Belajar Anak = Dewasa ?
• .Proses belajarnya
tergantung pada orang
lain.
• .Berharap mendapat
jawaban dari orang lain
atas pertanyaan yang
muncul dalam benaknya.
• .Ingin diberi tahu apa
yang perlu mereka
lakukan
• .Mampu mandiri dalam
belajar dan tidak ingin
dipaksa.
• .Berharap mampu menjawab
pertanyaan-pertanyaan
berdasarkan pengalaman
sendiri.
• .Melakukan sesuatu
berdasarkan apa yang ingin
mereka ketahui.
:
:
.
Un Freezing
Menggoyahkan
Keyakinan Lama
Moving
Menunjukkan
Model Ideal
Refreezing
Menerapkan
& penguatan
• UN-FREEZING
 Asumsi, persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan
 Harus “menyentuh afeksi”
 Dengan structured experience dan student centered
 mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya
• MOVING
 Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal)
 Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal
• RE-FREEZING
 Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan
baru dengan situasi nyata
 Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai
Concrete
Experience
Reflective
Observation
Abstract
ConceptualActive
Experimentation
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Tahapan kerja trainer
– Aktivitas tugas trainer dalam melakukan
analisa kebutuhan pelatihan
– Aktivitas tugas trainer dalam mendesain
program pelatihan
– Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan
program pelatihan
– Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi
program pelatihan
• Melakukan analisa kebutuhan
• Mendesain program pelatihan
• Meng-conduct program pelatihan
• Mengevaluasi efektivitas program
• ‘Membaca’ adanya kebutuhan
• Mengkonsultasikan dengan klien
• Mendefinisikan
simptom/masalah
• Mendesain metode pengumpulan
data
• Mengumpulkan data
• Menganalisa data
• Menentukan subyek pelatihan
• Menentukan sasaran (objective)
• Berdiskusi dengan ahli tentang subyek
yang telah ditentukan
• Dapatkan deskripsi calon peserta
• Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam
pelatihan
• Menstrukturkan bahan pelatihan
• Menentukan strategi pelatihan
• Membuat bahan pegangan siswa dan
fasilitator
• Siapkan bahan atau alat bantu visual
• Minta pendapat dengan para fasilitator
• Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya
• Revisi bahan
• Kokohkan penggunaan bahan
• Memberikan pre-test kepada
peserta
• Conduct training session
• Mengukur kemajuan belajar
• End-of course evaluation dan action plan
• Debriefing Line Manager
• Melakukan review atas evaluasi pelatihan
• Melakukan evaluasi medium / long term
• Memahami perkembangan yang terjadi dalam
organisasi / perusahaan
• Peka terhadap pengembangan kompetensi
karyawan / anggota organisasi
• Mampu menggali informasi dengan akurat
• Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan
sumber penyebab dari gejala yang muncul
• Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku
• Mampu menciptakan situasi belajar yang
memancing keterlibatan peserta
• Peka terhadap orang lain, open-minded, dan
tidak takut menerima kritik
• Memahami kelebihan dan kekurangannya
dalam menyampaikan materi pelatihan
• Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan
orang lain.
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Tujuan melakukan analisa kebutuhan
– Tingkatan analisa kebutuhan
– Langkah-langkah melakukan analisa
kebutuhan
• Sesuai dengan kebutuhan.
• Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi
solusi dari masalah.
• Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup
hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa
yang mendalam.
• Mengidentifikasi pengetahuan,
ketrampilan, dan perilaku kerja yang
dibutuhkan individu, kelompok, dan
organisasi untuk meningkatkan
kinerja.
• Terutama pengetahuan, ketrampilan,
dan perilaku kerja yang dapat
diintervensi oleh pelatihan
• Analisa organisasi
• Analisa pekerjaan
• Analisa individu
• Rencana strategis
organisasi
• Ada sistem/standar baru
• Tingkat turn-over tinggi
• Turunnya moral
karyawan
• Perubahan lingkungan
eksternal
• Memperjelas pemahaman mengenai
apa yang disepakati sebagai kinerja
suatu pekerjaan
• Memperjelas pemahaman mengenai
lingkungan kerja yang dibutuhkan
pelaku pekerjaan agar dapat
berprestasi
• Menganalisis pengetahuan,
ketrampilan, dan perilaku kerja yang
dibutuhkan pelaku pekerjaan agar
berprestasi
• Perubahan kompetensi yang
dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas
• Adanya teknologi / alat kerja
baru
Mengidentifikasi kesenjangan antara
pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan
perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku
pekerjaan, dengan yang dituntut.
• Karyawan baru atau transfer
karyawan
• Kenaikan jabatan
• Skill yang dimiliki tidak
memenuhi tugas yang ada
• Kebutuhan karyawan untuk
terus mengembangkan
kemampuannya
SATU: Identifikasi Masalah
• Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP
• Lakukan gap analysis
• Tetapkan sararan IKP
– Note: Because the purpose of training is to HELP
solve organizational problems, we must have a
clear understanding of what the organizational
problems are.
TIGA: Kumpulkan Data
• Lakukan survey
• Sebarkan kuesioner
• Lakukan interview
• Pelajari dokumen-dokumen kerja
• Observasi orang ketika bekerja
DUA: Tentukan desain pengumpulan data
– Pilih metode pengumpulan data dengan
mempertimbangkan hambatan-hambatan
yang ada.
• Attitude survey
• Assessment center
• Employee interview
• Management interview
• Observation of behavior
• Performance appraisal
• Performance document
• Questionnaire
• Lakukan analisis kualitatif
– Lakukan content-analysis; misalnya
mengkategorikan setiap informasi pada
kategori positif atau negatif
• Lakukan analisis kuantitatif
– Lakukan analisis statistik sederhana
• Susun solusi / saran
EMPAT: Analisis Data
• Pelatihan merupakan solusi yang
tepat, hanya apabila:
– Terjadi kesenjangan kinerja (lack of
performance) yang penting
– Kesenjangan tersebut disebabkan
kesenjangan knowledge/skill
– Individu memiliki potensi untuk
menyerap / mempraktekkan
pelatihan yang didapat
– Individu belum pernah mendpatkan
pelatihan yang sama sebelumnya
Ada
kesenjangan
kinerja ?
Penting ? Unsignifikan
Problem
Recruitment
Problem
Lingkungan tidak mendukung
Prestasi tidak mendapat reward positif
Ada hambatan-hambatan
Sikap tidak positif (butuh konseling)
Belum pernah mendapat
pelatihan tsb sebelumnya ?
Perusahaan punya desain
pekerjaan yang baik ?
Ybs. punya potensi
menyerap / praktek ?
Ada kesenjangan
knowledge / skill ?
Siapkan
Pelatihan !
Re-design Job
Coaching
Ya !
Ya !
Ya !
Ya !
Ya !
Ya !
No !
No !
No !
No !
No !
• Tulis laporan
– Executive Overview
– Descriptive of Precess
– Summary of Findings
– Preliminary Conclusions
– Recommendations
– Potential Barrier
• Sajikan pada pihak berwenang
• Tentukan langkah selanjutnya
LIMA: Sampaikan Umpan-Balik
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam
merancang program pelatihan
– Cara membuat sasaran pelatihan
– Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam
menentukan peserta pelatihan
– Cara menentukan metode pelatihan
– Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan
instruktur
Sasaran
Bahan
Peserta Instruktur
Metode
Lingkungan
• Sasaran = Objective
– Penjelasan taktis dari
goals.
– Sasaran berbentuk
kalimat yang jelas,
spesifik, dan terukur.
– Pelatihan harus
mempunyai sasaran
yang jelas, tidak
sekedar goals.
• Tujuan = Goals
– Pernyataan umum
yang didorong oleh
kebutuhan yang
telah diketahui
– Contoh :
“memperbaiki
komunikasi antar
anggota organisasi”
• APA (yang dilakukan)
– Peserta mampu mengetik sepucuk surat.
• KONDISI (dalam kondisi bagaimana)
– Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC
dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97
• STANDAR (dengan tolok ukur seberapa)
– Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per
menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf
Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam
kalimat yang mencakup 3 hal:
• Area: PENGETAHUAN
– Mendefinisikan, menuliskan, mengingat
• Area: PEMAHAMAN
– Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan,
menilai,
• Area: ANALISA
– Menganalisa. menyimpulkan, membedakan,
membandingkan,
• Area: PENERAPAN
– Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur,
menggunakan, mendemonstrasikan
• Area: SIKAP
– Memilih, menerima, termotivasi untuk.
• Dapatkan informasi tentang peserta,
seperti:
– Latar belakang pendidikan
– Latar belakang dan pengalaman kerja
– Pengalaman mengikuti pelatihan
– Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang
subyek yang akan disampaikan
– Penilai orang lain di tempat kerja terhadap
individu peserta
– Pandangan peserta tentang pelatihan
• Tuliskan pokok bahasan dengan memanfaatkan
informasi sebelumnya:
– Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai
tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus
dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan
– Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik
tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki
peserta saat ini.
– JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan
untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang
harus dimiliki dengan yang telah dikuasai.
• Brainstorming
– Diskusi yang dilakukan dengan
mengemukakan ide secara
bebas untuk menemukan
jawaban/solusi.
• Buzz Groups
– Diskusi kelompok yang terdiri
atas 2-6 orang tentang sebuah
masalah dalam waktu singkat
tanpa meninggalkan ruang
training.
• Studi Kasus
– Menganalisa masalah nyata
secara detail untuk
menemukan solusi.
• Demonstrasi
– Praktek skill yang dilakukan trainer,
dan peserta mengamatinya
• Kuliah
– Ceramah yang diberika trainer
tanpa interupsi peserta, biasanya
untuk audiens dalam jumlah besar
• Tanya jawab
– Serangkaian pertanyaan yang
diajukan trainer kepada
sekelompok peserta
• Aktivitas
– Latihan yang dilakukan peserta di
mana peserta menyelesaikan tugas
atau proses tertentu.
• Programmed Learning
– Program (interaktif atau bacaan)
dengan serangkaian pertanyaan
atau tugas yang harus diselesaikan
sebelum melanjutkan ke tahap
berikutnya.
• Project
– Latihan berupa pengumpulan
informasi, penyelesaian tugas, atau
pembuatan sesuatu hal.
• Reading
– Membaca buku, artikel, hand-out
baik dalam ruang kelas atau tidak.
• Role play
– Peranan yang dilakonkan oleh
peserta (baik peranan nyata atau
buatan) secara realistis atau
dramatis
• Seminar
– Membahas topik yang berhubungan atau berseri
• Simulasi
– Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games
yang kompleks dan peserta mengambil peranan di
dalamnya.
• Tugas kelompok
– Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan
tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan
dipresentasikan sebagai jawaban kelompok.
• Video
– Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review.
• Instruktur yang dipilih harus memenuhi
persyaratan antara lain:
– Ahli di bidang yang akan disampaikan
(enterprise knowledge, job knowledge, dan job
skill)
– Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan
andragogi
– Memiliki ketrampilan komunikasi
– Memiliki kualitas pribadi yang baik
Modul 5
Teknik Menyampaikan
Materi
• Setelah pembahasan modul ini, diharapkan Anda
mampu menjelaskan:
– Akibat kegagalan mengelola kelas
– Teknik membina rapport
– Teknik menyampaikan materio
– Teknik bertanya kepada peserta
– Teknik menjawab pertanyaan
 Hilangnya kepercayaan
trainee akan kemampuan
trainer
 Turunnya motivasi trainee
untuk mengikuti training
 Hilangnya kepercayaan
diri trainer
• Rapport dengan
peserta penting dalam
training
• Jalin rapport dengan
peserta sebelum
memulai training
• Ciptakan suasana
nyaman dan hangat
dalam kelas
• Tertarik pada peserta
• Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran
peserta
• Enerjik, bersemangat
• Merasa ingin tersenyum senang
• Humor muncul spontan
• Tegang, perut tidak enak
• Lelah membayangkan
usaha memperbaiki
keadaan
• Kadang kurang sabar
pada peserta
• Usaha komunikasi sulit,
“sering nggak nyambung”
• Berbagi identitas
• Mengingatkan bahwa trainer
juga sedang belajar
• Membagi pengalaman positif
• Pacing, leading, cross-
matching harapan,
keyakinan, dan nilai
kelompok
 Yakinkah peserta bahwa materi Anda bermanfaat
 Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang
mereka dapatkan selama sesi berlangsung
 Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik.
 Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat
 Usahakan keterlibatan peserta dalam proses
training
 Sesuaikan bahasa dengan peserta
 Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan
peribahasa
 Bertanyalah untuk memancing respon peserta
 Ajukan satu pertanyaan dalam satu waktu
 Hindari pertanyaan tertutup dan direktif
 Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur
 Ajukan pertanyaan yang memungkinkan
peserta menunjukkan kepandaiannya
 Ajukan pertanyaan yang merangsang
interaksi peserta
 Perhatikan peserta yang diam
 Tunggu jawaban beberapa saat
• Perhatikan jawaban verbal
dan reaksi non-verbal
• Variasikan respon untuk
jawaban-jawaban yang
berbeda
• Puji jawaban yang benar
• Perbaiki jawaban yang salah
dengan cara yang tidak
mengkritik
 Tampil tidak siap dan tidak terorganisir
 Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan
 Terkesan tidak sesuai jadwal
 Kurang waktu istirahat
 Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat
 Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional
 Tidak melibatkan peserta
 Tidak membina rapport
 Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk
 Humor yang tidak tepat
 Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan
 Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak
tepat
 Tidak memperbaharui materi dan kurang info
terbaru
Bangunlah Jiwa dan Badan
Untuk INDONESIA RAYA

Training for trainers module

  • 7.
    Belajar Anak =Dewasa ? • .Proses belajarnya tergantung pada orang lain. • .Berharap mendapat jawaban dari orang lain atas pertanyaan yang muncul dalam benaknya. • .Ingin diberi tahu apa yang perlu mereka lakukan • .Mampu mandiri dalam belajar dan tidak ingin dipaksa. • .Berharap mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan pengalaman sendiri. • .Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang ingin mereka ketahui.
  • 8.
  • 9.
  • 12.
  • 14.
  • 15.
    • UN-FREEZING  Asumsi,persepsi, keyakinan, dan perilaku lama digoyahkan  Harus “menyentuh afeksi”  Dengan structured experience dan student centered  mengiyakan, mengangguk, dahi berkerut, bertanya • MOVING  Perlihatkan perilaku yang diharapkan (model ideal)  Peserta diajak mencobakan beberapa ciri dari model ideal • RE-FREEZING  Mencocokkan pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan baru dengan situasi nyata  Memberikan reinfocement atas perilaku yang sesuai
  • 16.
  • 18.
    • Setelah pembahasanmodul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tahapan kerja trainer – Aktivitas tugas trainer dalam melakukan analisa kebutuhan pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mendesain program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam menjalankan program pelatihan – Aktivitas tugas trainer dalam mengevaluasi program pelatihan
  • 19.
    • Melakukan analisakebutuhan • Mendesain program pelatihan • Meng-conduct program pelatihan • Mengevaluasi efektivitas program
  • 20.
    • ‘Membaca’ adanyakebutuhan • Mengkonsultasikan dengan klien • Mendefinisikan simptom/masalah • Mendesain metode pengumpulan data • Mengumpulkan data • Menganalisa data
  • 21.
    • Menentukan subyekpelatihan • Menentukan sasaran (objective) • Berdiskusi dengan ahli tentang subyek yang telah ditentukan • Dapatkan deskripsi calon peserta • Identifikasi pokok-pokok bahasan dalam pelatihan • Menstrukturkan bahan pelatihan • Menentukan strategi pelatihan
  • 22.
    • Membuat bahanpegangan siswa dan fasilitator • Siapkan bahan atau alat bantu visual • Minta pendapat dengan para fasilitator • Uji bahan dalam pelatihan sesungguhnya • Revisi bahan • Kokohkan penggunaan bahan
  • 23.
    • Memberikan pre-testkepada peserta • Conduct training session • Mengukur kemajuan belajar
  • 24.
    • End-of courseevaluation dan action plan • Debriefing Line Manager • Melakukan review atas evaluasi pelatihan • Melakukan evaluasi medium / long term
  • 25.
    • Memahami perkembanganyang terjadi dalam organisasi / perusahaan • Peka terhadap pengembangan kompetensi karyawan / anggota organisasi • Mampu menggali informasi dengan akurat • Mampu berfikir logis- analitis dan menemukan sumber penyebab dari gejala yang muncul • Memahami prinsip-prinsip perubahan perilaku
  • 26.
    • Mampu menciptakansituasi belajar yang memancing keterlibatan peserta • Peka terhadap orang lain, open-minded, dan tidak takut menerima kritik • Memahami kelebihan dan kekurangannya dalam menyampaikan materi pelatihan • Kesiapan diri untuk berusaha mengembangkan orang lain.
  • 28.
    • Setelah pembahasanmodul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Tujuan melakukan analisa kebutuhan – Tingkatan analisa kebutuhan – Langkah-langkah melakukan analisa kebutuhan
  • 29.
    • Sesuai dengankebutuhan. • Bukan karena kebiasaan, tapi untuk memberi solusi dari masalah. • Untuk mengetahui kebutuhan, tidak cukup hanya berdasarkan asumsi, tapi perlu analisa yang mendalam.
  • 30.
    • Mengidentifikasi pengetahuan, ketrampilan,dan perilaku kerja yang dibutuhkan individu, kelompok, dan organisasi untuk meningkatkan kinerja. • Terutama pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dapat diintervensi oleh pelatihan
  • 31.
    • Analisa organisasi •Analisa pekerjaan • Analisa individu
  • 32.
    • Rencana strategis organisasi •Ada sistem/standar baru • Tingkat turn-over tinggi • Turunnya moral karyawan • Perubahan lingkungan eksternal
  • 33.
    • Memperjelas pemahamanmengenai apa yang disepakati sebagai kinerja suatu pekerjaan • Memperjelas pemahaman mengenai lingkungan kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar dapat berprestasi • Menganalisis pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku kerja yang dibutuhkan pelaku pekerjaan agar berprestasi
  • 34.
    • Perubahan kompetensiyang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas • Adanya teknologi / alat kerja baru
  • 35.
    Mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan,ketrampilan, sikap, dan perilaku kerja yang dimiliki oleh pelaku pekerjaan, dengan yang dituntut.
  • 36.
    • Karyawan baruatau transfer karyawan • Kenaikan jabatan • Skill yang dimiliki tidak memenuhi tugas yang ada • Kebutuhan karyawan untuk terus mengembangkan kemampuannya
  • 37.
    SATU: Identifikasi Masalah •Tentukan konteks organisasi kegiatan IKP • Lakukan gap analysis • Tetapkan sararan IKP – Note: Because the purpose of training is to HELP solve organizational problems, we must have a clear understanding of what the organizational problems are.
  • 38.
    TIGA: Kumpulkan Data •Lakukan survey • Sebarkan kuesioner • Lakukan interview • Pelajari dokumen-dokumen kerja • Observasi orang ketika bekerja DUA: Tentukan desain pengumpulan data – Pilih metode pengumpulan data dengan mempertimbangkan hambatan-hambatan yang ada.
  • 39.
    • Attitude survey •Assessment center • Employee interview • Management interview • Observation of behavior • Performance appraisal • Performance document • Questionnaire
  • 40.
    • Lakukan analisiskualitatif – Lakukan content-analysis; misalnya mengkategorikan setiap informasi pada kategori positif atau negatif • Lakukan analisis kuantitatif – Lakukan analisis statistik sederhana • Susun solusi / saran EMPAT: Analisis Data
  • 41.
    • Pelatihan merupakansolusi yang tepat, hanya apabila: – Terjadi kesenjangan kinerja (lack of performance) yang penting – Kesenjangan tersebut disebabkan kesenjangan knowledge/skill – Individu memiliki potensi untuk menyerap / mempraktekkan pelatihan yang didapat – Individu belum pernah mendpatkan pelatihan yang sama sebelumnya
  • 42.
    Ada kesenjangan kinerja ? Penting ?Unsignifikan Problem Recruitment Problem Lingkungan tidak mendukung Prestasi tidak mendapat reward positif Ada hambatan-hambatan Sikap tidak positif (butuh konseling) Belum pernah mendapat pelatihan tsb sebelumnya ? Perusahaan punya desain pekerjaan yang baik ? Ybs. punya potensi menyerap / praktek ? Ada kesenjangan knowledge / skill ? Siapkan Pelatihan ! Re-design Job Coaching Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! Ya ! No ! No ! No ! No ! No !
  • 43.
    • Tulis laporan –Executive Overview – Descriptive of Precess – Summary of Findings – Preliminary Conclusions – Recommendations – Potential Barrier • Sajikan pada pihak berwenang • Tentukan langkah selanjutnya LIMA: Sampaikan Umpan-Balik
  • 45.
    • Setelah pembahasanmodul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Variabel-variabel yang perlu diperhatikan dalam merancang program pelatihan – Cara membuat sasaran pelatihan – Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan peserta pelatihan – Cara menentukan metode pelatihan – Hal-hal yang dipertimbangkan dalam menentukan instruktur
  • 46.
  • 47.
    • Sasaran =Objective – Penjelasan taktis dari goals. – Sasaran berbentuk kalimat yang jelas, spesifik, dan terukur. – Pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas, tidak sekedar goals. • Tujuan = Goals – Pernyataan umum yang didorong oleh kebutuhan yang telah diketahui – Contoh : “memperbaiki komunikasi antar anggota organisasi”
  • 48.
    • APA (yangdilakukan) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat. • KONDISI (dalam kondisi bagaimana) – Peserta mampu mengetik sepucuk surat dengan menggunakan PC dan Perangkat Microsoft Words Windows ‘97 • STANDAR (dengan tolok ukur seberapa) – Peserta mampu……….Windows ’97 dengan kecepatan 100 kata per menit tanpa membuat kesalahan pengetikan lebih dari tiga huruf Sasaran pelatihan yang baik dirumuskan dalam kalimat yang mencakup 3 hal:
  • 49.
    • Area: PENGETAHUAN –Mendefinisikan, menuliskan, mengingat • Area: PEMAHAMAN – Mengidentifikasi, menjelaskan, mengklasifikasikan, menilai, • Area: ANALISA – Menganalisa. menyimpulkan, membedakan, membandingkan, • Area: PENERAPAN – Menemukan, menunjukkan, menghitung, mengukur, menggunakan, mendemonstrasikan • Area: SIKAP – Memilih, menerima, termotivasi untuk.
  • 50.
    • Dapatkan informasitentang peserta, seperti: – Latar belakang pendidikan – Latar belakang dan pengalaman kerja – Pengalaman mengikuti pelatihan – Tingkat pengetahuan/ketrampilan tentang subyek yang akan disampaikan – Penilai orang lain di tempat kerja terhadap individu peserta – Pandangan peserta tentang pelatihan
  • 51.
    • Tuliskan pokokbahasan dengan memanfaatkan informasi sebelumnya: – Sasaran pelatihan memberikan informasi mengenai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki peserta setalah mengikuti pelatihan – Deskripsi peserta memberikan informasi mengenaik tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki peserta saat ini. – JADI: pokok bahasan pelatihan merupakan jembatan untuk menutup kesenjangan antara pengetahuan yang harus dimiliki dengan yang telah dikuasai.
  • 52.
    • Brainstorming – Diskusiyang dilakukan dengan mengemukakan ide secara bebas untuk menemukan jawaban/solusi. • Buzz Groups – Diskusi kelompok yang terdiri atas 2-6 orang tentang sebuah masalah dalam waktu singkat tanpa meninggalkan ruang training. • Studi Kasus – Menganalisa masalah nyata secara detail untuk menemukan solusi.
  • 53.
    • Demonstrasi – Praktekskill yang dilakukan trainer, dan peserta mengamatinya • Kuliah – Ceramah yang diberika trainer tanpa interupsi peserta, biasanya untuk audiens dalam jumlah besar • Tanya jawab – Serangkaian pertanyaan yang diajukan trainer kepada sekelompok peserta • Aktivitas – Latihan yang dilakukan peserta di mana peserta menyelesaikan tugas atau proses tertentu.
  • 54.
    • Programmed Learning –Program (interaktif atau bacaan) dengan serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. • Project – Latihan berupa pengumpulan informasi, penyelesaian tugas, atau pembuatan sesuatu hal. • Reading – Membaca buku, artikel, hand-out baik dalam ruang kelas atau tidak. • Role play – Peranan yang dilakonkan oleh peserta (baik peranan nyata atau buatan) secara realistis atau dramatis
  • 55.
    • Seminar – Membahastopik yang berhubungan atau berseri • Simulasi – Duplikasi dari situasi nyata sebagai masalah atau games yang kompleks dan peserta mengambil peranan di dalamnya. • Tugas kelompok – Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan tugas sama/berbeda, dilihat hasilnya, dan dipresentasikan sebagai jawaban kelompok. • Video – Menonton video, dilanjutkan diskusi dan review.
  • 56.
    • Instruktur yangdipilih harus memenuhi persyaratan antara lain: – Ahli di bidang yang akan disampaikan (enterprise knowledge, job knowledge, dan job skill) – Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan andragogi – Memiliki ketrampilan komunikasi – Memiliki kualitas pribadi yang baik
  • 57.
  • 58.
    • Setelah pembahasanmodul ini, diharapkan Anda mampu menjelaskan: – Akibat kegagalan mengelola kelas – Teknik membina rapport – Teknik menyampaikan materio – Teknik bertanya kepada peserta – Teknik menjawab pertanyaan
  • 59.
     Hilangnya kepercayaan traineeakan kemampuan trainer  Turunnya motivasi trainee untuk mengikuti training  Hilangnya kepercayaan diri trainer
  • 60.
    • Rapport dengan pesertapenting dalam training • Jalin rapport dengan peserta sebelum memulai training • Ciptakan suasana nyaman dan hangat dalam kelas
  • 61.
    • Tertarik padapeserta • Ingin tahu pikiran, perasaan, kehawatiran peserta • Enerjik, bersemangat • Merasa ingin tersenyum senang • Humor muncul spontan
  • 62.
    • Tegang, peruttidak enak • Lelah membayangkan usaha memperbaiki keadaan • Kadang kurang sabar pada peserta • Usaha komunikasi sulit, “sering nggak nyambung”
  • 63.
    • Berbagi identitas •Mengingatkan bahwa trainer juga sedang belajar • Membagi pengalaman positif • Pacing, leading, cross- matching harapan, keyakinan, dan nilai kelompok
  • 64.
     Yakinkah pesertabahwa materi Anda bermanfaat  Di akhir sesi, tanyakan pada peserta apa yang mereka dapatkan selama sesi berlangsung  Gunakan intonasi dan pilihan kata yang baik.  Gunakan bahasa non-verbal dengan tepat  Usahakan keterlibatan peserta dalam proses training  Sesuaikan bahasa dengan peserta  Selingi dengan humor, cerita, puisi, dan peribahasa  Bertanyalah untuk memancing respon peserta
  • 65.
     Ajukan satupertanyaan dalam satu waktu  Hindari pertanyaan tertutup dan direktif  Pertanyaan harus terfokus, tidak kabur  Ajukan pertanyaan yang memungkinkan peserta menunjukkan kepandaiannya  Ajukan pertanyaan yang merangsang interaksi peserta  Perhatikan peserta yang diam  Tunggu jawaban beberapa saat
  • 66.
    • Perhatikan jawabanverbal dan reaksi non-verbal • Variasikan respon untuk jawaban-jawaban yang berbeda • Puji jawaban yang benar • Perbaiki jawaban yang salah dengan cara yang tidak mengkritik
  • 67.
     Tampil tidaksiap dan tidak terorganisir  Terlambat memulai dan mengakhiri pelatihan  Terkesan tidak sesuai jadwal  Kurang waktu istirahat  Menanggapi pertanyaan secara tidak tepat  Menggunakan alat bantu dengan tidak profesional  Tidak melibatkan peserta  Tidak membina rapport  Menampilkan kebiasaan-kebiasaan buruk  Humor yang tidak tepat  Sok tahu dan tidak mengakui kesalahan  Menggunakan bahasa dan pengucapan yang tidak tepat  Tidak memperbaharui materi dan kurang info terbaru
  • 68.
    Bangunlah Jiwa danBadan Untuk INDONESIA RAYA