Ideologi Pancasila Terbuka

1,219 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,219
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
34
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ideologi Pancasila Terbuka

  1. 1. Agi Dewinda Ainun Nadya Anggi Nur Annisa Cintya XII IPA 1/SMAN14BDG Tahun Ajaran 2013/2014
  2. 2. Makna Ideologi Negara Ideologi berasal dari bahas latin yaitu Idea, artinya daya cipta sebagai hasil kesadaran manusia, Logos, artinya ilmu. pengertian ideologi antara lain : a. Destutt de Tracy (1801 - orang yang kali pertama menemukan ideologi) 1) Ideologi adalah ilmu tentang gagasan yang menunjukkan jalan yang benar menuju masa depan 2) Ideologi artinya pandangan hidup maupun pandangan dunia (weltanschuung - bahasa Jerman). b. Moerdiono Ideologi adalah kompleks pengetahuan dan nilai, yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang (masyarakat) untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk pengelolanya.
  3. 3. Ciri-ciri Ideologi Terbuka dan Tertutup a. Ciri-ciri Ideologi Terbuka 1. Merupakan kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat (falsafah). 2. Ditemukan dalam masyarakat sendiri. 3. Isinya tidak langsung operasional. 4. Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab mansyarakat. 5. Menghargai pluralitas.
  4. 4. b. Ciri-ciri Ideologi Tertutup Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. 1. Cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyakat. 2. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara, maka ideologinya akan di paksakan kepada manyarakat. 3. Bersifat totaliter, artinya mencakup atau mengurusi semua bidang kehidupan. 4. Pluralisme pandangan dan kebudayaan di tiadakan serta HAM tidak di hormati. 5. Menuntut masyarakat mempunyai kesetiaan pada ideologi tersebut. 6. Isi ideologi tersebut meliputi: a. Nilai-nilai dan cita-cita b. Tuntukan konkret dan operasional yang keras, mutlak dan total.
  5. 5. Makna Ideologi Terbuka  Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan bersifat dinamis atau merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsensus dari masyarakat itu sendiri, nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan, rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
  6. 6. Makna Pancasila sebagai Ideologi Terbuka  Sebagai ideologi Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel tidak tertutup dan kaku melainkan harus mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa harus mengubah nilai-nilai dasarnya. Pancasila memberikan orientasi ke depan dan selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi di era keterbukaan/globalisasi dalam segala bidang.
  7. 7. Unsur-Unsur Ideologi: 1. Seperangkat gagasan yang disusun secara sistematis. 2. Pedoman tentang cara hidup. 3. Tatanan yang hendak dituju oleh suatu kelompok. 4. Dipegang teguh oleh kelompok yang meyakininya
  8. 8. Faktor-Faktor yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka menurut Moerdiono:  perkembangan dinamika masyarakat Indonesiaamat cepat, tidak semua persoalan hidup dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya  Runtuhnya ideologi tertutup seperti marxisme- Leninisme/Komunisme. Indeologi ini akan bertahan dengan tradisi lama yang tertutup atau menjadi ideologi terbuka
  9. 9.  Pengalaman sejarah politik Indonesia dengan pengaruh komunisme. Pancasila terancam menjadi dogma (dalil, ajaran) yang kaku  Tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila sebagai satu-satunya azastelah dicabut oleh MPR tahun 1999
  10. 10. 3 tingkatan nilai dasar yang tidak akan berubah:  Nilai dasar, sarana untuk mewujudkan nilai dasar yang tidak berubah. Nilai dasar ini tercantum di dalam seluruh sila dari Pancasila yang kemudian dijabarkan di dalam batang tubuh UUD 1945;  Nilai instrumental, sarana untuk mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai dengan keadaan. Misalnya, program pembangunan yang selama Orde Baru termuat dalam Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Pelaksana dari program ini adalah para menteri sebagai pembantu Presiden RI.  Nilai praktis, berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya. Di dunia nyata, penjabaran dan penerapan nilai-nilai Pancasila mengalami perubahan sesuai dengan konteks budaya dan masalah yang dihadapi.
  11. 11. Dimensi yang menunjukan Ciri khas Ideologi Pancasila 1. Dimensi Teologis Dimensi yang menunjukan bahwa pembangunan mempunyai tujuan, yaitu mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945. 2. Dimensi Etis Dimensi yang menunjukan bahwa dalam Pncasila, manusia dan martabat manusia mempunyai kedudukan yang sentral. 3. Dimensi Integral-Integratif Dimensi yang menempatkan manusia tidak secara individualis, tetapi dalam konteks strukturnya.
  12. 12. Fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara  Memperkokoh persatuan bangsa karena bansa Indonesia adalah bangsa yang majemuk  Mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya serta membimbing bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan  Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa dan sebagai dorongan dalam pembentukan karakter bansa berdasarkan Pancasila  Menjadi standar nilai dalam melakukan kritik mengenai keadaan bangsa dan negara
  13. 13. 3 dimensi penting Pancasila  Dimensi realitas, yaitu dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai real yang hidup dalam masyarakatnya. Dengan nilai lokal seperti itu, ideologi negara akan tertanam dan berakar di dalam hati sanubari masyarakat.  Dimensi idealisme, yaitu dimensi yang mengandung cita-cita luhur yang ingin dicapai dan diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Cita-cita tersebut berisi kesan dan harapan yang masuk akal (logis).  Dimensi fleksibilitas, yaitu dimensi kelenturan karena ideologi itu didalami melalui pemikiran baru tentang dirinya untuk memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu.
  14. 14. Ciri khas Ideologi Pancasila 1. Tuhan Yang Maha Esa, berarti pengakuan bangsa Indonesia akan eksistensi Tuhan sebagai Sang pencipta. 2. Penghargaan kepada sesama umat manusia tanpa membedakan SARA 3. Menjunjung tinggi persatuan, Maka kita tempatkan PERSATUAN diatas kepentingan sendiri 4. Bahwa kehidupan kita dalam kemusyawaratan berbasis dmokrasi PANCASILA 5. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan dalam kemakmuran adalah cita-cita bangsa indonesia sejak dulu
  15. 15. SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA  Pancasila hanya akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat bersedia bersikap proaktif, terus-menerus melakukan reinterpretasi (penafsiran ulang) terhadap Pancasila dalam suasana dialog kritis –konstruktif. Bila masyarakat bersikap pasif, Pancasila akan makin kehilangan relevansinya. Atau, bias pula Pancasila berubah menjadi ideology tertutup, karena penafsirannya didominasi oleh penguasa atau kelompok masyarakat tertentu
  16. 16. Karena terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja, bisa terjadi Pancasila semata-mata ditafsirkan sesuai dengan kepentingan si penafsir. Sikap positif itu terutama adalah kesediaan segenap komponen masyarakat untuk aktif mengungkapkan pemahamannya mengenai Pancasila.  Sikap positif lain adalah kesediaan segenap komponen bangsa menjadikan nilai-nilai Pancasila makin tampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehari-hari. Sikap positif yang paling dibutuhkan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang berwibawa adalah terus – menerus secara konsisten berjuang memperkecil kesenjangan antara ideal-ideal Pancasila dengan kenyataan kehidupan berbangsa sehari-hari.
  17. 17. PENGAMALAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI Wujud pengamalan pancasila sebagai ideologi berdasarkan Tap MPR No.XVII/MPR/2001 (tentang Visi Indonesia Masa Depan) terdiri atas 3 visi sebagai berikut: 1.Visi ideal, yaitu cita-cita luhur yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea II dan IV. 2.Visi antara, yaitu visi indonesia yang berlaku sampai dengan tahun 2002. 3.Visi indonesia tahun 2020 adalah terwujudnya masyarakat indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
  18. 18. a. Religius 1) Terwujudnya masyarakat indonesia yang beriman,bertakwa,dan berahklak mulia. 2) Terwujudnya toleransi antar dan antara umat beragama. 3) Terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan. b. Manusiawi 1) Terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. 2) Terwujudnya hubungan harmonis antar manusia. 3) Terwujudnya kesimbangan antara HAK dan KEWAJIBAN
  19. 19. c. Bersatu 1) Meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa. 2) Meningkatnya toleransi kepedulian, dan tanggung jawab sosial. d. Demokratis 1) Terwujudnya mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2) Berkembangnya sistem kepemimpinan yang egaliter dan nasional.
  20. 20. e. Mandiri 1) Terwujudnya polotik luar negeri yang berkepribadian dan bebas aktif. 2) Memiliki kepribadian bangsa dan identiras budaya Indonesia yang berakar dari potensi budaya daerah. f. Baik dan Bersih dalam penyelenggaraan negara 1) Terwujudnya penyelenggaraan negara yang profesional, transparan, kredibel, dan bebas KKN. 2) Tewujudnya penyenggaraan negara yang peka dan tanggap terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat.

×