KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2) DAN
KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)
UNTUK PETUGAS PELAYANAN TEKNIK
PT. CREDO INDOELEKTRA
2015
SAFETY COMMITMENTS
LATAR BELAKANG
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Petugas Pelayanan Teknik bekerja berhadapan
langsung dengan instalasi listrik aktif
 Bahaya listrik dapat mengancam pekerja kapan saja
 Untuk mencegah atau mengurangi resiko kecelakaan,
setiap pekerja wajib memiliki keahlian dibidang listrik
(bersertifikat kompetensi), sehingga mampu meng
IDENTIFIKASI BAHAYA LISTRIK di tempat kerja
dengan baik.
 Untuk menciptakan suasana kerja yang AMAN,
ANDAL dan AKRAB bagi manusia dan lingkungan
sekitar dapat dilakukan dengan cara menerapkan
prosedur K2 dan K3 pada setiap pekerjaan.
 Dengan diberlakukannya K2 dan K3 diharapkan dapat
menghasilkan zero accident dan safety condition.
PENGERTIAN K2 dan K3
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN adalah Segala
upaya atau langkah-langkah pengamanan instalasi tenaga listrik
dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan
kondisi andal bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi
manusia, serta kondisi akrab lingkungan, dalam arti tidak
merusak lingkungan hidup di sekitar instalasi tenaga listrik
 KESELAMATAN KERJA adalah suatu usaha pencegahan
terhadap kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan berbagai
kerugian, baik kerugian harta benda (rusaknya peralatan),
maupun kerugian jiwa manusia (luka ringan, luka berat, cacat
bahkan tewas).
 KESEHATAN KERJA adalah suatu upaya atau pemikiran dan
penerapannya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan
kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja
pada khususnya dan manusia pada umumnya.
BAHAYA LISTRIK
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 BAHAYA LISTRIK merupakan segala sesuatu yang dapat
meningkatkan atau menimbulkan kecelakaan, bencana,
kerugian, dan sejenisnya yang diakibatkan oleh adanya arus
listrik.
 Bahaya listrik dapat terjadi karena besarnya arus dan
tegangan induksi yang mengalir dalam tubuh.
 Bahaya yang ditimbulkan oleh
arus/tegangan listrik thd manusia :
 Shock (Kejut)
 Terbakar
 Pingsan
 Kematian
ARUS LISTRIK
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Arus listrik dapat menimbulkan gangguan karena
rangsangan terhadap saraf dan otot.
 Energi panas yang timbul akibat tahanan jaringan
yang dilalui dapat menyebabkan luka bakar.
 Luka bakar ini timbul dapat akibat dari bunga api
listrik yang suhunya dapat mencapai 2.500 derajat
celcius.
 Arus bolak-balik menimbulkan rangsangan otot
berupa kejang-kejang.
 Bila arus tersebut melalui jantung, kekuatan sebesar
60 milliamper saja sudah cukup untuk menimbulkan
gangguan jantung (fibrilasi ventrikel).
Pengaruh besaran arus listrik terhadap tubuh
manusia
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
BESARNYA
ARUS
PENGARUH PADA TUBUH MANUSIA
0 – 0,9 mA Belum merasakan pengaruh
0,9 – 1,2 mA Terasa ada arus listrik
1,2 – 1,6 mA Mulai terasa ada yang merayap
1,6 – 6,0 mA Tangan – siku terasa kesemutan
6,0 – 8,0 mA Kesemutan bertambah, tangan mulai kaku
13,0 – 15,0 mA Rasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih dapat
dilepas dengan tenaga yang besar sekali
15,0 – 20,0 mA Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar
20,0 – 50,0 mA Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia
50,0 – 100,0 mA Batas arus yang dapat menyebabkan kematian
TEGANGAN LISTRIK
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Tegangan yang mengalir pada tubuh manusia dibagi tiga :
Tegangan Sentuh, Langkah dan Pindah
 Sentuhan langsung adalah sentuhan dengan bagian instalasi atau
alat listrik yang aktif
 Sentuhan langsung ini dapat mengakibatkan cidera atau kematian
karena menyentuh tegangan yang cukup tinggi dengan tahanan
yang rendah, jadi menghasilkan arus yang melalui tubuh manusia
cukup besar
 Sentuhan langsung dapat juga terjadi karena kerusakan ataupun
secara tidak sengaja
 Seseorang tidak boleh menyentuh walau sekejappun peralatan
dengan tegangan di atas 100 volt.
 Sentuhan tidak langsung adalah sentuhan dengan bagian konduktif
yang bertegangan apabila ada kerusakan.
Besar tegangan dan waktu sentuh maksimum
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
BESAR
TEGANGAN
SENTUH (Volt)
LAMA SENTUH
MAKS (Detik)
AC DC
< 50 < 120 -
50 120 5,00
75 140 1,00
90 160 0,50
110 175 0,20
150 200 0,10
220 250 0,05
280 310 0,03
Jarak Aman & Nilai Tahanan Tubuh Manusia
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
Jarak Minimum Aman
Kerja (PUIL 2000)
Nilai Tahanan Tubuh
Manusia
TEGANGA
N
JARAK AMAN
Minimum
1 kV 50 cm
12 kV 60 cm
20 kV 75 cm
36 kV 100 cm
BAGIAN
BADAN
NILAI
TAHANAN
(Ω)
Kulit Kering 100 K – 600 K
Kulit Basah 1.000
Bagian dalam 400 -600
Telinga & Bibir 400
KECELAKAAN KERJA
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan / tidak
diharapkan yang dapat menimbulkan berbagai kerugian, baik kerugian
harta benda (rusaknya peralatan) maupun kehilangan jiwa manusia.
 Faktor penyebab kecelakaan kerja dapat terjadi karena 2 hal :
 Unsafe Action : Sikap atau tingkah laku manusia yang tidak aman
(Perilaku bahaya). 80% bahaya kecelakaan kerja umumnya
disebabkan oleh manusia itu sendiri.
Kurang pemahaman, kurang pengetahuan, tidak disiplin,
kelelahan, kondisi mental kurang stabil (emosional, jenuh,
masalah keluarga, situasi kerja kurang kondusif dll)
 Unsafe Condition : Kondisi/keadaan tempat kerja atau
peralatan kerja yang tidak aman. 18% penyebab kecelakaan karena
unsafe condition dan 2% sisanya akibat yang lain.
 Kecelakaan kerja dapat dikurangi dan dicegah dengan penerapan safety
engineering dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai
dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
ALAT PELINDUNG DIRI (APD)
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Dalam melakukan kegiatan yang berkaitan
dengan listrik, mengingat bahaya yang dapat
berakibat fatal, maka dalam kondisi tertentu
sangat dianjurkan atau diharuskan
menggunakan alat-alat pelindung diri
 Pada beberapa peralatan kerja tertentu sudah
dilengkapi dengan isolasi pengaman dengan
batas kemampuan tertentu, tetapi untuk lebih
melindungi manusia dari sengatan listrik masih
diperlukan alat pelindung diri sabagai isolator.
 Alat pelindung diri tersebut pada waktu-waktu
tertentu harus diuji kemampuannya.
ALAT PELINDUNG DIRI
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
HELM
SABUK
PENGAMAN
SEPATU
ISOLASI
KACA MATA
ROMPI
SARUNG
TANGAN
5 Alasan Yang Sering Dikemukakan Pekerja
Tidak Menggunakan APD
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
1) Lupa karena terburu-buru
2) Tidak nyaman dipakai
3) Kurang paham kapan saat memakainya
4) Tidak ada waktu (tidak sempat) untuk
memakainya
5) Merasa tidak akan celaka
Hal-hal Yg Perlu Diperhatikan :
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
PENGAMAN LEBUR
 Periksa dan kencangkan
terminal dan dudukan
pengaman lebur
 Gantilah pengaman lebur
yang telah putus dan juga bila
terdapat gejala kerusakan
 Pengaman lebur harus selalu
terlihat tanda pengenal dari
kemampuan pengaman lebur
 Standarkan ukuran
pengaman lebur sesuai
dengan kapasitasnya
KONDISI PENGHANTAR
 Pemeriksaan secara visual
dan pengujian sifat elektris
terhadap tahanan isolasi
 Kabel-kabel yang letaknya
tersembunyi (saluran
khusus) harus diperiksa dari
kemungkinan adanya
tekukan, gesekan, lecet
isolasinya.
 Periksa apakah dalam
saluran tersebut terdapat
benda-benda lain yang dapat
merusak kabel
Hal-hal Yg Perlu Diperhatikan :
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
PEMUTUS TENAGA
 Pemeliharaan pemutus tenaga
pada umumnya dibagi menjadi
dua kategori yaitu pengujian
mekanis dan elektris.
 Pemutus tenaga harus diusahakan
tetap bersih dari kotoran-kotoran
yang terpapar di sekelilingnya.
 Sambungan yang kendor dapat
mengakibatkan panas berlebihan
pada pemutus tanaga yang dapat
mengakibatkan gangguan.
PERKAKAS KERJA
 Umur suatu perkakas kerja tergantung
kepada cara penggunaannya dan
perawatannya.
 Pemeriksaan secara visual dilakukan
sebelum dan sesudah alat tersebut
digunakan, demikian pula pemeriksaan
waktu alat tersebut dikeluarkan dari
dan masuknya kembali ke gudang.
 Cara-cara pemeliharaan akan
tergantung kepada jenis perkakas dan
cara pemakaiannya.
 Pengujian dan pemeliharaan harus
dilakukan secara teratur.
Hal-hal Yg Perlu Diperhatikan :
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
PEMBUMIAN
 Sistem pembumian dalam suatu sirkit listrik
merupakan bagian yang sangat penting untuk
keamanan baik manusia maupun peralatan
listrik.
 Seluruh sistem pembumian harus diperiksa
agar kondisinya dalam keadaan baik.
 Tempat-tempat penyambungan harus
diperiksa pada waktu-waktu tertentu agar
dapat diketahui bila terdapat kerusakan /
kendor.
 Tahanan tanah harus diukur kondisinya dan
dicatat apakah masih dalam kondisi baik/
memenuhi standar.
Hal-hal Yg Perlu Diperhatikan :
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
PENGAMANAN AREA KERJA
 Yakinkan bahwa daerah yang akan dilakukan pemeliharaan/perbaikan
dalam kondisi aman.
 Pasang tanda-tanda yang cukup jelas dan dapat dimengerti oleh semua
orang tentang adanya suatu kegiatan pemeliharaan/perbaikan.
 Bila mungkin pasang segel pada
tempat-tempat tertentu
sehingga setiap orang
memahami bahwa ada kegiatan
perbaikan / pemeliharaan
diareal tersebut.
PENUTUP
PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015
 Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah upaya yang
baik dalam usaha mencegah/ mengurangi kecelakaan
ditempat kerja.
 Keselamatan dan Kesehatan Kerja bukan hanya
simbolis, tetapi harus dihayati dan dilaksanakan
(diamalkan) karena merupakan bagian dari kebutuhan
hidup
 Terjadinya kecelakaan di tempat kerja tidak bisa
ditolerir
 Calon korban kecelakaan adalah manusia, kecelakaan
datannya juga dari manusia, kecelakaan dapat dicegah
atau dikurangi oleh manusia itu sendiri.
TERIMA KASIH
Utamakan Keselamatan Kerja

Sosialisasi K2/K3 Listrik

  • 1.
    KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2)DAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK PETUGAS PELAYANAN TEKNIK PT. CREDO INDOELEKTRA 2015 SAFETY COMMITMENTS
  • 2.
    LATAR BELAKANG PT. CREDOINDOELEKTRA, 2015  Petugas Pelayanan Teknik bekerja berhadapan langsung dengan instalasi listrik aktif  Bahaya listrik dapat mengancam pekerja kapan saja  Untuk mencegah atau mengurangi resiko kecelakaan, setiap pekerja wajib memiliki keahlian dibidang listrik (bersertifikat kompetensi), sehingga mampu meng IDENTIFIKASI BAHAYA LISTRIK di tempat kerja dengan baik.  Untuk menciptakan suasana kerja yang AMAN, ANDAL dan AKRAB bagi manusia dan lingkungan sekitar dapat dilakukan dengan cara menerapkan prosedur K2 dan K3 pada setiap pekerjaan.  Dengan diberlakukannya K2 dan K3 diharapkan dapat menghasilkan zero accident dan safety condition.
  • 3.
    PENGERTIAN K2 danK3 PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015  KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN adalah Segala upaya atau langkah-langkah pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik untuk mewujudkan kondisi andal bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi manusia, serta kondisi akrab lingkungan, dalam arti tidak merusak lingkungan hidup di sekitar instalasi tenaga listrik  KESELAMATAN KERJA adalah suatu usaha pencegahan terhadap kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan berbagai kerugian, baik kerugian harta benda (rusaknya peralatan), maupun kerugian jiwa manusia (luka ringan, luka berat, cacat bahkan tewas).  KESEHATAN KERJA adalah suatu upaya atau pemikiran dan penerapannya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya.
  • 4.
    BAHAYA LISTRIK PT. CREDOINDOELEKTRA, 2015  BAHAYA LISTRIK merupakan segala sesuatu yang dapat meningkatkan atau menimbulkan kecelakaan, bencana, kerugian, dan sejenisnya yang diakibatkan oleh adanya arus listrik.  Bahaya listrik dapat terjadi karena besarnya arus dan tegangan induksi yang mengalir dalam tubuh.  Bahaya yang ditimbulkan oleh arus/tegangan listrik thd manusia :  Shock (Kejut)  Terbakar  Pingsan  Kematian
  • 5.
    ARUS LISTRIK PT. CREDOINDOELEKTRA, 2015  Arus listrik dapat menimbulkan gangguan karena rangsangan terhadap saraf dan otot.  Energi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui dapat menyebabkan luka bakar.  Luka bakar ini timbul dapat akibat dari bunga api listrik yang suhunya dapat mencapai 2.500 derajat celcius.  Arus bolak-balik menimbulkan rangsangan otot berupa kejang-kejang.  Bila arus tersebut melalui jantung, kekuatan sebesar 60 milliamper saja sudah cukup untuk menimbulkan gangguan jantung (fibrilasi ventrikel).
  • 6.
    Pengaruh besaran aruslistrik terhadap tubuh manusia PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 BESARNYA ARUS PENGARUH PADA TUBUH MANUSIA 0 – 0,9 mA Belum merasakan pengaruh 0,9 – 1,2 mA Terasa ada arus listrik 1,2 – 1,6 mA Mulai terasa ada yang merayap 1,6 – 6,0 mA Tangan – siku terasa kesemutan 6,0 – 8,0 mA Kesemutan bertambah, tangan mulai kaku 13,0 – 15,0 mA Rasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih dapat dilepas dengan tenaga yang besar sekali 15,0 – 20,0 mA Otot tidak sanggup lagi melepaskan penghantar 20,0 – 50,0 mA Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia 50,0 – 100,0 mA Batas arus yang dapat menyebabkan kematian
  • 7.
    TEGANGAN LISTRIK PT. CREDOINDOELEKTRA, 2015  Tegangan yang mengalir pada tubuh manusia dibagi tiga : Tegangan Sentuh, Langkah dan Pindah  Sentuhan langsung adalah sentuhan dengan bagian instalasi atau alat listrik yang aktif  Sentuhan langsung ini dapat mengakibatkan cidera atau kematian karena menyentuh tegangan yang cukup tinggi dengan tahanan yang rendah, jadi menghasilkan arus yang melalui tubuh manusia cukup besar  Sentuhan langsung dapat juga terjadi karena kerusakan ataupun secara tidak sengaja  Seseorang tidak boleh menyentuh walau sekejappun peralatan dengan tegangan di atas 100 volt.  Sentuhan tidak langsung adalah sentuhan dengan bagian konduktif yang bertegangan apabila ada kerusakan.
  • 8.
    Besar tegangan danwaktu sentuh maksimum PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 BESAR TEGANGAN SENTUH (Volt) LAMA SENTUH MAKS (Detik) AC DC < 50 < 120 - 50 120 5,00 75 140 1,00 90 160 0,50 110 175 0,20 150 200 0,10 220 250 0,05 280 310 0,03
  • 9.
    Jarak Aman &Nilai Tahanan Tubuh Manusia PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 Jarak Minimum Aman Kerja (PUIL 2000) Nilai Tahanan Tubuh Manusia TEGANGA N JARAK AMAN Minimum 1 kV 50 cm 12 kV 60 cm 20 kV 75 cm 36 kV 100 cm BAGIAN BADAN NILAI TAHANAN (Ω) Kulit Kering 100 K – 600 K Kulit Basah 1.000 Bagian dalam 400 -600 Telinga & Bibir 400
  • 10.
    KECELAKAAN KERJA PT. CREDOINDOELEKTRA, 2015  Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan / tidak diharapkan yang dapat menimbulkan berbagai kerugian, baik kerugian harta benda (rusaknya peralatan) maupun kehilangan jiwa manusia.  Faktor penyebab kecelakaan kerja dapat terjadi karena 2 hal :  Unsafe Action : Sikap atau tingkah laku manusia yang tidak aman (Perilaku bahaya). 80% bahaya kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh manusia itu sendiri. Kurang pemahaman, kurang pengetahuan, tidak disiplin, kelelahan, kondisi mental kurang stabil (emosional, jenuh, masalah keluarga, situasi kerja kurang kondusif dll)  Unsafe Condition : Kondisi/keadaan tempat kerja atau peralatan kerja yang tidak aman. 18% penyebab kecelakaan karena unsafe condition dan 2% sisanya akibat yang lain.  Kecelakaan kerja dapat dikurangi dan dicegah dengan penerapan safety engineering dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
  • 11.
    ALAT PELINDUNG DIRI(APD) PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015  Dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan listrik, mengingat bahaya yang dapat berakibat fatal, maka dalam kondisi tertentu sangat dianjurkan atau diharuskan menggunakan alat-alat pelindung diri  Pada beberapa peralatan kerja tertentu sudah dilengkapi dengan isolasi pengaman dengan batas kemampuan tertentu, tetapi untuk lebih melindungi manusia dari sengatan listrik masih diperlukan alat pelindung diri sabagai isolator.  Alat pelindung diri tersebut pada waktu-waktu tertentu harus diuji kemampuannya.
  • 12.
    ALAT PELINDUNG DIRI PT.CREDO INDOELEKTRA, 2015 HELM SABUK PENGAMAN SEPATU ISOLASI KACA MATA ROMPI SARUNG TANGAN
  • 13.
    5 Alasan YangSering Dikemukakan Pekerja Tidak Menggunakan APD PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 1) Lupa karena terburu-buru 2) Tidak nyaman dipakai 3) Kurang paham kapan saat memakainya 4) Tidak ada waktu (tidak sempat) untuk memakainya 5) Merasa tidak akan celaka
  • 14.
    Hal-hal Yg PerluDiperhatikan : PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 PENGAMAN LEBUR  Periksa dan kencangkan terminal dan dudukan pengaman lebur  Gantilah pengaman lebur yang telah putus dan juga bila terdapat gejala kerusakan  Pengaman lebur harus selalu terlihat tanda pengenal dari kemampuan pengaman lebur  Standarkan ukuran pengaman lebur sesuai dengan kapasitasnya KONDISI PENGHANTAR  Pemeriksaan secara visual dan pengujian sifat elektris terhadap tahanan isolasi  Kabel-kabel yang letaknya tersembunyi (saluran khusus) harus diperiksa dari kemungkinan adanya tekukan, gesekan, lecet isolasinya.  Periksa apakah dalam saluran tersebut terdapat benda-benda lain yang dapat merusak kabel
  • 15.
    Hal-hal Yg PerluDiperhatikan : PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 PEMUTUS TENAGA  Pemeliharaan pemutus tenaga pada umumnya dibagi menjadi dua kategori yaitu pengujian mekanis dan elektris.  Pemutus tenaga harus diusahakan tetap bersih dari kotoran-kotoran yang terpapar di sekelilingnya.  Sambungan yang kendor dapat mengakibatkan panas berlebihan pada pemutus tanaga yang dapat mengakibatkan gangguan. PERKAKAS KERJA  Umur suatu perkakas kerja tergantung kepada cara penggunaannya dan perawatannya.  Pemeriksaan secara visual dilakukan sebelum dan sesudah alat tersebut digunakan, demikian pula pemeriksaan waktu alat tersebut dikeluarkan dari dan masuknya kembali ke gudang.  Cara-cara pemeliharaan akan tergantung kepada jenis perkakas dan cara pemakaiannya.  Pengujian dan pemeliharaan harus dilakukan secara teratur.
  • 16.
    Hal-hal Yg PerluDiperhatikan : PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 PEMBUMIAN  Sistem pembumian dalam suatu sirkit listrik merupakan bagian yang sangat penting untuk keamanan baik manusia maupun peralatan listrik.  Seluruh sistem pembumian harus diperiksa agar kondisinya dalam keadaan baik.  Tempat-tempat penyambungan harus diperiksa pada waktu-waktu tertentu agar dapat diketahui bila terdapat kerusakan / kendor.  Tahanan tanah harus diukur kondisinya dan dicatat apakah masih dalam kondisi baik/ memenuhi standar.
  • 17.
    Hal-hal Yg PerluDiperhatikan : PT. CREDO INDOELEKTRA, 2015 PENGAMANAN AREA KERJA  Yakinkan bahwa daerah yang akan dilakukan pemeliharaan/perbaikan dalam kondisi aman.  Pasang tanda-tanda yang cukup jelas dan dapat dimengerti oleh semua orang tentang adanya suatu kegiatan pemeliharaan/perbaikan.  Bila mungkin pasang segel pada tempat-tempat tertentu sehingga setiap orang memahami bahwa ada kegiatan perbaikan / pemeliharaan diareal tersebut.
  • 18.
    PENUTUP PT. CREDO INDOELEKTRA,2015  Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah upaya yang baik dalam usaha mencegah/ mengurangi kecelakaan ditempat kerja.  Keselamatan dan Kesehatan Kerja bukan hanya simbolis, tetapi harus dihayati dan dilaksanakan (diamalkan) karena merupakan bagian dari kebutuhan hidup  Terjadinya kecelakaan di tempat kerja tidak bisa ditolerir  Calon korban kecelakaan adalah manusia, kecelakaan datannya juga dari manusia, kecelakaan dapat dicegah atau dikurangi oleh manusia itu sendiri.
  • 19.