Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1999 mengatur arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa di luar peradilan umum. Undang-undang ini menetapkan definisi, tata cara, dan syarat arbitrase serta alternatif penyelesaian sengketa yang bertujuan mempercepat penyelesaian sengketa perdata dan menanggapi perkembangan hukum dan bisnis. Pengaturan ini mencakup kewenangan arbiter, proses penyelesaian sengketa, serta bentuk perjanjian yang mengikat para pihak dalam sengketa.