Pertumbuhan Penggunaan Energi, Konservasi Energi,
dan Pencemaran Energi Terhadap
Lingkungan Hidup
Nama Anggota Kelompok 8 ...
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk tiap tahunnya sangatlah pesat, kita lihat saja di Indonesia,
saat ini jumlah pendu...
Konsumsi energi meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.
Grafik Perbandingan Konsumsi Energi
1.2 ...
2.1 Pertumbuhan Penggunaan Energi
Kebutuhan energi listrik global dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Peningkatan kebut...
Berdasarkan proyeksi Badan Energi Dunia (IEA) selama periode 2006-2030,
permintaan energi dunia sebagian besar didominaasi...
Meskipun demikian, berdasarkan analisa dari IEA kecenderungan pemakaian
energi dunia masih dibayang-bayangi beragam masala...
diperluas hingga pegunungan Gede dan Pangrango pada 1925.
Wacana konservasi kembali muncul pada akhir abad 19, tepatnya pa...
Konservasi energi kembali digiatkan karena diamanatkan oleh PP Nomor 70 Tahun
2009 sebagai tindak lanjut dari UU Energi. K...
minyak seperti gas dan batubara. Keberhasilan pemerintah dan masyarakat selama dua
tahun terakhir dalam mendukung konversi...
untuk menunjang pembangunan nasional.
Konservasi (penghematan) energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan
energi ...
alternatif.
Alasan Penerapan Efisiensi Energi
1. menurunkan biaya energi
2. menurunkan biaya produksi
3. menurunkan konsum...
a. Bahan bakar dan pembakaran
b. Boiler dan pemanas fluida thermis
c. Distribusi steam,penggunaan dan isolasi
d. Pemanfaat...
A. Turbin Angin.
Merupakan kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik dengan
menggunakan prinsip konve...
B. Tapered Channel.
Menampung hempasan air laut ke dalam suatu kolam reservoir sekitar 2 meter. Air dalam
reservoir dialir...
Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar
fosil yang tidak terkendali dan tidak e...
pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman
produksi. Untuk perairan, hujan asam akan ...
Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman,
hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut...
dalam jumlah banyak. Penyakit silicosis ditandai dengan sesak nafas yang disertai batuk-
batuk. Batuk ii seringkali tidak ...
3. Penyakit Bisinosis
Penyakit Bisinosis adalah penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh
pencemaran debu napas atau se...
antrakosis menjadi berat bila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang
memungkinkan terjadinya kematian. Kalau terja...
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Bahan bakar fosil merupakan energi yang tidak dapat diperbarui dan keberadaanya
mulai berkura...
DAFTAR PUSTAKA
http://ismantoalpha.blogspot.com/2009/12/mengatasi-krisis-energi-dengan.html diakses
pada pukul 15.30 10 me...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Paper Pertumbuhan Penggunaan Energi, Konservasi Energi, dan Pencemaran Energi terhadap Lingkungan Hidup

4,395 views

Published on

Published in: Engineering
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,395
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
186
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Paper Pertumbuhan Penggunaan Energi, Konservasi Energi, dan Pencemaran Energi terhadap Lingkungan Hidup

  1. 1. Pertumbuhan Penggunaan Energi, Konservasi Energi, dan Pencemaran Energi Terhadap Lingkungan Hidup Nama Anggota Kelompok 8 : 1. Rama Rizky Linggawana 2013-11-284 2. Ferdhon Kukuh Priambudi 2013-11-286 3. Aditya Pambudi Nugroho 2013-11-287 4. Lamartupa Simarmata 2013-11-288 Kelas : G S1 Teknik Elektro STT-PLN Jakarta 2014 BAB I PENDAHULUAN
  2. 2. 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk tiap tahunnya sangatlah pesat, kita lihat saja di Indonesia, saat ini jumlah penduduknya sudah lebih dari 250 juta jiwa. Setiap pemduduk pasti melakukan aktifitas yang memanfaatkan berbagai sumber energi . memang terlihat dari hukum kekelan energi yang mengatakan bahwa energi tidak bisa di musnahkan. Namun bukan berarti kita bersikap komsutif dalam pemanfaatan energi di bumi. Menurut pandangan saya, penghematan energi sangatlah di perlukan . bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk anak cucu kita di masa depan. tetapi jika kebutuhan akan energi juga banyak bagaimana cara mengatasinya. Salah satu permasalahan nasional yang kita hadapi dan harus dicarikan jalan keluarnya saat ini adalah masalah energi, baik untuk keperluan rumah tangga, maupun untuk industri dan transportasi. Terkait dengan masalah tersebut, salah satu kebijakan pemerintah ialah rencana pengurangan penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan rumah tangga termasuk untuk keperluan energi industri kecil. Sejalan dengan itu pemerintah juga mendorong upaya-upaya untuk penggunaan sumber-sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, dan lingkungan seperti biofuel, biogas, briket arang dan lain sebagainya. Perkembangan penelitian di bidang bioenergi, bukanlah barang baru di dunia ini. Penjajakan peluang aplikasi bioenergi untuk di industrialisasi telah lama didengungkan, dan sekarang telah memasuki tahapan produksi secara massal dan siap di komersialisasikan. Diharapkan dalam beberapa tahun mendatang, bioenergi akan menjadi alternatif dan mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi (migas) dalam mempertahankan ketahanan energi di dunia. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, mempunyai potensi untuk menjadi lumbung bioenergi dunia. Potensi yang benar-benar tidak dapat diabaikan adalah tersedianya lahan yang luas untuk membudidayakan tanaman-tanaman yang potensial sebagai sumber bahan baku bioenergi. Disini yang dimaksud bioenergi sudah termasuk pemanfaatan biomassa, biodiesel, bioetanol, dan biogas sebagai sumber energi alternatif. Konsumsi energi dipenuhi oleh energi komersial antara lain dalam bentuk bahan bakar minyak, gas, listrik, briket batubaraan Energy tradisional yang belum memanfaatkan teknologi antara lain dalam bentuk panas matahari dan biomassa
  3. 3. Konsumsi energi meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk. Grafik Perbandingan Konsumsi Energi 1.2 Rumusan masalah 1. Bagaimana pertumbuhan energi saat ini? 2. Mengapa diperlukan knservasi energi? 3. Dampak pencemaran apa yang disebabkan energi terhadap lingkungan? 1.3 Batasan Masalah Sesuai dengan masalah penelitian yang dirumuskan di atas, selanjutnya peneliti merumuskan pembatasan masalah penelitian. Adapun maksud dari pembatasan masalah ini adalah agar permasalahan yang diteliti menjadi jelas, terarah, dan tidak terlalu melebar sehingga terhindar dari salah pengertian tentang masalah penelitian. Maka pembatasan masalah yang akan di teliti adalah : 1. Objek penelitian adalah pertumbuhan penggunaan energi, konservasi energi, dan pencemaran energi terhadap lingkungan hidup. 2. Penelitian bersifat dekriptif, yang bertujuan menggambarkan fakta-fakta yang terjadi saat ini tentang pertumbuhan penggunaan energi, konservasi energi, dan pencemaran energi terhadap lingkungan hidup. BAB II PEMBAHASAN
  4. 4. 2.1 Pertumbuhan Penggunaan Energi Kebutuhan energi listrik global dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan energi listrik tersebut sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk, ekonomi, dan pesatnya perkembangan di sektor industri. Guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), maka pemerintah Indonesia telah menyusun kebijakan energi nasional dengan melakukan pendekatan yang terintegrasi dengan memperhatikan dan mempertimbangkan masalah konservasi serta kemampuan daya dukung dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu eksploitasi terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia harus memperhatikan kebutuhan generasi sekarang baik secara ekonomis, ekologis maupun sosial tanpa mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang. Sampai saat ini masalah kebutuhan energi dunia masih didominasi oleh sumber energi tak terbarukan (fosil). Pemanfaatan sumber energi fosil, seperti minyak bumi, gas dan batubara, secara alamiah dari tahun ke tahun jumlahnya semakin menipis dan terbatas. Disamping itu dampak dari penggunaan energi fosil, mulai dari proses penyediaan, pengolahan, transportasi dan hingga sampai padapemanfaatan, terutama terkait dengan masalah pemanfaatan kebutuhan energi di sektor transportasi sampai saat ini masih menggunakan sumber energi fosil. Mengingat kecenderungan penggunaan energi fosil yang cenderung semakin meningkat dengan jumlah produksi semakin menipis dan terbatas. Disamping itu, terutama terkait dengan masalah dampak perubahan iklim (climate change) yang ditimbulkan akibat penggunaan energi fosil. Maka dari itu, perubahan cara pandang negara-negara di dunia mulai cenderung mengurangi penggunaan sumber energi fosil dan mengalihkan perhatiannya pada pemanfaatan sumber energi terbarukan (renewable energy source) sebagai sumber energi pengganti masa depan ramah lingkungan. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), menunjukan bahwa permintaan kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. hingga tahun 2030 permintaan energi dunia meningkat sebesar 45% atau rata-rata mengalami peningkatan sebesar 1,6% per tahun. Sebagaian besar atau sekitar 80% kebutuhan energi dunia tersebut dipasok dari bahan bakar fosil. Tabel 1 Kebutuhan energi primer dunia sampai tahun 2030.
  5. 5. Berdasarkan proyeksi Badan Energi Dunia (IEA) selama periode 2006-2030, permintaan energi dunia sebagian besar didominaasi dari negara-negara non OECD yakni sebesar 87 %. Pertumbuhan permintaan energi China diproyeksikan paling besar dibandikan dengan kawasan lainnya. India, belakangan ini juga memperlihatkan pertumbuhan permintaan energi cukup besar satu tingkat dibawah China. Berdasarkan data, bahwa pertumbuhan energi pada periode tersebut, juga ditandai dengan menempatkan posisi batubara sebagai urutan ke dua terpenting pemasok sumber energi setelah minyak. Pemakaian batubara diperkirakan mengalami peningkatan tiga kali lipat hingga 2030. Sebesar 97% pemakaian batubara adalah non OECD dengan China mengkonsumsi dua pertiga terbesar di dunia. Posisi batubara dalam memasok energi sejalan dengan meningkatnya permintaan pembangunan pembangkit listrik di sejumlah kawasan yang didorong pula oleh pertumbuhan ekonomi dan pendapatan. Pertumbuhan permintaan batubara diproyeksikan tumbuh sekitar 2% per tahun (pada periode 2006-2007 permintaan batubara tumbuh 4,8%). Terhadap permintaan energi dunia batubara menyumbang 26% tahun 2006 menjadi 29%. Posisi kedua setelah batubara, pasokan energi dunia secara berurutan disumbang oleh gas, biomasa, nuklir, hydro dan sumber energi baru dan terbarukan. Peran sumber energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan memperlihat terus mengalami peningkatan. Diproyeksikan mulai 2010 peran energi baru dan terbarukan dalam kelistrikan menduduki posisi ke dua setelah batubara dan hydro.
  6. 6. Meskipun demikian, berdasarkan analisa dari IEA kecenderungan pemakaian energi dunia masih dibayang-bayangi beragam masalah terkait dengan aspek sosial, lingkungan dan ekonomi. Keamanan cadangan dan impor minyak dan gas semakin sangat bergantung kepada OPEC. Pada sisi lain peningkatan pemakaian bahan bakar fosil memicu perubahan iklim. Untuk itu sebagai upaya meredam perubahan iklim global, maka Badan Energi Dunia (IEA) menganjurkan pemakaian energi yang bersih dan efisien guna menekan naiknya emisi gas karbon. 2.2 Konservasi Energi Pertama, adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi. Kedua, upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam.Ketiga, pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kimia atau transformasi fisik. Keempat, upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan. Kelima, suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya. Di Indonesia, konservasi pada awalnya istilah yang banyak digunakan pada sumber daya alam. Konservasi sumber daya alam ini secara sederhana dibagi menjadi tiga periode, yaitu zaman kerajaan nusantara, zaman kolonial, dan zaman kemerdekaan. Zaman kerajaan nusantara, sebelum abad ke-15, tradisi sakral sangat mewarnai segenap kehidupan masyarakat. Waktu itu sangat kental dengan kepercayaan mistis dan kekuatan alam yang terwujud dalam penabuhan benda-benda, pendirian situs-situs, dan tindakan tertentu. Memasuki periode kedua, zaman kolonial Belanda, praktek pelestarian alam tidak dapat terlepas dari dua peristiwa kecil. Pada 1714, Chastelein mewariskan dua bidang tanah persil seluas 6 ha di Depok kepada para pengikutnya untuk digunakan sebagai Cagar Alam (Natuur Reservaat). Ia mengharapkan agar kawasan tersebut bisa dipertahankan, tidak dipergunakan sebagai area pertanian. Selanjutnya, pada 1889 berdasarkan usulan Direktur Lands Plantentuin (Kebun Raya) Bogor, kawasan hutan alam Cibodas ditetapkan sebagai tempat penelitian flora pegunungan, yang kemudian
  7. 7. diperluas hingga pegunungan Gede dan Pangrango pada 1925. Wacana konservasi kembali muncul pada akhir abad 19, tepatnya pada 1896, dimana saat itu pemerintah Kolonial Belanda mendapat tekanan dari luar Hindia Belanda tentang penyelundupan burung cendrawasih secara liar. Saat itu, seorang entomology amatir M.C. Piepers, menyarankan agar dibuat suatu taman nasional seperti Yellowstone National Park yang secara resmi melindungi spesies-spesies terancam punah. Selama pendudukan Jepang (1942– 1945) secara umum kondisi perlindungan alam di Indonesia kurang diperhatikan. Sebelumnya, dalam sejarah pengelolaan jati di Jawa oleh Belanda, pada 1929 telah berhasil menata 31 unit wilayah pengelolaan hutan seluas 627.700 ha. Namun pada saat pendudukan Jepang, telah terjadi eksploitasi besar-besaran dan merugikan. Kemajuan kegiatan konservasi alam di Indonesia juga banyak dirangsang oleh adanya World Conservation Strategy, yang telah disetujui pada waktu sidang umum PBB tanggal 15 Maret 1979. Divesifikasi energi mulai banyak diperbincangkan terkait cadangan minyak bumi dunia yang semakin menipis, sementara kebutuhan terus meningkat. Harga jual bahan bakar minyak (BBM) pun terus melambung tinggi. Pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dapat mendorong percepatan dan penambahan jumlah konsumsi energi yang cukup besar sehingga ketersediaannya menjadi sangat strategis. Untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, pemerintah memandang perlu untuk mengatur dan mengelola energi agar tepat guna. Lahirlah pemikiran tentang konservasi energi. Awal tahun 1980-an, konservasi energi telah dilakukan di Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut agak berkurang. Geothermal yang mulai diekplorasi akhir 1970-an, dan mulai dikembangkan 1980-an, juga hingga kini masih stagnan. Dari 27 giga watt potensi geothermal yang ada di nusantara, baru sekitar 1 – 1,5 giga watt saja yang sudah dimanfaatkan. Sadar akan ketergantungan kepada minyak bumi yang mulai akut, maka pada pertengahan 1990-an, pemerintah mencanangkan program diversifikasi, intensifikasi dan konservasi energi, yang ujungnya mengarah pada pengembangan energi alternatif.
  8. 8. Konservasi energi kembali digiatkan karena diamanatkan oleh PP Nomor 70 Tahun 2009 sebagai tindak lanjut dari UU Energi. Kegiatan konservasi energi juga sejalan dengan kebijakan energi bersih. Lahirnya Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang energi memperkuat isu ini, UU ini menyatakan bahwa setiap orang berhak memperoleh energi dan merupakan kewajiban pemerintah untuk melakukan pengelolaan sehingga ketersediaan energi dapat terjamin. Mengingat peranan energi sangat penting bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan nasional, sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatan, dan pengusahaannya harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal, dan terpadu. Karenanya, konservasi dan diversifikasi energi di Indonesia mutlak dilakukan. secara harfiah, konservasi energi upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Mantan Menteri ESDM mengungkapkan, peraturan itu juga diterbitkan dengan mempertimbangkan bahwa gas bumi merupakan sumber daya alam tak terbarukan sehingga perlu diatur pemanfaatannya secara berkesinambungan untuk kemakmuran rakyat yang berorientasi pada azas kemanfaatan. Mengingat akan penting dan strategisnya ketahanan energi, maka stabilitas pasokan energi masa kini dan dimasa mendatang merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar- tawar lagi. Ketergantungan terhadap minyak bumi baik untuk bahan bakar pembangunan maupun peningkatan penghasilan negara menjebak Indonesia. Untuk keluar dari kondisi tersebut Indonesia perlu dan mampu menjadi ekonomi energi yang solid. Sementara itu Menteri ESDM di era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I, Purnomo Yusgiantoro menguraikan beberapa langkah untuk dapat keluar dari kondisi tersebut. Pertama mengubah mentalitas minyak bumi menjadi mentalitas energi. Pengalihan mentalitas tersebut sudah dilakukan melalui program diversifikasi dan konservasi energi secara nasional, sistematis, cepat dan terukur. Diversifikasi termasuk upaya konversi atau peralihan dari energi minyak menjadi non
  9. 9. minyak seperti gas dan batubara. Keberhasilan pemerintah dan masyarakat selama dua tahun terakhir dalam mendukung konversi minyak tanah menjadi elpiji perlu diteruskan dan ditingkatkan. Konservasi energi termasuk upaya penghematan konsumsi BBM secara terencana dan terukur. Pengurangan subsidi BBM telah memaksa konsumen rumah tangga dan industri untuk lebih hemat dalam mengkonsumsi BBM. Langkah selanjutnya adalah memasukkan program konservasi dan diversifikasi energi ke dalam struktur pembangunan nasional. Caranya antara lain dengan memaksa konversi penggunaan energi fosil yang tidak terbarukan ke energi terbarukan seperti bahan bakar nabati, panas bumi, tenaga air dan tenaga surya atau bahkan nuklir. Dan langkah terakhir yaitu, mempersiapkan infrastruktur energi termasuk perangkat hukum, riset, pembiayaan. dan sumber daya manusia yang dibutuhkan. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, sulit bagi kiranya Indonesia untuk memasuki tahapan konversi energi yang berikutnya yaitu dari energi fosil menjadi energi terbarukan. Ketergantungan terhadap energi fosil perlu diakhiri dengan memanfaatkan potensi sumber-sumber energi alternatif yang ada sehingga ketersediaan energi akan lebih terjamin. Perlu sebuah kebijakan untuk mengatasi kelangkaan energi yang semakin parah dan pertumbuhan energi yang sangat tinggi. Lantas bagaimana dalam jangka panjang, bangsa ini bisa memenuhi kebutuhan energinya yang setiap tahun terus meningkat. Penghematan memang mutlak harus dilakukan namun, pengembangan sumber sumber energi alternatif yang tentunya bersifat renewable dan ramah lingkungan juga mutlak dikerjakan. Ada banyak kebijakan yang biasa telah diambil oleh pemerintah dalam rangka memperpanjang penggunaan cadangan energi nasional. Kebijakan yang dapat diambil atau yang telah berjalan pada bidang energi adalah : 1. Intensifikasi Energi: adalah kegiatan pemanfaatan energi secara besar-besaran. 2. Diversifikasi Energi: adalah kegiatan penganekaragaman jenis jenis energi 3. Harga Energi: pengaturan harga energi agar jumlah energi yang dipakai terbatas 4. Konservasi energi: konservasi energi adalah kegiatan pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar benar diperlukan
  10. 10. untuk menunjang pembangunan nasional. Konservasi (penghematan) energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi atau penggunaan energi yang optimal sesuai dengan kebutuhan sehingga akan menurunkan biaya energi yang dikeluarkan (hemat energi hemat biaya). Tujuan konservasi energi adalah untuk memelihara kelestarian sumber daya alam yang berupa sumber energi melalui kebijakan pemilihan teknologi dan pemanfaatan energi secara efisien, rasional, untuk mewujudkan kemampuan penyediaan energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghematan energi. Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi. Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi. Teknologi Konservasi Energi dikembangkan melalui pemanfaatan energi secara efisien dan rasional, serta memanfaatkan sumber daya alam yang berupa sumber energi
  11. 11. alternatif. Alasan Penerapan Efisiensi Energi 1. menurunkan biaya energi 2. menurunkan biaya produksi 3. menurunkan konsumsi energi 4. menurunkan emisi gas rumah kaca 5. menurunkan emisi gas lain (SOx , NOx) 6. meningkatkan kwalitas produk 7. memperbaiki fungsi lingkungan secara keseluruhan 8. meningkatkan reputasi/pengakuan 9. meningkatkan kesehatan & keselamatan kerja (K3) 10. meningkatkan kepatuhan thd peraturan/ISO 14001 11. mempersiapkan Protokol Kyoto/Cleean Dev.Mechanism (CDM) Efisiensi energi meliputi : 1. Peralatan energi Listrik : a. Motor listrik b. Fan dan blower c. Pompa dan sistem pemompaan d. Menara pendingin e. AC dan alat pendingin f. Kompressor dan sistem udara tekan 2. Peralatan energi thermal :
  12. 12. a. Bahan bakar dan pembakaran b. Boiler dan pemanas fluida thermis c. Distribusi steam,penggunaan dan isolasi d. Pemanfaatan limbah panas e. Kogenerasi f. Alat penukar panas Pemanfaatan Energi Alternatif, contoh: 1. ENERGI AIR. A. Mikrohidro Diaplikasikan dalam bentuk Pembangkit listrik tenaga mikrohidro, dgn syarat: a. Merupakan sumber daya yang dapat menunjang pembangunan pedesaan. b. Dapat ditanggulangi oleh usaha swadaya masyarakat. c. Usaha kelistrikan dari PLTMH secara ekonomi dapat dipertanggung jawabkan. B. Pompa hidran pemanfaatan gravitasi dimana akan menciptakan energi dari hantaman air yang menabrak faksi air lainnya untuk mendorong ke tempat yang lebih tinggi 2. ENERGI ANGIN.
  13. 13. A. Turbin Angin. Merupakan kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik dengan menggunakan prinsip konversi energi kinetik menjadi listrik. Angin yang bergerak memiliki energi kinetik. Energi tersebut bisa diubah menjadi energi mekanik, misalnya untuk menjalankan pompa air, untuk selanjutnya diubah menjadi listrik. B. Kincir angin. Kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Kincir angin mengkonversikan tenaga putar baling-baling ke tenaga mekanik yang kemudian digunakan untuk mengungkit pompa air sederhana yang sudah lazim digunakan oleh para petani untuk melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. 3. ENERGI SURYA. A. Water heating. Pemanfaatan sinar matahari untuk penghangat air. B. Photovoltaics. sinar matahari diubah menjadi arus listrik searah (direct current). 4. ENERGI GELOMBANG. A.LIMPET. Cara Kerja: tabung beton dipasang di ketinggian tertentu di pantai, ujungnya di bawah permukaan air laut. Ketika ombak datang kemudian air di dalam tabung mendorong udara di bagian tabung yang terletak di darat. Ketika Ombak surut maka terjadi gerakan udara yang sebaliknya dalam tabung.
  14. 14. B. Tapered Channel. Menampung hempasan air laut ke dalam suatu kolam reservoir sekitar 2 meter. Air dalam reservoir dialirkan ke sebuah dum untuk memutar turbin pembangkit listrik. Terdiri dari 3 bangunan utama : saluran masuk air, reservoir (penampungan) dan pembangkit. Paling penting : pemodifikasian bangunan saluran air berbentuk U yang bertujuan untuk menaikkan air laut ke reservoir. C. Tide Energy. Pada prinsipnya peristiwa pasang surut dapat dikonversikan menjadi energi listrik atas dasar perbedaan tinggi permukaan air laut saat pasang dan surut. 3.1 Pencemaran Energi Terhadap Lingkungan Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat. Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya.Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.
  15. 15. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992). Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Dampak negatif penggunaan energi fosil sangat berpengaruh terhadap manusia dan lingkungan. Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global). Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat(H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam. Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk
  16. 16. pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang. Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salahsatugasrumahkacayangmenyebabkanpemasananglobal. Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton. 5 Jenis Penyakit Akibat Pencemaran Udara Tahukah anda ada bermacam penyakit yang setiap saat bisa menggerogoti tubuh manusia, salahsatunya disebabkan oleh faktor pencemaran udara. Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak
  17. 17. Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis. Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan. Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel (debu) yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru. Penyakit pnemokoniosis banyak jenisnya, tergantung dari jenis partikel (debu) yang masuk atau terhisap ke dalam paru-paru. Beberapa jenis penyakit pneumoconiosis yang banyak dijumpai di daerah yang memiliki banyak kegiatan industri dan teknologi, yaitu Silikosis, Asbestosis, Bisinosis, Antrakosis dan Beriliosis. 1. Penyakit Silikosis Penyakit Silikosis disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas, berupa SiO2, yang terhisap masuk ke dalam paru-paru dan kemudian mengendap. Debu silika bebas ini banyak terdapat di pabrik besi dan baja, keramik, pengecoran beton, bengkel yang mengerjakan besi (mengikir, menggerinda, dll). Selain dari itu, debu silika juka banyak terdapat di tempat di tempat penampang bijih besi, timah putih dan tambang batubara. Pemakaian batubara sebagai bahan bakar juga banyak menghasilkan debu silika bebas SiO2. Pada saat dibakar, debu silika akan keluar dan terdispersi ke udara bersama-sama dengan partikel lainnya, seperti debu alumina, oksida besi dan karbon dalam bentuk abu. Debu silika yang masuk ke dalam paru-paru akan mengalami masa inkubasi sekitar 2 sampai 4 tahun. Masa inkubasi ini akan lebih pendek, atau gejala penyakit silicosis akan segera tampak, apabila konsentrasi silika di udara cukup tinggi dan terhisap ke paru-paru
  18. 18. dalam jumlah banyak. Penyakit silicosis ditandai dengan sesak nafas yang disertai batuk- batuk. Batuk ii seringkali tidak disertai dengan dahak. Pada silicosis tingkah sedang, gejala sesak nafas yang disertai terlihat dan pada pemeriksaan fototoraks kelainan paru- parunya mudah sekali diamati. Bila penyakit silicosis sudah berat maka sesak nafas akan semakin parah dan kemudian diikuti dengan hipertropi jantung sebelah kanan yang akan mengakibatkan kegagalan kerja jantung. Tempat kerja yang potensial untuk tercemari oleh debu silika perlu mendapatkan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan yang ketat sebab penyakit silicosis ini belum ada obatnya yang tepat. Tindakan preventif lebih penting dan berarti dibandingkan dengan tindakan pengobatannya. Penyakit silicosis akan lebih buruk kalau penderita sebelumnya juga sudah menderita penyakit TBC paru-paru, bronchitis, astma broonchiale dan penyakit saluran pernapasan lainnya. Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pekerja akan sangat membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit-penyakit akibat kerja. Data kesehatan pekerja sebelum masuk kerja, selama bekerja dan sesudah bekerja perlu dicatat untuk pemantulan riwayat penyakit pekerja kalau sewaktu-waktu diperlukan. 2. Penyakit Asbestosis Penyakit Asbestosis adalah penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh debu atau serat asbes yang mencemari udara. Asbes adalah campuran dari berbagai macam silikat, namun yang paling utama adalah Magnesium silikat. Debu asbes banyak dijumpai pada pabrik dan industri yang menggunakan asbes, pabrik pemintalan serat asbes, pabrik beratap asbes dan lain sebagainya. Debu asbes yang terhirup masuk ke dalam paru-paru akan mengakibatkan gejala sesak napas dan batuk-batuk yang disertai dengan dahak. Ujung-ujung jari penderitanya akan tampak membesar atau melebar. Apabila dilakukan pemeriksaan pada dahak maka akan tampak adanya debu asbes dalam dahak tersebut. Pemakaian asbes untuk berbagai macam keperluan kiranya perlu diikuti dengan kesadaran akan keselamatan dan kesehatan lingkungan agar jangan sampai mengakibatkan asbestosis ini.
  19. 19. 3. Penyakit Bisinosis Penyakit Bisinosis adalah penyakit pneumoconiosis yang disebabkan oleh pencemaran debu napas atau serat kapas di udara yang kemudian terhisap ke dalam paru- paru. Debu kapas atau serat kapas ini banyak dijumpai pada pabrik pemintalan kapas, pabrik tekstil, perusahaan dan pergudangan kapas serta pabrik atau bekerja lain yang menggunakan kapas atau tekstil; seperti tempat pembuatan kasur, pembuatan jok kursi dan lain sebagainya. Masa inkubasi penyakit bisinosis cukup lama, yaitu sekitar 5 tahun. Tanda-tanda awal penyakit bisinosis ini berupa sesak napas, terasa berat pada dada, terutama pada hari Senin (yaitu hari awal kerja pada setiap minggu). Secara psikis setiap hari Senin bekerja yang menderita penyakit bisinosis merasakan beban berat pada dada serta sesak nafas. Reaksi alergi akibat adanya kapas yang masuk ke dalam saluran pernapasan juga merupakan gejala awal bisinosis. Pada bisinosis yang sudah lanjut atau berat, penyakit tersebut biasanya juga diikuti dengan penyakit bronchitis kronis dan mungkin juga disertai dengan emphysema. 4. Penyakit Antrakosis Penyakit Antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara. Penyakit ini biasanya dijumpai pada pekerja-pekerja tambang batubara atau pada pekerja-pekerja yang banyak melibatkan penggunaan batubara, seperti pengumpa batubara pada tanur besi, lokomotif (stoker) dan juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta pekerja boiler pada pusat Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara. Masa inkubasi penyakit ini antara 2-4 tahun. Seperti halnya penyakit silicosis dan juga penyakit-penyakit pneumokonisosi lainnya, penyakit antrakosis juga ditandai dengan adanya rasa sesak napas. Karena pada debu batubara terkadang juga terdapat debu silikat maka penyakit antrakosis juga sering disertai dengan penyakit silicosis. Bila hal ini terjadi maka penyakitnya disebut silikoantrakosis. Penyakit antrakosis ada tiga macam, yaitu penyakit antrakosis murni, penyakit silikoantraksosis dan penyakit tuberkolosilikoantrakosis. Penyakit antrakosis murni disebabkan debu batubara. Penyakit ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi berat, dan relatif tidak begitu berbahaya. Penyakit
  20. 20. antrakosis menjadi berat bila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan terjadinya kematian. Kalau terjadi emphysema maka antrakosis murni lebih berat daripada silikoantraksosis yang relatif jarang diikuti oleh emphysema. Sebenarnya antara antrakosis murni dan silikoantraksosi sulit dibedakan, kecuali dari sumber penyebabnya. Sedangkan paenyakit tuberkolosilikoantrakosis lebih mudah dibedakan dengan kedua penyakit antrakosis lainnya. Perbedaan ini mudah dilihat dari fototorak yang menunjukkan kelainan pada paru-paru akibat adanya debu batubara dan debu silikat, serta juga adanya baksil tuberculosis yang menyerang paru-paru. 5. Penyakit Beriliosis Udara yang tercemar oleh debu logam berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, sulfat, maupun dalam bentuk halogenida, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang disebut beriliosis. Debu logam tersebut dapat menyebabkan nasoparingtis, bronchitis dan pneumonitis yang ditandai dengan gejala sedikit demam, batuk kering dan sesak napas. Penyakit beriliosis dapat timbul pada pekerja-pekerja industri yang menggunakan logam campuran berilium, tembaga, pekerja pada pabrik fluoresen, pabrik pembuatan tabung radio dan juga pada pekerja pengolahan bahan penunjang industri nuklir. Selain dari itu, pekerja-pekerja yang banyak menggunakan seng (dalam bentuk silikat) dan juga mangan, dapat juga menyebabkan penyakit beriliosis yang tertunda atau delayed berryliosis yang disebut juga dengan beriliosis kronis. Efek tertunda ini bisa berselang 5 tahun setelah berhenti menghirup udara yang tercemar oleh debu logam tersebut. Jadi lima tahun setelah pekerja tersebut tidak lagi berada di lingkungan yang mengandung debu logam tersebut, penyakit beriliosis mungkin saja timbul. Penyakit ini ditandai dengan gejala mudah lelah, berat badan yang menurun dan sesak napas. Oleh karena itu pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pekerja-pekerja yang terlibat dengan pekerja yang menggunakan logam tersebut perlu dilaksanakan terus-menerus.
  21. 21. BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Bahan bakar fosil merupakan energi yang tidak dapat diperbarui dan keberadaanya mulai berkurang sekarang ini, dan salah satunya adalah solar, bahan bakar jenis ini memiliki banyak dampak bagi lingkungan kita dan menyebabkan krisis energi bila digunakan berlebihan. Untuk mengatasi masalah diatas, kita mutlak untuk melakukan penghematan energi di bumi ini , dalam segala aspek. Namun penghematan saja tidak cukup untuk mengantisipasi hal ini karena semakin bertambah nya jumlah penduduk yang semakin padat, dan semuanya juga membutuhkan energi. Salah satu cara mengatasi masalah ini dengan melakukan konservasi energi menggunakan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai energi pengganti bahan bakar fosil ini. Di indonesia banyak energi alternatif yang tersedia. Manfaat dari energi alternatif ini cukup banyak, mulai dari ramah lingkungan, tidak merusak dan dapat menjaga kelestarian alam tanpa menimbulkan penyakit terhadap makhluk hidup khususnya manusia, dan bermanfaat di bidang ekonomi.
  22. 22. DAFTAR PUSTAKA http://ismantoalpha.blogspot.com/2009/12/mengatasi-krisis-energi-dengan.html diakses pada pukul 15.30 10 mei 2014 http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/artikel-coba-2/listrik-electro/1060- jos1 diakses pada pukul 15.30 10 mei 2014 http://listrikindonesia.com/potret_konservasi__di_indonesia_333.htm diakses pada pukul 15.30 10 mei 2014 http://vantheyologi.wordpress.com/2010/05/05/konservasi-energi-untuk-kesejahteraan- manusia/ diakses pada pukul 15.30 10 mei 2014 http://risqha21.wordpress.com/2011/11/15/59/ diakses pada pukul 15.30 10 mei 2014

×