TERMOKIMIA
KELAS XI SEMESTER 2
Aries Eko Wibowo
PEMBELAJARAN KIMIA
Standar Kompetensi
Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya
Kompetensi Dasar
2.1. Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm,
dan reaksi endoterm
2.2. Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data
perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan.
LANJUT
Indikator
 Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi.
 Membedakan sistem dan lingkungan.
 Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi
yang membutuhkan kalor (endoterm).
 Menjelaskan macammacam perubahan entalpi.
 Menentukan harga ΔH reaksi dengan melakukan eksperimen
sederhana.
 Menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess.
 Menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.
TERMOKIMIA
ENERGI ENTALPI
KALOR
PEMBAKARAN
PERUBAHAN
ENTALPI
EKSPERIMEN
SEDERHANA
HUKUM
HESS
ENTALPI
PEMBENTUKAN
SEDERHANA
ENERGI
IKATAN
TERMOKIMIA
 Cabang ilmu yang
mempelajari kalor reaksi dan
merupakan salah satu bagian
pembahasan termodinamika
KEMBALI MENU LANJUT
ENERGI
 Sesuatu yang dimiliki materi sehingga dapat
melakukan sesuatu atau kapasitas
melakukan kerja
 Em = Ek + Ep
 Contoh Energi kinetik
 Contoh Energi potensial
KEMBALI MENU LANJUT
ENTALPI (H) => Heat Content
 Merupakan besaran yang menyatakan
jumlah energi
 Besar entalpi bergantung pada jumlah zat
 Anda perlu paham :
1. hukum kekekalan energi
2. membedakan lingkungan dan sistem
3. reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
KEMBALI MENU LANJUT
Hukum Kekekalan Energi
 Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah
bentuknya dari satu jenis ke jenis lain
 Hukum Kekekalan Energi merupakan hukum
pertaman termodinamika : ∆U = Q + W
- ∆U = perubahan energi dalam
- Q = perubahan kalor
- W = kerja yang dilakukan
KEMBALI MENU LANJUT
Pengertian Sistem dan Lingkungan
 Sistem merupakan bagian alam semesta
yang sedang kita bicarakan, misalnya :
sistem itu merupakan reaksi yang terjadi di
dalam gelas kimia. Di luar sistem disebut
Lingkungan
 contoh
KEMBALI MENU LANJUT
 Jika terjadi perubahan sistem, dikatakan
bahwa sistem itu telah berubah dari satu
keadaan ke keadaan lain.
 Jika disekat terhadap sekitar sehingga kalor
tidak mengalir antara sistem dan lingkungan
maka perubahan yang terjadi di dalam sistem
disebut adiabatik
 Selama perubahan adiabatik, suhu sistem
akan bertambah jika sistem melepaskan
panas => reaksi eksoterm, suhu sistem
akan berkurang jika sistem menyerap panas
=> reaksi endoterm
KEMBALI MENU LANJUT
 Diperlukan suatu besaran baru yang
berhubungan dengan perubahan kalor pada
tekanan tetap => entalpi (H)
 Dari hukum termodinamika I :
H = U + pV
 Sehingga perubahan entalpi dapat dinyatakan :
∆H = ∆U + p∆V
KEMBALI MENU LANJUT
Sistem dibedakan menjadi tiga :
 Sistem terbuka : adalah suatu sistem yang
memungkinkan pertukaran kalor dan materi
antara sistem dan lingkungan, contoh : reaksi
antara logam Na denagan air di dalam
tabung terbuka
Na (s) + H2O (l)  NaOH (aq) + ½ H2 (g)
 H2 yang terbentuk dan kalor yang dihasilkan
akan keluar dari sistem menuju ke
lingkungan
KEMBALI MENU LANJUT
 Sistem Tertutup adalah suatu sistem yang
memungkinkan terjadi pertukaran kalor, tetapi
tidak terjadi pertukaran materi
 contoh
KEMBALI MENU LANJUT
 Sistem Terisolasi adalah sistem yang tidak
memungkinkan terjadi pertukaran materi dan kalor
antara sistem dan lingkungan, misalnya reaksi yang
terjadi dalam termos yang rapat
 Jika sistem tidak terisolasi dari sekitar, kalor dapat
mengalir diantara sistem dan sekitar sehingga
memungkinkan suhu sistem konstan ketika reaksi
terjadi. Perubahan yang terjadi pada suhu konstan
disebut perubahan isoterm
 contoh
KEMBALI MENU LANJUT
KEMBALI MENU LANJUT
Reaksi Eksoterm dan Endoterm
 Sebagian besar reaksi kimia tidak tersekat
dengan lingkungannya.
 Jika campuran reaksi membebaskan energi
maka akan melepaskan panas, setiap
perubahan yang membebaskan energi ke
lingkungannya disebut reaksi eksoterm
 Jadi jika terjadi reaksi eksoterm, suhu
campuran reaksi akan naik dan energi
potensial bahan kimia yang terlibat berkurang
KEMBALI MENU LANJUT
 Kadang-kadang perubahan kimia terjadi
dengan menaikkan energi potensial zat-zat
yang terlibat
 Berarti terjadi penurunan energi kinetik atau
penurunan suhu, jika campuran reaksi tidak
tersekat maka kalor dari lingkungan masuk
ke dalam sistem, reaksi ini disebut reaksi
endoterm
 Suhu campuran reaksi turun dan energi
potensial bahan bertambah
KEMBALI MENU LANJUT
Perubahan Entalpi => ∆H
 Perubahan entalpi merupakan selisih antara
entalpi produk (akhir) dan entalpi reaktan
(awal)
 ∆H = H akhir – H awal
 1 kalori = 4,184 Joule
 1 kilokalori = 4,184 kilojoule
KEMBALI MENU LANJUT
Menentukan ∆H dengan eksperimen
 Kapasitas Panas dan Kalor Jenis
Kapasitas Panas = kalor jenis x massa
Energi Panas = m x c x ∆t
c = kalor jenis ∆t = perubahan suhu
 Kalorimeter : alat untuk mengukur kalor
reaksi
 Kalorimeter Termos = kalorimeter gelas kopi
KEMBALI MENU LANJUT
Menentukan Harga ∆H dengan Data Perubahan Entalpi
Standar
 Perubahan entalpi yang dikaitkan dengan reaksi pembentukan
zat disebut kalor pembentukan atau entalpi pembentukan
 Entalpi Pembentukan dinyatakan ∆Hf
 Misal :
H2(g) + ½O2(g)  H2O(l) ∆Hf = -283 kJ
(eksoterm)
H2(g) + ½O2(g)  H2O(g) ∆Hf = +242 kJ
(endoterm)
 Besar ∆Hf bergantung pada suhu, tekanan, dan keadaan fisis
pereaksi dan produk
 ∆Hf = ∆Hf produk - ∆Hf pereaksi
KEMBALI MENU LANJUT
Menentukan Harga ∆H dengan Data
Energi Ikatan
 Energi Ikatan (kovalen) : merupakan energi yang
diperlukan untuk memutuskan ikatan suatu molekul
dalam bentuk gas sebanyak 1 mol (dinyatakan dg
satuan kJ per mol dan dilambangkan dg D
 Makin kuat ikatan, makin besar energi untuk
memisahkan atom-atom dalam molekul
 AB (g)  A (g) + B (g) DA-B = ∆H0
 Cl2 (g)  2 Cl (g) ∆H0
= 242 kJ
Jadi DCl-Cl = 242 kJ/mol
KEMBALI MENU LANJUT
 Jika molekul terdiri atas tiga atau lebih atom,
digunakan energi ikatan rata-rata karena
memiliki 2 atau lebih ikatan
 Jumlah semua energi ikatan pada molekul
seperti itu = entalpi standar (∆H) untuk
memutuskan semua ikatan sehingga
berubah menjadi atom berfase gas
KEMBALI MENU LANJUT
Misal :
 Metana terdiri atas 4 ikatan C – H
H
Ι
H – C – H (g)  C (g) + 4 H(g) ∆H = 1.664 kJ
Ι
H
Jadi energi rata-rata C-H pada metana adalah
1.664 kJ
DC-H = = 416 kJ/mol
4 mol
KEMBALI MENU LANJUT
KEMBALI MENU LANJUT
KEMBALI MENU LANJUT
KEMBALI MENU LANJUT
KEMBALI MENU LANJUT

Termokimia

  • 1.
    TERMOKIMIA KELAS XI SEMESTER2 Aries Eko Wibowo PEMBELAJARAN KIMIA
  • 2.
    Standar Kompetensi Memahami perubahanenergi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya Kompetensi Dasar 2.1. Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm, dan reaksi endoterm 2.2. Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan. LANJUT Indikator  Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi.  Membedakan sistem dan lingkungan.  Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).  Menjelaskan macammacam perubahan entalpi.  Menentukan harga ΔH reaksi dengan melakukan eksperimen sederhana.  Menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess.  Menghitung harga ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.
  • 3.
  • 4.
    TERMOKIMIA  Cabang ilmuyang mempelajari kalor reaksi dan merupakan salah satu bagian pembahasan termodinamika KEMBALI MENU LANJUT
  • 5.
    ENERGI  Sesuatu yangdimiliki materi sehingga dapat melakukan sesuatu atau kapasitas melakukan kerja  Em = Ek + Ep  Contoh Energi kinetik  Contoh Energi potensial KEMBALI MENU LANJUT
  • 6.
    ENTALPI (H) =>Heat Content  Merupakan besaran yang menyatakan jumlah energi  Besar entalpi bergantung pada jumlah zat  Anda perlu paham : 1. hukum kekekalan energi 2. membedakan lingkungan dan sistem 3. reaksi eksoterm dan reaksi endoterm KEMBALI MENU LANJUT
  • 7.
    Hukum Kekekalan Energi Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah bentuknya dari satu jenis ke jenis lain  Hukum Kekekalan Energi merupakan hukum pertaman termodinamika : ∆U = Q + W - ∆U = perubahan energi dalam - Q = perubahan kalor - W = kerja yang dilakukan KEMBALI MENU LANJUT
  • 8.
    Pengertian Sistem danLingkungan  Sistem merupakan bagian alam semesta yang sedang kita bicarakan, misalnya : sistem itu merupakan reaksi yang terjadi di dalam gelas kimia. Di luar sistem disebut Lingkungan  contoh KEMBALI MENU LANJUT
  • 9.
     Jika terjadiperubahan sistem, dikatakan bahwa sistem itu telah berubah dari satu keadaan ke keadaan lain.  Jika disekat terhadap sekitar sehingga kalor tidak mengalir antara sistem dan lingkungan maka perubahan yang terjadi di dalam sistem disebut adiabatik  Selama perubahan adiabatik, suhu sistem akan bertambah jika sistem melepaskan panas => reaksi eksoterm, suhu sistem akan berkurang jika sistem menyerap panas => reaksi endoterm KEMBALI MENU LANJUT
  • 10.
     Diperlukan suatubesaran baru yang berhubungan dengan perubahan kalor pada tekanan tetap => entalpi (H)  Dari hukum termodinamika I : H = U + pV  Sehingga perubahan entalpi dapat dinyatakan : ∆H = ∆U + p∆V KEMBALI MENU LANJUT
  • 11.
    Sistem dibedakan menjaditiga :  Sistem terbuka : adalah suatu sistem yang memungkinkan pertukaran kalor dan materi antara sistem dan lingkungan, contoh : reaksi antara logam Na denagan air di dalam tabung terbuka Na (s) + H2O (l)  NaOH (aq) + ½ H2 (g)  H2 yang terbentuk dan kalor yang dihasilkan akan keluar dari sistem menuju ke lingkungan KEMBALI MENU LANJUT
  • 12.
     Sistem Tertutupadalah suatu sistem yang memungkinkan terjadi pertukaran kalor, tetapi tidak terjadi pertukaran materi  contoh KEMBALI MENU LANJUT
  • 13.
     Sistem Terisolasiadalah sistem yang tidak memungkinkan terjadi pertukaran materi dan kalor antara sistem dan lingkungan, misalnya reaksi yang terjadi dalam termos yang rapat  Jika sistem tidak terisolasi dari sekitar, kalor dapat mengalir diantara sistem dan sekitar sehingga memungkinkan suhu sistem konstan ketika reaksi terjadi. Perubahan yang terjadi pada suhu konstan disebut perubahan isoterm  contoh KEMBALI MENU LANJUT
  • 14.
  • 15.
    Reaksi Eksoterm danEndoterm  Sebagian besar reaksi kimia tidak tersekat dengan lingkungannya.  Jika campuran reaksi membebaskan energi maka akan melepaskan panas, setiap perubahan yang membebaskan energi ke lingkungannya disebut reaksi eksoterm  Jadi jika terjadi reaksi eksoterm, suhu campuran reaksi akan naik dan energi potensial bahan kimia yang terlibat berkurang KEMBALI MENU LANJUT
  • 16.
     Kadang-kadang perubahankimia terjadi dengan menaikkan energi potensial zat-zat yang terlibat  Berarti terjadi penurunan energi kinetik atau penurunan suhu, jika campuran reaksi tidak tersekat maka kalor dari lingkungan masuk ke dalam sistem, reaksi ini disebut reaksi endoterm  Suhu campuran reaksi turun dan energi potensial bahan bertambah KEMBALI MENU LANJUT
  • 17.
    Perubahan Entalpi =>∆H  Perubahan entalpi merupakan selisih antara entalpi produk (akhir) dan entalpi reaktan (awal)  ∆H = H akhir – H awal  1 kalori = 4,184 Joule  1 kilokalori = 4,184 kilojoule KEMBALI MENU LANJUT
  • 18.
    Menentukan ∆H denganeksperimen  Kapasitas Panas dan Kalor Jenis Kapasitas Panas = kalor jenis x massa Energi Panas = m x c x ∆t c = kalor jenis ∆t = perubahan suhu  Kalorimeter : alat untuk mengukur kalor reaksi  Kalorimeter Termos = kalorimeter gelas kopi KEMBALI MENU LANJUT
  • 19.
    Menentukan Harga ∆Hdengan Data Perubahan Entalpi Standar  Perubahan entalpi yang dikaitkan dengan reaksi pembentukan zat disebut kalor pembentukan atau entalpi pembentukan  Entalpi Pembentukan dinyatakan ∆Hf  Misal : H2(g) + ½O2(g)  H2O(l) ∆Hf = -283 kJ (eksoterm) H2(g) + ½O2(g)  H2O(g) ∆Hf = +242 kJ (endoterm)  Besar ∆Hf bergantung pada suhu, tekanan, dan keadaan fisis pereaksi dan produk  ∆Hf = ∆Hf produk - ∆Hf pereaksi KEMBALI MENU LANJUT
  • 20.
    Menentukan Harga ∆Hdengan Data Energi Ikatan  Energi Ikatan (kovalen) : merupakan energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan suatu molekul dalam bentuk gas sebanyak 1 mol (dinyatakan dg satuan kJ per mol dan dilambangkan dg D  Makin kuat ikatan, makin besar energi untuk memisahkan atom-atom dalam molekul  AB (g)  A (g) + B (g) DA-B = ∆H0  Cl2 (g)  2 Cl (g) ∆H0 = 242 kJ Jadi DCl-Cl = 242 kJ/mol KEMBALI MENU LANJUT
  • 21.
     Jika molekulterdiri atas tiga atau lebih atom, digunakan energi ikatan rata-rata karena memiliki 2 atau lebih ikatan  Jumlah semua energi ikatan pada molekul seperti itu = entalpi standar (∆H) untuk memutuskan semua ikatan sehingga berubah menjadi atom berfase gas KEMBALI MENU LANJUT
  • 22.
    Misal :  Metanaterdiri atas 4 ikatan C – H H Ι H – C – H (g)  C (g) + 4 H(g) ∆H = 1.664 kJ Ι H Jadi energi rata-rata C-H pada metana adalah 1.664 kJ DC-H = = 416 kJ/mol 4 mol KEMBALI MENU LANJUT
  • 23.
  • 24.
  • 26.
  • 27.