.
    SStrukturtruktur KKurikulum 2013urikulum2013SStruktur  truktur  KKurikulum 2013urikulum 2013 (sesuai Permendikbud)(sesuai Permendikbud) 86
  • 88.
    No Permasalahan Penyelesaian DasarPemikiran Perancangan Struktur Kurikulum SD No Permasalahan Penyelesaian 1 Capaian pembelajaran disusun berdasarkan  materi pelajaran bukan kompetensi yang  harus dimiliki peserta didik Perlunya ditetapkan standar kompetensi kelulusan  dan standar kompetensi kelas untuk menyatakan  capaian pembelajaranharus dimiliki peserta didik capaian pembelajaran 2 Kompetensi diturunkan dari pengetahuan  yang diperoleh dari mata pelajaran Kompetensi  dirumuskan dalam tiga domain, yaitu  sikap, keteramilan, dan pengetahuan 3 l k l k l k k i i i k3 Walaupun kelas I – III menerapkan  pembelajaran tematik, tidak ada kompetensi  inti yang mengikat semua mata pelajaran Perlunya merumuskan kompetensi inti untuk  masing‐masing kelas 4 Wala p n kelas I III menerapkan Mata pelajaran har s diperg nakan sebagai4 Walaupun kelas I‐III menerapkan  pembelajaran tematik, tetapi warna mata  pelajaran sangat kental bahkan berjalan  sendiri‐sendiri dan saling mengabaikan Mata pelajaran harus dipergunakan sebagai  sumber kompetensi bukan yang yang diajarkan g g 5 Kompetensi siswa hanya diukur dari  kompetensi pengetahuan yang diperolehnya  melalui penilaian berbasis tes tertulis Penilaian terhadap semua domain kompetensi  menggunakan penilaian otentik [proses dan hasil] 6 Penilaian hanya berdasarkan kompetensi  dasar saja Penilaian berdasarkan kompetensi dasar dan  kompetensi inti 8787
  • 89.
    No Permasalahan Penyelesaian Standar Kompetensi Lulusan: Domain Keterampilan NoPermasalahan Penyelesaian 7 Peserta didik pada jenjang  satuan sekolah dasar  belum perlu diajak berfikir tersegmentasi dalam  mata pelajaran mata pelajaran terpisah karena Perlunya proses pembelajaran yang menyuguhkan  keutuhan pada peserta didik melalui pemilihan  temamata pelajaran‐mata pelajaran terpisah karena   masih berfikir utuh  tema  8 Banyak sekolah alternatif yang menerapkan  sistem pembelajaran integratif berbasis tema Perlunya menerapkan sistem pembelajaran  integratif berbasis temasistem pembelajaran integratif berbasis tema  yang menujukkan hasil menggembirakan integratif berbasis tema 9 Adanya keluhan banyaknya buku yang harus  dibawa oleh anak sekolah dasar sesuai dengan Perlunya penyederhanaan mata pelajaran dibawa oleh anak sekolah dasar sesuai dengan  banyaknya mata pelajaran 10 Indonesia menerapkan sistem guru kelas dimana  semua mata pelajaran [kecuali agama, seni  Perlunya membantu memudahkan tugas guru  dalam menyampaikan pelajaran sebagai suatu p j [ g budaya, dan pendidikan jasmani] diampu oleh  satu orang guru y p p j g keutuhan dengan meminimumkan jumlah mata  pelajaran tanpa melanggar ketentuan konstitusi  [idealnya tanpa mata pelajaran sama] 11 Banyak negara menerapkan sistem  pembelajaran berbasis tematik‐ integratif sampai SD kelas VI, seperti Finlandia,  England Jerman Scotland Perancis Amerika Dapat dipergunakan sebagai acuan dalam usaha  meringankan beban guru kelas yang harus  mengampu sejumlah mata pelajaran England, Jerman, Scotland, Perancis, Amerika  Serikat (sebagian), Korea Selatan, Australia,  Singapura, New Zealand,, Hongkong, Filipina 8888
  • 90.
    No Komponen Rancangan UsulanRancangan Struktur Kurikulum SD No Komponen Rancangan  1 Berbasis tematik‐terpadu sampai kelas VI 2 Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap kelas  3 Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya, mencoba,  mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran 4 Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran 5 Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10  dapat dikurangai menjadi 6 melalui  pengintegrasian beberapa mata pelajaran:  ‐IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll ‐IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll ‐Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani,  Olahraga dan Kesehatan ‐Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaranMata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran 6 Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya  bagi anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu  melainkan sebagai sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan kepedulian dalam  berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab.berinteraksi sosial dan dengan alam secara bertanggung jawab. 7 Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah  atau jadi satu. Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru, kesulitan bagi bahasa  Indonesia untuk mencari materi pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui p y g , j p kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi saat ini, dll  8 Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian 8989
  • 91.
    Rasional IPA dan IPS di SekolahDasar • Masalah fokus pembelajaran: ada istilah‐istilah IPA yang memiliki arti  berbeda dengan istilah‐istilah umum pada matapelajaran Bahasa  Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.Indonesia, misalnya:  gaya ,  usaha ,  daya , dll.   • Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing‐masing. Jika  indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran Bahasa  I d i j di IPAIndonesia menjadi IPA. • Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan  terjadi pendangkalan materi IPA  terhapusnya beberapa bagian materi j p g p y p g IPA , dampak negatifnya: – Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun  A k tid k b k ti i til h i til h IPA hi tid k k– Anak tidak banyak mengerti istilah‐istilah IPA, sehingga tidak suka  membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains. • Peserta didik kelas IV – VI  usia 10 – 12 tahun  sudah masuk pada tahap  berpikir abstrak  operasi formal  , sehingga sudah mampu memahami  konsep‐konsep keilmuan secara sederhana • Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah proses pembelajaran di SD• Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah, proses pembelajaran di SD  tetap dapat dilaksanakan dengan pendekatan tematik‐terpadu. 9090
  • 92.
    STRUKTUR KURIKULUM SD No Komponen III III IV V VI Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi  4 4 4 4 4 4g Pekerti 2 PPKN 5 5 6 5 5 5 3 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 73 Bahasa Indonesia 8 9 10 7 7 7 4 Matematika 5 6 6 6 6 6 5 IPA 3 3 3 6 IPS 3 3 3 Kelompok B 7 Seni Budaya & Prakarya (termasuk 4 4 4 5 5 57 Seni Budaya & Prakarya (termasuk  muatan lokal*) 4 4 4 5 5 5 8 Pend. Jasmani, OR & Kes  4 4 4 4 4 4 (termasuk muatan lokal). Jumlah 30 32 34 36 36 36 Catatan:  1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah 2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas  III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya 91
  • 93.
    PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 1/3 P didik dliti ki i b h k lih t d i• Pendidik dan peneliti meyakini bahwa anak melihat dunia  sebagai suatu keutuhan yang terhubung, bukannya penggalan‐ penggalan yang lepas dan terpisah. [Departemen Pendidikan  Alb K d ]Alberta, Kanada] • Walaupun sekolah dasar dirancang dengan menggunakan  mata pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satumata pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satu  dengan yang lain [seperti pada KBK 2004 dan KTSP 2006],  mapel tertentu akan menghasilkan keluaran‐keluaran yang  sama dengan mapel lainnya [Departemen Pendidikan Albertasama dengan mapel lainnya. [Departemen Pendidikan Alberta,  Kanada] • Mapel‐mapel yang berbeda tersebut, ternyata sangat banyak p p y g , y g y keterkaitan satu sama lain [sebagaimana tampak pada  rumusan kompetensi dasar KTSP 2006]. Dengan demikian  keterpaduan konten pada berbagai mapel dan arahan bagi ete padua o te pada be baga ape da a a a bag siswa untuk dapat membuat keterkaitan antar mapel akan  memperkuat pembelajaran siswa. [Departemen Pendidikan  Alberta, Kanada] 92 Alberta, Kanada]  
  • 94.
    PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3 • Kurikulum terpadu sebagai panutan dalam tematik terpadu  adalah salah satu pendekatan pembelajaran dimana kompetensi  [pengetahuan keterampilandan sikap] dari berbagai mapel[pengetahuan, keterampilan, dan sikap] dari berbagai mapel  digabungkan menjadi satu untuk merumuskan pemahaman  yang lebih mendalam dan mendasar tentang apa yang harus  dikuasai siswa.dikuasai siswa. • Telah banyak peneliti pendidikan yang menekankan pentingnya  pembelajaran terpadu seperti Susan Drake, Heidi Hayes Jacobs,  James Beane and Gordon Vars dll yang menyatakan bahwaJames Beane and Gordon Vars, dll yang menyatakan bahwa  kurikulum adalah terkait, terpadu, lintas disiplin, holistik, dan  berbagai istilah lain yang memiliki arti yang sama.  • James Beane lebih jauh menekankan “When we are confronted  in real life with a compelling problem or puzzling  situation, we  don’t ask which part is mathematics, which part is science,  hi h i hi d I d d kwhich part is history, and so on. Instead we draw on or seek out  knowledge and skill from any and all sources that might be  helpful” 93
  • 95.
    PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3 Bagi sekolah dasar yang menganut sistem guru kelas, tematik  terpadu akan memberikan banyak keuntungan antara lain: • Fleksibilitaspemanfaatan waktu dan menyesuaikannya dengan  kebutuhan siswa • Menyatukan pembelajaran siswa konvergensi pemahamanMenyatukan pembelajaran siswa, konvergensi pemahaman  yang diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi  antar mata pelajaran Merefleksikan d nia n ata dih d i k di h d• Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah dan  lingkungannya • Selaras dengan cara anak berfikir, dimana menurut penelitian g f , p otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak  menerima banyak hal dan mengolah dan merangkumnya  menjadi satu. Sehingga mengajarkan secara holistik terpadu  d l h l d b k k l hadalah sejalan dengan bagaimana otak anak mengolah  informasi. 94
  • 96.
    No Komponen VIIVIII IX Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan B di Pekerti 3 3 31 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan 3 3 3 3 Bahasa Indonesia 6 6 6 4 Matematika 5 5 5 5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5 6 Il P t h S i l 4 4 46 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 7 Bahasa Inggris 4 4 4 Kelompok Bp 8 Seni Budaya (termasuk mulok)* 3 3 3 9 Pend. Jasmani, OR & Kesehatan (t k l k) 3 3 3 (termasuk mulok) 10 Prakarya (termasuk mulok) 2 2 2 Jumlah 38 38 38 * Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah 95
  • 97.
    Mata Pelajaran Kelas Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah Mata Pelajaran X XIXII Kelompok  A (Wajib) 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 31 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 Matematika 4 4 44 Matematika 4 4 4 5 Sejarah Indonesia 2 2 2 6 Bahasa Inggris 2 2 2 Kelompok B (Wajib) 7 Seni Budaya 2 2 2 8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 3 3 9 Prakarya dan Kewirausahaan  2 2 2 Jumlah jam pelajaran Kelompok A dan B per minggu 24 24 24 Kelompok C PeminatanKelompok C Peminatan Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA) 18 20 20 Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMA) 24 24 24 ( ) 96 Jumlah Jam  Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMA) 42 44 44 Jumlah Jam  Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMK) 48 48 48
  • 98.
    K l Struktur Kurikulum Peminatan SMA MATA PELAJARAN Kelas X XIXII Kelompok A dan B (Wajib) 24 24 24 Kelompok C (Peminatan)p ( ) Peminatan Matematika dan Iilmu Alam I 1 Matematika 3 4 4 2 Biologi 3 4 4 3 Fi ik 3 4 43 Fisika 3 4 4 4 Kimia 3 4 4 Peminatan Ilmu‐Ilmu Sosial II 1 Geografi 3 4 4g 2 Sejarah 3 4 4 3 Sosiologi & Antropologi 3 4 4 4 Ekonomi 3 4 4 P i t Il B h d B dPeminatan Ilmu Bahasa dan Budaya III 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 4 2 Bahasa dan Sastra Inggeris 3 4 4 3 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 43 g y 3 4 4 4 Antropologi 3 4 4 Mata Pelajaran Pilihan Pilihan Lintas Kelompok Peminatan atau Pendalaman Minat 6 4 4 J l h J P l j Y T di iJumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu 68 72 72 Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu 42 44 44
  • 99.
    MATA  PELAJARAN KELAS X XI XII Kelompok A (Wajib) 1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti  3 3 3 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 22. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  2 2 2 3. Bahasa Indonesia  4 4 4 4. Matematika  4 4 4 5. Sejarah Indonesia  2 2 2 6. Bahasa Inggris  2 2 2 Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya  2 2 2 8 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 28. Prakarya dan Kewirausahaan 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan  3 3 3 Jumlah kelompok A dan B 24 24 24 Kelompok C (Peminatan) Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi 24 24 24 TOTAL 48 48 48 98
  • 100.
  • 101.
    ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:  1/2 SEBAGAI GURU :  • Bagaiaman saya harus mengelola pembelajaran sesuai roh  kurikulum 2013 ? • Langkah‐langkah apa yang saya akan lalui untuk tematik terpadu,  pendekatansaintifik inquiry discovery learning project basedpendekatan saintifik, inquiry, discovery learning, project based   learning ? • Bagaimana cara menilainya ? Seperti apa menerapkan authentic,  portfolio ?? Dan bagaimana itu saya tuangkan kedalam rapor,  PADA SKALA yang akan berisi sikap, pengetahuan dan keterampilan ? SEBAGAI KEPALA SEKOLAH :  • Bagaimana menyusun jadwal ? PADA SKALA  IMPLEMENTASI   PERTANYAAN  KRUSIALNYA • Manual prosedur, atau borang apa saja yang harus disiapkan ? • Bagaimana menumbuhkan  kultur sekolah melalui pola kepemimpinan  yang kuat dan strategi supervisi yang memadai ? SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :KRUSIALNYA   ADALAH: SEBAGAI PENGAWAS SEKOLAH :  • Perubahan apa yang harus kami lakukan dalam menjalankan fungsi kami  sebagai pengawas ? SEBAGAI AKADEMISI: • Bagaimana kurikulum LPTK, bagaimana peran kurikulum ini dalam rangka  membangun generassi emas 2045. SEBAGAI MASYARAKAT:  • Adakah jaminan dengan Kurikulum 2013 maka pendidikan di  Indonesia lebih terjangkau, berkualitas dan menjamin bahwa  anak‐anak Negeri bisa bekerja dan survive di negeri ini ?
  • 102.
    ANATOMI MASALAH IMPLEMENTASI:  1/2 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PELAPORAN  KOMPETENSI  SISWA (RAPOR) PERANCANGAN   PROSES PEROLEHAN  KOMPETENSI  (PROSES BELAJAR)  ARSITEKTUR  INSTRUMEN  PENILAIAN  KOMPETENSI RANCANGAN PROSES  PENILAIAN  PENGADMINSTRASIAN  SISWA (RAPOR) DAN MATERIKOMPETENSI PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH :PERUBAHAN MANAJEMEN SEKOLAH : JADWAL, KALENDER PENDIDIKAN, POLA SUPERVISI, SISTEM PERENCANAAN,  PEMINATAN, KULTUR, AKTIVITAS PENGENDALIAN, REVITALISASI KEGIATAN  EKSTRAKURIKULER, DSB. PELATIHAN GURU KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS: EKSTRAKURIKULER, DSB. PELATIHAN GURU, KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS:  • PENETAPAN DESAIN : PERUBAHAN MIND SET  KETERAMPILAN  MENERAPKAN KURIKULUM 2013 • PENETAPAN MATERIPENETAPAN MATERI • PENETAPAN PESERTA, NS, IN, GI dan GS • SISTEM EVALUASI dan PENJAMINAN MUTU
  • 103.
    GURUGURU SEKOLAH SBG PUSAT  PERADABAN  MBS DAN   KEPEMIMPINAN  SEKOLAHEVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) BAGI SISWA SEKOLAH (EDS) IKLIM DAN  KULTUR SEKOLAH PROSES BELAJAR  SISTEM EVALUASI •Tematik Terpadu • Quality Control PROSES STANDARISASI : • Pendekatan Scientific • Problem dan Project  Based learning • Motivator • Accountability • Seleksi Di tik PROSES STANDARISASI : • Kriteria • Instrumentasi • Kewilayahan • Diagnostik • Legitimasi y BENCMARK 102
  • 104.
    Results of Mathematics (8thGrade) 2007 2011 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 0% 50% 60% 70% 80% 0% 50% 60% 70% 80% 0% 10% 20% 30% 40% 0% 10% 20% 30% 40% 0% ese Taipei  Singapore a, Rep. of Japan Turkey Malaysia Thailand Iran udi Arabia Morocco Indonesia 0% ese Taipei  a, Rep. of Singapore Japan Turkey Thailand Malaysia Iran Indonesia Morocco udi Arabia Chine S Kore Sau I Chine Kore S I Sau Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara  hampir 50%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan  keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang y , p y g diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 1010 33
  • 105.
    Results of Science(8th Grade) 20072011 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 50% 60% 70% 80% 50% 60% 70% 80% 0% 10% 20% 30% 40% 0% 10% 20% 30% 40% 0% ingapore ese Taipei Japan a, Rep. of Malaysia  Thailand  Turkey Iran ndonesia  Morocco di Arabia  0% ingapore ese Taipei a, Rep. of Japan Turkey Iran Malaysia  Thailand  di Arabia  ndonesia  Morocco S Chine Korea M T In Saud S Chine Korea M T Saud In Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara  hampir 40%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan  keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang y , p y g diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 1010 44
  • 106.
    Results of Reading (4th Grade) 20062011 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 90% 100% Very Low Low Intermediate High Advance 50% 60% 70% 80% 50% 60% 70% 80% 0% 10% 20% 30% 40% 0% 10% 20% 30% 40% 0% ingapore ese Taipei Iran di Arabia ndonesia Morocco  0% ingapore ese Taipei Iran ndonesia Morocco  S Chine Sau In M S Chine In M Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari 50%  siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan  bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di , p y g j Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional 1010 55
  • 107.
    RASIONALRASIONAL KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013  PPT 11PPT ‐ 1.1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 108.
     Kurikulum menurut Undang‐undang Nomor 20 Tahun 2003  P l1 A t (19) d l h k t dPasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan  pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta  cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraancara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan  kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan  tertentu.  Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan  Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah  dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup  k i ik h d k ilkompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara  terpadu. 22
  • 109.
    Pendekatan dalam Penyusunan SKL  pada KBK 2004 dan KTSP 2006 Mapel 1 Mapel 2 Mapel 3Mapel n....Mapel 1 SKL Mapel 1 Mapel 2 SKL Mapel 2 Mapel 3 SKL Mapel 3 Mapel n SKL Mapel n .... ....SKL Mapel 1 SK‐KD Mapel SKL Mapel 2 SK‐KD Mapel SKL Mapel 3 SK‐KD Mapel SKL Mapel n SK‐KD Mapel.... Standar Isi 1 2 3 n Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Satuan Pendidikan SK‐KD: Standar Kompetensi (Strand/Bidang) dan Kompetensi Dasar 33
  • 110.
    Tantangan Internal  Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar  Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan,  Standar Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar  P didikd T K didik St d I i St dPendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Isi, Standar  Proses, Standar Penilaian, dan Standar Kompetensi  LulusanLulusan. T i l l i k i d f k Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor  perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari  pertumbuhan penduduk usia produktifpertumbuhan penduduk usia produktif. 44
  • 111.
  • 112.
    Perkembangan Penduduk sebagai Modal Kompeten Modal  Pembangunan SDM  Usia Produktif Pembangunan Transformasi  Kurikulum PTK Usia Produktif  (2020‐2035)  Melimpah Transformasi  melalui  Pendidikan  Sarpras  Pendanaan P l l Melimpah Tidak  Kompeten Beban  Pembangunan  Pengelolaan 66
  • 113.
    Tantangan Eksternal Tantangan Masa Depan • Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA • Masalahlingkungan hidup. • Kemajuan teknologi informasi.j g • Konvergensi ilmu dan teknologi. • Ekonomi berbasis pengetahuan. • Kebangkitan industri kreatif dan budayaKebangkitan industri kreatif dan budaya. • Pergeseran kekuatan ekonomi dunia. • Pengaruh dan imbas teknosains. • Mutu investasi dan transformasi pada sektor pendidikan• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan. • Materi TIMSS dan PISA. 77
  • 114.
    Tantangan Eksternal Kompetensi Masa Depanp p • Kemampuan berkomunikasi. •Kemampuan berpikir jernih dan kritis. K ti b k i l t l h• Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. • Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab. • Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap  pandangan yang berbeda. • Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal. • Memiliki minat luas dalam kehidupan.p • Memiliki kesiapan untuk bekerja. • Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya. • Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. 88
  • 115.
    Tantangan Eksternal Persepsi Masyarakat • Terlalu menitikberatkanpada aspek kognitif• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif • Beban siswa terlalu berat • Kurang bermuatan karakter Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi • NeurologiNeurologi • Psikologi • Observation based [discovery] learning dan Collaborative Learning Fenomena Negatif  yang  Mengemuka • Perkelahian pelajar N k b• Narkoba • Korupsi • Plagiarisme  • Kecurangan dalam Ujian (Nyontek) • Gejolak masyarakat (social unrest) 99
  • 116.
  • 117.
    Penyempurnaan Pola Pikir Perumusan Kurikulum  No KBK 2004 KTSP 2006Kurikulum 2013 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan 1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari  Standar Isi Standar Kompetensi Lulusan  diturunkan dari kebutuhan  Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan  Standar Isi diturunkan dari 2 Mata Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan  Mata Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar  Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata  Standar Isi diturunkan dari  Standar Kompetensi Lulusan  melalui Kompetensi Inti yang  b b t l j p p Pelajaran bebas mata pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran  Semua mata pelajaran harus  b k t ib i t h d 3 p j pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan berkontribusi terhadap  pembentukan sikap,  keterampilan, dan pengetahuan, 4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari  kompetensi yang ingin dicapai M t l j l t d l i S t l j diik t 5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain,  seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat  oleh kompetensi inti (tiap kelas) 1111
  • 118.
    Penyempurnaan Pola Pikir 1 Berpusat pada Guru Berpusat pada Siswa 2Satu Arah Interaktif2 Satu Arah  Interaktif 3 Isolasi  Lingkungan Jejaring 4 Pasif  Aktif‐Menyelidiki 5 Maya/Abstrak  Konteks Dunia Nyata 6 Pribadi  Pembelajaran Berbasis Tim Menuju 7 Luas (semua materi  diajarkan) Perilaku Khas Memberdayakan  Kaidah Keterikatan Sti l i R T l Sti l i k S l P j Menuju 8 Stimulasi Rasa Tunggal  (beberapa panca indera) Stimulasi ke Segala Penjuru  (semua Panca indera) 9 Alat Tunggal (papan tulis) Alat Multimedia (berbagai  9 gg (p p ) ( g peralatan teknologi pendidikan) 10 Hubungan Satu Arah  Kooperatif 1212
  • 119.
    Penyempurnaan Pola Pikir (lanjutan) 11 Produksi Masa (siswa  memperoleh dokumen yg  sama) Kebutuhan Pelanggan (siswa  mendapat dokumen sesuai dgn  ketertarikan sesuaipotensinya)sama) ketertarikan sesuai potensinya) 12 Usaha Sadar Tunggal (mengikuti cara yang  Jamak (keberagaman inisiatif  individu siswa) seragam) 13 Satu Ilmu Pengetahuan  Bergeser (mempelajari Pengetahuan Disiplin Jamak  (pendekatan multidisiplin)Bergeser (mempelajari  satu sisi pandang ilmu) (pendekatan multidisiplin) 14 Kontrol Terpusat Otonomi dan Kepercayaan  Menuju (kontrol oleh guru) (siswa diberi tanggungjawab) 15 Pemikiran Faktual  Kritis (membutuhkan pemikiran  kreatif)kreatif) 16 Penyampaian Pengetahuan  (pemindahan ilmu dari  Pertukaran Pengetahuan (antara  guru dan siswa, siswa dan siswa  guru ke siswa) lainnya) 1313
  • 120.
    Pola Pikir Perumusan Kurikulum  No KBK 2004 KTSP 2006Kurikulum 2013 1 Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari  Standar Kompetensi Lulusan p Standar Isi p diturunkan dari kebutuhan  2 Standar Isi dirumuskan berdasarkan Tujuan Mata  Pelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata Standar Isi diturunkan dari Standar  Kompetensi Lulusan melaluiPelajaran (Standar Kompetensi Lulusan Mata  Pelajaran) yang dirinci menjadi Standar Kompetensi  dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Kompetensi Lulusan melalui  Kompetensi Inti yang bebas mata  pelajaran 3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk Semua mata pelajaran harus3 Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk  sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk  pengetahuan Semua mata pelajaran harus  berkontribusi terhadap  pembentukan sikap, keterampilan,  dan pengetahuandan pengetahuan, 4 Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari  kompetensi yang ingin dicapai 5 Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti  sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh  kompetensi inti (tiap kelas) 1414
  • 121.
    Langkah Penguatan Proses Proses Karakteristik Penguatan Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya,  mencoba, menalar,.... Menggunakanilmu pengetahuan sebagai penggerak Pembelajaran Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak  pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu  [discovery learning]. Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi,  pembawa pengetahuan dan berfikir logis sistematis dan kreatifpembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif. Mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi. Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran  Penilaian p p y y g p mendalam [bukan sekedar hafalan]. Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa. Menggunakan portofolio pembelajaran siswa. 1515
  • 122.
    Langkah Penyesuaian Beban Guru dan Murid SD Pelaku Beban Penyelesaian MenyusunSilabusMenyusun Silabus. Disediakan buku pegangan guru Mencari buku yang sesuai. Mengajar beberapa mata pelajaran  Guru dengan cara berbeda. Pendekatan tematik terpadu k t b k t k Mengajar banyak mata pelajaran. Menggunakan bahasa Indonesia sebagai menggunakan satu buku untuk  semua mata pelajaran sehingga  dapat selaras dengan  kemampuan Bahasa Indonesia Menggunakan bahasa Indonesia sebagai  penghela mata pelajaran yang lain  sehingga selaras. M k il h b i kemampuan Bahasa Indonesia  sebagai alat komunikasi dan  carrier of knowledge. Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai  penggerak pembahasan. Mempelajari banyak mapel. Murid Mempelajarai mata pelajaran dengan cara  berbeda. Membeli buku P di b k t k l hMembeli buku. Penyedian buku teks oleh pemerintah/daerah.Membeli lembar kerja siswa. 1616
  • 123.
    Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan dan  Pengetahuan untuk MembangunPengetahuan untuk Membangun  Soft Skills danHard Skills1 PT SMA/SMKSMA/SMK SMP SD Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960). 17171717
  • 124.
  • 125.
    ELEMEN PERUBAHANELEMEN PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013  PPT 12PPT ‐ 1.2 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 126.
    Elemen Perubahan Standar  Kompetensi Lulusan Standar Proses El P bhElemen Perubahan  Standar Isi Standar PenilaianStandar Isi Standar Penilaian 22
  • 127.
    Elemen Perubahan Elemen Deskripsi Elemen SD SMP SMASMK Kompetensi  L l Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills li ti k k t i ik k t il dLulusan yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan  pengetahuan Kedudukan  Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah  mata  pelajaran (ISI) p y g p j menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Pendekatan Kompetensi dikembangkan melaluiPendekatan  (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik terpadu dalam semua  Mata  pelajaran Mata pelajaran Vokasinal mata pelajaran p j 33
  • 128.
    Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMASMK • Holistik berbasis  sains (alam,  sosial, dan  • TIK menjadi media  semua  matapelajaran • Perubahan  sistem: ada  matapelajaran  • Penambahan jenis  keahlian   berdasarkan  budaya) • Jumlah  matapelajaran  d i j di • Pengembangan diri  terintegrasi pada  setiap  l j d wajib dan ada  matapelajaran  pilihan j di spektrum  kebutuhan  (6  program keahlian,  40 bidang keahlian Struktur  Kurikulum  (Mata pelajaran dari 10 menjadi 6 • Jumlah jam  bertambah 4  JP/minggu akibat matapelajaran dan  ekstrakurikuler • Jumlah  matapelajaran dari • Terjadi  pengurangan  matapelajaran  yang harus 40 bidang keahlian,  121 kompetensi  keahlian) • Pengurangan dan alokasi  waktu) (ISI) JP/minggu akibat  perubahan  pendekatan  pembelajaran matapelajaran dari  12 menjadi 10 • Jumlah jam  bertambah 6 yang harus  diikuti siswa • Jumlah jam  bertambah 1  Pengurangan  adaptif dan  normatif,  penambahan  d k ifbertambah 6  JP/minggu akibat  perubahan  pendekatan  JP/minggu  akibat  perubahan  pendekatan produktif • produktif  disesuaikan  dengan trend 44 pembelajaran pendekatan  pembelajaran dengan trend  perkembangan di  Industri
  • 129.
    Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMASMKSD SMP SMA SMK • Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan  Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan,  Menyimpulkan, dan Mencipta.  • Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  lingkungan sekolah  dan masyarakat   Proses  pembelajar‐ an • Guru bukan satu‐satunya sumber belajar. • Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan T tik d IPA d IPS Ad t K t i• Tematik dan  terpadu • IPA dan IPS  masing‐ masing  diajarkan • Adanya mata  pelajaran wajib  dan pilihan  sesuai dengan • Kompetensi  keterampilan yang  sesuai dengan standar  industridiajarkan  secara  terpadu sesuai dengan  bakat dan  minatnya industri 55
  • 130.
    Elemen Perubahan Elemen Deskripsi SD SMP SMASMKSD SMP SMA SMK • Penilaian berbasis kompetensi • Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan Penilaian hasil  belajar Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan  berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi  sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil] • Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar  belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)  • Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL  • Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama  penilaianpenilaian  Ekstrakurikuler • Pramuka (wajib) • UKS • Pramuka  (wajib) • Pramuka  (wajib) • Pramuka (wajib) • OSIS • PMR • Bahasa Inggris • OSIS • UKS • PMR • OSIS • UKS • PMR • UKS • PMR • Dll 66 • Dll • Dll
  • 131.
    Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013Ket Mata pelajaran tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua SemuaMata pelajaran tertentu  mendukung kompetensi tertentu Tiap mata pelajaran mendukung semua  kompetensi [sikap, keterampilan, pengetahuan] Semua  Jenjang Mata pelajaran dirancang Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang SemuaMata pelajaran dirancang  berdiri sendiri dan  memiliki kompetensi  dasar sendiri Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang  lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas Semua  Jenjang dasar sendiri Bahasa Indonesia sejajar  dengan mapel lain Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain  [sikap dan keterampilan berbahasa} SD Tiap mata pelajaran  diajarkan dengan  pendekatan berbeda Semua mata pelajaran diajarkan dengan  pendekatan yang sama [saintifik] melalui  mengamati, menanya, mencoba, menalar,.... Semua  Jenjang Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan  terpisah [separated Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan  terkait dan terpadu satu sama lain [cross  curriculum atau integrated curriculum] SD curriculum] Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya SD 77
  • 132.
    Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 KTSP 2006 Kurikulum 2013Ket T ik k k l I III T ik I if k K l I VI SDTematik untuk kelas I – III  [belum integratif] Tematik Integratif untuk Kelas I – VI  SD TIK adalah mata  TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan  SMP pelajaran sendiri sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain Bahasa Indonesia  sebagai pengetahuan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan  carrier of knowledge SMP/  SMA/SMKsebagai pengetahuan carrier of knowledge / Untuk SMA, ada  penjurusan sejak kelas XI Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran  wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman  minat SMA/SMK minat SMA dan SMK tanpa  kesamaan kompetensi SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang  sama terkait dasar‐dasar pengetahuan, keterampilan,  SMA/SMK dan sikap. Penjurusan di SMK  sangat detil [sampai Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan  SMA/SMK keahlian] peminatan dan pendalaman 88
  • 133.
    Perubahan untuk Semua Mata Pelajaran No Implementasi ik l Kurikulum Baru Kurikulum Lama Materi disusun untuk  memberikanMateri disusun seimbang mencakup kompetensi 1 memberikan  pengetahuan kepada  siswa Materi disusun seimbang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan 2 Pendekatan  pembelajaran adalah  siswa diberitahu tentang  Pendekatan pembelajaran berdasarkan  pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data,  penalaran dan penyajian hasilnya melalui2 g materi yang harus dihafal [siswa diberi  tahu]. penalaran, dan penyajian hasilnya melalui  pemanfaatan berbagai sumber‐sumber belajar  [siswa mencari tahu] tahu].  3 Penilaian pada  pengetahuan melalui  l d ji Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap,  pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan f liulangan dan ujian portofolio.  99
  • 134.
    Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Sosial No Implementasi k l Kurikulum Baru Kurikulum Lama 1 Materidisajikan terpisah  menjadi Geografi, Sejarah,  Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok  Geografi Sejarah Ekonomi Sosiologi Ekonomi, Sosiologi  Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi. Menggunakan Geografi sebagai platform kajian dengan  pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan 2 Tidak ada platform, semua  kajian berdiri sejajar pertimbangan semua kejadian dan kegiatan terikat dengan  lokasi. Tujuannya adalah menekankan pentingnya  konektivitas ruang dalam memperkokoh NKRI. Kajian  sejarah, sosiologi, budaya, dan ekonomi disajikan untuk j , g , y , j mendukung terbentuknya konektivitas yang lebih kokoh. Diajarkan oleh guru  Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan  wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga 3 berbeda (team teaching)  dengan sertifikasi berdasarkan mata kajian wawasan terpadu antar mata kajian tersebut sehingga  siswa dapat memahami pentingnya keterpaduan antar  mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara  terpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnyaterpisah dan lebih mendalam pada jenjang selanjutnya 1010
  • 135.
    Perubahan pada Ilmu Pengetahuan Alam No Implementasi Kurikulum Lama Kurikulum Baru Kurikulum Lama 1Materi disajikan terpisah antara  Fisika, Kimia, dan Biologi Materi disajikan terpadu, tidak dipisah dalam kelompok Fisika,  Kimia, Biologi 2 Tidak ada platform, semua  kajian berdiri sejajar Menggunakan Biologi sebagai platform kajian dengan  pertimbangan semua kejadian dan fenomena alam terkait dengan  benda beserta interaksi diantara benda‐benda tersebutbenda beserta interaksi diantara benda benda tersebut.  Tujuannya adalah menekankan pentingnya interaksi biologi, fisika,  kimia dan kombinasinya dalam membentuk ikatan yang stabil.  3 Materi ilmu bumi dan anta‐riksa Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan3 Materi ilmu bumi dan anta riksa  masih belum memadai  [sebagian dibahas di IPS] Diperkaya dengan materi ilmu bumi dan antariksa sesuai dengan  standar internasional 4 Materi kurang mendalam dan Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis4 Materi kurang mendalam dan  cenderung hafalan Materi diperkaya dengan kebutuhan siswa untuk berfikir kritis  dan analitis sesuai dengan standar internasional 5 Diajarkan oleh guru berbeda  (team teaching) dengan Diajarkan oleh satu orang guru yang memberikan wawasan  terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat(team teaching) dengan  sertifikasi berdasarkan mata  kajian terpadu antar mata kajian tersebut sehingga siswa dapat  memahami pentingnya keterpaduan antar mata kajian tersebut sebelum mendalaminya secara terpisah dan lebih mendalam  pada jenjang selanjutnya 1111
  • 136.
    Perubahan pada Matematika No Implementasi Kurikulum Lama Kurikulum Baru Kurikulum Lama 1Langsung masuk ke materi abstrak Mulai dari pengamatan permasalahan konkret, kemudian  ke semi konkret, dan akhirnya abstraksi permasalahan 2 Banyak rumus yang harus dihafal untuk menyelesaikan  permasalahan (hanya bisa  menggunakan) Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang  diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan  rumus‐rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa  mnggunakan tetapi juga memahami asal‐usulnya)menggunakan) mnggunakan tetapi juga memahami asal usulnya) 3 Permasalahan matematika selalu  diasosiasikan dengan [direduksi  menjadi] angka   Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa  angka [gambar, grafik, pola, dsb] j ] g 4 Tidak membiasakan siswa untuk  berfikir kritis [hanya mekanistis] Dirancang supaya siswa harus berfikir kritis untuk  menyelesaikan permasalahan yang diajukan Metode penyelesaian masalah 5 Metode penyelesaian masalah  yang tidak terstruktur Membiasakan siswa berfikir algoritmis 6 Data dan statistik dikenalkan di  Memperluas materi mencakup peluang, pengolahan data,  dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan6 kelas IX saja dan statistik sejak kelas VII serta materi lain sesuai dengan  standar internasional 7 Matematika adalah eksak Mengenalkan konsep pendekatan dan perkiraan 1212
  • 137.
    Perubahan pada Bahasa Indonesia/Inggris No Implementasi Kurikulum Lama Kurikulum Baru 1 Materi yang diajarkan  ditekankan  pada   tatabahasa/struktur bahasa Materi yang dijarkan ditekankan pada kompetensi  berbahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan  gagasan dan pengetahuan/ gg p g 2 Siswa tidak dibiasakan  membaca dan memahami  makna teks yang disajikan Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa  sendirimakna teks yang disajikan sendiri 3 Siswa tidak dibiasakan  menyusun teks yang  sistematis logis dan efektif Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis,  dan efektif melalui latihan‐latihan penyusunan teks sistematis, logis, dan efektif p y 4 Siswa tidak dikenalkan  tentang aturan‐aturan teks  Siswa dikenalkan dengan aturan‐aturan teks yang sesuai  sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks4 yang sesuai dengan  kebutuhan sehingga tidak rancu dalam proses penyusunan teks  (sesuai dengan situasi dan kondisi: siapa, apa, dimana) Kurang menekankan pada  Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya 5 pentingnya ekspresi dan  spontanitas dalam  berbahasa Siswa dibiasakan untuk dapat mengekspresikan dirinya  dan pengetahuannya dengan bahasa yang meyakinkan secara spontan 1313
  • 138.
    Perubahan pada  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran No Implementasi Kurikulum Baru Kurikulum Lama Materi disajikan  berdasarkanempat pilar Materi disajikan tidak berdasarkan pada  pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan 1 berdasarkan empat pilar  dengan pembahasan yang  terpisah‐pisah pengelompokkan menurut empat pilar kebangsaan  tetapi berdasarkan keterpaduan empat pilar dalam  pembentukan karakter bangsa Materi disajikan 2 Materi disajikan  berdasarkan pasokan yang  ada pada empat pilar  kebangsaan Materi disajikan berdasarkan kebutuhan untuk menjadi  warga negara yang bertanggung jawab (taat norma,  asas, dan aturan)  kebangsaan 3 Tidak ada penekanan pada  tindakan nyata sebagai  warga negara yang baik Adanya kompetensi yang dituntut dari siswa untuk  melakukan tindakan nyata sebagai warga negara yang  baikwarga negara yang baik baik 4 Pancasila dan  Kewarganegaraan disajikan  Pancasila dan Kewarganegaraan bukan hanya  pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata4 sebagai pengetahuan yang  harus dihafal pengetahuan, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata  dan sikap keseharian. 1414
  • 139.
    Proses yang Mendukung Kreativitas PROSES  PEMBELAJARAN Pendekatan saintifik dan  k k lPEMBELAJARAN Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: Observing [mengamati] kontekstual  Questioning [menanya]  Associating [menalar]  Experimenting [mencoba]   Networking [Membentuk jejaring] P il i O ikPROSES PENILAIAN  penilaian berbasis portofolio  t tid k iliki j b t l Penilaian Otentik  pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,   memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,   menilai proses pengerjaannya bukan hanya  hasilnyahasilnya,   penilaian spontanitas/ekspresif,   dll 1515
  • 140.
  • 141.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI)KOMPETENSIINTI (KI)KOMPETENSI INTI (KI)KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD)KOMPETENSI DASAR (KD) PPT ‐ 1.3 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 142.
    UU 20/2003 Sisdiknas Perpres 5/2010 RPJMN PP 19/2005SNP Standar Isi Standar Proses Standar Penilaian KERANGKA DASAR  KURIKULUMSKLSKL PP 19/2005 SNP PP 32/2013 Perubahan SNP Standar Penilaian … STRUKTUR KURIKULUM  NASIONAL Muatan lokalMuatan lokal Dokumen Kurikulum  satuan/program  pendidikan D k K ik l KTSPKTSP Kompetensi Inti,  K i DSILABUSSILABUS Dokumen Kurikulum  mapel Pedoman implementasi Buku Teks Pelajaran B k P d G Kompetensi Dasar,  Muatan Pembelajaran,  Mata pelajaran,  Beban belajar SILABUSSILABUSBuku Panduan Guru Dokumen Kurikulum lain K i i i PAUDPAUD Beban belajar  DOKUMEN DOKUMEN  Kompetensi inti Kompetensi dasar Materi pembelajaran Kegiatan pembelajaran PAUDPAUD DIKDASDIKDAS DIKMENDIKMEN PNFPNF KURIKULUMKURIKULUM Penilaian Alokasi waktu Sumber belajar. PNFPNF AlurAlur PengembanganPengembangan KurikulumKurikulum (PP 32 (PP 32 thth 2013)2013)
  • 143.
    STRUKTUR  KURIKULUM Pengembangan kepribadian PAUD STANDAR  DIKDAS DIKMEN Muatan umum: nasional, lokal Muatan umum : nasional, lokal KOMPETENSI  LULUSAN DIKMEN PNF Peminatan akademik Peminatan kejuruan Peminatan lintas minat/penalaman Program kecakapan hidup Peminatan lintas minat/ penalaman  minat `SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN Kurikulum satuan/ program  pendidikan Kurikulum mata pelajaran Kompetensi inti Kompetensi Pemerintah Kurikulum mata pelajaran pedoman implementasi  Buku Teks Pelajaran Buku Panduan Guru.  Mulok dikmen Kompetensi  Dasar Provinsi Kab/kota Mulok, KTSP, RPP dan KBM PENGELOLAAN  KURIKULUM Kab/kota Satuan pend Mulok dikdas`
  • 144.
    Standar Kompetensi Lulusan SIKAP Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap   Orang yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan g y g , , p y , bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan  lingkungan sosial dan alam  Serta  dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan bangsa  KETERAMPILAN dalam pergaulan dunia  Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif  d l h b t k d k k tdalam ranah abstrak dan konkret   Terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di  sekolah sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.  PENGETAHUAN  Memiliki pengetahuan Prosedural dan metakognitif dalam ilmu  pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan  wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradabanwawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban  Terkait penyebab fenomena dan kejadian yang tampak mata  yang mencakup penyebab, alternatif solusi, kendala dan solusi akhir 44
  • 145.
    Standar Kompetensi Lulusan DOMAIN ELEMEN SDSMP SMA‐SMK Proses Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan SIKAP Proses Menerima  Menjalankan  Menghargai  Menghayati   Mengamalkan Individu BERIMAN, BERAKHLAK MULIA (JUJUR, DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB,  PEDULI, SANTUN), RASA INGIN TAHU, ESTETIKA, PERCAYA DIRI,  MOTIVASI INTERNALSIKAP Sosial TOLERANSI, GOTONG ROYONG, KERJASAMA, DAN MUSYAWARAH Alam POLA HIDUP SEHAT, RAMAH LINGKUNGAN, PATRIOTIK, DAN CINTA  PERDAMAIANPERDAMAIAN KETERAMPILAN Proses Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +  Mencipta Ab t k MEMBACA MENULIS MENGHITUNG MENGGAMBAR MENGARANGKETERAMPILAN Abstrak MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG, MENGGAMBAR, MENGARANG Konkret MENGGUNAKAN, MENGURAI, MERANGKAI, MEMODIFIKASI,  MEMBUAT, MENCIPTA PENGETAHUAN Proses Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa +  Mengevaluasi Obyek ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA Subyek MANUSIA, BANGSA, NEGARA, TANAH AIR, DAN DUNIA 55
  • 146.
    Standar Kompetensi Lulusan DOMAIN SD SMPSMA‐SMK SIKAP MenerimaMenerima + + MenjalankanMenjalankan + + MenghargaiMenghargai + + Menghayati Menghayati + + MengamalkanMengamalkan PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN  BERTANGGUNG JAWAB DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN  LINGKUNGAN SOSIAL, ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN PERADABANNYA  MMengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +engamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + KETERAMPILAN MMengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + engamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar +  MenciptaMencipta PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG EFEKTIF DAN  KREATIF DALAM RANAH ABSTRAK DAN KONKRET MengetahuiMengetahui + + MemahamiMemahami + + MenerapkanMenerapkan + + MenganalisaMenganalisa + + MengevaluasiMengevaluasi PENGETAHUAN PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI,  BUDAYA DAN BERWAWASAN KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN,  KENEGARAAN, DAN PERADABAN 66
  • 147.
    Prosedur Penyusunan Kompetensi Dasar Baru SK‐KD Lama Mapel  SKL Baru per kelasSKL Baru •Mempertahankan SK KD  lama yang sesuai dengan SKLlama yang sesuai dengan SKL  Baru • Merevisi SK KD lama  disesuaikan dengan SKL Baru Evaluasi disesuaikan dengan SKL Baru • Menyusun SK KD Baru Sumber Kompetensi Su be o pete s [Mapel per kelas] Kompetensi  Inti Kompetensi  Dasar Baru 77
  • 148.
    SKL dan KI Sekolah Dasar Kelas I Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi Inti Kelas I Memiliki [melalui menerima, menjalankan, menghargai,  Menerimadan menjalankan ajaran agama dan  menghayati, mengamalkan] perilaku yang mencerminkan  sikap  orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan  bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif  dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah j j g kepercayaan yang dianutnya. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalamdengan lingkungan sosial dan alam , di sekitar rumah,  sekolah, dan tempat bermain jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam  berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru. Memiliki [melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah menyaji menalar mencipta] kemampuan pikir Menyajikan pengetahuan faktual dalam  bahasa yang jelas dan logis dalam karya yangmengolah, menyaji, menalar, mencipta] kemampuan pikir  dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak  dan konkret  terkait dengan yang  ditugaskan kepadanya.  bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang  estetis, dalam gerakan yang mencerminkan  anak sehat, dan dalam tindakan yang  mencerminkan perilaku anak beriman dan  berakhlak mulia. Memiliki [melalui mengetahui, memahami, menerapkan,  menganalisis, mengevaluasi] pengetahuan faktual dan  k t l d l il t h t k l i i Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati berdasarkan rasa ingin tahu  t t di i khl k i t T h dkonseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi,seni,  budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan,  kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan  kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat  tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan  kegiatannya, dan benda‐benda yang  dijumpainya di rumah dan di sekolah 88 j g g , , p bermain
  • 149.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN SIKAP SD SMPSMA/SMK DIKTI‐SARJANA Memiliki perilaku yang  Memiliki perilaku  Memiliki perilaku  Memiliki perilaku yang  mencerminkan sikap   yang mencerminkan  sikap  yang mencerminkan  sikap  mencerminkan sikap  Orang beriman,  Orang beriman,  Orang beriman,  Orang beriman, berakhlak g , berakhlak mulia,  percaya diri, dan  bertanggung jawab  g , berakhlak mulia,  percaya diri, dan  bertanggung jawab  g , berakhlak mulia,  percaya diri, dan  bertanggung jawab  g , mulia, mandiri, kreatif,  bertanggung jawab ,  berbudaya, dan dalam berinteraksi  secara efektif dengan  lingkungan sosial dan  alam dalam berinteraksi  secara efektif dengan  lingkungan sosial dan  alam dalam berinteraksi  secara efektif dengan  lingkungan sosial dan  alam berinteraksi secara efektif  dengan lingkungan sosial  dan alam alam  alam  alam  Di sekitar rumah,  sekolah, dan tempat  bermain Dalam jangkauan  pergaulan dan  keberadaannya Serta  dalam  menempatkan dirinya  sebagai cerminan  Serta berkontribusi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegarabe a ebe adaa ya sebaga ce a bangsa dalam  pergaulan dunia be ba gsa da be ega a termasuk berperan dalam pergaulan dunia dengan menjunjung tinggi penegakan hukum 99
  • 150.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN KETERAMPILAN SD SMPSMA/SMK DIKTI‐SARJANA Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan  Memiliki kemampuan  pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif  dalam ranah abstrak  d k k pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif  dalam ranah abstrak  d k k pikir dan tindak yang  efektif dan kreatif  dalam ranah abstrak  d k k pikir dan tindak yang  efektif, kreatif dan inovatif dalam ranah  b k d k kdan konkret  dan konkret  dan konkret  abstrak dan konkret  Terkait dengan yang   ditugaskan  Terkait dengan yang  dipelajari di sekolah   Terkait dengan  pengembangan dari  Terkait dengan pengembangan dir kepadanya.  yang dipelajarinya di  sekolah  sesuai dengan bakat,  minat, dan kemampuannya.  ( d ( d ( b b(Sesuai dengan  apa  yang dipelajari di  sekolah yang   dit k (Sesuai dengan yang  dipelajari di sekolah  dan dari berbagai  b l i (Dari berbagai  sumber berbeda  dalam informasi dan  d t d /t i Serta mampu memberikan petunjuk dalam memilih b b i lt tifditugaskan  kepadanya.)  sumber lainnya yang  sama dalam sudut  pandang /teori)  sudut pandang/teori    yang dipelajarinya di  sekolah, masyarakat,  dan belajar mandiri) berbagai alternatif solusi secara mandiri dan/ atau kelompok dan belajar mandiri)  1010
  • 151.
    STANDAR KOMPETENSI LULUSAN – DOMAIN PENGETAHUAN SD SMPSMA/SMK DIKTI‐SARJANA Memiliki  pengetahuan Memiliki  pengetahuan Memiliki  pengetahuan Memiliki pengetahuan  Prosedural danpengetahuan  Faktual dan  konseptual dalam pengetahuan  Faktual, konseptual  dan prosedural dalam pengetahuan  Prosedural dan  metakognitif dalam Prosedural dan  metakognitif dalam Il t h Il t h Il t h K t iti bidIlmu pengetahuan,  teknologi, seni,  budaya, humaniora,  dengan wawasan Ilmu pengetahuan,  teknologi, seni,  budaya, humaniora,  dengan wawasan Ilmu pengetahuan,  teknologi, seni,  budaya, humaniora,  dengan wawasan Konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan khusus sertadengan wawasan  kebangsaan,  kenegaraan, dan  peradaban dengan wawasan  kebangsaan,  kenegaraan, dan  peradaban dengan wawasan  kebangsaan,  kenegaraan, dan  peradaban khusus serta mendalam dengan  wawasan kebangsaan,  kenegaraan danperadaban  peradaban  peradaban  kenegaraan, dan  peradaban  Terkait fenomena dan  kejadian di Terkait fenomena dan  kejadian yang tampak Terkait penyebab  fenomena dan Terkait  dg fenomena  dan kejadian yangkejadian di  lingkungan rumah,  sekolah, dan tempat  bermain kejadian yang tampak  mata    fenomena dan  kejadian  dan kejadian yang  mencakup penyebab,  alternatif solusi,  kendala dan solusi akhir 1111
  • 152.
    Contoh Perumusan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti  untuk PPKN Kelas I SD DASAR Kompetensi Inti KD lama (KTSP 2006)Rumusan Kompetensi Dasar  1. Menerima dan  menjalankan  1.Menjelaskan perbedaan jenis kelamin,  agama, dan suku bangsa 1.Menerima keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis) j ajaran agama yang  dianutnya. g , g 2.Memberikan contoh hidup rukun  melalui kegiatan di rumah dan di  sekolah 3 M k hid k di h d ( g , , , p ) sebagai anugerah Tuhan 2. Memiliki perilaku  j j di i li 1.Menunjukkan perilaku baik (jujur,  di i li t j b t3.Menerapkan hidup rukun di rumah dan  di sekolah 4.Menjelaskan pentingnya tata tertib di  rumah dan di sekolah jujur, disiplin,  tanggung jawab,  santun, peduli, dan  percaya diri dalam  disiplin, tanggung jawab, santun,  peduli/kasih sayang, dan percaya  diri) dalam berinteraksi dengan  keluarga, teman, dan guru, sebagai  5.Melaksanakan tata tertib di rumah dan  di sekolah 6.Menjelaskan hak anak untuk bermain,  belajar dengan gembira dan didengar p y berinteraksi  dengan keluarga,  teman, dan guru.  g , , g , g perwujudan nilai dan moral  Pancasila. 2.Memiliki sikap dan perilaku patuh  pada tata tertib dan at ran angbelajar dengan gembira dan didengar  pendapatnya  7.Melaksanakan hak anak di rumah dan di  sekolah pada tata tertib dan aturan yang  berlaku dalam kehidupan sehari‐hari  di rumah dan sekolah. 3.Memiliki sikap toleran terhadap 8.Mengikuti tata tertib di rumah dan di  sekolah 9.Melaksanakan aturan yang berlaku di  masyarakat p p keberagaman karakteristik individu (agama, suku, fisik, psikis) di rumah  dan sekolah. 4 Menunjukkan perilaku kebersamaanmasyarakat 4.Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah 1212
  • 153.
  • 154.
    STRATEGI IMPLEMENTASI STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KURIKULUM 2013  PPT 1 4PPT ‐1.4 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 155.
    Implementasi Kurikulum Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara  Pemerintah dengan pemerintahdaerah provinsi dan pemerintahPemerintah dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah  daerah kabupaten/kota. 1. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru1. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru  dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum. 2. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi gg gj pelaksanaan kurikulum secara nasional. 3. Pemerintah provinsi bertanggungjawab dalam melakukan  supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di  propinsi terkait. /4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam  memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala  sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kotasekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota  terkait. 22
  • 156.
    Strategi Implementasi Kurikulum   Pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang  pendidikan yaitu: • Juli 2013 : Kelas I, IV, VII, dan X •Juli 2014 : Kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI • Juli 2015 : kelas I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, dan XII  Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dari tahun  2013 ‐ 2015 33
  • 157.
    Strategi Implementasi Kurikulum   Pengembangan buku siswadan buku pegangan guru  dari tahun 2012 – 2014  Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem  administrasi, dan pengembangan budaya sekolah  (budaya kerja guru) terutama untuk SMA dan SMK,  di l i d i b l J i D b 2013dimulai dari bulan Januari – Desember 2013   Pendampingan dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi  k k k li d l h i l iuntuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi  dan upaya penanggulangan: Juli 2013 – 2016 44
  • 158.
  • 159.
  • 160.
    Pelaksanaan Kurikulum 2013 Implementasi di SD, SMP, SMA, dan SMK IMPLEMENTASI (mulai Juli2013) p , , , IMPLEMENTASI (mulai Juli 2013) PENDAMPINGANPENDAMPINGAN Guru Inti Kepala Sekolah PengawasGuru Inti Kepala Sekolah Pengawas 77
  • 161.
  • 162.
    KONSEP PENDEKATAN KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFICSCIENTIFIC PPT 2 1PPT –2.1 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 163.
    Kriteria 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena  d tdij l k d l ik t l t t tyang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu;  bukan sebatas kira‐kira, khayalan, legenda, atau dongeng  sematasemata. 2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru‐ siswa terbebas dari prasangka yang serta‐merta pemikiransiswa terbebas dari prasangka yang serta‐merta, pemikiran  subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir  logis.g 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis,  analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, , p g , , memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi  pembelajaran.  22
  • 164.
    Kriteria (lanjutan) 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir  hi ttik d l lih t b d k d t thipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan  satu sama lain dari materi pembelajaran. d d h5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami,  menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang  rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaranrasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat  dipertanggungjawabkandipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan  jelas namun menarik sistem penyajiannyajelas, namun menarik sistem penyajiannya. 33
  • 165.
    Langkah‐Langkah Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap,  pengetahuan, dan keterampilan. Sikap (Tahu Mengapa)  Produktif I tif KeterampilanPengetahuan Inovatif Kreatif Afektif (Tahu Bagaimana)  (Tahu Apa)  Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif kreatif inovatif 44 Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif,  dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan  yang terintegrasi.
  • 166.
    Langkah‐Langkah Pembelajaran (lanjutan)  Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi  j tdidik “t h ”ajar agar peserta didik “tahu mengapa.”   Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau  d d k “ h b ”materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”.   Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau  materi ajar agar peserta didik “tahu apa.”   Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara  kemampuan untuk menjadi manusia yang baik  (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan  untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yanguntuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang  meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.keterampilan. 55
  • 167.
    Langkah‐Langkah Pembelajaran (lanjutan)  Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik  d dl b l j it kmodern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan  pendekatan ilmiah.  Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran  sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya,  menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata  pelajaranpelajaran. 66
  • 168.
    Langkah‐Langkah Pembelajaran Observing Questioning Associating Experimen‐Networking ( b k Observing (mengamati) Questioning (menanya) Associating (menalar) ting (mencoba) (membentuk  Jejaring) Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran 77 j
  • 169.
  • 170.
    MODEL  PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MODEL  PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK  ((PROJECT BASED LEARNINGPROJECTBASED LEARNING))((PROJECT  BASED LEARNINGPROJECT  BASED LEARNING)) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 171.
    Definisi/Konsep  Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning=PjBL)  d lh t d b l j kadalah metoda pembelajaran yang menggunakan  proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan  eksplorasi penilaian interpretasi sintesis dan informasieksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi  untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.   Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan metode belajar  yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam  mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru  berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. 
  • 172.
     Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan  pada permasalahankomplek yang diperlukan peserta didikpada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya. Melalui  PjBL, proses inquiry dimulai dengan memunculkan  pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing  peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang  mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulummengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.  Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung peserta p y j , g g p didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus  berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya.  PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topikPjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik  dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha  peserta didik.
  • 173.
    Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek o Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk  b lj d k k t kbelajar, mendorong kemampuan mereka untuk  melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk  dihargaidihargai. o Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.  o Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasilo Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil  memecahkan problem‐problem yang kompleks. o Meningkatkan kolaborasi.o Meningkatkan kolaborasi.  o Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan  mempraktikkan keterampilan komunikasi. p p o Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam  mengelola sumber. 
  • 174.
    Keuntungan Pembelajaran Berbasis Proyek o Memberikan pengalaman kepada pesertadidik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyekpembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek,  dan membuat alokasi waktu dan sumber‐sumber lain  seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. o Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan  peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk  berkembang sesuai dunia nyataberkembang sesuai dunia nyata. o Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil  informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, j p g y g , kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata. o Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan,  hi didik didik ik isehingga peserta didik maupun pendidik menikmati  proses pembelajaran.
  • 175.
    Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek  Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. M bt hk bi k b k Membutuhkan biaya yang cukup banyak  Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas  tradisional di mana instruktur memegang peran utama ditradisional, di mana instruktur memegang peran utama di  kelas.  Banyaknya peralatan yang harus disediakan.  Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan  pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. d k k d d k k k f d l k Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja  kelompok.  Ketika topik yang diberikan kepada masing‐masing kelompok Ketika topik yang diberikan kepada masing‐masing kelompok  berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami  topik secara keseluruhan
  • 176.
  • 177.
    SISTEM PENILAIAN  Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap  t th di l ik d l i d / ktsuatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu  tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari  perencanaan pengumpulan data pengorganisasianperencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian,  pengolahan dan penyajian data.  Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui  pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan  penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta  didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas. 
  • 178.
    SISTEM PENILAIAN Pada penilaian proyek setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan  yaitu:  Kemampuan pengelolaan  Kemampuan pesertadidik dalam memilih topik, mencari informasi danKemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan  mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.  RelevansiRelevansi Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap  pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran.  Keaslian Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,  dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan de ga e pe ba g a o bus gu u be upa pe u ju da dukungan terhadap proyek peserta didik. 
  • 179.
  • 180.
    MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  BERBASIS MASALAHBERBASIS MASALAH ((PROBLEM BASED LEARNINGPROBLEMBASED LEARNING))((PROBLEM BASED LEARNINGPROBLEM BASED LEARNING)) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 181.
    Definisi/Konsep  Pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah  pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah  kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk  b ljbelajar.   Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis  masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk  hk l h d i ( l ld)memecahkan masalah dunia nyata (real world)  22
  • 182.
    KELEBIHAN PBL  1) Dengan PBL akan terjadi pembelajaran  bermakna.  /Peserta didik/mahapeserta didik yang belajar  memecahkan suatu masalah maka mereka akan  kt h di iliki tmenerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau  berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan.  Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluasBelajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas  ketika peserta didik/mahapeserta didik berhadapan  dengan situasi di mana konsep diterapkandengan situasi di mana konsep diterapkan 33
  • 183.
    KELEBIHAN PBL  (2) Dalam situasiPBL, peserta didik/mahapeserta didik mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks lyang relevan  (3) PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis,  menumbuhkan inisiatif peserta didik/mahapeserta didik d l b k j i i i l k b l j ddalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompokbekerja kelompok. 44
  • 184.
    Langkah‐langkah Operasional dalam   ProsesPembelajaranProses Pembelajaran 1. Konsep Dasar (Basic Concept) Fasilitator  memberikan konsep dasar, petunjuk,  referensi, atau link dan skill yang diperlukan dalam  pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar  peserta didik lebih cepat masuk dalam atmosfer  pembelajaran dan mendapatkan ‘peta’ yang akurat  h d j b l jtentang arah dan tujuan pembelajaran 55
  • 185.
    Langkah‐langkah Operasional dalam   ProsesPembelajaranProses Pembelajaran 2. Pendefinisian Masalah (Defining the     Problem) Dalam langkah ini fasilitator menyampaikan skenario  atau permasalahan dan peserta didik melakukan  berbagai kegiatan brainstorming dan semua anggota  kelompok mengungkapkan pendapat, ide, dan  tanggapan terhadap skenario secara bebas, sehingga  di ki k l b b i l ifdimungkinkan muncul berbagai macam alternatif  pendapat 66
  • 186.
    . Pembelajaran Mandiri (Self Learning) Peserta didik mencari berbagai sumber yang dapat  memperjelas isu yang sedang diinvestigasi. Sumber yang  di k dd t d l b t k tik l t t li t idimaksud dapat dalam bentuk artikel tertulis yang tersimpan  di perpustakaan, halaman web, atau bahkan pakar dalam  bidang yang relevan.bidang yang relevan.  Tahap investigasi memiliki dua tujuan utama yaitu: (1) agarTahap investigasi memiliki dua tujuan utama, yaitu: (1) agar  peserta didik mencari informasi dan mengembangkan  pemahaman yang relevan dengan permasalahan yang telah  didiskusikan di kelas, dan (2) informasi dikumpulkan dengan  satu tujuan yaitu dipresentasikan di kelas dan informasi  t b t h l h l d d t di h itersebut haruslah relevan dan dapat dipahami.  77
  • 187.
    4. Pertukaran Pengetahuan (Exchange knowledge) Setelah mendapatkan sumber untuk keperluan  pendalaman materi dalam langkah pembelajaran  mandiri, selanjutnya pada pertemuan berikutnya  peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk  kl ifik ii d k l i d imengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari  permasalahan kelompok. Pertukaran pengetahuan ini  dapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpuldapat dilakukan dengan cara peserrta didik berkumpul  sesuai kelompok dan fasilitatornya. 88
  • 188.
    5. Penilaian (Assessment)  Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek  pengetahuan (knowledge), kecakapan (skill), dan sikap  (attitude). Penilaian terhadap penguasaan pengetahuan  yang mencakup seluruh kegiatan pembelajaran yang  dilakukan dengan ujian akhir semester (UAS), ujian  h (UTS) ki PR d k d ltengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen, dan laporan. Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari  penguasaan alat bantu pembelajaran, baik software,  h khardware, maupun kemampuan perancangan dan  pengujian. 99
  • 189.
    Contoh Penerapan Sebelum memulai proses belajar‐mengajar di dalam kelas,  peserta didik terlebih dahulu diminta untuk  mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu.  K di tdidik di i t t t l hKemudian peserta didik diminta mencatat masalah‐ masalah yang muncul.  Setelah itu tugas guru adalah meransang peserta didik  k b iki k i i d l hk l huntuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang  ada. Tugas guru adalah mengarahkan peserta didik  untuk bertanya membuktikan asumsi danuntuk bertanya, membuktikan asumsi, dan  mendengarkan pendapat yang berbeda dari mereka. 1010
  • 190.
    Contoh Penerapan Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh  l b lb kpengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang  dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta  didik antara lain di sekolah keluarga dan masyarakatdidik, antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatanPenugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan  bagi peserta didik untuk belajar diluar kelas. Peserta didik  diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung p p p p g g g tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar  merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan peserta  didik dalam rangka mencapai penguasaan standar  kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran. 1111
  • 191.
    Contoh Penerapan Tahapan‐Tahapan Model PBL FASE‐FASE  PERILAKU GURU  Fase 1  Orientasi peserta didik kepada  l h Menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan  logistik yg dibutuhkan  M ti i t didik t k t lib t ktifmasalah   Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif  dalam pemecahan masalah yang dipilih  Fase 2  Mengorganisasikan peserta didik  Membantu peserta didik mendefinisikan  danmengorganisasikan tugas belajar yang  b h b d l h bberhubungan dengan masalah tersebut Fase 3  Membimbing penyelidikan individu  dan kelompok Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan  informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen  untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan p masalah  Fase 4  Mengembangkan dan menyajikan  hasil karya  Membantu peserta didik dalam merencanakan  dan menyiapkan karya yang sesuai seperti  laporan, model dan berbagi tugas dengan teman y Fase 5  Menganalisa dan mengevaluasi proses  pemecahan masalah  Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang  telah dipelajari /meminta kelompok presentasi  hasil kerja  1212  
  • 192.
    SISTEM PENILAIAN  Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan  (k ld ) k k ( kill) d ik ( ttit d ) P il i(knowledge), kecakapan (skill), dan sikap (attitude). Penilaian  terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh  kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhirkegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir  semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR, dokumen,  dan laporan.   Penilaian terhadap kecakapan dapat diukur dari penguasaan alat  bantu pembelajaran, baik software, hardware, maupun  kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian  terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan soft skill, yaitu  keaktifan dan partisipasi dalam diskusi kemampuan bekerjasamakeaktifan dan partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama  dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran. Bobot penilaian  untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran g p g p j yang bersangkutan. 1313
  • 193.
    SISTEM PENILAIAN Penilaian pembelajaran dengan PBL dilakukan dengan  authentic assesment. Penilaian dapat dilakukan dengan  portfolio yang merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan‐pekerjaan  pesertadidik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalampeserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam  kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran.  Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self‐ assessment) dan peer‐assessmentassessment) dan peer‐assessment.   Self‐assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar itu sendiri  terhadap usaha‐usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada  tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pebelajar itu sendiri dalam  belajar.  Peer‐assessment. Penilaian di mana pebelajar berdiskusi untuk p j memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas‐ tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam  kelompoknyakelompoknya 1414
  • 194.
  • 195.
    MODEL  PEMBELAJARAN PENEMUAN MODEL  PEMBELAJARAN PENEMUAN  ((DISCOVERY LEARNINGDISCOVERY LEARNING))((DISCOVERY LEARNINGDISCOVERY LEARNING)) KEMENTERIANPENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 196.
    Definisi/Konsep  Metode Discovery Learning adalahteori belajar yang  did fi i ik b i b l j t j di bildidefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila  pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk  finalnya tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendirifinalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri.   Sebagai strategi belajar Discovery Learning mempunyai Sebagai strategi belajar, Discovery Learning mempunyai  prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem  Solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga  istilah ini, pada Discovery Learning lebih menekankan pada  ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak  dik h i P b d d di i l h b h ddiketahui. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada  discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa  semacam masalah yang direkayasa oleh gurusemacam masalah yang direkayasa oleh guru
  • 197.
    Definisi/Konsep  Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai  bb d b k k k d k b lpembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara  aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan  kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan Kondisi seperti ini ingin merubahkegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.  Kondisi seperti ini ingin merubah  kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented.   Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan kesempatan  muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau  ahli matematika. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa  dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi,  b di k k ik li i i ikmembandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan,  mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan‐kesimpulan. 
  • 198.
    Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan  k ilk il d k i if hketerampilan‐keterampilan dan proses‐proses kognitif. Usaha  penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang  tergantung bagaimana cara belajarnyatergantung bagaimana cara belajarnya.  Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan  ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.  Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa  menyelidiki dan berhasil.y  Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan  sesuai dengan kecepatannya sendiri.  Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri  dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri.
  • 199.
    Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya,  k lh k b k j dkarena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang  lainnya.  Berp sat pada sis a dan g r berperan sama sama aktif Berpusat pada siswa dan guru berperan sama‐sama aktif  mengeluarkan gagasan‐gagasan. Bahkan gurupun dapat bertindak  sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi.  Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu‐raguan) karena  mengarah pada  kebenaran yang final dan tertentu atau pasti.g p y g p  Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide‐ide lebih baik;  Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada g g g p situasi proses belajar  yang baru;
  • 200.
    Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri;  Mendorong siswa berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri; Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik; Situasi proses  belajar menjadi lebih terangsang;  Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada  b t k i t hpembentukan manusia  seutuhnya;  Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa; K ki i b l j d f k b b i j i Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis  sumber belajar;  Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu.
  • 201.
    Kelemahan Model Pembelajaran Penemuan  Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk  bl j i i k d i k l i k libelajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan  abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara  konsep‐konsep yang tertulis atau lisan sehingga pada gilirannyakonsep‐konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya  akan menimbulkan frustasi.   Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak,Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak,  karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka  menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.  Harapan‐harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar  berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan  b l lcara‐cara belajar yang lama.
  • 202.
    Kelemahan Pembelajaran Penemuan  Pengajaran discovery lebih cocok untuk  mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan  emosi secara keseluruhan kurang mendapat  perhatian.  Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang  fasilitas untuk mengukur gagasan yang  dikemukakan oleh para siswa  Tidak menyediakan kesempatan‐kesempatan untukTidak menyediakan kesempatan kesempatan untuk  berfikir yang akan ditemukan oleh siswa karena  telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. 
  • 203.
    Langkah‐Langkah Operasional 1. Langkah Persiapan a. Menentukan tujuanpembelajaran b. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal,  minat, gaya belajar, dan sebagainya) c. Memilih materi pelajaran. d Menentukan topik‐topik yang harus dipelajari siswa secarad. Menentukan topik topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh‐contoh generalisasi) e. Mengembangkan bahan‐bahan belajar yang berupa contoh‐ contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa f. Mengatur topik‐topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang  konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif,  ikonik sampai ke simbolik g Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswag. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa
  • 204.
    Langkah‐Langkah Operasional 2. Pelaksanaan  a. Stimulation (stimulasi/pemberianrangsangan)a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan) Pertama‐tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru  dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukandapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.  Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakanStimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.
  • 205.
    Langkah‐Langkah Operasional b.  Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)(p y/ ) Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru  memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi  sebanyak mungkin agenda‐agenda masalah yang relevan  dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan  di k d l b t k hi t i (j b tdirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara  atas pertanyaan masalah)
  • 206.
    Langkah‐Langkah Operasional c.  Data collection (Pengumpulan Data).( gp ) Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi  kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan  informasi sebanyak‐banyaknya yang relevan untuk  membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah,  2004 244) P d t h i i b f i t k j b2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab  pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya  hipotesis,  dengan demikian anak didik diberi kesempatan untukdengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk  mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan,  membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan  nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
  • 207.
    Langkah‐Langkah Operasional d.  Data Processing (Pengolahan Data)g (g ) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan  kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh  para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan  sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan,  b i d b i di l hwawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah,  diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung  dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkatdengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat  kepercayaan tertentu 
  • 208.
    Langkah‐Langkah Operasional e.  Verification (Pembuktian)f () Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang  ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing (Syah, 2004:244). Verification  t B b t j b l j k b j lmenurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep teori aturankepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh‐contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
  • 209.
    Langkah‐Langkah Operasional f.  Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)( p/g ) Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses  menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip  umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang  sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah,  2004 244) B d k h il ifik i k di k2004:244). Berdasarkan hasil verifikasi maka  dirumuskan  prinsip‐prinsip yang mendasari generalisasi
  • 210.
    SISTEM PENILAIAN  Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning, penilaian  dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes.  Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif,  prosessikap ata penilaian hasil kerja sis a Jika bent kproses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk  penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam model  pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tespembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes  tertulis.  Jika bentuk penilaiannya  menggunakan penilaian  proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka  pelaksanaan penilaian  dapat dilakukan dengan pengamatan. 
  • 211.
  • 212.
    KONSEP PENILAIAN KONSEP PENILAIAN AUTENTIK AUTENTIK  PADAPADA PROSES DANHASILPROSES DAN HASIL BELAJARBELAJARPADA PADA PROSES DAN HASIL PROSES DAN HASIL BELAJARBELAJAR PPT 2.3 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 213.
    A. Definisi 1. Penilaian autentik(Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untukbermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk  ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 2 Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian pengukuran2. Istilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian, pengukuran,  pengujian, atau evaluasi. 3 Istilah autentik merupakan sinonim dari asli nyata valid atau3. Istilah autentik merupakan sinonim dari  asli, nyata, valid, atau  reliabel.  4. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara4. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara  signifikan  dibandingkan dengan  tes pilihan ganda terstandar sekali  pun. 5. Ketika menerapkan penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan  prestasi belajar peserta didik, guru menerapkan kriteria yang  b k it d k t k i t h kti it ti dberkaitan dengan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengamati dan  mencoba, dan nilai prestasi luar sekolah. 22
  • 214.
    B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 1. Penilaianautentik memiliki relevansi kuat terhadap  d k t il i h d l b l j i dpendekatan ilmiah dalam pembelajaran sesuai dengan  tuntutan Kurikulum 2013. 2 Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil2. Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil  belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi,  menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain‐lain. , , g j j g, 3. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas‐tugas kompleks  atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk  menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yang  lebih autentik.  4. Penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan tematik  terpadu dalam pembejajaran, khususnya jenjang sekolah dasar  atau untuk mata pelajaran yang sesuaiatau untuk mata pelajaran yang sesuai. 33
  • 215.
    B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 (lanjutan)( j ) 5.Penilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian  k t d t b b i ilih dyang menggunakan standar tes berbasis norma, pilihan ganda,   benar‐salah, menjodohkan, atau membuat jawaban singkat. l l d k d k d l6. Tentu saja, pola penilaian seperti ini tidak diantikan dalam  proses pembelajaran, karena memang lazim digunakan dan  memperoleh legitimasi secara akademikmemperoleh legitimasi secara akademik. 7. Penilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri, guru secara  tim atau guru bekerja sama dengan peserta didiktim, atau guru bekerja sama dengan  peserta didik.  8. Dalam penilaian autentik, seringkali pelibatan siswa sangat  penting Asumsinya peserta didik dapat melakukan aktivitaspenting. Asumsinya, peserta didik dapat melakukan aktivitas  belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai.  44
  • 216.
    B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 (lanjutan) 9. Peserta didik diminta untuk merefleksikan dan mengevaluasi  kinerja merekasendiri dalam rangka meningkatkan ( j ) kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan  pemahaman yang lebih dalam tentang tujuan pembelajaran  serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. serta mendorong kemampuan belajar yang lebih tinggi. 10. Pada penilaian autentik guru menerapkan kriteria yang  berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan,berkaitan dengan konstruksi pengetahuan, kajian keilmuan,  dan pengalaman yang diperoleh dari luar sekolah.  11 Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru11. Penilaian autentik mencoba menggabungkan kegiatan guru  mengajar, kegiatan siswa belajar, motivasi dan keterlibatan  peserta didik, serta keterampilan belajar.  12. Karena penilaian itu merupakan bagian dari proses  pembelajaran, guru dan peserta didik berbagi pemahaman p j g p g p tentang kriteria kinerja.  55
  • 217.
    B. Penilaian Autentik dan Tuntutan Kurikulum 2013 (lanjutan) 13. Dalam beberapa kasus, peserta didik bahkan berkontribusi untuk  mendefinisikan harapan atas tugas‐tugas yang harus mereka  ( j) p g g y g lakukan.  14. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas  perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan  mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang  bj ksubjek. 15. Penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap,  keterampilan dan pengetahuan apa yang sudah atau belumketerampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum  dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan  pengetahuannya, dalam hal apa mereka sudah atau belum p g y , p mampu menerapkan perolehan belajar, dan sebagainya.  16. Atas dasar itu, guru dapat mengidentifikasi materi apa yang  sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa pula kegiatan  remedial harus dilakukan.  66
  • 218.
    C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik 1.Penilaian autentik mengharuskan pembelajaran yang autentik  lpula.  2. Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas dan  h l h d l k d l k dpemecahan masalah yang diperlukan dalam kenyataannya di  luar sekolah. 3. Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang  berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan sepertiberhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti  kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas‐tugas  yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang y g y g j y g kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan untuk  menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap,  keterampilan, dan pengetahuan yang ada.  77
  • 219.
    C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik  (lanjutan) 4. Penilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk  tk t b ik i d tmenentukan cara‐cara terbaik agar semua siswa dapat  mencapai hasil akhir, meski dengan satuan waktu yang  berbedaberbeda. 5. Konstruksi sikap, keterampilan, dan pengetahuan dicapai  melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telahmelalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah  memainkan peran aktif dan kreatif.  6 Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat6. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat  bermakna bagi perkembangan pribadi mereka. 88
  • 220.
    C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik  (lanjutan) 7. Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta  lk if i d d k i ifimengumpulkan informasi dengan pendekatan scientific,  memahami aneka fenomena atau gejala dan hubungannya satu  sama lain secara mendalam serta mengaitkan apa yangsama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang  dipelajari dengan dunia nyata yang ada di luar sekolah.  8 Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang8. Guru dan peserta didik memiliki tanggung jawab atas apa yang  terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin pelajari,  memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan p y g bertanggungjawab untuk tetap pada tugas. 9. Penilaian autentik pun mendorong peserta didik p g p mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis,  menafsirkan, menjelaskan, dan mengevaluasi informasi untuk  kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru. 99
  • 221.
    C. Penilaian Autentik dan Pembelajaran Autentik  (lanjutan) Pada pembelajaran autentik, guru harus menjadi “guru autentik.” Peran  guru bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada g y pp p j , j g p penilaian. Untuk bisa melaksanakan pembelajaran autentik, guru harus  memenuhi kriteria tertentu: 1. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain pembelajaran. 2 Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk2. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan menyediakan sumber daya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi pengetahuan. 3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru, dan mengasimilasikan pemahaman peserta didik. 4. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik d di l d i b l d i d i di ldapat diperluas dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah. 1010
  • 222.
    D. Jenis‐jenis Penilaian Autentik 1.Penilaian Kinerja 2 Penilaian Pro ek2. Penilaian Proyek 3. Penilaian Portofolio 4. Penilaian Tertulis 1111
  • 223.
    1. Penilaian Kinerja Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta  didikkh d l d k k kdidik, khususnya dalam proses dan aspek‐aspek yang akan  dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta para peserta  didik menyebutkan unsur‐unsur proyek/tugas yang akan merekadidik menyebutkan unsur unsur proyek/tugas yang akan mereka  gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Berikut ini cara merekam hasil penilaian berbasis kinerja. 1. Daftar cek (checklist).1. Daftar cek (checklist).  2. Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narative records). 3 Skala penilaian (rating scale)3. Skala penilaian (rating scale).  4. Memori atau ingatan (memory approach). 1212
  • 224.
    2. Penilaian Proyek Penilaian proyek(project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasiperiode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Berikut ini tiga hal yang  perlu diperhatian  guru dalam penilaian proyek. 1. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan p p p , mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna  atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan. l b l d2. Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan  pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang  dibutuhkan oleh peserta didik.d butu a o e pese ta d d 3. Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan  oleh peserta didik. 1313
  • 225.
    3. Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan  f k kkk d d h bartefak yang menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai  hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa  berangkat dari hasil kerja peserta didik secara peroranganberangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan  atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi  peserta didik dan dievaluasi berdasarkan beberapapeserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa  dimensi. 1414
  • 226.
    3. Portofolio (lanjutan) Penilaian portofolio dilakukan dengan menggunakan langkah‐langkah  sepertiberikut iniseperti berikut ini. 1. Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio. 2 Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio2. Guru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis portofolio yang akan dibuat.  3. Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau di  bawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran. 4. Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada  i di i l ltempat yang sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya. 5. Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu. 6 Jika memungkinkan guru bersama peserta didik membahas6. Jika memungkinkan, guru bersama peserta didik membahas  bersama dokumen portofolio yang dihasilkan. 7. Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil p p p penilaian portofolio. 1515
  • 227.
    4. Penilaian Tertulis  Tes tertulisberbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami,  mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis,  i t i l i d b i t t imensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian  sebisa mungkin bersifat komprehensif sehingga mampusebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu  menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.keterampilan peserta didik.  Terima Kasih 1616
  • 228.
    RAMBU ‐ RAMBU PENYUSUNAN RPP PPT PPT –– 3.13.1‐‐11 KEMENTERIANPENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 229.
    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. RPP dijabarkandari silabus untuk mengarahkan kegiatan1. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan  belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.  2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban2. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban  menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. 3 RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan3. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan  dalam satu kali pertemuan atau lebih.  4 Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan4. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan  yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan  pendidikan.p 22
  • 230.
    Komponen RPP ( Standar Proses No 65 Th 2013) 1. Identitas Sekolah dl2. Identitas mata pelajaran 3. Kelas/ semester 4. Materi Pokok 5. Alokasi Waktu 6. Tujuan pembelajaran 7 Kompetensi dasar dan KD  ‐ KI 1 7. Kompetensi dasar dan  Indikator Pencapaian Kompetensi 8. Materi Pembelajaran KD – KI 2 KD – KI 3 Indikator9. Alokasi waktu 10. Metode pembelajaran 11. Media Pembelajaran  Indikator ..... Indikator .... KD – KI 4 12. Sumber belajar 13. Langkah‐langkah Pembelajaran  14 Penilaian hasil Pembelajaran Indikator... Indikator ... 14. Penilaian hasil Pembelajaran 33
  • 231.
    Prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik. 3.Mengembangkan budaya membaca dan menulis. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. 5. Mengakomodasi pada keterkaitan dan keterpaduan KD,5. Mengakomodasi pada keterkaitan dan keterpaduan KD,  Keterkaitan dan keterpaduan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan b b l j d l k h l b l jsumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. 6.    Mengakomodasi pembelajaran tematik‐terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran lintas aspek belajar dan keragaman budayalintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. 7.    Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. 44
  • 232.
  • 233.
    (Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP LanjutanLanjutan Kegiatan PendahuluanKegiatan Pendahuluan o Motivasi •Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yangGuru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang  akan diajarkan o Pemberian Acuano • Berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. • Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi• Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi  pelajaran secara garis besar. • Pembagian kelompok belajar.g p j • Penjelasan mekanisme pelak‐sana‐an pengalaman belajar (sesuai  dengan rencana langkah‐langkah pembelajaran). 66
  • 234.
    (Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP 22. Kegiatan Inti. Kegiatan Inti  menggunakan model pembelajaran, metode bl j di b l j dpembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran.p j 77
  • 235.
    (Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP LanjutanLanjutan Kegiatan IntiKegiatan Inti  Menggunakanpendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiritematik terpadu dan/atau saintifik dan/atauinkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/ atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasispembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning )  disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dandisesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.  Memuat pengembangan sikap pengetahuan dan Memuat pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terinntegrasi pada pembelajaran 88
  • 236.
    (Lanj)(Lanj)Langkah Penyusunan RPP Kegiatan Penutup l hk k b l d h l h la. seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil‐hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama k f l id k lmenemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung; b. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;p j ; c. melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas,pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan d i f ik k i t b l j t kd. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.. 99
  • 237.
    Contoh Format RPP Satuan Pendidikan :…………………………………….. Kelas/Semester      : …………………………………….. Mata Pelajaran : ……………………………………..Mata Pelajaran  :  …………………………………….. Topik :     …………………………………….. Pertemuan Ke‐ : …………………………………….. Alokasi Waktu :     …………………………………….. A. Kompetensi Dasar B I dik t i k t iB. Indikator pencapaian kompetensi C. Tujuan pembelajaran 1010 D. Materi ajar E. Metode pembelajaran
  • 238.
    Lanjutan………… F Kegiatan Pembelajaran Ki D k i i Al k i W kKegiatan Deskripsi Alokasi Waktu Pendahuluan …………………………………………………… …………………… IntiInti Penutup G Alat dan Sumber Belajar ‐ Alat dan Bahan S b B l j‐ Sumber Belajar H Penilaian Proses dan Hasil Belajar Teknik‐ Teknik ‐ Bentuk ‐ Instrumen (Tes dan Non tes) 1111 Instrumen (Tes dan Non tes) ‐ Kunci dan Pedoman penskoran ‐ Tugas
  • 239.
  • 240.
    PANDUAN TUGAS  TELAAH RENCANA PELAKSANAANPEMBELAJARANTELAAH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP) PPT PPT –– 3.13.1‐‐22 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 241.
    Kompetensi Menyusun rancangan pembelajaranyang berbasisMenyusun rancangan pembelajaran yang berbasis  pendekatan scientific, tematik terpadu dan terintegrasi  sesuai model belajar yang relevan dengansesuai model belajar yang relevan dengan  mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik dari  aspek fisik, moral,sosial, kultural, emosional, maupun p , , , , , p intelektual. Tujuan KegiatanTujuan Kegiatan G d t il i RPP d b ikGuru dapat menilai RPP  dan memberikan saran  perbaikan. 22
  • 242.
    Langkah Kerja  Kelompok Penelaah(Telaah RPP Kelompok Lain)Kelompok Penelaah (Telaah RPP Kelompok Lain) 1. Pelajari aspek‐aspek pada Penelaahan RPP! 2 Telaah dan berikan penilaian terhadap RPP hasil2. Telaah dan berikan penilaian terhadap RPP hasil kelompok lain! 3. Gunakan Format Penelaahan RPP yang telah tersedia!y g 4. Berikan tanda cek pada kolom yang sesuai dengan hasil penilaian dan catatan saran yang sesuai dengan hasil penilaian!  5. Catatan atau saran perbaikan dapat pula dituliskan pada RPP yang  ditelaah! 6. Kembalikan RPP yang sudah ditelaah dan dinilai k d k l k l k !kepada kelompok pemilik RPP! 33
  • 243.
    Langkah Kerja  Kelompok Penyusun RPP (Diskusi Hasil Telaah RPP) 1.Diskusikan hasil penelaahan dan penilaian RPP oleh kelompok lainkelompok lain. 2. Revisi RPP sesuai dengan saran perbaikan, jika ada hasil penilaian yang tidak disetujui,  maka dapat melakukanp y g j , p konfirmasi kepada kelompok penilai RPP. Terima Kasih 44
  • 244.
    PANDUAN TUGASPANDUAN TUGAS ANALISISANALISIS RANCANGAN PENILAIAN PADA RPPRANCANGAN PENILAIAN PADA RPP PPT PPT –– 3.23.2‐‐22 KEMENTERIANPENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 245.
    Kompetensi 1. Memahami strategi menganalisis rancangan  penilaian autentik dalam  RPP. 2. Menganalisis kesesuaian soal dengan tuntutan SKL,  KI,KD, dan Indikator.KI, KD, dan Indikator. 3. Menganalisis kesesuaian teknik penilaian autentik   dalam rancangan RPPdalam rancangan RPP. 4. Menguasai penerapan penilaian autentik dalam  l j dimata pelajaran yang diampu.
  • 246.
    Indikator 1. Ketelitian dan keseriusan menganalisis kesesuaian  il it tik d l RPPrancangan penilaian autentik dalam RPP. 2. Menjelaskan strategi menganalisis penilaian autentik dalam  b l jrancangan pembelajaran. 3. Mengidentifikasi kesesuaian soal dengan  SKL, KI, KD dan  Indikator. 4. Menganalisis kesesuaian teknik penilaian dengan  SKL, KI, KD  dan Indikator. 5. Menganalisis kesesuaian waktu pelaksanaan proses  penilaian  dengan perencanaan pembelajaran. 6. Menerapkan penilaian autentik yang terdapat rancangan  RPP.
  • 247.
    Panduan Kegiatan 1. Kerjakanlah secara berkelompok (setiap kelompok terdiri atas 3 orang)! 2. Siapkan RPP yang telah dibuat oleh kelompok untuk ditukarkan pada  kelompok lain! 3.Lakukan penilaian rancangan RPP tersebut sesuai dengan format yang  tersedia dan berikan komentar atau solusi perbaikan yang diperlukan! 4 B d k h il il i t b t t li k b ik il i d l4. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, tuliskan perbaikan  penilaian dalam  format analisis RPP! 5 Setelah diperbaiki RPP tersebut siap digunakan dalam praktik (Peer5. Setelah diperbaiki RPP tersebut siap digunakan dalam praktik (Peer  Teaching)! 6. Setiap individu dalam kelompok berhak menggunakan RPP yang telah  diperbaiki!
  • 248.
    Format Analisis FORMAT ANALISIS RANCANGAN PENILAIAN DALAM RPP Penyusun RPP : ...................................................................................... Kelas  :  .....................................................................................eas Jenjang  : ...................................................................................... KI : ...................................................................................... KD : ...................................................................................... Indikator : ...................................................................................... NO. ASPEK YANG DIANALISIS HASIL ANALISIS TINDAK LANJUT HASIL  ANALISIS TIDAK  TERPENUHI TERPENUHI  SEBAGIAN TERPENUHI 1 Instrumen rancangan penilaian sesuai1. Instrumen rancangan penilaian sesuai  dengan KI 2. Instrumen rancangan penilaian sesuai  dengan KD 3. Instrumen rancangan penilaian sesuai  dengan Indikator 4. Instrumen rancangan penilaian telah  menggunakan teknik penilaian autentik 5. Instrumen rancangan penilaian telah  menggunakan bentuk penilaian sesuai gg p pendekatan scientific dalam pembelajaran 6. Instrumen rancangan penilaian sesuai  dengan materi yang diberikan 7.  Instrumen rancangan penilaian sesuai waktu yang direncanakan 55 yang direncanakan 8. Instrumen penilaian mendukung penilaian autentik
  • 249.
    PANDUAN TUGASPANDUAN TUGAS PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARANPRAKTIKPELAKSANAAN PEMBELAJARANPRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  PRAKTIK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN   PEER TEACHINGPEER TEACHING PPTPPT –– 4.24.2--11 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN                      DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 250.
    Kompetensi Menilai pelaksanaan pembelajaranmenggunakan  Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran. Tujuan Kegiatan Guru dapat menilai pelaksanaan pembelajaran berbasis pendekatan scientific dan penilaian Autentik melaluip f p kegiatan peer teaching. 
  • 251.
    Langkah Kegiatan 1. Mencermati instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran  dan  mendiskusikan cara penggunaannya. oBerikan tanda cek (√) pada kolom pilihan Ya atau Tidak sesuai dengan keberadaan setiap aspek. o Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaano Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran. 2 Fasilitator memberikan informasi strategi penyajian peer2. Fasilitator memberikan informasi  strategi penyajian  peer  teaching yang meliputi:  o Seluruh peserta melakukan peer teaching menggunakan RPP yang telaho Seluruh peserta melakukan peer teaching menggunakan RPP yang telah disusun. o Masing‐masing peserta melaksanakan peer teaching sesuai waktu yang  di k (SD 30 i SMP 30 i d SMA 30 i )ditentukan (SD = 30 menit, SMP = 30 menit dan SMA= 30 menit) o Pada saat salah seorang peserta menjadi guru, peserta lain  menempatkan diri sebagai peserta didik.p g p
  • 252.
    Langkah Kegiatan 3. Fasilitator memilih dua orang peserta sebagai pengamat  k it b l jkegiatan pembelajaran. 4. Semua peserta secara bergiliran menjadi pengamat. 5. Fasilitator dan pengamat menggunakan instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran. 6. Setelah  peer teaching dilakukan refleksi  terhadap kegiatan  pembelajaran, diutamakan pada penerapan pendekatan    Scientific dan penilaian Autentik. Terima Kasih 44 Terima Kasih