STIKes Medika Cikarang
2014-2015
Jl. Raya Industri Pasirgombong, Jababeka Cikarang – Bekasi
Telp. (021) 89111110, Fax. (021)8905196
E-mail : stikesmedika_cikarang@yahoo.com
KANKER PARU
KANKER PARU
Pembahasan
 Definisi
 Etiologi
 Patofisiologi
 Manifestasi Klinis
 Pemeriksaan Diagnostik
 Penatalaksanaan Medis
 Asuhan Keperawatan
Kanker paru merupakan keganasan pada
jaringan (Price, Patofisiologi, 1995). Kanker
paru merupakan abnormalitas dari sel-sel yang
mengalami poliferasi dalam paru. (Underwood,
Patologi, 2000).
B. Etiologi
Beragam faktor telah dikaitkan dengan
terjadinya kanker paru: asap tembakau,
perokok kedua (perokok pasif), polusi udara,
radon dan masukan vitamin A yang tidak
adekuat.
C. Patofisiologi
D. Manifestasi Klinis
• Gejala awal dispnea ringan yang
mungkin disebabkan oleh obstruksi pada
bronkus.
• Gejala umum: batuk, hemoptisis, anoreksia,
batuk darah, sakit pada bagian dada, mudah
letih.
E. Pemeriksaan Diagnostik
 Rontgen
 CT-Scan
 Sitologi
 Thoracentetis
F. Penatalaksanaan Medis
Pembedahan
 Terapi Radiasi
 Kemoterapi
Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
- Identitas
- Riwayat: perokok berat dan kronis
- Pemeriksaan fisik pada pernafasan
- Nutrisi: kelemahan, berat badan menurun dan
anoreksia
- Psikososial: takut, cemas, tanda-tanda kehilangan
2. Diagnosa
• Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
berhubungan dengan obstruksi jalan nafas
• Kecemasan berhubungan dengan ketidakmampuan
untuk bernafas
• Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
kelelahan
• Kurangnya pengetahuan tentang penyakit
3.Intervensi
Dx. I: Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan obstruksi jalan nafas.
 Tujuan dan Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan
bersihan jalan nafas lancar dengan kriteria batuk hilang dan
suara nafas bersih
 Intervensi
-observasi suara nafas
-beri posisi optimal kepala lebih tinggi di tempat tidur
-anjurkan pasien untuk banyak minum air hangat
-anjurkan pasien dengan batuk efektif
Dx. II
Kecemasan berhubungan dengan ketidakmampuan untuk bernafas
Tujuan dan kriteria hasil :
mengurangi kecemasan pasien.
Intervensi :
-observasi tingkat kecemasan pasien
-anjurkan klien untuk nafas panjang
-beri motivasi pasien tentang
tingkatan kesehatannya.
Implementasi
Dx. I
-mengobservasi suara nafas
-memberi posisi optimal kepala lebih tinggi di tempat tidur
-menganjurkan pasien untuk banyak minum air hangat
-menganjkurkan pasien dengan batuk efektif
Implementasi
Dx. 2
-observasi tingkat kecemasan pasien
-anjurkan klien untuk nafas panjang
-beri motivasi pasien tentang tingkatan
kesehatannya.
Evaluasi
• S : kondisi pasien mulai membaik
• O : pasien terlihat lebih tenang
• A : masalah teratasi sebagian
• P : lanjutkan intervensi jika masalah
masih belum sepenuhnya teratasi
Thanks for attention

ASKEP ca paru

  • 1.
    STIKes Medika Cikarang 2014-2015 Jl.Raya Industri Pasirgombong, Jababeka Cikarang – Bekasi Telp. (021) 89111110, Fax. (021)8905196 E-mail : stikesmedika_cikarang@yahoo.com KANKER PARU
  • 2.
  • 3.
    Pembahasan  Definisi  Etiologi Patofisiologi  Manifestasi Klinis  Pemeriksaan Diagnostik  Penatalaksanaan Medis  Asuhan Keperawatan
  • 4.
    Kanker paru merupakankeganasan pada jaringan (Price, Patofisiologi, 1995). Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel-sel yang mengalami poliferasi dalam paru. (Underwood, Patologi, 2000).
  • 5.
    B. Etiologi Beragam faktortelah dikaitkan dengan terjadinya kanker paru: asap tembakau, perokok kedua (perokok pasif), polusi udara, radon dan masukan vitamin A yang tidak adekuat.
  • 6.
  • 8.
    D. Manifestasi Klinis •Gejala awal dispnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi pada bronkus. • Gejala umum: batuk, hemoptisis, anoreksia, batuk darah, sakit pada bagian dada, mudah letih.
  • 9.
    E. Pemeriksaan Diagnostik Rontgen  CT-Scan  Sitologi  Thoracentetis
  • 10.
    F. Penatalaksanaan Medis Pembedahan Terapi Radiasi  Kemoterapi
  • 11.
    Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian -Identitas - Riwayat: perokok berat dan kronis - Pemeriksaan fisik pada pernafasan - Nutrisi: kelemahan, berat badan menurun dan anoreksia - Psikososial: takut, cemas, tanda-tanda kehilangan
  • 12.
    2. Diagnosa • Ketidakefektifanbersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi jalan nafas • Kecemasan berhubungan dengan ketidakmampuan untuk bernafas • Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan • Kurangnya pengetahuan tentang penyakit
  • 13.
    3.Intervensi Dx. I: Ketidakefektifanbersihan jalan nafas berhubungan dengan obstruksi jalan nafas.  Tujuan dan Kriteria Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan bersihan jalan nafas lancar dengan kriteria batuk hilang dan suara nafas bersih  Intervensi -observasi suara nafas -beri posisi optimal kepala lebih tinggi di tempat tidur -anjurkan pasien untuk banyak minum air hangat -anjurkan pasien dengan batuk efektif
  • 14.
    Dx. II Kecemasan berhubungandengan ketidakmampuan untuk bernafas Tujuan dan kriteria hasil : mengurangi kecemasan pasien. Intervensi : -observasi tingkat kecemasan pasien -anjurkan klien untuk nafas panjang -beri motivasi pasien tentang tingkatan kesehatannya.
  • 15.
    Implementasi Dx. I -mengobservasi suaranafas -memberi posisi optimal kepala lebih tinggi di tempat tidur -menganjurkan pasien untuk banyak minum air hangat -menganjkurkan pasien dengan batuk efektif
  • 16.
    Implementasi Dx. 2 -observasi tingkatkecemasan pasien -anjurkan klien untuk nafas panjang -beri motivasi pasien tentang tingkatan kesehatannya.
  • 17.
    Evaluasi • S :kondisi pasien mulai membaik • O : pasien terlihat lebih tenang • A : masalah teratasi sebagian • P : lanjutkan intervensi jika masalah masih belum sepenuhnya teratasi
  • 18.