SlideShare a Scribd company logo
1 of 10
PEMROGRAMAN INTERNET
(E-Transport)
OLEH KELOMPOK 6 :
PANDE BAGUS NARENDRA MAHAPUTRA (1404505075)
JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN PELAJARAN 2015-2016
E-TRANSPORT
1. Konsep E-Transport
E-Transport atau yang lebih dikenal dengan Smart Mobility dalam lingkup
Smart City adalah sebuah konsep dimana mobilitas didukung oleh moda transportasi
yang beragam, ramah lingkungan, dan sangat terintegrasi dengan ITS (Intelligent
Transport System). Smart Mobility berupaya meningkatkan kemampuan kota dalam
memberikan kesempatan akses yang seluas-luasnya pada lokal maupun internasional.
Konsep ini juga dibuat untuk pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan di
masa depan, serta merupakan sebuah sistern pengelolaan terpadu dan diorientasikan
untuk menjamin keberpihakan pada kepentingan publik.
Smart Mobility merupakan bagian pada smart city yang mengkhususkan pada
transportasi dan mobilitas masyarakat. Pada smart mobility ini terdapat proses
transportasi dan mobilitas yang smart, sehingga diharapkan tercipta layanan publik
untuk transportasi dan mobilitas yang lebih baik serta menghapus permasalahan umum
di dalam transpotasi.
2. Ruang Lingkup E-Transport
Lingkup E-Transport dapat berbeda pada masing-masing negara tergantung
kepada kebijakan yang dibuat. Secara umum E-Transport mempunyai lingkup-lingkup
sebagai berikut:
a. Advanced Traveller Information System
Sistem ini secara prinsip adalah sistem informasi yang menjadi panduan
kendaraan untuk mendapatkan route jalan yang optimal. Pada pengembangan
selanjutnya sistem ini bahkan diharapkan mampu untuk membantu pengemudi
mengontrol kendaraan agar sampai ditujuan dengan aman, nyaman dan lancar.
Advanced Traveller Information System merupakan terminologi dari ITS
America, sedangkan pada ITS Japan mengembangkan jenis Advances Navigation
System. Teknologi yang digunakan adalah peta digital berbasis Geographic Information
System (GIS), yang dipasang pada on board unit di kendaraan yang mirip dengan PDA
(Personal Digital Assistant).
b. Advanced Traffic Management System
Advanced Traffic Managent System digunakan oleh pengelola jalan untuk
memantau lalu lintas dan memberikan informasi real time kepada pengguna jalan.
Tujuan sistem ini agar lalu lintas dapat dioptimalkan pada seluruh route alternatif yang
ada, sehingga kemacetan dapat dihindari atau dikurangi dengan memberikan saran
kepada pemakai jalan. Sistem ini juga memberikan informasi adanya hambatan atau
kecelakaan pada route yang akan ditempuh, sehingga pengemudi dapat memakai
alternatif route lain.
Input informasi di dapat dari sensor-sensor yang terpasang di ruas jalan,
misalkan: digital camera video atau cctv, traffic analyzer, traffic counter dan
sebagainya. Sedangkan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai jalan, dapat
digunakan berbagai alternatif media, misalkan: variable message sign atau electronic
sign board, radio siaran khusus pemakai jalan dan sebagainya.
c. Incident Management System.
Incident Management System adalah sistem informasi yang digunakan untuk
berbagai kejadian darurat, misalkan kecelakaan, longsor atau bencana lainnya.
Berdasarkan hasil pemantauan sensor-sensor pada Traffic Management System,
pengelola jalan atau pihak yang berwenang dapat memperoleh informasi lebih awal.
Informasi dapat berupa besarnya kecelakaan, fatalitas kecelakaan, jumlah ambulans
yang diperlukan, tenaga medis yang harus dikirim, alat penolong yang harus
didatangkan dan sebagainya.
Informasi ini juga dapat diteruskan ke pihak-pihak lain yang terkait, misalkan
rumah sakit, pemadam kebakaran dan lainnya. Sistem ini juga dapat memberikan
informasi ke rumah sakit mana yang harus dituju agar korban kecelakaan segra sampai
dengan cepat. Selian itu kondisi korban dapat terlebih dahulu disampaikan ke rumah
sakit tersebut sebelum korban sampai di tempat.
d. Electronic Toll Collection System
Persoalan klasik pada jalan tol adalah lama waktu yang diperlukan untuk
transaksi pelanggan di gerbang tol. Electronic Toll Collection diterapkan untuk
mempersingkat waktu transaksi di gerbang tol dengan prinsip :
1) E-Payment atau Cashless Payment, yaitu pembayaran secara elektronis,
tanpa menggunakan uang tunai.
2) Pemrosesan transaksi secara eletronis menggunakan jalur telekomunikasi
antar gerbang tol.
Pada beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Amerika Serikat, proses
transaksi di gerbang tol dapat dilakukan tanpa kendaraan harus berhenti. Proses
transaksi dilakukan secara wireless antara unit elektronis yang ada di kendaraan (on
board unit) dengan computer network di jalan tol. Sedangkan sebagian negara seperti
malaysia, menggunakan metoda yang masih memerlukan kendaraan untuk berhenti
sebentar, karena pemakai jalan masih harus melakukan scanning kartu pembayaran pada
reader yang tersedia di gardu tol.
e. Assistance For Safe Driving
Assistance for Safe Driving adalah bentuk dari ITS yang sangat maju.
Kendaraan dilengkapi dengan sejumlah sensor yang dapat mengarahkan pengemudi
unuk berkendara dengan aman. Sensor tersebut dihubungkan dengan sebuah komputer
yang terpasang pada kendaraan.
Manfaat dari sensor dan komputer pada kendaraaan adalah memberitahukan
kepada pengemudi jika tanpa sengaja sang pengemudi melakukan hal-hal:
1) Jarak dengan kendaraan lain terlalu dekat.
2) Berada di lajur jalan yang salah.
3) Kecepatan terlalu tinggi.
4) Terlalu dekat dengan tepi jalan, dsb.
f. Support for Public Transportation
ITS jenis ini diterapkan pada moda transpotasi umum, misalnya: pesawat
terbang, bus, kapal laut, ferri, monorail dan kereta api. Selain diterapkan pada wahana
transportasi publik, sistem ini juga diterapkan pada pada prasarana transportasi publik
seperti: stasiun kereta api, terminal bus, shelter bus, pelabuhan dan bandara.
Tujuan penerapan ini agar pemakai transportasi umum mendapatkan informasi
dan proses transaksi yang nyaman dan cepat.
3. Contoh E-Transport
Ada beberapa contoh Smart Mobility (e-Transport) yang sudah berjalan di
beberapa negara, yaitu :
a. CamShare dan The Busway (daerah Cambridgeshire)
Cambridgeshire memiliki sistem transportasi yang cukup baik. Pemerintah
memberi dukungan penuh pada masyarakatnya untuk menggunakan transportasi publik
dan trasportasi yang ramah lingkungan. CamShare dan The Busway merupakan salah
satu terobosan dibidang transportasi yang sudah diterapkan di Cambridgeshire.
1) The Busway
The Busway memiliki jalur yang berbeda dengan busway pada umumnya.
The Busway memiliki jalur tersendiri yang berbentuk seperti jalur trem dan
tidak berada di jalan raya.
The Busway juga memiliki website yang informatif (www.thebusway.info).
Di website ini calon penumpang dapat mengetahui rute, jadwal
kedatangan/keberangkatan bus, serta harga tiket.
The Busway memiliki 3 rute yang menjangkau seluruh kawasan
Cambridgeshire. Halte The Busway juga mempunyai fasilitas yang mendukung
dan memberi kenyamanan bagi penumpang. Misalnya, misalnya Real-Time
Passenger Display dan mesin tiket.
2) CamShare
CamShare adalah sebuah layanan informasi transportasi di Cambridge.
Konsep dari CamShare adalah Sharing Journey. Anggota CamShare dapat
bepergian bersama dengan bersepeda ataupun menggunakan mobil bersama.
CamShare bersifat seperti jejaring sosial yang mempertemukan orang-orang
yang akan bepergian melalui rute yang sama. Website aplikasi CamShare adalah
(https://camshare.liftshare.com/).
b. Tokyo
Perusahaan mobil dari Jepang telah membangun sebuah fasilitas yang diberi
nama Smart Mobility Park yang ada di Tokyo, Jepang. Pembuatan fasilitas ini ditujukan
kepada pemilik mobil Hybrid.
Saat memarkir kendaraan mobil di Smart Mobility Park, konsumen dapat
melakukan pengisian atau charging tenaga mobil listriknya. Fasilitas ini tidak hanya
dapat menciptakan udara yang bersih, tetapi juga memberikan fasilitas sepeda listrik
yang dapat digunakan oleh konsumen yang telah menjadi pelanggan Smart Mobility
Park.
c. Sistem Lampu Lalu Lintas Dinamis
Dengan jumlah perjalanan dengan kendaraan yang mencapai 29 juta di tahun
2010, pergerakan kendaraan di Jakarta termasuk dalam katagori tinggi. Kondisi
pergerakan yang tinggi dan ditambah penanganan transportasi umum yang kurang tepat
menimbulkan tingkat kepadatan yang tinggi di Jakarta.
Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mengurangi kepadatan
lalulintas seperti misalnya penerapan kebijakan Three in One pada jalan-jalan yang
padat untuk membatasi kendaraan yang bisa melintasi jalan-jalan tersebut, park and
ride, dan pengoperasian KRL commuter Jabodetabek dan Transjakarta Busway.
Beberapa pihak juga telah membantu pemeritah dengan memasang CCTV pada
beberapa jalan dan persimpangan jalan yang dapat langsung megirimkan laporan
mengenai keadaan lalu lintas, mengindentisasi pelanggaran-pelanggaran dan
kecelakaan. Akan tetapi sampai saat ini, teknologi yang digunakan belum sejalan
dengan ide untuk membuat kota Jakarta smarter.
Smart city adalah kota yang mempunyai smart mobility. Smart mobility adalah
suatu sistem transportasi yang sangat baik yang dapat dicapai dengan dengan banyak
cara, salah satunya adalah pengaturan dengan baik lampu lalu lintas di persimpangan
jalan yang memegang peran utama dari sistem. Saat sistem kontrol lampu lalu lintas di
Indonesia ditentukan berdasarkan data lalu lintas kendaraan penuh (saturated traffic
flow data) yang didapat dari survei yang dilakukan secara manual. Data-data ini
kemudian dianalisis untuk menentukan interval dan proporsi waktu untuk lampu hijau
untuk digunakan seterusnya sampai ada data baru, yang artinya sistem kontrol lampu
lalu lintasnya tetap.
Jakarta adalah kota yang dinamis dengan keadaan lalu lintas kendaraan yang
tidak dapat diprediksi. Sistem lampu lalu lintas dengan interval waktu yang telah
ditetapkan tidak efisien untuk digunakan di Jakarta. Kota Jakarta membutuhkan sistem
lampu lalu lintas yang dinamis dengan data yang di update berdasarkan data lalu lintas
kendaraan pada saat itu. Seperti disinggung sebelumnya, Jakarta telah mempunyai
CCTV dibeberapa jalan-jalan utama. Idenya adalah untuk mengumpulkan real-time data
lalu lintas kendaraan dari CCTV tersebut dan memasukan data tersebut ke perangkat
lunak the Vehicle Image Recognition Technology (VIRT) yang mampu memberikan
secara real time karakteristik lalu lintas dari setiap CCTV yang terpasang yang meliputi
volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Data-data dari setiap persimpangan jalan
kemudian dikirim ke sistem pengatur utama (main control system) untuk diolah dan
mengupdate interval dan proporsi dari lampu lalu lintas secara otomatis dan dinamis di
setiap persimpangan jalan. Dengan menerapkan sistem lampu lalu lintas yang dinamis
maka akan menguragi kepadatan lalu lintas, antrian kendaraan, waktu tempuh
perjalanan berkurang, smarter mobility dan membuat pergerakan lalu lintas Jakarta
lebih smart dan dapat diandalkan.
4. Fitur-Fitur Unggulan
Terdapat beberapa fitur-fitur unggulan dari Smart Mobility yang nantinya
diharpkan dapat menunjang aktifitas manusia agar lebih efisien. Fitur-fitur tersebut
antara lain :
a. Real Time Journey Information
Layanan informasi memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman
wisatawan substansial:
1) Pengguna dapat memilih pilihan perjalanan berdasarkan preferensi pribadi,
seperti biaya atau kenyamanan.
2) Wisatawan dapat kembali mendapatkan kontrol atas waktu perjalanan mereka
sendiri dan membuat pilihan adaptif untuk menghindari kegagalan sistem.
3) Kepadatan dan kemacetan bisa dihindari, yang meningkatkan kenyamanan
wisatawan.
4) Wisatawan dapat menggunakan waktu perjalanan yang produktif dengan
mengakses layanan online saat mereka melakukan perjalanan.
Informasi juga membantu penyedia layanan untuk meningkatkan kesadaran
tentang berbagai mode perjalanan alternatif yang tersedia, sehingga meningkatkan
karbon yang lebih rendah dan lebih banyak pilihan aktif untuk wisatawan teliti.
b. Sharing Resources
Popularitas dan efektivitas berbagi sumber daya sudah sedang ditunjukkan
melalui keberhasilan saling share kepenggunaan mobil dan inisiatif berbagi sepeda
secara universal. Skema angkat berbagi peer-to-peer berdasarkan platform media sosial
menjadi lebih luas, misalnya Zimride menghubungkan driver antarkota dengan
penumpang di Amerika Serikat, dan BlaBlaCar di Eropa.
c. Pembayaran
Pembayaran dan layanan tiket pintar juga berkontribusi terhadap pengalaman
pengguna dan kenyamanan keputusan perjalanan berkelanjutan. Smart ticketing
menawarkan manfaat dalam mengurangi waktu antrian untuk wisatawan dan cara yang
lebih mudah untuk melompat dari satu modus yang lain.
Solusi cerdas yang menjadi diadopsi secara luas sebagai cara untuk membayar
untuk sistem transportasi massal multi-modal di berbagai belahan dunia. Hal ini juga
menjadi hal umum untuk memperluas penggunaan kartu pintar untuk memasukkan
pembayaran elektronik di gerai ritel, sehingga lebih embedding solusi ticketing sebagai
sistem pembayaran perkotaan yang nyaman.
5. Harapan Ideal
Harapan ideal yang diinginkan dari adanya konsep Smart City terutamanya e-
Transport (Smart Mobility) antara lain sebagai berikut :
a. Masyarakat mendapatkan informasi secara jelas mengenai arus transportasi yang
terjadi di daerahnya sehingga menghindari kemacetan dan meningkatkan
efisiensi waktu.
b. Mempermudah transaksi, misalnya dalam pembayaran jalan toll. Kendaraan
cukup melintas portal toll karena setiap kendaraan terpasang alat yang sudah
terintegrasi dengan bank dari pemilik sehingga pembayaran tidak memerlukan
waktu yang lama.
c. Meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana transportasi publik yang nantinya
diharapkan dapat menguranggi penggunaan sarana transportasi pribadi agar
kemacetan dapat berkurang.
d. Mengurangi kemacetan atau antrian. Seperti yang dijelaskan pada point a, b, dan
c, point utama dari adanya E-Transport ini adalah untuk mengurangi kemacetan
dan antrian yang dapat mengurangi efisiensi waktu masyarakat.
e. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat masyarakat menggunakan
kendaraan di daerah yang terintegrasi E-Transport melalui informasi real time
yang dibagikan, atau melalui kendaraan publik yang aman dan nyaman.
f. Mengurangi polusi lingkungan. Dengan adanya kendaraan publik yang aman
dan nyaman, diharapkan penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan
penggunaannya sehingga polusi udara dapat dikurangi.
g. Mengefisiensikan pengelolaan transportasi. Dengan adanya transportasi publik
yang terintegrasi E-Transport, diharapkan masyarakat dapat beralih
menggunakan fitur tersebut, serta dengan adanya aplikasi yang mendukung E-
Transport tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam berkendara di jalan.
REFERENSI
https://prezi.com/raf8b9e71pzs/smart-mobility/
http://tutor-pengetahuan.blogspot.com/2014/11/smart-city.html
http://kuliah.yu.tl/smart-mobility.xhtml
http://www.tekniksipil.org/transportasi-2/sistem-lampu-lalu-lintas-dinamis-sebuah-
komponen-dari-smart-mobility/
http://inclusivesmartcities.schneider-electric.co.in/the-promise-of-smart-mobility/
http://nurantoro.blogspot.co.id/2006/11/intelligent-transport-system.html

More Related Content

Viewers also liked

Viewers also liked (10)

Tugas3 kelompok 5 rpl(b)
Tugas3 kelompok 5 rpl(b)Tugas3 kelompok 5 rpl(b)
Tugas3 kelompok 5 rpl(b)
 
Visi misi
Visi misiVisi misi
Visi misi
 
1404505075 fuzzy logic mss(b)
1404505075 fuzzy logic mss(b)1404505075 fuzzy logic mss(b)
1404505075 fuzzy logic mss(b)
 
Tugas final 2 presentasi
Tugas final 2 presentasiTugas final 2 presentasi
Tugas final 2 presentasi
 
Perencanaan BRT Kota Semarang
Perencanaan BRT Kota SemarangPerencanaan BRT Kota Semarang
Perencanaan BRT Kota Semarang
 
Analisis sistem transportasi
Analisis sistem transportasiAnalisis sistem transportasi
Analisis sistem transportasi
 
Sistem transportasi
Sistem transportasiSistem transportasi
Sistem transportasi
 
23
2323
23
 
Tugas4 rpl(b) kelompok 5
Tugas4 rpl(b) kelompok 5Tugas4 rpl(b) kelompok 5
Tugas4 rpl(b) kelompok 5
 
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
 

Similar to E-TRANSPORT

Penerapan intelligent transport system
Penerapan intelligent transport systemPenerapan intelligent transport system
Penerapan intelligent transport systemAlvinPrayoga4
 
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxKelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxChristabelaJesselyn
 
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxKelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxChristabelaJesselyn
 
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...pasek_andi
 
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travel
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travelTugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travel
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travelBoy Soebroz
 
Transportasi dki jakarta.
Transportasi dki jakarta.Transportasi dki jakarta.
Transportasi dki jakarta.Astri Ratnasari
 
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGK
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGKSmart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGK
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGKUGK
 
Persentase faiz isma (11 7016 007)
Persentase faiz isma (11 7016 007)Persentase faiz isma (11 7016 007)
Persentase faiz isma (11 7016 007)Faiz Isma
 
A179768 - Projek Akhir
A179768 - Projek AkhirA179768 - Projek Akhir
A179768 - Projek AkhirRaja Norazlina
 
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembang
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembangPengembangan transportasi multimoda pada negara berkembang
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembangOki Endrata Wijaya
 
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEA
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEABab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEA
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEASonny Sakarsono, PhD, DEA
 
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...Febioladhm
 
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek Akhir
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek AkhirLMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek Akhir
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek AkhirHARFALIANABINTIKADIR
 
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR)
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR) LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR)
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR) Nur Othman
 

Similar to E-TRANSPORT (20)

Penerapan intelligent transport system
Penerapan intelligent transport systemPenerapan intelligent transport system
Penerapan intelligent transport system
 
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxKelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
 
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptxKelompok D_ Tubes  Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
Kelompok D_ Tubes Matrans_Sistem Pengendalian Transportasi.pptx
 
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...
Makalah Jaringan Komputer Ide Pemanfaatan ITS dan GoogleMaps Dalam Pencarian ...
 
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travel
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travelTugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travel
Tugas 1 kegunaan komputer dalam bidang travel
 
Transportasi dki jakarta.
Transportasi dki jakarta.Transportasi dki jakarta.
Transportasi dki jakarta.
 
Jurnal akuntansi
Jurnal akuntansiJurnal akuntansi
Jurnal akuntansi
 
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGK
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGKSmart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGK
Smart City_Riska Nurmadita EP6_1 Prodi EP UGK
 
Jarkom kumpul
Jarkom kumpulJarkom kumpul
Jarkom kumpul
 
7 ticketing and information ja final id r1
7 ticketing and information ja final id r17 ticketing and information ja final id r1
7 ticketing and information ja final id r1
 
Sistem transportasi
Sistem transportasiSistem transportasi
Sistem transportasi
 
Persentase faiz isma (11 7016 007)
Persentase faiz isma (11 7016 007)Persentase faiz isma (11 7016 007)
Persentase faiz isma (11 7016 007)
 
A179768 - Projek Akhir
A179768 - Projek AkhirA179768 - Projek Akhir
A179768 - Projek Akhir
 
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembang
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembangPengembangan transportasi multimoda pada negara berkembang
Pengembangan transportasi multimoda pada negara berkembang
 
PIS as a Solution
PIS as a SolutionPIS as a Solution
PIS as a Solution
 
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEA
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEABab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEA
Bab 1. Masalah Kebijakan Transportasi - 2014 by Waluyo Sakarsono, PhD DEA
 
Makalah jarkom
Makalah jarkomMakalah jarkom
Makalah jarkom
 
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...
PPT KELOMPOK 5 (PERENCANAAN TRANSPORTASI DALAM PRESPEKTIF EKONOMI DAN LINGKUN...
 
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek Akhir
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek AkhirLMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek Akhir
LMCP2502 Pengangkutan Bandar - Projek Akhir
 
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR)
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR) LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR)
LMC2502 PENGANGKUTAN BANDAR (PROJEK AKHIR)
 

E-TRANSPORT

  • 1. PEMROGRAMAN INTERNET (E-Transport) OLEH KELOMPOK 6 : PANDE BAGUS NARENDRA MAHAPUTRA (1404505075) JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN PELAJARAN 2015-2016 E-TRANSPORT
  • 2. 1. Konsep E-Transport E-Transport atau yang lebih dikenal dengan Smart Mobility dalam lingkup Smart City adalah sebuah konsep dimana mobilitas didukung oleh moda transportasi yang beragam, ramah lingkungan, dan sangat terintegrasi dengan ITS (Intelligent Transport System). Smart Mobility berupaya meningkatkan kemampuan kota dalam memberikan kesempatan akses yang seluas-luasnya pada lokal maupun internasional. Konsep ini juga dibuat untuk pengelolaan infrastruktur kota yang dikembangkan di masa depan, serta merupakan sebuah sistern pengelolaan terpadu dan diorientasikan untuk menjamin keberpihakan pada kepentingan publik. Smart Mobility merupakan bagian pada smart city yang mengkhususkan pada transportasi dan mobilitas masyarakat. Pada smart mobility ini terdapat proses transportasi dan mobilitas yang smart, sehingga diharapkan tercipta layanan publik untuk transportasi dan mobilitas yang lebih baik serta menghapus permasalahan umum di dalam transpotasi. 2. Ruang Lingkup E-Transport Lingkup E-Transport dapat berbeda pada masing-masing negara tergantung kepada kebijakan yang dibuat. Secara umum E-Transport mempunyai lingkup-lingkup sebagai berikut: a. Advanced Traveller Information System Sistem ini secara prinsip adalah sistem informasi yang menjadi panduan kendaraan untuk mendapatkan route jalan yang optimal. Pada pengembangan selanjutnya sistem ini bahkan diharapkan mampu untuk membantu pengemudi mengontrol kendaraan agar sampai ditujuan dengan aman, nyaman dan lancar. Advanced Traveller Information System merupakan terminologi dari ITS America, sedangkan pada ITS Japan mengembangkan jenis Advances Navigation System. Teknologi yang digunakan adalah peta digital berbasis Geographic Information System (GIS), yang dipasang pada on board unit di kendaraan yang mirip dengan PDA (Personal Digital Assistant). b. Advanced Traffic Management System
  • 3. Advanced Traffic Managent System digunakan oleh pengelola jalan untuk memantau lalu lintas dan memberikan informasi real time kepada pengguna jalan. Tujuan sistem ini agar lalu lintas dapat dioptimalkan pada seluruh route alternatif yang ada, sehingga kemacetan dapat dihindari atau dikurangi dengan memberikan saran kepada pemakai jalan. Sistem ini juga memberikan informasi adanya hambatan atau kecelakaan pada route yang akan ditempuh, sehingga pengemudi dapat memakai alternatif route lain. Input informasi di dapat dari sensor-sensor yang terpasang di ruas jalan, misalkan: digital camera video atau cctv, traffic analyzer, traffic counter dan sebagainya. Sedangkan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai jalan, dapat digunakan berbagai alternatif media, misalkan: variable message sign atau electronic sign board, radio siaran khusus pemakai jalan dan sebagainya. c. Incident Management System. Incident Management System adalah sistem informasi yang digunakan untuk berbagai kejadian darurat, misalkan kecelakaan, longsor atau bencana lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan sensor-sensor pada Traffic Management System, pengelola jalan atau pihak yang berwenang dapat memperoleh informasi lebih awal. Informasi dapat berupa besarnya kecelakaan, fatalitas kecelakaan, jumlah ambulans yang diperlukan, tenaga medis yang harus dikirim, alat penolong yang harus didatangkan dan sebagainya. Informasi ini juga dapat diteruskan ke pihak-pihak lain yang terkait, misalkan rumah sakit, pemadam kebakaran dan lainnya. Sistem ini juga dapat memberikan informasi ke rumah sakit mana yang harus dituju agar korban kecelakaan segra sampai dengan cepat. Selian itu kondisi korban dapat terlebih dahulu disampaikan ke rumah sakit tersebut sebelum korban sampai di tempat. d. Electronic Toll Collection System Persoalan klasik pada jalan tol adalah lama waktu yang diperlukan untuk transaksi pelanggan di gerbang tol. Electronic Toll Collection diterapkan untuk mempersingkat waktu transaksi di gerbang tol dengan prinsip : 1) E-Payment atau Cashless Payment, yaitu pembayaran secara elektronis, tanpa menggunakan uang tunai.
  • 4. 2) Pemrosesan transaksi secara eletronis menggunakan jalur telekomunikasi antar gerbang tol. Pada beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Amerika Serikat, proses transaksi di gerbang tol dapat dilakukan tanpa kendaraan harus berhenti. Proses transaksi dilakukan secara wireless antara unit elektronis yang ada di kendaraan (on board unit) dengan computer network di jalan tol. Sedangkan sebagian negara seperti malaysia, menggunakan metoda yang masih memerlukan kendaraan untuk berhenti sebentar, karena pemakai jalan masih harus melakukan scanning kartu pembayaran pada reader yang tersedia di gardu tol. e. Assistance For Safe Driving Assistance for Safe Driving adalah bentuk dari ITS yang sangat maju. Kendaraan dilengkapi dengan sejumlah sensor yang dapat mengarahkan pengemudi unuk berkendara dengan aman. Sensor tersebut dihubungkan dengan sebuah komputer yang terpasang pada kendaraan. Manfaat dari sensor dan komputer pada kendaraaan adalah memberitahukan kepada pengemudi jika tanpa sengaja sang pengemudi melakukan hal-hal: 1) Jarak dengan kendaraan lain terlalu dekat. 2) Berada di lajur jalan yang salah. 3) Kecepatan terlalu tinggi. 4) Terlalu dekat dengan tepi jalan, dsb. f. Support for Public Transportation ITS jenis ini diterapkan pada moda transpotasi umum, misalnya: pesawat terbang, bus, kapal laut, ferri, monorail dan kereta api. Selain diterapkan pada wahana transportasi publik, sistem ini juga diterapkan pada pada prasarana transportasi publik seperti: stasiun kereta api, terminal bus, shelter bus, pelabuhan dan bandara. Tujuan penerapan ini agar pemakai transportasi umum mendapatkan informasi dan proses transaksi yang nyaman dan cepat. 3. Contoh E-Transport Ada beberapa contoh Smart Mobility (e-Transport) yang sudah berjalan di beberapa negara, yaitu : a. CamShare dan The Busway (daerah Cambridgeshire)
  • 5. Cambridgeshire memiliki sistem transportasi yang cukup baik. Pemerintah memberi dukungan penuh pada masyarakatnya untuk menggunakan transportasi publik dan trasportasi yang ramah lingkungan. CamShare dan The Busway merupakan salah satu terobosan dibidang transportasi yang sudah diterapkan di Cambridgeshire. 1) The Busway The Busway memiliki jalur yang berbeda dengan busway pada umumnya. The Busway memiliki jalur tersendiri yang berbentuk seperti jalur trem dan tidak berada di jalan raya. The Busway juga memiliki website yang informatif (www.thebusway.info). Di website ini calon penumpang dapat mengetahui rute, jadwal kedatangan/keberangkatan bus, serta harga tiket. The Busway memiliki 3 rute yang menjangkau seluruh kawasan Cambridgeshire. Halte The Busway juga mempunyai fasilitas yang mendukung dan memberi kenyamanan bagi penumpang. Misalnya, misalnya Real-Time Passenger Display dan mesin tiket. 2) CamShare CamShare adalah sebuah layanan informasi transportasi di Cambridge. Konsep dari CamShare adalah Sharing Journey. Anggota CamShare dapat bepergian bersama dengan bersepeda ataupun menggunakan mobil bersama. CamShare bersifat seperti jejaring sosial yang mempertemukan orang-orang yang akan bepergian melalui rute yang sama. Website aplikasi CamShare adalah (https://camshare.liftshare.com/). b. Tokyo Perusahaan mobil dari Jepang telah membangun sebuah fasilitas yang diberi nama Smart Mobility Park yang ada di Tokyo, Jepang. Pembuatan fasilitas ini ditujukan kepada pemilik mobil Hybrid.
  • 6. Saat memarkir kendaraan mobil di Smart Mobility Park, konsumen dapat melakukan pengisian atau charging tenaga mobil listriknya. Fasilitas ini tidak hanya dapat menciptakan udara yang bersih, tetapi juga memberikan fasilitas sepeda listrik yang dapat digunakan oleh konsumen yang telah menjadi pelanggan Smart Mobility Park. c. Sistem Lampu Lalu Lintas Dinamis Dengan jumlah perjalanan dengan kendaraan yang mencapai 29 juta di tahun 2010, pergerakan kendaraan di Jakarta termasuk dalam katagori tinggi. Kondisi pergerakan yang tinggi dan ditambah penanganan transportasi umum yang kurang tepat menimbulkan tingkat kepadatan yang tinggi di Jakarta. Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mengurangi kepadatan lalulintas seperti misalnya penerapan kebijakan Three in One pada jalan-jalan yang padat untuk membatasi kendaraan yang bisa melintasi jalan-jalan tersebut, park and ride, dan pengoperasian KRL commuter Jabodetabek dan Transjakarta Busway. Beberapa pihak juga telah membantu pemeritah dengan memasang CCTV pada beberapa jalan dan persimpangan jalan yang dapat langsung megirimkan laporan mengenai keadaan lalu lintas, mengindentisasi pelanggaran-pelanggaran dan kecelakaan. Akan tetapi sampai saat ini, teknologi yang digunakan belum sejalan dengan ide untuk membuat kota Jakarta smarter. Smart city adalah kota yang mempunyai smart mobility. Smart mobility adalah suatu sistem transportasi yang sangat baik yang dapat dicapai dengan dengan banyak cara, salah satunya adalah pengaturan dengan baik lampu lalu lintas di persimpangan jalan yang memegang peran utama dari sistem. Saat sistem kontrol lampu lalu lintas di Indonesia ditentukan berdasarkan data lalu lintas kendaraan penuh (saturated traffic flow data) yang didapat dari survei yang dilakukan secara manual. Data-data ini kemudian dianalisis untuk menentukan interval dan proporsi waktu untuk lampu hijau untuk digunakan seterusnya sampai ada data baru, yang artinya sistem kontrol lampu lalu lintasnya tetap. Jakarta adalah kota yang dinamis dengan keadaan lalu lintas kendaraan yang tidak dapat diprediksi. Sistem lampu lalu lintas dengan interval waktu yang telah ditetapkan tidak efisien untuk digunakan di Jakarta. Kota Jakarta membutuhkan sistem lampu lalu lintas yang dinamis dengan data yang di update berdasarkan data lalu lintas
  • 7. kendaraan pada saat itu. Seperti disinggung sebelumnya, Jakarta telah mempunyai CCTV dibeberapa jalan-jalan utama. Idenya adalah untuk mengumpulkan real-time data lalu lintas kendaraan dari CCTV tersebut dan memasukan data tersebut ke perangkat lunak the Vehicle Image Recognition Technology (VIRT) yang mampu memberikan secara real time karakteristik lalu lintas dari setiap CCTV yang terpasang yang meliputi volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Data-data dari setiap persimpangan jalan kemudian dikirim ke sistem pengatur utama (main control system) untuk diolah dan mengupdate interval dan proporsi dari lampu lalu lintas secara otomatis dan dinamis di setiap persimpangan jalan. Dengan menerapkan sistem lampu lalu lintas yang dinamis maka akan menguragi kepadatan lalu lintas, antrian kendaraan, waktu tempuh perjalanan berkurang, smarter mobility dan membuat pergerakan lalu lintas Jakarta lebih smart dan dapat diandalkan. 4. Fitur-Fitur Unggulan Terdapat beberapa fitur-fitur unggulan dari Smart Mobility yang nantinya diharpkan dapat menunjang aktifitas manusia agar lebih efisien. Fitur-fitur tersebut antara lain : a. Real Time Journey Information Layanan informasi memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan substansial: 1) Pengguna dapat memilih pilihan perjalanan berdasarkan preferensi pribadi, seperti biaya atau kenyamanan. 2) Wisatawan dapat kembali mendapatkan kontrol atas waktu perjalanan mereka sendiri dan membuat pilihan adaptif untuk menghindari kegagalan sistem. 3) Kepadatan dan kemacetan bisa dihindari, yang meningkatkan kenyamanan wisatawan. 4) Wisatawan dapat menggunakan waktu perjalanan yang produktif dengan mengakses layanan online saat mereka melakukan perjalanan. Informasi juga membantu penyedia layanan untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai mode perjalanan alternatif yang tersedia, sehingga meningkatkan karbon yang lebih rendah dan lebih banyak pilihan aktif untuk wisatawan teliti.
  • 8. b. Sharing Resources Popularitas dan efektivitas berbagi sumber daya sudah sedang ditunjukkan melalui keberhasilan saling share kepenggunaan mobil dan inisiatif berbagi sepeda secara universal. Skema angkat berbagi peer-to-peer berdasarkan platform media sosial menjadi lebih luas, misalnya Zimride menghubungkan driver antarkota dengan penumpang di Amerika Serikat, dan BlaBlaCar di Eropa. c. Pembayaran Pembayaran dan layanan tiket pintar juga berkontribusi terhadap pengalaman pengguna dan kenyamanan keputusan perjalanan berkelanjutan. Smart ticketing menawarkan manfaat dalam mengurangi waktu antrian untuk wisatawan dan cara yang lebih mudah untuk melompat dari satu modus yang lain. Solusi cerdas yang menjadi diadopsi secara luas sebagai cara untuk membayar untuk sistem transportasi massal multi-modal di berbagai belahan dunia. Hal ini juga menjadi hal umum untuk memperluas penggunaan kartu pintar untuk memasukkan pembayaran elektronik di gerai ritel, sehingga lebih embedding solusi ticketing sebagai sistem pembayaran perkotaan yang nyaman. 5. Harapan Ideal Harapan ideal yang diinginkan dari adanya konsep Smart City terutamanya e- Transport (Smart Mobility) antara lain sebagai berikut : a. Masyarakat mendapatkan informasi secara jelas mengenai arus transportasi yang terjadi di daerahnya sehingga menghindari kemacetan dan meningkatkan efisiensi waktu. b. Mempermudah transaksi, misalnya dalam pembayaran jalan toll. Kendaraan cukup melintas portal toll karena setiap kendaraan terpasang alat yang sudah terintegrasi dengan bank dari pemilik sehingga pembayaran tidak memerlukan waktu yang lama. c. Meningkatkan kapasitas prasarana dan sarana transportasi publik yang nantinya diharapkan dapat menguranggi penggunaan sarana transportasi pribadi agar kemacetan dapat berkurang.
  • 9. d. Mengurangi kemacetan atau antrian. Seperti yang dijelaskan pada point a, b, dan c, point utama dari adanya E-Transport ini adalah untuk mengurangi kemacetan dan antrian yang dapat mengurangi efisiensi waktu masyarakat. e. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat masyarakat menggunakan kendaraan di daerah yang terintegrasi E-Transport melalui informasi real time yang dibagikan, atau melalui kendaraan publik yang aman dan nyaman. f. Mengurangi polusi lingkungan. Dengan adanya kendaraan publik yang aman dan nyaman, diharapkan penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan penggunaannya sehingga polusi udara dapat dikurangi. g. Mengefisiensikan pengelolaan transportasi. Dengan adanya transportasi publik yang terintegrasi E-Transport, diharapkan masyarakat dapat beralih menggunakan fitur tersebut, serta dengan adanya aplikasi yang mendukung E- Transport tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam berkendara di jalan.