TEORI
BEHAVIORISTIK
Nama Anggota :
Nia Islamiah
Hindun Sriwidiawati
Nadhila Ayu Refina
DEFINISI
Teori belajar behavioristik merupakan
teori yang didasarkan pada perubahan
perilaku yang bisa diamati, diukur dan
dinilai secara konkret. Perubahan terjadi
melalui rangsangan (stimulans) yang
menimbulkan hubungan perilaku reaktif
(respon).
PRINSIP TEORI BEHAVIORISTIK
Menurut Gage dan Berliner
1 2
3
Reinforcement and
Punishment
Reinforcement adalah
penguatan yang
dilakukan dengan maksud
agar perilaku dilakukan
berulang-ulang.
Sedangkan Punishment
merupakan penguatan
yang dilakukan dengan
maksud menurunkan
terjadinya suatu perilaku.
Primary and Secondary
Reinforcement
Primary Reinforcement merupakan
penguat secara alami yang tidak
memerlukan pembelajaran untuk
menghasilkan efek menyenangkan.
Ex : seseorang secara alami dapat
menentukan makanan kesukaan
sehingga ketika stimulus yang
diberikan berupa makanan
kesukaan orang tersebut maka ia
akan memberikan respon yang
positif
Schedules of
Reinforcement
Secondary reinforcement
merupakan penguat yang diperoleh
dari hasil pembelajaran (berupa
pengalaman). Ex : seorang anak
mendapat pujian atau hadiah setelah
menolong orang lain sehingga ia
kelak akan suka menolong orang
lain.
Prinsip mengenai pemberian
rangsangan/stimulus secara
terjadwal. Dengan pemberian
rangsangan yang terjadwal maka
respon juga bisa diketahui
pengaruhnya.
PRINSIP TEORI BEHAVIORISTIK
4
5
The Elimination of
Responses
Merupakan prinsip penghapusan perilaku
yang tidak diinginkan.
Stimulus Control in
Operant Learning
Stimulus Control in Operant Learning
adalah prinsip mengendalikan rangsangan
untuk menghasilkan perilaku yang
diharapkan.
Think again and again
CIRI TEORI BEHAVIORISTIK
Mementingkan
bagian-bagian
( elementalistik )
Mementingkan pengaruh
lingkungan
dalam pemecahan problem,
ciri khasnya “trial and error”
Mementingkan peranan
reaksi
Mengutamakan
mekanisme
terbentuknya hasil
belajar.
Mementingkan
sebab-akibat
di waktu yang lalu
Mementingkan
pembentukan
kebiasaan
Tujuan pembelajaran menurut teori
behavioristik
ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar
sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut peserta didik untuk
mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam
bentuk laporan, kuis, atau tes
PURPOSE
JENIS TEORI BEHAVIORISME
IVAN PAVLOV THORNDIKE
SKINNER
No Tokoh Pandangan Eksperimen
1. Ivan Petrovich
Pavlov
(1849-1936)
Pavlov, dengan teori “Classical Conditioning”. Teori ini mengatakan
bahwa proses belajar itu terjadi melalui gerakan-gerakan refleks
bersyarat, atau dapat dikatakan bahawa refleks bersyarat itu
sebenarnya adalah merupakan suatu reaksi sebagai hasil belajar.
Eksperimennya adalah seekor
anjing. Dalam eksperimen tersebut
dia menyimpulkan bahwa setiap
individu dapat berubah tergantung
stimulus yang diberikan.
2. Edward Lee
Thorndike
(1874-1949)
Thorndike, yang terkenal dengan teori “Connectionisme” yang
menyatakan bahwa: belajar merupakan proses pembentukan
hubungan-hubungan antara stimulus dan respons. Teori ini juga
sering disebut sebagai” Trial” dan “Error Learning”.
Eksperimennya adalah seekor
kucing. Melalui eksperimen
tersebut dia menghasilan teori “
trial dan error”.
3. Burrhus Frederic
Skinner
(1904-1990)
Belajar adalah suatu proses yang memerlukan adanya suatu reward
(penghargaan) dan reinforcement (peneguhan). Karena melalui
proses itulah perilaku individu dikendalikan menurut apa yang
diinginkan. Skinner berpendapat bahwa dalam belajar yang paling
penting adalah adanya reinforcement atau penguatan. Dan teori ini
biasa disebut sebagai teori “operant conditioning” .
Eksperimennya adalah seekor
tikus. Dari hasil tersebut dia
menjelaskan bahwa unsur
terpenting dalam belajar adalah
penguatan.
HUKUM
Rangsangan
Respon
Tingkah laku yang timbul
akibat rangsangan
1) KLASIK IVAN PAVLOV
EKSPERIMENT PAVLOV
OPERAN THORNDIKE
HUKUM
Tiga hukum Thorndike iaitu :
1) Hukum Kesediaan (HK),
2) Hukum Latihan (HL)
3) Hukum Kesan (HK)
HUKUM PEMBELAJARAN
THORNDIKE
HUKUM KESAN
hubungan stimulus
respon cenderung
diperkuat bila
akibatnya
menyenangkan
dan cenderung
diperlemah jika
akibatnya tidak
memuaskan..
HUKUM LATIHAN
semakin sering
tingkah laku diulang/
dilatih (digunakan) ,
maka asosiasi
tersebut akan
semakin kuat.
HUKUM KESEDIAAN
semakin siap suatu
organisme memperoleh
suatu perubahan tingkah
laku, maka pelaksanaan
tingkah laku tersebut akan
menimbulkan kepuasan
individu sehingga asosiasi
cenderung diperkuat.
“Belajar merupakan peristiwa
terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa-peristiwa yang disebut
stimulus (S) dengan respon (R ).
Stimulus adalah suatu perubahan dari
lingkungan eksternal yang menjadi
tanda untuk mengaktifkan organisme
untuk beraksi atau berbuat sedangkan
respon dari adalah sembarang tingkah
laku yang dimunculkan karena adanya
perangsang.”
Edward Edward Lee Thorndike
(1874 - 1949): Teori Koneksionisme
kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang
tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop
yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan
tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and
conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-
coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini,
kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-
perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap response
menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan
menimbulkan response lagi, demikian selanjutnya
4) OPERAN SKINNER
HUKUM
SKINNER
Perlakuan harus
diperhatikan dalam jangka
masa yang panjang dan
membentuk perlakuan
yang kompleks daripada
perlakuan yang mudah.
Kajian :
Skinner
Box
Pengukuhan positif ialah memberikan
sesuatu ganjaran setelah perlakuan itu
ditunjukkan, yang menyebabkan
perlakuan itu diulangi atau
diperkuatkan lagi.
Pengukuhan Positif
Tingkah Laku Kesan/Akibat
Tingkahlaku Masa Hadapan
Pelajar
kemukakan
soalan
dengan baik
Guru
memuji
pelajar
Pelajar kemukakan lebih
banyak soalan yang baik.
Pengukuhan Negatif
Pengukuhan negatif ialah rangsangan menyakitkan
yang diberikan selepas sesuatu tingkah laku
ditunjukkan.
Tingkah Laku
Kesan/Akibat Tingkah laku Masa
Hadapan
Pelajar tidak
menyiapkan
tugasan tepat pada
waktunya
Guru menegur pelajar
Pelajar akan menyiapkan
tugas selanjutnya tepat
pada waktunya

Teori Behavioristik

  • 1.
  • 2.
    Nama Anggota : NiaIslamiah Hindun Sriwidiawati Nadhila Ayu Refina
  • 3.
    DEFINISI Teori belajar behavioristikmerupakan teori yang didasarkan pada perubahan perilaku yang bisa diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon).
  • 4.
    PRINSIP TEORI BEHAVIORISTIK MenurutGage dan Berliner 1 2 3 Reinforcement and Punishment Reinforcement adalah penguatan yang dilakukan dengan maksud agar perilaku dilakukan berulang-ulang. Sedangkan Punishment merupakan penguatan yang dilakukan dengan maksud menurunkan terjadinya suatu perilaku. Primary and Secondary Reinforcement Primary Reinforcement merupakan penguat secara alami yang tidak memerlukan pembelajaran untuk menghasilkan efek menyenangkan. Ex : seseorang secara alami dapat menentukan makanan kesukaan sehingga ketika stimulus yang diberikan berupa makanan kesukaan orang tersebut maka ia akan memberikan respon yang positif Schedules of Reinforcement Secondary reinforcement merupakan penguat yang diperoleh dari hasil pembelajaran (berupa pengalaman). Ex : seorang anak mendapat pujian atau hadiah setelah menolong orang lain sehingga ia kelak akan suka menolong orang lain. Prinsip mengenai pemberian rangsangan/stimulus secara terjadwal. Dengan pemberian rangsangan yang terjadwal maka respon juga bisa diketahui pengaruhnya.
  • 5.
    PRINSIP TEORI BEHAVIORISTIK 4 5 TheElimination of Responses Merupakan prinsip penghapusan perilaku yang tidak diinginkan. Stimulus Control in Operant Learning Stimulus Control in Operant Learning adalah prinsip mengendalikan rangsangan untuk menghasilkan perilaku yang diharapkan.
  • 6.
    Think again andagain CIRI TEORI BEHAVIORISTIK Mementingkan bagian-bagian ( elementalistik ) Mementingkan pengaruh lingkungan dalam pemecahan problem, ciri khasnya “trial and error” Mementingkan peranan reaksi Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar. Mementingkan sebab-akibat di waktu yang lalu Mementingkan pembentukan kebiasaan
  • 7.
    Tujuan pembelajaran menurutteori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes PURPOSE
  • 8.
    JENIS TEORI BEHAVIORISME IVANPAVLOV THORNDIKE SKINNER
  • 9.
    No Tokoh PandanganEksperimen 1. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Pavlov, dengan teori “Classical Conditioning”. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar itu terjadi melalui gerakan-gerakan refleks bersyarat, atau dapat dikatakan bahawa refleks bersyarat itu sebenarnya adalah merupakan suatu reaksi sebagai hasil belajar. Eksperimennya adalah seekor anjing. Dalam eksperimen tersebut dia menyimpulkan bahwa setiap individu dapat berubah tergantung stimulus yang diberikan. 2. Edward Lee Thorndike (1874-1949) Thorndike, yang terkenal dengan teori “Connectionisme” yang menyatakan bahwa: belajar merupakan proses pembentukan hubungan-hubungan antara stimulus dan respons. Teori ini juga sering disebut sebagai” Trial” dan “Error Learning”. Eksperimennya adalah seekor kucing. Melalui eksperimen tersebut dia menghasilan teori “ trial dan error”. 3. Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) Belajar adalah suatu proses yang memerlukan adanya suatu reward (penghargaan) dan reinforcement (peneguhan). Karena melalui proses itulah perilaku individu dikendalikan menurut apa yang diinginkan. Skinner berpendapat bahwa dalam belajar yang paling penting adalah adanya reinforcement atau penguatan. Dan teori ini biasa disebut sebagai teori “operant conditioning” . Eksperimennya adalah seekor tikus. Dari hasil tersebut dia menjelaskan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan.
  • 10.
    HUKUM Rangsangan Respon Tingkah laku yangtimbul akibat rangsangan 1) KLASIK IVAN PAVLOV
  • 11.
  • 12.
    OPERAN THORNDIKE HUKUM Tiga hukumThorndike iaitu : 1) Hukum Kesediaan (HK), 2) Hukum Latihan (HL) 3) Hukum Kesan (HK)
  • 13.
    HUKUM PEMBELAJARAN THORNDIKE HUKUM KESAN hubunganstimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.. HUKUM LATIHAN semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) , maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. HUKUM KESEDIAAN semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
  • 14.
    “Belajar merupakan peristiwa terbentuknyaasosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang.” Edward Edward Lee Thorndike (1874 - 1949): Teori Koneksionisme kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba- coba dan membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan- perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi, demikian selanjutnya
  • 15.
    4) OPERAN SKINNER HUKUM SKINNER Perlakuanharus diperhatikan dalam jangka masa yang panjang dan membentuk perlakuan yang kompleks daripada perlakuan yang mudah. Kajian : Skinner Box
  • 17.
    Pengukuhan positif ialahmemberikan sesuatu ganjaran setelah perlakuan itu ditunjukkan, yang menyebabkan perlakuan itu diulangi atau diperkuatkan lagi. Pengukuhan Positif
  • 18.
    Tingkah Laku Kesan/Akibat TingkahlakuMasa Hadapan Pelajar kemukakan soalan dengan baik Guru memuji pelajar Pelajar kemukakan lebih banyak soalan yang baik.
  • 19.
    Pengukuhan Negatif Pengukuhan negatifialah rangsangan menyakitkan yang diberikan selepas sesuatu tingkah laku ditunjukkan.
  • 20.
    Tingkah Laku Kesan/Akibat Tingkahlaku Masa Hadapan Pelajar tidak menyiapkan tugasan tepat pada waktunya Guru menegur pelajar Pelajar akan menyiapkan tugas selanjutnya tepat pada waktunya

Editor's Notes

  • #14 Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi (connection) antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan menggambar, maka ia akan cenderung mengerjakannya. Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan, tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak dilanjutkan atau dihentikan. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Makin sering diulangi, materi pelajaran akan semakin dikuasai.