Makalah Ilmiah“Minimnya Implementasi Pancasila Mengakibatkan      Krisis Moral Bagi Bangsa Indonesia”                 Disu...
Kata PengantarPuji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat rahmat-Nya penyusun mampu menyele...
BAB I                               Pendahuluan1.1   Latar Belakang  Indonesia adalah Negara yang berasaskan Pancasila. Pa...
banyak nilai-nilai Pancasila yang tergerus atau tergeser oleh nilai-nilai barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia ...
1.2 Rumusan Masalah  a. Apa arti dari krisis moral?  b. Apa penyebab terjadinya krisis moral?  c. Bagaimana mengatasi tera...
BAB II                             Pembahasan        Pada hakikatnya, Pancasila mencerminkan nilai keseimbangan,keserasian...
kesemua aspek kehidupan dan tidak terbatas hingga akhirnyamengakibatkan Krisis Moral yang kian merajalela.        Hendakny...
bangsa ini mempunyai prinsip yang dituangkan dalam ideologyPancasila. Ideologi secara praktis diartikan sebagai system das...
merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kitadan akan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan...
pendidikan Pancasila pada masa lalu adalah metode penyampaiannyayang cenderung mendoktrinasi peserta didik tanpa implement...
pada akhirnya akan menghancurkan bangsa ini. Hal ini tidak dapatdisepelekan begitu saja, ini menjadi tanggung jawab semua ...
orang – orang terdekat, khususnya orang tua. Dalam hal ini keluargamerupakan benteng utama dalam hal penanganan masalah kr...
perempuan cenderung tertanam dalam pandangan mereka jikaperempuan menarik adalah perempuan yang agresif dan seksi.Perkemba...
menghasilkan SDM yang berpengetahuan, terampil, sehat jasmani danrohani, kreatif, inovatif, dan berbudi pekerti. Untuk itu...
pelajaran budi pekerti benar-benar diterapkan di sekolah, maka disinimemberikan beberapa alternatif pemikiran yang perlu d...
BAB III                              Penutup3.1 KesimpulanDari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Maraknya Krisis Moral...
Daftar Pustakahttp://mulyaihza.blogspot.com/2010/05/krisis-moral-penghancur-kehidupan.html . Mulyadi, M. PdIndonesia alami...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah pancasila retna

18,570 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
18,570
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
360
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah pancasila retna

  1. 1. Makalah Ilmiah“Minimnya Implementasi Pancasila Mengakibatkan Krisis Moral Bagi Bangsa Indonesia” Disusun Oleh Retna Rindayani 201042017 Penugasan Makalah Ilmiah Pancasila dan Bahasa Indonesia Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen KOSGORO Jakarta 2011
  2. 2. Kata PengantarPuji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena berkat rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan makalahyang berjudul “Minimnya Inplementasi Pancasila Mengakibatkan KrisisMoral Bagi Bngsa Indonesia”. Makalah ini diajukan guna memenuhitugas mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia.Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapipenulis. Namun penyusun menyadari bahwa kelancaran dalampenyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan danbimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapiteratasi. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dosen Pancasila dan Bahsa Indonesia, Bapak Doni yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan Mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiranbagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penyusun sehinggatujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.
  3. 3. BAB I Pendahuluan1.1 Latar Belakang Indonesia adalah Negara yang berasaskan Pancasila. Panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip, dua bahasa ini berasal dari bahasa sansekerta. Lima prinsip itu terdiri dari : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang trekandung didalamnya. Lima prinsip inilah yang menjadi dasar Negara ini berdiri. Pancasila yang merupakan tatanan nilai yang digali dari nilai- nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang di Indonesia dapat dijabarkan pula Pancasila adalah nilai-nilai kehidupan Indonesia sejak jaman nenek moyang sampai sekrang. Dalam hal tersebut terdapat perbedaan antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat lain. Nilai-nilai kehidupan tersebut mewujudkan amal perbuatan, pembawaan serta watak orang Indonesia. Indonesia mempunyai ciri sendiri yang merupakan kepribadiannya. Kepribadian yang telah mendarah daging inilah sebagai alas an Pancasila dijadikan sebagai dasar Negara Indonesia. Tidak satupun diperkenankan untuk merubah isi dari bunyi Pancasila ini, satu kalimat bahkan satu katapun karena dengan merubah Pancasila ini maka secara otomatis ia merubah pondasi negara. Ini mencerminkan betapa pentingnya kedudukan Pancasila. Namun di era globalisasi ini
  4. 4. banyak nilai-nilai Pancasila yang tergerus atau tergeser oleh nilai-nilai barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia inimerupakan jawaban kuat atas krisis moral yang terjadi pada bangsakita saat ini. Ini merupakan ancaman sekaligus tantangan bagibangsa Indonesia untuk terus menjaga nilai-nilai Pancasila agartidak tenggelam dengan selalu mengimplementasikan pancasiladalam kehidupan sehari-hari. Sebagian masyarakat menganggap inihal sepele, namun pada kenyatannya ini sulit untuk dilaksanakan.Untuk bertindak bermoral tidaklah semudah seperti mengucapkan,realitasnya masyarakat kita masih banyak yang lebih senangbertindak amoral tetapi mendatangkan keuntungan dibandingkanbermoral tidak menghasilkan. Tindakan kriminal sepertipengeboman, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, korupsi,kulusi, dan nepotisme setiap hari menghiasi media cetak maupunmedia elektronik. Dalam Kondisi seperti ini manusia telah lupa akanhekikatnya, baik sebagai makluk yang berTuhan, makluk sosial,maupun sebagai makluk pribadi sehingga tidak lagi menjalankantugasnya sebagai kalifah di muka bumi dengan baik. Justru merekamelakukan tindakan-tindakan amoral seperti korupsi, kolusi,nepotisme serta tindakan-tindakan curang lainnya. Dalam kehidupanmasyarakat sekarang kita sering dipertontonkan tindakan-tindakanketidakjujuran, ketidakadilan, dan kecurangan-kecurangan yang lain(tindakan amoral) yang kesemuanya itu hanya untuk kepentingansesaat. Tindakan-tindakan semacam itu sudah merasuk dalamsendisendi kehidupan yang suatu saat akan menghancurkankehidupan bangsa. Untuk membentuk manusia yang bermoraltersebut perlu adanya kerjasama antar berbagai komponen bangsasecara senergi dan sistemik yang diwujudkan dalam suatu program.
  5. 5. 1.2 Rumusan Masalah a. Apa arti dari krisis moral? b. Apa penyebab terjadinya krisis moral? c. Bagaimana mengatasi terajadinya krisis moral?1.3 Tujuan Memenuhi tugas Bapak Doni selaku Dosen pembimbing Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai salah satu tugas akhir semester 1.1.4 Manfaat - Menambah pengetahuan sejauh mana implementasi/pelaksanaan nilai-nilai Pancasila mengakibatkan terjadinya Krisis Moral yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini. - Sebagai referensi bagi mahasiswa/i lain yang ingin mengerjakan makalah dengan tema yang sama - Sebagai bahan untuk belajar dalam meningkatkan pengetahuan secara detail tentang Pentingnya Pelaksanaan Pancasila dalam memelihara nilai-nilai Pancasila
  6. 6. BAB II Pembahasan Pada hakikatnya, Pancasila mencerminkan nilai keseimbangan,keserasian, keselarasan, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan,kebersamaan dan kearifan dalam membina kehidupan nasional.Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar Negaramempunyai kekuatan hokum yang mengikat para penyelenggaraNegara, para pimpinan pemerintahan, dan seluruh rakyat Indonesia.Pengejawantahan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara diaktualisasikan dengan terbinanya aspekdan dimensi kehidupan nasional yang dinamis, utuh dan menyeluruh,mampu mempertahankan identitas dan integritas dalam mewujudkancita-cita nasional. Tidak hanya itu Pancasila juga dapat dijadikansumber motivasi bagi perjuangan seluruh bangsa Indonesia dalammenata kehidupan yang berdaulat dan mandiri. Namun tampaknya Pancasila yang kedudukannya begitu penting,sekarang nilai-nilainya sudah terpinggirkan. Nilai-nilai Pancasila tidaksepenuhnya dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.Dalam Kondisi seperti saat ini manusia telah lupa akan hekikatnya, baiksebagai makluk yang berTuhan, makluk sosial, maupun sebagai maklukpribadi sehingga tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi dengan baik. Sifat dasar manusia yang serakah dan selaluingin mendapatkan lebih. Terlebih manusia yang tidak bisamengendalikan sifat dasarnya itu dengan menghalalkan semua carasampai mengesampingkan atau bahkan menghilangkan etika-etikamoral kehidupan serta menyimpang dari norma Pancasila. Dari situlahawal mula semua masalah yang serba kompleks yang menjalar
  7. 7. kesemua aspek kehidupan dan tidak terbatas hingga akhirnyamengakibatkan Krisis Moral yang kian merajalela. Hendaknya dalam menjalankan kehidupan berbangsa harusmenjunjung nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, agar nilainorma dan sikap yang dijabarkan benar-benar menjadi bagian yangutuh dan dapat menyatu dengan kepribadian setiap individu Indonesia,sehingga dapat mengatur dan memberi arah kepada tingkah laku dantindak tanduk manusia itu sendiri. Setiap gerak, arah dan cara kita jugaharus senantiasa dijiwai oleh Pancasila. Karena pada dasarnya setiaptingkah laku merupakan interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri daritingkah laku batiniah dan lahiriah. Tingkah laku batiniah mencerinkanjiwa, semangat, dan mentalitas, sedangkan lahiriah meliputi tindakandan perbuatan. Yang keduanya mencerminkan identitas dan jati diribangsa Indonesia. Pancasila yang bulat dan utuh akan memberikan kita keyakinankepada rakyat dan bangsa Indonesia bahwa kebahagiaan hidup akantercapai apabila didasarkan atas keserasian dan keselarasan sertakeseimbangan. Baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan,manusia dengan masyarakat, manusia dengan alam maupun dalammengejar kemajuan lahiriah dan batiniah. Namun mereka justrumelakukan tindakan-tindakan amoral seperti korupsi, kolusi, nepotismeserta tindakan-tindakan curang lainnya. Dalam kehidupan masyarakatsekarang kita sering dipertontonkan tindakan-tindakan ketidakjujuran,ketidakadilan, dan kecurangan-kecurangan yang lain (tindakan amoral)yang kesemuanya itu hanya untuk kepentingan sesaat. Tidak jaranguntuk memenuhi kebutuhan hidup para pedagang mengurangitimbangannya, para penegak hukum tidak lagi menegakan keadilan,para birokrat dan pejabat negara asyik meningkatkan KKNnya,sedangkan rakyat kecil lebih banyak menerima akibatnya. BangsaIndonesia seharusnya prihatin dengan kondisi ini dimana sebenarnya
  8. 8. bangsa ini mempunyai prinsip yang dituangkan dalam ideologyPancasila. Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasarseseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-saranapokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideologidiartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusunsecara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dankehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupanbernegara.Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, Pancasila jika dilihatdari nilai-nilai dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka.Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar,bersifat tetap dan tidak berubah. Oleh kareanya ideologi tersebut tidaklangsung bersifat operasional, masih harus dieksplisitkan, dijabarkanmelalui penafsiran yang sesuai dengan konteks jaman. Pancasilasebagai ideologi terbuka memiliki ideologi-ideologi idealitas, normativedan realities. Namun apakah semua itu benar-benar di hayati dandilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat? Tidak. Ya jawaban itubegitu jelas. Pemahaman terhadap Pancasila dewasa ini semakinmengendur oleh tergerusnya pemikiran-pemikiran dan perilaku yangsemakin jauh dari nilai-nilai pancasila itu sendiri. Padahal dalamkehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila masih memilikirelevansi dengan kehidupan kekinian. Bisa kita lihat krisis moral yangterus merajalela. bangsa tercinta yg tampak bersih dan aman ternyatamasih menyisakan kesemrawutan, terutama masalah krisis moral yangseolah luput dari kepedulian. Dulu, Indonesia dikenal sebagai negarayang ramah berpenduduk penuh etika dan sopan santun. Masyarakatmasih menjunjung tinggi tata krama dalam pergaulan sebagaimanaanak bersikap pada orang tua, orang tua kepada yang lebih muda,maupun pada hubungan antar teman. Dan pertumbuhan teknologiinformasi yang semakin pesat. Mau tidak mau ikut berpengaruh padaperilaku masyarakat. Disadari ataupun tidak, dalam realitanya moral
  9. 9. merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kitadan akan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sosialmasyarakat. Para ahli mendefinisikan moral sebagai perbuatan manusiayang berkaitan dengan baik dan buruk, meskipun tidak berlaku untuksemua orang dan bangsa. Baik dan buruk dalam arti etis memilikiperanan sangat penting dalam hidup manusia. Bukan saja sekarang ini,tetapi juga masa lampau dan sepanjang masa. Ilmu-ilmu sepertiantropologi budaya dan sejarah menjelaskan bahwa pada semuabangsa dan dalam segala zaman ditemukan keinsafan tentang baik danburuk, tentang mana yang harus dilakukan, dan yang tidak bolehdilakukan. Apabila moral tidak lagi diindahkan, maka berbagaikekacauan dan permasalahan bangsa akan senantiasa muncul dimasyarakat. Ketika moral telah diabaikan, lalu bagaimana jadinya, jikanegara kita kelak benar-benar dipegang oleh generasi yang tidakbermoral? maka dapat dipastikan yang ada hanya kebobrokan di segalabidang dan sisi kehidupan. Ada sebuah ungkapan yang menyatakanbahwa “jumlah anak-anak hanya 25% dari total penduduk, tetapimenentukan 100% masa depan bangsa”. Ungkapan tersebutmenunjukkan betapa besarnya pengaruh generasi muda terhadap maju-mundurnya sebuah bangsa. Untuk itu kualitas generasi muda sangatberpengaruh terhadap kualitas sebuah bangsa. Manakala generasimudanya “bobrok”, maka “bobrok” pula bangsa tersebut. Manakalagenerasi mudanya “latah”, maka “latah” pula bangsa tersebut.Sebaliknya manakala generasi mudanya jujur, tekun, sopan, cintadamai, kerja keras, dan bertanggungjawab, maka dipastikan akan baikpula kualitas bangsa tersebut. Dari itu persoalan moral harus menjadihal yang diperhatikan dalam kehidupan sosial masyarakat. Ini sebabnyaKrisis Moral jauh lebih berbahaya dari krisis lainya. Krisis Moral akanmelumpuhkan segala aspek/sendi dalam kehidupanbermasyarakat/bernegara. Salah satu penyebab utama kegagalan
  10. 10. pendidikan Pancasila pada masa lalu adalah metode penyampaiannyayang cenderung mendoktrinasi peserta didik tanpa implementasi nyata,dilaksanakan secara represif sehingga menimbulkan stigma buruk yangmembuat pendidikan Pancasila tidak lagi diminati sehingga masyarakattidak memiliki Idiologi yang bagus dalam penerapanya dan ditambahlagi dengan globalisasi yang masuk ke Indonesia berdampak padahilangnya kebanggaan sebagai bangsa dan tergerusnya tata karma.Dengan adanya globalisasi, kita dapat saksikan nilai-nilai luhur budayabangsa yang terkandung dalam Pancasila terpinggirkan sepertikekeluargaan, gotong-royong, toleransi, musyawarah mufakat dandigantikan oleh individualisme, kebebasan tanpa batas dan sebagainya.Sebenarnya Bangsa Indonesia memiliki Ideologi yang luhur yaituPancasila akan tetapi Idiologi ini sekarang tidak dijalankan secara murnidan konsekuen sehingga yang terjadi adalah keserakahan dankekacauan dimana mana. Tuhan juga memberikan berbagai hal yangsangat menakjubkan di negeri ini dan bangsa Indonesia tidak bisamemanfaatkan potensi-potensi karena mengalami krisis moral. Jadisegala tindakanya tidak menyentuh Asas Ketuhanan, Kemanusian,Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.Pancasila sebagai warisan bangsa dapat digolongkan sebagai budayasebab kompleksitas masyarakat Indonesia pada dasarnya dibangunselaras paham-paham dalam Pancasila. Dalam budaya Pancasila jugadianut dan dikembangkan sikap kekeluargaan yang dilandasi olehsemangat kebersamaan, kesediaan untuk saling mengingatkan, salingmengerti dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentinganpribadi dan golongan. Itu berarti kesadaran introspkesi dan salingmengingatkan satu sama lain mampu menekan tingkat krisis moral saatini. Bisa kita bayangkan jika setiap individu bertindak tidak sesuaiaturan, minimnya introspeksi dan sikap apatis akan menambahketerpurukan bangsa ini serta meningkatkan tingkat krisis moral yang
  11. 11. pada akhirnya akan menghancurkan bangsa ini. Hal ini tidak dapatdisepelekan begitu saja, ini menjadi tanggung jawab semua lapisanmasyarakat, terutama krisis moral yang terjadi dikalangan remaja saatini atau dikenal dengan istilah kenakalan remaja. Remaja merupakancikal bakal pemegang tampuk keberhasilan dunia. Namun kita akanmiris melihat fenomena yang menimpa generasi penerus kita saat ini.Sederet kenakalan remaja semakin marak terjadi. Kenakalan Remaja(juvenile delinquency) merupakan perilaku jahat ataukejahatan/kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit(patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkanoleh salah satu bentuk pengabaian sosial sehingga mereka itumengembangkan bentuk tingkah laku yang menyimpang. Faktor-faktorpenyebab timbulnya kenakalan remaja yaitu bisa timbul dari dalam(internal), maupun dari luar (eksternal). Faktor dari dalam antara lainyaitu: krisis identitas, kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor dari luaryaitu keluarga, teman sebaya yang kurang baik (salah pergaulan), sertakomunitas atau lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. Di era yangserba modern ini gaya kebarat baratan sudah mulai melekat di kalanganpelajar. Bahkan untuk menunjukkan eksisitensi mereka, remaja danpelajar rela melakukan hal hal yang bersifat negatif guna meraih label“anak gaul”. Bahkan sebagian kalangan remaja mengatakan kalaubelum bisa mabuk, balap liar itu belum dinamakan anak gaul. Remajamenganggap mengikuti kebudayaan daerahnya merupakan tanda tidakgaul, tidak cocok untuk diikuti dan dilesterakian dizaman modern sepertisaat ini. Pada akhirnya krisis moral atau dekadensi moral generasimuda Indonesia merupakan tanggungjawab kita bersama. Hal ini sudahwaktunya ditangani secara serius tidak hanya oleh sekolah melainkanjuga orang tua dan seluruh elemen masyarakat. Mengatasi para remajatidak bisa dengan kekerasan. karena psikologis remaja yang sedangdalam masa pencarian jati diri. Memerlukan kontrol dan bimbingan dari
  12. 12. orang – orang terdekat, khususnya orang tua. Dalam hal ini keluargamerupakan benteng utama dalam hal penanganan masalah krisis moralini, yang memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam halpengajaran moral. Mereka dididik oleh orang tuanya dan dibentukseperti apa yang diinginkan orang tuanya. Bila keteladanan dari orangtua baik, maka akan tergambar dalam moral anak. Jika ini tidak segeraditangani, dikhawatirkan krisis moral di kalangan pelajar akan semakinmengalami kemerosotan. Sungguh disayangkan jika sikap atassejumlah pelajar yang merupakan penerus bangsa yang akhir-akhir inibebas berkeliaran melakukan aksi seperti bolos pada jam belajar lebihasik nongkrong di warnet, PS (Play Station) sambil merokok danminum-minuman beralkohol. Bagaimanapun sikap-sikap negative yangditunjukkan remaja saat ini bukan tanpa sebab, sebagaimana diketahuidengan adanya tekhnologi yang semakin canggih juga merupakanfaktor pendukung krisis moral bangsa kita. Kemajuan informasi di satusisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahasseputar masalah dan kebutuhan mereka, sedangkan di sisi lain mediamerasa kaum remajalah yang tepat menjadi konsumen dari berbagaiproduk yang ditawarkan. Seperti diketahui bersama bahwa media,berperan besar dalam pembentukan budaya masyarakat dan prosespeniruan gaya hidup, tidak mengherankan pada masa sekarang adanyaperubahan cepat dalam teknologi informasi menimbulkan pengaruhnegatif, meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Kalau dapatdiumpamakan remaja perkotaan sudah tertular dengan gaya hidupbarat. Hal ini terlihat pada remaja mengikuti perkembangan mode dunia,mulai dari fashion, gaya rambut, cashing HP yang berganti-ganti,pakaian dan sebagainya. Melalui pengaruh ini, remaja diajarkan untukhidup boros dan menjadi tidak kritis terhadap persoalan sosial yangterjadi dimasyarakat karena terbuai dengan perkembangan zaman.Lebih jauh lagi, dampak bagi remaja dapat dilihat khususnya remaja
  13. 13. perempuan cenderung tertanam dalam pandangan mereka jikaperempuan menarik adalah perempuan yang agresif dan seksi.Perkembangan IPTEK dan perkembangan masyarakat global yangberkaitan dengan dunia tanpa batas merupakan tantangan bagi bangsaIndonesia karena perkembangan tersebut akan dapat mempengaruhipola piker, pola sikap dan pola tindak masyarakat Indonesia dalmbermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain itu, dengan semakinmudahnya remaja mendapatkan VCD porno dan internet yangmenampilkan gambar-gambar porno, membuat para remaja penasaranuntuk mencobanya, malalui kehidupan seks bebas atau bahkan jikahasrat seksualnya tinggi bisa nekat melakukan pemerkosaan.Disamping itu juga, terdapat juga pemilik warung kecil terlihat menjajakan“kondom”, pemilik warung tersebut menegaskan bahwa yang menjadipembeli utama adalah kaum remaja tidak terlepas dari kalangan lain.Dalam pada itu, terdapat juga fenomena kehidupan remaja diperkotaansering terlihat terdapat berduaan pasangan muda-mudi yang belumresmi melakukan sikap tidak sesuai dengan norma, ironisnya lagiterkadang terjadi penggeledahan oleh pihak yang berwenang karenaterdapat praktek mesum. Selain itu juga remaja putri yang berjilbab punpatut dipertanyakan, meskipun tidak semuanya. Sungguhpemandangan yang kiranya menandakan bahwa moral remaja bangsaini mulai merosot. Inilah PR yang panjang bagi para pemikir bangsa iniuntuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi krisis moral para pelajarsekarang. Mencermati fenomena bangsa yang sedang dilanda krisisdan mulai menghirup udara demokrasi, maka reformasi di bidangpendidikan harus melibatkan semua komponen pendukungnya baiksiswa, guru, sekolah, maupun manajemen pengelolanya.Oleh sebab itusiswa, guru, sekolah, birokrat, orang tua, seluruh lapisan masyarakatharus bahu membahu bekerja keras untuk meningkatkan potensiSumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, sehingga
  14. 14. menghasilkan SDM yang berpengetahuan, terampil, sehat jasmani danrohani, kreatif, inovatif, dan berbudi pekerti. Untuk itu lembagapendidikan menempati posisi strategis, sebab baik buruknya bangsa initercermin dari hasil pendidikan sebelumnya. Kiranya sangat tepat danideal bila mulai sekarang dimasukkan mata pelajaran budi pekerti yangbertujuan untuk menciptakan moral pelajar yang lebih baik.Mengenaipelajaran budi pekerti ini, dulu pernah ada, dan masih membekas dalamdiri pelajar yang pernah mengalaminya. Misalnya untuk kelas I SekolahDasar, pelajar diajari bagaimana cara memegang pensil yang baiksehingga tulisannya menjadi rapi, baik, dan dapat terbaca. Kuku-kukusiswa selalu dilihat oleh guru, bila terlalu panjang langsung diberisangsi, rambutnya yang panjang langsung dipotong. Kerapian setiaphari diperhatikan, dan seterusnya. Semuanya dilakukan secara terusmenerus tanpa mengganggu jalannya proses belajar. Bahkan, setiapminggu diadakannya razia terhadap siswa didalam kelas, tampaknyafungsi control dan pemberian sangsi langsung lebih dikedepankansehingga anak selalu mengingat bahwa yang ini baik dan yang itu tidakbaik. Di sinilah kunci pelajaran budi pekerti yaitu fungsi kontrol sejakanak usia dini. Sekarang ini yang periu dipikirkan bersama adalahmekanisme kontrol bagaimana yang efektif untuk diterapkan pada saatini. Maraknya tawuran pelajar yang brutal, keras dan anarkis tak luputdari lepasnya fungsi kontrol sekolah terhadap budi pekerti siswanya.Pentingnya pendidikan budi pekerti terhadap anak didik juga didasarkanpada pentingnya iman, akhlaq dan moral. Terkait dengan pelajaran budipekerti ini, sebenamya telah banyak pelajaran yang diajarkan disekolahyang menitik beratkan pada etika moral dan adab yang santun sepertipendidikan Agama, PPKN, dan BK (bimbingan konseling). Tetapi itusemua telah terbukti tidak mampu membentuk budi pekerti yang baik.Karena titik berat pada pelajaran ini hanya pada nilai saja, bukan padaperilaku para siswa dalam keseharian, Oleh karena itu, apabila
  15. 15. pelajaran budi pekerti benar-benar diterapkan di sekolah, maka disinimemberikan beberapa alternatif pemikiran yang perlu dipikirkan sebagaisumbangsih. Karena itu, Pendidikan kewarganegaraan tidak kalahpentingnya untuk terus ditingkatkan dan dikembangkan disemua jalur,jenis dan jenjang pendidikan dalam usaha menekan tingkat Krisis Moralyang pada dsarnya dimaksudkan agar semua masyarakat Indonesiamemilii wawasan kesadaran bernegara untuk bela Negara dan memilikipola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanahair berdasarkan Pancasila. Apabila anak bangsa sudah sadar dankembali pada Ideologi Pancasila & UUD45 danmengimplementasikannya secara murni dan konsekuen maka secaraotomatis pula akan mengikis Krisis Moral yang sudah mengakar kuatpada bangsa ini. Bahkan Indonesia akan menjadi MERCUSUAR DUNIAbilamana seluruh Anak Bangsa bisa bersatu padumembangun/mengelola Sumber Daya Alam yang berlimpah di bumipertiwi atas dasar ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dankeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
  16. 16. BAB III Penutup3.1 KesimpulanDari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Maraknya Krisis Moral yangmelanda Bangsa Indonesia saat ini tidak lain disebabkan penghayatandan pengimplementasian nilai-nilai Pancasila sangat minim terutama dikalangan Remaja yang lebih mengagung-agungkan kebudayaan asingdibanding kebudayaannya sendiri, sikap apatis antar pendudukterhadap Pancasila, dan sikap antusias pemerintah yang lebihmemikirkan kondisi fisik dibandingkan kondisi nonfiisk (mental) bangsaIndonesia.3.2 SaranPerlu perhatian serta partisipasi yang tidak kecil tidak hanya bagiRemaja, namun Pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalammengurangi krisis moral agar tidak tejadi kemandulan bangsa.Penanaman nilai serta mengimplementasikannya dalam kehiduppansehari-hari serta cermat dalam menyaring kebudayaan-kebudayaanasing yang kerap menjadi faktor lunturnya nilai-nilai Pancasila, danmengambil segi positif dari masuknya kebudayaan tersebut.
  17. 17. Daftar Pustakahttp://mulyaihza.blogspot.com/2010/05/krisis-moral-penghancur-kehidupan.html . Mulyadi, M. PdIndonesia alami Krisis Moral. www.detikpertama.com .

×