Copyright © 2008, Departemen Pertahanan Republik IndonesiaISBN 978-979-8878-04-6
DEPARTEMEN PERTAHANAN               REPUBLIK INDONESIA         PERATURAN MENTERI PERTAHANAN             NOMOR : Per/03/M/I...
Mengingat : 1.	   Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara                  Republik Indonesia Tahun 1945.            2.	   Und...
Pasal 3Peraturan Menteri Pertahanan ini mulai berlaku pada tanggalditetap­ an.       k                          Ditetapkan...
KATA PENGANTAR                      	 Dengan mengucapkan puji syukur                   kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, “Buk...
khususnya tentang kebijakan pertahanan negara adalah salahsatu upaya dalam rangka membangun rasa saling percayadengan nega...
P E N D A H U L U A N..................................................................... 1  Latar Belakang Pemutakhiran ...
Ancaman Militer............................................................................... 27  Ancaman Nirmiliter........
Terselenggaranya pertahanan negara untuk mewujudkan perdamaian    dunia dan stabilitas regional..............................
Bidang Pertahanan Negara............................................................... 97  Kondisi Umum Pertahanan Negara...
Kerja   sama   di   bidang pertahanan        dengan     India............................ 148     Kerja   sama   di   bida...
BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA                        TAHUN 2008                          PENDAHULUANLatar Belakang Buku ...
Setelah lebih dari empat tahun Buku Putih Edisi Pertama tersebutdiluncurkan, telah terjadi banyak perubahan. Pada bulan Ok...
Kerja sama pertahanan menjadi salah satu substansi penting yangberkembang dalam kurun waktu empat tahun ini. Bencana alam ...
Malaka melalui forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN, serta usaha-usaha untuk mewujudkan Masyarakat Keamanan ASEAN, sed...
lain. Dalam rangka mewujudkan komitmennya Indonesia secara aktifmengambil peran dalam mengusahakan perdamaian dunia, antar...
LINGKUNGAN KEAMANAN STRATEGIS INDONESIATinjauan Umum      Stabilitas keamanan lingkungan strategis menjadi bagian darikepe...
keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa semakin berkembangmenjadi multidimensional, fisik dan nonfisik, serta berasal dar...
negara berdimensi nirmiliter. Isu-isu tersebut dalam skala tertentu dapatberkembang menjadi isu-isu pertahanan yang mengan...
PETA ANGGARAN PERTAHANAN DI ASIA TENGGARA                               MYANMAR                          LAOS             ...
isu keamanan baru banyak dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yangkebanyakan masih berada dalam kategori miskin, bodoh, dan...
Isu Senjata Pemusnah Massal        Pengembangan dan penyebaran senjata pemusnah massal jugamenjadi salah satu isu keamanan...
dunia akan energi minyak dan gas bumi yang terus meningkat, sementaraketersediaannya semakin terbatas, berimplikasi secara...
Isu Ancaman Keamanan Lintas Negara	     Kondisi keamanan global diwarnai oleh meningkatnya intensitasancaman keamanan asim...
hidup yang terus berlanjut, membawa dampak serius terhadap kehidupanmanusia, antara lain terjadinya kelaparan, kemiskinan,...
beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa frekuensi terjadinyabencana alam di Indonesia mengalami kenaikan jika diband...
dan Israel, masalah perdamaian Israel dengan Palestina, serta persoalanCina-Taiwan. Di kawasan Asia Tenggara dan sekitarny...
Di Kawasan Asia Tenggara, wilayah      Selat     Malaka tetapmenjadi fokus masyarakat internasional karena lalu-lintas tra...
Nasional       Karakteristik geografis Indonesia mengandung tantangan yangmultidimensi sehingga menuntut adanya strategi p...
pulau-pulau kecil terluar sangat vital dalam penentuan batas wilayahIndonesia. Pulau-pulau tersebut berfungsi sebagai titi...
hak politik, ekonomi, dan distribusi keadilan yang tidak merata,yang menyebabkan kelompok tertentu merasa tidak nyaman unt...
berupa kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Selainfaktor itu, terdapat pula masalah lain yaitu ideologi kekerasan d...
nasionalisme serta persatuan dan kesatuan bangsa.       Pemerintah telah berupaya mengatasi konflik-konflik tersebutdengan...
Dinamika Politik     Berbagai dinamika dan perubahan politik yang berkembangpada era Reformasi banyak mengalami perubahan ...
diarahkan untuk percepatan dan pembangunan di daerah. Penerapansecara serentak dan menyeluruh tidak diikuti dengan kesiapa...
Lokal      Pada tingkat lokal, gejala globalisasi semakin terasa dan telahmenjangkau masyarakat yang berdomisili di peloso...
Bencana alam selain menjadi tantangan yang berskalanasional, juga memiliki dimensi lokal. Baik departemen dan lembagatekni...
HAKIKAT DAN PENGGOLONGAN ANCAMAN       Persepsi Indonesia tentang ancaman adalah setiap usaha dankegiatan, baik dari luar ...
Agresi juga dapat berupa bombardemen, yakni penggunaansenjata dalam bentuk lain, blokade pelabuhan, pantai, wilayah udara ...
seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Kahar Muzakar, serta G-30-S/PKI.Beberapa sejumlah aksi pemberontakan bersenjata tersebut t...
dari negara lain. Kegiatan spionase dilakukan secara tertutup denganmenggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi se...
wilayah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasidunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dir...
Ancaman Berdimensi Ideologi       Meskipun sistem politik internasional telah mengalami perubahan,terutama setelah keruntu...
Ancaman Berdimensi Politik           Ancaman berdimensi politik dapat bersumber dari luar negerimaupun dari dalam negeri. ...
Dari dalam negeri, pertumbuhan instrumen politik mencerminkankadar pertumbuhan demokrasi suatu negara. Iklim politik yangb...
dengan kondisi perekonomian yang lemah sering menghadapi kesulitandalam berhubungan dengan negara lain yang posisi ekonomi...
atau konflik vertikal antara pemerintah pusat, dan daerah. Konflikhorizontal yang berdimensi suku, agama, ras, dan antargo...
Ancaman Berdimensi Teknologi dan Informasi      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada dasarnyamembawa manfa...
Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum           Secara geografis NegaraKesatuan      Republik    Indonesiaberada dikawasan r...
KONSEPSI PERTAHANAN NEGARAKepentingan Nasional	       Pada hakikatnya kepentingan nasional Indonesia adalah tetaptegaknya ...
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi pertahanan negara wajibmenjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilay...
Dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, konflik yang bersumberSARA berpotensi cukup besar dan menjadi tantangan bagi per...
terhadap suatu bangsa. Indonesia melalui Dewan Keamanan PBB akanmendorong usaha-usaha penyelesaian damai terhadap setiap k...
efek bagi percepatan tercapainya stabilitas dan keamanan Asia Tenggara,sekaligus mempromosikan stabilitas dan keamanan Asi...
Tujuan Pertahanan Negara        Pertahanan Negara bertujuan untuk menjaga dan melindungikedaulatan negara, keutuhan wilaya...
bangsa Indonesia yang menempatkan NKRI sebagai putusan final yangharus tetap dipelihara dan dipertahankan. Setiap usaha pe...
normal, dan hubungan dengan sesama negara baik di kawasan maupundi luar kawasan berlangsung secara harmonis dan saling men...
instrumen politik, ekonomi, psikologi, teknologi, dan militer. Instrumenpolitik menempatkan diplomasi sebagai lini terdepa...
pihak lawan yang nyata-nyata akan menyerang Indonesia dengan caramengerahkan kekuatan pertahanan untuk melumpuhkan pihak l...
SPEKTRUM KONFLIK DAN PELIBATAN                              UNSUR PERTAHANAN           DAMAI                       KONFLIK...
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3

2,012

Published on

/-/*8

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,012
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
67
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

04f92fd80ee3d01c8e5c5dc3f56b34e3

  1. 1. Copyright © 2008, Departemen Pertahanan Republik IndonesiaISBN 978-979-8878-04-6
  2. 2. DEPARTEMEN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR : Per/03/M/II/2008 TENTANG BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2008 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN,Menimbang : a. bahwa pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara diselenggarakan untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman dan gangguan baik yang datang dari luar maupun yang timbul di dalam negeri; b. bahwa berdasarkan Pasal 16 Undang Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Menteri Pertahanan menyusun buku putih pertahanan yang disebarluaskan kepada masyarakat umum baik domestik maupun inter- nasional untuk menciptakan saling percaya dan meniadakan potensi konflik.
  3. 3. Mengingat : 1. Pasal 30 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. 3. Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. 4. Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor : Per/01/M/VIII/2005, tanggal 25 Agustus 2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan Republik Indonesia. 5. Buku Putih Pertahanan Negara Tahun 2003. MEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTAHANAN TENTANG BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA 2008 Pasal 1Mengesahkan Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008 inisebagai pernyataan kebijakan pertahanan secara menyeluruhuntuk dilaksanakan dalam penyelenggaraan pertahanannegara. Pasal 2Hal-hal yang tercantum dalam Buku Putih Pertahanan tahun2003 sejauh tidak bertentangan dengan isi Buku PutihPertahanan Indonesia 2008 ini dinyatakan tetap berlaku.
  4. 4. Pasal 3Peraturan Menteri Pertahanan ini mulai berlaku pada tanggalditetap­ an. k Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 18 Februari 2008 MENTERI PERTAHANAN, JUWONO SUDARSONO
  5. 5. KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, “Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008” yang merupakan salah satu dari produk-produk strategis di bidang pertahanan telah dapat diselesaikan. Penyusunan buku ini, dibuat di tengah berlangsungnya era globalisasi, dan perkembangan konteksstrategis yang mudah berubah. Indonesia, merupakan bagiandari masyarakat dunia, tak dapat mengelak tuntutan perubahantersebut. Termasuk dalam sejumlah maraknya isu keamananyang berimplikasi terhadap kehidupan nasional. Oleh karenaitu, guna menghadapi sejumlah isu keamanan. Pemerintahmelaksanakan fungsi pertahanan dalam rangka penegakankedaulatan nasional, menjaga keutuhan wilayah NKRI, danmelindungi keselamatan bangsa dari setiap ancaman. Dariluar maupun dalam negeri. “Buku Putih” ini merupakan suatu rumusanpernyataan dan kebijakan pertahanan sebagai pedoman bagipenyelenggaraan fungsi pertahanan negara. Dengan terbitnya Buku Putih ini diharapkan dapatmemenuhi kebutuhan segenap lapisan masyarakat Indonesiadalam memahami secara jelas kebijakan pertahanan negara.Buku ini, juga penting bagi Indonesia dalam menjalinkerjasama internasional. Mengingat, sikap keterbukaan,
  6. 6. khususnya tentang kebijakan pertahanan negara adalah salahsatu upaya dalam rangka membangun rasa saling percayadengan negara lain. Saya selaku pimpinan Departemen Pertahanan RepublikIndonesia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan YangMaha Esa karena atas bimbingan dan petunjuk-Nya BukuPutih ini dapat diterbitkan sesuai rencana. Tidak lupa sayamenyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepadasemua pihak yang telah berperan serta dalam penyiapanBuku Putih ini. Saya yakin, peran serta tersebut merupakanDharma Bhakti bagi Bangsa dan NKRI yang kita banggakandan cintai. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikanrahmat dan hidayah Nya kepada seluruh Bangsa Indonesia. Jakarta, 18 Februari 2008 Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
  7. 7. P E N D A H U L U A N..................................................................... 1 Latar Belakang Pemutakhiran Buku Putih.............................................1 Esensi Pemutakhiran Buku Putih.........................................................4LINGKUNGAN KEAMANAN STRATEGIS INDONESIA...................... 6 Tinjauan Umum.................................................................................6 Kondisi Keamanan Global...................................................................8 . Terorisme dan Pola Penanganannya............................................... 10 Isu Senjata Pemusnah Massal. ...................................................... 11 . Peningkatan Kebutuhan Energi Dunia Serta Dampaknya terhadap Keamanan Global......................................................................... 11 . Isu Ancaman Keamanan Lintas Negara. ......................................... 13 . Dampak Pemanasan Global........................................................... 13 Bencana Alam.............................................................................. 14 Kondisi Keamanan Regional.............................................................. 15 Konflik Eksternal dan Internal........................................................ 15 Keamanan Maritim. ...................................................................... 16 . Kondisi Keamanan Dalam Negeri. ...................................................... 17 Nasional......................................................................................18 . Provinsial.....................................................................................23 Lokal...........................................................................................25HAKIKAT DAN PENGGOLONGAN ANCAMAN. ............................... 27 . i
  8. 8. Ancaman Militer............................................................................... 27 Ancaman Nirmiliter.......................................................................... 31KONSEPSI PERTAHANAN NEGARA............................................... 39 Kepentingan Nasional. ..................................................................... 39 . Hakikat Pertahanan Negara.............................................................. 43 Tujuan Pertahanan Negara............................................................... 44 Sistem Pertahanan Negara............................................................... 45 . Fungsi Pertahanan Negara. .............................................................. 46 . Spektrum Konflik............................................................................. 49 . Kepentingan Strategis Pertahanan Indonesia..................................... 51 . Kepentingan Strategis yang Bersifat Permanen............................... 52 Kepentingan Strategis yang Bersifat Mendesak............................... 53 Kepentingan Strategis di bidang Kerja sama Pertahanan. ................. 58 Sasaran Strategis Pertahanan Negara................................................ 60 Terselenggaranya pertahanan negara untuk menangkal segala bentuk ancaman dan gangguan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan seluruh bangsa Indonesia.. ..................................................................................61 . Terselenggaranya pertahanan negara untuk menghadapi perang dari agresi militer oleh negara asing.. ............................................ 62 . Terselenggaranya pertahanan negara untuk menanggulangi ancaman militer yang mengganggu eksistensi dan kepentingan NKRI...........................................................................................62 Terselenggaranya pertahanan negara dalam menangani ancaman nirmiliter yang berimplikasi terhadap kedaulatan Negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan bangsa Indonesia.......................... 63 ii
  9. 9. Terselenggaranya pertahanan negara untuk mewujudkan perdamaian dunia dan stabilitas regional.......................................................... 64KEBIJAKAN STRATEGIS PENYELENGGARAAN PERTAHANAN NEGARA..65 Penangkalan. ..................................................................................65 . Menghadapi Ancaman Militer............................................................ 66 Menghadapi Agresi Militer............................................................. 68 Lapis Diplomasi............................................................................ 69 Lapis Perlawanan Rakyat Tidak Bersenjata..................................... 70 Lapis Pertahanan Militer................................................................ 71 Menghadapi Ancaman Militer Berbentuk Bukan Agresi..................... 71 Menangani Pelanggaran Wilayah. .................................................. 72 . Mengatasi Gerakan Separatisme dan Pemberontakan Bersenjata..... 73 . Menghadapi Ancaman Nirmiliter. ...................................................... 81 . Menghadapi Ancaman Berdimensi Ideologi..................................... 82 Menghadapi Ancaman Berdimensi Politik........................................ 84 Menghadapi Ancaman Berdimensi Ekonomi.................................... 87 Menghadapi Ancaman Berdimensi Sosial Budaya............................ 89 . Menghadapi ancaman Berdimensi Berbasis Teknologi dan Informasi.....................................................................................90 Menghadapi Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum................... 92 . Pertahanan Militer dalam Menghadapi Ancaman Nirmiliter Bersifat Lintas Negara..................................................................................94PEMBANGUNAN BIDANG PERTAHANAN NEGARA........................ 97 Bagian Kesatu.................................................................................97 . Garis Besar Pembangunan Jangka Panjang........................................ 97 iii
  10. 10. Bidang Pertahanan Negara............................................................... 97 Kondisi Umum Pertahanan Negara................................................. 97 Tantangan yang Dihadapi.............................................................. 99 Arah Pembangunan Jangka Panjang Bidang Pertahanan Negara... 102 .Bagian Kedua................................................................................ 107Reformasi Pertahanan Negara. ....................................................... 107 .Bagian Ketiga................................................................................ 116Pembangunan Kapabilitas Pertahanan Negara.................................. 116 Kerangka Pokok Kapabilitas Pertahanan Negara............................ 116 Pengorganisasian Kekuatan Pertahanan....................................... 116 . Strategi Perancangan Kapabilitas Pertahanan Negara.................... 119 Pertahanan Militer...................................................................... 119 Pertahanan Nirmiliter.................................................................. 133 Standar Kesejahteraan Prajurit.................................................... 138Bagian Keempat............................................................................ 140 .Kerja Sama di Bidang Pertahanan................................................... 140 .Umum. ......................................................................................... 140 .Kerja sama di bidang pertahanan di Kawasan Asia Tenggara............. 140 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Thailand....................... 143 Kerja Sama di Bidang Pertahanan dengan Malaysia....................... 144 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Singapura.................... 144 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Filipina......................... 145 . Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Brunei.......................... 145 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Anggota ASEAN Lainnya.146Kerja sama di bidang pertahanan di luar ASEAN............................... 146 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Amerika Serikat. ............ 146 Kerja sama di Bidang pertahanan dengan Australia....................... 147 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Cina............................. 148iv
  11. 11. Kerja sama di bidang pertahanan dengan India............................ 148 Kerja sama di bidang pertahanan dengan Korea Selatan. .............. 149 . Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Jepang......................... 149 Kerja sama di Bidang Pertahanan dengan Rusia............................ 150 Kerja sama di bidang pertahanan dengan Uni Eropa..................... 150 . Kerja sama Pertahanan di bidang Penanganan Bencana Alam........ 151 Tugas Perdamaian Dunia................................................................ 152 Bagian Kelima. .............................................................................. 156 . Pembangunan Industri Pertahanan................................................. 156 . Menuju Kemandirian Sarana Pertahanan...................................... 156 Mewujudkan Industri Pertahanan Dalam Negeri............................ 159 Kerja sama Dalam Pengembangan Industri Pertahanan................. 161ANGGARAN PERTAHANAN. ........................................................ 163 . Dukungan Anggaran Pertahanan Saat ini......................................... 163 Proyeksi ke Depan......................................................................... 164 v
  12. 12. BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA TAHUN 2008 PENDAHULUANLatar Belakang Buku Putih Pada tahun 2003, untuk pertama kalinya sejak era Reformasi,Departemen Pertahanan meluncurkan Buku Putih Pertahanan yangberjudul Mempertahankan Tanah Air Memasuki Abad XXI. Buku Putihtersebut telah menjadi media untuk mengkomunikasikan kebijakanpemerintah Indonesia di bidang pertahanan negara kepada masyarakat,baik domestik maupun internasional. Masyarakat pada umumnyamemberikan tanggapan yang cukup positif terhadap Buku Putihtersebut dan menjadi salah satu referensi yang digunakan oleh berbagaikalangan. Buku Putih tersebut juga banyak memberikan kontribusi dalamrumusan materi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentangTentara Nasional Indonesia. Dalam lingkup domestik, buku tersebutbanyak memberikan kontribusi dalam memberikan pencerahan kepadamasyarakat tentang penyelenggaraan pertahanan negara dalam konteksdemokrasi. Dalam konteks hubungan antarbangsa, Buku Putih tersebutmenjadi media yang cukup efektif dalam membangun rasa salingpercaya dengan negara-negara lain, baik pada tataran regional maupunsupraregional. Singkatnya, keberadaan Buku Putih itu cukup efektif danbermanfaat dalam mengkomunikasikan kepentingan nasional di bidangpertahanan. 1
  13. 13. Setelah lebih dari empat tahun Buku Putih Edisi Pertama tersebutdiluncurkan, telah terjadi banyak perubahan. Pada bulan Oktober 2004pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat legitimasidari rakyat Indonesia dan pengakuan dunia internasional untuk memimpinNegara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam periode pemerintahanlima tahun, dari tahun 2004 sampai dengan 2009. Bersamaan dengan itu,Presiden membentuk Kabinet Indonesia Bersatu. Sejak itu, kepemimpinanbeserta berbagai kebijakan yang terkait, termasuk Departemen Perta-hanan, diminta melakukan penyempurnaan sesuai dengan perkembanganlingkungan strategis, baik di tingkat global, regional maupun nasional.Perubahan yang terjadi tersebut telah menghadirkan banyak perubahandalam kebijakan dan arah penyelenggaraan pertahanan Indonesia.Sejalan dengan itu, penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang(RPJP) Indonesia 2005--2024 telah menghadirkan suatu perubahandalam penyelenggaraan pertahanan negara. RPJP tersebut memuat,antara lain, Pokok-Pokok Pembangunan Pertahanan Jangka Panjang 20Tahunan sampai dengan 2024. Perubahan tersebut mendorong perlunyamelakukan pemutakhiran Buku Putih. Perkembangan penting lain adalah reformasi pertahanan negara.Sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentangTentara Nasional Indonesia, banyak langkah konkret telah dilakukan,terutama di lingkup Departemen Pertahanan dan TNI. Materi Undang-Undang Nomor 34 tentang Tentara Nasional Indonesia tersebut, selainmerupakan produk Reformasi yang disusun dalam suasana yang sangatkondusif dan dibahas secara terbuka juga mencerminkan sinergipemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang mengatur TNI dalamkerangka negara hukum dan nilai-nilai demokrasi.2
  14. 14. Kerja sama pertahanan menjadi salah satu substansi penting yangberkembang dalam kurun waktu empat tahun ini. Bencana alam tsunamidi Aceh dan Nias pada tanggal 26 Desember 2004 telah membawaperubahan yang besar dalam desain kerja sama pertahanan Indonesia.Kalau di masa lalu lingkup kerja sama pertahanan lebih berorientasi padaaspek-aspek militer yang bersifat tradisional, seperti latihan bersamaatau pendidikan bidang militer, ke depan akan lebih fleksibel dengancakupan aspek-aspek nirmiliter kekuatan militer dapat dilibatkan. Aspek-aspek nirmiliter dimaksud di antaranya adalah penanggulangan dampakbencana alam atau bantuan kemanusiaan yang memerlukan penanganansegera. Perkembangan penting lain dalam kerja sama pertahanan terjadidalam peningkatan hubungan dengan beberapa negara, baik dalamlingkup regional maupun di luar kawasan. Dalam lingkup regional, kerjasama pertahanan dilaksanakan antara lain dalam pengamanan Selat 3
  15. 15. Malaka melalui forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN, serta usaha-usaha untuk mewujudkan Masyarakat Keamanan ASEAN, sedangkankerja sama pertahanan di luar kawasan juga mengalami peningkatandengan membangun kemitraan strategis di Kawasan Asia Pasifik danbeberapa anggota Forum Regional ASEAN (ARF). Selama empattahun terakhir juga terjadi peningkatan kerja sama pertahanan denganbeberapa negara yang diwujudkan dengan penandatanganan perjanjiankerja sama pertahanan secara bilateral dan dialog pertahanan.Esensi Buku Putih Substansi yang dalam Buku Putih edisi kali ini adalah pemutakhirankebijakan pertahanan dalam konteks perubahan yang berimplikasiterhadap penyelenggaraan fungsi pertahanan negara. Konteks perubahan,seperti yang diuraikan di atas mencakupi dinamika lingkungan strategis,baik global, regional maupun dalam konteks nasional, provinsial, danlokal. Dinamika konteks global dan regional telah mempengaruhi prosesperubahan yang merambah tidak saja dalam kehidupan masyarakatdalam lingkup nasional, tetapi juga sampai pada lingkup provinsial danlokal. Upaya bangsa-bangsa mewujudkan perdamaian dunia masihdiperhadapkan pada isu-isu keamanan di beberapa kawasan, baik yangberdimensi keamanan tradisional maupun konflik internal yang berskalabesar. Sebagai bagian dari komunitas internasional, bangsa Indonesiamenyelenggarakan pertahanan negara dalam nuansa keterbukaan(transparansi) sebagai perwujudan dari prinsip Indonesia yang cintadamai dan hidup berdampingan secara harmonis dengan negara-negara4
  16. 16. lain. Dalam rangka mewujudkan komitmennya Indonesia secara aktifmengambil peran dalam mengusahakan perdamaian dunia, antara lain,dengan mengirimkan pasukan/kontingen ke beberapa wilayah konflik,serta aktif bersama-sama dengan negara-negara lain untuk mencarisolusi terbaik dalam mencegah dan menangani isu-isu keamanan globaldan regional. Ciri era globalisasi adalah frekuensi interaksi tetap yang makinintensif. Dalam konteks tersebut pelibatan pertahanan negara dalamhubungan antar negara akan lebih meningkat dari waktu-waktusebelumnya. Esensi Buku Putih pertahanan negara adalah KebijakanPertahanan Indonesia dalam mengelola pertahanan negara sertapandangan bangsa Indonesia di bidang pertahanan dalam memosisikandiri dalam konteks global dan regional. Atas dasar itu, Buku PutihPertahanan menjadi media yang sangat penting dalam membangunsaling percaya dengan negara-negara di dunia, sekaligus memberikanarah dan pedoman bagi penyelenggaraan pertahanan. Seiring dengan perkembangan global yang menghadirkan hakikatancaman yang beragam dan kompleks antara ancaman militer danancaman nirmiliter semakin disadari bahwa pertahanan negara tidakcukup didekati dari aspek militer semata. Pendekatan pertahanan negarake depan memerlukan pendekatan secara nirmiliter yang terpadu denganpendekatan secara militer. Dengan demikian, pembangunan pertahananmiliter dan nirmiliter harus dilaksanakan secara bersama-sama sehinggamenghasilkan suatu kekuatan dan kemampuan pertahanan negara yangmemiliki efek penangkalan dalam menjaga eksistensi dan keutuhanNKRI. 5
  17. 17. LINGKUNGAN KEAMANAN STRATEGIS INDONESIATinjauan Umum Stabilitas keamanan lingkungan strategis menjadi bagian darikepentingan nasional Indonesia sehingga Indonesia berkepentinganuntuk mencermati perkembangan situasi yang mengancam perdamaiandunia dan stabilitas regional agar dapat mengambil langkah-langkah yangtepat. Indonesia juga menyadari bahwa keamanan nasionalnya menjadibagian dari kepentingan strategis negara-negara lain. Oleh karena itu,penyelenggaraan fungsi pertahanan negara Indonesia diarahkan untukmewujudkan stabilitas keamanan nasional yang kondusif bagi stabilitasregional dan global. Lima negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB,yaitu Amerika Serikat, Cina, Rusia, Prancis, dan Inggris masih menjadikekuatan yang memiliki pengaruh besar terhadap keamanan dunia dankawasan. Selain negara-negara tersebut, juga terdapat kekuatan kolektifkawasan yang terus menunjukkan kinerjanya, yakni Uni Eropa danASEAN. Uni Eropa merupakan kekuatan kolektif yang terdiri atas negara-negara di Eropa yang umumnya maju di bidang ekonomi, teknologi danmiliter, sedangkan ASEAN sebagai kekuatan kolektif di Kawasan AsiaTenggara terus berusaha membangun soliditas sesama anggota, bahkanmemperluas kemitraannya dengan negara-negara di luar kawasan. Dinamika lingkungan keamanan strategis tersebut mengisyaratkantantangan yang besar dan kompleks bagi pertahanan negara dalammempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Ancaman yangdihadapi pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan negara,6
  18. 18. keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa semakin berkembangmenjadi multidimensional, fisik dan nonfisik, serta berasal dari luar dandari dalam negeri. Dalam Buku Putih Pertahanan Indonesia Tahun 2003 dinyatakanbahwa ancaman invasi atau agresi militer negara lain terhadap Indonesiadiperkirakan kecil kemungkinannya. Dengan mencermati perkembanganlingkungan keamanan strategis Indonesia pasca-2003, pada saat inidan dalam beberapa tahun akan datang belum terdapat indikasi suatuancaman militer konvensional yang mengarah ke wilayah Indonesia.Namun, kondisi yang kondusif ini tidak lalu membuat Indonesiamengabaikan kesiapsiagaannya dalam membangun kemampuan bangsauntuk melindungi NKRI. Oleh karena itu, di sektor pertahanan negaraharus terus dipersiapkan dengan memadukan kemampuan pertahananmiliter dan nirmiliter untuk menangkal setiap kemungkinan ancamanserta apabila kondisi memaksa, mampu menghadapi segala perubahansituasi. Dinamika interaksi global juga berimplikasi terhadap tantangankeamanan nasional dengan mengemukanya isu-isu keamanan baru yangberdimensi ancaman keamanan lintas negara. Dalam beberapa tahunterakhir, intensitas ancaman keamanan lintas negara menunjukkanangka yang cukup signifikan dan telah mengancam ketenangan dankenyamanan hidup manusia. Bagi Indonesia ancaman keamanan lintasnegara menjadi salah satu tantangan untuk ditanggulangi secara seriusdengan menggunakan pendekatan lintas lembaga, baik secara nirmilitermaupun militer. Indonesia juga menempatkan isu-isu ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya dan teknologi-informasi ke dalam lingkup pertahanan 7
  19. 19. negara berdimensi nirmiliter. Isu-isu tersebut dalam skala tertentu dapatberkembang menjadi isu-isu pertahanan yang mengancam kedaulatannegara, keutuhan wilayah, keselamatan, dan kehormatan bangsa.Atas dasar itu, konsepsi pertahanan Indonesia dikembangkan untukmemberdayakan fungsi-fungsi nirmiliter dalam mewujudkan kondisidalam negeri yang stabil yang memberikan efek tangkal terhadap setiapkemungkinan ancaman.Kondisi Keamanan Global Isu global, seperti penguatan nilai-nilai demokrasi, penegakanhak asasi manusia, dan lingkungan hidup masih menjadi indikatoryang mempengaruhi pola hubungan internasional, terutama hubunganantarnegara baik dalam skala bilateral maupun yang lebih luas. Isu-isu PETA ANGGARAN PERTAHANAN GLOBAL AS RUSIA JEPANG PDDK : 298.444.134 PDDK : 142.069.309 PDDK : 127.463.244 PDB : US$ 13.500 M PDB : US$ 1.670 M PDB : US$ 4.560 M GAR HAN : US$ 582 M GAR HAN : US$ 30 M GAR HAN : US$ 41,1 M AS (3,7 % PDB) (1,6 % PDB) (0,9 % PDB) KANADA RUSIA AS RRC JEPANG MEKSIKO INDIA FILIPINA UNI EROPA (NATO minus MALAYSIA AS & Kanada) SINGAPURA PDDK : 356.330.000 PDB : US$ 10.200 M BRAZIL INDIA INDONESIA GAR HAN : US$ 188,5 M PDDK : 1.111.713.388 (1,4 % PDB) PDB : US$ 839 M GAR HAN : US$ 22.3 M AFSEL PDB) (2,6 % AUSTRALIA RRC PDDK : 1.313.313.812 INDONESIA PDB : US$ 2.620 M PDDK : 231.820.879 AUSTRALIA GAR HAN : US$ 35,3 M PDB : US$ 346 M PDDK : 20.264.437 (1,6 % PDB) GAR HAN : US$ 2,6 M PDB : US$ 749 M (0,8 % PDB) GAR HAN : US$ 15,1 M (2 % PDB) DATA TAHUN 2006 M : MILYAR8
  20. 20. PETA ANGGARAN PERTAHANAN DI ASIA TENGGARA MYANMAR LAOS VIETNAM PDDK : 46.986.558 PDDK : 6,368.141 PDDK : 84.402.576 PDB : US$ 75 M PDB : US$ 2,9 M PDB : US$ 61,1M GAR HAN : US$ 6,2 M GAR HAN : US$ 0,014 M GAR HAN : US$ 3,4 M (6 %PDB) (0,4 % PDB) (6,3 % PDB) AS KAMBOJA KANAD PDDK : 13,8 JT PDB : US$ 6,6M GAR HAN :A 0,123 M US$ (1,4 %PDB) MUANGTHAI PDDK MEKSIKO : 64.631.502 FILIPINA PDB : US$ 207M MALAYS GAR HAN : US$ 2,2M SINGAPUR (1,9 % PDB) INDONESIA MALAYSIA PDDK : 24.385.136 PDB : US$ 143 M GAR HAN : US$ 3,08 M AFSEL (2,2 % PDB) SINGAPURA BRUNEI INDONESIA FILIPINA PDDK : 4,492.720 PDDK : 0,37 JT PDDK : 231.820.879 PDDK : 89.468.677 PDB : US$ 132 M PDB : US$ 6 M PDB : US$ 346 M PDB : US$ 118 M GAR HAN : US$ 10.05 M GAR HAN : US$ 0,36 M GAR HAN : US$ 2,6 M GAR HAN : US$ 0,9M (7,6 %PDB) (6 % PDB) (0,8 % PDB) (1,1 % PDB) M : MILYARtersebut bahkan sering pula dijadikan ukuran dalam membangun kerjasama pertahanan antarnegara. Implikasi perkembangan lingkunganglobal tersebut menghadirkan keberagaman permasalahan yangkompleks dan berakumulasi dalam kondisi ketidakpastian dengan derajatyang cukup tinggi. Di bidang pertahanan dan keamanan kecenderungan perkembanganglobal mempengaruhi karakteristik ancaman dengan munculnya isu-isukeamanan baru yang memerlukan penanganan dengan pendekatan yanglebih komprehensif dan integratif. Isu-isu keamanan tersebut, antaralain, adalah terorisme, ancaman keamanan lintas negara, dan proliferasisenjata pemusnah massal. Munculnya isu-isu keamanan baru tidak terlepasdari globalisasi, kemajuan teknologi informasi, identitas primordial, sertapenguatan peran aktor non-negara. Bagi negara-negara berkembang, 9
  21. 21. isu keamanan baru banyak dipengaruhi oleh kondisi masyarakat yangkebanyakan masih berada dalam kategori miskin, bodoh, dan terbelakang.Terorisme dan Konsep Penanganan Global. Serangan teroris 11 September 2001 telah mengubah paradigmatentang keamanan global. Terorisme menjadi ancaman yang sangatmengemuka sehingga konsep keamanan di setiap negara mengalamiperubahan secara mendasar dari konsep lama yang lebih mengedepankanpendekatan konvensional kepada konsep baru yang lebih komprehensif.Nuansa penanganan isu terorisme telah mempengaruhi hubunganantarnegara dengan semakin menguatnya kerja sama di bidangpertahanan yang menempatkan penanganan isu terorisme sebagaiagenda utama. Di bidang penyelenggaraan pertahanan, isu terorisme membawabeberapa implikasi. Sebagai ancaman nyata, terorisme mengancam jiwamanusia dan mengancam kehormatan negara. Sebagai ancaman nyata,terorisme menghadirkan ketidakpastian tentang kapan dan di manaaksi terorisme akan terjadi sehingga menuntut kesiapsiagaan kekuatannasional untuk menghadapinya. Dalam perspektif pertahanan negara,terorisme menjadi ancaman keselamatan bangsa sehingga menjadibagian dari tugas dan fungsi pertahanan negara. Meskipun terorisme menjadi ancaman global, dalam polapenanganannya, masing-masing negara berbeda dalam memilih instrumennegara yang menanganinya. Hal ini sering menjadi problematik dalampenyusunan kebijakan pertahanan karena adanya sensitivitas politik danhukum di balik penanganan terorisme, terutama dalam penggunaaninstrumen militer.10
  22. 22. Isu Senjata Pemusnah Massal Pengembangan dan penyebaran senjata pemusnah massal jugamenjadi salah satu isu keamanan global yang utama. Pengembangandan penyalahgunaan senjata pembunuh massal, seperti senjatanuklir, biologi, dan kimia, secara langsung atau tidak langsungdapat mengancam keamanan dunia dan menjadi malapetaka yangdahsyat bagi umat manusia dan lingkungan hidup. Adanya sejumlahnegara yang memiliki senjata nuklir mendorong kekhawatiran tentangpenyalahgunaannya yang dapat mengancam perdamaian dunia. Padasisi lain, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup pesatdan mengglobal memudahkan manusia untuk menemukan formula ataucara untuk melakukan proliferasi senjata pemusnah massal. Kemudahanini dapat pula dimanfaatkan oleh kelompok teroris dan separatis untukmengembangkan senjata pembunuh massal. Indonesia memiliki komitmen untuk menentang setiap usahaproliferasi senjata pemusnah massal, yang sejalan dengan komitmenuntuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas nuklir.Indonesia bahkan tidak akan mengembangkan senjata nuklir, kecualiuntuk maksud damai, seperti untuk pembangkit tenaga listrik tenaganuklir, keperluan medis, dan penelitian.Peningkatan Kebutuhan Energi Dunia Serta Dampaknya terhadapKeamanan Global Isu keamanan energi dalam dekade terakhir ini semakinmengemuka dan diperkirakan akan berdampak terhadap keamananglobal dalam tahun-tahun yang akan datang. Kebutuhan masyarakat 11
  23. 23. dunia akan energi minyak dan gas bumi yang terus meningkat, sementaraketersediaannya semakin terbatas, berimplikasi secara politik, ekonomi,dan keamanan. Kebangkitan ekonomi di negara-negara yang mempunyaipengaruh besar terhadap keamanan kawasan dan keamanan global ikutmendorong meningkatnya kebutuhan energi secara global. Sifat energiminyak dan gas bumi yang tidak dapat diperbaharui, lambat laun akansemakin langka, sementara kebutuhan dunia terus meningkat. Kondisi,seperti itu menyebabkan krisis energi di masa-masa datang akan semakinserius dan dapat menjadi sumber konflik antarnegara. Meningkatnyaketergantungan energi dan terbatasnya sumber daya minyak dan gas bumitelah mengakibatkan kenaikan harga minyak dan gas berada jauh di atasharga yang wajar. Harga minyak yang terus menaik telah mengakibatkankenaikan semua kebutuhan pokok manusia dan berdampak signifikanterhadap stabilitas perekonomian secara global. Bagi negara berkembang, termasuk Indonesia, kenaikan hargaminyak bumi membawa dampak terhadap stabilitas ekonomi dankeamanan terutama menambah beban pada anggaran dan belanja negara.Pada lingkup masyarakat, kenaikan harga minyak dunia berdampak padakenaikan harga barang dan jasa yang tidak seimbang dengan daya belimasyarakat. Kenaikan dapat berpotensi mendorong gejolak sosial apabilakenaikan tersebut tidak dapat dikelola secara tepat. Terbatasnya sumberdaya energi minyak mendorong kekhawatiran munculnya persaingan barudi berbagai kawasan yang dipicu oleh kebutuhan untuk mengamankanpenguasaan sumber energi.12
  24. 24. Isu Ancaman Keamanan Lintas Negara Kondisi keamanan global diwarnai oleh meningkatnya intensitasancaman keamanan asimetris dalam bentuk ancaman keamanan lintasnegara. Aksi perompakan, penyelundupan senjata dan bahan peledak,penyelundupan wanita dan anak-anak, imigran gelap, pembalakan liar,pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), narkotika danobat-obat terlarang (narkoba), perdagangan manusia serta pencurianikan merupakan bentuk ancaman keamanan lintas negara yang palingmenonjol pada dekade terakhir. Meningkatnya aksi ancaman keamanan lintas negara tersebuttelah mempengaruhi kebijakan keamanan global dan pertahanan negara-negara besar yang menempatkan isu-isu tersebut sebagai isu keamananbersama. Bagi Indonesia ancaman keamanan lintas negara telah sangatmerugikan kepentingan nasional sehingga merupakan suatu prioritasuntuk ditangani, termasuk bekerja sama dengan sejumlah negarasahabat.Dampak Pemanasan Global Salah satu fenomena baru yang dihadapi umat manusia di duniaadalah pemanasan global yang terjadi karena efek rumah kaca akibatdari perusakan lingkungan hidup yang terus berlanjut dan emisi gasbuang industri yang sulit dikendalikan. Pemanasan global tersebut telahmengakibatkan perubahan iklim secara ekstrem yang melanda hampirsemua negara. Perubahan musim yang tidak menentu, serta perusakan lingkungan 13
  25. 25. hidup yang terus berlanjut, membawa dampak serius terhadap kehidupanmanusia, antara lain terjadinya kelaparan, kemiskinan, kelangkaansumber daya air, gangguan kesehatan, serta menimbulkan bencana alam.Fenomena global tersebut apabila tidak dapat ditangani secara baik akanberdampak luas sehingga dapat menjadi isu keamanan yang serius danmelanda bangsa-bangsa di dunia. Salah satu dampak pemanasan globaladalah naiknya permukaan air laut di daerah tropis, seperti Indonesia.Dalam hal ini beberapa pulau di Indonesia berpotensi akan tenggelam,serta ancaman gelombang pasang di sejumlah wilayah di Indonesia yangakan berdampak pada kegiatan pelayaran dan kehidupan para nelayanserta keamanan masyarakat di wilayah pesisir.Bencana Alam Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat telah membawaimplikasi terhadap degradasi lingkungan hidup. Salah satu dampaknyaberupa bencana alam yang melanda sejumlah negara yang menimbulkankerusakan dahsyat terhadap infrastruktur dan harta benda serta menelankorban jiwa yang cukup besar. Negara-negara di dunia makin menyadaripentingnya kerja sama untuk mengatasi dampak bencana alam, danmenjadi agenda forum internasional untuk dipecahkan bersama.Kesadaran masyarakat internasional dalam penanggulangan dampakbencana alam ini akan mempengaruhi pola kerja sama pertahanan dimasa-masa datang. Posisi geografi dan geologi Indonesia, yang terletak pada cincingunung berapi dan pertemuan sejumlah lapisan kerak bumi sangat rawanterhadap bencana alam yang berupa gempa vulkanik dan tektonik,tsunami, banjir, serta tanah longsor. Perkembangan yang terjadi dalam14
  26. 26. beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa frekuensi terjadinyabencana alam di Indonesia mengalami kenaikan jika dibandingkandengan beberapa tahun sebelumnya. Kecenderungan ini mempengaruhikebijakan pertahanan negara, baik penyiapan kekuatan maupun logistikdan prosedur penggunaan kekuatan.Kondisi Keamanan Regional Berakhirnya Perang Dingin menciptakan ketidakpastian di KawasanAsia Pasifik, yang sangat berkaitan dengan pola hubungan antarnegaraserta peran dan intensi mereka di masa depan. Isu keamanan regionalmasih diliputi oleh konflik potensial, seperti klaim teritorial danketegangan militer peninggalan era tersebut. Konflik potensial tersebutdalam derajat tertentu menimbulkan krisis yang mengancam stabilitaskeamanan kawasan dan Indonesia. Meskipun secara geografis terjadijauh dari wilayah Indonesia, beberapa krisis di antaranya membawadampak terhadap Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung. Secara umum, isu keamanan kawasan yang menonjol adalahisu terorisme, ancaman keamanan lintas negara, dan konflik komunal.Sementara itu, dalam skala terbatas, di beberapa negara masih terdapatkonflik antarnegara yang berbasis pada klaim teritorial.Konflik Eksternal dan Internal Salah satu isu keamanan regional yang masih mengemuka adalahkonflik antarnegara yang berkaitan dengan klaim teritorial. Isu yangmenonjol antara lain perselisihan wilayah Kashmir antara India danPakistan, permasalahan di Semenanjung Korea, Konflik antara Lebanon 15
  27. 27. dan Israel, masalah perdamaian Israel dengan Palestina, serta persoalanCina-Taiwan. Di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, klaim tumpangtindih perbatasan di kawasan Laut Cina Selatan tidak terlalu mengemukapada saat ini. Namun, klaim ini tetap menjadi potensi konflik yang dapatmelibatkan beberapa negara. Selain potensi konflik antarnegara, isu menonjol lain adalahkonflik dalam negeri yang berdimensi vertikal dan horizontal, yangmasih terjadi di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Ancamankeamanan lintas negara, seperti terorisme, perompakan bersenjata,penangkapan ikan secara ilegal, merupakan isu keamanan kawasan yangsedang mengemuka. Di samping itu, terdapat pula konflik internal yangberbasis SARA, separatisme, dan radikalisme yang anarkis di beberapanegara di kawasan dan sekitarnya. Indonesia berada dalam kawasanyang kondisinya relatif mengalami isu-isu keamanan seperti disebutkandi atas. Indonesia tidak mungkin dapat hidup tenang dalam kawasanyang mengalami konflik karena dapat terkena limbah konflik, sepertigelombang pengungsian, peredaran senjata gelap, dan pelintasanperbatasan secara ilegal.Keamanan Maritim Keamanan maritim adalah salah satu isu keamanan kawasanyang menonjol yang mendapat perhatian di Abad XXI. Menonjolnyaisu tersebut terkait dengan fungsi wilayah maritim yang makin strategisdalam kepentingan negara-negara di dunia yang mendorong upayauntuk meningkatkan pengamanannya. Wilayah maritim masih menjadiurat nadi utama interaksi ekonomi global sehingga keamanan maritimmerupakan isu krusial bagi banyak negara di dunia.16
  28. 28. Di Kawasan Asia Tenggara, wilayah Selat Malaka tetapmenjadi fokus masyarakat internasional karena lalu-lintas transportasiperdagangan dunia melalui perairan tersebut. Posisi strategis SelatMalaka telah mendorong keinginan negara-negara kekuatan utama untukikut berperan langsung dalam pengamanan Selat Malaka. Bagi Indonesiapengamanan langsung Selat Malaka merupakan hak kedaulatan bagiMalaysia, Singapura, dan Indonesia. Namun demikian Indonesiamengakui kepentingan pengguna lainnya dan berpartisipasi dalampengamanan tidak langsung dalam bentuk pembangunan kapasitasseperti pendidikan, pelatihan maupun berbagai informasi. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di antara BenuaAsia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik, di satu sisi mempunyaiposisi strategis sekaligus tantangan besar dalam mengamankannya.Sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982,Indonesia memiliki tiga ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) danbeberapa choke points yang strategis bagi kepentingan global, sepertidi Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Pengamanan ALKIserta seluruh choke points tersebut merupakan agenda strategis bagikepentingan nasional Indonesia serta masyarakat internasional.Kondisi Keamanan dalam Negeri Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang didiamioleh lebih dari 300 suku bangsa membentuk kondisi yang sangat majemuk.Kondisi yang heterogen tersebut berimplikasi pula terhadap kategorisasiisu-isu keamanan sesuai dengan besarannya untuk dikelompokkan dalamisu keamanan yang berskala nasional, provinsial atau lokal. 17
  29. 29. Nasional Karakteristik geografis Indonesia mengandung tantangan yangmultidimensi sehingga menuntut adanya strategi pertahanan negarayang tepat untuk mengamankan wilayah tersebut. Tugas untukmelindungi dan mengamankan Indonesia dengan karakteristik negarakepulauan mengisyaratkan tantangan yang kompleks dan berimplikasipada tuntutan pembangunan dan pengelolaan sistem pertahanan negarauntuk menghasilkan daya tangkal yang andal. Dalam bidang pertahanan, terdapat sejumlah isu yangmenonjol, di antaranya adalah isu perbatasan dan pulau-pulau kecilterluar, separatisme, terorisme, radikalisme yang anarkis, konflikkomunal, bencana alam, dan kondisi politik pascareformasi.Isu Perbatasan dan Pulau-Pulau Kecil Terluar Indonesia masih mempunyai sejumlah persoalan batas wilayah,baik perbatasan darat maupun maritim yang hingga kini belumselesai. Berbagai permasalahan tersebut berhubungan langsungdengan kedaulatan negara yang harus ditangani secara serius olehpemerintah, antara lain melalui pendayagunaan fungsi pertahanan,baik fungsi pertahanan militer maupun nirmiliter secara terintegrasidemi mencapai hasil yang maksimal. Dalam menangani masalahperbatasan Indonesia akan tetap teguh mematuhi berbagai HukumInternasional yang berlaku, termasuk UNCLOS tahun 1982. Isu tentang pulau-pulau kecil terluar cukup beragam dankompleks, di antaranya menyangkut eksistensi, status kepemilikan,konversi lingkungan, pengamanan dan pengawasannya. Eksistensi18
  30. 30. pulau-pulau kecil terluar sangat vital dalam penentuan batas wilayahIndonesia. Pulau-pulau tersebut berfungsi sebagai titik pangkalpenarikan batas wilayah NKRI dan menjadi isu pertahanan yangserius dalam konteks kedaulatan dan keutuhan wilayah. Sementaraitu, upaya untuk mewujudkan kehadiran secara fisik dan pengelolaanpulau-pulau kecil terluar belum maksimal. Di sisi lain kondisipulau-pulau kecil terluar semakin kritis karena banyak yang tidakberpenghuni dan kondisi alamnya tidak layak untuk dihuni, antaralain tidak terdapat kandungan daya air tawar serta ruang hidup yangtidak cukup. Dalam bidang pengamanan pulau-pulau kecil terluarberpotensi diperjualbelikan atau disewakan secara tidak sah kepadapihak atau warga negara asing. Dari beberapa kasus ditemukanbeberapa pulau kecil yang dikelola oleh perorangan, bahkan ada yangdikelola oleh pihak asing. Praktik-praktik tersebut menjadi ancamanyang dikemudikan hari dapat menyulitkan pemerintah dan bangsaIndonesia.Separatisme Gerakan separatis masih menjadi isu keamanan dalam negeri,baik dalam bentuk gerakan separatis politik maupun gerakanseparatis bersenjata. Masih terdapat pihak-pihak yang berkeinginanuntuk memisahkan diri dari NKRI dengan mengeksploitasi kelemahanpenyelenggaraan fungsi pemerintahan. Indonesia menempatkanseparatisme sebagai ancaman yang serius karena secara langsungmengancam keutuhan wilayah NKRI dan mengancam keselamatanbangsa. Akar masalah separatisme terletak pada distribusi hak- 19
  31. 31. hak politik, ekonomi, dan distribusi keadilan yang tidak merata,yang menyebabkan kelompok tertentu merasa tidak nyaman untuktinggal di dalam naungan NKRI. Selama akar masalah tersebut tidakdipecahkan, potensi separatisme akan selalu ada. Bangsa Indonesia menyadari dan memiliki komitmen bahwaberada dalam wadah NKRI merupakan putusan politik yang tepatdan final. Sesuai dengan amanat undang-undang, pertahanannegara berfungsi untuk menjamin keutuhan wilayah NKRI. Namun,diakui usaha untuk mengatasi akar masalah separatisme belumdapat diwujudkan secara penuh antara lain akibat belum meratadan terpadunya pembangunan nasional.Terorisme Bagi Indonesia, ancamanterorisme telah menjadi ancamannyata. Sejak peristiwa pembajakanpesawat Garuda Indonesia Woyladalam penerbangan dari Jakartake Bangkok pada tahun 1980,Indonesia mengalami beberapa kaliaksi terorisme. Sejak tahun 2000, telah terjadi sejumlah peristiwaaksi terorisme, bahkan Indonesia menjadi salah satu negara yangmenderita korban aksi terorisme secara berturut-turut dalam skalabesar, yaitu Bom Bali I (2002), bom Hotel Marriott (2003), bom diKedutaan Australia, Jakarta (2004), dan bom Bali II (2005). Upaya menumpas terorisme harus pula dilihat dari akarpermasalahannya, yang menurut pengalaman Indonesia di antaranya20
  32. 32. berupa kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Selainfaktor itu, terdapat pula masalah lain yaitu ideologi kekerasan darikelompok teroris. Dari hal-hal tersebut, penanggulangan terorismejuga merupakan bagian dari upaya menyeluruh dalam perangmelawan ketidakamanan yang multidimensi dengan cakupan, antaralain dalam mengatasi kemiskinan, kerusakan lingkungan, penyakitpandemi, kebodohan, dan keterasingan. Bagi Indonesia, aksi terorisme selain merupakan kejahatankriminal luar biasa dan kejahatan terhadap kemanusiaan jugamerupakan ancaman terhadap keamanan nasional. Dalam hal initerorisme merupakan ancaman yang harus dihadapi oleh seluruhelemen bangsa tidak saja oleh polisi dan militer, tetapi juga olehilmuwan, ulama, dan tokoh-tokoh agama. Dari berbagai kasusterorisme juga terlihat karakter bahwa baik subjek maupun objekterorisme bersifat internasional, sekaligus domestik (intermestik).Oleh karena itu, Indonesia turut aktif menjalin kerjasamamenanggulangi terorisme secara bilateral maupun multilateral.Konflik Komunal Dalam Buku Putih Pertahanan Tahun 2003, konflik komunalpada umumnya berakar dari fanatisme suku, daerah, agama,golongan, kedewasaan berpolitik yang masih rendah, benturankepentingan antar golongan, serta faktor ketidakadilan dalampenegak hukum. Indonesia mengalami beberapa konflik komunalyang menimbulkan korban dalam beberapa tahun terakhir. Konflik itumerupakan tantangan yang harus dicegah dan dipecahkan melaluipendekatan-pendekatan yang rasional dalam usaha membangun 21
  33. 33. nasionalisme serta persatuan dan kesatuan bangsa. Pemerintah telah berupaya mengatasi konflik-konflik tersebutdengan memadukan segala kemampuan sumber daya yang ada. Saatini konflik tersebut telah dapat teratasi dengan baik, terbukti denganterciptanya keharmonisan dan stabilitas di masyarakat. Langkah-langkah rehabilitasi sosial dan pembangunan kembali infrastrukturterus dilaksanakan oleh pemerintah. Kondisi yang harmonis dankondusif ini diupayakan untuk terus dipelihara dan dipertahankandengan pembinaan terus-menerus unsur-unsur di masyarakat agarsecara aktif berpartisipasi dalam penciptaan kondisi yang menunjangstabilitas keamanan di daerah.Radikalisme yang Anarkis Penanganan isu-isu global secara unilateral atau tidakseimbang sering menjadi pendorong bangkitnya gerakan radikalisme.Dalam perkembangannya gerakan radikalisme sering ditunggangiatau bergabung dengan kelompok separatis dan terorisme untukmelakukan aksi kejahatan atau tindakan anarkis. Gerakan radikalismeselalu mengganggu stabilitas keamanan sehingga perlu penanganansecara serius sesuai dengan hukum tanpa diskriminasi. Gerakanradikal berpotensi mengganggu kepentingan publik, baik masyarakatdomestik maupun internasional, karena itu penanganannya sangatmendesak. Apabila penanganannya tidak serius, hal tersebut tidaksaja merugikan citra bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadipintu masuk kekuatan asing dengan dalih intervensi kemanusiaan.22
  34. 34. Dinamika Politik Berbagai dinamika dan perubahan politik yang berkembangpada era Reformasi banyak mengalami perubahan dan cenderungmengarah kepada kondisi ketidakpastian yang semakin tinggi.Demokrasi yang berkembang seluas-luasnya belum diikuti denganpengetahuan, kesiapan, dan kedewasaan masyarakat dalammenerapkan nilai-nilai demokrasi tersebut. Nuansa kebebasan yangditandai dengan keran politik yang semakin terbuka lebar cenderungberkembang ke arah kebebasan tanpa batas. Disadari bahwa sistem pemerintahan demokrasi merupakansistem yang terbaik. Namun, demokrasi tidak senantiasa identikdengan efektif dan efisien. Karena itu sistem demokrasi yangdipilih rakyat Indonesia harus diisi dengan pemerintahan yangbaik berdasarkan sejumlah prinsip, di antaranya transparansi,akuntabilitas, dan keadilan. Dengan belajar dari berbagai negarayang berhasil pada era globalisasi, itu merupakan keniscayaan bagiIndonesia untuk tetap memegang teguh penegakan hak asasi manusia,lingkungan hidup, kesetaraan gender, kebijakan nondiskriminatif,kebebasan beragama dan penguasaan teknologi berdasarkan ilmupengetahuan. Penggunaan prinsip-prinsip di atas diharapkan dapatdigunakan untuk mengelola dinamika politik secara baik, termasukisu-isu yang berdimensi pertahanan negara.Provinsial Otonomi daerah merupakan kebijakan Pemerintah yang 23
  35. 35. diarahkan untuk percepatan dan pembangunan di daerah. Penerapansecara serentak dan menyeluruh tidak diikuti dengan kesiapan daerahsehingga menimbulkan sejumlah isu, antara lain, terkait denganisu otonomi khusus, ketimpangan pembangunan di luar Pulau Jawa,dan tata ruang wilayah. Sejak pemberlakuan otonomi daerah, sejumlah daerahberusaha menuntut Pemerintah Pusat untuk memberikan statusotonomi khusus. Status tersebut cenderung diinterpretasikansebagai hak untuk mengurus wilayah sendiri yang menyentuh bidang-bidang pemerintahan, hukum, agama, bahkan termasuk keamanan.Tuntutan tersebut apabila tidak dapat dikelola secara tepat dapatberkembang menjadi potensi konflik vertikal yang berdampak padapersatuan dan kesatuan bangsa. Pembangunan nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa,sementara daerah-daerah di luar Jawa mengalami ketimpangan yangcukup jauh. Akibatnya Pulau Jawa menjadi sasaran urbanisasi dalamjumlah besar yang tidak diimbangi dengan daya tampung dan tataruang yang memadai. Kondisi tersebut ikut menambah ketimpanganpembangunan di daerah-daerah dan pada skala tertentu dapatmenjadi isu stabilitas nasional. Isu lain yang juga cukup menonjol adalah tata ruang wilayah.Penataan ruang wilayah yang diterapkan dalam pembagian kawasan-kawasan pembangunan mengandung potensi permasalahan yangkompleks. Dengan mengingat isu tata ruang terkait dengan ruanghidup dan kegiatan masyarakat serta bersifat lintas instansi, niscayadiperlukan penanganan yang seksama untuk dapat mempertemukansemua kepentingan, tanpa menimbulkan implikasi terhadap stabilitasnasional.24
  36. 36. Lokal Pada tingkat lokal, gejala globalisasi semakin terasa dan telahmenjangkau masyarakat yang berdomisili di pelosok. Kondisi tersebuttelah mendorong terjadinya mobilitas penduduk, baik secara fisik,yakni melalui migrasi penduduk dari suatu daerah ke daerah lain,maupun dalam wujud komunikasi antarmasyarakat yang makinmudah dengan memanfaatkan sarana komunikasi dan informasi yangmakin menjangkau rakyat biasa dan bersifat ramah bagi pengguna.Perkembangan ini mendorong berlangsungnya pertukaran nilai secaraserta-merta yang sulit dibendung dan cenderung mempercepatberkembangnya pola hidup modern dengan ciri kehidupan yangbebas dan praktis yang tidak jarang bertentangan dengan nilai-nilailokal. Hal lain yang juga menonjol adalah timbulnya penguatanidentitas lokal sebagai respons masyarakat dalam menyikapipemberlakuan Otonomi Daerah. Penguatan identitas lokal banyakdimunculkan dalam kemasan isu putra daerah, hak adat, dan hakulayat. Kondisi yang berkembang seperti ini sangat kontraproduktifdengan prinsip bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.Penguatan identitas lokal yang tidak terkelola dengan baik berpotensimenyulut konflik horizontal yang berdimensi suku, agama, ras danantargolongan, serta antarkepentingan. Tantangan yang tidak kalah signifikan adalah permasalahankemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Dalamkonteks pertahanan, aspek ini berdimensi pertahanan nirmiliter yangmemerlukan penanganan dengan pendekatan multisektoral danintegratif. 25
  37. 37. Bencana alam selain menjadi tantangan yang berskalanasional, juga memiliki dimensi lokal. Baik departemen dan lembagateknis pemerintah, lembaga-lembaga riset maupun perguruan tinggi,termasuk sumber dari luar negeri, memetakan bahwa hampir semuadaerah di Indonesia rawan terhadap bencana alam dengan bentukyang bervariasi, seperti tsunami, gempa bumi, banjir, tanah longsor,letusan gunung api, kelangkaan sumber daya air, dan kebakaranhutan. Upaya peningkatan infra struktur dan kemampuan peringatandini, pencegahan dini, serta kesiapan tindak dalam tanggap daruratmerupakan suatu keniscayaan.26
  38. 38. HAKIKAT DAN PENGGOLONGAN ANCAMAN Persepsi Indonesia tentang ancaman adalah setiap usaha dankegiatan, baik dari luar maupun dari dalam negeri, yang dinilai mengancamatau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dankeselamatan bangsa. Berdasarkan sifat ancaman, hakikat ancamandigolongkan ke dalam ancaman militer dan ancaman nirmiliter.Ancaman Militer Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatanbersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuanmembahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dankeselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berupa agresi,pelanggaran wilayah, pemberontakan bersenjata, sabotase, spionase,aksi teror bersenjata, ancaman keamanan laut dan udara, serta konflikkomunal. Agresi suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatannegara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesiamempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampaidengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang berskalapaling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yangdikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia. Invasiberlangsung secara eskalatif, mulai dari kondisi politik yang terusmemburuk, diikuti dengan persiapan-persiapan kekuatan militer darinegara yang akan melakukan invasi. 27
  39. 39. Agresi juga dapat berupa bombardemen, yakni penggunaansenjata dalam bentuk lain, blokade pelabuhan, pantai, wilayah udara atauseluruh wilayah negara, dan dapat pula berbentuk serangan bersenjatanegara lain terhadap unsur satuan darat, laut, dan udara. Keberadaanatau tindakan unsur kekuatan bersenjata asing dalam wilayah NKRI yangbertentangan dengan ketentuan atau perjanjian yang telah disepakatimerupakan salah satu bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negaradan keselamatan bangsa. Tindakan suatu negara yang mengizinkanpenggunaan wilayahnya oleh negara lain untuk melakukan agresi atauinvasi terhadap NKRI digolongkan ke dalam ancaman agresi. Pengirimankelompok bersenjata atau tentara bayaran untuk melakukan tindakankekerasan di wilayah NKRI adalah pelanggaran kedaulatan negara yangdikategorikan sebagai bentuk agresi suatu negara. Bentuk lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukuptinggi adalah tindakan pelanggaran wilayah Indonesia oleh negara lain.Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terbukaberpotensi terjadinya pelanggaran wilayah. Ancaman militer dapat pulaterjadi dalam bentuk pemberontakan bersenjata. Pemberontakan tersebutpada dasarnya merupakan ancaman yang timbul dan dilakukan olehpihak-pihak tertentu di dalam negeri, tetapi pemberontakan bersenjatatidak jarang disokong oleh kekuatan asing, baik secara terbuka maupunsecara tertutup atau tersamar. Pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Indonesiayang sah merupakan bentuk ancaman militer yang dapat merongrongkewibawaan negara dan jalannya roda pemerintahan. Dalamperjalanan sejarah, bangsa Indonesia pernah mengalami sejumlahaksi pemberontakan bersenjata yang dilakukan oleh gerakan radikal,28
  40. 40. seperti DI/TII, PRRI, Permesta, Kahar Muzakar, serta G-30-S/PKI.Beberapa sejumlah aksi pemberontakan bersenjata tersebut tidak hanyamengancam pemerintahan yang sah, tetapi juga mengancam tegaknyaNKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pemberontakan bersenjata sebagai bentuk ancaman terhadapNKRI dalam beberapa dekade terakhir telah berkembang dalambentuk gerakan separatisme yang pola perkembangannya, seperti apidalam sekam. Gerakan radikal di masa lalu, serta sisa-sisa G-30-S/PKIberhasil melakukan regenerasi dan telah bermetamorfosis ke dalamberbagai bentuk organisasi kemasyarakatan dengan memanfaatkaneuforia Reformasi untuk masuk ke segala lini dan elemen nasional.Kecenderungan tersebut memerlukan kecermatan dengan membangunsuatu kewaspadaan nasional dari seluruh komponen bangsa Indonesiauntuk mengikuti perkembangan regenerasi dan metamorfosis kelompok-kelompok yang diuraikan di atas. Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasistrategis yang rawan terhadap aksi sabotase sehingga harus dilindungi.Aksi-aksi sabotase tersebut didukung dengan adanya kemajuan ilmupengetahuan dan teknologi yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak lawanuntuk merancang ancaman sehingga memiliki intensitas yang lebih tinggidan kompleks. Fungsi pertahanan negara ditujukan untuk memberikanperlindungan terhadap objek-objek vital nasional dan instalasi strategis darisetiap kemungkinan aksi sabotase dengan mempertinggi kewaspadaanyang didukung oleh teknologi yang mampu mendeteksi dan mencegahsecara dini. Pada abad modern kegiatan spionase dilakukan oleh agen-agenrahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara 29
  41. 41. dari negara lain. Kegiatan spionase dilakukan secara tertutup denganmenggunakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehinggatidak mudah dideteksi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk ancamanmiliter yang memerlukan penanganan secara khusus dengan pendekatankontraspionase untuk melindungi kepentingan pertahanan dari kebocoranyang akan dimanfaatkan oleh pihak lawan. Aksi teror bersenjata merupakan bentuk kegiatan terorisme yangmengancam keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutanyang mendalam serta menimbulkan korban tanpa mengenal rasaperikemanusiaan. Sasaran aksi teror bersenjata dapat menimpa siapasaja sehingga sulit diprediksi dan ditangani dengan cara-cara biasa.Perkembangan aksi teror bersenjata yang dilakukan oleh teroris padadekade terakhir meningkat cukup pesat dengan mengikuti perkembanganpolitik, lingkungan strategis, dan Iptek. Sejak terorisme internasional berkembang menjadi ancamanglobal, aksi teror bersenjata yang berskala lokal ikut pula mengadopsipola dan metode terorisme internasional, bahkan berkolaborasi denganjaringan-jaringan teroris internasional yang ada. Sejumlah aksi teror yangterjadi di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan adanya hubungandengan jaringan teroris internasional, terutama jaringan teroris yangberoperasi di wilayah Asia Tenggara. Kondisi masyarakat dengan latarbelakang pendidikan dan kemampuan ekonomi rendah menjadi incaranpara tokoh terorisme untuk memperluas jaringan dengan merekrut kader-kader baru. Gangguan keamanan di laut dan udara merupakan bentuk ancamanmiliter yang mengganggu stabilitas keamanan wilayah yurisdiksi nasionalIndonesia. Kondisi geografi Indonesia dengan wilayah perairan serta30
  42. 42. wilayah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasidunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara,berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamananlaut dan udara. Bentuk-bentuk gangguan keamanan di laut dan udara yangmendapat prioritas perhatian dalam penyelenggaraan pertahanannegara meliputi pembajakan atau perompakan, penyelundupan senjata,amunisi dan bahan peledak atau bahan lain yang dapat membahayakankeselamatan bangsa, penangkapan ikan secara ilegal, atau pencuriankekayaan di laut, termasuk pencemaran lingkungan. Konflik komunal pada dasarnya merupakan gangguan keamanandalam negeri yang terjadi antarkelompok masyarakat. Dalam skala yangbesar konflik komunal dapat membahayakan keselamatan bangsa sehinggatidak dapat ditangani dengan cara-cara biasa dengan mengedepankanpendekatan penegakan hukum belaka dan ditujukan untuk mencegahmerebaknya konflik yang dapat mengakibatkan risiko yang lebih besar.Ancaman Nirmiliter Ancaman nirmiliter pada hakikatnya ancaman yang menggunakanfaktor-faktor nirmiliter yang dinilai mempunyai kemampuan yangmembahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dankeselamatan segenap bangsa. Ancaman nirmiliter dapat berdimensiideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan informasi, sertakeselamatan umum. 31
  43. 43. Ancaman Berdimensi Ideologi Meskipun sistem politik internasional telah mengalami perubahan,terutama setelah keruntuhan Uni Soviet sehingga paham komunissemakin tidak populer lagi, bagi Indonesia yang pernah menjadi basisperjuangan kekuatan komunis, ancaman ideologi komunis masih tetapmerupakan bahaya laten yang harus diperhitungkan. Di masa lalu,Indonesia menjadi salah satu basis komunis yang beberapa kali melakukankudeta untuk menumbangkan pemerintahan dan berusaha menggantiideologi Pancasila dengan ideologi komunis. Walaupun ideologi komunissecara global tidak populer lagi, potensi ancaman berbasis ideologi masihtetap diperhitungkan. Bentuk-bentuk baru dari ancaman ideologi yangbersumber dari dalam maupun dari luar negeri, yakni metamorfosisdari penganut paham komunis yang telah melebur ke dalam elemen-elemen masyarakat, sewaktu-waktu dapat mengancam Indonesia. Usahapihak-pihak tertentu melalui penulisan buku-buku sejarah dengan tidakmencantumkan peristiwa G-30-S/PKI dengan Dewan Revolusi, ataugerakan radikalisme yang brutal dan anarkis, memberikan indikasi bahwaancaman ideologi masih potensial. Buku Putih 2003 mengangkat gerakan kelompok radikal sebagaisalah satu ancaman nyata. Motif yang melatarbelakangi gerakan-gerakantersebut dapat berupa dalih agama, etnik, atau kepentingan rakyat. Padasaat ini masih terdapat anasir-anasir radikalisme yang menggunakanatribut keagamaan berusaha mendirikan negara dengan ideologi lain,seperti yang dilakukan oleh kelompok NII (Negara Islam Indonesia).Bagi Indonesia keberadaan kelompok tersebut merupakan ancamanterhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengancamkewibawaan pemerintah sehingga harus ditumpas.32
  44. 44. Ancaman Berdimensi Politik Ancaman berdimensi politik dapat bersumber dari luar negerimaupun dari dalam negeri. Dari luar negeri, ancaman berdimensi politikdilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadapIndonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk-bentuk ancaman nirmiliter berdimensi politik yang sering kali digunakanoleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Ke depan, bentuk-bentukancaman yang berasal dari luar negeri diperkirakan masih berpotensiterhadap Indonesia, yang memerlukan peran dari fungsi pertahanannirmiliter untuk menghadapinya. Dalam perspektif pertahanan Indonesia, politik merupakaninstrumen utama yang dapat menjadi penentu damai atau perang,yakni bahwa perang merupakan kelanjutan dari politik dengan caralain. Ini membuktikan bahwa ancaman politik dapat menumbangkansuatu rezim pemerintahan, bahkan dapat menghancurkan suatu negarasecara total. Ancaman berdimensi politik dapat menggunakan berbagaimacam aspek sebagai kendaraan untuk menyerang suatu negara, baiksecara langsung maupun tidak langsung. Ancaman berdimensi politikdapat bersumber dari luar dan dapat pula bersumber dari dalam negeri.Ancaman berdimensi politik yang berasal dari luar dapat dilakukan olehaktor negara dan aktor yang bukan negara dengan menggunakan isu-isuglobal sebagai kendaraan untuk menyerang atau menekan Indonesia.Pelaksanaan penegakan HAM, demokratisasi, penanganan lingkunganhidup, serta penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabelselalu menjadi komoditas politik bagi masyarakat internasional untukmengintervensi suatu negara; hal ini dirasakan pula oleh Indonesia. 33
  45. 45. Dari dalam negeri, pertumbuhan instrumen politik mencerminkankadar pertumbuhan demokrasi suatu negara. Iklim politik yangberkembang secara sehat menggambarkan suksesnya proses demokrasi.Bagi Indonesia, faktor politik menjadi penentu kelanjutan sistempemerintahan. Dalam sejarah Indonesia, pemerintahan negara seringmengalami pasang surut yang diakibatkan oleh gejolak politik yang sulitdikendalikan. Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber daridalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan berupa mobilisasimassa untuk menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, ataumenggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah.Ancaman separatisme merupakan bentuk ancaman politik yang timbuldi dalam negeri. Sebagai bentuk ancaman politik, separatisme dapatmenempuh pola perjuangan politik (tanpa senjata) dan perjuanganbersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untukmenarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, sparatismesulit dihadapi dengan menggunakan instrumen militer. Sebaliknya,ancaman separatisme dengan bersenjata tidak jarang mengalamikesulitan sebagai akibat dari politisasi; penanganan yang dilakukan olehpemerintah dengan menggunakan pendekatan operasi militer. Hal inimembuktikan bahwa ancaman berdimensi politik memiliki tingkat risikoyang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatanbangsa.Ancaman Berdimensi Ekonomi Ekonomi tidak saja menjadi alat stabilitas dalam negeri, tetapijuga merupakan salah satu alat penentu posisi tawar setiap negara dalamhubungan antarnegara atau pergaulan internasional. Negara-negara34
  46. 46. dengan kondisi perekonomian yang lemah sering menghadapi kesulitandalam berhubungan dengan negara lain yang posisi ekonominya lebihkuat. Ekonomi yang kuat biasanya diikuti pula dengan politik dan militeryang kuat. Ancaman berdimensi ekonomi berpotensi menghancurkanpertahanan sebuah negara. Pada dasarnya ancaman berdimensi ekonomidapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Dalamkonteks Indonesia, ancaman dari internal dapat berupa inflasi danpengangguran yang tinggi, infrastruktur yang tidak memadai, penetapansistem ekonomi yang belum jelas, ketimpangan distribusi pendapatandan ekonomi biaya tinggi, sedangkan secara eksternal, dapat berbentukindikator kinerja ekonomi yang buruk, daya saing rendah, ketidaksiapanmenghadapi era globalisasi, dan tingkat dependensi yang cukup tinggiterhadap asing.Ancaman Berdimensi Sosial Budaya Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakanatas ancaman dari dalam, dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalamdidorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, danketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan,seperti separatisme, terorisme, kekerasan yang melekat-berurat berakar,dan bencana akibat perbuatan manusia. Isu tersebut lama kelamaanmenjadi “kuman penyakit” yang mengancam persatuan dan kesatuanbangsa, nasionalisme, dan patriotisme. Watak kekerasan yang melekatdan berurat berakar berkembang, seperti api dalam sekam di kalanganmasyarakat yang menjadi pendorong konflik-konflik antarmasyarakat 35
  47. 47. atau konflik vertikal antara pemerintah pusat, dan daerah. Konflikhorizontal yang berdimensi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)pada dasarnya timbul akibat watak kekerasan yang sudah melekat.Watak kekerasan itu pula yang mendorong tindakan kejahatan termasukperusakan lingkungan dan bencana buatan manusia. Faktor-faktortersebut berproses secara meluas serta menghasilkan efek dominosehingga dapat melemahkan kualitas bangsa Indonesia. Pertumbuhanpenduduk yang terus berlangsung telah mengakibatkan daya dukungdan kondisi lingkungan hidup yang terus menurun. Bersamaan denganitu merebaknya wabah penyakit pandemi, seperti flu burung, demamberdarah, HIV/AIDS, dan malaria merupakan tantangan serius yangdihadapi di masa datang. Ancaman dari luar timbul bersamaan dengan dinamika yangterjadi dalam format globalisasi dengan penetrasi nilai-nilai budaya dariluar negeri sulit dibendung yang mempengaruhi nilai-nilai di Indonesia.Kemajuan teknologi informasi mengakibatkan dunia menjadi kampungglobal yang interaksi antarmasyarakat berlangsung dalam waktu yangaktual. Yang terjadi tidak hanya transfer informasi, tetapi juga transformasidan sublimasi nilai-nilai luar secara serta merta dan sulit dikontrol. Sebagaiakibatnya, terjadi benturan peradaban, lambat-laun nilai-nilai persatuandan kesatuan bangsa semakin terdesak oleh nilai-nilai individualisme.Fenomena lain yang juga terjadi adalah konflik berdimensi vertikalantara pemerintah pusat dan daerah, di samping konflik horizontalyang berdimensi etnoreligius masih menunjukkan potensi yang patutdiperhitungkan. Bentuk-bentuk ancaman sosial budaya tersebut apabilatidak dapat ditangani secara tepat dapat membahayakan sendi-sendikehidupan bermasyarakat dan berbangsa.36
  48. 48. Ancaman Berdimensi Teknologi dan Informasi Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada dasarnyamembawa manfaat yang besar bagi umat manusia. Seiring dengankemajuan Iptek tersebut berkembang pula kejahatan yang memanfaatkankemajuan Iptek tersebut, antara lain kejahatan siber, dan kejahatanperbankan. Kondisi lain yang berimplikasi menjadi ancaman adalah lambatnyaperkembangan kemajuan Iptek di Indonesia sehingga menyebabkanketergantungan teknologi terhadap negara-negara maju semakin tinggi.Kondisi ketergantungan terhadap negara lain tidak saja menyebabkanIndonesia menjadi pasar produk-produk negara lain, tetapi lebih dari itu,sulit bagi Indonesia untuk mengendalikan ancaman berpotensi teknologiyang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk melemahkan Indonesia. Tantangan yang dihadapi tidak saja berupa ancaman teknologidari luar negeri, tetapi juga pola sikap masyarakat dalam negeri dalammenghargai karya-karya teknologi anak bangsa. Pada dasarnya, Indonesiamemiliki SDM yang kualitasnya berdaya saing tinggi dibandingkan denganSDM negara-negara maju. Setiap tahun Indonesia mencetak juara-juaraolimpiade sains (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi), Indonesia jugamemiliki tenaga-tenaga terampil di bidang teknologi tinggi, seperti eksPT DI (Dirgantara Indonesia) dan PT PAL (Peralatan Angkatan Laut),PT PINDAD (Perindustrian Angkatan Darat) dan-lain-lain, tetapi belumada wadah yang menjamin kegairahan untuk membangun kemampuanbangsa di bidang teknologi, yang berakibat terjadinya arus “eksodus”tenaga ahli Indonesia ke luar yang menawarkan kehidupan yang lebihbaik. 37
  49. 49. Ancaman Berdimensi Keselamatan Umum Secara geografis NegaraKesatuan Republik Indonesiaberada dikawasan rawan bencana,baik bencana alam, keselamatantransportasi, maupun bencanakelaparan. Bencana yang dapatterjadi di Indonesia dan merupakan ancaman bagi keselamatan umumdapat terjadi murni bencana alam, misalnya gempa bumi, meletusnyagunung berapi, dan tsunami. Bencana yang disebabkan oleh ulahmanusia, antara lain tidak terkontrolnya penggunaan obat-obatan danbahan kimia lain yang dapat meracuni masyarakat, baik secara langsungmaupun kronis (menahun), misalnya pembuangan limbah industriatau limbah pertambangan lainnya. Sebaliknya, bencana alam yangdisebabkan oleh faktor alam yang dipicu oleh ulah manusia, antara lainbencana banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, dan bencanalainnya. Bencana alam berakibat baik langsung maupun tidak langsungmengancam keselamatan masyarakat. Selain itu, keamanan transportasimerupakan salah satu dimensi keselamatan umum yang cukup serius diIndonesia. Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan sarana transportasisemakin tinggi sehingga terjadi persaingan usaha yang tidak sehat,antara lain berupa penurunan tarif penumpang yang berdampak terhadapkeselamatan. Keselamatan transportasi juga disebabkan oleh rendahnyapemahaman masyarakat untuk mematuhi peraturan perundang-undanganyang berlaku, serta masih lemahnya kepatuhan aparat dalam penegakanhukum dan aturan.38
  50. 50. KONSEPSI PERTAHANAN NEGARAKepentingan Nasional Pada hakikatnya kepentingan nasional Indonesia adalah tetaptegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar1945 serta terjaminnya kelancaran dan keamanan pembangunannasional yang berkelanjutan. Kepentingan nasional tersebut diwujudkandengan memperhatikan tiga kaidah pokok, yakni tata kehidupan, upayapencapaian tujuan, serta sarana yang digunakan. Tata kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara Indonesia mencerminkan kesatuan tatanilai yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yangberketuhanan Yang Maha Esa yang menjunjung tinggi kebinekaan yangditunjukkan dalam interaksi sosial yang harmonis. Pembangunan nasionalmerupakan upaya untuk mencapai tujuan nasional yang pelaksanaannyasecara berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan berketahanan nasionalberdasarkan Wawasan Nusantara. Sebaliknya, sarana yang digunakandalam mewujudkan tujuan nasional adalah seluruh potensi dan kekuatannasional yang didayagunakan secara menyeluruh dan terpadu. Lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional yangterus berkembang dalam suatu dinamika yang sangat tinggi menuntutpenyesuaian diri dengan hakikat perubahan yang terjadi. Atas dasar itu,kepentingan nasional Indonesia disusun dalam tiga kategori: kepentingannasional yang bersifat mutlak, kepentingan nasional yang bersifat vital,dan kepentingan nasional yang bersifat penting. Kepentingan nasional yang bersifat mutlak adalah tetap tegaknya 39
  51. 51. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi pertahanan negara wajibmenjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI,serta keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman. NKRIdengan wilayah terdiri atas 17.504 buah pulau sebagai satu kesatuanwilayah Indonesia yang harus tetap dijaga keberadaan dan keutuhannya.Posisi Indonesia yang strategis memiliki implikasi pertahanan yangbesar. Keutuhan wilayah NKRI tidak saja menjadi kepentingan nasionalIndonesia, tetapi juga menjadi bagian strategis yang mempengaruhikepentingan nasional sejumlah negara di dunia. Wilayah Indonesiayang utuh dan stabil akan menjadi syarat mutlak terselenggaranyapembangunan nasional untuk menyejahterakan rakyat, sekaligus bagiterwujudnya stabilitas kawasan yang mengitari Indonesia. Indonesiatidak akan membiarkan setiap usaha yang akan mengganggu eksistensidan integritas NKRI. NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,yang wilayahnya dari Sabang sampai Merauke, merupakan keputusanfinal yang harus dijaga dan dipertahankan. Kepentingan nasional Indonesia yang bersifat vital menyangkutkeberlanjutan pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakatIndonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, sejahtera, adil dan makmur, sertademokratis. Kondisi objektif Indonesia sebagai negara dengan pendudukterbesar keempat di dunia merupakan tantangan untuk mengembangkanpertahanan Indonesia ke depan. Dengan penduduk yang sudah mencapailebih dari 230 juta jiwa, serta karakteristik yang sangat pluralistik dalamSARA (suku, agama, ras dan antar golongan), diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk membangun kohesi nasional dalam ikatan persatuandan kesatuan bangsa. Indikator terwujudnya kohesi nasional serta rasapersatuan dan kesatuan bangsa ditunjukkan dalam kehidupan sosial daninteraksi antar warga masyarakat yang harmonis.40
  52. 52. Dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, konflik yang bersumberSARA berpotensi cukup besar dan menjadi tantangan bagi perwujudanpersatuan dan kesatuan bangsa. Akar masalah yang menjadi penyulutkonflik yang bernuansa SARA adalah kemiskinan, keterbelakangan,dan kebodohan. Persatuan dan kesatuan bangsa tidak terwujuddengan sendirinya. Kehidupan masyarakat yang harmonis hanya dapatterwujud melalui usaha yang bersifat menyeluruh dan menyentuh aspekkesejahteraan, yakni pendidikan, peningkatan taraf hidup, serta aspekpenegakan hukum yang diberdayakan secara maksimal untuk mengatasikemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Oleh karena itu, pluralistikbangsa Indonesia harus dapat dikelola secara sungguh-sungguh dalamsuatu pendekatan pembangunan nasional yang berorientasi padapembangunan manusia Indonesia yang sejahtera, adil, dan berdayasaing. Kepentingan nasional Indonesia yang utama adalah kepentinganyang terkait dengan perdamaian dunia dan stabilitas regional. Lingkunganstrategis Indonesia adalah regional dan global dengan segala dinamikanya.Indonesia juga tidak terlepas dari limpahan sejumlah konflik di dunia.Oleh karena itu, Indonesia akan tetap mengambil peran aktif bersama-sama dengan bangsa lain melalui usaha-usaha yang bermartabat untukmewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaianabadi, dan keadilan sosial. Pada saat ini masih terdapat beberapa kawasan di dunia yangmasih dilanda konflik, baik konflik antarnegara maupun konflik internal.Penggunaan kekuatan militer untuk memaksakan perdamaian hanyadapat menyelesaikan permasalahan di atas permukaan dan sesaat, tetapimenimbulkan efek penderitaan jangka panjang yang bersifat multidimensi 41
  53. 53. terhadap suatu bangsa. Indonesia melalui Dewan Keamanan PBB akanmendorong usaha-usaha penyelesaian damai terhadap setiap konflikdan mencegah penggunaan kekuatan untuk memaksakan perdamaian.Selain itu, sebagai anggota Gerakan Non-Blok, yang sekaligus anggotaOrganisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia akan memainkan perandalam peningkatan kerja sama dengan negara-negara anggota lainnyayang berpengaruh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat masing-masing, maupun pencegahan dan resolusi konflik secara damai danbermartabat. Pada lingkup regional, peran Indonesia sebagai anggota ASEAN,dalam upaya untuk mewujudkan Asia Tenggara sebagai kawasan yangaman, stabil, dan sejahtera menjadi modalitas dalam memperjuangkankepentingan nasional Indonesia. Dalam rangka itu kerja sama bilateraldengan sesama anggota ASEAN sangat penting untuk dikembangkansecara lebih konkret dan menyentuh permasalahan-permasalahanyang nyata-nyata dihadapi. Dalam kerangka itu, perwujudan tiga pilarASEAN, yakni masyarakat ekonomi ASEAN, masyarakat budaya ASEAN,dan masyarakat keamanan ASEAN, menjadi komitmen bangsa Indonesiauntuk mewujudkannya secara bersama oleh seluruh anggota ASEAN bagimasa depan ASEAN yang lebih baik dan berdaya saing. Terwujudnya tigapilar ASEAN tersebut akan mempromosikan stabilitas dan kemakmurankawasan Asia Tenggara yang memberikan efek positif bagi kawasan laindan dunia. Bersamaan dengan usaha mewujudkan tiga pilar ASEAN, penguatanhubungan dengan negara lain dalam kerangka ASEAN Plus Enam danForum Regional ASEAN (ARF) sangatlah penting. Bersama dengannegara-negara mitra ASEAN yang umumnya mempunyai pengaruh besarpada kawasan dan dunia, akan terwujud suatu sinergi yang memberikan42
  54. 54. efek bagi percepatan tercapainya stabilitas dan keamanan Asia Tenggara,sekaligus mempromosikan stabilitas dan keamanan Asia Pasifik.Hakikat Pertahanan Negara   Pertahanan negara pada hakikatnya merupakan segala upayapertahanan bersifat semesta, yang penyelenggaraannya didasarkan padakesadaran akan hak dan kewajiban seluruh warga negara serta keyakinanpada kekuatan sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidupbangsa dan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Kesemestaanmengandung makna pelibatan seluruh rakyat dan segenap sumber dayanasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negarasebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh. Upaya pertahanan yang bersifat semesta adalah model yangdikembangkan berdasarkan pertimbangan strategis bukan karenaalasan ketidakmampuan dalam membangun pertahanan yang modern.Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat kemajuan yang cukup tinggi,model tersebut tetap dikembangkan dengan menempatkan warga negarasebagai subjek pertahanan negara sesuai dengan perannya masing-masing. Sistem Pertahanan Negara yang bersifat semesta bercirikankerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan.   Ciri kerakyatanmengandung makna bahwa orientasi pertahanan diabdikan oleh danuntuk kepentingan seluruh rakyat. Ciri kesemestaan mengandungmakna bahwa seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upayapertahanan. Ciri kewilayahan merupakan gelar kekuatan pertahananyang tersebar di seluruh wilayah NKRI, sesuai dengan kondisi geografisebagai satu kesatuan pertahanan. 43
  55. 55. Tujuan Pertahanan Negara Pertahanan Negara bertujuan untuk menjaga dan melindungikedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dan keselamatan segenapbangsa dari segala bentuk ancaman. Tujuan pertahanan negara dalammenjaga kedaulatan negara mencakupi upaya untuk menjaga sistemideologi negara dan sistem politik negara. Dalam menjaga sistemideologi negara, upaya pertahanan negara diarahkan untuk mengawaldan mengamankan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafahbangsa Indonesia. Setiap usaha untuk mengganti ideologi Pancasilaakan berhadapan dengan instrumen pertahanan negara yang setiapsaat siap sedia membela dan mempertahankannya, sedangkan dalammenjaga sistem politik negara, upaya Pertahanan Negara diarahkanuntuk mendukung terwujudnya pemerintahan negara yang demokratis,stabil, bersih, dan berwibawa serta mengandung tata nilai. Pemerintahanyang stabil, bersih dan berwibawa memungkinkan terselenggaranyapembangunan nasional dengan baik. Sebaliknya, pemerintahan yang tidak stabil tidak saja mengganggukelancaran pembangunan nasional, bahkan dapat mengakibatkan masadepan Indonesia menjadi tidak menentu. Tata nilai bangsa Indonesiaterangkum dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu bangsaIndonesia yang menegara dalam wadah NKRI yang menjunjung tingginilai-nilai demokrasi, hukum, hak asasi manusia dan lingkungan hidupserta bukan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan.Setiap gangguan yang berdimensi SARA, demokrasi, HAM, dan tindakanperusakan lingkungan hidup juga menjadi urusan pertahanan negara. Upaya menjaga keutuhan NKRI didasarkan pada pandangan44
  56. 56. bangsa Indonesia yang menempatkan NKRI sebagai putusan final yangharus tetap dipelihara dan dipertahankan. Setiap usaha pemisahan diriatau yang bertujuan mengubah dan memecah belah NKRI merupakanancaman yang akan dihadapi dengan sistem pertahanan negara. Menjamin keselamatan bangsa merupakan hal fundamental dalampenyelenggaraan fungsi pertahanan negara untuk melindungi wargadari segala bentuk ancaman. Upaya menjamin keselamatan bangsamencakupi pula upaya pertahanan negara dalam menghadapi setiapancaman, baik dari luar maupun dari dalam negeri. Dimensi keselamatanbangsa juga mencakup kewajiban untuk melaksanakan penanggulangandampak bencana alam, kerusuhan sosial, mengatasi tindakan terorisme,ancaman keamanan lintas negara serta penegakan keamanan di laut danudara Indonesia.Sistem Pertahanan Negara Pertahanan negara merupakan segala usaha untukmempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI, dankeselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman. Pertahanannegara berfungsi untuk mewujudkan dan mempertahankan seluruhwilayah NKRI dengan segala isinya sebagai satu kesatuan pertahanan. Bagi Indonesia, penyelenggaraan pertahanan negara bukansemata-mata ditujukan untuk perang, melainkan juga untuk mewujudkanperdamaian, menjamin keutuhan NKRI, mengamankan kepentingannasional, serta menjamin ter-laksananya pembangunan na-sional.Pertahanan yang efektif adalah pertahanan yang mampu menghadirkansuasana aman dan damai di mana kehidupan masyarakat berjalan secara 45
  57. 57. normal, dan hubungan dengan sesama negara baik di kawasan maupundi luar kawasan berlangsung secara harmonis dan saling menghargai. Fungsi pertahananIndonesia diselenggarakandengan Sistem PertahananSemesta. Konsepsi pertahanannegara ini mempunyai duafungsi, yaitu Pertahanan Militerdan Pertahanan Nirmiliter.Fungsi pertahanan militer yangdiemban oleh TNI meliputioperasi militer perang danoperasi militer selain perang.Inti pertahanan nirmiliter, yaitupemberdayaan sumber dayanasional, yang meliputi fungsikekuatan pertahanan nirmiliterdan pertahanan sipil.Fungsi Pertahanan Negara Sistem pertahanan negara Indonesia memiliki tiga fungsi, yaknifungsi penangkalan, fungsi penindakan, dan fungsi pemulihan. Fungsi penangkalan merupakan keterpaduan usaha pertahananuntuk mencegah atau meniadakan niat dari pihak tertentu yang inginmenyerang Indonesia. Fungsi penangkalan dilaksanakan dengan strategipenangkalan yang bertumpu pada instrumen penangkalan berupa46
  58. 58. instrumen politik, ekonomi, psikologi, teknologi, dan militer. Instrumenpolitik menempatkan diplomasi sebagai lini terdepan pertahanan negara,bersinergi dengan faktor-faktor politik lainnya yang saling memperkuat.Instrumen ekonomi melalui pertumbuhan yang sehat dan cukup tinggiakan mewujudkan pencapaian tujuan nasional, yakni masyarakat yangsejahtera dan berkeadilan serta berdaya saing baik pada lingkupregional maupun global. Instrumen psikologis yang diemban oleh semuakomponen pertahanan dalam mengembangkan kemampuan dilakukandengan memanfaatkan penggunaan media komunikasi, teknologi, sertafaktor-faktor psikologis lainnya bagi terwujudnya daya tangkal psikologissecara efektif. Psikologis berintikan faktor-faktor nonfisik berupa tata nilaiserta segenap pranata sosial yang didayagunakan dalam mewujudkanmotivasi, tekad, dan jiwa juang. Instrumen teknologi dibangun secarabertahap dan berlanjut melalui pengembangan industri pertahanan dalamnegeri bagi terwujudnya kemandirian dalam penyediaan alat utamasistem persenjataan yang berdaya saing dengan produk-produk negaralain. Instrumen militer, yakni TNI sebagai Komponen Utama pertahanannegara harus mampu mengembangkan strategi militer dengan efek dayatangkal yang tinggi, serta profesional dalam melaksanakan setiap tugasoperasi, baik OMP maupun OMSP. Fungsi penindakan merupakan keterpaduan usaha pertahananuntuk mempertahankan, melawan, dan mengatasi setiap tindakan militersuatu negara yang mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayahNKRI, serta menjamin keselamatan bangsa dari segala ancaman. Fungsipenindakan dilaksanakan melalui tindakan preemptif, perlawanan, sampaidengan mengusir musuh keluar dari wilayah Indonesia. Tindakan preemptif merupakan bentuk penindakan terhadap 47
  59. 59. pihak lawan yang nyata-nyata akan menyerang Indonesia dengan caramengerahkan kekuatan pertahanan untuk melumpuhkan pihak lawanyang sedang dalam persiapan untuk menyerang Indonesia. Tindakanpreemptif dilaksanakan di wilayah pihak lawan atau di dalam perjalanansebelum memasuki wilayah Indonesia. Tindakan perlawanan merupakan bentuk penindakan terhadappihak lawan yang sedang menyerang Indonesia atau telah menguasaisebagian atau seluruh wilayah Indonesia dengan cara mengerahkan se-luruh kekuatan negara baik secara militer maupun nirmiliter. Tindakanperlawanan diselenggarakan dengan sistem Pertahanan dan KeamananRakyat Semesta melalui pengerahan kekuatan pertahanan yang berinti-kan TNI didukung oleh segenap kekuatan bangsa dalam susunan Kom-ponen Cadangan dan Komponen Pendukung. Fungsi Pemulihan merupakan keterpaduan usaha pertahanannegara yang dilaksanakan baik secara militer maupun nirmiliter, untukmengembalikan kondisi keamanan negara yang telah terganggu sebagaiakibat kekacauan keamanan karena perang, pemberontakan, atau se-rangan separatis, konflik vertikal atau horizontal, huru-hara, seranganteroris, atau bencana alam. TNI bersama dengan instansi pemerintahanlainnya serta masyarakat melaksanakan fungsi pemulihan sebagai wujudpertahanan semesta yang utuh.Spektrum Konflik Baik hubungan antarnegara maupun dinamika sosial politikdalam negeri selalu berkembang dalam kondisi pasang surut yangdiilustrasikan sebagai kondisi yang eskalatif atau spontan antara damai48
  60. 60. SPEKTRUM KONFLIK DAN PELIBATAN UNSUR PERTAHANAN DAMAI KONFLIK INTENSITAS KONFLIK RENDAH INTENSITAS TINGGI D D A A TERTIB SIPIL R R U U P R R E A A R T T A N S M G I I P L I I L T E R 1 PELIBATAN FUNGSI PERTAHANAN MILITER PERANG 2 PELIBATAN FUNGSI PERTAHANAN NIRMILITERdan perang. Konflik adalah kondisi terganggunya hubungan antarnegarayang berkembang dalam spektrum negatif paling rendah hingga palingtinggi berupa perang terbuka. Konflik dapat pula terjadi di dalam negeri,terutama pada tingkat provinsial atau lokal, yakni yang melibatkan duakelompok masyarakat atau lebih. Pemahaman terhadap spektrum konflik menjadi dasar dalampencegahan konflik, pengelolaan konflik, keikutsertaan dalam tugas-tugasperdamaian dunia dan bantuan kemanusiaan, serta bantuan kemampuanpertahanan negara pada departemen atau otoritas sipil lainnya. Dalamspektrum ancaman yang eskalatif dan berkembang ke arah yangmengancam keamanan nasional, diperlukan suatu mekanisme pelibatanunsur-unsur kekuatan nasional secara tepat. Dalam perspektif pertahanannegara, unsur-unsur kekuatan nasional tersebut dikelompokkan dalam 49

×