Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bahasa indonesia full

10,225 views

Published on

Kajian Bahasa Indonesia untuk karya ilmiah

  • Be the first to comment

Bahasa indonesia full

  1. 1. Pertemuan 1Bahasa IndonesiaUniversitas Putera BatamDaftar Pustaka : Diktat Bahasa Indonesia DIKTIAngel Purwanti S.Sos., M.I.KomFUNGSI BAHASA
  2. 2. Konsep Bahasa dan Fungsi Pengertian BAHASA adalah sarana komunikasiantaranggota masyarakat dalam menyampaikan ide danperasaan secara lisan atau tulis. Konsepsi bahasa tersebut menunjukkan bahwa sistemlambang bunyi ujaran dan lambang tulisan digunakanuntuk berkomunikasi dalam masyarakat dan lingkunganakademik. Bahasa yang baik dikembangkan oleh pemakainyaberdasarkan kaidah-kaidahnya yang tertata dalam suatusistem.
  3. 3. Kaidah Bahasa Dalam Sistem1. Sistem lambang yang bermakna dapat dipahami dengan baik olehmasyarakatnya.2. Berdasarkan kesepakatan masyarakat pemakainya, sistem bahasa itu bersifatkonvensional.3. Lambang sebagai huruf (fonemis) bersifat manasuka atau kesepakatanpemakainya (arbitrer)4. Sistemlambang yang terbatas itu (A—Z: 26 huruf) mampu menghasilkankata, bentukan kata, frasa, klausa, dan kalimat yan tidak terbatas dan sangatproduktif.5. Sistem lambang itu (fonemis) tidak sama dengan sistem lambang bahasa lainseperti sistem lambang bahasa Jepang (Lambang hirakana atau silabis) 26. Sistem lambang bahasa itu dibentuk berdasarkan aturan yang bersifatuniversal sehingga dapat sana dengan sistemlambang bahasa lain. Unsur dalamsistem lambang tersebut menunjukkan bahwa bahasa itu bersifat unik, khas,dan dapat dipahami masyarakat.
  4. 4. Fungsi BahasaFungsi bahasa yang utama dan pertamasudah terlihat dalam konsepsi bahasa diatas, yaitu fungsi komunikasi dalambahasa berlaku bagi semua bahasaapapun dan dimanapun
  5. 5. Fungsi Menurut ahli bahasaFungsi ekspresi dalam bahasaFungsi komunikasi dalam bahasaFungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasaFungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa)
  6. 6. Fungsi Bahasa menurut Gorys Keraf Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri. Fungsi lebih memahami orang lain; Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmu di sekitar dengan cermat. Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas, runtut,teratur,terarah, dan logis; Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik danmenarik (fatik). (Keraf, 1994: 3-10) Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda Fungsi membentuk karakter diri Fungsi membangun dan mengembangkan profesi diri Fungsi menciptakan berbagai kreativitas baru(Widiono, 2005: 11-18)
  7. 7. fungsi mengembangkan kemungkinankecerdasan ganda, terbagi menjadi:FungsiPernyataanEkspresi DiriFungsiKomunikasiFungsiIntergrasi danAdaptasi SosialFungsi KontrolSosial
  8. 8. Empat Posisi Bahasa Indonesia• Pemersatu suku bangsaBAHASA PERSATUAN• Fungsi jati diri Bangsa Indonesia bila berkomunikasi pada dunia luar IndonesiaBAHASA NASIONAL• Bahasa yang digunakan dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitasBAHASA NEGARA• Bahasa yang digunakan dalam pertemuan sangat resmiBAHASA STANDAR (BAHASA BAKU)
  9. 9. Bahasa PersatuanPemersatu(Sabang-Merauke)suku, agama, rasadan antar golongan(Sumpah Pemuda,28 Oktober 1928)
  10. 10. Fungsi Bahasa NasionalLambang kebanggaan kebangsaan IndonesiaIdentitas nasional dimata internasionalSarana hubungan antarwarga, antardaerah,dan antarbudayaPemersatu lapisan masyarakat: sosial,budaya, suku bangsa, dan bahasa.
  11. 11. Fungsi Bahasa NegaraAdministrasi Kenegaraan Pengantar resmi belajarperencanaan dan pelaksanaanpembangunan bagai negaraIndonesi sebagai negaraberkembangbahasa resmi berkebudayaandan ilmuteknologi
  12. 12. TERIMA KASIH
  13. 13. RAGAMDANLARAS BAHASAPertemuan 2Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  14. 14. Ragam bahasa diartikan variasi bahasamenurut pemakaiannya, topik yangdibicarakan hubungan pembicara dan temanbicara, dan medium pembicaraannya(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005:920)PENGERTIAN RAGAM &LARAS
  15. 15.  Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang terbentukkarena pemakaian bahasa. Laras bahasa dimaksudnya kesesuaian antara bahasa danfungsi pemakaiannya Ragam bahasa dan laras bahasa saling terkait dalamperwujudan aspek komunikasi bahasa
  16. 16. SituasiYangDihadapiPermasalahanYangHendakDisampaikan,LatarbelakangPendengarAtauPembacaYangDitujuMediumAtau SaranaBahasaYangDigunakan.ASPEK RAGAM BAHASA
  17. 17. Ragam Bahasa FormalRagam Bahasa SemiformalRagam Bahasa NonformalJENIS RAGAM BAHASA BERDASARKANSITUASI
  18. 18. Kemantapan dinamis dalampemakaian kaidah sehinggatidak kaku tetapi tetap lebihluwes dan dimungkinkan adaperubahan kosa kata dan istilahdengan benar.Penggunaan fungsi-fungsigramatikal secara konsisten daneksplisit.Penggunaan bentukan katasecara lengkap dan tidakdisingkat.Penggunaan imbuhan (afiksasi)secara eksplisit dan konsistenPenggunaan ejaan yang bakupada ragam bahasa tulis danlafal yang baku pada ragambahasa lisan.KRITERIA RAGAM BAHASA FORMAL
  19. 19. Pokok masalah yang sedang dibahas,Hubungan antara pembicara dan pendengar,Medium bahasa yang digunakan lisan atau tulis,Area atau lingkungan pembicaraan terjadi,Situasi ketika pembicaraan berlangsungPembedaan Antara RagamFormal, Ragam Semiformal, Dan RagamNonformal
  20. 20. Penggunaan kata sapaan dankata ganti• misalnya: Saya dan gue/ogutAndadan lu/situ/entePenggunaan imbuhan (afiksasi), awalan(prefix), akhiran (sufiks),gabunganawalan dan akhiran (simulfiks), danimbuhan terpisah (konfiks).• Misalnya:• Awalan: menyapa – apaan, Mengopi– ngopi,• Akhiran: laporan – laporin, Marahi– marahin,• Simulfiks: menemukan-nemuin,Menyerahkan-nyerahin• Konfiks: Kesalaha-nyalahin ,Pembetulan-betulinPembedaan AntaraRagam Bahasa Formal Dan Ragam BahasaNonformal
  21. 21. Penggunaan unsur fatik (persuasi)lebih sering muncul dalam ragambahasa nonformal,• seperti sih, deh, dong,kok,lho, yakale, gitu ya.Penghilangan unsur atau fungsi kalimat(S-P-O-Pel-Ket) dalam ragam bahasanonformal yang menganggupenyampaian suatu pesan• .Misalnya:• Penghilangan subjek: Kepada hadirinharap berdiri.• Penghilangan predikat: Laporan ituuntuk pimpinan.• Penghilangan objek : RCTImelaporkan dari Medan.• Penghilangan pelengkap: Merekaberdiskusi dilantai
  22. 22. Lisan• Bahasa yang dilafalkan langsung olehpenuturnya kepada pendengar atauteman bicaranya.• Ragam bahasa lisan ini ditentukanoleh intonasi dalam pemahamanmaknanya• Misalnya,• (a) Kucing/ makan tikus mati.• (b) Kucing makan//tikus mati.• (c) Kucing makan tikus/mati.Tulisan• Ragam bahasa yang ditulis ataudicetak dengan memerhatikanpenempatan tanda baca dan ejaansecara benar.• Ragam bahasa tulis dapat bersifatformal,semiformal, dan nonformal.• Contoh• Bahasa Formal: PenulisanSkripsi/Tesis• Bahasa Semi formal : Perkuliahansehari-hari• Bahasa No Formal : KeseharianRagam Bahasa BerdasarkanMediumnya
  23. 23. Ragam BahasaFormalRagam BahasaTulisRagam BahasaLisanLaras BahasaIlmiahBerbahasaIndonesia DenganBaik Dan BenarKaidah Penulisan Karangan Ilmiah, mengacupada :
  24. 24.  Laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsipemakaiannya Laras bahasa terkait langsung sung dengan selingkung bidang(home style) dan keilmuan, sehingga dikenallah laras bahasailmiah dengan bagian subsublarasnyaLARAS BAHASA
  25. 25. Penggunaankosakata danbentukan kata,Penyusunanfrasa,klausa,dan kalimat,PenggunaanistilahPembentukanparagraph,Penampilanhal teknis,Penampilankekhasandalam wacanaPembedaan Sub-sublaras BahasaDalam Laras Ilmiah
  26. 26. TERIMA KASIH
  27. 27. Penulisan Ejaan dan tanda bacaPertemuan 3Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  28. 28. KONSEPSI EJAAN EJAAN adalah keseluruhan pelambangan bunyi bahasa,penggabunga dan pemisahan kata, penempatan tandabaca dalam tataran satuan bahasa. Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi dalam bentuk huruf serta penggunaan tanda bacadalam tataran wacana (KBBI,2005:205).
  29. 29. Ejaan yangDisempurnakan (1972)Pemakian HurufVocal DanKonsonanPenggunaan HurufCapital Dan KursifPenulisan KosakataDan Bentukan KataPenulisan UnsurSerapanAfiksasiDan KosakataAsingPenempatan DanPemakaianTandaBaca
  30. 30. Kaidah Penempatan Ejaan dalam Penulisan(Pedoman Ejaan yang Disempurnakan ) Pemakaian abjad,huruf vocal,huruf konsonan, dan abjad. Persukuan, yaitu pemisahan sukukata, Penulisan huruf besar, Penulisan huruf miring, Penulisan kata dasar, kata ulang,kata berimbuhan,, gabungankata, Penulisan angka dan lambangbilangan, Penempatan tanda baca atau pungtuasi, diantaranya(a) Tandatitik (.),(b) Tanda koma (,),(c) Tanda titik dua (:),(d) Tanda titik koma (;)(e) Tanda titiktitik/ellipsis(….),(f) TandaTanya (?),(g) Tanda seru (!),(h) Tanda kurung biasa ((….)),(i) Tanda hubung (-),(j) Tanda pisah (--),(k) Tanda petik tunggal (‘…’),(l) Tanda petik ganda (“…”),(m) Tanda kurung siku ([…]),(n) Tanda ulang angka dua (…..2),(o) Tanda apostrof (‘….)
  31. 31. Kaidah Penempatan Ejaan dan Tanda Baca(Pedoman Ejaan yang Disempurnakan ) Pemakaian abjad berupa huruf vokal,huruf konsonan, Persukuan, yaitu pemisahan sukukata, Penulisan huruf besar (kapital) Penulisan huruf miring ataudigarisbawahi (kursif), Penulisan kata dasar,kata ulang, kataberimbuhan, dan gabungan kata, Penulisan angka dan lambangbilangan, dan Penempatan tanda baca (pungtuasi), di antaranyaa. Tanda titik (.),b. Tanda koma (,),c. Tanda titik koma (;),d. Tandatitik dua (:),e. Tanda titik-titik/ellipsis (…),f. TandaTanya (?),g. Tanda seru (!),h. Tanda kurung biasa ((…)),i. Tanda kurung siku ([…]),j. Tanda hubung (-),k. Tanda pisah (--),l. Tanda petik tunggal (‘…’),m. Tanda petik ganda (“…”),n. Tanda garis miring (/),o. Tanda ulang angka dua (2), danp. Tanda apostrof/penyingkat (‘).
  32. 32. TERIMA KASIH
  33. 33. LATIHAN SOALPertemuan 4Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  34. 34. Latihan Soal1) Apa yang dimaksud dengan Fungsi mengembangkan prosesberpikir yang jelas, runtut, teratur,terarah, dan logis.Jelaskan MenurutAnda?2) Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis)bersepakat dengan fungsi-fungsi bahasa, apa saja yangmereka sepakati?Jelaskan!3) Jelaskan serta berikan contoh apa yang dimaksud dengan ;a. Fungsi ekspresi dalam bahasab. Fungsi Komunikasi bahasac. Fungsi Kontrol Sosiald. Fungsi adaptasi dan Integrasi dalam bahasa
  35. 35.  Coba sebutkan ragam bahasa di dunia yang anda ketahui ? Bagaimana ragam bahasa di Indonesia? Apa yang anda ketahui tentang penerapan ragam bahasaketika dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari?Latihan
  36. 36. latihan1. Apa yang kamu ketahui tentang berbagai ejaan di Indonesia?2. Kaidah yang bagaimana yang selalu anda temui dalampenggunaan Bahasa Indonesia. Sebutkan dan jelaskan?
  37. 37. TERIMA KASIH
  38. 38. KALIMAT DANKALIMAT EFEKTIFPertemuan 5Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  39. 39.  Kalimat dalam tataran sintaksis adalah satuan bahasa yangmenyampaikan sebuah gagasan bersifat predikatif danberakhir dengan tanda titik sebagai pembatas. Sifat predikatif dalam kalimat berstruktur dibentuk olehunsur subjek, unsur predikat,dan unsur objek (S-P+O). Unsur subjek dan predikat itu harus mewujudkan maknagramatikal kalimat yang logis.PENGERTIAN KALIMAT
  40. 40.  KALIMAT EFEKTIF adalah satuan bahasa (kalimat) yangsecara tepat harus mewakili gagasan atau perasaan penulis danharus pula dimengerti oleh pembaca sebagaimana yangdimaksudkan penulis. Kalimat efektif merupakan kalimat yang harus tepat sasarandalam penyampaian dan pemerian bagi pembacanya.Pengertian Kalimat Efektif
  41. 41. FUNGSI GRAMATIKALDALAM KALIMATEFEKTIF ATAUKESATUAN FUNGSIGRAMATIKALKEPADUAN(KOHERENSI) DALAMKALIMATKEHEMATANKALIMAT ATAUEKONOMI BAHASAPENEKANAN DALAMKALIMAT EFEKTIFKESEJAJARANDALAMKALIMAT(PARALELISME)KEVARIASIAN DALAMKALIMAT EFEKTIFPENALARAN DALAMKALIMAT EFEKTIFPERSYARATAN KALIMAT EFEKTIF
  42. 42. •Fungsi gramatikal terdiri darisubjek, predikat, objek,pelengkap, dan keteranganyang dirumuskan•Atau disingkat menjadi S + P+ (O/Pel.) + (Ket)KESATUAN FUNGSIGRAMATIKAL
  43. 43. SUBJEK• Fungsi kalimatyang menandaiapa yangdinyatakan olehpenulis.• Posisi subjekdalam kalimatbebas, yaituterdapat padaawal,tengah,atau akhirkalimat.PREDIKAT• Fungsi kalimatyang menandaiapa yangdinyatakan olehpenulis tentangsubjek• Posisi predikatdalam kalimatjugabebas,kecualitidak boleh dibelakang objekdan di belakangpelengkap.OBJEK• Fungsi kalimatyang melengkapikata kerja aktifdan kata kerjapasif sebagaihasil perbuatan,yang dikenaiperbuatan, yangmenerima,atauyangdiuntungkanoleh perbuatansebagai predikat.• Fungsi objekselalu terletak dibelakangpredikat berkatakerja transitifPELENGKAP• Fungsi yangmelengkapifungsi kata kerjaberawalan ber-dalampredikat,sehinggapredikat kalimatmenjadi lebihlengkap• Posisi pelengkapdalam kalimatterletak dibelakangpredikatberawalan ber-.KETERANGAN• Fungsi kalimatyang melengkapifungsi-fungsikalimat,yaitumelengkapifungsi subjek,fungsi predikat,dan fungsi objek,atau fungsisemua unsuredalamkalimat• Posisi keterangandalamkalimatbebas dantidakn terbatas.
  44. 44. 1. Setelah bekerja selama tiga hari,panitia pelaksana seminarlingkungan hidup itu berhasil merumuskan undang-undangkebersihan tata kota Jakarta di Kantor DPD DKI Jakarta. (P-Pel-S-P-O-K)2. Keputusan hakim perlu ditinjau kembali.( S – P)3. Perlu ditinjau kembali keputusan hakim. (P – S)4. Kelompok Pialang (broker) berbicara tentang fluktuasi hargasama IHSG. (S – P – Pel.)5. Selama tahun 2012 fluktuasi harga saham IHSG mengalamikenaikan yang signifikan sebanyak 12 kali di Bursa Efek Jakarta(K – S – P – O –K)Contoh Posisi Fungsi-fungsiKalimat
  45. 45. • Kepaduan atau keherensi dalam kalimat efektif adalahhubungan timbal balik atau hubungan kedua arah di antarakata atau frasa dengan jelas, benar, dan logis• Hubungan timbal baik terjad dapat antarkata dalam frasasatu unsur atau dapat terjadi antar frasa dalam antarfungsidalam kalimat.• Hubungan antarfungsi itu dapat menimbulkan kekacauanmakna gramatikal kalimat.KEPADUAN (KOHERENSI) DALAMKALIMAT
  46. 46. TIDAK KOHERENSIF• Setiap hari dia pulang pergiBogor –Jakarta dengankereta api.• Oleh panitia seminarmakalah itu dimasukkan kedalam antologi.• Pelaksanaan seminar itukarena jalan macet harusditunda satu jam kemudian.KOHERENSIF• Setiap hari dia pergi pulangBogor—Jakarta dengankereta api• Makalah seminar itudimasukkan kedalamantologi.• Karena jalanmacet,pelaksanaan seminaritu ditunda satu jamkemudian.CONTOH KALIMAT
  47. 47. • KEHEMATAN arau ekonomi bahasaadalah penulisan kalimat yanglangsungmenyampaikan gagasanataupesan kalimat secara jelas, lugas, danlogis.KEHEMATAN KALIMATATAU EKONOMI BAHASA
  48. 48.  Penulis menggunakan kata bermaknaleksikal yang jelas dan lugas danpenenpatan afiksasi yang benar. Penulis menghindari subjek yang samadalam kalimat majemuk. Penulis menghindari pemakaian hiponimidan sinonimi yang tidak perlu. Penulis menghindari penggunaan katadepan (preposisi) di depan kalimat dan didepan subjek. Penulis menghindari penggunaan katapenghubung (konjungsi) di depan subjek dan dibelakang predikat yang berkata kerja transitif. Penulis menghindari kata ulang jika sudah adakata bilangan tak tentu didepan kata benda. Penulis menghindarifungsi tanda baca danpengulangan kata dalam rincian. Penulis menghindariketerangan yang berbelit-belit dan panjang yang seharusnya ditempatkandalam catatan kaki (footnotes). Penulis menghindari pemborosan kata danafiksasi yang tidak jelas fungsinya.Hal-hal yang harus dihindari dalampenulisan Kalimat Hemat
  49. 49.  PENEKANANATAU PENONJOLAN adalah upaya penulisuntukmemfokuskan kata atau frasa dalam kalimat Penekanan dalam kalimat dapat berupa kata,frasa,klausa,dalam kalimat yang dapat berpindah-pindahPENEKANAN DALAM KALIMAT EFEKTIF
  50. 50. kalimat lisan•penekanan dilakukan denganintonasi yang dapat disertaimimik muka dan bentuknonverbal lainnyaTipe Penekanan dalam kalimat efektif
  51. 51. kalimat tulis• Mutasi, yaitu mengubah posisi kalimat denganmenempatkan bagian yang dipenting pada awal kalimat.• Repetisi, yaitu mengulang kata yang sama dalam kalimatyang bukan berupa sinonim kata.• Kursif, yaitu menulis miring, menghitamkan, ataumenggarisbawahi kata yang dipentingkan• Pertentangan,yaitu menempatkan kata yang bertentangandalam kalimat. Pertentangan bukan berarti antonym kata.• Partikel, yaitu menempatkan paretikel (lah,kah, pun,per,tah) sebelum atau sesudah kata yang dipentingkan dalam• Penekanan dalamkalimat tidak berarti penonjolan gagasankalimat atau bukan ekonomi bahasa.
  52. 52.  KESEJAJARAN (PARALELISME) adalah upaya penulismerinci unsur yang sama penting dan sama fungsi secrakronologis danlogis dalam kalimat. Raincian itu harus menggunakan bentuk bahasa yang sama,yaitu rincian sesama kata, sesama prasa,sesama kalimat.KESEJAJARAN DALAM KALIMAT(PARALELISME)
  53. 53. Tentukanlah apakahkesejajaran beradabentukbahasa kalimat atauparagraf.Jika urutan rinciandalam bentuk frasa,rincian uruan berikutharus dalam bentuk frasajuga.Penomoran dalamrincian harus konsisten.Perhatikanlahpenempatan tanda bacayang benar.Hindarilah gejalaekonomi bahasa yangbermakna samaHal-hal Yang Harus Diperhatikan DalamKesejajaran Rincian Kalimat Efektif
  54. 54.  KEVARIASIAN dalam kalimat efektif adalah upaya penulismenggunakan berbagai pola kalimat dan jenis kalimat untukmenghindari kejenuhan atau kemalasan pembacaterhadapteks karangan ilmiah. Fungsi utama kevariasian ini adalah menjaga perhatian danminat baca terhadap teks ilmiah berlanjut bagi pembaca. Kevariasian adalah upaya penganekaragaman pola, bentuk,dan jenis kalimat agar pembaca tetap termotivasi membacadan memahami teks sebuah karangan ilmiahKEVARIASIAN DALAM KALIMAT EFEKTIF
  55. 55. 1) Dari renungan itu seorang manajer menemukan suatumakna, suatu realitas yang baru, suatu kebenaranyang menjadi ide sentral yang menjiwai bisnisnya kedepan.2) Seorang ahli Inggris mengemukakan bahwa seharustidak dibangun pelabuhan samudera. Namun,pemerintah tidak memutuskan demikian. Memangcukup banyak mengendorkan semangat kalau melihatkeadaan di Indonesia belahanTimur meskipun fasulitaspengangkutan laut dan udara sudahbanyak dibangun.(Variasi kalimat dengan kata berawalan me- danberawalan di-).Contoh
  56. 56.  PENALARAN (reasoning) adalah proses mental dalammengembangkan pikiran logis (nalar) dari beberapa fakta atauprinsip (KBBI,2005:772). Hal yang diutamakan dalam penalaran adalah proses berpikrlogis dan bukan dengan perasaan atau bukan pengalaman. Kesatuan pikiran akan logis jika didukung atau dikaitkan darigabungan unsur atau fungsi kalimat.PENALARAN DALAM KALIMAT EFEKTIF
  57. 57. • Hubungan setara di antara bagian-bagian kalimat dalam kalimatmajemuk setaraHubungan logis koordinatif• Hubungan saling kait di antara bagian kalimat.• Hubungan korelatif ini ditandai oleh konjungsi berikutHubungan logis korelatif• hubungan kebergantungan di antara induk kalimat dan anak kalimat.Hubungan logis subordinatifJenis Hubungan logis dalam kalimat
  58. 58. Contoh kalimat yang salah karena tidak logis (salahnalar)??Kalimat Logis (Benar)Kalimat Tidak Logis (salah) Di antara masalah pendidikannasional itu tercantummasalah MPKT dalampendidikan. Baik buruk pribadi seseorangdapat dilihat dari pribadinyasehari-hari. PT Gudang Garam termasuklima besar penghasil devisanegara tahun 2010. Di antara masalah nasional yangpenting itu mencantumkanmasalah MPKT dalampendidikan. Untuk mengetahui baikburuk pribadi seseorang dapatdilihat dari tingkah lakunyasehari-hari. PT Gudang Garam termasuklima penghasil terbesar devisanegara tahun 2010.
  59. 59. TERIMA KASIH
  60. 60. PARAGRAF ATAU ALINEA DALAM TEKSPertemuan 6Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  61. 61. Pengertian ParagrafPARAGRAF adalah satuan bahasayangmengemukakan sebuah pokiok pikiran atau satugagasan utama yang disampaikan dalam himpunankalimat yang koherensifSetiap paragraf harus menyampaikan sebuahgagasan utama.Gagasan utama tersebut harus dijelaskan olehgagasan-gagasan bawahan, sehingga dalamparagraph terdapat beberapa kalimat yang salingtekait.Kalimat yang berisi gagasan utama disebut kalimattopic dan kalimat yang bergagasan bawahan adalahkalimat penjelas
  62. 62. Contoh Paragraph Berikut Yang Berisi GagasanUtama Atau Kalimat Topic Dan Bergagasan BawahanDalam Kalimat Penjelas1) Sampah selamanya selalu memusingkan.2) Berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkalikalipula solusinya dirancang.3) Namun, berbagai keterbatasan tetap menjadikansampah sebagaimasalah yang pelik.4) Pada waktu diskusi atau seminar sampah berlangsung,penimbunan sampah terus terjadi.5) Hal ini mendapat perhatian serius karena masalahsampah berkaitan dengan pencemaran air dan banjir.6) Selama pengumpulan,pengankutan, pembuanganakhir, dan pengolahan sampah itu belum dapatdilaksanakan dengan baik, selama itu pulasampahmenjadi masalah. (Arifin,2011:116)
  63. 63. Fungsi ParagrafPENULIS PEMBACA Paragraf memudahkan pengertian danpemahaman dengan menceraikan satutema dari tema yang lain dalam teks. (Paragraf merupakan wadah untukmengungkapkan sebuah idea taupokok pikiran secara tertulis. Paragraf harus memisahkan setiapunit pikiran yang berupa ide, sehinggatidak terjadi percampuran di antaraunit pikiran penulis. Penulis tidak cepat lelah dalammenyelesaikan sebuah karangan dantermotivasi masuk ke dalam paragrafberikutnya. Paragraf dapat dimanfaatkan sebagaipembatas antara bab karangan dalamsatu kesatuan yang koherensi: babpendahuluan, bab isi, dan babkesimpulan. Dengan memisahkan ataumenegaskan perhentian secara wajardanformal, pembaca dengan jelasmemahami gagasan utama paragraphpenulis. Pembaca dengan mudah “menikmati”karangan secara utuh, sehinggamemperoleh informasi penting dankesanyang kondusif. Pembaca sangat tertarik danbersemangat membaca paragraph perparagraph karena tidak membosankanatau tidak melelahkan. Pembaca dapat belajar bagimmanacara menarik untuk menyampaikansebuah gagasan dalam paragraph tulis. Pembaca merasa tertarik dantermotivasi cara menjelaskan paragraftidak hnaya dengan kata-kata, tetapidapat juga dengangambar,bagan,diagram, grafik,dankurva.
  64. 64. Persyaratan Paragraf yang Baikdan Benarr Kesatuan yang kompak Koherensi yang padu Penggunaan metode pengembangan paragraph sebagai penjels gagasan utama paragraf Setiap paragraph harus mempunyai satu gagasan utama yang ditulis dalam kalimat topic Penulis paragraph tetap memmerhatikan kaidah satuan bahasayang lain,seperti ejaan, tandabaca, kalimat, diksi, dan bentukan kata Dalam penulisan karangan ilmiah,penulisan paragraph harus diperhatikan hal-hal teknispenulisan Seperti kutipan, sumber rujukan, tata latak grafik, kurva,gambar. Penulis pun memperhatikan jenis-jenis paragraph pada posisi bagian karanaganpendahuluan, isi,dan Bagian kesimpulan Penulisan paragraph yang menjorok ke dalam, sejajar, atau menekuk Penulis juga memperhatikan jumlah kata atau jumlah kalimat dalam sebuah paragraf, yaitujumlah kosakata paragraph antara 30—100 kata dan jumlah kalimat minimal tiga kalimat. Jika uraian paragraf melebihi 100kata sebaiknya dibuat menjadi dua paragraph.
  65. 65. JENIS-JENIS PARAGRAFSatuan Paragrafsudut pandangsifat tujuankaranganposisi kalimattopikcara ataumetodepengambangan
  66. 66. ParagrafSatuanKaranganParagrafpembukaParagrafisiParagrafPenutup
  67. 67. ParagrafSudutPandangSifat TujuanKaranganParagrafeksposisiParagrafdeskriptifParagrafnaratifParagrafpersuasive
  68. 68. ParagrafposisikalimattopikParagrafdeduktifParagrafinduktifParagrafdeduktif-induktifParagraftanpakalimattopicParagrafineratif
  69. 69. Jenis paragraph diperhatikan dari cara ataumetode pengambanganParagrafmenerangkanParagrafmerinciParagrafcontohParagrafbuktianParagrafPertanyaanParagrafperbandinganParagrafsebab akibat
  70. 70. Jenis paragraph dari sudut pandang satuankarangan• Paragraf pembuka adalah paragraph yang mengawalisebuahpenulisan karangan dengan mengantarkan pokokmasalah dalambagian pendahuluan karanganPARAGRAF PEMBUKA• Paragraf isi atauparagraf pengembang adalah jenisparagraph yang berfungsi menuraikan atau memperjelaspokok masalah yang akan diuraikan dalam karanganPARAGRAF ISI• Paragraf penutup merupakan pernyataan kembali gagasanyang diuraikan atau merupakan jawaban pertanyaan yangterdapat pada paragraph pembukaPARAGRAF PENUTUP
  71. 71. TERIMA KASIH
  72. 72. QUIZPertemuan 7Bahasa Indonesia
  73. 73. Terima Kasih
  74. 74. Jenis TulisanPertemuan 8Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  75. 75. Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata,kalimat dan alinea untuk menjabarkan dan ataumenguas topik tertentu guna memperoleh hasilakhir berupa karangan(Finoza, 2008:228)Pengertian Mengarang
  76. 76. SifatKaranganNonIlmiahSemiIlmiahIlmiahPopuler
  77. 77. Sifat Karangan Ciri ContohNon Ilmiah 1. Tidak terkait oleh aturan bahasa yangbaku2. Struktur tidak baku walaupun tetapsistematis3. Nonfaktual atau rekaan4. Subjektif5. Biasanya berbentuk narasi, deskripsi,dan campuranCerita pendek, anekdot, dan puisiSemi Ilmiah 1. Menghindari istilah-istilah teknis danmenggantinya dengan istilah umum2. Struktur tidak baku walaupun tetapsistematis3. Pengamatan bersifat faktual4. Bersifat campuran objektif dansubjektif5. Biasanya berbentuk eksposisi,persuasi, deskripsi dan campuranBerita, Opini, dan ArtikelIlmiah 1. Sumber bersifat faktual2. Bersifat objektif3. Menggunakan kaidah bahasa yangbaku4. Terikat oleh aturan yang lazimdigunakan dalam ranah penulisanilmiah bidang-bidang ilmu5. Struktur bersifat baku6. Argumentasi dan campuranMakalah, Skripsi, Tesis dan Disertasi
  78. 78. • Tujuannya memberikan penjelasan,informasi, keterangan danpemahaman kepada pembaca ataupendengar tentang suatu hal• Sifatnya menguraikan sebuahproses atau suatu hal yang belumdiketahui oleh pembaca atau proseskerja suatu benda (Keraf, 1977:110)• Contoh : Berita Politik, BeritaKriminal, dllEksposisi
  79. 79. • Bertujuan untuk meyakinkanatau mengubah pendapatpembaca atas suatu pendapat,ideologi, doktrin, sikap, atautingkah laku tertentu.• Sifatnya meyakinkanpembaca atas topik yangdiuraikan penulisnyaArgumentasi
  80. 80. • Karangan Persuasi adalah karanganyang bertujuan meyakinkan pembaca,membuat pembaca percaya, ataumembujuk pembaca atas apa yangdikemukan oleh penulis.• yang dikemukakan dapat berupafakta, produk, pendapat, dan ideologi• Persuasi  To Persuade (B.Inggris) :Membujuk atau MeyakinkanPersuasi (Ajakan)
  81. 81. KelompokKaranganPersuasiPersuasiPolitikPersuasiPendidikanPersuasiAdvertensiPersuasiPropaganda
  82. 82. •Narasi atau kisahan adalahkarangan yangmenceritakan sesuatu baikberdasarkan pengamatanmaupun pengalamansecara rutinNarasi (Kisahan)
  83. 83. (1) Kalimat pertamadalam paragrafharus menggugatminat pembaca(2) Kejadiandisusun secarakronologis(3) Memiliki fokuspada tujuan akhiryang jelasSyarat Penulisan Narasi(Utorodewo, dkk, 2004:65)
  84. 84. SusunanNarasiKeterangan WaktuKeterangan yangberkaitan denganpekerjaan atauperistiwaKata-kata peralihanyangmengungkapkankaitan pikiran,kaitan waktu, kaitanhasil danpertentangan
  85. 85. Narasi Ekspositoris (Narasi faktual)• Narasi yang bertujuan memberikaninformasi kepada pembaca agarpengetahuan yang bersangkutan bertambahluasNarasi Sugesti (Narasi berplot)• Narasi yang ditujukan memberikan maknakepada pembaca melalui imajinasinyaJENIS-JENIS NARASI
  86. 86. • Deskripsi merupakan jenis karanganyang menggambarkan bentuk objekpengamatan dari aspek rupa, sifat,rasa, atau corak sesuai dengankeadaan yang sebenarnya selainmenggambarkan perasaan bahagia,takut, sepi, sedih atau gembira.• Tujuannya membantu pembacamembayangkan apa yangdigambarkan tersebutDeskripsi (Lukisan)
  87. 87. Pendekatan Realistis• Penulis seolah bertindak sebagai tukang potretyang memotret sebuah objek melaluikameranyaPendekatan Impresionistis• Pendekatan impresionistis bertujuanmenimbulkan kesan dalam diri pembacasesuai dengan impresi penulis karenapenulisan bertolak dari sudut pandang penulisPENDEKATAN DESKRIPSI
  88. 88. TERIMA KASIH
  89. 89. RINGKASAN DAN ABSTRAKPertemuan 9Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  90. 90. • Menyajikan kembali sebuahtulisan yang panjang ke dalambentuk yang pendek.• ringkasan menghilangkan“Hiasan”• “Hiasan” : (1) Ilustrasi ataucontoh, (2) Keindahan gayabahasa, dan (3) Penjelasan yangterperinciRINGKASAN
  91. 91. Ciri-ciri RingkasanMempertahankanurutan pikirandan cara pandangpenulisBersifat NetralMewakili gaya aslipenulisnya
  92. 92. •Karangan ringkasberupa rangkuman.•Istilah lazim digunakandalam penulisan ilmiah• Jurnal 75-100 kata•Skripsi 200-250 kataABSTRAK
  93. 93. Isi dari ABSTRAK1. Latar belakang atau alasan atas topik yangdipilih2. Tujuan penelitian3. Metode atau bahan yang digunakan dalampenelitian4. Keluaran atau kesimpulan atas penelitian
  94. 94. TERIMA KASIH
  95. 95. KUTIPAN DAN SISTEM RUJUKANPertemuan 10Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  96. 96. •Kutipan digunakansebagai alat untukmemperkuatargumentasi kitaKUTIPAN
  97. 97. JenisKutipanKutipanLangsungKutipanTidakLangsung
  98. 98. Ciri-ciri Kutipan Langsung1) Tidak boleh ada perubahan terhadap teks asli2) Tanda digunakan apabila ditemukan kesalahanpada teks asli3) Tanda tiga titik tiga berspasi (. . .)apa bila adabagian kutipan yang di hilangkan4) Menggunakan sumber kutipan yang berlakudalam bidang selikung
  99. 99. Ciri-ciri Kutipan Tidak Langsung1) Diintergrasikan dengan teks2) Tidak diapit oleh tanpa kutip3) Harus menyertakan sumber kutipan
  100. 100. •Biasa disebut sistemcatatan•Menjaga etika ilmiahdala hal penggunaansumber lain dalamtulisanSistem Rujukan
  101. 101. Dua sistem rujukanCatatan Kaki• Catatan yangdiletakkan dibagian bawahhalamanCatatan Belakang• Catatan yangdilakukandiakhir bab(dalam sebuahbuku) ataubagian akhirsebuah tulisan(dalam sebuahmakalah)
  102. 102. Jenis sistem catatanReferensi• Data semua sumber yang dijadikanrujukan dengan ditandai oleh angka ArabInformasi Tambahan• Digunakan untuk menjelaskan danmemberikan informasi• Bertujuan agar pembaca mendapatkaninformasi yang lebih lengkap atas istilahatau bagian dari uraian tersebut
  103. 103. • Semua sumber yang menjadirujukan seorang penulisdalam kegiatannya menulissebuah karya ilmiah• Sumber tersbut harusdihimpun dalam sebuahdaftar yang lazim disebutdengan daftar pustakaDaftar Pustaka
  104. 104. Istilah dalam menggunakansumber yang samaIbid• Asal daribahasa Latin(Ibidem)• Digunakanuntukrujukan apasaja yangdigunakanberturut-turut tanpadisela olehsumber yanglainOp.Cit• Opere Citato• Artinya padakarya yangtelah dikutipLoc.Cit• Loco Citato• Artinya padatempat yangtelah dikutip• Mengacupada artikelbungarampai,jurnal,majalah,koran,ansiklopedi
  105. 105. Fungsi daftar pustaka1) Membantu pembaca mengetahui ruang lingkupstudi penulis2) Memberikan petunjuk kepada pembaca yang inginmengetahui lebih dalam mengenai tulisan yangdibacanya serta hubungannya dengan tulisan yangberkaitan3) Membantu pembaca memilih referensi yang sesuaidengan bidang studinya4) Sebagai bentuk keterbukaan dan kejujuran penulismengenai sumber-sumber yang dipergunakannya
  106. 106. FormatPenulisanDaftarPustakaThe ModernLangguageAssociation(MLA)AmericanPsycologycalAssociation(APPA)
  107. 107. UNSUR-UNSUR DALAM DAFTAR PUSTAKA1. Nama Penulis2. Tahun terbitan sumber yangbersangkutan3. Judul sumber yang dipakai sebagairefrensi4. Data publikasi (Nama tempat penerbit,nama penerbit)
  108. 108. Hal yang perlu diperhatikan dalammenyusun daftar pustaka• Baris pertama dimulai pada pias (margin)sebelah kiri, baris kedua dan selanjutnyadimulai dengan 3-5 ketukan kedalam• Jarak antarbaris 1 spasi• Jarak antar sumber 1,5 atau 2 spasi• Diurut berdasarkan abjad huruf pertama namakeluarga penulis (bergantung pada gayanselikung bidang)
  109. 109. Terima kasih
  110. 110. Latihan SoalPertemuan 11Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  111. 111. LATIHAN1. Carilah sebuah tulisan mengenai jenis tulisanEksposisi, Narasi, Deskripsi, Argumentasi danPersuasi!2. Apa perbedaan antara jenis tulisan Eksposisi,Narasi, Deskripsi, Argumentasi dan Persuasi?3. Buatlah sebuah karangan dengan tema bebas.Perhatikan tanda baca!
  112. 112. TERIMA KASIH
  113. 113. Topik & TujuanPertemuan 12Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  114. 114. KaryaIlmiahTopik TujuanKerangkaKarangan
  115. 115. • Sesuatu yang menjadi pokok bahasanutama dalam suatu karya penelitian.• Topik berasal dari bahasa Yunani“Topoi” yang berarti tempat, dalamtulis menulis berarti pokokpembicaraan atau sesuatu yangmenjadi landasan penulisan suatuartikel.• Topik juga bisa diartikan sebagaipokok pembicaraan dalam diskusi,Topik
  116. 116. Beberapa Pertimbangan dalam Topik1. Harus menarik perhatian penulis2. Diketahui dan dikuasai oleh penulis3. Harus sempit dan terbatas4. Untuk penulis pemula hindari topik yangkontroversial dan baru
  117. 117. •Sasaran yang hendakdicapai penulisberdasarkan topiksehingga tujuan itumempersempit ataumembatasi topikTujuan
  118. 118. • Suatu rencana kerja ilmiahyang teratur untukmendeskripsikan penyusunanpokok-pokok bahasan ke dalambab dan subbab denganmenampilkan acuan berupasumber rujukan yangdigunakanKerangka Karangan
  119. 119. Tahapan penyusunan kerangkakarangan• Tidak mengolah ide sampai dua kali sehingga penulisantidak keluar dari pokok masalahnya• Menciptakan klimaks yang berbeda setiap bab sehinggaada variasi dalam penyajian materi karangan• Mengingatkan penulis pada bahan/materi sebagaisumber rujukan dan bahan• Membaca ulang karangan yang sudah selesai dapatmenciptakan kembali reproduksi yang sama daripembaca• Dapat dilihat dengan jelas wujud, ide, nilai umum, danspesifikasi karangan• Berarti setangan karang sudah selesai dilakukan ataumerupakan tahapan akhir dari pra penulisan
  120. 120. • Kerangka karangan adalah rencanapenulisan yang memuat garis-garis besar darisuatu karangan yang akan ditulis, danmerupakan rangkaian ide-ide yang disusunsecara sistematis, logis, jelas, terstruktur, danteratur.• Kerangka karangan dibuat untukmempermudah penulisan agar tetap terarahdan tidak keluar dari topik atau tema yangdituju.• Pembuatan kerangka karangan ini sangatpenting, terutama bagi penulis pemula, agartulisan tidak kaku dan penulis tidak bingungdalam melanjutkan tulisannya.Kerangka Karangan
  121. 121. Syarat-syarat Kerangka Karanganyang Baika) Pengungkapan maksudnya harus jelas.b) Tiap unit dalam kerangka karangan hanyamengandung satu gagasan.c) Pokok-pokok dalam kerangka karangan harusdisusun secara logis.d) Harus menggunakan pasangan simbol yangkonsisten.(Tambahan)
  122. 122. Macam-macamSusunan Kerangka Karangan•Suatu urutan unit-unitkerangka karangan sesuaidengan keadaan nyata dialamAlamiah
  123. 123. Bagian Utama dari Alamiah• Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat :dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografisBerdasar urutan ruang• Bahan-bahan ditulis berdasar tahap kejadian. Setiap peristiwahanya menjadi penting dalam hubungannya dengan yang lain.Urutan waktu• Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yangpenting. Misal, laporan keuangan : pemasukan danpengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll.Urutan topik yang ada
  124. 124. •Merupakan unit-unitkarangan berurutansesuai pendekatan logika/ pola pikir manusia.Logis
  125. 125. Bagian utama dalam logis• Anggapan bahwa posisi tertentu dari sebuah rangkaian merupakan posisi yangpaling penting. Terdiri dari dua :• a) Urutan klimaks = yang penting di akhir.• b) Urutan antiklimaks = yang penting di awal.• Model ini hanya efektif untuk menguraikan sesuatu yang berhubungan denganhirarki misalnya urutan pemerintahan.Klimaks-Anti klimaks.• a) Umum – khusus : Hal besar diperinci ke hal- hal yang lebih kecil atau bagian-bagiannya.• Misalnya uraian tentang Indonesia, lalu suku-suku dan kebudayaannya.• b) Khusus – Umum : Sebaliknya.Umum-Khusus.• Dimuliai dari penyajian masalah sampai penulisan kesimpulan umum atau solusi• Contoh: Banjir di Jakarta, penyebabnya dan alternatif penyelesaiannya.Proses
  126. 126. • Sebab ke akibat : masalah utama sebagai sebab,diikuti perincian akan akibat-akibat yangmungkin terjadi.• Misal ; penulisan sejarah, berbagai persoalansosial : kerusakan hutan, perubahan cuaca global.• Akibat ke sebab : masalah tertentu sebagai akibat,diikuti perincian sebab-sebabyang menimbulkannya.• Misal : Krisis multidimensi di Indonesia.Sebab - Akibat
  127. 127. Terima Kasih
  128. 128. SINTESISPertemuan 13Bahasa IndonesiaUniversitas Putera Batam
  129. 129. • Perumusan topik dan tujuan dalambentuk kalimat dengan menonjolkantopiknya sebagai pokok bahasan• Tesis merpakan payung bagi tahapanpenulisan ilmiah• Penentuan tesis juga dapat dilakukanberdasarkan karangan yang sudah jadiTesis
  130. 130. •Merangkum intisaribacaan yang berasal daribeberapa sumber•Harus memperhatikandata publikasi atassumber-sumber yangdigunakanSINTESIS
  131. 131. a) Penulis harus bersikap ogjektif dan kritis atasteks yang digunakannyab) Bersikap kritis atas sumber yang dibacanyac) Sudut pandang penulis harus tajamd) Penulis harus dapat mencari kaitan antara satusumber dengan sumber lainnyae) Penulis harus menekankan pada bagiansumber yang diperlukannyaSyarat dalam Sintesis
  132. 132. Terima Kasih
  133. 133. Pertemuan 14Bahasa IndonesiaUniversitas Putera BatamREVIEW MATERI & QUIZ
  134. 134. TERIMA KASIH

×