Potensi Pendanaan Program Sanitasi

890 views

Published on

Pendanaan dalam Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS)

Published in: Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
890
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Potensi Pendanaan Program Sanitasi

  1. 1. Dipresentasikan dalam : Lokalatih Tahap II Penyusunan MPSS Kabupaten/Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Banda Aceh, 2 November 2011 Potensi Pendanaan Program Sanitasi
  2. 2. Pendanaan Sanitasi (PPSP 2010 - 2014) <ul><li>90% Dari Total kebutuhan Pendanaan </li></ul><ul><li>: Tahap 4 & 5 </li></ul><ul><li>Kontribusi PU </li></ul><ul><li> 30% dari Ketersediaan Pendanaan </li></ul><ul><li>Anggaran PU s.d 2014 : </li></ul><ul><li>12,7T >> 27 T </li></ul><ul><li>Target Penyerapan </li></ul>
  3. 3. Pendanaan Sanitasi (PPSP 2010 - 2014) Rp. 62,6T Rp. 45T Kebutuhan Pendanan Ketersediaan <ul><li>Diantisipasi dengan </li></ul><ul><li>Kontribusi semua pihak ; </li></ul><ul><li>Pemerintah Pusat </li></ul><ul><li>Pemerintah Propinsi </li></ul><ul><li>Pemerintah Daerah </li></ul><ul><li>Donor </li></ul><ul><li>Partisipasi sektor swasta </li></ul><ul><li>Partisipasi masyarakat </li></ul>Gap Pendanaan Sumber Data : Bappenas & Kemen PU – Dit. CK Pusat : 37% Prov: 9% Kab/Kota : 37% Donor,dll: 17%
  4. 4. POLA HUBUNGAN KEUANGAN PUSAT-DAERAH (UU 33/2004 dan UU 32/2004) APBN Belanja Untuk Daerah DAK DAU Dana Penyesuaian DBH Dekon / TP Belanja Pusat Di Daerah PEMERINTAH PUSAT Dana Vertikal Melalui K/L APBD Pendapatan Daerah Belanja Daerah PAD DAPER Lain-Lain Pendapatan yang sah Operasional Surplus / Defisit Daerah Pembiayaan Daerah Desentralisasi Pinjaman (termasuk Obligasi Daerah) <ul><li>Pajak </li></ul><ul><li>Retribusi </li></ul><ul><li>Bag. Laba </li></ul><ul><li>BUMD </li></ul><ul><li>Lain-PAD </li></ul>Penggunaan SILPA PEMERINTAH DAERAH <ul><li>B. Pegawai </li></ul><ul><li>B. Barang </li></ul><ul><li>B. Lainnya </li></ul>Dana Otsus 6 Urusan Di luar 6 Urusan Mendanai Kegiatan Desentralisasi Mendanai Kegiatan Dekon/TP dan Instansi Vertikal <ul><li>PELIMPAHAN URUSAN DAN WEWENANG </li></ul>1 2 3 4 Pembiayaan Lainnya Modal
  5. 5. Perkembangan Dana APBN ke Daerah 2005-2010 <ul><li>Transfer Daerah terdiri dari DBH, DAU, DAK, dan Dana Otsus & Dana Penyesuaian. </li></ul><ul><li>Bantuan Ke masyarakat terdiri dari PNPM, BOS, Jamkesmas dan BLT (2008- 2009). </li></ul><ul><li>Subsidi Terdiri dari Energi(BBM dan Listrik) dan Non Energi (Pangan, Pupuk, Benih dan lainnya). </li></ul><ul><li>Data Subsidi hanya mencakup tahun 2008-2010. </li></ul>Sumber : Kemenkeu, DJPK 309.3 292.4 253.3 226.2 150.8 344.6 33.3 7.5 113.0 34.4 176.3 63.1%
  6. 6. SUMBER PENDANAAN DARI APBN Hibah atau Pinjaman Dana Khusus : BIP,KUR,Dana Bergulir,Subsidi, PNPM,DPID,dll. DAU & DAK Belanja K/ L Dekon & TP DAU & DAK
  7. 7. DBH DAU DAK Pasal 10 ayat (1) UU no.33/2004 Hubungan Antar Komponen Dana Perimbangan DANA PERIMBANGAN ALOKASINYA DALAM APBN TIDAK DAPAT DIPISAHKAN SATU SAMA LAIN MASING-MASING JENIS DANA PERIMBANGAN SALING MENGISI DAN SALING MELENGKAPI
  8. 8. 1. Kriteria Umum Ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah , yang d icerminkan dari penerimaan umum APBD dikurangi belanja pegawai . KRITERIA PENGALOKASIAN DAK <ul><li>2. Kriteria Khusus </li></ul><ul><li>Dirumuskan dengan memperhatikan P eraturan P erundang-undangan , dan Karakteristik Daerah. </li></ul><ul><ul><li>Peraturan Perundangan : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Daerah provinsi, kabupaten dan kota di wilayah provinsi papua dan papua barat serta s eluruh daerah tertinggal diprioritaskan mendapat kan alokasi DAK </li></ul></ul></ul><ul><li>Kriteria Teknis </li></ul><ul><li>Dirumuskan oleh kementerian negara/departemen teknis terkait , dengan menggunakan indikator-indikato r yang dapat menggambarkan kondisi sarana/prasarana pada masing-masing bidang/kegiatan yang akan didanai oleh DAK </li></ul>
  9. 9. <ul><li>LUAR NEGERI: </li></ul><ul><li>HIBAH LN </li></ul><ul><li>PINJAMAN LN </li></ul>SUMBER HIBAH DAERAH
  10. 10. <ul><ul><li>Hibah sejalan dengan pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah diberikan dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah berdasarkan peta kapasitas fiskal daerah yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah dari pemberi Hibah LN melalui Pemerintah dan dapat diteruskan kepada BUMD dalam bentuk hibah atau penyertaan modal. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah dari Pemerintah terutama dari HLN kepada Pemerintah Daerah bersifat output based . </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah bersifat bantuan untuk melaksanakan urusan Pemerintah Daerah , dan kegiatan merupakan usulkan oleh Kementerian/Lembaga terkait . </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian hibah dari Pemerintah kepada Pemda dilakukan dalam hubungan wewenang dan hubungan pelayan (Kementerian Keuangan selaku BA-BUN, K/L selaku executing agency dan Pemda sebagai implementing agency) dalam kerangka hubungan keuangan antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah dari Pemerintah kepada Pemerintah Daerah bersifat transfer. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hibah dari Pemerintah kepada Pemerintah Daerah dapat bersifat multi years . </li></ul></ul>Hibah Daerah
  11. 11. <ul><li>Supervisi pelaksanaan kegiatan </li></ul>dalam rangka pencairan dana
  12. 12. APBD Propinsi Belanja APBD Hibah (Ban.Keu., hibah) Transfer ke Pemda (bagi hasil) Penyertaan Modal Pem. prop. (Dekon, SILPA) Propinsi Tugas Pembantuan
  13. 13. APBD Kabupaten/Kota APBD Kota BKK Dana Pemb. Masy. Hibah Lgs. Ke Masy Retribusi BLUD Rp. ; $ Belanja APBD Dana Bergulir SILPA,Dana Cadangan Investasi/PMP
  14. 14. Strategi Keuangan Kota/Kabupaten Dalam Implementasi Memorandum Program <ul><li>Ketersediaan Pendanaan </li></ul><ul><li>Dari berbagai sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Kelayakan serta kecocokan program dan kegiatan dengan suatu sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Kesesuaian / harmonisasi dengan mekanisme masing – masing sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Pentahapan </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>Analisa pertumbuhan APBD dengan pertumbuhan belanja sanitasi </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pertumbuhan setiap subsektor harus wajar sesuai dengan kondisi internal (pemda) dan eksternal (pusat,provinsi, donor,dll) </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Prioritas dan nilai nominal suatu program harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemda </li></ul></ul></ul></ul><ul><li>Packaging / Pemaketan </li></ul><ul><li>Readiness Criteria </li></ul><ul><li>Rincian Kegiatan </li></ul><ul><li>Indikator Kinerja </li></ul><ul><li>Alokasi APBD (DDUPB) </li></ul><ul><li>FS </li></ul><ul><li>DED </li></ul><ul><li>Kesiapan lahan ( Free and Clear ) </li></ul><ul><li>Unit pelaksana </li></ul>
  15. 15. Sinkronisasi Peran dan Fungsi Pokja /KMP Dengan Program PPSP Optimalisasi Peran Pokja Dalam Channeling Pendanaan PPSP KMP Pokja MPSS SSK K/L Kota/Kabupaten PPSP
  16. 16. Pendaan Program dan Kegiatan Sanitasi Oleh APBN
  17. 17. APBN Dibiayai oleh Dibiayai oleh <ul><li>Pembangunan baru IPAL skala kawasan (modular) </li></ul><ul><li>Pembangunan sistem sanitasi komunal yang berbasis masyarakat </li></ul><ul><li>Perluasan jaringan pipa air limbah terpusat (pipa induk), sesuai syarat dan ketentuan dari Ditjen CK </li></ul><ul><li>Optimalisasi IPLT skala kota atau regional </li></ul><ul><li>Peralatan operasi dan pemeliharaan sistem terpusat </li></ul><ul><li>Masterplan, FS, DED </li></ul>S ektor Air Limbah
  18. 18. Pe mbangunan TPPAS Regional
  19. 19. <ul><li>Peralatan untuk proses daur ulang sampah, yang dikelola masyarakat  Pilot 3R </li></ul><ul><li>Pembangunan transfer depo, stasiun pengumpul sampah atau tempat pengelolaan dan pengolahan sampah terpadu  ITF </li></ul><ul><li>Revitalisasi dan pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah  Sanitary Landfill </li></ul><ul><li>Alat berat persampahan </li></ul><ul><li>Penyediaan Sarana non fisik untuk mendukung pengelolaan persampahan (MP, FS, DED) </li></ul><ul><li>Sarana pendukung TPA: jalan operasional dalam TPA dan jembatan timbang </li></ul>Persampahan <ul><li>Saluran primer </li></ul><ul><li>Sistem drainase kawasan /mikro (sesuai kebutuhan) </li></ul><ul><ul><li>Saluran primer </li></ul></ul><ul><ul><li>P intu air </li></ul></ul><ul><ul><li>P ompa </li></ul></ul><ul><ul><li>K olam retensi </li></ul></ul>Drainase
  20. 20. Kemenkes : BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN (BOK) <ul><li>Block grant untuk Kab/Kota </li></ul><ul><li>Promotif/preventif untuk pencapaian SPM </li></ul><ul><li>Pemanfaatan terintegrasi dgn dana lain </li></ul><ul><li>APBD untuk Puskesmas jangan dikurangi </li></ul><ul><li>Pemda mengawasi pelaksanaan </li></ul>
  21. 21. <ul><li>1. Strategi peningkatan kemitraan dengan pihak swasta (KPS): </li></ul><ul><li>Pendekatan kepada pihak swasta potensial untuk memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR), antara lain melalui sosialisasi tugas dan fungsi Ditjen Cipta Karya; </li></ul><ul><li>Pemberdayaan Pemda mengenai perlu dan pentingnya KPS; </li></ul><ul><li>Alokasi anggaran APBN untuk kegiatan yang mendorong kemitraan, seperti pemberdayaan masyarakat di sektor sanitasi dan air minum (pola SANIMAS dan PAMSIMAS); </li></ul>Strategi Perolehan Sumber Dana Lain – Bina Program Kemen PU <ul><li>2. Strategi pengembangan kerjasama luar negeri : </li></ul><ul><li>Optimalisasi potensi hibah luar negeri. </li></ul><ul><li>Penyiapan pemrograman dan penganggaran kegiatan luar negeri perlu dilakukan lebih matang agar terhindar dari tidak terserapnya anggaran. </li></ul><ul><li>Pemanfaatan peluang untuk capacity building. </li></ul>
  22. 22. 2011 2012 2013 2014 2015 DSCR PAD 9,815 10,760 11,934 13,460 15,520 DBH 32,250 34,911 38,223 42,574 48,488 DBHD           DAU 264,923 281,613 301,129 325,127 356,220 Blj.Wajib :           Blj. Pegawai 203,687 220,797 240,735 264,647 293,826 Angs.Pokok Pinj. 23,830         Angs.Bunga Pinj.           By. Lain2                       Pokok Pinjaman - - - - - Bunga 5,749 6,414 7,247 8,330 9,793 By. Lain-lain           DSCR 13.82 16.60 15.25 13.99 12.91 RUANG FISKAL           Total Pendapatan 424,002 454,000 489,645 533,999 591,594 DAK 37,918 42,298 47,794 54,935 64,581 Pendap. Hibah           Dana Darurat           Dana Peny./Otsus 69,658 74,046 79,038 84,899 91,823 Blj. Pegawai Tdk. Lgs 203,687 220,797 240,735 264,647 293,826 R.Fiskal 112,739 116,860 122,079 129,519 141,364 PUBLIC SAVING           Penerimaan           PAD 9,815 10,760 11,934 13,460 15,520 DBH Pajak & DBH bkn. Pajak 32,250,000 34,910,625 38,222,771 42,574,433 48,487,894 DAU 264,922,620 281,612,745 301,128,508 325,126,945 356,220,135 DAK 37,918,075 42,297,613 47,793,659 54,935,376 64,580,821 DBH Pajak - Provinsi 9,438,310 10,372,703 11,527,962 13,004,478 14,961,593 Belanja Wajib           Belanja Mengikat 203,686,903 220,796,602 240,734,536 264,646,697 293,825,663 Kewajiban Daerah           Public Saving 140,851,918 148,407,843 157,950,299 171,007,994 190,440,302
  23. 23. Pendekatan Kepada Perusahaan Penyelenggara CSR Identifikasi Perusahaan yang menyelenggarakan Program CSR Long-list perusahaan yang menyelenggarakan program CSR Penilaian berdasarkan tingkat relevansi bisnis perusahaan Komitmen awal berupa nota kesepahaman Komunikasi tingkat lanjut dengan perusahaan calon mitra
  24. 24. <ul><li>Ketersediaan Pendanaan </li></ul><ul><li>Dari berbagai sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Kelayakan serta kecocokan program dan kegiatan dengan suatu sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Kesesuaian / harmonisasi dengan mekanisme masing – masing sumber pendanaan </li></ul><ul><li>Pentahapan </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>Analisa pertumbuhan APBD dengan pertumbuhan belanja sanitasi dan kemampuan keuangan yang ada (eksisti </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Pertumbuhan setiap subsektor harus wajar sesuai dengan kondisi internal (pemda) dan eksternal (pusat,provinsi, donor,dll) </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Prioritas dan nilai nominal suatu program harus disesuaikan dengan kondisi keuangan pemda </li></ul></ul></ul></ul><ul><li>Packaging / Pemaketan Program dan Kegiatan </li></ul>Strategi Keuangan Implementasi Memorandum Program
  25. 25. <ul><li>Analisa Kinerja APBD (trend, pertumbuhan, proyeksi : Pendapatan,Belanja dan Pembiayaan) </li></ul><ul><li>Ruang Fiskal (Total Pend.+ DAK Minus belanja pegawai tdk langsung) </li></ul><ul><li>Publik Saving (Penerimaan minus belanja mengikat) </li></ul><ul><li>Ketiga Indikator keuangan Diatas untuk mengetahui seberapa besar pendanaan tersedia untuk membangun infrastruktur </li></ul>Kapasitas Keuangan Daerah
  26. 26. Terima Kasih

×