Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Startup: Fundamental Training

108 views

Published on

Bahan bacaan untuk rekan-rekan yang berniat bikin startup.

Published in: Business
  • Be the first to comment

Startup: Fundamental Training

  1. 1. Startup: Fundamental Prepared by A Dony Riyanto
  2. 2. Agenda • Perkenalan • Proses menemukan ide • Validasi ide • Perencanaan pengembangan • Analisa Teknis dan Delivery • Model Bisnis dan Skema Harga • Penutup
  3. 3. Perkenalan • Dony Riyanto • Software Architect/Developer • Trainer • “Opreker” / Maker • a.donyriyanto@gmail.com • vizualize.me/donyrinyato • slideshare.net/donyriyanto
  4. 4. "Innovation isn't an Idea Problem" When most organizations try to increase their innovation efforts, they always seem to start from the same assumption: “we need more ideas.” They'll start talking about the need to“think outside the box” or “blue sky” thinking in order to find a few ideas that can turn into viable new products or systems. However, in most organizations, innovation isn't hampered by a lack of ideas, but rather a lack of noticing the good ideas already there. It's not an idea problem; it's a recognition problem. Source: https://hbr.org/2013/07/innovation-isnt-an-idea-proble
  5. 5. Kodak Bukan gagal menemukan ide tentang kamera digital. Tetapi Kodak tidak menyadari bahwa kedepan kamera digital yang akan menguasai dunia, hingga akhirnya terlambat. Bagaimana dengan Nokia?
  6. 6. Telur dan Ayam Mana yang duluan. Dalam membangun sebuah portal berita misalnya, mana yang harus didahulukan? mendapatkan konten yang bagus, atau membuat portal web yang bagus? Kenapa tidak bisa keduanya skaligus? Contoh: Ide aplikasi mobile, untuk menampilkan jadwa dokter. Apa yang jadi masalah? Mana ayamnya dan mana telurnya?
  7. 7. Selesaikan Salah Satu Menghadapi dilema telur dan ayam, maka harus selesaikan satu terlebih dahulu. Contoh: untuk layanan order kuliner, mana yang harus lebih dulu diselesaikan: mendapatkan resto/cafe sebanyak-banyaknya dulu baru kemudian mencari pemesan, atau sebaliknya? Resto: “pelangganmu udah berapa banyak?” User: “ah restonya segini-gini aja, gimana mau pesan?”
  8. 8. The Face Book Zuckerberg memulai proyek facebook pada 2004. Pada saat itu, internet sudah ramai dengan konten. Sampai dengan 2008, sudah ada banyak pemain socmed. Bahkan Hi5 sempat meminpin didepan dibanding Friendster, MySpace, dsb yang sudah lebih dulu bermain. Beberapa bulan berikutnya hingga kini, FB memimpin. Zuckerberg memulai data usernya dari data siswa Harvard. Coba identifikasi mana telur dan ayamnya. Dan pelajaran apa yang bisa didapatkan dari Fb? Adakah kisah lain yang serupa?
  9. 9. Be The Best, Not The First Microsoft entered the operating system (OS) business in 1980 with its own version of Unix, called Xenix.[22] However, it was MS-DOS that solidified the company's dominance. After negotiations with Digital Research failed, IBM awarded a contract to Microsoft in November 1980 to provide a version of the CP/M OS, which was set to be used in the upcoming IBM Personal Computer (IBM PC).[23] For this deal, Microsoft purchased a CP/M clone called 86-DOS from Seattle Computer Products, which it branded as MS-DOS, though IBM rebranded it to PC DOS. Sekali lagi, coba beri tanggapan, mana telur dan ayam. Mana yang pertama dan kedua. Mana yang ambisi/prediksi dan bagaimana kenyataannya.
  10. 10. Make Sense Pernahkah terpikir sebuah ide, lalu kita menjadi sangat antusias terhadap ide itu. Siang malam susah tidur memikirkan ide tersebut. Good. Teruslah latihan menemukan ide. Seperti anak TK/SD, yang punya impian yang tinggi, tetapi sambil beranjak dewasa, mereka semakin fasih dan memahami mana yang 'make sense' mana yang tidak. Bagaimana menemukan ide yang 'make sense'? Coba latihan dengan mendengarkan ide orang lain, dan mempresentasikan ide ke orang lain.
  11. 11. Osborne Effect The Osborne effect is a term referring to the unintended consequences of a company announcing a future product, unaware of the risks involved or when the timing is misjudged, which ends up having a negative impact on the sales of the current product. This is often the case when a product is announced too long before its actual availability. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Osborne_effect
  12. 12. 100 30 3 1 Jika anda hendak membuka usaha baru berupa warung bakso, dan anda membutuhkan kios/ruko untuk memulai usaha tersebut, apa yang anda lakukan? Terlepas dari siapa kita belajar, ide ini memang membuat saya gila.
  13. 13. ATM Amati Tiru Modifikasi. Atau 3 N (Niteni, Niroke, Nambahi) Cars built in Japan before World War II tended to be based on European or American models. The 1917 Mitsubishi Model A was based on the Fiat A3-3 design. (This model was considered to be the first mass-produced car in Japan, with 22 units produced.) In the 1930s, Nissan Motors' cars were based on the Austin 7 and Graham-Paige designs, while the Toyota AA model was based on the Chrysler Airflow. Ohta built cars in the 1930s based on Ford models, while Chiyoda built a car resembling a 1935 Pontiac, and Sumida built a car similar to a LaSalle
  14. 14. Intrapreneurship In 1968, Dr. Spencer Silver, a scientist at 3M in the United States, was attempting to develop a super-strong adhesive. Instead he accidentally created a "low-tack," reusable, pressure-sensitive adhesive. For five years, Silver promoted his "solution without a problem" within 3M both informally and through seminars but failed to gain acceptance. In 1974 a colleague who had attended one of his seminars, Art Fry, came up with the idea of using the adhesive to anchor his bookmark in his hymn book. Fry then utilized 3M's officially sanctioned "permitted bootlegging" policy to develop the idea. The original notes' yellow color was chosen by accident, as the lab next-door to the Post-It team had only yellow scrap paper to use. Sebuah lem yang tidak lengket, buat apa? Hingga penemunya 'dipecat' dari perusahaan. Sebuah produk hasil riset yang gagal itu, justru menyelamatkan perusahaan besar 3M. Coba cari kisah lain yang mirip dengan ini. Cari kaitannya dengan kisah-kisah sebelumnya.
  15. 15. What's matter today Ide, bukan sekedar dicari dan ditemukan. Ide semestinya juga adalah sesuatu yang sangat mempengaruhi hidup kita. Yang membuat bulu -kuduk kita berdiri, saat mengingatnya. Semua orang pasti punya jalan dan kisah hidup yang unik. Ide bukan hanya menemukan hal baru, tetapi juga menggali hal yang pernah terjadi 10 menit yang lalu, 2 hari yang lalu, waktu masa kanak-kanak, dan seterusnya. Ide yang paling kuat, adalah ide yang punya cerita menyentuh didalamnya. Matikan hp, lepas headset, lupakan sementara tugas- tugas mendesak. Perhatikan sekitar kita, dirumah, diperjalanan, saat menunggu, saat di bis. Adakah sesuatu yang mengingatkan kita akan kejadian di masa yang lalu? Mungkin dari situ idemu. A few years later, while Jobs was enrolled at Homestead High School, he was introduced to his future partner Steve Wozniak, who was attending the University of California, Berkeley. In a 2007 interview with PC World, Wozniak spoke about why he and Jobs clicked so well: "We both loved electronics and the way we used to hook up digital chips," Wozniak said. "Very few people, especially back then, had any idea what chips were, how they worked and what they could do. I had designed many computers, so I was way ahead of him in electronics and computer design, but we still had common interests. We both had pretty much sort of an independent attitude about things in the world. ..."
  16. 16. Gagal itu pasti, Sukses yang belum tentu “Saya tidak pernah menyerah untuk menaklukan ketakutan terbesar saya. Hal itulah yang saya terapkan dalam merintis Tokopedia. Nama besar Tokopedia di hari ini tentu saja berkat perjuangan serta kegigihan saya beberapa tahun lalu. Terlepas dari kegagalan Anda di hari ini, jangan pernah berhenti mencoba keesokan harinya," ungkap William dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Sumber: http://www.tagar.id/william-tanuwijaya-orang- siantar-pendiri-tokopedia-raih-investasi-rp-14- triliun/ “Untuk membangun Indonesia lewat Internet”
  17. 17. T: Bisnis apa yang bagus? J: Bisnis yang dibuka “Orang goblok itu nggak banyak mikir yang penting melangkah, orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah” Sumber: https://bisnisukm.com/25-pesan- bob-sadino-untuk-kamu- pengusaha-muda.html
  18. 18. Latihan 1. Recognition: A. Tuliskan 1 contoh ide dari orang lain, yang menarik bagimu. Tulis latar belakangnya, dan mengapa ide ini menarik tetapi tidak begitu diperhatikan oleh pemilik ide? B. Tentukan apa yanberjasil anda 'recognized' 2. Chicken and Egg: A. Tulis 3 ide awal2 yang pernah terpikirkan untuk membangun startup. B. Tentukan mana telur dan mana ayamnya. C. Apa masalah telur, dan bagaimana anda mengatasinya. D. Apa masalah ayam, dan bagaimana anda mengatasinya.
  19. 19. Latihan 3. Be The Best: A. Seperti latihan nomor 1, refleksikan dengan diri sendiri, apa yang dari dulu anda bisa mengerjakan lebih baik dari orang lain? Waktu Kuliah, atau waktu SMA/SMP/SD, waktu masih kecil? B. Apa yang bisa anda kerjakan dari ide tersebut, apa yang bisa anda kembangkan...dan anda yakin sekali, bisa melakukannya lebih baik (walaupun belum pernah di coba). 4. Make Sense (group discussion): A. Pilih salah satu ide anda, bikin rinciannya. Dan ceritakan di kelompk atau didepan kelas. B. Apa yang anda yakin, tetapi orang lain kurang yakin? C. Sebaliknya, saat anda mendengar penjelasan ide orang lain, apa yang anda tidak yakin bahwa ide itu bagus/terlaksana? D. Refleksikan ke ide anda sendiri.
  20. 20. Latihan 5. Osborne Effect: A. Pilih salah satu ide anda, lalu tulislah daftar fitur-fiturnya. Sebanyak mungkin, baik yang akan anda implementasikan dalam waktu dekat, maupun jangka panjang. Baik yang anda yakin bisa, atau anda dapat idenya, tp anda belum yakin ini bisa atau tidak. B. Tulis/pilih milestone (batu loncatan)-nya. Kapan fitur ini harus dirilis, kapan fitur itu jangan dirilis dulu, mana fitur yang anda belum pasti akan dirilis, dan tulis alasannya masing-masing. 6. Make Sense (group discussion): A. Pilih salah satu ide anda, bikin rinciannya. Dan ceritakan di kelompk atau didepan kelas. B. Apa yang anda yakin, tetapi orang lain kurang yakin? C. Sebaliknya, saat anda mendengar penjelasan ide orang lain, apa yang anda tidak yakin bahwa ide itu bagus/terlaksana? D. Refleksikan ke ide anda sendiri.
  21. 21. Validasi Ide Pernah dengar Steve Jobs melakukan validasi ide? Pernah tanya kenapa koq hanya ada 1 tombol di tampak-muka perangkat iPhone? Dengan melewati fase-fase menemukan jatidiri 'ide' diatas, pada prinsipnya anda tidak lagi perlu melakukan validasi ide? Banyak hal yang gugur sebelum berkembang karena validasi ide. Tetapi, apakah validasi ide tetap perlu dilakukan? Jawabannya sama ketika ditanya: “Kalau Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg bisa sukses padahal dropout kuliah, apakah kuliah masih perlu?”
  22. 22. Idea is Cheap Ide itu tidak mahal. Sering punya ide tapi didahului/dicuri orang lain? Good!
  23. 23. 1. Bagikan ide. Berbagi cerita Setelah melewati fase menemukan ide, maka sudah seharusnya kita tidak lagi takut terhadap ide kita. • Hanya saya yang paling mengerti ide saya • Hanya saya yang paling bisa melaksanakan ide saya • Dan ide itu bukan 1 kalimat, tetapi sebuah buku, yang tumbuh dengan ribuan/jutaan kalimat. Yang tertulis/tersampaikan itu hanya butiran debu. Dengan berbagi ide/cerita, anda bisa: • Menemukan soulmate yang tepat • Anda menemukan “jalan keluar” • Anda menemukan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya • Anda membantu orang lain mewujudkannya. Dan otomatis itu membantu diri kita sendiri
  24. 24. 2. Karena murah, bikin! Kalau memang ide itu murah, maka bikinlah/wujudkanlah. Ide untuk menanam padi untuk mendapatkan beras itu ga ada artinya. Kita keluar sekarang, tanam padi, panen, giling jadi beras, ada harga jualnya. Kita beli beras, masak, jual di warung, harganya makin mahal. Kita bangun jadi restoran cepat saji, dengan nasi panas yang terbungkus kertas putih, dengan segala kelengkapan layanan. Padi/beras yang kita tanam/beli tadi menjadi sesuatu yang tidak tergantikan oleh siapapun/perusahaan manapun.
  25. 25. 3. Cari dan bandingkan produk sejenis Banyak founder startup lupa fase. Kapan harus begini dan begitu. Startup hidup di dunia paralel, dimana tiap startup punya fase yang berbeda-beda. Ada fase/saat, dimana kita wajib melakukan perbandingan. Kapan dan bagaimana melakukannya, sangat-sangat tergantung dari founder.
  26. 26. 4. Kenali tanda-tandanya (feedback) Founder startup harus punya kemampuan setengah dewa. Pintar-pintar membaca tanda-tanda. Ada fase dimana startup harus meminta feedback. Tapi ada saatnya meminta feedback justru membunuh startup. Cara mendapatkan feedback juga harus berhati-hati (itulah kenapa user behaviour/analytics, menjadi favorit dibanyak startup).
  27. 27. 5. Jual sebelum bikin (atau A/B Test) • Bagaimana menjual sebelum bikin? • Apa kendalanya? • Apa yang harus disiapkan? • Apa potensi masalah kedepan? • Salah satunya bisa dilakukan split test (a/b test). Tetapi berhati-hati juga, apakah setiap split test memberikan dampak positif ke startup?
  28. 28. Indikator sukses Tentukan indikator sukses • Apakah pemasukan? • Apakah net profit? • Apakah antusias user? • Apakah menang kompetisi? • Apakah coverage media/public awareness? • Apakah impact/dampak?
  29. 29. Perencanaan Pengembangan
  30. 30. Perencanaan Pengembangan Beberapa langkah-langkah yang umum: • Mencari partner • Membuat prorotype • Mencari pembiayaan • Merekrut tim
  31. 31. Design Thinking
  32. 32. Seni me-rekrut tim • Apakah ada yang namanya "The Dream Team" • 2 terlalu sedikit, 3 kebanyakan (network matrix) • Ga ada modal jalan, kebanyakan modal mati • Ga ada kerjaan jalan, kebanyakan kerjaan mati • Ga ada ide jalan, kebanyakan ide mati • Seni delegasi pekerjaan "Whats matter" • Supply-Demand Matching
  33. 33. Analisa Teknis Setelah kita melewati fase-fase awal (ide-prorotype-funding-dsb), kita pasti dihadapkan dengan berbagai permasalahan tenis dan delivery (“happy problem”): • Pakai yang sudah ada atau bikin dari awal? • Mau pakai tech-stack apa? Mau hoting dimana? • Memilih cloud atau infra sendiri? • Rekrut orang baru atau cari partner kerjasama 3'd party?
  34. 34. Analisa Non-Teknis Beberapa masalah non teknis: • Ikut kompetisi atau jangan ikut? • Mencari funding (diawal) atau tidak usah mencari funding diawal? • IPO atau jangan IPO?
  35. 35. Delivery Problem • Incident Response Handling/Team • Capacity Planning • Regulation (how to friction less) • Close/open loop • Soft/grand launching
  36. 36. Launching Success Factor How to make sure your next product or service launch drives growth Sumber: https://www.mckinsey.com/business- functions/marketing-and-sales/our- insights/how-to-make-sure-your-next- product-or-service-launch-drives- growth?cid=other-soc-twi-mip-mck-oth- 1710&kui=zMFOixB_MoTRYFOY33T2fg
  37. 37. Business Model • Model bisnis = cara perusahaan dapat uang • Model bisnis bukan cuman untuk startup tetapi untuk semua jenis bisnis • Dalam bisnis, apapun bisa terjadi. Apapun! • Jangan terpaku pada 'jual dan beli' • Kebanyakan startup,mengandalkan pemasukan dari 'fee' sebagai makelar • Atau iklan • Tidak adakah sumber pemasukan lain?
  38. 38. Business Model Mari kita analisa beberapa startup yang sudah ada dan bagaimana model bisnisnya:
  39. 39. Business Model • Apakah startup kita adalah penghasilan utama kita? • Apakah startup ini kita harapkan segera IPO, supaya kita dapat uang? • Apakah kita nunggu ada yang mau beli startup kita? • Apakah ada yang mau memberi 'hibah' ke startup kita? • Apakah boleh mencari proyek lain (turunan) selain menjalankan startup kita?
  40. 40. Business Model Canvas
  41. 41. Business Model Canvas • Seni presentasi depan juri • Pitching ke penyalur/pemberi modal
  42. 42. Skema Harga • Bagaimana menentukan harga? • Premimum? Freemium? • Siapa target marketnya? • Bagaimana menagih/menerima pembayaran? • dan kaitannya dengan pajak?
  43. 43. Before money: - Public - SME After money: - Government/NGO - Large Enterprise / MNC - Tech Owner - Traveling/Enterteinment biz. Sebelum dan Sesudah Uang
  44. 44. Where're they go
  45. 45. Thanks

×