Pada dasarnya setiap manusia cenderung untuk
mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik, lebih
matang dan lebih mantap. Namun kecenderungan
seseorang untuk menimbulkan kemampuannya tidak
terwujud begitu saja, tanpa ada upaya untuk
pengembangan kepribadian yang dimilikinya, karena setiap
manusia memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri.
Sejauh mana kepribadian terwujud sangat ditentukan oleh
seberapa jauh lingkungan mendorong untuk
perkembangan terhadap konsep diri seseorang dan
seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu
belajar agar lebih baik lagi.
Menurut Poerwadarminto pengenalan
artinya proses membuat suatu hal yang
    tidak mengerti menjadi mengerti
 sedangkan diri artinya orang seorang
         tidak dengan orang lain.
Menurut John Robert Powers (1977),
Pengenalan Diri adalah kesadaran dan
pemahaman terhadap dirinya sendiri yang
meliputi ; siapa aku, apa kemampuanku, apa
kekuranganku, apa kelebihanku, apa
perananku, dan apa keinginanku. Pengenalan
diri menjadi dasar perilaku hidup sehari-hari
yang disadari. Kesadaran dan pemahaman
akan dirinya semakin mencerminkan prinsip
hidup dan kehidupannya.
Sedangkan      menurut       Noesjirwan
Koentjoro (1989), Pengenalan Diri adalah
kemampuan      seseorang    untuk   melihat
kekuatan dan kelemahan yang ada pada
dirinya, sehingga dapat melakukan respon
yang tepat terhadap tuntutan yang muncul
dari dalam maupun dari luar.
Menurut Grinder (1978) Pengenalan Diri
adalah suatu cara untuk membentuk konsep diri.



   Jadi, Pengenalan Diri adalah memahami
dan mengerti totalitas yang ada di dalam
diri kita. Baik itu kelemahan, kelebihan,
baik atau buruknya diri seseorang tersebut.
Dengan adanya pemahaman terhadap konsep diri, diharapkan :



1. Tumbuhnya kesadaran seseorang untuk memahami dan mengenali
   dirinya serta mampu mengembangkan kemampuannya.



2. Terbentuknya sikap dan perilaku percaya diri serta prinsip hidup
   menuju kehidupan yang sejahtera. Sikap dan perilaku percaya diri
   adalah kemampuan mengekspresikan diri atau mengemukakan
   hak-hak pribadi serta mempertahankannya tanpa melanggar hak
   orang lain.
MENGAPA PENGENALAN
   DIRI DIPERLUKAN
 Setiap orang perlu mengetahui dan memahami
  dirinya serta mampu menumbuhkan dan
  mengembangkan kemampuannya. Setelah
  seseorang mengetahui dirinya, maka terbentuklah
  sikap dan perilaku dalam menentukan arah dan
  prinsip hidup yang diinginkan. Seseorang yang
  mempunyai konsep diri, dapat menilai dirinya
  dalam menjalankan peranan hidup berkeluarga
  atau dalam masyarakat tanpa merasa lebih atau
  kurang terhadap kemampuan dan bersikap
  kepada orang lain. Perilaku seseorang dalam
  kehidupan bermasyarakat merupakan faktor yang
  menentukan, dengan demikian ‘pengenalan diri’
  seseorang bukan suatu yang langsung jadi,
  melainkan diperoleh dan dibentuk melalui
  pendidikan, pengalaman serta pengaruh
  lingkungan.
Pengenalan Diri tidak datang begitu saja, untuk bisa
mengenal diri lebih baik perlu memperhatikan cara-
cara untuk mengenal diri.



Pengenalan Diri dapat dilakukan dengan cara :
Sebuah kapal yang akan berlayar pasti membutuhkan petunjuk
arah. Namun tak kalah pentingnya adalah selalu mengetahui posisi
yang benar ketika di lautan lepas. Karena sedikit kekeliruan membuat
kapal tersesat dan kehilangan arah. Demikian halnya kehidupan kita.
Secara berkala kita perlu evaluasi. Ada banyak peristiwa di mana kita
harus belajar dan membiasakan introspeksi diri. Bercermin untuk
mengetahui kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat
mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi.

     Introspeksi Diri adalah mengoreksi apa yang sudah dilakukan.
Introspeksi diri dapat dilakukan dengan mengetahui kelemahan dan
kelebihan yang dimiliki masing-masing individu.
Introspeksi Diri adalah mengoreksi
apa yang sudah dilakukan.
Introspeksi diri dapat dilakukan
dengan mengetahui kelemahan
dan kelebihan yang dimiliki masing-
masing individu.
   Merupakan proses dimana seseorang memberi tahu berdasarkan
pengamatan dan perasaan tentang tingkah laku seseorang.

   Pemberian umpan balik akan efektif apabila :
3. PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS

Adalah tindakan yang pengenalan diri yang dilakukan
dengan cara melakukan pemeriksaan ke psikolog atau
psikiater. Hal ini dapat terjadi akibat kurangnya
pemahaman terhadap diri sendiri sehingga tidak dapat
melakukan proses introspeksi diri dan feed back.
Tindakan ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Harry Ingham dan Joseph Luft dalam
“JOHARI WINDOWS” menyatakan manusia
memiliki 4 daerah pengenalan diri yaitu:

- Daerah Terbuka    (Open Area)
- Daerah Buta       (Blind Area)
- Daerah Tertutup   (Hidden Area)
- Daerah Gelap      (Unknow Area)
DIRI SENDIRI

             DIKENAL                   TIDAK DIKENAL

  DIKENAL
                OPEN AREA             BLIND AREA
ORANG LAIN

               HIDDEN AREA       UNKNOW AREA
   TIDAK
  DIKENAL
KETERANGAN

Mengenal diri sendiri dengan baik dan orang lain pu
mengenalnya dengan baik. Memiliki sikap/sifat
terbuka dan suka bergaul (Extravert). Diantara ke
empat sifat diatas sifat ini paling bagus.

Tidak mengenal diri sendiri dengan baik tetapi orang
lain mengenalnya dengan baik. Memiliki sifat tidak
bisa melihat kedalam diri (introspkesi diri), egois,
dan suka bergaul maka dari itu orang lain
mengenalnya dengan baik. Untuk memperbaiki sifat
ini dapat dilakukan dengan cara umpan balik (feed
back).
Mengenal diri sendiri dan tidak dikenal
orang lain. Memiliki sifat tertutup dan
tidak suka bergaul (introvert). Untuk
memperbaiki sifat ini perlu dilakukan
cara Introspeksi diri.


Tidak mengenal diri sendiri dan tidak
dikenal orang lain. Orang yang kaku.
Solusi untuk memperbaiki sifat ini adalah
dengan cara pemeriksaan psikologis ke
psikiater.
Tugas personality development

Tugas personality development

  • 3.
    Pada dasarnya setiapmanusia cenderung untuk mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik, lebih matang dan lebih mantap. Namun kecenderungan seseorang untuk menimbulkan kemampuannya tidak terwujud begitu saja, tanpa ada upaya untuk pengembangan kepribadian yang dimilikinya, karena setiap manusia memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri. Sejauh mana kepribadian terwujud sangat ditentukan oleh seberapa jauh lingkungan mendorong untuk perkembangan terhadap konsep diri seseorang dan seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu belajar agar lebih baik lagi.
  • 4.
    Menurut Poerwadarminto pengenalan artinyaproses membuat suatu hal yang tidak mengerti menjadi mengerti sedangkan diri artinya orang seorang tidak dengan orang lain.
  • 5.
    Menurut John RobertPowers (1977), Pengenalan Diri adalah kesadaran dan pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi ; siapa aku, apa kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku. Pengenalan diri menjadi dasar perilaku hidup sehari-hari yang disadari. Kesadaran dan pemahaman akan dirinya semakin mencerminkan prinsip hidup dan kehidupannya.
  • 6.
    Sedangkan menurut Noesjirwan Koentjoro (1989), Pengenalan Diri adalah kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya, sehingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap tuntutan yang muncul dari dalam maupun dari luar.
  • 7.
    Menurut Grinder (1978)Pengenalan Diri adalah suatu cara untuk membentuk konsep diri. Jadi, Pengenalan Diri adalah memahami dan mengerti totalitas yang ada di dalam diri kita. Baik itu kelemahan, kelebihan, baik atau buruknya diri seseorang tersebut.
  • 8.
    Dengan adanya pemahamanterhadap konsep diri, diharapkan : 1. Tumbuhnya kesadaran seseorang untuk memahami dan mengenali dirinya serta mampu mengembangkan kemampuannya. 2. Terbentuknya sikap dan perilaku percaya diri serta prinsip hidup menuju kehidupan yang sejahtera. Sikap dan perilaku percaya diri adalah kemampuan mengekspresikan diri atau mengemukakan hak-hak pribadi serta mempertahankannya tanpa melanggar hak orang lain.
  • 9.
    MENGAPA PENGENALAN DIRI DIPERLUKAN  Setiap orang perlu mengetahui dan memahami dirinya serta mampu menumbuhkan dan mengembangkan kemampuannya. Setelah seseorang mengetahui dirinya, maka terbentuklah sikap dan perilaku dalam menentukan arah dan prinsip hidup yang diinginkan. Seseorang yang mempunyai konsep diri, dapat menilai dirinya dalam menjalankan peranan hidup berkeluarga atau dalam masyarakat tanpa merasa lebih atau kurang terhadap kemampuan dan bersikap kepada orang lain. Perilaku seseorang dalam kehidupan bermasyarakat merupakan faktor yang menentukan, dengan demikian ‘pengenalan diri’ seseorang bukan suatu yang langsung jadi, melainkan diperoleh dan dibentuk melalui pendidikan, pengalaman serta pengaruh lingkungan.
  • 10.
    Pengenalan Diri tidakdatang begitu saja, untuk bisa mengenal diri lebih baik perlu memperhatikan cara- cara untuk mengenal diri. Pengenalan Diri dapat dilakukan dengan cara :
  • 11.
    Sebuah kapal yangakan berlayar pasti membutuhkan petunjuk arah. Namun tak kalah pentingnya adalah selalu mengetahui posisi yang benar ketika di lautan lepas. Karena sedikit kekeliruan membuat kapal tersesat dan kehilangan arah. Demikian halnya kehidupan kita. Secara berkala kita perlu evaluasi. Ada banyak peristiwa di mana kita harus belajar dan membiasakan introspeksi diri. Bercermin untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan pribadi, agar dapat mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Introspeksi Diri adalah mengoreksi apa yang sudah dilakukan. Introspeksi diri dapat dilakukan dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimiliki masing-masing individu.
  • 12.
    Introspeksi Diri adalahmengoreksi apa yang sudah dilakukan. Introspeksi diri dapat dilakukan dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimiliki masing- masing individu.
  • 13.
    Merupakan proses dimana seseorang memberi tahu berdasarkan pengamatan dan perasaan tentang tingkah laku seseorang.  Pemberian umpan balik akan efektif apabila :
  • 14.
    3. PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS Adalahtindakan yang pengenalan diri yang dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan ke psikolog atau psikiater. Hal ini dapat terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap diri sendiri sehingga tidak dapat melakukan proses introspeksi diri dan feed back. Tindakan ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.
  • 15.
    Harry Ingham danJoseph Luft dalam “JOHARI WINDOWS” menyatakan manusia memiliki 4 daerah pengenalan diri yaitu: - Daerah Terbuka (Open Area) - Daerah Buta (Blind Area) - Daerah Tertutup (Hidden Area) - Daerah Gelap (Unknow Area)
  • 16.
    DIRI SENDIRI DIKENAL TIDAK DIKENAL DIKENAL OPEN AREA BLIND AREA ORANG LAIN HIDDEN AREA UNKNOW AREA TIDAK DIKENAL
  • 17.
    KETERANGAN  Mengenal diri sendiridengan baik dan orang lain pu mengenalnya dengan baik. Memiliki sikap/sifat terbuka dan suka bergaul (Extravert). Diantara ke empat sifat diatas sifat ini paling bagus.  Tidak mengenal diri sendiri dengan baik tetapi orang lain mengenalnya dengan baik. Memiliki sifat tidak bisa melihat kedalam diri (introspkesi diri), egois, dan suka bergaul maka dari itu orang lain mengenalnya dengan baik. Untuk memperbaiki sifat ini dapat dilakukan dengan cara umpan balik (feed back).
  • 18.
    Mengenal diri sendiridan tidak dikenal orang lain. Memiliki sifat tertutup dan tidak suka bergaul (introvert). Untuk memperbaiki sifat ini perlu dilakukan cara Introspeksi diri. Tidak mengenal diri sendiri dan tidak dikenal orang lain. Orang yang kaku. Solusi untuk memperbaiki sifat ini adalah dengan cara pemeriksaan psikologis ke psikiater.